Kiriman dibuat oleh nadia edira

BK kls 3A 2023 -> FORUM DISKUSI -> TOPIK DISKUSI -> Re: TOPIK DISKUSI

oleh nadia edira -
1. - Pendekatan krisis/kuratif, pendekatan ini diarahkan kepada individu yang mengalami krisis atau masalah.
- Pendekatan remedial, pendekatan ini diarahkan kepada individu yang mengalami kesulitan dalam belajar atau perilaku.
- Pendekatan preventif, pendekatan ini diarahkan kepada individu yang belum mengalami masalah atau kesulitan.
- Pendekatan perkembangan, pendekatan ini menekankan pada pengembangan potensi dan kekuatan yang ada pada individu.

2. - Mengajar
- Pemberian informasi
- Bermain peran
- Melatih
- Tutorial
- Konseling

3. - Bimbingan dan konseling dibutuhkan oleh semua
anak
- BK berfokus dalam mengembangkan kegiatan belajar anak
- Guru pendamping merupakan fungsionaris bersama dalam program bimbingan
perkembangan
- Kurikulum yang terencana dan terorganisasi merupakan komponen penting dalam bimbingan perkembangan
- Bimbingan perkembangan memperhatikan aspek perkembangan penerimaan diri, pemahaman diri dan pengayaan diri anak
- Bimbingan dan konseling perkembangan membantu mendorong proses tumbuh kembang anak
- Bimbingan perkembangan mengakui perkembangan yang terarah daripada akhir perkembangan yang definitif
- Bimbingan perkembangan sebagai kegiatan yang berorientasi pada tim. Peduli dengan identifikasi awal akan kebutuhan khusus dan penerapan aspek-aspek psikologi anak.

4. 4. Unsur-unsur lingkungan perkembangan
• Unsur peluang.
• Unsur pendukung.
• Unsur penghargaan

BK kls 3A 2023 -> FORUM DISKUSI -> topik Diskusi -> Re: topik Diskusi

oleh nadia edira -
1). Tugas Perkembangan Masa Kanak-kanak Akhir dan Anak Sekolah (6-12 tahun)

Belajar memperoleh keterampilan fisik untuk melakukan permainan.
Belajar membentuk sikap yang sehat terhadap dirinya sendiri sebagai makhluk biologis.
Belajar bergaul dengan teman sebaya.
Belajar memainkan peranan sesuai dengan jenis kelaminnya.
Belajar keterampilan dasar dalam membaca, menulis dan berhitung.
Belajar mengembangkan konsep-konsep sehari-hari.
Mengembangkan kata hati.
Belajar memperoleh kebebasan yang bersifat pribadi.
Mengembangkan sikap yang positif terhadap kelompok sosial.

2). Permasalahan dalam Perkembangan Anak Usia Dini: Selama periode perkembangan anak usia dini, ada beberapa permasalahan yang dapat muncul:
1. Keterlambatan perkembangan: Beberapa anak mungkin mengalami keterlambatan dalam mencapai tugas-tugas perkembangan yang diharapkan. Ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk masalah kesehatan atau lingkungan yang tidak mendukung.
2. Stres dan trauma: Anak-anak dapat terpengaruh oleh situasi stres atau trauma, seperti perceraian orang tua, kekerasan dalam rumah tangga, atau kematian anggota keluarga.
3. Keterbatasan dalam lingkungan:Faktor lingkungan seperti kurangnya akses ke permainan atau pendidikan awal yang baik dapat mempengaruhi perkembangan anak.
4. Gangguan perkembangan:Beberapa anak mungkin menghadapi gangguan perkembangan seperti autisme atau gangguan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD).
5. Pengaruh media dan teknologi: Paparan yang berlebihan pada media dan teknologi dapat memengaruhi perkembangan sosial dan kognitif anak-anak.
Penting bagi orang tua, pendidik, dan ahli kesehatan anak untuk memahami tugas perkembangan dan mengenali permasalahan yang mungkin muncul. Intervensi dini dan dukungan yang tepat dapat membantu anak-anak melewati periode perkembangan ini dengan sukses.

