Kiriman dibuat oleh Ajeng Annisyah Bela

PSPS_SLTL_Kelas A_Ganjil_2023/2024 -> Foum Diskusi

oleh Ajeng Annisyah Bela -
Kata folklor merupakan pengindonesiaan dari kata Inggris folklore. Folklor terdiri atas dua kata besar, yaitu folk dan lore. Folk memiliki arti sekelompok orang yang mempunyai ciri-ciri pengenal fisik, sosial, dan kebudayaan sehingga bisa dibedakan dari kelompok lainnya.Ciri-ciri pengenal tersebut dapat berupa warna kulit, rambut, mata pencarian, bahasa, agama. Folk juga bisa diartikan sebagai kolektif masyarakat.

Sementara lore memiliki arti tradisi yang dimiliki oleh folk. Tradisi tersebut diwariskan secara turun menurun, paling tidak dua generasi.
Danandjaya dalam bukunya yang berjudul Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan lain-lain (2002), mengartikan folklor sebagai kebudayaan suatu kolektif yang tersebar dan diwariskan turun menurun secara tradisional.

Ciri-ciri Foklor lisan
Kedudukan folklor dengan kebudayaan lainnya tentu saja berbeda, agar dapat membedakan antara folklor dengan kebudayaan lainnya, harus diketahui ciri-ciri utama folklor. Berikut ciri-ciri folklor, sebagaimana dikutip dari Buku Ajar Mata Kuliah Folklor oleh Lira Hayu Afdetis Mana:

1.Penyebaran dan pewarisannya biasanya dilakukan dengan lisan, yaitu melalui tutur kata dari mulut ke mulut dari satu generasi ke generasi selanjutnya.
2.Bersifat tradisional, yaitu disebarkan dalam bentuk relatif tetap atau dalam bentuk standar.
3.Berkembang dalam versi yang berbeda-beda. Penyebaran melalui lisan membuat folklor mudah mengalami perubahan. Akan tetapi, bentuk dasarnya tetap bertahan.
4.Bersifat anonim, artinya pembuat sudah tidak diketahui lagi orangnya.
5.Biasanya mempunyai bentuk pola. Kata-kata pembuka folklor misanya "Menurut sahibul hikayat (menurut yang empunya cerita) atau dalam bahasa Jawa misalnya dengan kalimat anuju sawijang dina (pada suatu hari).
6.Mempunyai manfaat dalam kehidupan kolektif. cerita rakyat misalnya berguna sebagai alat pendidikan, pelipur lara, protes sosial, dan cerminan keinginan terpendam.
7.Bersifat pralogis, yaitu mempunyai logika sendiri yang tidak sesuai dengan logika umum. Ciri ini terutama berlaku bagi folklor lisan dan sebagian lisan.
8.Menjadi milik bersama (kolektif) dari masyarakat tertentu.
9.Umumnya bersifat lugu atau polos sehingga seringkali kelihatan kasar atau terlalu sopan. Hal ini disebabkan banyak folklore merupakan proyeksi (cerminan) emosi manusia yang jujur.

PSPS_SLTL_Kelas A_Ganjil_2023/2024 -> Forum Diskusi

oleh Ajeng Annisyah Bela -
Teknik wawancara
1. Pemilihan responden atau calon karyawan harus tepat sasaran
Pemilihan responden atau calon karyawan yang tidak tepat sasaran dapat menyebabkan hasil yang tidak representatif. Selain itu, pemilihan responden atau calon karyawan harus dilakukan dengan cara yang tidak diskriminatif, sehingga tidak ada kecurangan dalam pemilihan.

2. Persiapan wawancara harus dilakukan dengan baik
Persiapan wawancara meliputi pembuatan daftar pertanyaan yang akan diajukan kepada responden atau calon karyawan, serta pembuatan skenario wawancara. Daftar pertanyaan harus disusun dengan baik agar tidak terjadi kebingungan saat wawancara berlangsung, sedangkan skenario wawancara harus dibuat agar wawancara dapat berlangsung secara efektif dan efisien.

