Posts made by Adila Dhiya Ulhaq

BK kls 3A 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Adila Dhiya Ulhaq -
1. Perspektif biologis-tempramen, Gagasan ini berfokus pada kesesuaian temperamen dan kondisi pengasuhan serta pentingnya agen sosialisasi, seperti orang tua dan guru, mengubah praktik mereka agar “sesuai” dengan karakteristik temperamental anak, dengan sedikit perhatian diberikan pada kontribusi pengalaman terhadap perkembangan temperamen. (misalnya, bagaimana dukungan orang tua dapat membantu anak-anak mengurangi kecenderungan reaksi ketakutan mereka terhadap lingkungan yang menantang). Meski demikian, argumen Thomas dan Chess, serta argumen Rothbart dan Lerner, memberikan landasan bagi eksplorasi faktor lingkungan, termasuk budaya, dalam perkembangan temperamen dan hubungannya dengan penyesuaian sosial dan psikologis.

2. Tahapan Psikoseksual (Sigmund Freud) Fase Lisan (0-1 Tahun) Sumber Kenikmatan utama bayi melibatkan aktivitas yang berpusat pada mulut, seperti menelan (makan, minum) dan menghisap (menyusu, memasukkan jari-jari tanagn ke mulut). Fase Anal (1-3 Tahun) Anak mendapatkan kepusan seksual dengan menahan atau melepaskan feses. Zona kepuasnnya adalh daerah anal dan toilet pelatihan merupakan aktivitas penting Fase Falik (3 6 Tahun) Anak menjadi lengket dengan hiasan tua dari jenis kelamin berlainan dan kemudian identifikasinya dengan orang tua berjenis kelamin sama. Superego berkembang. Zona kepuasannya bergeser kedaerah genital. Periode Laten (6- 12 Tahun) Masa yang relatif tenang diantara tahapan-tahapan yang lebih bergelora. Fase Kelamin (12 Tahun ke atas) Kemunculan kembali dorongan tahap seksual falik, disalurkan ke kematangan seksualitas masadewasa.
Tahapan Psikososial (Erik Erikson) Kepercayaan dasar VS Ketidakpercayaan (lahir hingga 12-18 Bulan) Bayi mengembangkan perasaan bahwa dunia merupakan tempat yang baik dan aman. Hikmah Harapan. Otonomi (Kemandirian) VS Rasa malu dan ragu (12-18 Bulan hingga 3 Tahun) Anak mengembangkan keseimbangan kemandirian dan kepuasan diri terhadap rasa malu dan keraguan. Hikmah Kehendak. Inisiatif VS Rasa bersalah (3 hingga 6 Tahun) Anak mengembangkan inisiatif ketika mencoba aktivitas baru dan tidak terlalu terbebani oleh rasa bersalah. Hikmah Tujuan. Industri VS inferioritas (6 12 Tahun) Anak harus belajar keterampilan budaya atau menghadapi perasaan tidak kompeten.

3. Teori belajar Skinner didasarkan atas gagasan bahwa belajar adalah fungsi perubahan perilaku individu secara jelas. Perubahan perilaku tersebut diperoleh sebagai hasil respon individu terhadap kejadian (stimulus) dari lingkungan.
Watson mendefinisikan belajar sebagai proses interaksi antara rangsangan dan tanggapan, tetapi rangsangan dan tanggapan yang dimaksud harus dapat diamati dan diukur. Dia mengakui bahwa perubahan mental terjadi ketika seseorang belajar, tetapi menganggap faktor-faktor ini tidak dapat diamati dan karena itu tidak perlu.
Teori belajar sosial Albert Bandura menyimpulkan bahwa manusia mengambil informasi dan memutuskan tingkah laku yang akan diadopsi berdasarkan lingkungan dan tingkah laku orang lain yang ada disekitarnya (Suardi, 2018).

4. Teori perkembangan kognitif Jean Piaget atau teori Piaget menunjukkan bahwa kecerdasan berubah seiring dengan pertumbuhan anak. Perkembangan kognitif seorang anak bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan, anak juga harus mengembangkan atau membangun mental. Sementara Vygotsky percaya bahwa tingkat kognitif anak-anak akan meningkat melalui instruksi dari individu yang lebih berpengetahuan (scaffolding). Selain itu, Piaget percaya anak-anak hanya akan belajar ketika mereka mencapai asimilasi, akomodasi, dan keseimbangan.

