forum diskusi

forum diskusi

Number of replies: 31
berikan penjelasan kalian tentang macam macam model pembelajaran tematik di dalam video tersebut manakah model pembelajaran tematik yang paling tepat untuk peserta didik di kelas rendah? berikan alasan mu mengapa memilih model tersebut dan dampak nya bagi peserta didikmu ?
In reply to First post

Re: forum diskusi

by Tina Selviani -

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh 

nama: tina selviani 

npm: 2313053052

izin menjawab bapak 

Pembelajaran tematik di kelas rendah menuntut penggunaan model pembelajaran yang menyenangkan, konkret, dan mendorong keterlibatan aktif siswa. Beberapa model pembelajaran yang sering digunakan dalam pembelajaran tematik adalah:

1. Discovery Learning:

Mengarahkan siswa untuk menemukan konsep secara mandiri melalui eksplorasi.

Kelemahan: Terlalu abstrak untuk siswa kelas rendah karena memerlukan kemampuan berpikir yang lebih kompleks.

2. Inquiry Learning:

Melibatkan siswa dalam proses mengajukan pertanyaan, mengumpulkan data, dan menarik kesimpulan.

Kelemahan: Proses pengajuan pertanyaan dan pengembangan hipotesis cenderung rumit bagi siswa kelas rendah.

3. Problem Based Learning (PBL):

Menyajikan masalah nyata yang perlu dipecahkan oleh siswa melalui proses pembelajaran.

Kelemahan: Lebih berfokus pada pemecahan masalah daripada pembuatan produk nyata yang dapat dilihat atau dirasakan siswa.

4. Project Based Learning (PjBL):

Menggunakan proyek sebagai inti pembelajaran dengan menghasilkan produk nyata, dan hal ini sangat sesuai dengan karakteristik siswa kelas rendah karena konkret, menyenangkan, melibatkan kolaborasi, dan dapat mengintegrasikan berbagai tema (pembelajaran tematik) sari berbagai model tersebut, PjBL menurut saya paling cocok karena memberikan pengalaman belajar yang konkret dan menyenangkan bagi siswa kelas rendah.

Adapun model PjBL diterapkan dengan langkah-langkah berikut:

1. Penentuan Pertanyaan Mendasar (Start With the Essential Question):

Guru menyajikan tema melalui pertanyaan yang relevan. Misalnya, dalam tema “Lingkungan Sehat,” guru bertanya, “Bagaimana cara membuat taman mini yang indah dan bermanfaat?”

2. Mendesain Perencanaan Proyek (Design a Plan for the Project):

Guru dan siswa bersama-sama merencanakan proyek, seperti membuat taman mini dari bahan-bahan sederhana.

3. Menyusun Jadwal (Create a Schedule):

Menyusun jadwal pengerjaan proyek mulai dari pengumpulan bahan, pembuatan taman mini, hingga presentasi hasilnya.

4. Memantau Kemajuan Proyek (Monitor the Students and the Progress of the Project):

Guru mengawasi proses pengerjaan proyek dan memberikan arahan atau bantuan jika diperlukan.

5. Menguji Hasil (Assess the Outcome):

Siswa mempresentasikan hasil proyeknya dan mendapatkan umpan balik dari guru serta teman-teman.

6. Mengevaluasi Pengalaman (Evaluate the Experience):

Guru dan siswa merefleksikan proses pengerjaan proyek serta merencanakan perbaikan untuk kegiatan selanjutnya.

Dibandingkan model lainnya, PjBL lebih efektif untuk pembelajaran tematik kelas rendah karena lebih konkret, menyenangkan, melibatkan kolaborasi, dan mampu mengintegrasikan berbagai tema dalam satu proyek.

Model PjBL memberikan dampak positif bagi siswa kelas rendah dengan menghadirkan pembelajaran yang konkret, menyenangkan, dan melibatkan siswa secara aktif. Siswa menjadi lebih termotivasi dan memahami konsep dengan lebih baik melalui pengalaman langsung.



In reply to First post

Re: forum diskusi

by Catur Putri Purnaningrum -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama : Catur Putri Purnaningrum
NPM : 2313053045
Kelas : 4B
Izin menjawab,

DISCOVERY LEARNING
Menekankan pada penemuan konsep atau prinsip yang sebelumnya tidak diketahui hingga mampu menyusun sebuah kesimpulan masalah yang diberikan semacam masalah yang direkayasa oleh guru berpikir kreatif dan inovatif guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjadi problem solver atau scientist.
INQUIRY LEARNING
Masalah dalam pembelajaran bukan hasil rekayasa penyelidikan /pencarian untuk memuaskan rasa ingin tahu siswa. Siswa tidak memiliki "kewajiban" menemukan sesuatu.
PROBLEM BASED LEARNING (PBL)
Guru yang secara terus menerus membimbing siswa dengan cara mendorong dan mengarahkan siswa untuk mengajukan pertanyaan dan memberi penghargaan untuk pertanyaan-pertanyaan berbobot yang mereka ajukan, dengan mendorong siswa mencari solusi/penyelesaian terhadap masalah nyata yang dirumuskan oleh siswa sendiri, fasilitator dapat memberikan konsep dasar, petunjuk, referensi, atau link dan skill yang diperlukan dalam pembelajaran tersebut. Menyajikan masalah kontekstual. Berpikir kritis dan terampil memecahkan masalah.
PROJECT BASED LEARNING (PjBL)
Menggunakan proyek sebagai inti pembelajaran. Menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktifitas secara nyata siswa membuat keputusan tentang sebuah kerangka kerja, siswa mendesain proses untuk menentukan solusi atas permasalahan yang diajukan.
Untuk peserta didik kelas rendah, model pembelajaran yang paling tepat adalah pjbl yang disesuaikan/sederhana. Karena model ini sesuai dengan karakteristik anak kelas tingkat rendah yang mana mereka belajar melalui pengalaman langsung bermain eksplorasi, model ini juga dapat meningkatkan motivasi dan partisipasi, memudahkan pemahaman konsep mendorong kolaborasi dan sosialisasi, serta membantu penguatan nilai dan karakter. Lalu dampak bagi peserta didik jika menggunakan model PjBL yaitu mereka akan mendapatkan pembelajaran yang lebih menyenangkan karena terlibat langsung dalam kegiatan, meningkatkan rasa ingin tahu, memperkuat pemahaman jangka panjang, dan dapat menumbuhkan keterampilan sosial sejak dini.

Sekian, terima kasih
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
In reply to First post

Re: forum diskusi

by Dina Diya Atikah -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Nama : Dina Diya Atikah
Kelas : 4B
NPM : 2313053043

Izin menjawab pertanyaan,
berikan penjelasan kalian tentang macam macam model pembelajaran tematik di dalam video tersebut manakah model pembelajaran tematik yang paling tepat untuk peserta didik di kelas rendah? berikan alasan mu mengapa memilih model tersebut dan dampak nya bagi peserta didikmu ?

Jawab:
1. Discovery Learning
- Siswa menemukan sendiri konsep atau prinsip yang belum mereka ketahui sebelumnya.
- Guru memberikan rangsangan berupa masalah yang perlu diselidiki oleh siswa.

Langkah-langkah:
(Stimulasi - Identifikasi masalah - Pengumpulan data - Pengolahan data - Pembuktian - Kesimpulan.)

2. Inquiry Learning
- Pembelajaran berbasis penyelidikan tanpa rekayasa masalah oleh guru.
- Siswa tidak harus menemukan sesuatu, tetapi lebih diarahkan untuk mencari jawaban dari rasa ingin tahu mereka.

3. Problem-Based Learning (PBL)
- Siswa didorong untuk berpikir kritis dan mencari solusi atas masalah nyata yang mereka rumuskan sendiri.
- Guru bertindak sebagai fasilitator dengan memberikan petunjuk, referensi, atau keterampilan yang dibutuhkan.

Langkah-langkah:
(Orientasi masalah - Mengorganisasikan siswa - Penyelidikan - Pengembangan solusi - Evaluasi.)

4. Project-Based Learning (PjBL)
- Siswa bekerja dalam proyek untuk menyelesaikan permasalahan tertentu dengan cara aktif dan mandiri.
- Berfokus pada aktivitas nyata yang mengintegrasikan berbagai mata pelajaran.

Langkah-langkah:
(Menentukan pertanyaan mendasar - Merancang proyek - Menyusun jadwal - Memonitor proyek - Menguji hasil - Evaluasi pengalaman.)

Untuk peserta didik kelas rendah (kelas 1-3 SD), Discovery Learning merupakan model pembelajaran tematik yang paling tepat karena sesuai dengan rasa ingin tahu alami anak-anak. Model ini memungkinkan siswa untuk aktif mengeksplorasi dan menemukan konsep secara mandiri melalui permainan, eksperimen sederhana, atau eksplorasi lingkungan. Selain itu, pendekatan ini fleksibel, menyenangkan, dan membantu memperkuat pemahaman konsep dasar dengan cara yang lebih bermakna dibandingkan hanya menerima informasi dari guru.

