Nama : Monica Dian Kristiadi
NPM : 2213054035
Kelas : 3A
1. Perspektif Biologis – Temperamen
= Perspektif Biologis, berfokus pada cara berbagai peristiwa, yang berlangsung dalam tubuh mempengaruhi perilaku, perasaan, dan pikiran seseorang. Perspektif biologis, akan mencoba menganalisis faktor biologis atau akar yang dapat mengarah pada perilaku agresif, yang mungkin sama-sama melibatkan mempertimbangkan cedera otak atau faktor genetik yang dapat menjadi kontributor utama untuk menunjukkan perilaku agresif. Faktor biologis, seperti gen, hormon, dan otak, semuanya berdampak besar terhadap perilaku manusia, seperti usia dan jenis kelamin. Pendekatan biologi percaya bahwa sebagian besar perilaku diwariskan dan memiliki fungsi yang bersifat adaptif (atau evolusioner).
2. Perspektif Psikoanalisis - Teori psikoseksual dari Freud - Teori psikososial dari Erikson
= Menurut Erikson, tahap percaya versus ketidakpercayaan merupakan periode penting dalam kehidupan seseorang karena tahap ini membentuk pandangan kita terhadap dunia dan kepribadian kita. Ketika seorang anak mengembangkan hubungan awal ini, menangis memainkan peran penting dalam membangun ikatan antara pengasuh dan anak. Seorang bayi yang dapat mempercayai ibu atau ayahnya atau memenuhi kebutuhannya akan mengambil rasa percaya diri yang mendasar terhadap dunia (untuk memenuhi kebutuhannya) pada tahap ini. Rasa percaya diri membantu dalam memahami batasan dan batasan. Kegagalan untuk menyelesaikan tahap ini dapat menyebabkan hilangnya kepercayaan dan karena itu menimbulkan rasa takut terhadap dunia yang tidak konsisten.
3. Perspektif Pembelajaran Teori Skinner, Watson dan Bandura
=
a. Teori belajar Skinner didasarkan atas gagasan bahwa belajar adalah fungsi perubahan perilaku individu secara jelas. Perubahan perilaku tersebut diperoleh sebagai hasil respon individu terhadap kejadian (stimulus) dari lingkungan.
b. Watson mendefinisikan belajar sebagai proses interaksi antara rangsangan dan tanggapan, tetapi rangsangan dan tanggapan yang dimaksud harus dapat diamati dan diukur. Dia mengakui bahwa perubahan mental terjadi ketika seseorang belajar, tetapi menganggap faktor-faktor ini tidak dapat diamati dan karena itu tidak perlu. Behaviorisme sendiri baru dimunculkan oleh John Watson di tahun 1913 serta sangat dipengarui oleh penelitian classical conditingoning. Watson mengemukakan bahwa segala perilaku manusia baik itu emosi maupun aktivitas fisik sebenarnya hanya ilusi berasal stimulus serta respon terhadapnya
c. Teori belajar sosial Albert Bandura menyimpulkan bahwa manusia mengambil informasi dan memutuskan tingkah laku yang akan diadopsi berdasarkan lingkungan dan tingkah laku orang lain yang ada disekitarnya. Teori Belajar Sosial (Sosial Learning Theory) menurut Albert Bandura adalah teori belajar sosial atau kognitif sosial serta efikasi diri yang menenjukkan pentingnya proses mengamati dan meniru perilaku, sikap dan emosi orang lain.
4. Perspektif Kognitif - Teori Piaget and Vigotsky
= Jean Piaget memandang dari sudut pandang biologi pada konsep perkembangan kognitif. Pada dasarnya, prinsip utama kecerdasan dan pertumbuhan manusia adalah adaptasi dan pengorganisasian. Dia berpendapat bahwa orang selalu berusaha untuk memiliki keseimbangan dalam pikiran mereka. Adaptasi terjadi ketika anak mengalami gangguan kognitif, yaitu bagaimana anak melihat dunia seperti yang diharapkan dan apa yang dialaminya. Dari bayi baru lahir hingga anak berusia sebelas tahun, baik gen yang diwariskan (alam) maupun pengalaman yang terjadi sepanjang hidup kita (pengasuhan) mempengaruhi perkembangan kognitif. Perkembangan otak manusia memainkan peran penting dalam kehidupan jangka panjang, pembelajaran, dan keterampilan lain yang dibutuhkan.
