Posts made by FAALIH MATHUL HAJARIYAH

Nama: Faalih Mathul Hajariyah
NPM : 2258011031
Dalam video tersebut ditampilkan adanya telur yang mengandung racun dioksin ( senyawa beracun hasil pembakaran plastik) yang mana berasal dari kiriman negara maju yaitu Inggris, Amerika serikat, dan Australia. Hal ini terjadi si daerah jawa timur tepatnya desa bangun kabupaten mojokerto. dahulu masyarakat bekerja sebagai petani sawah namun sekarang karena hal tersebut mereka mnjadi petani sampah demi menjaga kebersihan lingkungan di negera indonesia. indonesia manjdi negara penerima sampah ke -4 dari negara maju. sampah yang msuk akan mereka pisahkan, mana yang dapat diolah dan mana yang tidak. yangg dapat diolah kanmereka jual ke pabrik dan yang tidak akan mereka jemur terlebih dahulu atau dijadikan bahan bakar. karena bahan bakar dari plastik memiliki harga jual yang cukup murah.namun, dalam penelitian sampah plastik ini dapat merusak sisitem pernafasan warga desa dan residu pembakaran plastik yang berbentuk mikroplastik juga dapat mencemari air yang di sungai.selain mencemari udara dan air, pembakaran sampah plastik dapat melepaskan dioksin yang dapat meresap dalam telur ayam, sehingga dapat merusak rantai makanan. hal ini sangat merugikan para peternak ayam, diharapkan pemerintah dapat lebih tegas dalam pendefisian nya terhadap sampah.
Nama : Faalih Mathul Hajariyah
NPM : 2258011043

Tingkatan Sikap :
(1) Menerima (receiving) artinya orang yang mau dan memperhatikan stimulus yang diberikan,
(2) Merespon (responding) artinya memberikan jawaban apabila ditanya, mengerjakan tugas yang diberikan
(3) Menghargai (valuing) artinya Mengajak orang lain untuk mengerjakan atau mendiskusikan dengan orang lain terhadap suatu masalah adalah suatu indikasi sikap tingkat tiga
(4) Bertanggung jawab (responsible) artinya Bertanggung jawab atas segala sesuatu yang telah dipilihnya dengan segala resiko adalah mempunyai sikap yang paling tinggi.

Fungsi Sikap :
Sikap mempunyai beberapa fungsi, yaitu:
(1) Fungsi instrumental atau fungsi penyesuaian atau fungsi manfaat, Fungsi
ini berkaitan dengan sarana dan tujuan.
(2) Fungsi pertahanan ego, sikap yang diambil oleh seseorang demi untuk mempertahankan ego atau akunya.
(3) Fungsi ekspresi nilai, sikap yang ada pada diri seseorang merupakan jalan bagi individu untuk mengekspresikan nilai yang ada pada dirinya.
(4) Fungsi pengetahuan Individu mempunyai dorongan untuk ingin mengerti dengan pengalaman-pengalamannya.
Nama : Faalih Mathul Hajariyah
NPM : 2258011043

Pancasila sebagai dasar pengembbangan iptek
IPTEK merupakan sarana guna membantu keperluan manusia dalam kehidupan sehari hari, walaupun demikian penggunaan IPTEK tak selalu untuk hal yang positif, terdapat dampak negatif pula dari pemanfaatan IPTEK ini. Bila dikaitkan dengan dasar dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi rakyat Indonesia yaitu Pancasila, perkembangan IPTEK yang cepat perlu selaras denngan nilai nilai Pancasila. Sila sila Pancasila yang menjadi sistem etika dalam perkembangan IPTEK
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Mengimplementasikan ilmu pengetahuan mencipta yang rasional antara akal dan kehendak. Tidak hanya memikirkan temuan, namun perlu dipertimbangkan tujuan dan akibatnya apakah merugikan atau tidak
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Dalam mengembangkan IPTEK harus bersikap beradab dan bermoral sebagai hasil budaya manusia
3. Persatuan Indonesia
Pengembangan IPTEK hendaknya dapat menumbuhkan rasa nasionalisme
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
Setiap ilmuan memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK, namun perlu menghorrmati dan menghargai kebebasan orang lain. Ilmuan juga harus memiliki sikap yang terbuka, mau menerima kritik
5. Keadilan bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Keadilan dan keseimbangan IPTEK baik dalam hubungannya dengan diri sendiri maupun Tuhannya, manusia dengan manusia, manusia dengan masyarakat bangsa dan Negara, serta manusia dengan alam lingkungannya.
Nama : Faalih Mathul Hajariyah
NPM : 2258011031

Pancasila sebagai sistem nilai acuan, kerangka-kerangka berpikir, pola acuan berpikir atau jelasnya senagai sistem nilai yang dijadikan kerangka landasan, kerangka cara, dan sekaligus arah/tujuan bagi yang menyandangnya sehingga Pancasila menjadi kaidah penuntun dalam pembangunan hukum nasional. Artinya nilai-nilai dasar Pancasila secara normatif menjadi dasar, kerangka acuan, dan tolak ukur segenap aspek pembangunan nasional yang dijalankan di Indonesia. Hal ini sebagai konsekuensi atas pengakuan dan penerimaan bangsa Indonesia terhadap Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional.

Nilai-nilai Pancasila Pancasila meliputi :
(1) Nilai dasar (instrinsik) yaitu pokok yang tidak terikat waktu dan tempat dan bersifat abstrak, mencakup cita-cita, tujuan dan tatanan dasar yang telah ditetapkan oleh the founding fathers;
(2) Nilai instrumental, yaitu penjabaran nilai dasar sebagai arahan kinerja untuk waktu dan kondisi tertentu, bersifat lebih kontekstual dan harus selalu disesuaikan dengan tuntunan zaman mencakup kebijakan, strtaegi organisasi, sistem, rencana dan program berupa peraturan perundang-undangan yang dikembangkan oleh lembaga penyelenggara negara;
(3) Nilai praktis yaitu interaksi antara nilai instrumental dengan situasi kongkrit tempat dan situasi tertentu, bersifat dinamis demi tegaknya nilai instrumental dan menjamin nilai dasar tetap relevan dengan permasalahan utama yang dihadapi masyarakat sesuai dengan zamannya.

Pancasila sebagai sumber nilai dalam pengembangan iptek :
• Pertama, bahwa pengembangan ilmu pengetahuan harus menghormati keyakinan religius masyarakat karena bisa jadi pengembangan iptek tidak sesuai dengan keyakinan religiusnya, teapi hal tersebut tidak usah dipertentangkannya karena keduanya mempunyai logika sendiri.
• Kedua, ilmu pengetahuan ditujukan bagi pengembangan kemanusiaan dan dituntut oleh nilai etis yang berdasarkan kemanusiaan.
• Ketiga, iptek merupakan yang menghomogenisasikan budaya sehingga dapat mempersatukan masyarakat dan memperkokoh pembangunan dan identitas nasional.
• Keempat, Prinsip demokrasi akan menuntut bahwa pengusaan iptek harus merata kesemu lapisan masyarakat karena pendidikan adalah tuntutan masyarakat.
• Kelima, Kesenjangan dalam penguasaan iptek harus dipersempit terus menerus sehingga semakin merata sebagai salah satu prinsip keadilan.

Sehingga urgensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Setiap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang dikembangkan di Indonesia haruslah berdasar dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
2. Setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek.
3. Pancasila dijadikan sebagai rambu-rambu normatif dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia agar nantinya mampu mengendalikan diri serta tidak keluar dari cara berpikir bangsa Indonesia.