Dampak positif dari Discovery Learning antara lain meningkatkan kemandirian belajar, kreativitas, serta motivasi siswa. Dengan terbiasa menemukan solusi sendiri, siswa menjadi lebih percaya diri dan mampu berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah. Metode ini juga menjadikan pembelajaran lebih menarik dan interaktif, sehingga siswa lebih terlibat secara aktif dalam proses belajar.

Sekian Terimakasih,
Wassalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh
In reply to First post

Re: forum diskusi

by Aulia Trihapsari -
Assalamu'alaikum warahmatullahi
Nama: Aulia Trihapsari
NPM: 2313053038

Izin menjawab diskusi tersebut,
Model pembelajaran tematik mencakup beberapa pendekatan yang berbeda, seperti:
1. Discovery Learning: memungkinkan siswa menemukan konsep atau informasi baru melalui pengalaman langsung dan eksplorasi.
2. Inquiry Learning: mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan mencari jawaban, sehingga mereka terlibat aktif dalam proses belajar.
3. Problem-Based Learning: berfokus pada penyelesaian masalah nyata, yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis.
4. Project-Based Learning: melibatkan siswa dalam proyek yang memerlukan kolaborasi dan penerapan berbagai keterampilan untuk menyelesaikan tugas

Untuk peserta didik di kelas rendah, Project-Based Learning adalah model yang paling tepat. Alasan memilih model ini adalah karena anak-anak di usia tersebut belajar dengan baik melalui pengalaman praktis dan bermain. Dengan proyek yang relevan, siswa dapat terlibat secara aktif, meningkatkan motivasi dan minat belajar mereka. Selain itu, model ini juga mendorong kerja sama antar siswa, keterampilan komunikasi, dan kreativitas. Dampaknya, siswa tidak hanya memahami konsep dengan lebih baik, tetapi juga mengembangkan keterampilan sosial yang penting dalam kehidupan sehari-hari, menjadikan pembelajaran lebih menyenangkan dan berarti.

Sekian Terimakasih
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. 
In reply to First post

Re: forum diskusi

by Desta Dwi Pertiwi -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama : Desta Dwi Pertiwi
NPM : 2313053046
Kelas : 4B
Izin menjawab bapak,

Discovery Learning: Model ini menekankan pada penemuan konsep oleh siswa melalui pengalaman langsung. Siswa diberi kesempatan untuk mengeksplorasi dan menemukan informasi sendiri, yang dapat meningkatkan pemahaman dan keterlibatan mereka.

Problem-Based Learning (PBL): Dalam model ini, siswa dihadapkan pada masalah nyata yang harus mereka pecahkan. PBL mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kreatif, serta bekerja sama dalam kelompok untuk menemukan solusi.

Project-Based Learning (PjBL): Model ini melibatkan siswa dalam proyek yang memerlukan kolaborasi dan penerapan pengetahuan dari berbagai disiplin ilmu. Siswa bekerja dalam kelompok untuk merencanakan, melaksanakan, dan mempresentasikan proyek mereka.

Inquiry Learning: Model ini berfokus pada pertanyaan dan penyelidikan. Siswa didorong untuk mengajukan pertanyaan, melakukan penelitian, dan menemukan jawaban melalui eksplorasi.

Untuk peserta didik di kelas rendah, model pembelajaran yang paling tepat adalah Project-Based Learning (PjBL). Alasan pemilihan model ini adalah karena PjBL mendorong siswa untuk terlibat aktif dalam proses belajar melalui proyek yang relevan dan menarik. Di kelas rendah, anak-anak cenderung lebih menyukai kegiatan yang bersifat praktis dan kolaboratif. Dengan PjBL, siswa dapat bekerja dalam kelompok, merencanakan, dan melaksanakan proyek yang memungkinkan mereka untuk belajar sambil bermain.

Dampak positif dari penerapan PjBL bagi peserta didik di kelas rendah adalah peningkatan keterampilan sosial, seperti kerjasama dan komunikasi, serta kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Selain itu, siswa juga akan lebih mudah memahami konsep-konsep yang diajarkan karena mereka dapat melihat langsung aplikasi dari pembelajaran tersebut dalam proyek yang mereka kerjakan. Dengan demikian, PjBL tidak hanya membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, tetapi juga lebih bermakna bagi siswa.

Sekian Terimakasih,
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
In reply to First post

Re: forum diskusi

by Dwi Rahayu Sekarningrum -

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Nama: Dwi Rahayu Sekarningrum
Npm: 231303044
Kelas: 4B

Izin menjawab,

  1. Discovery Learning: Peserta didik menemukan pengetahuan sendiri melalui eksplorasi dan pengalaman, dengan guru sebagai fasilitator.
  2. Inquiry Learning: Peserta didik belajar dengan mengajukan pertanyaan, melakukan penyelidikan, dan mencari jawaban melalui eksperimen.
  3. Problem-Based Learning (PBL): Peserta didik memecahkan masalah nyata secara kolaboratif, mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dan berpikir kritis.
  4. Project-Based Learning (PjBL): Peserta didik mengerjakan proyek jangka panjang yang melibatkan riset, perencanaan, dan pembuatan produk untuk mengaplikasikan pengetahuan dalam kehidupan nyata.

Model pembelajaran tematik yang tepat untuk peserta didik di kelas rendah adalah Discovery Learning. Alasannya karena peserta didik di kelas rendah cenderung memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, dan model ini memungkinkan mereka untuk belajar melalui eksplorasi dan penemuan sendiri. Dalam model ini, guru bertindak sebagai fasilitator yang membantu peserta didik menemukan konsep atau jawaban melalui aktivitas praktis, seperti percobaan sederhana atau pengamatan. Jadi metode ini sangat cocok untuk peserta didik kelas rendah karena mereka dapat belajar dengan cara yang menyenangkan dan aktif sekaligus mengembangkan keterampilan berpikir kritis mereka.
Dampaknya, peserta didik di kelas rendah akan lebih mudah memahami konsep-konsep yang dipelajari karena mereka terlibat langsung dalam proses pencarian pengetahuan, dan mereka juga akan merasa lebih percaya diri dalam menyelesaikan masalah secara mandiri. Dengan menggunakan model Discovery Learning, pembelajaran menjadi lebih interaktif, memotivasi peserta didik untuk berpikir lebih dalam, dan meningkatkan kemampuan mereka dalam menemukan solusi.

Terimakasih
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

In reply to First post

Re: forum diskusi

by Putri Reza Anandita 2313053065 -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat siang bapak
Nnama: Putri Reza Anandita
Npm: 2313053065

izin menjawab bapak,
1. DISCOVERY LEARNING
dalam model ini, siswa belajar melalui penemuan sendiri. mereka dihadapkan pada masalah dan harus mencari solusinya, yang mendorong mereka untuk berpikir kritis dan kreatif.
2. INQUIRY LEARNING
mirip dengan discovery learning, tetapi lebih berfokus pada proses bertanya. siswa diajak untuk mengajukan pertanyaan dan melakukan penyelidikan untuk menemukan jawaban.
3. PBL
model ini melibatkan siswa dalam proyek nyata yang memerlukan kolaborasi untuk menyelesaikan tugas. siswa belajar dengan cara yang lebih praktis dan aplikatif.
4. PJBL
dalam model ini, siswa dihadapkan pada masalah kompleks yang harus mereka pecahkan. ini mendorong pengembangan keterampilan analitis dan pemecahan maslah.

untuk siswa kelas rendah PBL adalah model yang paling tepat. alasan memilih PBL adalah karena metode ini memungkinkan siswa untuk belajar secara aktif melalui proyek yang menyenangkan dan relevan dengan kehidupan mereka. dengan PBL, siswa dapat bekerja sama dalam kelompok, yang membantu mereka mengembangkan keterampilan sosial dan komunikasi.
dampak positif dari PBL bagi siswa termasuk meningkatnya minat belajar, kemampuan berpikir kritis dan pengalaman praktis yang membuat pembelajaran lebih bermakna. siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga bagaimana menerapkannya dalam situasi nyata.

sekian, terima kasih bapak.
In reply to First post

Re: forum diskusi

by Paska Deswita Manalu -
Selamat Siang, Bapak.
Nama : Paska Deswita Manalu
NPM : 2313053057
Izin menjawab, Bapak.
Discovery Learning menekankan pada eksplorasi mandiri, di mana siswa menemukan sendiri konsep atau prinsip dengan bimbingan guru. Model ini membantu mereka mengembangkan rasa ingin tahu dan keterampilan berpikir kritis. Inquiry Learning hampir serupa, tetapi lebih terstruktur, dengan siswa mengajukan pertanyaan, mengumpulkan data, dan menarik kesimpulan melalui proses penyelidikan.
Problem-Based Learning (PBL) berfokus pada penyelesaian masalah nyata. Siswa diberikan permasalahan yang harus mereka pecahkan dengan berpikir kritis dan bekerja sama dengan teman-temannya. Sedangkan Project-Based Learning (PjBL) mengajak siswa untuk belajar melalui proyek yang mereka selesaikan dalam jangka waktu tertentu. Model ini memungkinkan mereka mengembangkan keterampilan berpikir kreatif, kolaboratif, dan pemecahan masalah secara praktis.