5. Teori ekologi dicetuskan oleh Urie Bronfenbrenner (1917-2005). Dalam teori ini lebih mengedepankan faktor lingkungan daripada faktor biologis. Teori ini menekankan pentingnya dimensi mikro dan makro dari lingkungan yang menjadi tempat hidup anak. Teori ekologi Bronfenbrenner (Bronfenbrenner, 1986, 2004; Bronfenbrenner & Morris, 1998, 2006) menyatakan bahwa perkembangan mencerminkan pengaruh dari sejumlah sistem lingkungan.[1] Adapun sistem lingkungan yang diidentifikasi dalam teori ini yaitu mikrositem, mesosistem, eksosistem, makrosistem, dan kronosistem.

6. Perspektif Evolusionari/ Sosio-biologik -Teori attachment dari Bowlby dan Ainsworth
• teori evolusionari
Bowlby memandang keterikatan sebagai produk proses evolusi Meskipun teori perilaku keterikatan menyatakan bahwa keterikatan adalah proses yang dipelajari, Bowlby dan yang lainnya berpendapat bahwa anak-anak dilahirkan dengan dorongan bawaan untuk membentuk keterikatan dengan pengasuhnya. Ainsworth mengungkapkan dampak mendalam dari keterikatan terhadap perilaku. Dalam studi tersebut, para peneliti mengamati anak-anak berusia antara 12 dan 18 bulan ketika mereka merespons situasi di mana mereka ditinggal sendirian sebentar dan kemudian dipertemukan kembali dengan ibu mereka
• teori sosio-biologik
Dalam konteks teori keterikatan, penting untuk membedakan perilaku keterikatan dan ikatan keterikatan. Perilaku kelekatan adalah perilaku bayi yang mendorong kedekatan dengan sosok kelekatan, seperti tersenyum dan bersuara Namun, ikatan keterikatan digambarkan oleh Ainsworth dan Bowlby bukan sebagai hubungan diadik dan timbal balik antara bayi dan pengasuhnya, melainkan sebagai interpretasi bayi terhadap hubungannya dengan ibunya.

• Teori attachment
Kelekatan (attachment) merupakan istilah yang pertama kali ditemukan oleh seorang psikologi dari Inggris yang bernama John Bowlby. Kelekatan merupakan tingkah laku yang khusus pada manusia, yaitu kecenderungan dan keinginan seseorang untuk mencari kedekatan dengan orang lain dan mencari kepuasan dalam hubungan dengan orang tersebut. terbentuknya kelekatan (attachment), aspek percaya yaitu percaya figur lekat memandang positif diri anak, anak percaya kebaikan hati figur lekat, aspek komunikasi berupa intensitas komunikasi dengan figur lekat dan keterbukaankomunikasi dengan figur lekat, aspek kedekatan dalam arti puas terhadap kualitas hubungandengan figur lekat juga afiliasi dengan figur lekat.

7. Teori perkembangan moral yang dikemukakan oleh Kohlberg menunjukkan bahwa sikap moral bukan hasil sosialisasi atau pelajaran yang diperoleh dari kebiasaan dan hal-hal lain yang berhubungan dengan nilai kebudayaan. Tahap-tahap perkembangan moral terjadi dari aktivitas spontan pada anak-anak.

BK kls 3A 2023 -> FORUM DISKUSI -> topik Diskusi -> Re: topik Diskusi

by Adila Dhiya Ulhaq -
NAMA : Adila Dhiya Ulhaq
NPM : 2253054001

TUGAS PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI
Tugas perkembangan merupakan suatu tugas yang muncul dalam suatu periode tertentu dalam kehidupan individu. Tugas tersebut harus dikuasai dan diselesaikan oleh individu, sebab tugas perkembangan ini akan sangat mempengaruhi pencapaian perkembangan pada masa perkembangan berikutnya.
1) Pada beberapa bulan pertama dari kelahirannya, aspek yang memegang peranan penting dari bayi adalah sekitar mulutnya. Mulut bukan hanya alat untuk makan dan minum, tetapi juga alat komunikasi dengan dunia luar.
2)Pada tahun kedua, seorang bayi telah mulai belajar berdiri sendiri, di samping ketergantungannya yang masih sangat besar terhadap orang tuanya. Bayi berusaha memecahkan beberapa permasalahan yang dihadapinya.
3) Pada tahun keempat dan kelima, anak sudah mencapai kesempurnaan dalam melakukan gerakan seperti berjalan, berlari, meloncat dan sebagainya. Gerakan- gerakan ini sangat berperan sekali dalam perkembangan selanjutnya.


