Posts made by Riska Miliasari 2213054031

Nama : Riska Miliasari
Npm : 2213054031


Menyampaikan dan menerima pesan secara tertulis dengan sistematis membutuhkan perhatian terhadap beberapa langkah penting:

1. Menentukan Tujuan: Pahami dengan jelas apa yang ingin Anda sampaikan atau apa yang ingin Anda ketahui dari pesan tertulis tersebut. Tujuan yang jelas akan membantu Anda fokus dalam penyampaian dan penerimaan pesan.

2. Identifikasi Audiens: Ketahui siapa yang akan membaca pesan Anda. Penyampaian pesan yang baik harus disesuaikan dengan audiens yang dituju. Apakah pesan ditujukan untuk rekan kerja, atasan, teman, atau pihak lain?

3. Rencanakan Struktur Pesan: Susun pesan dengan struktur yang jelas. Biasanya, pesan tertulis memiliki tiga bagian utama: pendahuluan, isi, dan penutup. Pendahuluan biasanya memperkenalkan isi pesan, isi berisi informasi utama, dan penutup bisa berisi ringkasan atau tindakan selanjutnya.

4. Pilih Bahasa yang Tepat: Gunakan bahasa yang sesuai dengan audiens dan tujuan. Hindari bahasa yang ambigu, gunakan tata bahasa yang benar, dan pastikan pesan Anda mudah dimengerti.

5. Gunakan Paragraf dan Poin: Bagi pesan menjadi paragraf dan gunakan poin atau daftar jika perlu. Ini akan membuat pesan lebih mudah dinavigasi dan dipahami.

6. Gunakan Alenia: Gunakan alenia atau kalimat yang menghubungkan paragraf untuk mengatur alur pesan.

7. Periksa Kembali: Selalu periksa kembali pesan sebelum mengirim atau menerima. Pastikan pesan bebas dari kesalahan tata bahasa, ejaan, dan format.

8. Terima dan Tanggapi dengan Tepat: Ketika menerima pesan tertulis, baca dengan cermat. Pastikan Anda memahami pesan tersebut sebelum merespons. Tanggapi pesan dengan jelas dan sesuai dengan isinya.

9. Pertimbangkan Waktu dan Urgensi: Sesuaikan waktu penyampaian dan respons dengan urgensi pesan. Pesan yang penting mungkin memerlukan respons lebih cepat daripada pesan yang kurang penting.

10. Simpan Catatan: Saat menerima pesan tertulis penting, disarankan untuk menyimpan catatan atau arsip untuk referensi di masa depan.
Nama : Riska Miliasari
Npm : 2213054031


Untuk menyampaikan dan mendengarkan pesan secara lisan dengan lancar dan baik, dapat mengikuti beberapa langkah berikut:

a. Persiapan:
-Tentukan tujuan Anda dalam berbicara atau mendengarkan.
-Siapkan materi atau informasi yang akan Anda sampaikan atau yang perlu Anda dengarkan.

b. Berbicara dengan Lancar:
-Jaga kejelasan dalam berbicara. Hindari penggunaan kata-kata yang ambigu atau terlalu teknis jika audiens Anda tidak memahaminya.
-Berbicaralah dengan tenang, pelan, dan dengan volume yang sesuai agar audiens dapat mendengar dengan jelas.
-Gunakan bahasa tubuh dan ekspresi wajah yang mendukung pesan Anda.
-Berlatihlah berbicara di depan cermin atau dengan teman jika perlu.

c. Mendengarkan dengan Baik:
-Fokuskan perhatian Anda pada pembicara dan hindari gangguan.
-Dengarkan dengan penuh perhatian, tanpa memotong pembicara atau menginterupsi.
-Berikan umpan balik sesuai jika diperlukan, seperti mengangguk atau memberikan respon verbal yang sesuai.
-Pertimbangkan bahasa tubuh pembicara dan intonasi suaranya untuk memahami pesannya dengan lebih baik.

d. Bertanya dan Menyampaikan Pertanyaan:
-Gunakan pertanyaan terbuka (pertanyaan yang memerlukan jawaban lebih panjang) untuk memperdalam pemahaman Anda.
-Hindari mengajukan pertanyaan yang bersifat menyerang atau mengkritik saat mendengarkan.

e. Praktek dan Umpan Balik:
-Latihan adalah kunci untuk meningkatkan keterampilan berbicara dan mendengarkan.
-Terima umpan balik dari teman, kolega, atau pelatih untuk memperbaiki kelemahan Anda.

f. Adaptasi:
-Sesuaikan gaya berbicara dan mendengarkan Anda sesuai dengan audiens Anda. Misalnya, Anda mungkin berbicara berbeda di depan teman daripada di depan atasan.
Nama : RISKA MILIASARI
Npm : 2213054031

Beberapa model proses komunikasi yang umum digunakan meliputi:

Model Linier:
Model linier adalah model komunikasi tradisional yang melibatkan pengirim, pesan, saluran, penerima, dan umpan balik.
Prosesnya berjalan sekuensial, di mana pengirim mengirim pesan ke penerima melalui saluran komunikasi.
Model ini sederhana dan mudah dimengerti.

