གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Riska Miliasari 2213054031

BK kls 3A 2023 -> FORUM DISKUSI -> topik Diskusi -> Re: topik Diskusi

Riska Miliasari 2213054031 གིས-
Nama : Riska Miliasari
Npm : 2213054031

1. Perkembangan anak usia dini adalah proses pertumbuhan dan perkembangan fisik, kognitif, sosial, dan emosional pada anak-anak mulai dari kelahiran hingga sekitar usia 6 tahun. Perkembangan anak usia dini dapat dibagi menjadi beberapa aspek utama:
-Perkembangan Fisik: Pada usia dini, anak-anak mengalami pertumbuhan fisik yang pesat. Mereka belajar mengendalikan gerakan motorik kasar (seperti berjalan dan melompat) serta motorik halus (seperti menggambar dan menulis).
-Perkembangan Kognitif: Anak-anak usia dini mengembangkan kemampuan kognitif, termasuk daya pikir, pemahaman konsep dasar, dan keterampilan bahasa. Mereka mulai mengenal angka, huruf, warna, dan bentuk.
-Perkembangan Sosial dan Emosional: Anak-anak belajar berinteraksi dengan teman sebaya dan orang dewasa. Mereka mengembangkan keterampilan sosial seperti berbagi, berempati, dan bekerja sama. Emosi mereka mulai berkembang, dan mereka belajar mengelola perasaan seperti kebahagiaan, kesedihan, dan marah.
-Perkembangan Bahasa: Kemampuan berbicara dan memahami bahasa menjadi lebih maju. Anak-anak mulai membangun kosa kata dan kemampuan berkomunikasi.
-Perkembangan Moral: Anak-anak mulai mengembangkan pemahaman tentang nilai, norma, dan etika sosial. Mereka belajar tentang hal-hal seperti kebaikan, keadilan, dan tanggung jawab.

2. Ada beberapa permasalahan umum dalam perkembangan anak usia dini, antara lain:
-Keterlambatan perkembangan: Beberapa anak mungkin mengalami keterlambatan dalam pencapaian milestone perkembangan, seperti berbicara, berjalan, atau berinteraksi sosial.
-Gangguan perkembangan: Anak-anak dapat menghadapi gangguan perkembangan seperti autisme, gangguan perhatian, atau gangguan berbicara yang memerlukan perhatian khusus.
-Kesehatan dan nutrisi: Masalah kesehatan, gizi buruk, atau penyakit kronis dapat memengaruhi perkembangan anak usia dini.
-Gangguan emosional: Anak-anak dapat mengalami kecemasan, depresi, atau gangguan emosional lainnya yang memengaruhi perkembangan mereka.
-Kurangnya stimulasi: Stimulasi kognitif dan sosial yang kurang bisa menghambat perkembangan anak. Ini bisa disebabkan oleh lingkungan keluarga atau pendidikan yang tidak mendukung.
-Gangguan lingkungan: Faktor lingkungan seperti kekerasan dalam rumah tangga, ketidakstabilan keluarga, atau ketidakamanan dapat berdampak negatif pada perkembangan anak.

BK kls 3A 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

Riska Miliasari 2213054031 གིས-
Nama : Riska Miliasari
Npm : 2213054031

1. Teori biologis dalam perspektif temperamen mengemukakan bahwa temperamen seseorang secara signifikan dipengaruhi oleh faktor-faktor biologis. Beberapa teori biologis yang relevan dalam menjelaskan temperamen meliputi:
-Teori Genetik: Teori ini mengemukakan bahwa faktor genetik memainkan peran penting dalam menentukan temperamen seseorang. Seseorang mungkin memiliki kecenderungan temperamen tertentu yang diwariskan dari orang tua mereka.
-Neurobiologi: Temperamen juga terkait dengan perbedaan dalam struktur dan fungsi otak. Misalnya, tingkat aktivitas neurotransmitter tertentu seperti serotonin, dopamine, dan noradrenalin dapat memengaruhi respons emosi dan perilaku individu.
-Hormon: Hormon seperti kortisol (hormon stres) dan hormon seks seperti estrogen dan testosteron dapat memengaruhi temperamen. Perubahan tingkat hormon dalam tubuh dapat memengaruhi mood dan respons emosi.
-Faktor Fisiologis: Faktor-faktor fisik seperti tingkat aktivitas metabolisme, tingkat energi, dan sensitivitas sensoris juga dapat berperan dalam temperamen seseorang.
-Keturunan dan Lingkungan: Sebagian besar penelitian menganggap temperamen sebagai hasil interaksi antara faktor-faktor biologis dan pengalaman lingkungan. Keturunan dapat memengaruhi rentang temperamen yang mungkin dimiliki seseorang, sementara pengalaman lingkungan, seperti pengasuhan dan pengalaman sosial, dapat membentuk cara individu mengekspresikan temperamen mereka.

