Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh
Izin memperkenalkan diri pak,
Nama : Fizka Lisari
Kelas : 6/B
Npm : 2353053029
Jawaban :
1. Kesiapan SDM (Guru Mengajar Lintas Disiplin Ilmu)
Menurut saya, kesiapan guru di Indonesia saat ini masih beragam. Ada guru yang sudah siap secara mental dan kompetensi untuk mengajar lintas disiplin, tetapi masih ada juga yang membutuhkan pendampingan.
Secara mental, sebagian guru sudah mulai terbuka dengan perubahan, terutama sejak diterapkannya Kurikulum Merdeka. Namun, perubahan paradigma dari pembelajaran konvensional (berbasis mata pelajaran terpisah) menuju pembelajaran terpadu membutuhkan waktu dan proses adaptasi.
Dari segi kompetensi :
Guru SD sebenarnya memiliki peluang lebih besar karena memang terbiasa mengajar berbagai mata pelajaran.
Tantangannya adalah bagaimana mengaitkan konsep secara mendalam, bukan hanya menggabungkan materi secara sederhana.
Dibutuhkan pelatihan berkelanjutan, komunitas belajar guru, dan dukungan kepala sekolah.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa kesiapan sudah mulai berkembang, tetapi masih perlu penguatan melalui pelatihan dan pendampingan yang konsisten.
2. Efektivitas Ujian dan Asesmen Standar
Jika setiap sekolah menggunakan tema integrasi yang berbeda, maka asesmen standar memang menjadi tantangan. Namun, yang sebenarnya diuji dalam asesmen nasional bukanlah “tema”-nya, melainkan kompetensi inti siswa, seperti literasi, numerasi, dan karakter.
Saat ini, Indonesia sudah tidak lagi menggunakan Ujian Nasional, melainkan Asesmen Nasional. Asesmen ini berfokus pada :
1.Literasi membaca
2.Numerasi
3.Survei karakter
4.Survei lingkungan belajar
Karena yang diukur adalah kompetensi dasar, maka meskipun tema pembelajaran berbeda-beda, selama kompetensi tercapai, asesmen tetap bisa dilakukan secara standar.
Artinya, integrasi tema tidak menjadi hambatan selama kurikulum tetap mengacu pada capaian pembelajaran nasional.
3. Implementasi di Indonesia dan P5
Dalam Kurikulum Merdeka, terdapat program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang sangat mencerminkan prinsip kurikulum terpadu.
P5 menunjukkan keterpaduan karena :
1.Menggabungkan berbagai disiplin ilmu dalam satu projek.
2.Mengaitkan pembelajaran dengan masalah nyata di lingkungan siswa.
3.Mendorong kolaborasi, kreativitas, dan berpikir kritis.
4.Menanamkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila.
Contohnya, projek tentang kewirausahaan bisa melibatkan :
1.Matematika (menghitung modal dan keuntungan),
2.Bahasa Indonesia (membuat laporan atau promosi),
3.IPS (konsep ekonomi sederhana),
4.Seni (desain produk).
Namun, dalam praktiknya :
1.Tidak semua sekolah melaksanakan P5 secara maksimal.
2.Ada yang masih sebatas formalitas.
3.Ada pula yang sudah inovatif dan benar-benar kontekstual.
Secara umum, Kurikulum Merdeka melalui P5 sudah mencerminkan prinsip kurikulum terpadu, meskipun kualitas implementasinya masih bergantung pada kesiapan sekolah dan guru.