Dari keempat model tersebut, Project-Based Learning (PjBL) adalah yang paling tepat untuk peserta didik di kelas rendah. Anak-anak pada usia ini lebih mudah memahami sesuatu melalui pengalaman langsung dan aktivitas yang menarik. Dengan proyek, mereka tidak hanya belajar teori tetapi juga melihat dan merasakan hasil dari apa yang mereka pelajari. Misalnya, ketika belajar tentang lingkungan, mereka bisa membuat taman mini atau poster tentang kebersihan.
Alasan utama memilih model ini adalah karena anak-anak di kelas rendah lebih aktif dan senang belajar sambil melakukan. Mereka lebih termotivasi ketika diberikan tugas yang melibatkan kreativitas, eksplorasi, dan kerja sama dengan teman-teman. Selain itu, PjBL juga membantu mereka mengembangkan keterampilan sosial seperti berkomunikasi, berbagi tugas, dan menyelesaikan masalah bersama.
Dampaknya bagi peserta didik sangat positif. Mereka menjadi lebih antusias dalam belajar, lebih percaya diri dalam menyampaikan ide, dan lebih memahami konsep karena mengalami langsung proses pembelajaran. Selain itu, PjBL juga melatih mereka untuk bekerja mandiri dan bertanggung jawab terhadap tugas mereka.

Sekian jawaban saya
Terima kasih.
In reply to First post

Re: forum diskusi

by Fitri Gautari -
aAssalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Nama : Fitri Gautari
NPM : 2313053041
Kelas : 4/B

izin menjawab Pak,

1. Discovery learning adalah model di mana siswa belajar dengan cara menemukan informasi atau konsep sendiri melalui eksperimen atau eksplorasi. Misalnya, siswa bisa mengamati bagaimana tanaman tumbuh dan mencatat hasilnya, yang mendorong rasa ingin tahu dan kreativitas.
2. Inquiry learning adalah model yang lebih terstruktur, di mana siswa diajak untuk mengajukan pertanyaan dan mencari jawaban melalui penyelidikan, seperti melakukan penelitian untuk mengetahui mengapa langit berwarna biru, yang mengajarkan mereka berpikir kritis dan analitis.
3. Problem-based learning (PBL) melibatkan siswa dalam menyelesaikan masalah nyata secara kelompok, seperti merancang cara mengurangi sampah di sekolah, yang membantu mereka belajar bekerja sama dan berpikir kreatif.
4. Project-based learning (PjBL) memungkinkan siswa mengerjakan proyek yang lebih besar, mengintegrasikan berbagai mata pelajaran dan mengajarkan keterampilan merencanakan serta menyelesaikan tugas 

Dari semua model tersebut, Discovery Learning adalah model yang paling tepat untuk peserta didik kelas rendah (kelas 1-3) karena dapat mendorong rasa ingin tahu, memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, dan meningkatkan kreativitas.
Contoh penerapan Discovery Learning di kelas rendah meliputi:
Eksperimen Sederhana: Siswa dapat melakukan eksperimen sederhana, seperti mengamati bagaimana air menguap atau bagaimana tanaman tumbuh, untuk memahami konsep sains.
Dampak positif bagi peserta didik termasuk peningkatan minat belajar, kemandirian dalam proses belajar, dan pengalaman yang lebih berkesan, sehingga mereka dapat mengaitkan pengetahuan yang didapat dengan kehidupan sehari-hari.

Terimakasih,
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
In reply to First post

Re: forum diskusi

by Nia Cahyani -
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama : Nia Cahyani
NPM : 2313053060

Izin menjawab bapak,
1. Discovery Learning (Pembelajaran Berbasis Penemuan)
Pada model ini, guru hanya menanyakan kepada siswa serangkaian pertanyaan yang berkaitan dengan materi. Siswa kemudian ditugaskan untuk menemukan meneliti dan memutuskan pengamatannya sebagai modal untuk menjawab pertanyaan guru.
2. Inquiry Based Learning (Pembelajaran Berbasis Inkuiri)
Dalam model ini siswa dibimbing untuk menemukan materi yang disajikan dalam pelajaran melalui pertanyaan-pertanyaan dan introspeksi diri.
3. Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah)
Siswa belajar berdasarkan suatu masalah kontekstual yang diberikan pada awal kegiatan pembelajaran
4. Project Based Learning (Pembelajaran Berbasis Proyek)
Model pembelajaran yang menggunakan proyek sebagai langkah awal untuk memperoleh dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalaman kegiatan kehidupan nyata.

Untuk peserta didik di kelas rendah, model pembelajaran tematik yang paling tepat adalah Project-Based Learning (PjBL), karena melibatkan siswa dalam kegiatan yang konkret dan menyenangkan, seperti membuat proyek sederhana yang terkait dengan tema pembelajaran. Hal ini sesuai dengan karakteristik anak usia dini yang belajar melalui pengalaman langsung dan bermain. Selain itu, PjBL dapat mengembangkan keterampilan kolaborasi, kreativitas, dan pemecahan masalah sejak dini. Dampak positifnya bagi peserta didik adalah mereka menjadi lebih termotivasi, aktif, dan mampu mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari, sehingga pemahaman mereka terhadap materi menjadi lebih mendalam dan bermakna.

Sekian, terimakasih
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
In reply to First post

Re: forum diskusi

by Latifah irsyadiyatul jannah -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama : Latifah irsyadiyatul Jannah
Npm : 2313053042

Izin menjawab bapak
Model pembelajaran tematik adalah pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai mata pelajaran dalam satu tema agar lebih bermakna bagi peserta didik. Beberapa model pembelajaran tematik yang sering digunakan adalah:
1.Pembelajaran Penemuan (Discovery Learning)
Model ini menekankan pada proses menemukan sendiri konsep atau prinsip melalui eksplorasi dan pengalaman langsung. Guru memberikan pertanyaan atau permasalahan, lalu siswa mencari jawaban dengan berpikir kritis dan melakukan percobaan.
2.Pembelajaran Inkuiri (Inquiry Learning)
Mirip dengan pembelajaran penemuan, tetapi lebih terstruktur. Siswa diajak untuk bertanya, menyelidiki, mengumpulkan data, dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti yang mereka temukan sendiri.
3.Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning)
Siswa diberikan suatu masalah nyata yang menantang, kemudian mereka bekerja dalam kelompok untuk menemukan solusi. Model ini melatih kemampuan berpikir kritis dan kerja sama tim.
4.Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning)
Siswa belajar melalui proyek yang mereka kerjakan dalam waktu tertentu. Mereka merancang, menyusun, dan menyajikan hasilnya, sehingga melatih keterampilan berpikir, kreativitas, serta kerja sama.

Untuk peserta didik di kelas rendah, model pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) bisa menjadi pilihan yang tepat. Model ini sangat cocok karena mengajak anak-anak untuk belajar sambil melakukan aktivitas nyata yang menyenangkan, seperti membuat karya atau proyek kecil. Pembelajaran berbasis proyek dapat mengembangkan keterampilan kolaborasi, kreativitas, dan rasa tanggung jawab, yang sangat dibutuhkan di usia dini. Selain itu, metode ini memberi kesempatan bagi anak-anak untuk belajar dengan cara yang lebih konkret dan interaktif, yang membuat mereka lebih tertarik dan terlibat aktif dalam pembelajaran. Dampaknya, anak-anak jadi lebih termotivasi, lebih mudah memahami konsep yang diajarkan, dan merasa bahwa pembelajaran itu menyenangkan serta relevan dengan kehidupan mereka.

Sekian Terimakasih,
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
In reply to First post

Re: forum diskusi

by Adinda Mutiara Cantika -
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Nama: Adinda Mutiara Cantika
NPM: 2313053063

Izin menjawab diskusi tersebut,
Discovery Learning: Model ini menekankan pada penemuan konsep oleh siswa melalui pengalaman langsung. Siswa diberi kesempatan untuk mengeksplorasi dan menemukan informasi sendiri, yang dapat meningkatkan pemahaman dan keterlibatan mereka.

