གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Elsa Estevania Natali

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Jurnal

Elsa Estevania Natali གིས-
Nama : Elsa Estevania Natali
NPM : 2311011089

Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila sebagai Dasar Falsafah Negara dan Implementasinya Dalam Pembangunan Karakter Bangsa.

Terlalu banyak para pemimpin
atau tokoh politik, para profesional
dan bisnis telah meninggalkan etika, menghalalkan cara demi tujuan. Banyak fakta yang membuktikan
perilaku pemimpin kita yang
mengabaikan nilai dan etika disegala
bidang seperti: bidang politik para
politisi kita banyak yang
mengabaikan etika berpolitik, dalam
bidang ekonomi, sudah bukan
rahasia lagi para pebisnis
melanggar etika bisnis; dalam bidang
sosial sudah terlalu banyak para
tokoh, para remaja, bahkan awam
yang mengabaikan etika sosial, tidak
ada lagi sopan dan santun dalam
pergaulan sehari-hari, semua
dihitung pada keuntungan materi
semata. Kita sebagai penghuni bumi ini
seharusnya menjadi khalifah bumi
yang tugasnya mengelola dan
memelihara, namun terkadang justru manusia
yang menjadi penghancur rumah bumi kita
sendiri. Perilaku kebiasaan tersebut
berkontribusi terhadap degradasi atau
kerusakan lingkungan fisik dan
lenyapnya bentuk kehidupan yang
sangat berharga / bernilai. Saat ini terdapat banyak gejala yang menunjukkan kurangnya perhatian masyarakat terhadap perilaku yang menyimpang dari nilai-nilai Pancasila.

Gejala di atas melahirkan
pertanyaan, bahwa Apakah gejala
perilaku masyarakat mengisyaratkan
nilai-nilai kehidupan yang menjadi
landasan moral etik sudah tidak ada.
Secara sosiologis, setiap masyarakat memiliki tata nilai mereka sendiri.
Secara kebangsaan, Indonesia masih
tetap berlandaskan nilai-nilai
Pancasila sebagai dasar falsafah
bangsa, sebagai way of life , namun
kenyataannya nilai-nilai Pancasila
belum mencerminkan karakter dan
perilaku kehidupan bermasyarakat
dan berbangsa tidak sesuai antara
dass sollen dan dass sein antara
idealisnya dengan kenyataannya.

Dalam kontek revitalisasi
Pancasila, akan lebih efektif
jika terimplementasikan dalam
bentuk budaya perilaku masyarakat. Dengan demikian membangun
karakter bangsa berbasis falsafah
Pancasila adalah menjadikan nilai- nilai Pancasila tercermin dalam
perilaku hidup dan kehidupan setiap
orang anggota masyarakat. Jika nilai Pancasila telah terimplementasi
dalam karater setiap orang, secara
outmatif membudaya dalam perilaku
masyarakat bangsa, dan
penyelenggara negara.

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Soal

Elsa Estevania Natali གིས-
Nama : Elsa Estevania Natali
NPM : 2311011089

1. Apakah hubungannya Pendidikan Pancasila dengan kehidupan berbangsa dan bernegara dan bagaimana urgensinya bagi mahasiswa atau generasi muda?
Jawab : Pendidikan Pancasila merupakan salah satu cara untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa sebagai generasi muda tentang pentingnya pengalaman Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, meningkatkan rasa cinta tanah air, dan sikap toleransi. Sebagai generasi muda penerus bangsa, mahasiswa diharapkan dapat mengerti dan memahami makna Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa. Tidak hanya memahami, tetapi juga menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam segala aspek kehidupan sesuai dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat.

2. Apakah hal yang paling pokok untuk dipelajari dari pendidikan Pancasila dalam menghadapi perubahan dan manfaatnya dalam menghadapi masa depan?
Jawab : Memahami makna dari sila-sila Pancasila dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Menjunjung tinggi rasa toleransi di masyarakat yang berbeda-beda latar belakang, hal ini akan meminimalisir terjadinya perang saudara dan perselisihan, serta meningkatkan rasa kesatuan dan persatuan sebagai warga negara Indonesia. Mampu bersikap adil terhadap siapapun tanpa memandang latar belakang dari masing-masing individu, dan memiliki rasa kemanusiaan sehingga kehidupan berbangsa dan bernegara terjaga kerukunannya.

