Posts made by Della Citra

BK kls 3A 2023 -> FORUM DISKUSI -> topik Diskusi -> Re: topik Diskusi

by Della Citra -
Nama : Della Citra
NPM: 2213054017
1. - Aspek Perkembangan Nilai Agama dan Moral
Aspek perkembangan pertama dan yang paling utama untuk diajarkan kepada anak adalah nilai agama dan moral. Anak perlu mengenal agama dan menjalankan ibadah agar lebih memahami arah hingga tujuan mereka dengan baik sejak dini. Belajar agama dan moral banyak manfaat serta menanamkan sikap-sikap baik pada anak seperti menolong sesama, bersikap jujur, sopan, menghormati orang yang lebih tua, hingga toleransi dengan penganut agama yang berbeda.
- Aspek Perkembangan Fisik-Motorik
Perkembangan fisik dan perilaku keselamatan. Hal ini meliputi tinggi badan, lingkar kepala, dan berat badan yang sesuai dengan ukuran anak seumuran. Anak juga memiliki motorik halus baik yang meliputi kemampuan mereka dalam menggunakan alat untuk ekspresi diri dan juga eksplorasi. Contohnya yaitu menggunakan pensil, bermain dengan boneka dan lain sebagainya.
Tidak hanya itu, anak juga perlu memiliki motorik kasar yang baik. Hal ini meliputi kemampuan tubuh dalam berkoordinasi antar anggota tubuh. Contohnya yaitu menjaga keseimbangan, lincah, dan juga lentur sesuai peraturan. Bunda dapat melatih motorik kasar anak dengan mengajak mereka berolahraga.
- Aspek Perkembangan Kognitif
Salah satu tanda bahwa aspek kognitif anak berkembang ialah dia mampu berpikir logis dengan mengenal perbedaan, klasifikasi, perencanaan, pola, inisiatif, dan sebab akibat. contoh pelajaran lain yang didapatkan anak untuk mengembangkan aspek kognitif
anak dapat menyebutkan, mengenal, dan juga menggunakan lambang-lambang seperti abjad dan angka. Tidak hanya itu, tahap ini juga akan membantu anak untuk menggambarkan ulang banyak hal yang pernah mereka lihat.
- Aspek Perkembangan Bahasa
Anak dapat mengerti berbagai hal yang dimaksud oleh orang tua seperti cerita, aturan, perintah dan juga menghargai bacaan. Tidak sampai di situ, bahasa juga meliputi bagaimana cara Si Kecil berbahasa dengan baik seperti tanya jawab, memahami bentuk dan juga bunyi dari masing-masing huruf juga angka.
- Aspek Perkembangan Sosial-Emosional
Perkembangan emosi anak usia pada usia dini menjadi hal yang perlu diperhatikan karena berperan penting dan terkait erat dengan pengenalan diri anak juga orang sekitar. Aspek ini juga mengajarkan anak arti dari tanggung jawab, hak-hak, hingga aturan bagi mereka dan orang lain.
- Aspek Perkembangan Seni
Aspek terakhir pada perkembangan anak adalah seni. Setiap anak yang terlahir bersifat imajinatif dan memiliki sisi seni mereka sendiri. Anak akan tertarik untuk mengekspresikan diri dan juga mulai mengeksplorasi diri dalam banyak hal dari sisi kesenian. Contohnya yaitu musik, lukisan, kerajinan, drama dan masih banyak lagi yang lainnya.
2. - Kesalahan dalam pengembangan pendidikan agama dan moral pada anak usia dini
Adanya Formalisasi Pendidikan Moral

Penanaman dan pembentukan nilai-nilai moral jika dilihat dari pelaksanaan pendidikan moral di sekolah cenderung dibekukan dalam suatu bentuk mata pelajaran, seperti pendidikan agama, PMP, atau Pancasila.

Lemahnya Unsur Pembiasaan dalam Pendidikan Moral.

