Kiriman dibuat oleh Denaya Yuliana putri

Nama:denaya Yuliana putri
Kelas:3A
Npm:2213054011

Cara menyampaikan pesan tertulis dengan sistematis
maka menulis merupakan suatu aktifitas untuk mengaktualisasikan kemampuan diri dan spesialisasi keilmuan kepada publik, karena dari tulisan baik berupa buku maupun sekedar naskah opini dan makalah singkat, pembaca dapat mengetahui kualitas keilmuan yang dimiliki dari spesialisasi keilmuan seseorang. Menulis juga merupakan sarana berkomunikasi yang tidak terbatas oleh waktu dan tempat.
1.Menulis yang efektif dapat dilakukan dengan menemukan suatu objek yang ingin dibicarakan
2.merenungkan gagasan atau idenya secara jelas
3.mengembangkan gagasan-gagasan utamanya secara segar jelas, dan terperinci. Pengarang menuangkannya dalam bentuk kalimat yang baik agar pembaca mampu menghayati gagasan tersebut. Ketika pembaca dapat menghayati dan mendekati apa yang dibayangkan oleh pengarang, maka kalimat tersebut dapat dikatakan efektif
Nama:denaya Yuliana putri
Kelas:3A
Npm:2213054011

berkomunikasi secara lisan dengan baik dan benar harus memperhatikan bagian seperti berikut:
1. Vocabulary (perbendaharaan kata)
2. Intonasi Suara
3. Mimik atau Ekspresi Wajah
4. Penyampaian Pesan
5. Kecerdasan,/pengetahuan
6. Jenis kelamin
7. Lingkungan keluarga
8. Lingkungan budaya
9. Kondisi ekonomi.
Berdasarkan pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa komunikasi yang baik mempengaruhi komunikasi lisan harus diperhatikan sehingga menghasilkan komunikasi lisan yang efektif dan tepat sasaran
Nama: denaya Yuliana putri
Kelas:3A
Npm:2213054011

Model-model proses komunikasi
1,model newcomb
Theodore Newcomb (1953) melihat komunikasi dari pandangan sosial psokologi. Model ini juga dikenal dengan nama model ABX. Model ini menggambarkan bahwa seseorang (A)mengirim informasi kepada orang lain (B)tentang sesuatu (X). Model ini mengasumsikan bahwa orientasi A ke B atau ke X tergantung dari mereka masingmasing. Dan ketiganya memiliki sistem yang berisi empat orientasi.Dalam model ini, komunikasi adalah suatu hal yang lumrahdan efektif yang membuat orang-orang dapat mengorientasikan diri mereka kepada lingkungannya. Ini adalah model Tindakan komunikasi yang disengaja oleh dua orang.
2,model berlo
Model ini hanya memperlihatkan proses komunikasi satu arah dan hanya terdiri dari empat komponen yaitu sumber (Source),pesan (Message), saluran (Channel), dan penerima (Receiver). Sumber adalah pembuat pesan.Pesan adalah gagasan yang diterjemahkan atau kode yang berupa simbol-simbol. Saluran adalah media yang membawa pesan. Dan penerima adalah target dari komunikasi itu sendiri. Menurut model ini, sumber dan penerima dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut :kemampuan berkomunikasi, perilaku,pengetahuan, sistem sosial, dan budaya.Pesan merupakan perluasan yangberdasarkan elemen, struktur, isi,pemeliharaan, dan kode.
3,model stimulus-respon
Model ini merupakan model yang paling dasar dalam ilmu komunikasi.Model ini menunjukan komunikasi sebagai sebuah proses aksi reaksi. Model ini beranggapan bahwa kata-kata verbal,tanda-tanda nonverbal, gambar-gambar, dan tindakan akan merangsang orang lain.
Nama:denaya Yuliana putri
Kelas:3A
Npm:2213054011

Secara umum, komunikasi merujuk pada terjadinya suatu proses yang dilakukan oleh manusia dalam rangka memberikan respon terhadap perilaku ataupun perlambang yang dilakukan oleh manusia lainnya,Komunikasi yang dilakukan bertujuan agar terjadi pengertian bersama. Hal ini sesuai dengan asal kata komunikasi itu sendiri yaitu “communication” atau “communis” yang berarti sama, yaitu sama dalam hal makna, atau berbagi makna.
Fungsi-fungsi komunikasi
Terdapat empat fungsi komunikasi adalah (1) menginformasikan (to inform):Yaitu memberikan informasi kepada masyarakat, memberitahukan kepada masyarakat mengenai peristiwa yang terjadi, ide atau pikiran dan tingkah laku orang lain, serta segala sesuatu yang disampaikan orang lain, ((2) Mendidik (to educate) yaitu : fungsi komunikasi sebagai sarana pendidikan. Melalui komunikasi, manusia dalam masyarakat dapat menyampaikan ide dan pikirannya kepada orang lain sehingga orang lain mendapatkan informasi dan ilmu pengetahuan. (3) Menghibur (to entertain) yaitu: Fungsi komunikasi selain menyampaikan pendidikan, dan mempengaruhi, komunikasi juga berfungsi untuk memberi hiburan atau menghibur orang lain. (4) Mempengaruhi (to influence) yaitu: fungsi mempengaruhi setiap individu yang berkomunikasi, tentunya berusaha saling mempengaruhi jalan pikiran komunikan dan lebih jauh lagi berusaha merubah sikap dan tingkah laku komunikan sesuai dengan apa yang diharapkan.
Unsur-unsur komunikasi
setidaknya harus terdiri dari enam hal, yaitu; sumber,komunikator, pesan, channel, komunikasi itu sendiri, dan efek.

BK kls 3A 2023 -> FORUM DISKUSI -> topik Diskusi -> Re: topik Diskusi

oleh Denaya Yuliana putri -
Nama:Denaya yuliana putri
Kelas:3A
Npm:2213054011

tugas-tugas perkembangan
bagi anak usia dini, yaitu:
1. Kematangan fisik tertentu.
2. Tuntutan masyarakat secara kultural.
3. Tuntutan yang berasal dari keinginan individu sendiri.
4. Tuntutan norma agama (LN,2014).
Tugas perkembangan, yaitu:
1. Adanya kemungkinan perilaku baru yang muncul atau perilaku orang lain yang lebih matang darinya.
2. Memahami konsep baru terhadap dirinya sendiri (identity formation).
3. Mampu menghadapi permasalahan yang ada secara efektif baik dikarenakan dorongan eksternal maupun internal.
4. Keinginan untuk mencapai Langkah selanjutnya dalam perkembangan (motivasi)

Permasalahan dalam perkembangan anak usia dini
1. Retardasi dalam perkembangan, disebabkan karena kondisi fisik dan keterbelakangan mental.
2. Kurangnya kesempatan dalam mempelajari tugas-tugas perkembangan.
3. Kurangnya motivasi bagi anak,Pada masa inilah anak mengalami yang dinamakan critical age (masa kritis). Hal tersebut disebabkan karena masa ini menjadi tolak ukur dalam perkembangan anak dalam jangkapanjang. Selain itu, adanya dukungan lingkungan turut menentukan keberhasilan anak dalam melalui tahapan penting tersebut. Jika gagal,maka perkembangan anak tidak akandapat menuju pada pencapaian perkembangan yang ideal. Pada masa kritis ini, faktor kematangan juga menjadi landasan yang menentukan tingkat keberhasilan anak.