PERMASALAHAN DALAM PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI
1. Permasalahann Fisik
Permasalahan fisik pada anak berkaitan dengan sistem koordinasi dan pancaindra anak. Anak yang mengalami gangguan pada pancaindra, sistem koordinasi gerak, atau mengalami hambatan dalam perkembangan fisik motorik dapat dikatakan mengalami masalah secara fisik.
a. masalah motorik
b. masalah penglihatan
c. masalah pendengaran
d.masalah berbahasa

2. Permasalahann Psiko-sosial
Permasalahan psikologis berkaitan dengan psikologis anak, sedangkan permasalahan sosial berkaitan dengan kemampuan anak dalam membangun interaksi dengan lingkungannya, terutama teman sebayanya. Ada berbagai permasalahan psiko-sosial yangsering dialami oleh anak usia dini yakni:
a.Masalah Sosial-Emosi
b.agresivitas
c.kecemasan
d. ketakutan
e.pemalu
f.ledakan amarah
3. Permasalahann Belajar
Permasalahan belajar yang diungkapkan oleh saomah (2004) berkaitan dengan kesulitan belajar. Disini penulis mengungkapkan bahwa permasalahan belajar bukanlah hanya mengenai kesulitan atau ketidakmampuan anak dalam mencapai atau mengikuti taraf belajar yang telah ditentukan tetapi juga mengenai bakat (keherbakatan). Kesulitan belajar dapat digolongkan menjadi disleksia, diskalkulia, dan disgrafia.

BK kls 3A 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Adila Dhiya Ulhaq -
Nama : Adila Dhiya Ulhaq
NPM : 2253054001

1. Pengertian
Bimbingan dan konseling diartikan sebagai proses interaksi antara konselor (guru BK) dengan konseli (peserta didik) baik secara langsung (tatap muka) ataupun tidak langsung (melalui media internet atau telepon) dalam rangka membantu konseli agar dapat mengembangkan potensi dirinya, memahami,menerima,dan mengarahkan dirinya, serta mewujudkan dirinya dalam mencapai tingkat penkembangan yang optimal

2. Tujuan
1)Menyelaraskan Diri = Membantu individu dalam memahami diri, potensi, minat, dan kepribadian agar bisa mengambil keputusan yang lebih baik.
2) Mengatasi Masalah = Membantu individu dalam mengidentifikasi, memahami, dan mengatasi masalah yang dihadapi, baik dalam kehidupan pribadi, hubungan sosial, atau karir.
3) Meningkatkan Kualitas Hidup = Membantu individu dalam mengembangkan keterampilan sosial, emosional, dan personal untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik.

3. Fungsi
1) konseling individu = Memberikan dukungan dan bimbingan kepada individu untuk memecahkan masalah pribadi, mengembangkan diri, dan meningkatkan kualitas hidup.
2) konseling kelompok = Membantu individu dalam menghadapi dan memecahkan masalah melalui interaksi dalam kelompok yang memiliki tujuan dan kepentingan yang sama.
3) konseling karir = Memberikan informasi dan bimbingan untuk membantu individu dalam menentukan pilihan karir yang sesuai dengan minat, potensi, dan kebutuhan.

4. Prinsip
a). Diperuntukkan bagi semua dan tidak diskriminatif;
b). Proses individuasi:
c). Menekankan pada nilai positif:
d). Tanggung jawab bersama;
e).Mendorong konseli untuk mengambil dan merealisasikan keputusan secara bertanggungjawab;
f). Berlangsung dalam berbagai latar kehidupan:
g). Bagian integral dari pendidikan:
h). Dilaksanakan dalam bingkai budaya indonesia:
i). Bersifat fleksibel dan adaftif serta berkelanjutan;
j). Dilaksanakan sesuai dengan standar dan prosedur profesional bimbingan dan konseling:
k). Disusun berdasarkan kebutuhan konseli.