2. a. Teori Psikoseksual Freud :
Sigmund Freud mengembangkan teori psikoseksual yang menjelaskan bahwa perkembangan psikoseksual anak melibatkan serangkaian tahap. Teori ini terdiri dari lima tahap, yaitu:
-Tahap Oral: Tahap ini terjadi pada usia 0-1 tahun, di mana anak fokus pada stimulasi oral seperti menyusui atau menggigit mainan. Konflik yang mungkin timbul di tahap ini dapat memengaruhi perilaku di masa depan.
-Tahap Anal: Tahap ini terjadi pada usia 1-3 tahun, di mana fokus anak adalah pada pengendalian dan pemahaman fungsi tubuhnya, terutama terkait dengan buang air. Konflik terkait dengan tahap ini berkaitan dengan toilet training.
-Tahap Phallic: Tahap ini terjadi pada usia 3-6 tahun, dan menjadi fokus pada organ kelamin. Freud mengemukakan konsep kompleks Oedipus dan Elektra di tahap ini, yang melibatkan perasaan cemburu dan identifikasi dengan orangtua sejenis kelamin yang dapat memengaruhi perkembangan seksual anak.
-Tahap Laten: Tahap ini terjadi sekitar usia 6-12 tahun, di mana anak mengalami peningkatan dalam perkembangan sosial dan intelektual, sementara hasrat seksualnya tampak surut.
-Tahap Genital: Tahap ini dimulai pada usia remaja dan berlanjut hingga dewasa. Fokus anak beralih ke hubungan seksual dan perkembangan identitas seksual dewasa.

b. Teori psikososial Erik Erikson adalah sebuah teori perkembangan manusia yang mengidentifikasi delapan tahap perkembangan yang berfokus pada konflik psikososial yang harus diatasi oleh individu selama hidup mereka. Berikut adalah gambaran singkat mengenai setiap tahap dalam teori ini:
-Tahap Kepercayaan vs. Ketidakpercayaan (Usia 0-1 tahun)
-Tahap Otonomi vs. Malu dan Rasa Bersalah (Usia 1-3 tahun)
-Tahap Inisiatif vs. Rasa Bersalah (Usia 3-6 tahun)
-Tahap Keindahan vs. Rasa Inferior (Usia 6-12 tahun)
-Tahap Identitas vs. Peran Bercampur (Usia Remaja)
-Tahap Intimasi vs. Isolasi (Usia Dewasa Awal)
-Tahap Produktivitas vs. Kemacetan (Usia Dewasa Pertengahan)
-Tahap Keselamatan vs. Putus Asa (Usia Lansia)

3. -Teori Skinner, yang dikemukakan oleh B.F. Skinner, adalah teori yang berfokus pada pembelajaran perilaku. Skinner mengemukakan bahwa perilaku individu dipengaruhi oleh konsekuensi-konsekuensi dari tindakan mereka.
-Watson mendefinisikan belajar sebagai proses interaksi antara rangsangan dan tanggapan, tetapi rangsangan dan tanggapan yang dimaksud harus dapat diamati dan diukur. Dia mengakui bahwa perubahan mental terjadi ketika seseorang belajar, tetapi menganggap faktor-faktor ini tidak dapat diamati dan karena itu tidak perlu.
-Teori belajar sosial dikenalkan oleh Albert Bandura, menekankan pada komponen kognitif dari pikiran, pemahaman dan evaluasi. Menurut Bandura, Teori belajar sosial sering disebut sebagai jembatan antara teori behavioristik dan kognitivistik karena meliputi perhatian, memori, dan motivasi.