Dalam proses pendidikan formal bertujuan untuk menanamkan dan membentuk perkembangan anak tersebut dibutuhkan adanya pembiasan (conditioning) terhadap tahap perilaku moral yang diajarkan.
- Gangguan Perkembangan Fisik Motorik Anak Berupa Keterlambatan Berbicara
Tidak sedikit orang tua yang merasa khawatir ketika anak mereka belum bisa berbicara. Terlebih saat melihat anak orang lain yang umurnya kurang lebih sama tapi malah sudah bisa.
Mengalami Keterlambatan dalam Berjalan
Salah satu gangguan perkembangan motorik anak yang terjadi pada anak bisa dilihat dari keterlambatannya dalam berjalan. Setiap anak mempunyai masa yang berbeda-beda untuk bisa berjalan. Umumnya, anak yang berusia 8 bulan ke atas sudah mulai belajar berjalan.
Gerakan Tidak Seimbang Antar Anggota Tubuh
Gangguan motorik kasar bisa Anda temui jika anak mengalami gerakan tidak seimbang antar anggota tubuhnya. Motorik kasar sendiri merupakan gerakan tubuh dalam menggunakan otot yang dipengaruhi usia, berat badan, dan perkembangan anak.
- permasalahan sosial emosional
Tempertantrum ini adalah permasalahan perkembagan emosi pada anak usia dini. Anak yang memiliki permasalahan pada perkembangan emosinya, jika mereka menginginkan sesuatu yang tidak segera dipenuhi mereka akan mengamuk yang berlebihan seperti memecahkan barang yang ada disekitarnya, berguling-guling dilantai, meninju, menjerit, menangis, menendang serta menghentakkan kaki.
- Jenis Permasalahan Perkembangan Kognitif
Anak dengan Retardasi Mental (Tunagrahita)
Tunagrahita (Mentally Retarded) adalah anak yang memiliki tingkat intelegensi
dibawah normal. Ketunagrahitaan tampak dalam kesulitan “adaptive behavior” atau
penyesuaian perilaku, dimana mereka tidak dapat mencapai kemandirian yang sesuai
dengan standar kemandirian dan tanggung jawab sosial. Anak tunagrahita juga
mengalami masalah dalam keterampilan akademik dan berpartisipasi dengan kelompok
teman seusianya.
- Penyebab gangguan perkembangan bahasa sangat banyak dan luas, semua gangguan mulai dari proses pendengaran, penerusan impuls ke otak, otak, otot atau organ pembuat suara. Adapun beberapa penyebab gangguan atau keterlambatan bicara adalah gangguan pendengaran, kelainan organ bicara, retardasi mental, kelainan genetik atau kromosom, autis, mutism selektif, keterlambatan fungsional, afasia reseptif dan deprivasi lingkungan. Deprivasi lingkungan terdiri dari lingkungan sepi, status ekonomi sosial, tehnik pengajaran salah, sikap orangtua.
- Setiap orang tua tentu harus memahami dan menghindari kesalahan dalam pengembangan aspek seni pada anak. Hal ini bertujuan agar anak lebih bebas berkreasi tanpa adanya batasan yang bisa menghambat kreativitasnya.
kesalahan yang di hindari orang tua untuk perkembangan seni anak;
- Sering memarahi anak
- sering menakut nakuti anak
- sering membatasi pilihan anak
- orang tuas selalu mengikuti anak.

