Posts made by Femas Dwi Saputra

Pancasila teknik Elektro A -> Analisis Video Pembelajaran

by Femas Dwi Saputra -
Nama : Femas Dwi Saputra
NPM : 2315031026

Filsafat adalah bidang ilmu yang berfokus pada pemikiran dan refleksi kritis mengenai hakikat keberadaan manusia dan alam semesta. Filsafat Pancasila adalah konsep pemikiran filosofis yang berfokus pada nilai-nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila sebagai sistem filsafat.

Dalam filsafat terdapat aliran-aliran yang memiliki makna tersendiri yaitu:
1. Berfilsafat rasionalisme (mengagungkan akal)
2. Berfilsafat materialisme (mengagungkan materi)
3. Berfilsafat individualisme (mengagungkan individualitas)
4. Berfilsafat hedonisme (mengagungkan kesenangan)

Filsafat juga merupakan teori yang mendasari alam pikiran atau suatu kegiatan. Kata filsafat berasal dari bahasa Yunani, yaitu philosophia, yang berarti cinta kebijaksanaan atau cinta kearifan1.

Filsafat memiliki beberapa ciri khas dalam berpikir, yaitu metodis, sistematis, koheren, rasional, komprehensif, radikal, dan universal2. Filsafat juga memiliki berbagai aliran atau pandangan yang berbeda-beda dalam memahami realitas, seperti idealisme, rasionalisme, empirisme, pragmatisme, dualisme, positivisme, dan strukturalisme2.

Filsafat dapat memiliki berbagai fungsi, seperti mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan reflektif, memperluas wawasan dan pengetahuan, menumbuhkan sikap toleran dan terbuka, serta membentuk pandangan hidup yang bijaksana dan beradab3. Filsafat juga dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi manusia untuk mencapai kebahagiaan dan kebenaran.

Pancasila teknik Elektro A -> Forum Analisis Soal

by Femas Dwi Saputra -
Nama : Femas dwi saputra
NPM : 2315031026

A. Pendapat saya mengenai isi artikel tersebut adalah bahwa artikel tersebut memberikan penjelasan yang cukup jelas dan mendalam tentang makna, fungsi, dan nilai-nilai Pancasila sebagai sistem etika. Hal positif yang bisa saya ambil dari artikel tersebut adalah bahwa Pancasila sebagai sistem etika dapat menjadi pedoman bagi kita untuk berperilaku baik, adil, dan beradab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

B. Hubungan antara Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel tersebut adalah bahwa artikel tersebut menguraikan bagaimana Pancasila sebagai sistem etika berasal dari kristalisasi nilai-nilai yang hidup dalam realitas kehidupan bangsa Indonesia, yang bersifat universal dan dapat diterima oleh siapapun dan kapanpun. Artikel tersebut juga menunjukkan bagaimana Pancasila sebagai sistem etika mengandung nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan, yang dapat menjadi acuan atas tindakan baik, dan perspektif kajian atas nilai dan norma yang ada di dalam masyarakat.

C. Berbagai kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila adalah sebagai berikut:

-Kearifan lokal yang terkait dengan sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, adalah misalnya konsep gotong royong, yang merupakan bentuk pengamalan nilai-nilai agama dalam kehidupan sosial. Gotong royong adalah sikap saling membantu dan bekerja sama antara sesama manusia tanpa membedakan suku, agama, ras, dan golongan. Gotong royong mencerminkan nilai-nilai ketuhanan yang mengajarkan kita untuk saling mengasihi, menghormati, dan menolong sesama ciptaan Tuhan.

-Kearifan lokal yang terkait dengan sila kedua, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, adalah misalnya konsep musyawarah, yang merupakan bentuk penghargaan terhadap hak asasi manusia dan demokrasi dalam pengambilan keputusan. Musyawarah adalah cara bermusyawarah untuk mencapai mufakat atau kesepakatan bersama yang mengutamakan kepentingan umum dan menghormati pendapat orang lain. Musyawarah mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan yang mengajarkan kita untuk berlaku adil, beradab, dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.

-Kearifan lokal yang terkait dengan sila ketiga, Persatuan Indonesia, adalah misalnya konsep bhineka tunggal ika, yang merupakan semboyan nasional yang menggambarkan keragaman dan kesatuan bangsa Indonesia. Bhineka tunggal ika berarti berbeda-beda tetapi tetap satu, yang menunjukkan bahwa meskipun Indonesia terdiri dari berbagai suku, budaya, agama, dan bahasa, namun tetap bersatu sebagai satu bangsa dan satu negara. Bhineka tunggal ika mencerminkan nilai-nilai persatuan yang mengajarkan kita untuk menjaga keutuhan, kebersamaan, dan keharmonisan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

-Kearifan lokal yang terkait dengan sila keempat, Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan, adalah misalnya konsep niti praja, yang merupakan bentuk kepemimpinan yang bijaksana, adil, dan bertanggung jawab dalam mengatur pemerintahan. Niti praja adalah cara memerintah yang berdasarkan pada hukum, kebenaran, dan kesejahteraan rakyat, yang mengutamakan kepentingan umum dan menghindari penyalahgunaan wewenang. Niti praja mencerminkan nilai-nilai kerakyatan yang mengajarkan kita untuk menghormati hak dan kewajiban rakyat, serta mengawasi dan mengkritisi pemerintah dalam menjalankan tugasnya.

-Kearifan lokal yang terkait dengan sila kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, adalah misalnya konsep rukun, yang merupakan bentuk keseimbangan dan keselarasan dalam kehidupan sosial. Rukun adalah sikap hidup rukun, damai, dan sejahtera antara sesama manusia, antara manusia dan alam, dan antara manusia dan Tuhan. Rukun mencerminkan nilai-nilai keadilan yang mengajarkan kita untuk berlaku adil, jujur, dan saling menghargai dalam kehidupan bermasyarakat.

D. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila adalah sebagai berikut:

-Mengamalkan dan menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkup keluarga, sekolah, masyarakat, maupun negara.

-Menghargai dan menghormati keberagaman dan kekayaan budaya yang ada di Indonesia, serta menjaga toleransi dan kerukunan antar sesama warga negara.

-Mempelajari dan memahami sejarah, tradisi, dan adat istiadat yang ada di Indonesia, serta mengembangkan dan melestarikan warisan budaya yang bersifat positif dan bermanfaat bagi bangsa.

-Menjalin kerjasama dan komunikasi yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan tokoh-tokoh adat, budaya, agama, dan masyarakat sipil dalam mengelola dan mengembangkan kearifan lokal di Indonesia.

-Mendorong dan mendukung pengembangan dan pemanfaatan kearifan lokal di Indonesia dalam bidang-bidang seperti pendidikan, ekonomi, sosial, budaya, lingkungan, dan teknologi.

Pancasila teknik Elektro A -> Forum Analisis Jurnal

by Femas Dwi Saputra -
Nama: Femas Dwi Saputra
NPM : 2315031026

IPTEK ( Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) adalah singkatan dari Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Istilah ini merujuk pada berbagai disiplin ilmu dan teknologi yang digunakan untuk mengembangkan pengetahuan dan menciptakan inovasi baru dalam berbagai bidang, seperti sains, teknologi, kedokteran, pertanian, dan lain sebagainya. IPTEK sangat penting dalam memajukan peradaban manusia dan meningkatkan kualitas hidup manusia di berbagai aspek.

Jurnal ini membahas tentang pengaruh mata kuliah pengembangan kepribadian Pancasila terhadap sikap mahasiswa dalam menyikapi perkembangan IPTEK. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada mahasiswa dan data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan teknik deskriptif dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara mata kuliah pengembangan kepribadian Pancasila terhadap sikap mahasiswa dalam menyikapi perkembangan IPTEK. Selain itu, mahasiswa yang mengambil mata kuliah tersebut memiliki pengembangan kepribadian Pancasila yang baik. Jurnal ini juga membahas tentang prosedur penelitian yang dilakukan, jenis pertanyaan yang ditanyakan dalam kuesioner, dan teknik pengambilan sampel yang digunakan. Terakhir, jurnal ini juga membahas tentang implikasi dari hasil penelitian ini terhadap pendidikan dan pembangunan kepribadian Pancasila di Indonesia.

Kesimpulan,Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara mata kuliah pengembangan kepribadian Pancasila terhadap sikap mahasiswa dalam menyikapi perkembangan IPTEK. Selain itu, mahasiswa yang mengambil mata kuliah tersebut memiliki pengembangan kepribadian Pancasila yang baik. Namun, masih terdapat faktor lain yang mempengaruhi sikap mahasiswa dalam menyikapi perkembangan IPTEK di luar variabel yang diteliti dalam penelitian ini. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan pendidikan dan pembangunan kepribadian Pancasila di Indonesia agar masyarakat dapat lebih siap dan tanggap dalam menghadapi perkembangan IPTEK yang semakin pesat.

Pancasila teknik Elektro A -> Forum Analisis Jurnal

by Femas Dwi Saputra -
Nama: Femas Dwi Saputra
NPM: 2315031026

Berikut adalah analisis saya:

- Judul jurnal: FILSAFAT ILMU DAN ARAH PENGEMBANGAN PANCASILA: RELEVANSINYA DALAM MENGATASI PERSOALAN KEBANGSAAN
- Penulis: Syahrul Kirom
- Sumber: Jurnal Filsafat, Vol. 21, No. 2, 2011, hal. 99-117
- Tujuan penelitian: Mengkaji Pancasila sebagai cara hidup bangsa Indonesia melalui filsafat ilmu yang sangat penting ketika berkaitan dengan persoalan kebangsaan saat ini.
Metode penelitian: Penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan analitis-sintetis dan induktif-deduktif.
- Hasil penelitian: Nilai-nilai Pancasila dari sudut pandang filsafat ilmu, yaitu:
1.Ontologi: Pancasila memiliki ajaran dan nilai-nilai, seperti mengembangkan sikap saling menghormati antar sesama manusia.
2.Epistemologi: Pancasila memiliki sumber-sumber pengetahuan dan konsep-konsep nasionalisme yang harus dijadikan pedoman dalam kehidupan sosial Indonesia.
3.Aksiologi: Nilai-nilai Pancasila memiliki kontribusi dalam kehidupan masyarakat Indonesia melalui nilai-nilai luhur dalam keadilan sosial dan kemanusiaan.
- Kesimpulan: Filsafat ilmu dapat digunakan sebagai alat untuk menyelesaikan persoalan kebangsaan, khususnya dalam kasus korupsi. Solusinya adalah memberikan pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila.
- Kritik dan saran:
Penulis telah berhasil menjelaskan relevansi filsafat ilmu dan arah pengembangan Pancasila dalam mengatasi persoalan kebangsaan dengan jelas dan sistematis.
Penulis juga telah memberikan contoh-contoh konkret tentang bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, penulis perlu memberikan lebih banyak rujukan teoritis dan empiris untuk mendukung argumen-argumennya, terutama dari sumber-sumber yang terkini dan relevan dengan konteks Indonesia saat ini.
Penulis juga perlu memperhatikan aspek-aspek lain yang berkaitan dengan filsafat ilmu, seperti paradigma, metodologi, dan etika ilmiah, serta implikasi-implikasinya bagi pengembangan Pancasila.