4. -Teori perkembangan kognitif Jean Piaget atau teori Piaget menunjukkan bahwa kecerdasan berubah seiring dengan pertumbuhan anak. Perkembangan kognitif seorang anak bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan, anak juga harus mengembangkan atau membangun mental.
-Teori kognitif menurut Vygotsky yaitu pengetahuan anak yang diperoleh melalui kegiatan interaksi sosial antara individu dengan individu atau individu dengan kelompok dan dalam suatu lingkungan.

5. Teori ekologi menurut Urie Bronfrenbrenner adalah suatu pandangan sosiokultural tentang perkembangan yang mana terdiri dari lima sistem lingkungan, mulai dari masukan interaksi langsung dengan agen-agen sosial (social agents) yang berkembang baik hingga masukan kebudayaan yang berbasis luas.

6. -Attachment adalah ikatan emosional dengan orang lain. Bowlby percaya bahwa ikatan paling awal yang dibentuk oleh anak-anak dengan pengasuhnya memiliki dampak luar biasa yang berlanjut sepanjang hidup. Ia berpendapat bahwa keterikatan juga berfungsi untuk menjaga bayi tetap dekat dengan ibunya, sehingga meningkatkan peluang anak untuk bertahan hidup. Bowlby memandang keterikatan sebagai produk proses evolusi. Meskipun teori keterikatan perilaku menyatakan bahwa keterikatan adalah proses yang dipelajari, Bowlby dan yang lainnya berpendapat bahwa anak-anak dilahirkan dengan dorongan bawaan untuk membentuk keterikatan dengan pengasuhnya
- Dalam penelitiannya pada tahun 1970-an, psikolog Mary Ainsworth memperluas karya asli Bowlby. Penelitiannya yang inovatif tentang "situasi aneh" mengungkapkan dampak mendalam dari keterikatan terhadap perilaku. Dalam studi tersebut, para peneliti mengamati anak-anak berusia antara 12 dan 18 bulan ketika mereka merespons situasi di mana mereka ditinggal sendirian sebentar dan kemudian dipertemukan kembali dengan ibu mereka.
Berdasarkan tanggapan yang diamati para peneliti, Ainsworth menggambarkan tiga gaya utama keterikatan: keterikatan aman, keterikatan ambivalen-tidak aman, dan keterikatan menghindari-tidak aman.

7. Teori perkembangan moral Kohlberg merupakan teori yang berfokus pada bagaimana anak mengembangkan moralitas dan penalaran moral. Teori Kohlberg menyatakan bahwa perkembangan moral terjadi dalam serangkaian enam tahap dan logika moral terutama terfokus pada pencarian dan pemeliharaan keadilan.

BK kls 3A 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

Riska Miliasari 2213054031 གིས-
Nama : Riska Miliasari
Npm : 2213054031

1. Perkembangan anak usia dini adalah periode yang kritis dalam kehidupan seorang anak yang mencakup usia dari lahir hingga sekitar usia 8 tahun. Berikut adalah beberapa karakteristik perkembangan anak usia dini:

a. Perkembangan Fisik:
-Pertumbuhan tubuh yang cepat, termasuk pertumbuhan otot dan tulang.
-Perkembangan motorik kasar dan halus yang penting, seperti berjalan, melompat, dan menggambar.

b. Perkembangan Kognitif:
-Kemampuan kognitif berkembang pesat, termasuk kemampuan untuk memahami konsep dasar matematika dan sains.
-Kemampuan kognitif berfokus pada pengamatan, eksplorasi, dan pemecahan masalah.

c. Perkembangan Bahasa:
-Perkembangan bahasa dan komunikasi yang cepat, termasuk penguasaan kosa kata yang semakin luas.
-Anak mulai mengembangkan kemampuan berbicara, mendengarkan, dan berkomunikasi dengan orang lain.

d. Perkembangan Sosial dan Emosional:
-Anak belajar berinteraksi dengan orang lain dan mengembangkan hubungan sosial.
-Emosi anak mulai berkembang, termasuk pemahaman tentang perasaan diri dan perasaan orang lain.