Problem-Based Learning (PBL): Dalam model ini, siswa dihadapkan pada masalah nyata yang harus mereka pecahkan. PBL mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kreatif, serta bekerja sama dalam kelompok untuk menemukan solusi.
Inquiry Learning : Masalah dalam pembelajaran bukan hasil rekayasa penyelidikan /pencarian untuk memuaskan rasa ingin tahu siswa. Siswa tidak memiliki "kewajiban" menemukan sesuatu.
Project Based Learning (Pembelajaran Berbasis Proyek) : Model pembelajaran yang menggunakan proyek sebagai langkah awal untuk memperoleh dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalaman kegiatan kehidupan nyata.

Untuk peserta didik di kelas rendah, model pembelajaran tematik yang paling tepat adalah Project-Based Learning (PjBL), karena model ini mengintegrasikan pembelajaran yang menyenangkan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka. PjBL mendorong siswa untuk belajar melalui pengalaman langsung, yang sangat efektif pada usia ini karena anak-anak di kelas rendah cenderung lebih aktif dan lebih mudah tertarik pada kegiatan yang melibatkan praktek langsung. Dengan PjBL, mereka dapat bekerja dalam proyek-proyek yang menghubungkan berbagai mata pelajaran dalam satu tema, seperti tema "Lingkungan" yang melibatkan pelajaran IPA, PPKn, dan Bahasa Indonesia secara bersamaan. Ini memungkinkan mereka untuk memahami konsep-konsep secara lebih holistik dan mendalam. Selain itu, PjBL mengembangkan keterampilan sosial, seperti bekerja sama dalam kelompok dan menyelesaikan masalah bersama, yang sangat penting di usia dini. PjBL juga mendorong kreativitas dan berpikir kritis, karena siswa diajak untuk merencanakan, mencari solusi, dan menghasilkan produk nyata dari proyek yang mereka kerjakan. Dengan demikian, PjBL memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, aktif, dan aplikatif yang sangat sesuai untuk anak-anak di kelas rendah.

Sekian, terimakasih
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
In reply to First post

Re: forum diskusi

by Dwi Tasya Khusnawati -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Nama: Dwi Tasya Khusnawati
Npm: 2313053051
Kelas: 4B

Izin menjawab,
Setelah melihat vidio diatas, mengenai berbagai macam model pembelajaran seperti Discovery Learning, Inquiry Learning, Problem-Based Learning (PBL), dan Project-Based Learning (PJBL), model yang paling tepat untuk peserta didik di kelas rendah adalah Project-Based Learning (PJBL).

Alasan Memilih Project-Based Learning (PJBL), yakni:

1. Keterlibatan Aktif Siswa: PJBL mendorong siswa untuk terlibat secara aktif dalam proses belajar. Mereka dapat berkolaborasi dalam kelompok, yang sangat penting untuk perkembangan sosial di usia dini.

2. Pengalaman Nyata: Dengan PJBL, siswa dapat belajar melalui pengalaman nyata. Mereka dapat melakukan proyek yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna.

3. Pengembangan Keterampilan: Model ini membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah. Keterampilan ini sangat penting untuk masa depan mereka.

4. Fleksibilitas dalam Pembelajaran: PJBL memberikan ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi minat dan bakat mereka. Mereka dapat memilih proyek yang sesuai dengan ketertarikan mereka, sehingga meningkatkan motivasi belajar.

Keuntungan dan manfaat bagi Peserta Didik:

1. Meningkatkan Motivasi Belajar: Dengan terlibat dalam proyek yang menarik, siswa akan lebih termotivasi untuk belajar dan berpartisipasi aktif dalam kelas.

2. Pengembangan Sosial dan Emosional: Kerja kelompok dalam PJBL membantu siswa belajar berkolaborasi, berkomunikasi, dan menghargai pendapat orang lain, yang penting untuk perkembangan sosial mereka.

3. Peningkatan Pemahaman Konsep: Melalui proyek, siswa dapat memahami konsep-konsep yang diajarkan dengan lebih baik karena mereka mengaplikasikannya dalam konteks nyata.

4. Kemandirian dan Tanggung Jawab: Siswa belajar untuk bertanggung jawab atas tugas mereka dan mengelola waktu dengan baik saat menyelesaikan proyek, yang membangun kemandirian mereka.

Dengan demikian, Project-Based Learning (PJBL) adalah model pembelajaran yang sangat sesuai untuk peserta didik di kelas rendah, karena dapat meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan pengembangan keterampilan yang penting bagi mereka.


Sekian, terima kasih
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
In reply to First post

Re: forum diskusi

by Desmara Afinda -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Nama: Desmara Afinda
NPM: 2313053037
Kelas: 4/B

Izin menjawab diskusi diatas pak,

1.Discovery Learning (Belajar Penemuan)
•Model ini mengajak siswa untuk belajar dengan cara menemukan sendiri.
•Siswa diajak mengamati, mencoba, dan mencari tahu sesuatu melalui kegiatan langsung.

2. Problem-Based Learning (PBL)
•PBL adalah belajar dengan cara memecahkan masalah.
•Guru memberikan masalah yang nyata dan relevan, lalu siswa bekerja untuk mencari solusinya.

3. Project-Based Learning (PJBL)
•PJBL adalah belajar dengan membuat proyek. •Siswa bekerja dalam kelompok untuk membuat sesuatu, seperti poster atau laporan.

4. Inquiry Learning (Belajar Inkuiri)
•Model ini mengajak siswa untuk bertanya dan menyelidiki sesuatu secara mendalam.
•Siswa mencari informasi sendiri untuk menjawab pertanyaan atau masalah yang diberikan guru.

Model Pembelajaran yang Paling Cocok untuk Kelas Rendah
Untuk anak-anak kelas rendah (SD kelas 1-3), Discovery Learning adalah model yang paling cocok. Karena anak-anak di kelas rendah lebih suka belajar sambil bermain dan mencoba sendiri. Discovery Learning memberi mereka kesempatan untuk eksplorasi langsung. Model ini membuat anak-anak lebih penasaran dan semangat untuk belajar karena mereka merasa seperti "penemu". Anak-anak juga belajar dari hal-hal sederhana yang mereka lihat dan lakukan sendiri, sehingga lebih mudah bagi mereka memahami materi.

Dampak positif bagi anak yaitu:
-Anak-anak akan lebih paham pelajaran karena mereka menemukan jawabannya sendiri.
- Mereka jadi lebih percaya diri karena merasa berhasil menemukan sesuatu.
- Kemampuan berpikir kritis dan kreatif mereka berkembang sejak dini.

Terima kasih pak,
Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh
In reply to First post

Re: forum diskusi

by Dinda Lailatus Sa'adah -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

nama: Dinda Lailatus sa'adah

npm: 2313053062

izin menjawab pertanyaan nya bapak
berikan penjelasan kalian tentang macam macam model pembelajaran tematik di dalam video tersebut manakah model pembelajaran tematik yang paling tepat untuk peserta didik di kelas rendah? berikan alasan mu mengapa memilih model tersebut dan dampak nya bagi peserta didikmu ?
Pembelajaran tematik adalah pendekatan yang mengintegrasikan berbagai mata pelajaran dalam satu tema untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan relevan bagi siswa. Terdapat beberapa model dalam pembelajaran tematik, masing-masing dengan karakteristik dan keunggulannya sendiri.

Macam-Macam Model Pembelajaran Tematik

1. Model Fragmented (Penggalan): Pembelajaran dilakukan secara terpisah tanpa menghubungkan satu mata pelajaran dengan yang lain. Ini adalah pendekatan konvensional yang kurang efektif dalam konteks pembelajaran terpadu.

2. Model Connected (Keterhubungan): Menghubungkan konsep dan keterampilan dalam satu bidang studi melalui gagasan yang saling terkait, sehingga siswa dapat melihat hubungan antar topik.

3. Model Nested (Sarang): Mengajarkan berbagai keterampilan sosial dan berpikir dalam konteks substansi tertentu, memungkinkan siswa untuk memahami berbagai aspek dari satu tema.

4. Model Sequenced (Pengurutan): Mengurutkan pembelajaran berdasarkan topik atau unit, di mana setiap aktivitas membangun pada aktivitas sebelumnya.

5. Model Shared (Irisan): Menggabungkan dua disiplin berbeda yang memiliki konsep tumpang tindih, sehingga memungkinkan integrasi pembelajaran.

6. Model Webbed (Jaring Laba-laba): Memadukan berbagai bidang studi di sekitar tema sentral, memungkinkan siswa untuk melihat keterkaitan antara berbagai disiplin ilmu.

7. Model Threaded (Bergalur): Menekankan pada pengembangan keterampilan metakognitif melalui berbagai bidang studi, membantu siswa memahami hubungan sebab-akibat.

