Kiriman dibuat oleh Dimas Farevi Abdullah

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Video-2

oleh Dimas Farevi Abdullah -
Nama : Dimas Farevi Abdullah
NPM : 2311011049

1. Saya sebagai mahasiswa sangat mengecam peristiwa bom Bali tahun 2002 yang merenggut banyak korban jiwa dan luka-luka. Peristiwa tersebut jelas bertentangan dengan nilai agama yang mengajarkan kasih sayang, perdamaian, dan kehidupan yang damai. Selain itu, juga bertentangan dengan nilai luhur bangsa Indonesia, seperti gotong royong, persatuan, dan toleransi.

Solusi untuk mencegah terjadinya peristiwa serupa di masa depan adalah:
- Peningkatan Keamanan
- Pendidikan dan Kesadaran Masyarakat
- Pemberantasan Terorisme
- Pendekatan Sosial

Peristiwa bom Bali 2002 harus menjadi pelajaran penting bagi kita semua untuk mengutamakan perdamaian, toleransi, dan persatuan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

2. Para pelaku peristiwa bom Bali 2002 melanggar beberapa nilai Pancasila

1.Ketuhanan Yang Maha Esa: Para pelaku terlibat dalam aksi terorisme yang melibatkan pembunuhan besar-besaran. Tindakan ini bertentangan dengan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa yang menekankan penghormatan terhadap nilai-nilai kehidupan dan kemanusiaan.

2.Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Aksi terorisme yang merenggut nyawa dan melukai banyak orang melanggar prinsip kemanusiaan yang adil dan beradab. Ini mencerminkan ketidakadilan dan kebrutalan yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

3.Persatuan Indonesia: Peristiwa ini menciptakan ketakutan dan kepanikan dalam masyarakat serta merusak persatuan bangsa. Pancasila menekankan pentingnya persatuan, dan aksi terorisme mengancam persatuan tersebut.

4.Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan: Aksi terorisme tidak mencerminkan prinsip perwakilan dan permusyawaratan, melainkan menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan.

5.Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Tindakan terorisme tidak hanya melanggar hak-hak individu, tetapi juga menciptakan ketidakadilan sosial dengan merusak stabilitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Sanksi yang pantas diberikan kepada para pelaku adalah hukuman yang sesuai dengan beratnya kejahatan yang mereka lakukan, termasuk hukuman mati jika terbukti bersalah. Hal ini perlu sebagai tindakan tegas untuk menegakkan hukum dan memberikan pesan bahwa tindakan terorisme tidak akan ditoleransi dalam masyarakat yang berdasarkan Pancasila. Selain itu, upaya rehabilitasi dan deradikalisasi juga perlu dilakukan untuk mencegah terulangnya tindakan serupa di masa depan.

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Soal-1

oleh Dimas Farevi Abdullah -
Nama : Dimas Farevi Abdullah
NPM : 2311011049

1. Peristiwa G30S PKI adalah peristiwa bersejarah di Indonesia pada tahun 1965. Peristiwa ini dimulai dengan penculikan dan pembunuhan enam jenderal tinggi oleh sekelompok anggota militer yang terafiliasi dengan PKI (Partai Komunis Indonesia). Ada beberapa penyimpangan terhadap nilai-nilai Pancasila dalam peristiwa ini:

- Ketidaksetiaan terhadap Negara
- Kekerasan dan Pembunuhan Massal
- Konspirasi Ideologi Komunis

Hikmah yang bisa diambil dari peristiwa G30S PKI adalah:

- Pentingnya Pemeliharaan Kedamaian dan Keamanan
- Menghargai Keharmonisan dan Persatuan
- Mempelajari Sejarah dan Menghindari Kesalahan Masa Lalu

2. Dalam pengambilan keputusan melalui musyawarah untuk mufakat dapat dilakukan dengan cara :

- Pertemuan Teratur: Adakan pertemuan berkala untuk membahas masalah atau keputusan.
- Pendapat Terbuka: Berikan setiap anggota kesempatan untuk berbicara dan menyampaikan pendapat.
- Debat Terbuka: Izinkan argumen dan diskusi yang sehat.
- Mencari Kesamaan: Usahakan mencapai kesepakatan bersama dengan kompromi.

Kearifan yang timbul:
- Partisipasi: Semua anggota merasa terlibat dan memiliki rasa memiliki terhadap keputusan.
- Kepemimpinan Bersama: Keputusan dibuat bersama-sama tanpa dominasi satu pihak.

