Posts made by Nur Adelia Balqis

KP AUD 2023 kls A -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Nur Adelia Balqis -
Nama : Nur Adelia Balqis
NPM : 2213054041

1. Pertahankan Kontak Mata
Kita semua tahu bahwa mata adalah jendela hati, oleh karena itu menjaga kontak mata sangatlah penting dalam menyampaikan atau mendengarkan pesan. Coba bayangkan ketika seorang pembicara yang berbicara di atas panggung tidak mau menatap para audiensnya, melainkan mengarahkan pandangannya ke bawah dan menunduk seperti orang yang sedang bersedih.

2. Perhatikan Vokalik atau Paralanguage
Apa yang dimaksud dengan “Paralanguage” atau “Vokalik”? Vokalik atau paralanguage adalah unsur nonverbal dalam suatu ucapan, atau bisa dikatakan sebagai cara berbicara. Contoh dari paralanguage adalah nada suara, nada keras, nada lembut (lemah) dalam suara, intonasi, kualitas suara dan kecepatan dalam berbicara.
Penyampaian yang baik adalah menggunakan variasi dalam tingkat nada, intonasi atau dengan kata lain menggunakan paralanguage yang tepat. Penggunaan paralanguage atau vokalik bertujuan untuk menghindari penyampaian yang monoton.

3. Perhatikan Cara Pengucapan
Cara kita mengartikulasikan dan mengucapkan kata-kata adalah sesuatu yang penting untuk diperhatikan, tujuannya agar para pendengar dapat memahami kata-kata yang kita sampaikan.
Cara yang bisa kita lakukan untuk melatih pengucapan yang jelas yaitu dengan berbicara dengan menunjukkan gigi. Ketika kita sedang berbicara dan merasa pembicaraan kita sudah semakin cepat, maka kontrol kecepatan suara kita dengan menunjukkan gigi kita kembali ketika berbicara.

4. Jauhi Segala Hambatan Nonverbal di Area
Hambatan nonverbal ini biasanya sesuatu yang menghalangi interaksi kita dengan para audiens, misalnya tangga panggung yang terlalu menjulang tinggi, sehingga kita sulit untuk turun ke bawah panggung dan berinteraksi langsung dengan audiens.
Menggunakan area atau tempat penyampaian pesan dengan mengetahui titik-titik strategis yang tepat akan membuat kita semakin percaya diri dalam menyampaikan pesan. Hasilnya, kita akan terlihat nyaman, aman, santai dan sangat menikmatinya.

5. Lakukan Beberapa Gerakan dan Kuasai Perpindahan yang Baik
Kita perlu memastikan agar setiap kata yang diucapkan dan gerakan yang ditampilkan sama. Jika kata-kata yang disampaikan adalah untuk menyemangati orang lain, maka pergerakan kita juga harus bersemangat.

KP AUD 2023 kls A -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Nur Adelia Balqis -
Nama : Nur Adelia Balqis
NPM : 2213054041

A. Model Komunikasi Linear
Model komunikasi linear adalah model komunikasi yang sangat sederhana dan menggambarkan komunikasi berlangsung secara satu arah. Arus pesan digambarkan bersifat langsung dari pengirim pesan ke penerima pesan. Dalam model komunikasi linear tidak terdapat konsep umpan balik dan penerima pesan bersifat pasif dalam menerima pesan. Model komunikasi yang merujuk pada model komunikasi linear diantaranya adalah model komunikasi Aristoteles, model komunikasi Lasswell, model komunikasi SMCR Berlo, dan model komunikasi Shannon dan Weaver.

B. Model Komunikasi Transaksional
Model komunikasi transaksional adalah model komunikasi yang menekankan pada pentingnya peran pengirim pesan dan penerima pesan dalam proses komunikasi yang berlangsung dua arah. Model komunikasi transaksional mengaitkan komunikasi dengan konteks sosial, konteks hubungan, dan konteks budaya. Dalam model ini digambarkan bahwa kita berkomunikasi tidak hanya sebagai ajang untuk pertukaran pesan melainkan untuk membangun hubungan. Model komunikasi yang merujuk pada model komunikasi transaksional diantaranya adalah model komunikasi transaksional Barnlund.

C. Model Komunikasi Interaksi
Model komunikasi interaksi adalah model komunikasi yang menggambarkan komunikasi berlangsung dua arah. Umumnya model komunikasi interaksi digunakan dalam media baru seperti internet atau media komunikasi modern. Model komunikasi yang merujuk pada model komunikasi interaksi adalah model Osgood dan Schramm. Para ahli telah mengenalkan berbagai macam model komunikasi sebagai upaya untuk menggambarkan dan menjelaskan proses komunikasi serta berbagai faktor yang mempengaruhi arus serta efektivitas komunikasi.