BK kls 3A 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

oleh nadia edira -
1). Perspektif biologis-tempramen
,perspektif biologis -tempramen ini berfokus pada kesesuaian temperamen dan kondisi pengasuhan serta pentingnya agen sosialisasi, seperti orang tua dan guru, mengubah praktik mereka agar “sesuai” dengan karakteristik temperamental anak, dengan sedikit perhatian diberikan pada kontribusi pengalaman terhadap perkembangan temperamen. (misalnya, bagaimana dukungan orang tua dapat membantu anak-anak mengurangi kecenderungan reaksi ketakutan mereka terhadap lingkungan yang menantang). Meski demikian, argumen Thomas dan Chess, serta argumen Rothbart dan Lerner, memberikan landasan bagi eksplorasi faktor lingkungan, termasuk budaya, dalam perkembangan temperamen dan hubungannya dengan penyesuaian sosial dan psikologis.

2). Tahapan Psikoseksual (Sigmund Freud) Fase Lisan (0-1 Tahun) Sumber Kenikmatan utama bayi melibatkan aktivitas yang berpusat pada mulut, seperti menelan (makan, minum) dan menghisap (menyusu, memasukkan jari-jari tanagn ke mulut). Fase Anal (1-3 Tahun) Anak mendapatkan kepusan seksual dengan menahan atau melepaskan feses. Zona kepuasnnya adalh daerah anal dan toilet pelatihan merupakan aktivitas penting Fase Falik (3 6 Tahun) Anak menjadi lengket dengan hiasan tua dari jenis kelamin berlainan dan kemudian identifikasinya dengan orang tua berjenis kelamin sama. Superego berkembang. Zona kepuasannya bergeser kedaerah genital. Periode Laten (6- 12 Tahun) Masa yang relatif tenang diantara tahapan-tahapan yang lebih bergelora. Fase Kelamin (12 Tahun ke atas) Kemunculan kembali dorongan tahap seksual falik, disalurkan ke kematangan seksualitas masadewasa.
Tahapan Psikososial (Erik Erikson) Kepercayaan dasar VS Ketidakpercayaan (lahir hingga 12-18 Bulan) Bayi mengembangkan perasaan bahwa dunia merupakan tempat yang baik dan aman. Hikmah Harapan. Otonomi (Kemandirian) VS Rasa malu dan ragu (12-18 Bulan hingga 3 Tahun) Anak mengembangkan keseimbangan kemandirian dan kepuasan diri terhadap rasa malu dan keraguan. Hikmah Kehendak. Inisiatif VS Rasa bersalah (3 hingga 6 Tahun) Anak mengembangkan inisiatif ketika mencoba aktivitas baru dan tidak terlalu terbebani oleh rasa bersalah. Hikmah Tujuan. Industri VS inferioritas (6 12 Tahun) Anak harus belajar keterampilan budaya atau menghadapi perasaan tidak kompeten.

3). Teori belajar Skinner didasarkan atas gagasan bahwa belajar adalah fungsi perubahan perilaku individu secara jelas. Perubahan perilaku tersebut diperoleh sebagai hasil respon individu terhadap kejadian (stimulus) dari lingkungan.
Watson mendefinisikan belajar sebagai proses interaksi antara rangsangan dan tanggapan, tetapi rangsangan dan tanggapan yang dimaksud harus dapat diamati dan diukur. Dia mengakui bahwa perubahan mental terjadi ketika seseorang belajar, tetapi menganggap faktor-faktor ini tidak dapat diamati dan karena itu tidak perlu.
Teori belajar sosial Albert Bandura menyimpulkan bahwa manusia mengambil informasi dan memutuskan tingkah laku yang akan diadopsi berdasarkan lingkungan dan tingkah laku orang lain yang ada disekitarnya (Suardi, 2018).