BK kls 3A 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Della Citra -
Nama ; Della Citra
NPM : 2213054017
1. Proses perkembangan pada masa usia dini, berjalan dengan pesat. Pemahaman perkembangan pada seorang anak pada dasarnya merupakan upaya melihat dan memahami perubahan-perubahan yang telah, sedang, dan terus terjadi. Setiap anak manusia akan berkembang dari sejak bayi, kanak-kanak, remaja, hingga dewasa dengan kondisi yang berbeda satu sama lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa tanpa terasa perlahan tapi pasti perubahan itu terus terjadi, ke arah yang lebih besar, lebih tinggi, lebih tahu, lebih pintar dan lebih segala sesuatunya dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya. Perubahan-perubahan seperti itulah yang dinamakan perkembangan.
2. ciri-ciri perkembangan AUD
- Terjadinya perubahan dalam aspek fisik (perubahan tinggi dan berat badan serta organ- organ tubuh lainnya). Perubahan aspek psikis (semakin bertambahnya kosa kata dan kematangan dalam hal kognitif, mengingat dan imajinasinya).
- Perubahan pada proporsi aspek fisik. Yaitu proporsi tubuh anak berubah sesuai dengan fase perkembangan dan pada usia remaja tubuh anak mendekati proporsi tubuh usia remaja. Pada aspek psikis (perubahan imajinasi ke realistis dan perubahan perhatian dari yang egosentris perlahan- lahan kepada kelompok teman sebaya).
3. - Belajar Melalui Bermain
- Berorientasi pada perkembangan anak
- Berorientasi pada kebutuhan anak
- Berpusat ke anak
- Pembelajaran aktif
- Berorientasi pada pengembangan nilai-nilai karakter
- Berorientasi pada pengembangan kecakapan hidup
- Didukung oleh lingkungan yang kondusif
- Berorientasi pada pembelajaran demokratis
- Pemanfaatan media belajar, sumber belajar dan narasumber.
4.- Aspek Perkembangan Nilai Agama dan Moral
Aspek perkembangan pertama dan yang paling utama untuk diajarkan kepada anak adalah nilai agama dan moral. Anak perlu mengenal agama dan menjalankan ibadah agar lebih memahami arah hingga tujuan mereka dengan baik sejak dini. Belajar agama dan moral banyak manfaat serta menanamkan sikap-sikap baik pada anak seperti menolong sesama, bersikap jujur, sopan, menghormati orang yang lebih tua, hingga toleransi dengan penganut agama yang berbeda.
- Aspek Perkembangan Fisik-Motorik
Perkembangan fisik dan perilaku keselamatan. Hal ini meliputi tinggi badan, lingkar kepala, dan berat badan yang sesuai dengan ukuran anak seumuran. Anak juga memiliki motorik halus baik yang meliputi kemampuan mereka dalam menggunakan alat untuk ekspresi diri dan juga eksplorasi. Contohnya yaitu menggunakan pensil, bermain dengan boneka dan lain sebagainya.
Tidak hanya itu, anak juga perlu memiliki motorik kasar yang baik. Hal ini meliputi kemampuan tubuh dalam berkoordinasi antar anggota tubuh. Contohnya yaitu menjaga keseimbangan, lincah, dan juga lentur sesuai peraturan. Bunda dapat melatih motorik kasar anak dengan mengajak mereka berolahraga
- Aspek Perkembangan Kognitif
Salah satu tanda bahwa aspek kognitif anak berkembang ialah dia mampu berpikir logis dengan mengenal perbedaan, klasifikasi, perencanaan, pola, inisiatif, dan sebab akibat.
- Aspek Perkembangan Bahasa
Anak dapat mengerti berbagai hal yang dimaksud oleh orang tua seperti cerita, aturan, perintah dan juga menghargai bacaan. Tidak sampai di situ, bahasa juga meliputi bagaimana cara Si Kecil berbahasa dengan baik seperti tanya jawab, memahami bentuk dan juga bunyi dari masing-masing huruf juga angka.
- Aspek Perkembangan Sosial-Emosional
Perkembangan emosi anak usia pada usia dini menjadi hal yang perlu diperhatikan karena berperan penting dan terkait erat dengan pengenalan diri anak juga orang sekitar. Aspek ini juga mengajarkan anak arti dari tanggung jawab, hak-hak, hingga aturan bagi mereka dan orang lain.
- Aspek Perkembangan Seni
Aspek terakhir pada perkembangan anak adalah seni. Setiap anak yang terlahir bersifat imajinatif dan memiliki sisi seni mereka sendiri. Anak akan tertarik untuk mengekspresikan diri dan juga mulai mengeksplorasi diri dalam banyak hal dari sisi kesenian. Contohnya yaitu musik, lukisan, kerajinan, drama dan masih banyak lagi yang lainnya.
5. - Kesalahan dalam pengembangan pendidikan agama dan moral pada anak usia dini
Adanya Formalisasi Pendidikan Moral
Penanaman dan pembentukan nilai-nilai moral jika dilihat dari pelaksanaan pendidikan moral di sekolah cenderung dibekukan dalam suatu bentuk mata pelajaran, seperti pendidikan agama, PMP, atau Pancasila.
Lemahnya Unsur Pembiasaan dalam Pendidikan Moral.
Dalam proses pendidikan formal bertujuan untuk menanamkan dan membentuk perkembangan anak tersebut dibutuhkan adanya pembiasan (conditioning) terhadap tahap perilaku moral yang diajarkan.
- Gangguan Perkembangan Fisik Motorik Anak Berupa Keterlambatan Berbicara
Tidak sedikit orang tua yang merasa khawatir ketika anak mereka belum bisa berbicara. Terlebih saat melihat anak orang lain yang umurnya kurang lebih sama tapi malah sudah bisa.
Mengalami Keterlambatan dalam Berjalan
Salah satu gangguan perkembangan motorik anak yang terjadi pada anak bisa dilihat dari keterlambatannya dalam berjalan. Setiap anak mempunyai masa yang berbeda-beda untuk bisa berjalan. Umumnya, anak yang berusia 8 bulan ke atas sudah mulai belajar berjalan.
Gerakan Tidak Seimbang Antar Anggota Tubuh
Gangguan motorik kasar bisa Anda temui jika anak mengalami gerakan tidak seimbang antar anggota tubuhnya. Motorik kasar sendiri merupakan gerakan tubuh dalam menggunakan otot yang dipengaruhi usia, berat badan, dan perkembangan anak.
- permasalahan sosial emosional
Tempertantrum ini adalah permasalahan perkembagan emosi pada anak usia dini. Anak yang memiliki permasalahan pada perkembangan emosinya, jika mereka menginginkan sesuatu yang tidak segera dipenuhi mereka akan mengamuk yang berlebihan seperti memecahkan barang yang ada disekitarnya, berguling-guling dilantai, meninju, menjerit, menangis, menendang serta menghentakkan kaki.
- Jenis Permasalahan Perkembangan Kognitif
Anak dengan Retardasi Mental (Tunagrahita)
Tunagrahita (Mentally Retarded) adalah anak yang memiliki tingkat intelegensi
dibawah normal. Ketunagrahitaan tampak dalam kesulitan “adaptive behavior” atau
penyesuaian perilaku, dimana mereka tidak dapat mencapai kemandirian yang sesuai
dengan standar kemandirian dan tanggung jawab sosial. Anak tunagrahita juga
mengalami masalah dalam keterampilan akademik dan berpartisipasi dengan kelompok
teman seusianya.
- Penyebab gangguan perkembangan bahasa sangat banyak dan luas, semua gangguan mulai dari proses pendengaran, penerusan impuls ke otak, otak, otot atau organ pembuat suara. Adapun beberapa penyebab gangguan atau keterlambatan bicara adalah gangguan pendengaran, kelainan organ bicara, retardasi mental, kelainan genetik atau kromosom, autis, mutism selektif, keterlambatan fungsional, afasia reseptif dan deprivasi lingkungan. Deprivasi lingkungan terdiri dari lingkungan sepi, status ekonomi sosial, tehnik pengajaran salah, sikap orang tua.
- Setiap orang tua tentu harus memahami dan menghindari kesalahan dalam pengembangan aspek seni pada anak. Hal ini bertujuan agar anak lebih bebas berkreasi tanpa adanya batasan yang bisa menghambat kreativitasnya.
kesalahan yang di hindari orang tua untuk perkembangan seni anak;
- Sering memarahi anak.
- sering menakut nakuti anak.
- sering membatasi pilihan anak.
- orang tuas selalu mengikuti anak.

