Posts made by M. Sidiq Firdaus

Nama : M. Sidiq Firdaus
NPM : 2315061118

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia mempunyai nilai-nilai keseimbangan hukum,
yaitu nilai ketuhanan dan nilai kemanusiaan.

Nilai ketuhanan pada Pancasila tidak hanya untuk satu agama saja, Karena "Ketuhanan Yang Maha Esa " berarti secara universal untuk semua yang berketuhanan/beragama.
Konsep Ketuhanan ini dimaksudkan yaitu arah politik hukum
harus mengandung nilai-nilai universalitas yang bersifat keyakinan (aqidah)
atas sifat-sifat Ilahiyah yaitu; nilai-nilai keadilan, persamaan, kemerdekaan,
kebenaran, kasih saying, perlindungan, kebersamaan, kejujuran, kepercayaan,
tanggungjawab, keterbukaan, keseimbangan, perdamaian dan lain-lainnya dari
beberapa nilai permanen di dalamnya. Kedua yaitu Nilai Kemanusiaan
(Humanisme) yang mempunyai maksud arah politik hukum harus dapat
memposisikan manusia tetap sebagai makhluk yang memiliki hak-hak dasar
yang melekat, yaitu; hak untuk hidup, hak untuk memperoleh pendidikan, hak
berkarya, hak berserikat, hak berkeluarga, hak untuk mendapatkan
kebahagiaan, hak untuk berfikir, bersikap dan mengembangkan potensi.

Dua konsep awal tadi tidak lepas dari konsep yang terakhir yaitu Nilai
Kemasyarakatan (Nasionalisme dan keadilan sosial). Nilai kemasyarakatan ini
merupakan sebuah keniscayaan adanya peran negara di dalam segala proses
kehiduppan berbangsa dan bernegara. Akan tetapi peran negara tersebut
bukanlah untuk negara, namun diperuntukkan bagi kesejahteraan masyarakat
yang didasarkan atas prinsip keadilan.

PSTI A dan B MKU Pancasila -> Forum Analisis Video-2

by M. Sidiq Firdaus -
Nama: M. Sidiq Firdaus
NPM : 2315061118

1. kejadian tersebut tidak sesuai dengan nilai agama dan nilai luhur bangsa kita malahan hal tersebut berkebalikan dengan kedua nilai tersebut. Supaya kejadian serupa tidak terjadi lagi maka pemerintah harus meningkatkan lagi perhatian pada sektor pendidikan dibidang keagamaan dan pendidikan kewarga negaraan dan Pancasila.

2. Menurut saya peristiwa tersebut melanggar beberapa sila di Pancasila yaitu;
- Sila pertama yaitu para teroris tersebut melakukan tindakan tersebut atas nama ketuhanan padahal yang mereka lakukan berkebalikan dengan nilai ketuhanan yang sebenarnya.
-Sila kedua karena hal yang para teroris itu lakukan adalah hal yang tidak beradab.
- Sila ketiga karena hal yang dilakukan para teroris itu dapat terjadi karena tidak adanya rasa persatuan Indonesia di dalam diri mereka.

PSTI A dan B MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal-1

by M. Sidiq Firdaus -
Nama : M. Sidiq Firdaus
NPM : 2315061118

1. Peristiwa G30S PKI adalah peristiwa penculikan dan pembunuhan terhadap enam jenderal dan satu perwira pertama TNI AD oleh anggota Gerakan 30 September (G30S) pada tanggal 30 September hingga 1 Oktober 1965. Peristiwa ini diawali dengan penculikan para jenderal oleh pasukan G30S yang dipimpin oleh Letkol Untung Sutopo pada dini hari tanggal 30 September 1965. Para jenderal yang diculik kemudian dibawa ke Lubang Buaya, Jakarta Timur, dan dibunuh secara sadis.

Berikut adalah kronologi peristiwa G30S PKI:

30 September 1965
Pukul 03.00 WIB: Pasukan G30S menculik Letjen TNI Ahmad Yani, Mayjen TNI R. Suprapto, Mayjen TNI S. Parman, Mayjen TNI D.I. Panjaitan, Brigjen TNI Katamso, Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo, dan Lettu Czi Pierre Tendean.
Pukul 05.30 WIB: Pasukan G30S menyiarkan pengumuman di RRI bahwa telah terjadi kudeta terhadap pemerintah dan terbentuknya Dewan Revolusi yang diketuai oleh Letkol Untung Sutopo.
Pukul 06.00 WIB: Jenderal Soeharto yang saat itu menjabat sebagai Panglima Kostrad mengambil alih pimpinan TNI AD dan mengerahkan pasukannya untuk menumpas pemberontakan G30S.
1 Oktober 1965
Pukul 07.00 WIB: Pasukan Jenderal Soeharto berhasil menduduki RRI dan menghentikan siaran Dewan Revolusi.
Pukul 08.00 WIB: Pasukan Jenderal Soeharto berhasil menemukan jenazah para jenderal di Lubang Buaya.
2 Oktober 1965
Pukul 10.00 WIB: Presiden Soekarno mengumumkan bahwa peristiwa G30S adalah gerakan kudeta yang dilakukan oleh PKI.