8. Model Integrated (Keterpaduan): Menciptakan koneksi antara konsep, keterampilan, dan aktivitas dalam satu bidang studi tertentu, tetapi memerlukan kolaborasi yang lebih besar antara guru.

9. Model Immersed (Terbenam): Pembelajaran dimulai dari sudut pandang dan pengalaman siswa, memungkinkan mereka untuk memahami konteks pribadi mereka dalam proses belajar.

10. Model Networked (Jaringan Kerja): Menghubungkan berbagai sumber daya dan komunitas untuk memperkaya pengalaman belajar siswa.

Model Pembelajaran Tematik yang Paling Tepat untuk Kelas Rendah

Dari berbagai model tersebut, Model Webbed dianggap paling tepat untuk peserta didik di kelas rendah. Alasan pemilihan model ini meliputi:

- Keterhubungan Konsep: Model ini memungkinkan siswa untuk melihat hubungan antar mata pelajaran secara jelas, yang penting bagi anak-anak di usia dini yang masih dalam tahap eksplorasi dan pengenalan konsep-konsep dasar.

- Relevansi dengan Kehidupan Nyata: Dengan menggunakan tema sentral, pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan relevan dengan pengalaman sehari-hari siswa, sehingga meningkatkan motivasi belajar mereka.

- Pengalaman Belajar yang Menyenangkan: Model ini mendorong kegiatan belajar yang interaktif dan menyenangkan, membantu anak-anak tetap terlibat dan aktif selama proses pembelajaran.

Dampak bagi Peserta Didik

Penerapan Model Webbed dalam pembelajaran tematik dapat memberikan dampak positif sebagai berikut:

- Peningkatan Pemahaman: Siswa dapat memahami materi dengan lebih mendalam karena mereka melihat bagaimana berbagai konsep saling berhubungan.

- Pengembangan Keterampilan Sosial: Kegiatan kolaboratif dalam model ini membantu siswa mengembangkan keterampilan sosial seperti kerja sama dan komunikasi.

-Motivasi Belajar yang Tinggi: Tema menarik yang relevan dengan kehidupan sehari-hari dapat meningkatkan motivasi siswa untuk belajar. 

Dengan demikian, Model Webbed tidak hanya membuat pembelajaran lebih bermakna tetapi juga mendukung perkembangan holistik peserta didik di kelas rendah.

Sekian terimakasih wassalamuaikum warahmatullahi wabarakatuh
In reply to First post

Re: forum diskusi

by Eva Revalina -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama: Eva Revalina
Npm: 2313053048

Izin menjawab bapak
Pembelajaran tematik adalah metode yang menghubungkan berbagai mata pelajaran dalam satu tema agar lebih mudah dipahami oleh siswa. Di kelas rendah, beberapa model pembelajaran tematik yang sering digunakan adalah Discovery Learning, Inquiry Learning, Problem-Based Learning (PBL), dan Project-Based Learning (PjBL).
1. Discovery Learning menekankan pada pengalaman langsung, di mana siswa belajar dengan menemukan sendiri konsep yang dipelajari melalui observasi dan percobaan.
2. Inquiry Learning hampir serupa, tetapi lebih berfokus pada proses bertanya dan mencari informasi secara mendalam untuk menemukan jawaban.
3. Problem-Based Learning (PBL) mengajarkan siswa untuk memecahkan masalah nyata dengan cara berdiskusi, berpikir kritis, dan menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari.
4. Project-Based Learning (PjBL) melibatkan siswa dalam proyek yang membutuhkan kerja sama kelompok dan penerapan berbagai disiplin ilmu untuk menghasilkan suatu karya.

Dari keempat model tersebut, Discovery Learning menurut saya cocok untuk siswa kelas rendah. Model ini memungkinkan anak-anak belajar secara aktif dengan mengeksplorasi dan menemukan sendiri konsep-konsep yang mereka pelajari. Model ini sangat sesuai dengan karakteristik anak usia dini yang lebih mudah memahami sesuatu melalui pengalaman langsung daripada sekadar mendengarkan penjelasan guru. Selain itu, Discovery Learning juga membantu mengembangkan kreativitas dan rasa ingin tahu, karena siswa diberi kebebasan untuk mencari solusi sendiri. Ketika mereka berhasil menemukan jawaban, rasa percaya diri mereka akan meningkat, yang pada akhirnya membuat mereka lebih termotivasi dalam belajar. Penerapan Discovery Learning memberikan dampak positif bagi siswa kelas rendah. Mereka menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran, bukan hanya mendengarkan guru, tetapi juga bertanya, mencoba, dan berdiskusi dengan teman. Selain itu, metode ini juga membantu mereka memahami materi dengan lebih mendalam, karena mereka mengalaminya secara langsung. Dengan pembelajaran yang lebih menyenangkan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari, siswa tidak hanya memahami konsep akademik, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, serta rasa ingin tahu yang tinggi.

Sekian, terimakasih
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
In reply to First post

Re: forum diskusi

by SITI AANISAH -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Nama : Siti Aanisah
NPM : 2353053025

Izin menjawab bapak,
1. Discovery Learning adalah model pembelajaran yang berfokus pada penemuan dan penyelidikan, di mana siswa dapat menemukan sendiri jawaban atas masalah yang dihadapi.

2. Inquiry Learning adalah model pembelajaran yang mendorong siswa untuk menemukan konsep melalui observasi dan eksperimen, sehingga mereka dapat belajar secara mandiri.

3. Problem Based Learning : Siswa bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan masalah sehingga mendorong kolaborasi dan berpikir kritis.

4. Project Based Learning : Siswa terlibat dalam proyek yang membutuhkan kerja sama kelompok memerlukan penerapan keterampilan dan pengetahuan sehingga menghasilkan produk akhir.

Project Based Learning (PjBL) adalah model yang paling tepat untuk peserta didik di kelas rendah. Karena PBL memungkinkan siswa untuk belajar melalui proyek yang relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka. Ini membantu siswa memahami konsep dengan cara yang lebih nyata dan bermakna. siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Mereka bekerja dalam kelompok untuk merencanakan, melaksanakan, dan menyelesaikan proyek, yang meningkatkan keterlibatan dan motivasi mereka sehingga dapat untuk mencapai tujuan bersama.

Dampak memilih model pembelajaran PjBL adalah siswa tidak hanya menghafal informasi, tetapi juga memahami konsep secara mendalam. Mereka belajar untuk menerapkan pengetahuan dalam konteks yang nyata. Siswa juga belajar untuk mengambil tanggung jawab atas proyek mereka.

Sekian terima kasih,
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
In reply to First post

Re: forum diskusi

by ananda edhies adellia -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Nama: Ananda Edhies Adellia
NPM: 2313053036
Kelas: 4/B

Izin menjawab diskusi diatas pak,
Macam-macam Model Pembelajaran Tematik:
1.  Discovery Learning: Model ini menekankan pada penemuan konsep atau prinsip yang sebelumnya tidak diketahui oleh siswa hingga mereka mampu menyusun sebuah kesimpulan. Masalah yang diberikan biasanya direkayasa oleh guru. Tujuannya adalah untuk melatih siswa berpikir kreatif dan inovatif, serta memberikan kesempatan bagi siswa untuk menjadi problem solver atau ilmuwan. Langkah-langkahnya meliputi stimulasi/pemberian rangsangan, pernyataan/identifikasi masalah, pengumpulan data, pengolahan data, pembuktian hipotesis, dan penarikan kesimpulan/generalisasi.
2.  Inquiry Learning:  Model ini merupakan suatu penyelidikan atau pencarian untuk memuaskan rasa ingin tahu siswa. Berbeda dengan Discovery Learning, siswa tidak memiliki "kewajiban" untuk menemukan sesuatu. Masalah dalam pembelajaran bukan hasil rekayasa.
3.  Problem Based Learning (PBL): Model ini melibatkan guru yang secara terus-menerus membimbing siswa dengan cara mendorong dan mengarahkan mereka untuk mengajukan pertanyaan. Guru memberikan penghargaan untuk pertanyaan-pertanyaan berbobot yang diajukan siswa, dan mendorong siswa mencari solusi/penyelesaian terhadap masalah nyata yang dirumuskan oleh siswa sendiri. Fasilitator (guru) dapat memberikan konsep dasar, petunjuk, referensi, atau tautan dan keterampilan yang diperlukan dalam pembelajaran. Masalah yang disajikan adalah masalah kontekstual. Tujuannya adalah untuk melatih siswa berpikir kritis dan terampil memecahkan masalah. Langkah-langkahnya meliputi orientasi siswa kepada masalah, pengorganisasian siswa, membimbing penyelidikan individu dan kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil karya, dan menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.
4.  Project Based Learning (PJBL): Model ini menggunakan proyek sebagai inti pembelajaran.  Masalah digunakan sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalaman siswa dalam beraktivitas secara nyata. Siswa membuat keputusan tentang kerangka kerja dan mendesain proses untuk menentukan solusi atas permasalahan yang diajukan. Langkah-langkahnya meliputi penentuan pertanyaan mendasar, mendesain perencanaan proyek, menyusun jadwal, memonitor siswa dan kemajuan proyek, menguji hasil, dan mengevaluasi pengalaman.