Kendala yang timbul:
- Ketidaksepakatan: Tidak selalu mudah mencapai kesepakatan.
- Konflik: Bila diskusi tidak terkendali, konflik bisa muncul.
- Dominasi Suara Kuat: Beberapa anggota mungkin memiliki pengaruh lebih besar.

3. Rendahnya pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat Indonesia dewasa ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu

- Pendidikan yang Kurang
- Perubahan Nilai Sosial
- Ketidakpedulian
- Kurangnya Sumber Daya
- Kurangnya Kampanye Pendidikan

Untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan Pancasila, perlu dilakukan upaya pendidikan yang lebih baik, kampanye publik yang efektif, serta pembangunan kesadaran akan pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Jurnal

oleh Dimas Farevi Abdullah -
Nama : Dimas Farevi Abdullah
NPM : 2311011049

Jurnal ini membahas tentang pentingnya pendidikan Pancasila bagi mahasiswa dan bagaimana cara mengimplementasikannya di kampus. Pancasila merupakan dasar negara Indonesia yang harus dipahami dan diterapkan oleh setiap warga negara. Pendidikan Pancasila bertujuan untuk melestarikan nilai-nilai Pancasila dan menanamkan nilai-nilai positif pada mahasiswa. Melalui pendidikan Pancasila, mahasiswa dapat menjadi individu yang berpengetahuan luas tetapi juga mempertahankan identitas dan akar budaya mereka. Implementasi Pancasila di kampus dapat dilakukan melalui jadwal kuliah yang tidak mengganggu ibadah, tidak ada diskriminasi, adanya organisasi kemahasiswaan yang memperkuat persatuan, adanya kebiasaan musyawarah dan diskusi, serta adanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pendidikan Pancasila juga membantu mahasiswa mengembangkan kepribadian dan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Pentingnya pengamalan Pancasila dalam kehidupan kampus adalah untuk menciptakan mahasiswa Pancasila yang mengerti norma-norma dan dapat membangun bangsa Indonesia.

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Soal

oleh Dimas Farevi Abdullah -
Nama : Dimas Farevi Abdullah
NPM : 2311011049

A. Saat ini, kita bisa menerapkan sikap gotong royong dengan membantu sesama dalam kehidupan sehari-hari, seperti membantu tetangga yang membutuhkan, patuh pada aturan kesehatan, dan berpartisipasi dalam program-program sosial untuk mengatasi persoalan yang melanda bangsa seperti pandemi, bencana alam, atau kemiskinan.

B. Upaya untuk menghadapi keberagaman dan mewujudkan keharmonisan bisa dilakukan dengan saling menghormati, mendengarkan pandangan orang lain, dan berusaha memahami perbedaan. Kita juga bisa berpartisipasi dalam acara atau kegiatan sosial yang mempromosikan toleransi, dialog, dan kerjasama antar beragam kelompok. Dengan cara ini, kita bisa bersama-sama mewujudkan tekad untuk bersatu dalam keberagaman.

C. Nilai-nilai dasar ini membantu kelompok atau bangsa itu merasa bersatu dan memahami cara hidup bersama. Misalnya di Indonesia, kita punya Pancasila sebagai nilai nilai dasar yang menggambarkan persatuan, keadilan, dan nilai-nilai lain yang menjadi bagian penting dari jati diri kita sebagai bangsa.

D. Para pendiri bangsa yang fleksibel dalam merumuskan Pancasila menunjukkan bahwa mereka bisa menyesuaikan diri dengan perbedaan pendapat. Ini mengajarkan kita pentingnya saling menghargai dan berbicara dengan baik ketika kita punya pandangan yang berbeda. Hal ini masih relevan bagi kita sekarang untuk memahami bagaimana menjaga persatuan di tengah keberagaman.

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analis Jurnal

oleh Dimas Farevi Abdullah -
Nama : Dimas Farevi Abdullah
NPM : 2311011049

Jurnal ini membahas tentang hubungan agama dan negara di Indonesia, khususnya dalam pembentukan Pancasila sebagai ideologi negara. berargumentasi bahwa agama dan negara saling menguntungkan dan dapat hidup berdampingan secara harmonis. Kajian ini juga membahas persoalan radikalisme dan pentingnya menjaga kerukunan umat beragama. Singkatnya, agama bukanlah musuh Pancasila dan hubungan antara agama dan negara harus harmonis.