Peristiwa G30S PKI menyimpang dari nilai-nilai Pancasila dalam beberapa hal, yaitu:

Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Peristiwa G30S PKI merupakan upaya PKI untuk menggulingkan pemerintah yang sah dan menggantinya dengan pemerintahan komunis. Komunisme adalah paham yang anti agama, sehingga peristiwa ini bertentangan dengan sila Ketuhanan Yang Maha Esa yang menegaskan bahwa Indonesia adalah negara yang berketuhanan.

Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Peristiwa G30S PKI ditandai dengan penculikan dan pembunuhan terhadap enam jenderal dan satu perwira pertama TNI AD. Peristiwa ini merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia dan bertentangan dengan sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Sila Persatuan Indonesia
Peristiwa G30S PKI menimbulkan konflik dan perpecahan di masyarakat Indonesia. Hal ini bertentangan dengan sila Persatuan Indonesia yang menegaskan bahwa Indonesia adalah negara yang bersatu.

Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Peristiwa G30S PKI merupakan upaya kudeta yang dilakukan oleh PKI tanpa melibatkan rakyat. Hal ini bertentangan dengan sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan yang menegaskan bahwa kedaulatan rakyat dipegang oleh rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar.

Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Peristiwa G30S PKI merupakan upaya PKI untuk mendirikan negara komunis. Komunisme adalah paham yang tidak mengakui adanya kepemilikan pribadi dan menekankan pada kesetaraan. Hal ini bertentangan dengan sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia yang menegaskan bahwa Indonesia adalah negara yang berkeadilan sosial.

Hikmah yang bisa kita ambil dari peristiwa G30S PKI adalah sebagai berikut:

Pentingnya menjaga Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia. Peristiwa G30S PKI adalah bukti bahwa paham komunis bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Oleh karena itu, kita harus selalu menjaga Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia.
Pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa. Peristiwa G30S PKI menimbulkan konflik dan perpecahan di masyarakat Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa persatuan dan kesatuan bangsa adalah hal yang penting untuk dijaga.
Pentingnya menjaga hak asasi manusia. Peristiwa G30S PKI ditandai dengan pelanggaran terhadap hak asasi manusia, yaitu penculikan dan pembunuhan terhadap enam jenderal dan satu perwira pertama TNI AD. Hal ini menunjukkan bahwa hak asasi manusia adalah hal yang penting untuk dijaga.

2. Cara melakukan musyawarah adalah sebagai berikut:
- Melibatkan semua pihak yang berkepentingan.
- Menciptakan suasana yang kondusif.
- Mendengarkan semua pendapat.
- Mencari solusi yang terbaik.
- Mufakat.
Ada beberapa bentuk kearifan yang muncul ketika musyawarah berlangsung yaitu sebagai berikut:
- Seorang peserta musyawarah menerima pendapat yang berbeda dengan pendapatnya, meskipun pendapat tersebut disampaikan oleh orang yang tidak dikenalnya.
- Seorang peserta musyawarah bersedia berkompromi dengan peserta musyawarah lainnya untuk mencapai solusi yang terbaik
- Seorang peserta musyawarah menerima keputusan yang diambil dalam musyawarah, meskipun keputusan tersebut tidak sesuai dengan pendapatnya.
Kendala/Masalah yang timbul ketika bermusyawarah yaitu:
- Sikap yang tidak terbuka.
- Sikap yang tidak toleran.
- Sikap yang egois.
- dll.

3. Kurangnya pemahaman dan pengamalan tentang nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat Indonesia dewasa ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
- Kurangnya pendidikan Pancasila
- Dampak globalisasi.
- Kurang keteladanan dari pemimpin.
- Kurangnya kesadaran masyarakat.
- Pengaruh media massa.
- dll.

PSTI A dan B MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

by M. Sidiq Firdaus -
Nama : M. Sidiq Firdaus
NPM : 2315061118

Pendidikan Pancasila merupakan salah satu mata kuliah wajib yang harus ditempuh oleh mahasiswa di semua jenjang pendidikan tinggi.
Karena dengan adanya Pendidikan Pancasila mahasiswa bisa memiliki karakter Pancasila, yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, cinta tanah air, semangat kebangsaan, menghargai perbedaan, dan komitmen pada demokrasi.