Model Interaksi:
Model interaksi menekankan pentingnya umpan balik dalam proses komunikasi.
Ini menggambarkan komunikasi sebagai pertukaran pesan antara pengirim dan penerima, dengan umpan balik yang memengaruhi pesan selanjutnya.
Model ini mencerminkan dinamika komunikasi yang lebih kompleks.

Model Transaksional:
Model transaksional menganggap bahwa komunikasi adalah pertukaran pesan yang kompleks antara individu yang saling memengaruhi.
Ini menekankan pentingnya konteks, budaya, dan pengalaman pribadi dalam memahami pesan.
Penerima dan pengirim memiliki peran yang berubah selama komunikasi.

Model Berbasis Teknologi:
Model ini mempertimbangkan peran teknologi, seperti media sosial, dalam proses komunikasi.
Teknologi dapat memengaruhi cara pesan disampaikan, diakses, dan diterima.
Model ini relevan dalam era digital.
Nama : Riska Miliasari
Npm : 2213054031

1. Komunikasi adalah proses pertukaran informasi, gagasan, atau pesan antara individu atau entitas. Ini melibatkan penggunaan bahasa, tanda-tanda, simbol, atau media lainnya untuk mengirim pesan dari satu pihak kepada pihak lain. Tujuan komunikasi bisa bermacam-macam, termasuk untuk berbagi informasi, menyampaikan perasaan, memahami orang lain, atau berkoordinasi dalam berbagai konteks, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam bisnis, politik, dan berbagai bidang lainnya.

2. Fungsi komunikasi adalah untuk mengirim dan menerima pesan atau informasi antara individu atau kelompok dengan tujuan untuk berbagi, memahami, atau mempengaruhi orang lain. Ini dapat digunakan untuk menyampaikan ide, membangun hubungan, memecahkan masalah, mendukung kolaborasi, dan mencapai berbagai tujuan komunikasi lainnya. Komunikasi merupakan elemen penting dalam interaksi manusia sehari-hari dan dalam konteks bisnis, pendidikan, sosial, dan banyak aspek kehidupan lainnya.

3. Unsur-unsur komunikasi yang umumnya diidentifikasi dalam konteks komunikasi manusia adalah:
-Pengirim (Sender): Ini adalah individu atau entitas yang memulai proses komunikasi dengan mengirim pesan atau informasi kepada penerima.
-Pesan (Message): Pesan atau informasi yang ingin disampaikan oleh pengirim kepada penerima. Pesan ini dapat berupa teks, ucapan, gambar, atau bentuk komunikasi lainnya.
-Penerima (Receiver): Penerima adalah individu atau entitas yang menerima pesan yang dikirim oleh pengirim. Mereka adalah target dari komunikasi.
-Media atau Saluran (Channel): Media atau saluran adalah cara atau medium yang digunakan untuk mengirim pesan. Ini bisa berupa percakapan langsung, surat, telepon, email, media sosial, dan banyak lagi.
-Konteks (Context): Konteks komunikasi mencakup situasi atau lingkungan di mana komunikasi terjadi. Ini dapat memengaruhi pemahaman pesan.
-Hambatan (Noise): Hambatan adalah gangguan atau gangguan dalam komunikasi yang dapat mempengaruhi pemahaman pesan. Ini bisa berupa gangguan fisik, kebingungan bahasa, atau faktor lainnya.
-Umpan Balik (Feedback): Umpan balik adalah respon yang diberikan oleh penerima kepada pengirim sebagai konfirmasi bahwa pesan telah diterima dan dipahami.
-Tujuan (Purpose): Tujuan komunikasi mengacu pada niat atau alasan mengapa pengirim mengirim pesan kepada penerima. Tujuan dapat bervariasi, seperti untuk memberi informasi, meyakinkan, menghibur, atau instruksi.
Nama : Riska Miliasari
Kelas : 3A
Npm : 2213054031


1. Pendekatan perkembangan dalam bimbingan konseling PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) bertujuan untuk membantu anak-anak dalam tahap perkembangan awal mereka. Beberapa pendekatan yang dapat digunakan dalam bimbingan konseling PAUD meliputi:
-Pendekatan Piaget: Fokus pada tahap-tahap perkembangan kognitif anak, seperti sensorimotor, praoperasional, konkret-operasional, dan formal-operasional.
-Pendekatan Erikson: Berkaitan dengan perkembangan psikososial anak, seperti tahap-tahap trust vs. mistrust, autonomy vs. shame, dan lainnya.
-Pendekatan Vygotsky: Menekankan interaksi sosial dan peran lingkungan dalam perkembangan anak.
-Pendekatan Behavioristik: Fokus pada pengendalian perilaku anak melalui penguatan positif dan negatif.
-Pendekatan ekologi: Mengacu pada hubungan kompleks antara anak, keluarga, dan lingkungan.