e. Kemandirian:
-Anak usia dini mulai mengembangkan kemandirian, seperti makan sendiri, berpakaian, dan mengurus diri mereka sendiri dalam berbagai aktivitas sehari-hari.

f. Pertumbuhan Kreativitas:
-Anak cenderung memiliki imajinasi yang kuat dan kemampuan kreatif yang berkembang.
-Mereka sering terlibat dalam permainan berimajinasi dan aktivitas seni.

g. Perkembangan Moral:
-Anak mulai memahami perbedaan antara benar dan salah, meskipun pemahaman moral mereka masih sederhana pada usia ini.

h. Perkembangan Nilai-nilai dan Keyakinan:
Anak mulai mengembangkan pemahaman awal tentang norma sosial, nilai-nilai, dan keyakinan yang diajarkan oleh keluarga dan lingkungan sekitarnya.


2. Terjadinya perubahan dalam aspek fisik (perubahan berat badan dan organ-organ tubuh ) dan aspek psikis (matangnya kemampuan berpikir, mengingat dan berkreasi), terjadinya perubahan dalam proporsi ; aspek fisik (proporsi tubuh anak berubah sesuai dengan fase perkembangannya).

3. Beberapa prinsip-prinsip perkembangan menurut Bredekamp, S. & Copple, C (1997) yaitu :
1. Aspek-aspek perkembangan anak seperti fisik, sosial, emosional, dan kognitif satu sama lain saling terkait secara erat.
2. Perkembangan terjadi dalam suatu urutan.
3. Perkembangan berlangsung dengan rentang yang bervariasi antar anak dan juga antar bidang perkembangan dari masing-masing fungsi.
4. Pengalaman pertama anak memiliki pengaruh kumulatif dan tertunda terhadap perkembangan anak.
5. Perkembangan berlangsung kea rah kompleksitas, organisasi, dan internalisasi yang lebih meningkat.
6. Perkembangan dan belajar terjadi dipengaruhi oleh konteks sosial dan cultural yang majemuk.

4. Aspek-aspek perkembangan anak usia dini :
1). Aspek Perkembangan Nilai Agama dan Moral
Hal ini berfokus dalam menanamkan nilai-nilai dasar, norma-norma yang berlaku hingga kesadaran. Si Kecil perlu mengenal agama dan menjalankan ibadah agar lebih memahami arah hingga tujuan mereka dengan baik sejak dini.
2). Aspek Perkembangan Fisik-Motorik
Aspek fisik motorik ini merupakan segala sesuatu yang langsung berhubungan dengan perkembangan tubuh di kecil.
-Perkembangan fisik dan perilaku keselamatan. Hal ini meliputi tinggi badan, lingkar kepala, dan berat badan yang sesuai dengan ukuran anak seumuran.
-Anak juga memiliki motorik halus baik yang meliputi kemampuan mereka dalam menggunakan alat untuk ekspresi diri dan juga eksplorasi. Contohnya yaitu menggunakan pensil, bermain dengan boneka dan lain sebagainya.
-Tidak hanya itu, anak juga perlu memiliki motorik kasar yang baik. Hal ini meliputi kemampuan tubuh dalam berkoordinasi antar anggota tubuh.
3). Aspek Perkembangan Kognitif
Aspek perkembangan kognitif berhubungan erat dengan akal dan pikiran sehingga jangan heran jika pertumbuhan pada area ini memiliki jangkauan yang sangat luas.
4). Aspek Perkembangan Bahasa
Bahasa menjadi aspek perkembangan anak yang bisa di amati dan latih sejak dini. Anak dapat mengerti berbagai hal yang dimaksud oleh orang tua seperti cerita, aturan, perintah dan juga menghargai bacaan.
5). Aspek Perkembangan Sosial-Emosional
Perkembangan emosi anak usia pada usia dini menjadi hal yang perlu diperhatikan karena berperan penting dan terkait erat dengan pengenalan diri sang anak juga orang sekitar.
6). Aspek Perkembangan Seni
Setiap anak yang terlahir bersifat imajinatif dan memiliki sisi seni mereka sendiri. Anak akan tertarik untuk mengekspresikan diri dan juga mulai mengeksplorasi diri dalam banyak hal dari sisi kesenian. Contohnya yaitu musik, lukisan, kerajinan, drama dan masih banyak lagi yang lainnya.

