Posts made by Dimas Farevi Abdullah

Nama : Dimas Farevi Abdullah
NPM : 2311011049
Kelas : Ganjil
Prodi : S1 Manajemen

Video tersebut menggambarkan berbagai ancaman yang dihadapi oleh Indonesia dalam hal pertahanan nasional, ketahanan, dan identitas. Ancaman-ancaman tersebut termasuk kolonialisasi, risiko kehilangan identitas nasional, dan ancaman terhadap integritas bangsa. Selain itu, posisi geografis Indonesia membuatnya rentan terhadap kapal asing yang mencoba mengumpulkan data strategis dan mengeksploitasi sumber daya alam. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan pendidikan yang kuat, perlindungan terhadap usaha kecil, dan kesadaran akan sumber daya alam. Demokrasi di Indonesia juga penting untuk memberikan keamanan dan kekuasaan kepada rakyat. Melestarikan budaya sosial dan tradisi juga menjadi fokus, dengan mengajarkan dialek lokal dan memperkuat pendidikan nila-nilai nasional. Dengan demikian, melalui upaya-upaya ini, Indonesia dapat membangun pertahanan nasional yang tangguh dan mempertahankan identitas serta kedaulatan bangsa.
Nama : Dimas Farevi Abdullah
NPM : 2311011049
Kelas : Ganjil
Prodi : S1 Manajemen

Jurnal tersebut membahas pentingnya sikap bela negara selama pandemi COVID-19, termasuk membantu sesama, mendukung petugas kesehatan, dan menjaga lingkungan. Sikap bela negara mencerminkan kesetiaan dan kecintaan terhadap negara. Ditekankan agar mematuhi aturan pemerintah, tidak menyebarkan berita hoax, dan melindungi diri dan orang lain dari penyebaran virus. Kesadaran bela negara penting untuk kemajuan negara dan penyelesaian konflik. Prioritas saat pandemi adalah memutus rantai penularan virus dan membantu gugus tugas COVID-19.
Nama : Dimas Farevi Abdullah
NPM : 2311011049
Kelas : Ganjil
Prodi : S1 Manajemen

A. Artikel ini membahas buruknya penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia pada tahun 2019, dengan isu utama seperti pelanggaran HAM masa lalu, pembatasan kebebasan, diskriminasi gender, masalah di Papua, dan kekerasan oleh aparat keamanan. Meski demikian, ada beberapa langkah positif seperti upaya reformasi hukum, ratifikasi perjanjian HAM internasional, dan gerakan masyarakat yang aktif menuntut keadilan.

Analisis : Penegakan HAM di Indonesia masih menghadapi banyak tantangan serius. Namun, komitmen pemerintah dalam melakukan reformasi dan peran aktif masyarakat memberikan harapan untuk perbaikan di masa depan.

Hal positif : Terlihat adanya niat baik pemerintah dalam memperbaiki situasi HAM, serta peran penting masyarakat dan gerakan mahasiswa dalam menuntut keadilan dan penegakan HAM.

B. Analisis : Demokrasi Indonesia dipengaruhi oleh nilai adat seperti musyawarah dan gotong royong. Prinsip-prinsip ini penting untuk pengambilan keputusan dan kebersamaan, namun sering tergeser oleh kepentingan politik.

Pendapat : Prinsip ini menunjukkan komitmen pada nilai religius dalam bernegara. Seharusnya, ini mengarah pada kebijakan yang adil dan bermoral, namun perlu diimbangi agar tidak mengurangi kebebasan beragama dan hak individu.

C. Praktik demokrasi Indonesia masih menghadapi banyak tantangan dalam menjunjung tinggi Pancasila, UUD NRI 1945, dan hak asasi manusia (HAM). Meski telah meratifikasi banyak perjanjian internasional tentang HAM, pembatasan kebebasan sipil, minimnya akuntabilitas atas pelanggaran HAM oleh aparat, diskriminasi gender dan rasisme, serta ketidakadilan dalam penanganan konflik sumber daya alam masih terjadi. Pelanggaran HAM di Papua terus meningkat. Meski ada upaya reformasi dan gerakan masyarakat yang aktif, demokrasi Indonesia masih perlu perbaikan agar sesuai dengan nilai-nilai tersebut.

D. Anggota parlemen seharusnya mewakili kepentingan masyarakat, bukan menjalankan agenda politik pribadi atau kelompok. Ketika mereka menyimpang dari kepentingan nyata masyarakat, itu menunjukkan ketidakjujuran dan penyalahgunaan amanah. Hal ini merusak kepercayaan publik terhadap demokrasi dan menghambat kemajuan serta kesejahteraan rakyat. Masyarakat harus terus memantau dan menuntut akuntabilitas dari para wakil rakyat.

E. Pihak-pihak dengan kekuasaan kharismatik yang menggerakan loyalitas dan emosi rakyat untuk tujuan yang tidak jelas menunjukkan penyalahgunaan kekuasaan. Hal ini bertentangan dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini, yang menekankan pentingnya kemerdekaan, keadilan, dan perlakuan yang adil bagi setiap individu. Penggunaan rakyat sebagai tumbal untuk kepentingan pribadi atau golongan tertentu merupakan pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia yang mendasar.