KP AUD 2023 kls A -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Nur Adelia Balqis -
Nama : Nur Adelia Balqis
NPM : 2213054041

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami.
Kata komunikasi berasal dari bahasa latin, communicatus, artinya berbagi atau menjadi milik bersama - mengacu pada upaya yang bertujuan untuk mencapai kebersamaan.
Komunikasi dapat diartikan sebagai proses pemindahan pesan dari komunikator kepada penerima/ komunikan secara langsung atau melalui saluran dalam rangka mengubah atau memengaruhi perilakunya.

- Fungsi :
1. Fungsi sebagai sumber belajar
Sumber belajar memungkinkan peserta didik memahami segala materi pembelajaran yang ada di luar dirinya dan terjadinya proses belajar. Sumber belajar pada hakikatnya merupakan komponen sistem instruksional.
2. Fungsi Semantik
Dalam proses pembelajaran, media pembelajaran mampu menambah perbendaharaan kata (simbol verbal) yang makna atau maksudnya benar-benar dipahami oleh peserta didik (tidak verbalistik).
3. Fungsi Manipulatif Memanipulasi atau menampilkan kembali objek atau kejadian dengan berbagai macam perubahan sesual keperluan, misalnya diubah ukurannya, kecepatannya, warnanya, serta dapat pula diulang-ulang penyajiannya.
4. Fungsi Psikologis Hal dapat menimbulkan perhatian, perasaan, persepsi, daya pikir, imajinasi, dan motivasi mahasiswa terhadap materi dan aktivitas pembelajaran. Media pembelajaran dapat meningkatkan perhatian mahasiswa terhadap materi perkuliahan.
5. Fungsi sosio-kultural Fungsi ini dapat mengatasi hambatan sosio- kultural antar peserta komunikasi pembelajaran yang memiliki karakteristik yang berbeda, khususnya apabila dihubungkan dengan adat, keyakinan, lingkungan, dan pengalaman.

- Unsur :
• Sender : Komunikator yang menyampaikan pesan kepada seseorang atau sejumlah orang.
• Encoding: Penyandaian, yakal proses pengalihan pikiran ke dalam bentuk lambang.
• Message : Pesan yang merupakan seperangkat lambang bermakna yang disampaikan oleh komunikator.
• Media: Saluran komunikasi tempat berlalunya pesan dari komunikator kepada komunikan.
• Decoding: Penguraian sandi, yakni proses di mana komunikan menetapkan makna pada lambang yang disampaikan oleh komunikator kepadanya.
• Receiver: Komunikan yang menerima pesan dari komunikator.
• Response: Tanggapan, seperangkat reaksi dari komunikan setelah diterpa pesa.

KP AUD 2023 kls A -> FORUM DISKUSI -> TOPIK DISKUSI -> Re: TOPIK DISKUSI

by Nur Adelia Balqis -

Nama : Nur Adelia Balqis

NPM : 2213054041


1. - Postur tubuh juga merupakan salah satu jenis komunikasi nonverbal yang dapat menyampaikan banyak informasi. Bila dikombinasikan dengan gerak tubuh tertentu, postur tubuh bisa memberikan banyak informasi. Misalnya, berdiri tegak dengan meletakkan tangan di pinggul cenderung menunjukkan sikap yang tegas dan berkuasa.

- Ekspresi wajah adalah salah satu jenis komunikasi nonverbal yang memiliki peran besar. Saat berkomunikasi, ekspresi wajah seseorang adalah hal pertama yang akan terlihat, bahkan sebelum kita mendengar apa yang akan lawan bicara katakan. Dari ekspresi wajah, ada banyak sekali informasi yang bisa didapatkan.

Ekspresi wajah juga disebut komunikasi nonverbal yang paling universal. Hal ini karena rata-rata orang akan menunjukkan ekspresi wajah yang sama untuk emosi tertentu. Misalnya, rata-rata orang akan cemberut ketika sedang sedih dan tersenyum berseri-seri saat sedang jatuh cinta.


2. Komunikasi non verbal berperan penting dalam proses pengajaran karena dapat meningkatkan kedekatan secara psikologis antara pengajar dengan siswa. Kepekaan terhadap perilaku non verbal siswa dapat dibaca dengan baik sehingga dapat memperkuat hubungan antara pengajar dan siswa dalam pembelajaran.