4.) Teori perkembangan kognitif Jean Piaget atau teori Piaget menunjukkan bahwa kecerdasan berubah seiring dengan pertumbuhan anak. Perkembangan kognitif seorang anak bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan, anak juga harus mengembangkan atau membangun mental. Sementara Vygotsky percaya bahwa tingkat kognitif anak-anak akan meningkat melalui instruksi dari individu yang lebih berpengetahuan (scaffolding). Selain itu, Piaget percaya anak-anak hanya akan belajar ketika mereka mencapai asimilasi, akomodasi, dan keseimbangan.

5. Teori ekologi Urie Bronfenbrenner (1917-2005). Dalam teori ini lebih mengedepankan faktor lingkungan daripada faktor biologis. Teori ini menekankan pentingnya dimensi mikro dan makro dari lingkungan yang menjadi tempat hidup anak. Teori ekologi Bronfenbrenner (Bronfenbrenner, 1986, 2004; Bronfenbrenner & Morris, 1998, 2006) menyatakan bahwa perkembangan mencerminkan pengaruh dari sejumlah sistem lingkungan.[1] Adapun sistem lingkungan yang diidentifikasi dalam teori ini yaitu mikrositem, mesosistem, eksosistem, makrosistem, dan kronosistem.

6. Perspektif Evolusionari/ Sosio-biologik -Teori attachment dari Bowlby dan Ainsworth
- teori evolusionari
Bowlby memandang keterikatan sebagai produk proses evolusi Meskipun teori perilaku keterikatan menyatakan bahwa keterikatan adalah proses yang dipelajari, Bowlby dan yang lainnya berpendapat bahwa anak-anak dilahirkan dengan dorongan bawaan untuk membentuk keterikatan dengan pengasuhnya. Ainsworth mengungkapkan dampak mendalam dari keterikatan terhadap perilaku. Dalam studi tersebut, para peneliti mengamati anak-anak berusia antara 12 dan 18 bulan ketika mereka merespons situasi di mana mereka ditinggal sendirian sebentar dan kemudian dipertemukan kembali dengan ibu mereka
- teori sosio-biologik
Dalam konteks teori keterikatan, penting untuk membedakan perilaku keterikatan dan ikatan keterikatan. Perilaku kelekatan adalah perilaku bayi yang mendorong kedekatan dengan sosok kelekatan, seperti tersenyum dan bersuara Namun, ikatan keterikatan digambarkan oleh Ainsworth dan Bowlby bukan sebagai hubungan diadik dan timbal balik antara bayi dan pengasuhnya, melainkan sebagai interpretasi bayi terhadap hubungannya dengan ibunya.

-Teori attachment
Kelekatan (attachment) merupakan istilah yang pertama kali ditemukan oleh seorang psikologi dari Inggris yang bernama John Bowlby. Kelekatan merupakan tingkah laku yang khusus pada manusia, yaitu kecenderungan dan keinginan seseorang untuk mencari kedekatan dengan orang lain dan mencari kepuasan dalam hubungan dengan orang tersebut. terbentuknya kelekatan (attachment), aspek percaya yaitu percaya figur lekat memandang positif diri anak, anak percaya kebaikan hati figur lekat, aspek komunikasi berupa intensitas komunikasi dengan figur lekat dan keterbukaankomunikasi dengan figur lekat, aspek kedekatan dalam arti puas terhadap kualitas hubungandengan figur lekat juga afiliasi dengan figur lekat.

7). Teori perkembangan moral yang dikemukakan oleh Kohlberg menunjukkan bahwa sikap moral bukan hasil sosialisasi atau pelajaran yang diperoleh dari kebiasaan dan hal-hal lain yang berhubungan dengan nilai kebudayaan. Tahap-tahap perkembangan moral terjadi dari aktivitas spontan pada anak-anak.

BK kls 3A 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

oleh nadia edira -
1).Karakteristik Perkembangan AUD
Perkembangan bersifat multidimensional yang meliputi perkembangan dimensi fisik, kognitif, dan sosial. Perkembangan bersifat integral, menyeluruh dan antardimensi saling berkaitan. Dengan demikian, dalam menjabarkan perkembangan seseorang, harus tergambarkan dimensi-dimensi perkembangan yang saling terkait tersebut. Perkembangan berlangsung secara berkesinambungan. Proses perkembangan dimulai sejak masa prenatal sampai akhir hayat. Perkembangan muncul sebagai akibat dari interaksi, perkembangan terjadi jika seseorang berespons terhadap belajar dari atau mencari afeksi dari lingkungan biofisik maupun sosialnya.
Perkembangan itu terpola, tetapi unik bagi setiap orang. Semua anak berkembang mengikuti tahapan atau garis besar perkembangan manusia, namun laju dan kualitas perkembangan itu sendiri berbeda untuk setiap orang.