3. Jelaskan apa sajakah yang menjadi faktor penghambat dan penunjang diberlakukannya pendidikan Pancasila di perguruan tinggi!
Jawab : Faktor yang akan menghambat pemberlakuan pendidikan Pancasila di perguruan tinggi yaitu, kurangnya minat belajar mahasiswa untuk memahami pentingnya pendidikan Pancasila bagi keberlangsungan kehidupan mereka baik di masyarakat maupun di lingkungan kampus, kurangnya tenaga pengajar yang mengampu mata kuliah ini juga akan menghambat pemberlakuan pendidikan Pancasila, dan kurangnya media pembelajaran yang disediakan untuk menopang pembelajaran. Tetapi ada beberapa faktor penunjangnya, yaitu kurikulum yang ditentukan oleh kebijakan pemerintah, hal ini akan mendukung pemberlakuan pendidikan Pancasila di perguruan tinggi karena adanya kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah, kualitas pengajar yang memadai akan menopang diberlakukannya pembelajaran ini, dan sistem pembelajaran yang sudah mengikuti perkembangan zaman akan mempermudah segala hal yang terkait dengan pembelajaran.

4. Bagaimanakah yang dimaksud dengan relasi antara pendidikan Pancasila dengan program studi/jurusan anda dan tujuan negara mencerdaskan kehidupan bangsa?
Jawab : Pendidikan Pancasila dapat diimplementasikan di program studi setiap Universitas. Pendidikan Pancasila bukan semata-mata hanya belajar tentang sila-sila Pancasila, tetapi juga perilaku mahasiswa dalam kesehariannya. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila akan memberikan dampak yang baik bagi mahasiswa, diantaranya melahirkan calon-calon pemimpin dalam sebuah organisasi yang memahami bagaimana cara bersikap sesuai dengan sila Pancasila, menjadi individu yang memahami etika hukum yang berlaku di masyarakat baik saat menjadi mahasiswa atau seseorang yang bekerja atau memiliki jabatan nantinya. Intinya, pendidikan Pancasila memiliki relasi dalam setiap program studi yang ada, karena dampak yang diberikan akan membentuk generasi penerus yang paham dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Soal-1

Elsa Estevania Natali གིས-
Nama : Elsa Estevania Natali
NPM : 2311011089

1. Cobalah anda menelusuri proses terjadinya peristiwa G30S PKI tersebut dan dimana letak penyimpangan peristiwa tersebut dengan nilai-nilai Pancasila dan hikmah apa yang bisa kita ambil dari peristiwa tersebut !

Jawab : Peristiwa G30S PKI merupakan peristiwa kelam Indonesia pada masa itu. Tujuh orang pahlawan revolusi Indonesia di bunuh dan diletakkan di sumur Lubang Buaya dengan keadaan yang sangat memprihatinkan. PKI melakukan penyimpangan terhadap Pancasila, karena mereka ingin mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi yang lain. Pemberontakan ini memakan banyak korban yang merupakan rakyat Indonesia. Mereka ingin menghancurkan NKRI dan mendirikan negara sesuai paham mereka, yaitu paham komunis. Kita sebagai generasi muda harus sadar bahwa Pancasila yang lahir dari pemikiran para tokoh-tokoh hebat dan melalui proses yang sangat panjang tidak dapat digantikan. Oleh sebab, kita harus berbenah diri dan terus tanamkan ideologi Pancasila kepada anak cucu kita, sehingga sejarah kelam ini tidak akan terulang kembali di kemudian hari.

2. Bagaimanakah cara-cara pengambilan keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat dalam kehidupan masyarakat di sekitar Anda atau dalam organisasi yang ada di sekitar Anda? Apa bentuk kearifan yang timbul ketika musyawarah itu berlangsung dan Apa bentuk kendala yang timbul ketika musyawarah itu berlangsung?

Jawab : Cara pengambilan keputusan berdasarkan musyawarah dalam kehidupan masyarakat di sekitar saya dilakukan dengan baik. Mulai dari pemilihan ketua RT, pemilihan ketua OSIS di sekolah, dan pemilihan koordinator ekstrakurikuler yang saya ikuti, semuanya berdasarkan kesepakatan bersama dan musyawarah mufakat. Dalam prosesnya pasti terdapat perbedaan pendapat, ada yang setuju dan ada yang membantah. Beberapa kendala yang muncul biasanya berupa ketidaksetujuan beberapa orang dengan kandidat yang diajukan, tapi dengan penyelesaian yang baik, pasti setiap masalah dan kendala yang muncul dapat diselesaikan dengan baik pula.


3. Hasil Survei menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang Pancasila merosot secara tajam, yaitu 48,4% responden berusia 17 sampai 29 tahun tidak mampu menyebutkan sila-sila Pancasila secara benar dan lengkap. 42,7% salah menyebut sila-sila Pancasila, lebih parah lagi, 60% responden berusia 46 tahun ke atas salah menyebutkan sila-sila Pancasila. Jelaskan faktor penyebab rendahnya pemahaman dan pengamalan tentang nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat Indonesia dewasa ini!