5. Faktor yang mempengaruhi perkembangan :
1. Faktor perkembangan anak dari pola asuh orangtua
2. Jenis kelamin anak
3. Lingkungan sekitar anak
4. Hormon anak
5. Nutrisi dan gizi yang diberikan menjadi faktor faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak
6. Status sosial dan ekonomi
7. Permainan dan tontonan yang mendidik mempengaruhi perkembangan anak
8. Tingkat polusi
9. Genetik
10. Rekreasi untuk mengenal dunia luas

BK kls 3A 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

Riska Miliasari 2213054031 གིས-
Nama : Riska Miliasari
Npm : 2213054031

1. Bimbingan konseling adalah suatu proses yang bertujuan untuk membantu individu dalam mengatasi masalah, mengembangkan potensi diri, dan mencapai tujuan pribadi atau akademik mereka. Ini melibatkan interaksi antara seorang konselor (penasehat) dan individu atau kelompok yang membutuhkan bantuan dalam berbagai aspek kehidupan mereka, seperti masalah pribadi, emosional, sosial, atau akademik. Tujuan utama dari bimbingan konseling adalah membantu individu mencapai perkembangan diri yang sehat, bahagia, dan produktif.

2. Tujuan bimbingan dan konseling bervariasi tergantung pada kebutuhan individu yang menerima bimbingan. Beberapa tujuan umumnya meliputi:
a. Pengembangan pribadi: Membantu individu mengenali dan mengembangkan potensi pribadi mereka.
b. Pemecahan masalah: Membantu individu dalam mengidentifikasi dan mengatasi masalah pribadi atau emosional.
c. Pengambilan keputusan: Membantu individu dalam mengambil keputusan yang tepat berdasarkan nilai, tujuan, dan kepentingan mereka.
d. Peningkatan hubungan: Membantu individu dalam memperbaiki hubungan dengan orang lain, seperti keluarga, teman, atau rekan kerja.
e. Manajemen stres: Membantu individu dalam mengatasi stres dan mengembangkan strategi untuk mengelola tekanan.
f. Peningkatan kesejahteraan mental: Meningkatkan kesejahteraan psikologis dan emosional individu.
g. Pencapaian tujuan: Membantu individu merumuskan dan mencapai tujuan mereka dalam berbagai aspek kehidupan.
h. Pengembangan keterampilan: Membantu individu memperoleh keterampilan yang diperlukan untuk sukses dalam pekerjaan, pendidikan, atau kehidupan sehari-hari.
i. Pemahaman diri: Membantu individu memahami diri mereka sendiri, termasuk nilai-nilai, kepercayaan, dan motivasi mereka.
j. Krisis dan penanganan trauma: Membantu individu dalam mengatasi krisis atau pengalaman traumatis.

3. Bimbingan dan konseling memiliki beragam fungsi, termasuk:
1). Fungsi Pengembangan Pribadi: Membantu individu untuk mengembangkan potensi pribadi, keterampilan, dan bakat mereka.
2). Fungsi Penyelesaian Masalah: Memberikan bantuan dalam mengatasi masalah pribadi, sosial, atau akademik yang dihadapi individu.
3). Fungsi Pemahaman Diri: Membantu individu memahami diri mereka sendiri, termasuk kekuatan, kelemahan, minat, dan nilai-nilai pribadi.
4). Fungsi Pembimbingan Akademik: Membantu siswa dalam perencanaan karir, pemilihan jurusan, dan pencapaian tujuan akademik mereka.
5). Fungsi Dukungan Emosional: Memberikan dukungan emosional bagi individu yang mengalami stres, kecemasan, depresi, atau masalah emosional lainnya.
6). Fungsi Perbaikan Hubungan: Membantu individu dalam memperbaiki hubungan interpersonal, baik di lingkungan keluarga, sosial, atau pekerjaan.
7). Fungsi Pencegahan: Mencegah terjadinya masalah lebih serius di masa depan dengan memberikan informasi, keterampilan, dan dukungan.
8. Fungsi Konseling Krisis: Memberikan bantuan dalam situasi krisis atau darurat, seperti bunuh diri, kekerasan, atau bencana.