2. Pendekatan bimbingan konseling dalam PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) melibatkan sejumlah teknik yang sesuai dengan perkembangan anak usia dini. Berikut beberapa teknik yang biasa digunakan dalam pendekatan ini:
-Bermain dan Aktivitas Kreatif: Anak-anak usia dini belajar melalui bermain dan aktivitas kreatif. Konselor PAUD dapat menggunakan permainan dan kegiatan kreatif untuk membantu anak mengungkapkan perasaan, memecahkan masalah, dan mengembangkan keterampilan.
-Observasi: Konselor mengamati perilaku dan interaksi anak-anak untuk memahami kebutuhan dan masalah yang mungkin mereka alami. Observasi membantu dalam penilaian awal dan perencanaan intervensi yang sesuai.
-Cerita dan Dongeng: Menggunakan cerita dan dongeng adalah cara yang efektif untuk mengajarkan nilai-nilai, mengatasi masalah, dan mengkomunikasikan pesan penting kepada anak-anak.
-Pertanyaan Terbuka: Mengajukan pertanyaan terbuka membantu anak untuk berbicara lebih banyak dan mengungkapkan perasaan mereka. Ini membantu konselor memahami kekhawatiran atau masalah yang mungkin mereka hadapi.
-Pendekatan Play Therapy: Terapi bermain melibatkan penggunaan mainan dan permainan untuk memungkinkan anak-anak mengekspresikan diri mereka dan mengatasi masalah mereka. Ini adalah metode yang umum dalam konseling PAUD.
-Konseling Kelompok: Konseling dalam kelompok kecil dapat membantu anak-anak berinteraksi dengan teman sebaya dan belajar keterampilan sosial, seperti berbagi, berkomunikasi, dan bekerja sama.
-Pendekatan Keluarga: Melibatkan orang tua dan keluarga dalam proses konseling PAUD penting. Konselor dapat memberikan dukungan, edukasi, dan panduan kepada orang tua untuk membantu perkembangan anak secara holistik.
-Metode Kreatif: Menggunakan metode kreatif seperti seni, musik, atau gerakan untuk membantu anak-anak mengungkapkan diri dan memahami emosi mereka.

3. Prinsip-prinsip bimbingan perkembangan adalah panduan dasar yang digunakan dalam membantu individu mencapai perkembangan pribadi yang optimal. Berikut adalah beberapa prinsip utama dalam bimbingan perkembangan:
-Individualitas
-Keterbukaan
-Pertumbuhan dan Perubahan
-Keselarasan
-Penerimaan dan Empati
-Pembinaan Diri
-Keterlibatan Orang Tua dan Lingkungan
-Holistik
-Dukungan
-Evaluasi dan Perbaikan

4. Unsur-unsur lingkungan yang memengaruhi perkembangan individu dapat dibagi menjadi beberapa kategori, termasuk:
-Lingkungan Fisik: Ini mencakup faktor-faktor seperti iklim, geografi, kondisi rumah, dan keberadaan polusi. Lingkungan fisik dapat memengaruhi perkembangan fisik dan kesejahteraan individu.
-Lingkungan Sosial: Ini mencakup keluarga, teman-teman, dan komunitas di sekitar individu. Hubungan sosial, dukungan emosional, dan norma sosial dalam lingkungan sosial dapat berperan dalam perkembangan sosial dan emosional.
-Lingkungan Budaya: Nilai-nilai, norma, bahasa, dan tradisi dalam suatu budaya dapat memengaruhi bagaimana individu memahami diri mereka sendiri dan dunia di sekitar mereka.
-Lingkungan Pendidikan: Lingkungan sekolah dan pendidikan, termasuk kualitas pendidikan, metode pengajaran, dan interaksi dengan guru, memiliki dampak besar pada perkembangan kognitif individu.
-Lingkungan Ekonomi: Tingkat akses individu terhadap sumber daya ekonomi, seperti pekerjaan dan pendapatan, dapat memengaruhi perkembangan ekonomi dan sosial.
-Lingkungan Digital: Di era modern, pengaruh dari teknologi digital dan media sosial juga memainkan peran dalam perkembangan individu, terutama dalam hal interaksi sosial dan perkembangan teknologi.