Model pembelajaran yang tepat untuk peserta didik kelas rendah Inquiry-based learning dan Problem-Based Learning (PBL) karena:
Inquiry-based learning cocok karena anak kelas rendah memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Model ini memungkinkan mereka mengeksplorasi topik dengan cara yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangan kognitif mereka.  Mereka dapat belajar melalui pengalaman langsung dan pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan sendiri.
Problem-Based Learning (PBL) juga efektif karena anak kelas rendah belajar dengan baik melalui pemecahan masalah yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.  Pendekatan ini membuat pembelajaran lebih bermakna dan memotivasi mereka untuk terlibat aktif.  Namun, perlu diperhatikan bahwa bimbingan guru sangat penting dalam model ini, terutama di kelas rendah, untuk memastikan siswa tetap terarah dan mampu menyelesaikan masalah.

Dampak bagi Peserta Didik:
1. Meningkatkan rasa ingin tahu dan motivasi belajar:  Pembelajaran menjadi lebih menarik dan bermakna.
2. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah: Siswa dilatih untuk menganalisis informasi, menemukan solusi, dan mengevaluasi hasil.
3. Meningkatkan kemampuan kolaborasi dan komunikasi: PBL khususnya mendorong kerja sama antar siswa dalam kelompok.
4. Meningkatkan pemahaman konsep: Pembelajaran yang aktif dan terarah membuat pemahaman konsep lebih mendalam.

Terima Kasih pak,
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
In reply to First post

Re: forum diskusi

by Nur Hasanah -
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama: Nur Hasanah
Npm: 2313053061
Izin menjawab pak

Macam-macam model pembelajaran tematik yang dapat digunakan pada pembelajaran seperti yang dijelaskan pada video diatas antara lain:
1. Discovery Learning
Model Discovery Learning lebih menekankan pada penemuan konsep atau prinsip yang sebelumnya tidak diketahui hingga siswa menyusun sebuah kesimpulan. Dan masalah yang diberikan ke siswa merupakan masalah yang direkayasa oleh guru.
2. Inquiry learning
Pada model ini, masalah yang diberikan ke siswa bukan rekayasa guru. Penyelidikan pada permasalahan ini bertujuan untuk memuaskan rasa ingin tahu siswa.
3. Problem Based Learning
Guru secara terus menerus membimbing siswa dengan cara mengarahkan siswa untuk mengajukan pertanyaan dan berikan berikan penghargaan atas pertanyaan mereka.
4. Project Based Learning
Menggunakan projek sebagai inti pembelajaran.

Menurut saya Model pembelajaran tematik yang tepat untuk peserta didik di kelas rendah yaitu Project Based Learning (PJBL). Siswa di kelas rendah yaitu kelas 1 sampai kelas 3 masih sangat suka bermain, pjbl memberikan sensasi yang hampir sama dengan bermain, dengan menggunakan metode pjbl siswa akan lebih berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Dampak secara keseluruhan pelaksanaan model Project Based Learning (pjbl) di kelas rendah tidak hanya meningkatkan hasil akademik tetapi juga memperkuat motivasi dan keterampilan sosial serta berpikir kritis siswa. Model ini menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan menyenangkan.
In reply to First post

Re: forum diskusi

by Ade Salsabila 2313053058 -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama : Ade Salsabila
NPM : 2313053058

izin menjawab bapak
1. Discovery Learning
Menekankan pada penemuan konsep atau prinsip yang sebelumnya tidak diketahui hingga mampu menyusun sebuah kesimpulan.
2. Pembelajaran Inkuiri
Siswa aktif bertanya, menyelidiki, dan menarik kesimpulan sendiri dengan proses ilmiah. Mendorong berpikir kritis dan keterampilan penelitian dasar.
3. Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL)
Guru membimbing siswa dengan cara mendorong dan mengarahkan siswa untuk mengajukan pertanyaan dan memberi penghargaan untuk pertanyaan-pertanyaan berbobot yang mereka ajukan, dengan mendorong siswa mencari solusi/penyelesaian terhadap masalah nyata yang dirumuskan oleh siswa sendiri.
4. Pembelajaran Berbasis Proyek 
Menggunakan proyek sebagai inti pembelajaran. Menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktivitas secara nyata. Siswa merancang proses untuk menentukan solusi atas permasalahan yang diajukan.

Model yang paling tepat untuk kelas rendah adalah PJBL karena anak usia dini cenderung belajar melalui pengalaman langsung, termasuk bermain sambil belajar, kerja kelompok, kreativitas, dan keterampilan sosial.
In reply to First post

Re: forum diskusi

by Intania Alda -
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Nama : Intania Alda
Npm : 2313053040

Izin menjawab bapak
Macam-Macam Model Pembelajaran Tematik
- Model Pembelajaran Tematik Terpadu: Mengintegrasikan beberapa mata pelajaran dalam satu tema yang sama. Misalnya, tema "Lingkungan" dapat mencakup pelajaran IPA, IPS, dan Bahasa Indonesia.
- Model Pembelajaran Berbasis Proyek: Siswa bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan proyek yang berkaitan dengan tema tertentu. Misalnya, membuat poster tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
- Model Pembelajaran Inquiry: Siswa diajak untuk bertanya dan mencari tahu tentang tema yang sedang dipelajari. Misalnya, mereka dapat melakukan eksperimen sederhana untuk memahami konsep sains.
- Model Pembelajaran Kooperatif: Siswa bekerja sama dalam kelompok untuk mempelajari tema tertentu, saling membantu dan berbagi pengetahuan.
- Model Pembelajaran Berbasis Masalah: Siswa dihadapkan pada masalah nyata yang berkaitan dengan tema, dan mereka harus mencari solusi secara kolaboratif.

Model Pembelajaran Tematik yang Paling Tepat untuk Kelas Rendah yaitu Model Pembelajaran Kooperatif bisa menjadi pilihan yang paling tepat untuk peserta didik di kelas rendah. Alasan Memilih Model Pembelajaran Kooperatif yaitu :
- Mendorong Interaksi Sosial: Siswa di kelas rendah masih dalam tahap perkembangan sosial. Model ini membantu mereka belajar bekerja sama, berkomunikasi, dan membangun hubungan dengan teman sebaya.
- Meningkatkan Keterlibatan: Dengan bekerja dalam kelompok, siswa lebih terlibat dalam proses belajar. Mereka dapat saling membantu dan belajar dari satu sama lain.
- Membangun Rasa Percaya Diri: Siswa yang mungkin kurang percaya diri dapat merasa lebih nyaman ketika belajar dalam kelompok, di mana mereka dapat berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing.
- Pengembangan Keterampilan Berpikir Kritis: Melalui diskusi dan kolaborasi, siswa diajak untuk berpikir kritis dan kreatif dalam menyelesaikan tugas yang diberikan.

Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif dalam konteks pembelajaran tematik dapat memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermanfaat bagi peserta didik di kelas rendah.

Sekian terimakasih
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
In reply to First post

Re: forum diskusi

by ARTIKA HIDAYAH -
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama: Artika Hidayah
NPM  : 2313053064
Kelas : 4B

Izin menjawab pak,
Dalam video tersebut, dijelaskan berbagai model pembelajaran tematik yang dirancang untuk memudahkan peserta didik memahami pelajaran melalui tema yang menyatukan berbagai mata pelajaran. Salah satunya adalah Model Pembelajaran Tematik Integratif , yang menggabungkan beberapa mata pelajaran dalam satu tema. Sebagai contoh, jika tema yang dipilih adalah "Lingkungan", anak-anak tidak hanya belajar tentang tanaman dalam IPA, tetapi juga menghitung pohon dalam matematika dan mendeskripsikan lingkungan dalam bahasa Indonesia. Model ini memungkinkan anak-anak melihat keterkaitan antara pelajaran yang satu dengan yang lainnya, sehingga pembelajaran terasa lebih menyeluruh dan mudah dipahami. Model lain yang dibahas adalah Pembelajaran Tematik Kontekstual, di mana tema yang diajarkan sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Hal ini membuat pembelajaran terasa lebih nyata dan dekat dengan pengalaman mereka. Selain itu, ada juga Pembelajaran Berbasis Proyek, yang berfokus pada pembelajaran melalui proyek nyata yang melibatkan beberapa mata pelajaran sekaligus, seperti membuat presentasi atau eksperimen.