3. Memperhatikan Beberapa Hal dalam Wawancara
Saat melakukan wawancara, perlu diperhatikan beberapa hal agar wawancara berlangsung dengan baik. Pertama, wawancara harus dilakukan dengan cara yang santun dan tidak menyinggung perasaan responden atau calon karyawan. Kedua, wawancara harus dilakukan dengan cara yang membuat responden atau calon karyawan merasa nyaman dan tidak tertekan. Ketiga, wawancara harus dilakukan dengan cara yang membuat responden atau calon karyawan merasa terlibat secara aktif dalam proses wawancara.

4. setelah wawancara selesai, perlu dilakukan analisis terhadap hasil wawancara. Analisis hasil wawancara dilakukan dengan cara mengumpulkan dan mengelompokkan data yang diperoleh dari wawancara, kemudian menarik kesimpulan dari data tersebut. Analisis hasil wawancara harus dilakukan dengan cara yang objektif dan tidak memihak, sehingga hasilnya dapat dipercaya.

PSPS_SLTL_Kelas A_Ganjil_2023/2024 -> Forum Diskusi

oleh Ajeng Annisyah Bela -
Jenis-jenis Wawancara
Secara umum, berdasarkan cara pelaksanaannya, wawancara terbagi menjadi tiga jenis yaitu:

1. Wawancara Terstruktur
Jenis pertama dari wawancara adalah wawancara terstruktur atau terpimpin, di mana semua pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan sudah dipersiapkan secara rinci dan lengkap.
2. Wawancara Tidak Terstruktur
Sesuai namanya, wawancara tidak terstruktur adalah kebalikan dari wawancara terstruktur, di mana pertanyaan-pertanyaan yang diajukan bersifat terbuka. Jenis ini juga biasa disebut wawancara bebas sebab pewawancara dapat menanyakan apa saja kepada narasumber.
3. Wawancara Bebas Terpimpin
Jenis terakhir dari wawancara adalah wawancara bebas terpimpin, yaitu gabungan dari kedua jenis wawancara sebelumnya, di mana pewawancara tetap menyiapkan pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan namun secara garis besarnya saja.

Teknik wawancara yang baik
1. Mulai dari tahap persiapan
2. Baca CV dan cover letter kandidat
3. Perkenalkan diri, lowongan pekerjaan,dan perusahaan
4. Amati, lalu catat kelebihan dan kekurangan kandidat
5. Berikan kesempatan kandidat untuk bertanya
6. Berikan estimasi hasil dan proses selanjutnya.

PSPS_SLTL_Kelas A_Ganjil_2023/2024 -> Forum Diskusi

oleh Ajeng Annisyah Bela -
Sejarah lisan
Sejarah lisan adalah sejarah yang datanya didapat dari sumber lisan. Sumber lisan adalah sumber sejarah berupa tuturan yang tidak tertulis.Di mana sumber tersebut mengandung seluruh informasi yang dapat dijadikan sebagai dasar untuk merekonstruksi atau menyusun kembali peristiwa masa lalu.

Jenis sumber sejarah lisan
1. Kesaksian lisan
Kesaksian lisan adalah sumber data sejarah lisan yang diungkapkam oleh pelaku yang terlibat secara langsung dalam peristiwa sejarah yang berkaitan. Kesaksian lisan biasanya didapat dari wawancara dan disebut sebagai oral history.Pada saat melakukan wawancara dengan saksi sejarah direkam dan ditranskripsikan ke dalam kertas.
2. Tradisi lisan
Jenis sumber data sejarah lisan selanjutnya adalah tradisi lisan. Tradisi lisan adalah data sejarah berupa pesan, kesaksian, atau tuturan yang diturunkan secara turun-menurun dalam suatu tradisi atau kebudayaan.