2). Ciri Perkembangan AUD
a. Bersifat egosentris naif Seorang anak yang egosentris naif memandang dunia luar dari pandangannya sendiri, sesuai dengan pengetahuan dan pemahamannya sendiri, dibatasi oleh perasaan dan pikirannya yang masih sempit. Anak sangat terpengaruh oleh akalnya yang masih sederhana sehingga tidak mampu menyelami perasaan dan pikiran orang lain.
b. Relasi sosial yang primitif Relasi sosial yang primitif merupakan akibat dari sifat egosentris yang naif. Ciri ini ditandai oleh kehidupan anak yang belum dapat memisahkan antara keadaan dirinya dengan keadaan lingkungan sosial sekitarnya. Artinya anak belum dapat membedakan antara kondisi dirinya dengan kondisi orang lain atau anak lain di luar dirinya.
c. Kesatuan jasmani dan rohani yang hampir tidak terpisahkan Dunia lahiriah dan batiniah anak belum dapat dipisahkan, anak belum dapat membedakan keduanya. Isi lahiriah dan batiniah masih merupakan kesatuan yang utuh.
d. Sikap hidup yang fisiognomis Anak bersikap fisiognomis terhadap dunianya, artinya secara langsung, anak memberikan atribut/sifat lahiriah atau sifat konkret, nyata terhadap apa yang dihayatinya.

3).Prinsip perkembangan AUD
a.Perkembangan merupakan proses yang tidak pernah berhenti ( neverending process ) artinya, manusia secara terus menerus berkembang dipengaruhi oleh pengalaman atau belajar.
b.Semua aspek perkembangan saling mempengaruhi artinya semua aspek perkembangan individu baik fisik,emosi, intelegensi, maupun sosialsaling mempengaruhi jika salah satu aspek itu tidak ada.
c. Perkembangan itu mengikuti pola atau arah tertentu artinya perkembangan terjadi secara teratur sehingga hasil perkembangan dari tahap sebelumnyayang merupakan prasyarat bagi perkembangan selanjutnya

4).aspek-aspekperkembangan AUD
Aspek Perkembangan Nilai Agama dan Moral
Aspek perkembangan pertama dan yang paling utama untuk diajarkan kepada anak adalah nilai agama dan moral. Anak perlu mengenal agama dan menjalankan ibadah agar lebih memahami arah hingga tujuan mereka dengan baik sejak dini. Belajar agama dan moral banyak manfaat serta menanamkan sikap-sikap baik pada anak seperti menolong sesama, bersikap jujur, sopan, menghormati orang yang lebih tua, hingga toleransi dengan penganut agama yang berbeda.
- Aspek Perkembangan Fisik-Motorik
Perkembangan fisik dan perilaku keselamatan. Hal ini meliputi tinggi badan, lingkar kepala, dan berat badan yang sesuai dengan ukuran anak seumuran. Anak juga memiliki motorik halus baik yang meliputi kemampuan mereka dalam menggunakan alat untuk ekspresi diri dan juga eksplorasi. Contohnya yaitu menggunakan pensil, bermain dengan boneka dan lain sebagainya.
Tidak hanya itu, anak juga perlu memiliki motorik kasar yang baik. Hal ini meliputi kemampuan tubuh dalam berkoordinasi antar anggota tubuh. Contohnya yaitu menjaga keseimbangan, lincah, dan juga lentur sesuai peraturan. Bunda dapat melatih motorik kasar anak dengan mengajak mereka berolahraga
- Aspek Perkembangan Kognitif
Salah satu tanda bahwa aspek kognitif anak berkembang ialah dia mampu berpikir logis dengan mengenal perbedaan, klasifikasi, perencanaan, pola, inisiatif, dan sebab akibat.
- Aspek Perkembangan Bahasa
Anak dapat mengerti berbagai hal yang dimaksud oleh orang tua seperti cerita, aturan, perintah dan juga menghargai bacaan. Tidak sampai di situ, bahasa juga meliputi bagaimana cara Si Kecil berbahasa dengan baik seperti tanya jawab, memahami bentuk dan juga bunyi dari masing-masing huruf juga angka.
- Aspek Perkembangan Sosial-Emosional
Perkembangan emosi anak usia pada usia dini menjadi hal yang perlu diperhatikan karena berperan penting dan terkait erat dengan pengenalan diri anak juga orang sekitar. Aspek ini juga mengajarkan anak arti dari tanggung jawab, hak-hak, hingga aturan bagi mereka dan orang lain.
- Aspek Perkembangan Seni
Aspek terakhir pada perkembangan anak adalah seni. Setiap anak yang terlahir bersifat imajinatif dan memiliki sisi seni mereka sendiri. Anak akan tertarik untuk mengekspresikan diri dan juga mulai mengeksplorasi diri dalam banyak hal dari sisi kesenian. Contohnya yaitu musik, lukisan, kerajinan, drama dan masih banyak lagi yang lainnya.

5). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan
Pertumbuhan anak sangat dipengaruhi oleh faktor keturunan dan juga faktor lingkungan. Faktor keturunan menentukan cara kerja hormon yang mengatur pertumbuhan fisik yang dikeluarkan oleh lobus anterior dari kelenjar pituitary (suatu kelenjar kecil yang terletak di dasar sebelah bawah otak). Bila menghendaki pertumbuhan jasmani yang normal, maka kelenjar ini harus mampu menghasilkan hormon pertumbuhan dalam jumlah yang dibutuhkan dan pada waktu yang tepat. Bila jumlah hormonnya kurang, maka pertumbuhan akan berhenti lebih awal dari normal, sebaliknya jika terlalu banyak maka tubuh orang ini akan tumbuh melebihi ukuran yang normal. Lingkungan juga dapat berpengaruh terhadap pembentukan ukuran tubuh anak, baik lingkungan pralahir maupun lingkungan pascalahirnya. Kondisi ibu sedang hamil akan sangat mempengaruhi pertumbuhan janinnya, seperti kurang gizi, merokok, tekanan batin dan masih banyak lagi yang mungkin terjadi dalam lingkungan pralahir. Hal ini ternyata dapat mempengaruhi besar kecilnya ukuran bayi ketika dilahirkan dan pengaruh ini akan berlangsung terus sampai usia anak mencapai ukuran akhirnya.

BK kls 3A 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik diskusi -> Re: Topik diskusi

oleh nadia edira -


1.Jelaskan apa yang kalian ketahui tentang Struktur program bimbingan konseling dan Evaluasi bimbingan perkembangan?

Program konseling dan evaluasi bimbingan perkembangan adalah bagian penting dari pendidikan dan pembimbingan. Strukturnya dapat berbeda-beda tergantung pada tujuan dan lingkungan. Secara umum, program ini melibatkan:

1. Identifikasi Kebutuhan: Penentuan masalah perkembangan siswa yang perlu dibantu.
2. Perencanaan: Pembuatan rencana bimbingan yang mencakup tujuan, metode, dan sumber daya yang diperlukan.
3. Implementasi: Pelaksanaan program dengan melibatkan sesi konseling, pemberian informasi, atau kegiatan bimbingan.
4. Evaluasi: Pengukuran kemajuan siswa dan efektivitas program untuk membuat perbaikan jika diperlukan.
5. Pelaporan: Komunikasi hasil evaluasi kepada siswa, orang tua, dan pihak terkait.
6. Revisi: Menyesuaikan program jika ada perubahan kebutuhan atau situasi siswa.

Tujuan utamanya adalah membantu siswa dalam pengembangan potensi mereka dan mengatasi masalah yang dapat menghambat perkembangan mereka.