Untuk peserta didik di kelas rendah, model yang paling tepat menurut saya adalah Pembelajaran Tematik Integratif. Pada usia ini, anak-anak lebih mudah belajar ketika mereka dapat melihat hubungan antar pelajaran dalam satu tema yang menarik dan mudah dipahami. Misalnya, dengan tema "Keluarga", mereka bisa belajar tentang anggota keluarga dalam bahasa Indonesia, menghitung jumlah anggota keluarga dalam matematika, dan mengenal jenis-jenis keluarga dalam IPA. Pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai mata pelajaran dalam satu tema ini membuat anak-anak tidak merasa bosan dan lebih tertarik karena mereka melihat bagaimana pelajaran yang satu terkait dengan pelajaran lainnya. Selain itu, model ini juga membantu anak-anak mengembangkan cara berpikir yang lebih luas dan holistik, karena mereka belajar untuk mengaitkan berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari. Dampaknya, anak-anak jadi lebih aktif, lebih mudah memahami materi yang diajarkan, dan lebih antusias dalam belajar karena mereka merasa apa yang mereka pelajari itu penting dan langsung relevan dengan kehidupan mereka.

Terimakasih, 
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
In reply to First post

Re: forum diskusi

by Risty Najwa Syahbanu -

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Izin memperkenalkan diri pak...

Nama : Risty Najwa Syahbanu

Kelas : 4/B

NPM : 2313053053

Forum Diskusi

Berikan penjelasan kalian tentang macam macam model pembelajaran tematik di dalam video tersebut manakah model pembelajaran tematik yang paling tepat untuk peserta didik di kelas rendah? Berikan alasan mu mengapa memilih model tersebut dan dampak nya bagi peserta didikmu?

Izin menjawab pak...

Dalam pembelajaran tematik, ada beberapa model yang bisa digunakan, seperti model pembelajaran discovery, problem based learning, inquiry, dan project based learning. Dari semua model tersebut, model pembelajaran project based learning adalah yang paling cocok untuk peserta didik di kelas rendah. Alasan utamanya adalah anak-anak di usia ini biasanya lebih suka belajar bersama teman-teman mereka. Dengan bekerja dalam kelompok, mereka bisa saling membantu, berbagi ide, dan belajar dari satu sama lain. Ini juga membantu mereka mengembangkan keterampilan sosial dan komunikasi yang penting di usia dini.

Menggunakan model pembelajaran project based learning memberikan dampak positif bagi peserta didik. Mereka akan merasa lebih terlibat dan termotivasi dalam belajar karena suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif. Selain itu, mereka juga lebih mudah memahami materi pelajaran, karena bisa mengembangkan keterampilan dengan membuat sebuah proyek untuk memahami konsep yang mungkin sulit. Dengan cara ini, proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan efektif, serta membantu peserta didik membangun rasa percaya diri dan keterampilan sosial yang baik.

Sekian jawaban yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf apabila ada kesalahan.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

In reply to First post

Re: forum diskusi

by DINI FADHILLA PUTRI -
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Izin memperkenalkan diri pak...
Nama : Dini Fadhilla Putri
Kelas : 4/B
NPM : 2313043054

Izin Menjawab Terkait Forum Diskusi Diatas Bapak,
berikan penjelasan kalian tentang macam macam model pembelajaran tematik di dalam video tersebut manakah model pembelajaran tematik yang paling tepat untuk peserta didik di kelas rendah? berikan alasan mu mengapa memilih model tersebut dan dampak nya bagi peserta didikmu ?

Izin Menjawab Bapak..

Dalam video tersebut, terdapat beberapa model pembelajaran yang dibahas, yaitu Discovery Learning, Inquiry Learning, Problem-Based Learning (PBL), dan Project-Based Learning (PJBL). Dari keempat model tersebut, model pembelajaran yang paling tepat untuk peserta didik di kelas rendah adalah Discovery Learning. Alasan pemilihan model ini adalah karena Discovery Learning memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan konsep atau prinsip secara mandiri melalui pengalaman langsung. Di usia dini, anak-anak cenderung memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, dan model ini dapat memfasilitasi eksplorasi mereka terhadap lingkungan sekitar. Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya belajar dari penjelasan guru, tetapi juga aktif terlibat dalam proses pembelajaran, yang dapat meningkatkan motivasi dan minat belajar mereka. Dampak positifnya adalah siswa akan lebih mudah memahami konsep yang diajarkan, karena mereka terlibat langsung dalam penemuan dan eksplorasi, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan menyenangkan bagi mereka.

Sekian jawaban yang dapat saya sampaikan.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
In reply to First post

Re: forum diskusi

by Dina Puspita Sari -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh,
Nama : Dina Puspita Sari
NPM : 2313053056

Izin menjawab terkait topik diskusi diatas pak,
Menurut saya, Model Project-Based Learning (PJBL) adalah yang paling tepat untuk pembelajaran tematik pada kelas rendah. Kenapa? Karena pembelajaran tematik mengaitkan beberapa mata pelajaran dalam satu tema, dan PJBL memungkinkan siswa belajar dengan cara eksploratif, kolaboratif, serta berbasis proyek nyata (bermain sambil belajar). Ini membantu mereka memahami konsep secara mendalam dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Tapi tentu saja, efektivitasnya tergantung pada karakteristik peserta disik dan juga materi yang kita diajarkan nantinya. Ada kondisi tertentu di mana model lain bisa lebih sesuai.

Terima Kasih
wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh
In reply to First post

Re: forum diskusi

by Melyanti Hasanah -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh, izin menjawab pak. Saya:
Nama: Melyanti Hasanah
NPM: 2313053050
Telah dijelaskan dalam video tersebut mengenai macam macam model pembelajaran, yaitu ada Discovery Learning, Inquiry Learning, Problem-Based Learning (PBL), dan Project-Based Learning. Nah menurut saya model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) adalah model pembelajaran yang paling efektif untuk peserta didik di kelas rendah karena dirancang untuk melibatkan mereka secara aktif dalam proses belajar, dengan cara yang menyenangkan dan bermakna. Anak-anak kelas rendah masih dalam tahap perkembangan, mereka butuh pembelajaran yang menarik dan tidak membosankan. PjBL menjawab kebutuhan ini dengan melibatkan mereka dalam proyek-proyek yang menantang dan sesuai minat mereka. Mereka belajar sambil bermain, berkreasi, dan berkolaborasi dengan teman-teman. Ini jauh lebih menarik daripada pembelajaran konvensional yang terkadang hanya berfokus pada buku teks dan hafalan.
PjBL juga menghubungkan teori dengan praktik. Siswa tidak hanya mempelajari konsep-konsep abstrak, tetapi juga menerapkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam situasi nyata melalui proyek yang mereka kerjakan. Mereka belajar memecahkan masalah, berpikir kritis, dan mengasah kreativitas mereka. Karena terlibat langsung dalam proyek yang mereka sukai, mereka pun lebih termotivasi untuk belajar dan mencapai tujuan. Mereka merasa memiliki tanggung jawab atas proyek mereka dan ingin melihat hasilnya. PjBL juga mendorong kemandirian siswa; mereka belajar mencari informasi, menganalisis data, dan membuat keputusan sendiri.

Dampaknya pun positif; PjBL melatih mereka dalam keterampilan abad 21 seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Dengan berhasil menyelesaikan proyek, mereka merasa bangga dan percaya diri. Mereka juga belajar bekerja sama, berkomunikasi, dan saling membantu dalam kelompok. Selain itu, PjBL dapat menanamkan nilai-nilai penting seperti kerja keras, tanggung jawab, dan kerjasama. Singkatnya, PjBL sangat efektif untuk peserta didik kelas rendah karena membantu mereka belajar dengan lebih aktif, menyenangkan, dan bermakna, sekaligus mengembangkan keterampilan dan karakter penting untuk masa depan mereka.
In reply to First post

Re: forum diskusi

by Zahra Khadijah -
Assalamualaikum warahmatullahi wabaraakatuh
Saya Zahra Khadijah (2313053059) izin menjawab pertanyaan tersebut

Model pembelajaran tematik menghubungkan berbagai mata pelajaran dalam satu tema agar lebih mudah dipahami oleh anak-anak. Dalam video tersebut dijelaskan empat model pembelajaran, yaitu inkuiri, di mana anak mencari jawaban sendiri untuk melatih rasa ingin tahu; discovery, yang mirip inkuiri tetapi dengan bimbingan guru agar anak menemukan konsep melalui pengalaman langsung; problem-based learning (PBL), yang melatih anak berpikir analitis dengan memecahkan masalah nyata; dan project-based learning (PjBL), yang mengembangkan kreativitas dan kerja sama melalui proyek.