Jawab : Faktor penyebab rendahnya pemahaman dan pengamalan tentang nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat Indonesia dewasa ini salah satunya adalah, masuknya kebudayaan asing ke dalam negeri, sehingga masyarakat perlahan lupa dengan nilai-nilai moral yang terkandung dalam sila-sila Pancasila. Perkembangan teknologi juga memengaruhi setiap tindakan masyarakat sehingga, seolah tidak memiliki pemahaman tentang Pancasila. Masuknya pemahaman asing dari luar negeri ke Indonesia, yang ditampilkan sedemikian rupa sehingga menarik perhatian masyarakat untuk ikut menggunakan dan mempelajari pemahaman tersebut, tanpa berpegang pada prinsip Pancasila. Sehingga banyak masyarakat yang kesulitan memahami isi Pancasila, bahkan sesederhana menghafal isi silanya saja mereka tidak bisa.

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Soal

Elsa Estevania Natali གིས-
Nama : Elsa Estevania Natali
NPM : 2311011089

A. Gotong royong merupakan istilah asli bangsa Indonesia dan menjadi modal dalam memujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia, bagaimanakah sikap gotong royong yang saat ini bisa di wujudkan dalam rangka menghadapi berbagai persoalan yang melanda bangsa Indonesia?

Jawab : Sikap gotong royong dapat diwujudkan dari lingkungan terdekat terlebih dahulu. Indonesia sempat menghadapi masalah akibat munculnya pandemi Covid, banyak yang mengalami kesulitan dalam segala aspek. Sebagai makhluk sosial, kita diciptakan untuk saling berhubungan antara satu dengan yang lain, salah satunya saling tolong menolong atau gotong royong. Kita bisa saling membantu antartetangga yang mengalami kesulitan, gotong royong membersihkan lingkungan sekitar agar terhindar dari penyakit dan musibah banjir, saat pandemi sedang marak-maraknya, dan jika ada tetangga yang terdampak pandemi, kita sebagai tetangga terdekat memberikan bantuan berupa mengirimkan makanan atau keperluan mereka yang tidak dapat mereka cari sendiri karena harus menjalankan masa isolasi.

B. Upaya apa yang anda lakukan dalam rangka menghadapi keberagaman di lingkungan sekitar tempat tinggal mu serta menjadikannya sebuah keharmonisan di masyarakat dalam rangka mewujudkan tekad untuk bersatu?

Jawab : Setiap daerah pasti memiliki kebudayaannya masing-masing, dan setiap manusia juga pasti memiliki keyakinan yang berbeda-beda pula, maka dari itu dalam kehidupan bermasyarakat, kita harus menjunjung tinggi sikap toleransi. Seperti hal nya di daerah tempat tinggal saya, setiap warga di RT tempat saya tinggal menganut agama yang berbeda dan memiliki budaya suku yang berbeda pula. Saya sebagai salah satu warga yang tinggal di sana turut menjaga keharmonisan yang ada dengan selalu menghargai apapun perbedaan yang ada, selalu menjaga hubungan baik dengan bersikap ramah dan sopan, dan saling membantu bila salah satu dari kami ada yang akan melangsungkan acara. Toleransi bukan hanya tentang agama, tetapi tentang segala hal berbeda yang terjadi di masyarakat. Sikap toleransi akan memberikan dampak positif bagi keberlangsungan hidup masyarakat, seperti hubungan yang terjalin dengan harmonis, terhindar dari perselisihan dan pertikaian, dan mempererat persatuan antarsesama warga negara Indonesia.

C. Jelaskan yang dimaksud bahwa setiap kelompok/bangsa/negara mempunyai nilai-nilai dasar yang menjadi acuan dan identitas nasional kelompok/bangsa/negara !

Jawab : Yang dimaksud bahwa setiap kelompok/bangsa/negara mempunyai nilai-nilai dasar yang menjadi acuan dan identitas nasional adalah, setiap negara memiliki dasar hukum dan acuannya masing-masing. Seperti Indonesia yang memiliki Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa, serta kedudukannya sebagai sumber dari segala sumber hukum yang berjalan di Indonesia. Nilai-nilai dasar ini lah yang menjadi acuan sebuah negara untuk menjalankan sistem pemerintahan dan acuan hidup bernegara untuk menciptakan kehidupan negara yang berjalan dengan baik, tanpa terjadi perselisihan dan pertikaian.

