Kiriman dibuat oleh Lutfi septa Nugraha

T.Sipil B MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

oleh Lutfi septa Nugraha -
Nama: Lutfi Septa Nugraha
NPM: 2315011067

Berdasarkan perspektif pendidikan kewarganegaraan dikenal tiga kompetensi yaitu: pengetahuan kewarganegaraan , kecakapan kewarganegaraan , dan watak kewarganegaraan.

Pengetahuan kewarganegaraan berkenaan dengan apa yang seharusnya diketahui oleh seorang warganegara mengenai negaranya seperti kehidupan politik, undang-undang kewarganegaraan, pemerintahan, konstitusi dan seterusnya.

Kecakapan kewarga- negaraan berkenaan dengan kecakapan intelektual, kecakapan emosional dan kecakapan spiritual.

watak kewarganegaraan atau karakter kewarganegaraan/ bangsa berkenaan dengan nilai-nilai unik yang terinternalisasi dan terintegrasi dalam diri seseorang yang melandasi dan mengarahkan sikap dan tindakannya sehingga termini- festasikan dalam perilaku seseorang warganegara. 

Nilai-nilai unik tersebut berasal dari nilai budaya, ajaran agama, atau dasar filsafat yang dimiliki dan disepakati oleh bangsa tersebut. Oleh karena itu membangun karakter bangsa merupakan proses internalisasi nilai-nilai kehidupan luhur bangsa indonesia ke dalam jiwa setiap warga bangsa Indonesia sehingga nilai-nilai tersebut terwejantahkan / termanifestasi dalam perilaku bagi pribadi masing- masing dan dan bagi kehidupan bersama bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara Indonesia.

T.Sipil B MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal-1

oleh Lutfi septa Nugraha -
Nama: Lutfi Septa Nugraha
NPM: 2315011067



1. Cobalah anda menelusuri proses terjadinya peristiwa G30S PKI tersebut dan dimana letak penyimpangan peristiwa tersebut dengan nilai-nilai Pancasila dan hikmah apa yang bisa kita ambil dari peristiwa tersebut !

Jawaban:

Penyimpangan peristiwa dengan nilai-nilai Pancasila:

1. Tindakan PKI ingin mengubah ideologi Pancasila menjadi paham komunis.

2. Kekejaman PKI yang melakukan penculikan dan pembunuhan terhadap orang orang yang dianggap menentang.

Hikmah yang diambil: kita jadi mengetahui bahwa masih ada orang yang ingin mengganti ideologi negara kita sehingga kita bisa mencari solusi agar hal ini tidak terulangi lagi.


2. Bagaimakah cara-cara pengambilan keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat dalam kehidupan masyarakat di sekitar Anda atau dalam organisasi yang ada di sekitar Anda? Apa bentuk kearifan yang timbul ketika musyawarah itu berlangsung dan Apa bentuk kendala yang timbul ketika musyawarah itu berlangsung?

Jawaban:

Pengambilan keputusan saat musyawarah diambil dengan cara kesepakatan bersama. Jika terjadi perbedaan pendapat maka kita harus berdiskusi bersama-sama kembali agar keputusan dapat memuaskan semua orang.
Kendala yang biasa terjadi saat bermusyawarah adalah terjadinya perbedaan pendapat, jika hal ini terjadi kita jangan menganggap bahwa pendapat kita yang paling baik dan menganggap pendapat orang lain itu buruk.


3. Hasil Survei menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang Pancasila merosot secara tajam, yaitu 48,4% responden berusia 17 sampai 29 tahun tidak mampu menyebutkan silai-sila Pancasila secara benar dan lengkap. 42,7% salah menyebut silai-sila Pancasila, lebih parah lagi, 60% responden berusia 46 tahun ke atas salah menyebutkan sila-sila Pancasila. Jelaskan faktor penyebab rendahnya pemahaman dan pengamalan tentang nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat Indonesia dewasa ini!

Jawaban:

Faktor yang menjadi penyebab rendahnya pemahaman dan pengamalan tentang nilai-nilai pancasila adalah:
1. Kurangnya pendidikan pancasila
2. Kurang efektifnya pembinaan moral yang dilakukan oleh lingkungan (orangtua, sekolah maupun masyarakat)
3. Penyimpangan nilai-nilai pancasila
4. Efek globalisasi

T.Sipil B MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

oleh Lutfi septa Nugraha -
NAMA: Lutfi Septa Nugraha
NPM: 2315011067



Pancasila adalah merupakan pedoman bagi semua warga bangsa Indonesia untuk berinteraksi dalam konteks kebersamaan untuk mengokohkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu, Pendidikan Kewarganegaraan tidak dapat dilepaskan keterkaitannya dengan Pancasila. Pancasila menjadi roh bagi Pendidikan Kewarganegaraan.

Tujuan pendidikan kewarganegaraan

Pendidikan Pancasila bertujuan untuk meng- hasilkan mahasiswa yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, seperti sikap- sikap di bawah ini, sehingga dapat diamalkan dikemudian hari:
1. Memiliki kemampuan untuk mengambil sikap yang bertanggungjawab sesuai dengan hati nuraninya.

2. Memiliki kemampuan untuk mengenali masalah hidup dan kesejahteraan serta cara-cara pemecahannya.

3. Mengenali perubahan-perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.

4. Memiliki kemampuan untuk memaknai peristiwa sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa untuk menggalang persatuan Indonesia.

Kedudukan dan fungsi pancasila

1. Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia

2. Pancasila sebagai kepribadian Bangsa Indonesia

3. Pancasila sebagai pandangan hidup Bangsa Indonesia

4. Pancasila sebagai Falsafah Hidup Bangsa Indonesia

5. Pancasila sebagai Ideologi Negara Republik Indonesia

6. Pancasila Sebagai Perjanjian luhur Bangsa Indonesia

7. Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia

8. Pancasila sebagai Sumber Hukum Nasional

T.Sipil B MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

oleh Lutfi septa Nugraha -
Nama: lutfi septa nugraha
NPM: 2315011067

Pada mulanya Pancasila merupakan dasar negara Indonesia, sehingga para pendirinya saat itu memilih Pancasila sebagai konsensus politik (politik konsensus) yang disebut dengan ideologi. Dari konsensus tersebut muncul kesepakatan bersama bahwa Pancasila adalah pedoman hidup. Konsensus ini pula yang melatarbelakangi masyarakat Sabang hingga Merauken bersatu menjadi satu bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Untuk mendukung konsensus tersebut, lima nilai dirumuskan dan didukung serta diterima oleh semua pihak. Konsensus ini merupakan nilai yang sangat mendasar untuk dijadikan tujuan pembangunan bangsa dan sebagai sumber rujukan kebijakan negara. Oleh karena itu Pancasila merupakan cita-cita bangsa Indonesia yang bermasyarakat baik, karena keberadaan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dibawa ke dalam praktik bernegara.