BK kls 3A 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Della Citra -
Nama : Della Citra
NPM : 2213054017
1. Bimbingan adalah proses pemberian bantuan kepada individu kepada orang ahli kepada seseorang atau beberapa individu, baik anak-anak, remaja maupun dewasa, agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan dirinya sendiri dan mandiri, dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku.
Sementara itu, Prayitno dan Erman Anti mengartikan konseling sebagai proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli (konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah (klien) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi klien.

2. Tujuan bimbingan konseling adalah membantu individu mengembangkan diri secara optimal sesuai dengan tahap perkembangan dan ketertarikan yang dimilikinya dari berbagai latar belakang yang ada, serta sesuai dengan tuntutan positif dari lingkungannya.
Tujuan Bimbingan Konseling
Secara umum, tujuan bimbingan konseling adalah membantu individu mengembangkan diri secara optimal sesuai dengan tahap perkembangan dan ketertarikan yang dimilikinya dari berbagai latar belakang yang ada, serta sesuai dengan tuntutan positif dari lingkungannya.
Bimbingan dan konseling adalah salah satu hal yang sangat penting di sekolah karena berkaitan dengan pengembangan diri dan pribadi seorang siswa. Adapun tujuan bimbingan konseling di sekolah adalah membantu siswa, baik individu maupun kelompok agar mandiri dan berkembang secara optimal, baik dalam hubungan pribadi, sosial, belajar, maupun karir.

