MPPE A2025 -> Tugas
NPM : 2313031010
Nama : Annisa Luthfiyyah
NPM : 2313031010
Bab 4: Metode Penelitian dalam Penelitian Pendidikan Berbasis Kasus
Bab 4 membahas tentang cara memilih dan menggunakan metode penelitian yang tepat dalam penelitian pendidikan berbasis kasus. Tujuannya agar hasil penelitian bisa dipercaya, sesuai dengan tujuan, dan memberikan pemahaman yang mendalam terhadap suatu kasus.
Pendekatan Kualitatif
Pendekatan kualitatif digunakan untuk memahami suatu masalah secara mendalam melalui wawancara, observasi, atau dokumen. Pendekatan ini cocok digunakan jika peneliti ingin menggali makna, pengalaman, dan konteks dari suatu kasus.
Kelebihan: lebih fleksibel dan dapat menggambarkan keadaan secara rinci. Kekurangan: hasilnya sulit digeneralisasi dan tergantung pada kemampuan peneliti dalam menganalisis data.
Pendekatan Kuantitatif
Pendekatan kuantitatif menggunakan angka, data statistik, dan perhitungan untuk menguji hipotesis. Misalnya dengan survei atau kuesioner.
Kelebihan: hasilnya objektif dan bisa digeneralisasi. Kekurangan: kurang bisa menjelaskan konteks mendalam dari suatu kasus.
Pendekatan Campuran (Mixed Methods)
Pendekatan campuran menggabungkan kualitatif dan kuantitatif agar hasil penelitian lebih lengkap dan kuat. Misalnya, peneliti bisa menggunakan wawancara untuk memahami pengalaman peserta, lalu menyebar kuesioner untuk memperkuat data. Pendekatan ini dapat dilakukan secara bertahap (sequential) atau bersamaan (concurrent).
Desain Penelitian Berbasis Kasus
Penelitian berbasis kasus dilakukan dengan meneliti satu atau beberapa kasus secara mendalam, misalnya satu sekolah, satu program, atau satu kelompok siswa.
Ada tiga jenis desain:
1. Single-case: satu kasus saja.
2. Multiple-case: beberapa kasus untuk dibandingkan.
3. Embedded-case: satu kasus besar dengan bagian-bagian kecil di dalamnya.
Langkah-langkahnya meliputi pemilihan kasus, pengumpulan data, analisis, dan penarikan kesimpulan.
Pengumpulan Data
Data dapat dikumpulkan dengan berbagai cara, seperti wawancara, observasi, dokumen, dan survei. Peneliti sebaiknya menggunakan lebih dari satu teknik agar data lebih akurat (disebut triangulasi).
Selain itu, peneliti harus menjaga etika seperti meminta izin, menjaga kerahasiaan, dan bersikap jujur dalam proses penelitian.
Analisis Data
Analisis dilakukan sesuai pendekatan yang digunakan:Kualitatif: menganalisis kata atau teks untuk menemukan pola dan tema.Kuantitatif: menggunakan statistik untuk menghitung dan membandingkan data. Campuran: menggabungkan hasil keduanya agar lebih lengkap.
Validitas dan Reliabilitas
Validitas berarti data benar-benar mengukur hal yang dimaksud, sedangkan reliabilitas berarti hasilnya konsisten bila diulang.
Untuk meningkatkan kepercayaan hasil penelitian, peneliti dapat melakukan triangulasi, meminta konfirmasi dari responden (member checking), dan mencatat proses penelitian secara rinci.
Nama : Annisa Luthfiyyah
NPM : 2313031010
Bab 2: Identifikasi dan Rumusan Masalah Penelitian
A. Identifikasi Masalah Penelitian
Identifikasi masalah adalah langkah awal untuk menemukan hal yang perlu diteliti. Masalah muncul karena ada perbedaan antara kenyataan dengan harapan. Sumber masalah bisa berasal dari pengalaman pribadi, hasil bacaan, diskusi dengan orang lain, atau data yang sudah ada.
Masalah yang baik harus spesifik, bisa diukur, realistis, relevan, dan punya batas waktu (SMART). Dalam penelitian berbasis kasus, masalah biasanya ditemukan dari kejadian nyata di sekolah atau dunia pendidikan, misalnya kesulitan belajar siswa atau cara mengajar guru yang kurang efektif.
B. Rumusan Masalah Penelitian
Rumusan masalah adalah cara menyusun masalah menjadi pertanyaan penelitian yang jelas. Rumusan bisa berbentuk pertanyaan (apa, bagaimana, mengapa) atau pernyataan tergantung jenis penelitiannya. Rumusan harus memuat variabel utama, hubungan antar variabel, dan batasan penelitian.
