Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bapak.
Izin memperkenalkan diri, Bapak.
Nama : Nia Cahyani
NPM : 2313053060
Kelas : 6B
Izin menjawab
diskusi, Bapak.
1. Kesiapan SDM
Menurut saya, kesiapan sumber daya manusia, khususnya guru sekolah dasar, dalam mengajar lintas disiplin ilmu masih berada pada tahap berkembang. Sebagian guru sudah memiliki kesiapan mental dan pemahaman pedagogis yang baik untuk melaksanakan pembelajaran terpadu, terutama guru yang aktif mengikuti pelatihan dan pengembangan profesional. Namun, masih terdapat guru yang terbiasa dengan pendekatan mata pelajaran terpisah sehingga mengalami kesulitan dalam mengintegrasikan berbagai konsep lintas disiplin secara utuh. Tantangan ini bukan hanya terkait kompetensi akademik, tetapi juga kesiapan mental untuk berubah, berinovasi, dan berkolaborasi. Oleh karena itu, pendampingan berkelanjutan, pelatihan yang kontekstual, serta komunitas belajar guru menjadi sangat penting agar implementasi pembelajaran terpadu dapat berjalan optimal.
2. Efektivitas Ujian
Menurut saya, efektivitas ujian nasional atau asesmen standar tetap dapat dijaga meskipun setiap sekolah menggunakan tema integrasi yang berbeda-beda. Hal ini dapat dilakukan dengan memfokuskan asesmen pada capaian kompetensi inti dan kemampuan dasar siswa, seperti literasi, numerasi, dan penalaran, bukan pada tema pembelajaran yang digunakan. Tema dalam pembelajaran terpadu berfungsi sebagai konteks, sedangkan standar kompetensi tetap mengacu pada capaian yang sama secara nasional. Dengan demikian, perbedaan tema tidak menjadi hambatan dalam asesmen, selama instrumen penilaian dirancang untuk mengukur kemampuan esensial siswa secara objektif dan setara.
3. Implementasi di Indonesia
Menurut saya, implementasi di Indonesia melalui Kurikulum Merdeka sudah cukup mencerminkan prinsip Kurikulum Terpadu, terutama melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). P5 memberi ruang bagi peserta didik untuk belajar melalui proyek lintas disiplin yang mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai karakter. Dalam pelaksanaannya, siswa tidak hanya belajar konsep akademik, tetapi juga mengembangkan sikap gotong royong, kreativitas, dan kepedulian sosial. Meskipun pelaksanaannya di setiap sekolah masih beragam, secara prinsip P5 sudah menunjukkan arah pembelajaran terpadu yang menekankan pengalaman belajar nyata dan bermakna sesuai dengan konteks kehidupan peserta didik.
Sekian, Terima Kasih Bapak.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.