D. Sejarah bangsa Indonesia mencatat bahwa rumusan Pancasila yang disahkan PPKI ternyata berbeda dengan rumusan Pancasila yang termaktub dalam Piagam Jakarta. Hal ini terjadi karena adanya tuntutan dari wakil yang mengatasnamakan masyarakat Indonesia Bagian Timur yang menemui Bung Hatta yang mempertanyakan 7 kata di belakang kata “Ketuhanan”, yaitu “ dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Tuntutan ini ditanggapi secara arif oleh para pendiri negara sehingga terjadi perubahan yang disepakati, yaitu dihapusnya 7 kata yang dianggap menjadi hambatan di kemudian hari dan diganti dengan istilah “Yang Maha Esa”. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai sikap para pendiri bangsa tersebut berkorelasi dengan sikap kita sebagai bangsa di masa sekarang?

Jawab : Sikap para pendiri bangsa pada saat itu patut kita tiru, karena mereka menghargai pendapat dari rakyat yang merasa bahwa isi dari sila pertama tersebut kurang memuaskan mereka akibat adanya kata yang menyebutkan salah satu kepercayaan yang dianut rakyat Indonesia. Hal ini dapat kita korelasikan dalam kehidupan kita di masa sekarang, sebagai bangsa yang memiliki beragam perbedaan, bukan berarti kita harus hidup masing-masing, tetapi kita harus dapat mempersatukan perbedaan yang ada.

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Video-2

Elsa Estevania Natali གིས-
Nama : Elsa Estevania Natali
NPM : 2311011089

1. Bagaimanakah menurut pendapatmu sebagai mahasiswa mengenai terjadinya bom bali di tahun 2002 yang merenggut banyak korban jiwa dan luka-luka? Sesuaikah dengan nilai agama dan nilai luhur bangsa kita? Berikan solusimu!
Jawab : Tragedi bom Bali tahun 2002 merupakan tindakan yang menyimpang dari nilai-nilai agama dan luhur bangsa kita yang sejak dulu menjunjung tinggi kesatuan. Kejadian ini merugikan masyarakat dan beberapa pihak terkait. Diduga aksi ini dilakukan oleh sekelompok terorisme yang mungkin mendapat koneksi atau jaringan internasional untuk membantu jalannya aksi mereka. Menurut pandangan saya, kita sebagai bangsa Indonesia yang sudah tercantum dalam sila pertama Pancasila yang berarti setiap warga negara berhak menganut agama dan kepercayaan sesuai yang mereka inginkan, jadi sebaiknya jangan saling mengganggu dan menyudutkan satu sama lain dan mengedepankan sikap egois. Jangan merasa agama atau pun keyakinan yang kita anut adalah keyakinan yang paling benar, tanpa menghargai keputusan dan sudut pandang orang lain. Tidak diketahui secara jelas apa modus utama dari aksi bom di Bali ini, tetapi menurut saya, kita jangan saling menyalahkan dengan menuduh atau menyudutkan kepercayaan tertentu karena aksi ini pasti didasari oleh keinginan hati setiap manusianya, karena sejatinya tidak ada agama manapun yang akan mengajarkan kejahatan. Solusi yang dapat dilakukan adalah, dengan memberikan pengertian sejak dini, sekarang ini Indonesia masuk pada era digitalisasi, di mana semua kalangan memiliki gadget untuk keseharian mereka. Termasuk anak-anak usia dini, dalam kasus ini peran orang tua sangat dibutuhkan untuk memberikan pengertian dan pengetahuan agama serta moral yang baik kepada anak-anaknya, supaya mereka tumbuh dengan bekal pengetahuan yang baik. Juga penting untuk mengawasi pergaulan dan lingkungan tempat tinggal, karena lingkungan adalah pengaruh yang besar terhadap setiap perilaku manusia.

2. Nilai Pancasila apakah yang di langgar oleh para pelaku dan apa sanksi yang pantas diberikan? Berikan penjelasanmu secara lengkap dan mendalam!
Jawab : Para pelaku terorisme melanggar nilai Pancasila pada sila kedua dan ketiga. Tindakan yang mereka lakukan melanggar hak asasi manusia, di mana setiap manusia memiliki hak untuk hidup. Banyaknya korban jiwa pada kejadian tersebut sudah membuktikan bahwa para pelaku melanggar hak asasi manusia. Ini juga melanggar sila ketiga Pancasila, setiap warga negara harus bersatu demi kehidupan bangsa yang harmonis dan tertata. Dengan adanya kejadian ini, berarti para pelaku merusak persatuan itu sendiri demi kepentingan golongan mereka. Sanksi yang disebutkan pada berita di atas sudah sangat tepat, bukan berarti tidak memiliki rasa kemanusiaan, tetapi setiap perilaku harus dipertanggungjawabkan sesuai dengan hukum yang berlaku di negara tersebut. Karena jika diberikan sanksi jera saja, dan dikemudian hari akan bebas, maka tidak menutup kemungkinan jaringan yang masih ada akan terus bergerak karena melihat hukum yang bekerja tidak memberikan sanksi yang tegas.