5. Ruang lingkup
1) bimbingan edukatif
Membantu individu dalam pengembangan potensi akademik, kecerdasan emosional, dan keterampilan sosial.
2) bimbingan karir
Memberikan bimbingan mengenai pilihan jurusan, pekerjaan, serta pengembangan karir di masa depan.
3) bimbingan pribadi
Membantu individu dalam mengatasi masalah pribadi, baik yang berhubungan dengan kesehatan mental, emosi, atau hubungan sosial.

BK kls 3A 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik diskusi -> Re: Topik diskusi

by Adila Dhiya Ulhaq -
Nama : Adila Dhiya Ulhaq
NPM : 2253054001

Struktur progam bimbingan konseling
1) Layanan Dasar Bimbingan
Tujuan layanan dasar bimbingan adalah membantu seluruh siswa dalam mengembangkan keterampilan dasar untuk kehidupan. Komponen ini merupakan landasan bagi program bimbingan perkembangan. Contoh materi program bimbingan materi program di sekolah mencakup :
a. Self-esteem (harga diri);
b. Motivasi berprestasi;
c. Keterampilan pengambilan keputusan merumuskan tujuan dan membuat perencanaan;
d. Keterampilan pemecahan masalah;
e. Keefektifan dalam hubungan antar pribadi; f. Keterampilan berkomunikasi;
2) Layanan Responsif (Responsive Services)
Tujuan kelompok layanan responsif adalah mengintervensi masalah-masalah atau kepedulian pribadi siswa yang muncul segera dan dirasakan saat itu, berkenaan dengan masalah sosial pribadi, karier, dan/atau masalah pengembangan pendidikan. Sekalipun layanan ini merespon
3) Sistem Perencanaan Individual
Tujuan sistem perencanaan individual adalah membimbing siswa untuk merencanakan, memonitor, mengelola rencana pendidikan, karir, dan pengembangan sosial pribadi oleh dirinya sendiri. Konselor dapat menggunakan berbagi nara sumber staf, informasi dan kegiatan, serta memfokuskan nara sumber untuk seluruh siswa dan membantu siswa secara individual untuk mengembangkan dan mengimplementasikan perencanaan pribadi. Melalui sistem perencanaan individual, siswa dapat:
a. Mempersiapkan pendidikan, karir, tujuan sosial pribadi yang didasarkan atas pengetahuan akan dirinya, informasi tentang sekolah, dunia kerja dan masyarakatnya.
b. Merumuskan rencana untuk mencapai tujuan jangka pendek, jangka menengah dan tujuan jangka panjang.
c. Menganalisis apa kekuatan dan kelemahan pada dirinya dalam rangka pencapaian tujuan.
4) Pendukung Sistem (System Support)
Komponen pendukung sistem lebih diarahkan pada pemberian layanan manajemen yang tidak secara langsung bermanfaat bagi siswa layanan mencakup:
a. Konsultasi dengan guru-guru;
b. Dukungan bagi program pendidikan orangtua dan upaya-upaya masyarakat yang berhubungan;
c. Partisipasi dalam kegiatan yang ada di sekolah dalam rangka peningkatan perencanaan tujuan;
d. Implementasi dan program standarisasi instrumen tes; e. Kerja sama dalam melaksanakan riset yang relevan

Evaluasi bimbingan
Evaluasi bimbingan dan konseling sangat dibutuhkan untuk membenahi program-program yang kurang berhasil. Untuk menghasilkan evaluasi bimbingan dan konseling yang tepat kita harus mengetahui tujuan yang akan dicapai serta dari mana evaluasi akan dimulai. Evaluasi bimbingan dan konseling merupakan upaya untuk menentukan derajat kualitas pelaksanaan program kegiatan bimbingan dan konseling. Evaluasi kegiatan bimbingan dan konseling mempunyai dua tujuan yaitu secara umum dan secara khusus. Tujuan umum evaluasi bimbingan dan konseling adalah untuk mengetahui ketercapaian pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. Sedangkan tujuan khusus dari evaluasi bimbingan dan konseling adalah untuk mengetahui ketercapaian program sesuai dengan jabaran atau butir-butir kegiatan program layanan yang telah di susun dalam program bimbingan dan konseling, misalnya: program pengumpulan data, kegiatan bimbingan karir, konseling individual, konseling kelompok dll.