Dari keempatnya, Discovery Learning paling cocok untuk anak kelas rendah (kelas 1-3 SD) karena mereka masih berpikir konkret dan lebih mudah memahami konsep dengan mengalami sendiri. Dengan bimbingan guru, model ini membuat anak lebih paham materi, lebih antusias belajar, dan lebih mandiri tanpa terbebani tugas yang terlalu kompleks. Penggunaan Discovery Learning dalam pembelajaran tematik membantu menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan, bermakna, dan efektif.

Terimakasih
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabaraakatuh
In reply to First post

Re: forum diskusi

by Fizka Lisari -
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh,
Izin memperkenalkan diri
Nama : Fizka lisari
Npm : 2353053029
Kelas : 4/B

Izin menjawab forum diskusi,
Model pembelajaran tematik mencakup berbagai pendekatan, seperti integratif, berbasis proyek, dan berbasis masalah. Untuk peserta didik di kelas rendah, model pembelajaran tematik integratif sangat tepat karena dapat mengaitkan berbagai mata pelajaran dalam satu tema, sehingga membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan relevan. Dampaknya, siswa akan lebih mudah memahami konsep dan terlibat aktif dalam proses belajar.
Macam-Macam Model Pembelajaran Tematik :

- Model Pembelajaran Tematik Integratif : Menggabungkan beberapa mata pelajaran dalam satu tema, sehingga siswa dapat melihat keterkaitan antar konsep.

- Model Pembelajaran Berbasis Proyek : Siswa terlibat dalam proyek yang berkaitan dengan tema, mendorong kolaborasi dan kreativitas.

- Model Pembelajaran Berbasis Masalah : Siswa dihadapkan pada masalah nyata yang harus dipecahkan, meningkatkan keterampilan berpikir kritis.

~ Model Pembelajaran Tematik yang Paling Tepat untuk Kelas Rendah :

Model pembelajaran tematik integratif adalah yang paling tepat untuk peserta didik di kelas rendah.

Alasan Memilih Model Ini karena :

- Keterkaitan Konsep : Siswa dapat memahami hubungan antar mata pelajaran dengan lebih baik, karena semua diajarkan dalam konteks yang sama.

- Pengalaman Bermakna : Pembelajaran menjadi lebih relevan dan menyenangkan, sehingga siswa lebih termotivasi untuk belajar.

- Partisipasi Aktif : Siswa didorong untuk berpartisipasi aktif dalam proses belajar, yang meningkatkan keterlibatan mereka.

~ Dampak bagi Peserta Didik :

- Pemahaman yang Mendalam : Siswa dapat memahami konsep dengan lebih baik karena mereka belajar melalui pengalaman langsung.

- Keterampilan Sosial : Mendorong kerja sama dan komunikasi antar siswa, yang penting untuk perkembangan sosial mereka.

- Motivasi Belajar : Dengan tema yang menarik, siswa lebih bersemangat dalam belajar, yang berdampak positif pada hasil belajar mereka.
In reply to First post

Re: forum diskusi

by INDAH WULANDARI -
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh 
Nama : Indah Wulandari
Kelas : 4B
NPM : 2353053027

Izin menjawab

Pembelajaran tematik merupakan pendekatan yang menghubungkan berbagai mata pelajaran dalam satu tema yang relevan dengan kehidupan peserta didik.
1. Discovery Learning
Discovery Learning adalah model pembelajaran yang menekankan pada proses menemukan konsep atau prinsip melalui eksplorasi dan pengalaman langsung. Dalam model ini, peserta didik didorong untuk menemukan pengetahuan sendiri dengan bimbingan guru. Misalnya, dalam tema "Lingkungan Sehat," peserta didik dapat melakukan pengamatan terhadap kebersihan lingkungan sekitar dan menarik kesimpulan tentang pentingnya menjaga kebersihan. Model ini membantu meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan mandiri serta membangun rasa ingin tahu yang tinggi.

2. Inquiry Learning
Inquiry Learning hampir mirip dengan Discovery Learning, tetapi lebih menekankan pada penyelidikan yang sistematis. Model ini melibatkan peserta didik dalam merumuskan pertanyaan, mengumpulkan data, menganalisis, dan menarik kesimpulan.

3. Problem-Based Learning (PBL)
PBL adalah model pembelajaran yang berbasis pada pemecahan masalah nyata. Peserta didik diberikan sebuah permasalahan yang harus mereka selesaikan dengan mencari informasi dan menerapkan berbagai konsep yang telah dipelajari. Model ini sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, serta kerja sama dalam kelompok.

4. Project-Based Learning (PjBL)
PjBL adalah model pembelajaran yang berpusat pada proyek yang dikerjakan oleh peserta didik dalam jangka waktu tertentu. Proyek ini biasanya berbentuk produk nyata atau laporan yang menunjukkan pemahaman mereka terhadap suatu tema. Model ini sangat baik dalam mengembangkan kreativitas, kerja sama, dan keterampilan berpikir tingkat tinggi.

Model yang Paling Tepat untuk Peserta Didik di Kelas Rendah
Dari keempat model pembelajaran di atas adalah , Discovery Learning merupakan model yang paling tepat untuk diterapkan pada peserta didik di kelas rendah. Hal ini dikarenakan model ini memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengeksplorasi dan menemukan konsep secara langsung, yang sesuai dengan perkembangan kognitif mereka yang masih berpikir konkret. Peserta didik di kelas rendah lebih mudah memahami konsep jika mereka dapat mengalami dan mengamati sesuatu secara langsung daripada sekadar menerima penjelasan secara abstrak.

Sekian terimakasih
Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
In reply to First post

Re: forum diskusi

by Monica Meirisa Herviani 2313053047 -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama: Monica Meirisa Herviani
Npm: 2313053047

izin menjawab bapak
Penjelasan didalam vidio tersebut menurut saya yang sudah saya dengan dan simak bahwa:
Discovery Learning : Siswa belajar melalui penemuan. Guru memberikan masalah atau pertanyaan, lalu siswa mencari jawabannya melalui eksplorasi dan eksperimen.
Inquiry Learning : Mirip dengan Discovery Learning, tapi lebih terstruktur. Siswa merumuskan pertanyaan, merencanakan investigasi, mengumpulkan data, menganalisis, dan membuat kesimpulan.
Problem Based Learning (PBL): Siswa belajar dengan memecahkan masalah nyata. Guru memberikan masalah kompleks, lalu siswa bekerja sama untuk mencari solusi.
Project Based Learning (PjBL): Siswa belajar melalui pembuatan proyek. Guru memberikan tugass proyek yang relevan dengan kehidupan nyata, lalu siswa merencanakan, melaksanakan, dan mempresentasikan proyek mereka.
nah sementara model pembelajaran tematik yang paling tepat untuk peserta didik di kelas rendah menurut saya adalah PjBL yang disederhanakan memungkinkan mereka untuk membuat sesuatu yang nyata dan bermanfaat. Misalkan siswa diajak untuk membersihkan taman sekolah dan menanam bunga atau tanaman hijau.
Dampaknya Dengan mengalami langsung dan membuat sesuatu yang nyata, siswa akan lebih mudah memahami konsep-konsep yang berkaitan dengan tema "Lingkungan". Siswa menjadi lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar mereka. Siswa juga menjadi akfit dan lebih ingin tahu.


Sekian, terima kasih
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
In reply to First post

Re: forum diskusi

by DEVITA SARI -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

nama: Devitasari

npm: 2313053039

izin menjawab bapak

Terdapat beberapa model pembelajaran tematik seperti Discovery Learning, Inquiry Learning, Problem Based Learning (PBL), dan Project Based Learning (PjBL). Discovery Learning menekankan penemuan konsep melalui masalah buatan guru, sedangkan Inquiry Learning lebih fokus pada penyelidikan atas rasa ingin tahu siswa tanpa tuntutan menemukan konsep. PBL menghadirkan masalah nyata yang dirumuskan siswa, dan guru bertindak sebagai fasilitator untuk mendorong berpikir kritis dan pemecahan masalah. PjBL menggunakan proyek nyata sebagai inti pembelajaran, di mana siswa aktif mengintegrasikan pengetahuan melalui pengalaman langsung.

Untuk kelas rendah, PjBL versi sederhana adalah model paling tepat. Anak-anak usia dini cenderung belajar lewat eksplorasi dan aktivitas langsung, sehingga PjBL bisa meningkatkan motivasi, partisipasi, pemahaman konsep, serta keterampilan sosial dan kerja sama. Dampaknya, pembelajaran jadi lebih menyenangkan, rasa ingin tahu tumbuh, pemahaman lebih kuat, dan nilai-nilai karakter bisa ditanamkan sejak dini.