4. Prinsip-prinsip dasar dalam bimbingan konseling meliputi:
-Kepercayaan dan Kerahasiaan: Konselor harus menciptakan lingkungan yang aman dan menjaga kerahasiaan informasi yang dibagikan oleh klien.
-Empati: Konselor perlu memahami perasaan dan pengalaman klien secara empatik untuk membantu mereka lebih baik.
-Non-Diskriminasi: Konselor harus bersikap non-diskriminatif dan menghormati keragaman budaya, gender, agama, dan latar belakang klien.
-Aspek Positif: Fokus pada aspek positif klien dan potensi mereka untuk perubahan dan perkembangan.
-Kemandirian: Mendorong klien untuk mengambil tanggung jawab atas keputusan dan tindakan mereka.
-Pengembangan Diri: Membantu klien dalam proses pengembangan pribadi dan pemecahan masalah.
-Sumber Daya: Membantu klien mengidentifikasi dan menggunakan sumber daya yang tersedia untuk mereka.
-Evaluasi: Mengevaluasi progres klien secara berkala dan menyesuaikan pendekatan bimbingan sesuai kebutuhan.
-Etika Profesional: Mematuhi kode etik profesional dan norma-norma moral dalam praktik konseling.

5. Ruang lingkup bimbingan konseling mencakup berbagai aspek yang dirancang untuk membantu individu dalam pengembangan pribadi, pemecahan masalah, dan perbaikan kesejahteraan psikologis mereka. Ruang lingkupnya meliputi:
-Bimbingan Pribadi: Membantu individu memahami diri mereka sendiri, mengelola emosi, dan meningkatkan persepsi diri.
-Konseling Karier: Memberikan panduan dalam memilih karier, merencanakan perkembangan karier, dan mengatasi masalah karier.
-Bimbingan Pendidikan: Membantu siswa dalam menghadapi masalah belajar, mengembangkan keterampilan akademik, dan mengatasi tantangan pendidikan.
-Konseling Keluarga: Membantu keluarga dalam menyelesaikan konflik, memahami dinamika keluarga, dan mengatasi masalah hubungan.
-Konseling Pasangan: Membantu pasangan dalam memperbaiki hubungan, komunikasi, dan mengatasi konflik.
-Konseling Gaya Hidup: Mengatasi masalah terkait kesehatan mental, stres, kecanduan, dan pola hidup sehat.
-Konseling Trauma dan Krisis: Memberikan dukungan untuk individu yang telah mengalami kejadian traumatis atau krisis.
-Konseling Keuangan: Membantu individu dalam mengelola masalah keuangan dan perencanaan keuangan.
-Konseling Sosial: Membantu individu yang mengalami masalah sosial, seperti isolasi, bullying, atau ketidaksetaraan.

BK kls 3A 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik diskusi -> Re: Topik diskusi

Riska Miliasari 2213054031 གིས-
Nama : Riska Miliasari
Kelas : 3A
Npm : 2213054031

1. Struktur Program Bimbingan Konseling
Struktur program bimbingan diklasifikasikan kedalam empat jenis layanan yaitu: (a) layanan dasar bimbingan; (b) layanan responsif; (c) layanan perencanaan individual, dan (d) layanan dukungan sistem.

a. Layanan Dasar Bimbingan
Layanan dasar bimbingan diartikan sebagai proses pemberian bantuan kepada semua sissa (for all) melalui kegiatan-kegiatan secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka membantu perkembangan dirinya secara optimal. Layanan ini bertujuan untuk membantu semua siswa agar memperoleh perkembangan yang normal, memiliki mental yang sehat, dan memperoleh keterampilan dasar hidupnya, atau dengan kata lain membantu siswa agar mereka dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya..