BK kls 3A 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik diskusi -> Re: Topik diskusi

by Nur Adelia Balqis -
Nama : Nur Adelia Balqis
NPM : 2213054041

Struktur Program BK :
a. Sistematika Program layanan.
Program layanan bimbingan dan konseling di satuan pendidikan disusun sekurang-kurangnya dengan menggunakan sistematika sebagai berikut.
1) Rasional
Perlu dirumuskan dasar pemikiran tentang urgensi bimbingan dan konseling dalam keseluruhan program satuan pendidikan. Rumusan konsep
dasar kaitan antara bimbingan dan konseling dengan pembelajaran/implementasi kurikulum, dampak perkembangan iptek dan konteks sosial budaya hidup masyarakat (termasuk peserta didik), dan hal-hal
lain yang dianggap relevan.
2) Visi dan Misi
Sajian visi dan misi bimbingan dan konseling harus sesuai dengan visi dan misi sekolah madrasah, oleh karena itu sajikan visi dan misi sekolah/madrasah kemudian rumuskan visi dan misi program layanan
bimbingan dan konseling.
3) Deskripsi Kebutuhan
Rumusan didasarkan atas hasil asesmen kebutuhan (need assessment)
peserta didik/konseli dan lingkungannya ke dalam rumusan perilaku-perilaku
yang diharapkan dikuasai peserta didik/konseli.
4) Tujuan
Rumusan tujuan yang akan dicapai disusun dalam bentuk perilaku yang harus dikuasai peserta didik/ konseli setelah memperoleh layanan bimbingan dan konseling.
5) Komponen Program.
Komponen program bimbingan dan konseling di satuan pendidikan
meliputi: (1) Layanan Dasar, (2) Layanan Peminatanan peserta didik dan Perencanaan Individual (3) Layanan Responsif, dan (4) Dukungan sistem.
6) Bidang layanan
Bidang layanan bimbingan dan konseling meliputi pribadi, sosial, belajar dan karir. Materi layanan bimbingan klasikal disajikan secara proporsional sesuai dengan hasil asesmen kebutuhan 4 (empat) bidang
layanan.
7) Rencana Operasional (Action Plan)
Rencana kegiatan (action plans) diperlukan untuk menjamin program
bimbingan dan konseling dapat dilaksanakan secara efektif dan efesien.
Rencana kegiatan adalah uraian detil dari program yang menggambarkan struktur isi program, baik kegiatan untuk memfasilitasi peserta didik/konseli
mencapai kemandirian dalam kehidupannya.
8) Pengembangan Tema/Topik.
Tema/topik ini merupakan rincian lanjut dari identifikasi diskripsi kebutuhan peserta didik dalam aspek perkembangan pribadi, sosial, belajar dan
karir.
Pengembangan Rencana Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling (RPLBK).
RPLBK dikembangkan sesuai dengan tema/topik dan sistematika yang diatur dalam panduan penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan.
9) Evaluasi, pelaporan dan tindak lanjut.
Rencana evaluasi perkembangan peserta didik/konseli didasarkan pada rumusan tujuan yang ingin dicapai dari layanan yang dilakukan. Di samping
itu, perlu dilakukan evaluasi keterlaksanaan program, dan hasilnya sebagai bentuk akuntabilitas layanan bimbingan dan konseling. Hasil evaluasi harus dilaporkan dan diakhiri dengan rekomendasi tentang tindak lanjut pengembangan program selanjutnya.
10) Anggaran biaya.
Rencana anggaran biaya untuk mendukung implementasi program
layanan bimbingan dan konseling disusun secara realistik dan dapat
dipertanggungjawabkan secara transparan. Rancangan biaya dapat memuat kebutuhan biaya operasional layanan bimbingan dan konseling dan pengembangan profesi bimbingan dan konseling.
b. Program Layanan
Program layanan bimbingan dan konseling disusun dan diselenggarakan sebagai berikut.
1) Program Tahunan, yaitu program layanan bimbingan dan konseling meliputi
kegiatan mencakup komponen, strategi dan bidang layanan selama satu tahun ajaran untuk masing-masing kelas rombongan belajar pada satuan pendidikan.
2) Program Semesteran yaitu program layanan bimbingan dan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester merupakan jabaran kegiatan lebih rinci dari program tahunan.

Evaluasi kegiatan Bimbingan Konseling adalah memberikan umpan balik kepada guru pembimbing (konselor) untuk memperbaiki atau mengembangkan program bimbingan dan konseling dan memberikan informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan atas perkembangan sikap, perkembangan perilaku, dan perkembangan potensi subyek yang dibimbing.