Posts made by Ajeng Annisyah Bela

PSPS_SLTL_Kelas A_Ganjil_2023/2024 -> Forum Diskusi

by Ajeng Annisyah Bela -
Folklor bukan lisan adalah jenis folklor yang bentuknya bukan berupa lisan, meskipun cara membuatnya mungkin diajarkan secara lisan.
Folklor bukan lisan dapat berupa benda-benda nyata yang ada di dunia, seperti minuman dan obat tradisional contoh lainnya meliputi arsitektur rumah tradisional, kerajinan tangan tradisional, dan berbagai praktik kebudayaan kolektif yang diwariskan secara turun-temurun.Folklor bukan lisan memiliki peran penting dalam memperkaya dan mempertahankan kebudayaan suatu masyarakat.

PSPS_SLTL_Kelas A_Ganjil_2023/2024 -> Forum Diskusi

by Ajeng Annisyah Bela -
Folklor bukan lisan adalah jenis folklor yang bentuknya bukan berupa lisan, meskipun cara membuatnya mungkin diajarkan secara lisan.
Folklor bukan lisan dapat berupa benda-benda nyata yang ada di dunia, seperti minuman dan obat tradisional contoh lainnya meliputi arsitektur rumah tradisional, kerajinan tangan tradisional, dan berbagai praktik kebudayaan kolektif yang diwariskan secara turun-temurun.Folklor bukan lisan memiliki peran penting dalam memperkaya dan mempertahankan kebudayaan suatu masyarakat.

PSPS_SLTL_Kelas A_Ganjil_2023/2024 -> Forum Diskusi

by Ajeng Annisyah Bela -
Folklor lisan merupakan bagian dari warisan budaya lisan yang diwariskan secara turun-temurun melalui lisan, dan sering kali terkait dengan upacara adat. Contoh-contoh folklor lisan meliputi cerita rakyat, nyanyian rakyat, tarian rakyat, kepercayaan, mitos, perilaku kebiasaan, ritual, dan pesta tradisional.

Folklor lisan bersifat pralogis, memiliki logika sendiri yang tidak sesuai dengan logika umum, dan menjadi milik bersama dari masyarakat tertentu.Upacara adat merupakan salah satu bentuk folklor lisan yang memiliki fungsi dalam mendidik dan mewarisi nilai-nilai serta gagasan dari satu generasi ke generasi lainnya.

PSPS_SLTL_Kelas A_Ganjil_2023/2024 -> Forum diskusi

by Ajeng Annisyah Bela -
merupakan bentuk serapan dari kata bahasa Inggris, yaitu folklore. Menurut Alan Dundes, kata folklore merupakan kata majemuk yang berasal dari dua kata dasar, yakni folk dan lore.
Kata folk berarti sekelompok orang yang memiliki ciri-ciri pengenalan fisik, sosial, dan kebudayaan sehingga dapat dibedakan dari kelompok-kelompok sosial lainnya. Ciri-ciri pengenalan fisik tersebut antara lain warna kulit, rambut, mata pencaharian, bahasa, pendidikan, dan agama yang sama.

Sedangkan kata lore diartikan sebagai kebudayaan yang diwariskan secara lisan atau melalui contoh yang disertai gerak isyarat atau alat pembantu pengingat (mnemonic device).

-Ciri-ciri Foklor lisan
Kedudukan folklor dengan kebudayaan lainnya tentu saja berbeda, agar dapat membedakan antara folklor dengan kebudayaan lainnya, harus diketahui ciri-ciri utama folklor. Berikut ciri-ciri folklor, sebagaimana dikutip dari Buku Ajar Mata Kuliah Folklor oleh Lira Hayu Afdetis Mana:

1.Penyebaran dan pewarisannya biasanya dilakukan dengan lisan, yaitu melalui tutur kata dari mulut ke mulut dari satu generasi ke generasi selanjutnya.
2.Bersifat tradisional, yaitu disebarkan dalam bentuk relatif tetap atau dalam bentuk standar.
3.Berkembang dalam versi yang berbeda-beda. Penyebaran melalui lisan membuat folklor mudah mengalami perubahan. Akan tetapi, bentuk dasarnya tetap bertahan.
4.Bersifat anonim, artinya pembuat sudah tidak diketahui lagi orangnya.
5.Biasanya mempunyai bentuk pola. Kata-kata pembuka folklor misanya "Menurut sahibul hikayat (menurut yang empunya cerita) atau dalam bahasa Jawa misalnya dengan kalimat anuju sawijang dina (pada suatu hari).
6.Mempunyai manfaat dalam kehidupan kolektif. cerita rakyat misalnya berguna sebagai alat pendidikan, pelipur lara, protes sosial, dan cerminan keinginan terpendam.
7.Bersifat pralogis, yaitu mempunyai logika sendiri yang tidak sesuai dengan logika umum. Ciri ini terutama berlaku bagi folklor lisan dan sebagian lisan.
8.Menjadi milik bersama (kolektif) dari masyarakat tertentu.
9.Umumnya bersifat lugu atau polos sehingga seringkali kelihatan kasar atau terlalu sopan. Hal ini disebabkan banyak folklore merupakan proyeksi (cerminan) emosi manusia yang jujur.

-Jenis-jenis Foklor:
1. Foklor lisan
2.foklor sebagai lisan
3. Foklor bukan lisan

PSPS_SLTL_Kelas A_Ganjil_2023/2024 -> Forum Diskusi

by Ajeng Annisyah Bela -
-Foklor lisan adalah sebuah tradisi yang disampaikan seutuhnya melalui lisan dari generasi ke generasi selanjutnya.
-Bahasa rakyat adalah contoh dari folklor lisan di Indonesia. Bahasa rakyat yang masuk ke dalam bentuk folklor berupa logat atau dialek bahasa-bahasa Nusantara.Salah satu contohnya adalah logat bahasa Jawa di Indramayu dan sebagian Karawang yang merupakan bahasa Jawa Tengah, tetapi telah terpengaruh bahasa Sunda. Kemudian logat bahasa Sunda di Banten atau logat bahasa Jawa Cirebon. Contoh lainnya, yaitu logat bahasa Sunda Cirebon.
-Ungkapan tradisional adalah ungkapan tradisional merupakan salah satu gejala kebudayaan yang terdapat dalam suatu masyarakat yang mencerminkan kepribadian dan cara berpikir anggota masyarakat pemakainya. Dalam hal ini, peran ungkapan tradisional sangat nyata atau faktual sebagai media komunikasi kepada masing-masing personal sebagai kolektif atau komunitas yang majemuk. Ungkapan tradisional merupakan kalimat atau perkataan yang mengandung kiasan mengenai suatu maksud yang harmoni dengan sudut pandang, sikap, dan tindakan yang berpegang teguh pada peraturan, adat dan kebiasaan yang diturunkan dalam kelompok komunitas.Dalam ungkapan tradisional pada umumnya banyak berisi pendidikan etika, norma-norma sosial, dan nilai-nilai norma perilaku bagi setiap anggota komunitas. Adapun setiap ungkapan dapat dikorelasikan dengan serangkaian cerita dalam narasi yang dikenal dengan folklor.
- Pertanyaan tradisional adalah ungkapan lisan tradisional yang mengandung satu atau lebih unsur pelukisan (descriptive), sepasang dari padanya dapat saling bertentangan dan jawabnya (referent) harus diterka (Georges dan Dundes dalam Danandjaya,1991:33). Menurut Georges dan Dundes (dalam Danandjaya, 1991:33), pertanyaan tradisional dapat digolongkan ke dalam dua kategori umum, yakni: (1)pertanyaan tradisional yang tidak bertentangan (nonopossitional riddles), dan (2) pertanyaan tradisional yang bertentangan (oppositional riddles). Pembagian ini berdasarkan ada atau tidak adanya pertentangan diantara unsur pelukisan.
-Puisi rakyat adalah warisan bangsa berupa puisi, syair, pantun, dan gurindam, yang memiliki nilai pesan moral, agama, dan budi pekerti. Puisi lama biasanya disampaikan dari mulut ke mulut dan biasanya tidak diketahui penulis atau pengarangnya