b. Layanan Responsif
Layanan responsif merupakan pemberian bantuan kepada siswa yang memiliki kebutuhan dan masalah yang memerlukan pertolongan dengan segera. Tujuan layanan responsive adalah membantu siswa agar dapat memenuhi kebutuhannya dan memecahkan masalah yang dialaminya atau membantu siswa yang mengalami hambatan kegagalan dalam mencapai tugas-tugas pperkembangannya. Tujuan layanan ini dapat juga dikemukakan sebagai upaya untuk mengintervensi masalah-masalah atau kepedulian pribadi siswa yang muncul segera dan dirasakan saat itu, berkenaan dengan masalah sosial pribadi, karir dan atau pengembangan masalah pengembangan pendidikan

c. Layanan perencanaan individual
Layanan ini diartikan" proses bantuan kepada siswa agar mampu merumuskan dan melakukan aktifitas yang berkaitan dengan perencanaan masa depannya. Berdasarkan pemahaman akan kelebihan dan kekurangan dirinya, serta pemahaman akan peluang dan kesempatan yang tersedia dilingkungannya". Layanan perencanaan individual bertujuan untuk membantu siswa agar (1) memiliki pemahaman tentang diri dan lingkungannya, (2) mampu merumuskan tujuan, perencanaan, atau pengelolaan terhadap perkembangan dirinya, baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupun karir, dan (3) dapat melakukan kegiatan berdasrkan pemahaman, tujuan, dan rencana yang kelak dirumuskannya.

d. Layanan dukungan sistem
Ketiga komponen program, merupakan pemberian layanan BK kepada siswa secara langsung. Sedangkan dukungan sistem merupakan komponen layanan dan kegiatan manajemen yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada siswa atau memfasilitasi kelancaran perkembangan siswa. Dukungan siswa adalah kegiatan-kegiatan manajemen yang bertujuan untuk memantapkan, memelihara, dan meningkatkan program bimbingan secara menyeluruh melalui pengembangan professional; hubungan masyarakat dan staf, konsultasi dengan guru, staf ahli/penasehat, masyarakat yang lebih luas, manajmen program: penelitian dan pengembangan (Thomas Ellis, 1990),
Program ini memberikan dukungan kepada guru pembimbing dalam memperlancar penyelenggaraan layanan diatas. Sedangkan bagi personel pendidik lainnya adalah untuk memperlancar penyelenggaraan program pendidikan di sekolah. Dukungan sistem meliputi dua aspek yaitu: (1) pemberian layanan dan (2) kegiatan manajemen


2. Evaluasi Bimbingan Perkembangan
Evaluasi bimbingan dan konseling sangat dibutuhkan untuk membenahi program-program yang kurang berhasil. Evaluasi kegiatan bimbingan dan konseling mempunyai dua tujuan yaitu secara umum dan secara khusus. Tujuan umum evaluasi bimbingan dan konseling adalah untuk mengetahui ketercapaian pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. Sedangkan tujuan khusus dari evaluasi bimbingan dan konseling adalah untuk mengetahui ketercapaian program sesuai dengan jabaran atau butir-butir kegiatan program layanan yang telah di susun dalam program bimbingan dan konseling, misalnya: program pengumpulan data, kegiatan bimbingan karir, konseling individual, konseling kelompok dll.
Fungsi evaluasi kegiatan bimbingan konseling adalah memberikan umpan balik kepada guru pembimbing (konselor) untuk memperbaiki atau mengembangkan program bimbingan dan konseling dan memberikan informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan atas perkembangan sikap, perkembangan perilaku, dan perkembangan potensi subyek yang dibimbing.
Aspek dari proses evaluasi kegiatan bimbingan konseling ada dua macam yaitu penilaian proses dan penilaian hasil. Penilaian proses dilihat dari segi bagaimana keefektivan proses layanan bimbingan dan konseling sedangkan penilaian hasil sendiri dilihat dari segi kefektivan hasil layanan bimbingan dan konseling. Untuk aspek-aspek yang perlu dievaluasi dalam program bimbingan dan konseling diantaranya:
1. kesesuaian antara program dan pelaksanaan
2. keterlaksanaan program
3. hambatan-hambatan dalam pelaksanaan program tersebut
4. dampak dari kegiatan bimbingan konseling
5. bagaimana respon yang terjadi
6. personil yang terlibat
7. perubahan-perubahan yang terjadi serta lingkup luasnya.