5. Perspektif Kontekstual - Teori ekologi Bronfrenbrenner
= Teori semantik kontekstual adalah teori semantik yang berasumsi bahwa sistem bahasa itu saling berkaitan satu sama lain di antara unit-unitnya, dan selalu mengalami perubahan dan perkem- bangan. Karena itu dalam menentukan makna, diperlukan adanya penentuan berbagai konteks yang melingkupinya. Konsep Teori Ekologi Bronfenbrenner
Teori sistem ekologi Bronfenbrenner banyak digunakan untuk memahami dampak lingkungan terhadap individu. Teori ini berpandangan bahwa proses perkembangan manusia sangat dipengaruhi oleh peristiwa dan kondisi di lingkungan yang lebih besar. Teori ekologi merupakan sebuah teori yang menekankan pada pengaruh lingkungan dalam perkembangan setiap individu di mana perkembangan peserta didik merupakan hasil interaksi antara alam sekitar dengan peserta didik tersebut.
6. Perspektif Evolusionari/ Sosio-biologik -Teori attachment dari Bowlby dan Ainsworth
= attachment adalah adanya suatu relasi antara figur sosial tertentu dengan suatu fenomena tertentu yang dianggap mencerminkan karakteristik relasi yang unik. Selain itu, attachment juga didefinisikan sebagai ikatan emosional yang kuat antara bayi dan pengasuhnya.
Menurut Bowlby, kelekatan (attachment) merupakan usaha individu mempertahankan kelekatan fisik dan kelekatan emosionalnya terhadap ibu atau pengasuhnya. Menurut Ainsworth kelekatan adalah sebuah ikatan emosional yang dibentuk seorang individu dengan individu lain yang bersifat mengikat terus menerus
7. Perspektif Moral – Teori Kohlberg
= Kohlberg menyatakan bahwa orientasi moral individu terbentang sebagai konsekuensi dari perkembangan kognitif. Anak- anak dan remaja mennyusun pemikiran moralnya seiring dengan perkembanganya dari satu tahap ke tahap berikutnya, dibandingkan hanya secara pasif sekedar menerima norma-norma budaya mengenai moralitas.
Dalam tahap pertama, individu-individu memfokuskan diri pada konsekuensi langsung dari tindakan mereka yang dirasakan sendiri. Sebagai contoh, suatu tindakan dianggap salah secara moral bila orang yang melakukannya dihukum. Semakin keras hukuman diberikan dianggap semakin salah tindakan itu.
NPM : 2213054035
Kelas : 3A
1. Perspektif Biologis – Temperamen
= Perspektif Biologis, berfokus pada cara berbagai peristiwa, yang berlangsung dalam tubuh mempengaruhi perilaku, perasaan, dan pikiran seseorang. Perspektif biologis, akan mencoba menganalisis faktor biologis atau akar yang dapat mengarah pada perilaku agresif, yang mungkin sama-sama melibatkan mempertimbangkan cedera otak atau faktor genetik yang dapat menjadi kontributor utama untuk menunjukkan perilaku agresif. Faktor biologis, seperti gen, hormon, dan otak, semuanya berdampak besar terhadap perilaku manusia, seperti usia dan jenis kelamin. Pendekatan biologi percaya bahwa sebagian besar perilaku diwariskan dan memiliki fungsi yang bersifat adaptif (atau evolusioner).
2. Perspektif Psikoanalisis - Teori psikoseksual dari Freud - Teori psikososial dari Erikson
= Menurut Erikson, tahap percaya versus ketidakpercayaan merupakan periode penting dalam kehidupan seseorang karena tahap ini membentuk pandangan kita terhadap dunia dan kepribadian kita. Ketika seorang anak mengembangkan hubungan awal ini, menangis memainkan peran penting dalam membangun ikatan antara pengasuh dan anak. Seorang bayi yang dapat mempercayai ibu atau ayahnya atau memenuhi kebutuhannya akan mengambil rasa percaya diri yang mendasar terhadap dunia (untuk memenuhi kebutuhannya) pada tahap ini. Rasa percaya diri membantu dalam memahami batasan dan batasan. Kegagalan untuk menyelesaikan tahap ini dapat menyebabkan hilangnya kepercayaan dan karena itu menimbulkan rasa takut terhadap dunia yang tidak konsisten.