Dalam penelitian berbasis kasus, rumusan masalah harus sesuai dengan latar belakang kasus, siapa yang terlibat, dan apa akibatnya.
C. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian menjelaskan apa yang ingin dicapai dari penelitian. Ada dua jenis tujuan: tujuan umum, menjelaskan gambaran besar penelitian dan tujuan khusus, menjelaskan hal-hal yang lebih rinci.
Gunakan kata kerja aktif seperti mengidentifikasi, menganalisis, atau menguji. Dalam penelitian berbasis kasus, tujuan biasanya untuk memahami suatu kasus dan mencari solusi agar bisa diterapkan di tempat lain.
D. Manfaat Penelitian
- Manfaat teoritis: menambah pengetahuan atau teori baru di bidang pendidikan.
- Manfaat praktis: membantu guru, siswa, atau sekolah dalam memecahkan masalah nyata.
- Manfaat bagi peneliti: menambah pengalaman dan kemampuan dalam meneliti.
- Dalam penelitian berbasis kasus, manfaatnya lebih fokus pada perbaikan masalah di dunia pendidikan.
E. Ruang Lingkup dan Batasan Penelitian
Ruang lingkup menjelaskan sejauh mana penelitian dilakukan, seperti tempat, waktu, dan siapa yang diteliti. Batasan penelitian menjelaskan keterbatasan yang dihadapi, misalnya waktu, biaya, atau data yang tidak lengkap.
Menentukan ruang lingkup penting agar penelitian tidak terlalu luas atau sempit. Pada penelitian berbasis kasus, ruang lingkup sering hanya satu atau dua kasus agar hasilnya lebih mendalam.
F. Kerangka Pemikiran (Theoretical Framework)
Kerangka pemikiran adalah dasar teori yang digunakan untuk menjelaskan masalah penelitian. Fungsinya untuk memberi arah dan dasar dalam menganalisis data. Komponennya meliputi teori yang relevan, konsep penting, dan hubungan antar variabel. Dalam penelitian berbasis kasus, kerangka ini biasanya menggabungkan teori pendidikan seperti teori belajar atau teori motivasi.
Nama : Annisa Luthfiyyah
NPM. : 2313031010
Resume Bab 1: Konsep Penelitian Ilmiah dan Langkah-Langkahnya
A. Penelitian Ilmiah
Penelitian ilmiah dilakukan dengan cara berpikir kritis, logis, dan teratur. Tujuannya untuk mencari jawaban atau solusi dari suatu masalah secara sistematis. Masalah penelitian sebaiknya dipilih sesuai kemampuan peneliti, menarik untuk diteliti, penting untuk ilmu pengetahuan, dan bermanfaat bagi masyarakat. Jenis penelitian ada banyak, seperti survei, deskriptif, evaluasi, kualitatif, eksperimen, dan studi kasus.
B. Metode Penelitian Ilmiah
Metode penelitian ilmiah adalah cara yang digunakan untuk melakukan penelitian secara teratur. Metode ini membantu peneliti mencari jawaban dengan langkah-langkah yang jelas dan terukur.
Ada dua jenis utama: Penelitian dasar: untuk mengembangkan teori dan penelitian terapan: untuk memecahkan masalah nyata di masyarakat.
C. Berdasarkan Tujuan, ada 3 yaitu: eksploratif (mencari hal baru atau masalah yang belum diketahui), deskriptif (menggambarkan keadaan sebenarnya) dan verifikatif (menguji kebenaran suatu hipotesis)
D. Berdasarkan Sifat
- Studi kasus: meneliti satu kasus secara mendalam.
- Studi sejarah: mempelajari peristiwa masa lalu.
- Eksperimen: menguji sebab dan akibat.
- Studi kelayakan: menilai apakah suatu proyek layak dijalankan.
- Studi banding: membandingkan untuk mencari solusi terbaik.
E. Langkah-Langkah Penelitian
Tujuan penelitian bisa untuk mengevaluasi, mengembangkan, atau mencari kepuasan ilmiah.
Penelitian kuantitatif meliputi:
1. Menentukan masalah.
2. Membuat kerangka berpikir.
3. Menyusun hipotesis.
4. Menguji hipotesis dengan data.
5. Membahas hasil.
6. Menarik kesimpulan.
Penelitian kualitatif meliputi:
1. Menemukan masalah.
2. Mempelajari teori yang ada.
3. Menentukan tujuan.
4. Mengumpulkan data lewat wawancara atau observasi.
5. Menganalisis data.
F. Manfaat Penelitian, ada 2 yaitu : teoritis (menambah pengetahuan atau teori) dan praktis (membantu memecahkan masalah di kehidupan nyata)