KP AUD 2023 kls A -> FORUM DISKUSI -> TOPIK DISKUSI -> Re: TOPIK DISKUSI

by Adila Dhiya Ulhaq -
Nama : Adila Dhiya Ulhaq
NPM : 2253054001

1) Komunikasi nonverbal merupakan bentuk komunikasi yang menggunakan banyak saluran untuk menyampaikan pesannya. Banyaknya saluran komunikasi
untuk menyampaikan pesan nonverbal mengakibatkan tidak adanya klasifikasi jenis-jenis komunikasi nonverbal secara rigid.
*Postur Tubuh : Postur tubuh merupakan bentuk pesan nonverbal yang bersifat simbolik. Postur tubuh seseorang dapat mengkomunikasikan identitas atau citra diri yang ingin digambarkannya. Postur tubuh seorang tentara berbeda cenderung akan lebih tinggi dan tegap dibandingkan dengan postur tubuh orang lain. Postur tubuh seorang binaraga cenderung akan lebih berotot. Begitu pula postur tubuh seorang peragawati cenderung akan lebih langsing. Meski demikian, postur tubuh juga dapat dibentuk
sesuai dengan citra diri yang ingin ditampilkan. Seseorang yang ingin tampil seperti seorang tentara dapat membentuk postur tubuhnya seperti tentara meski orang tersebut tidak berprofesi sebagai tentara.
*Ekspresi wajah : seseorang dapat menampakkan emosi orang tersebut bahkan dapat menunjukkan makna yang lebih kuat dibandingkan dengan pesan verbal yang disampaikan. Seringkali pesan nonverbal yang disampaikan melalui ekspresi wajah memiliki kekuatan yang lebih besar dibandingkan dengan pesan verbal. Melalui ekspresi wajah ini pula makna sesungguhnya dari pesan verbal yang disampaikan oleh seseorang dapat terlihat. Ekspresi wajah bersifat dinamis. Selain dapat menampilkan emosi yang dirasakanoleh seseorang, raut wajah juga menjadi penanda identitas seseorang yang dapat menunjukkan usia atau karakter orang tersebut.
*Kontak mata : Tatapan mata juga memainkan peran penting dalam komunikasi nonverbal. Cara seseorang melihat, menatap, dan berkedip dinilai bisa menunjukkan berbagai emosi yang ada pada dirinya. Misalnya, ketika Anda bertemu eorang yang Anda sukai atau hormati, biasanya kecepatan berkedip akan meningkat dan pupil mata membesar.Tatapan mata pun sering dijadikan patokan untuk menentukan apakah seseorang sedang berkata jujur atau tidak. Kontak mata yang normal dan stabil sering dianggap sebagai tanda bahwa seseorang mengatatakan kebenaran dan dapat dipercaya. Sebaliknya, jika sedang berbohong, orang akan cenderung mengalihkan tatapannya.

2 ) peranan komunikasi non verbal
*Postur : Bentuk tubuh baik tinggi maupun pendek dapat mempengaruhi suatu niat dalam berkomunikasi, perlu kiranya lawan bicara menyesuaikan postur tubuh yang selaras. Jikalau ada lawan bicara sedang duduk maka sebagai penerima informasi sebaiknya duduk, ketika komunikasi yang dilangsungkan komunikasi hanya dua arah. Oleh karena itu, sikap menunjukkan antusiasme dalam komunikasi bisa dilihat dari cara-cara tubuhnya merespons orang lain.
*Kontak Mata :Tatapan yang dilakukan oleh penyampaian pesan kepada penerima pesan perlu dilakukan, agar penerima pesan merasa dihargai dalam melakukan komunikasi. Rata-rata komunikasi yang dilakukan seorang guru terhadap siswa perlu adanya tatapan yang menyeluruh agar semua siswa merasa dihargai dalam kelas.
* Ekspresi wajah : Adanya bentuk mimik wajah yang dapat dikatakan dengan sebuah ekspresi merupakan suatu satu kesatuan dengan gerakan kepala. Salah satu kejadian jika ada seseorang yang menampakkan kepalanya lagu merunduk diikuti dengan mimik wajah yang kusam atau lesu menandakan bahwa kemurungan dan kepasrahan. Maka dari itu gerakan kepala yang diiringi oleh mimik wajah dapat menampakkan kejadian yang sedang dialami oleh seseorang