3. Perspektif Pembelajaran Teori Skinner, Watson dan Bandura
=
a. Teori belajar Skinner didasarkan atas gagasan bahwa belajar adalah fungsi perubahan perilaku individu secara jelas. Perubahan perilaku tersebut diperoleh sebagai hasil respon individu terhadap kejadian (stimulus) dari lingkungan.
b. Watson mendefinisikan belajar sebagai proses interaksi antara rangsangan dan tanggapan, tetapi rangsangan dan tanggapan yang dimaksud harus dapat diamati dan diukur. Dia mengakui bahwa perubahan mental terjadi ketika seseorang belajar, tetapi menganggap faktor-faktor ini tidak dapat diamati dan karena itu tidak perlu. Behaviorisme sendiri baru dimunculkan oleh John Watson di tahun 1913 serta sangat dipengarui oleh penelitian classical conditingoning. Watson mengemukakan bahwa segala perilaku manusia baik itu emosi maupun aktivitas fisik sebenarnya hanya ilusi berasal stimulus serta respon terhadapnya
c. Teori belajar sosial Albert Bandura menyimpulkan bahwa manusia mengambil informasi dan memutuskan tingkah laku yang akan diadopsi berdasarkan lingkungan dan tingkah laku orang lain yang ada disekitarnya. Teori Belajar Sosial (Sosial Learning Theory) menurut Albert Bandura adalah teori belajar sosial atau kognitif sosial serta efikasi diri yang menenjukkan pentingnya proses mengamati dan meniru perilaku, sikap dan emosi orang lain.
4. Perspektif Kognitif - Teori Piaget and Vigotsky
= Jean Piaget memandang dari sudut pandang biologi pada konsep perkembangan kognitif. Pada dasarnya, prinsip utama kecerdasan dan pertumbuhan manusia adalah adaptasi dan pengorganisasian. Dia berpendapat bahwa orang selalu berusaha untuk memiliki keseimbangan dalam pikiran mereka. Adaptasi terjadi ketika anak mengalami gangguan kognitif, yaitu bagaimana anak melihat dunia seperti yang diharapkan dan apa yang dialaminya. Dari bayi baru lahir hingga anak berusia sebelas tahun, baik gen yang diwariskan (alam) maupun pengalaman yang terjadi sepanjang hidup kita (pengasuhan) mempengaruhi perkembangan kognitif. Perkembangan otak manusia memainkan peran penting dalam kehidupan jangka panjang, pembelajaran, dan keterampilan lain yang dibutuhkan.
5. Perspektif Kontekstual - Teori ekologi Bronfrenbrenner
= Teori semantik kontekstual adalah teori semantik yang berasumsi bahwa sistem bahasa itu saling berkaitan satu sama lain di antara unit-unitnya, dan selalu mengalami perubahan dan perkem- bangan. Karena itu dalam menentukan makna, diperlukan adanya penentuan berbagai konteks yang melingkupinya. Konsep Teori Ekologi Bronfenbrenner
Teori sistem ekologi Bronfenbrenner banyak digunakan untuk memahami dampak lingkungan terhadap individu. Teori ini berpandangan bahwa proses perkembangan manusia sangat dipengaruhi oleh peristiwa dan kondisi di lingkungan yang lebih besar. Teori ekologi merupakan sebuah teori yang menekankan pada pengaruh lingkungan dalam perkembangan setiap individu di mana perkembangan peserta didik merupakan hasil interaksi antara alam sekitar dengan peserta didik tersebut.
6. Perspektif Evolusionari/ Sosio-biologik -Teori attachment dari Bowlby dan Ainsworth
= attachment adalah adanya suatu relasi antara figur sosial tertentu dengan suatu fenomena tertentu yang dianggap mencerminkan karakteristik relasi yang unik. Selain itu, attachment juga didefinisikan sebagai ikatan emosional yang kuat antara bayi dan pengasuhnya.
Menurut Bowlby, kelekatan (attachment) merupakan usaha individu mempertahankan kelekatan fisik dan kelekatan emosionalnya terhadap ibu atau pengasuhnya. Menurut Ainsworth kelekatan adalah sebuah ikatan emosional yang dibentuk seorang individu dengan individu lain yang bersifat mengikat terus menerus
7. Perspektif Moral – Teori Kohlberg
= Kohlberg menyatakan bahwa orientasi moral individu terbentang sebagai konsekuensi dari perkembangan kognitif. Anak- anak dan remaja mennyusun pemikiran moralnya seiring dengan perkembanganya dari satu tahap ke tahap berikutnya, dibandingkan hanya secara pasif sekedar menerima norma-norma budaya mengenai moralitas.
Dalam tahap pertama, individu-individu memfokuskan diri pada konsekuensi langsung dari tindakan mereka yang dirasakan sendiri. Sebagai contoh, suatu tindakan dianggap salah secara moral bila orang yang melakukannya dihukum. Semakin keras hukuman diberikan dianggap semakin salah tindakan itu.