Selain itu, bimbingan dan konseling di sekolah juga memiliki tujuan lain, yaitu:

- Membantu siswa mengembangkan seluruh potensinya seoptimal mungkin.
- Mengatasi kesulitan dalam memahami dirinya sendiri.
- Mengatasi kesulitan dalam memahami lingkungan di sekitar siswa, meliputi lingkungan sekolah, keluarga, pekerjaan, sosial-ekonomi, dan kebudayaan.
- Mengatasi kesulitan dalam mengidentifikasi dan memecahkan yang dialami siswa.
- Mengatasi kesulitan siswa dalam menyalurkan kemampuan, minat, dan bakatnya dalam bidang pendidikan dan pekerjaan.
- Memperoleh bantuan secara tepat dari pihak-pihak di luar sekolah untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang tidak dapat dipecahkan di sekolah tersebut.

3. Fungsi bimbingan konseling
Pemahaman; fungsi bimbingan dan konseling yang menghasilkan pemahaman pihak-pihak tertentu untuk pengembangan dan pemecahan masalah peserta didik meliputi pemahaman diri dan dan lingkungan peserta didik.
- Pencegahan; fungsi bimbingan dan konseling yang menghasilkan tercegahnya atau terhindar nya peserta didik dari berbagai permasalahan yang timbul dan menghambat proses perkembangannya.
- Pengentasan; fungsi bimbingan dan konseling yang menghasilkan terentaskannya atau teratasinya berbagai permasalahan yang dialami peserta didik.Advokasi; fungsi bimbingan dan konseling yang menghasilkan kondisi pembelajaran terhadap pengingkaran atas hak-hak dan/atau kepentingan pendidikan.Pemeliharaan dan pengembangan; fungsi bimbingan dan konseling yang menghasilkan terpelihara dan perkembangannya berbagai potensi dan kondisi positif peserta didik dalam rangka perkembangan dirinya secara mantap dan berkelanjutan.

4. Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan program pelayanan Bimbingan dan Konseling
(a) bimbingan dan konseling bagian integral dari pendidikan dan pengembangan individu, sehingga program bimbingan dan konseling diselaraskan dengan program pendidikan dan pengembangan diri peserta didik
(b) program bimbingan dan konseling harus fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik maupun lingkungan
(c) program bimbingan dan konseling disusun dengan mempertimbangkan adanya tahap perkembangan individu
(d) program pelayanan bimbingan dan konseling perlu diadakan penilaian hasil layanan.

5. Ruang Lingkup Bimbingan dan Konseling
Ruang lingkup bimbingan dan konseling di sekolah mencakup upaya bantuan yang meliputi bidang bimbingan pribadi, bimbingan Sosial, bimbingan belajar dan bimbingan karier.
1. Bidang Bimbingan Pribadi Sosial
Dalam bimbingan pribadi, membantu siswa menemukan dan mengembangkan pribadi yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mantap dan mandiri serta sehat jasmani dan rohani. Dalam bidang bimbingan social, membantu siswa mengenal dan berhubungan dengan lingkungan social yang dilandasi budi pekerti luhur, tanggung jawab kemasyarakatan dan kenegaraan. Bimbingan Pribadi-Sosial berarti bimbingan dalam menghadapi keadaan batinnya sendiri dan mengatasi pergumulan-pergumulan dalam dirinya sendiri di bidang kerohanian, perawatan jasmani, pengisian waktu luang, penyaluran nafsu seksual dan sebagainya, serta bimbingan dalam membina hubungan kemanusiaan dengan sesama diberbagai lingkungan (Pergaulan Social).
2.      Bidang Bimbingan Belajar
Dalam bidang bimbingan belajar, membantu siswa mengembangkan diri, sikap dan kebiasaan belajar yang baik untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan serta menyiapkannya melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Bimbingan belajar atau akademik ialah bimbingan dalam menemukan cara belajar yang tepat dalam memilih program studi yang sesuai dan dalam mengatasi kesukaran-kesukaran yang timbul berkaitan dengan tuntutan-tuntutan belajar di suatu instansi pendidikan.
3.     Bidang Bimbingan Karier
Bimbingan karier ialah bimbingan dalam mempersiapkan diri mengahadapi dunia pekerjaan, dalam memilih lapangan pekerjaan atau jabatan/profesi tertentu serta membekali dirinya supaya siap memangku jabatan itu, dan menyesuaikan diri dengan berbagai tuntutan dari lapangan pekerjaan yang telah dimasuki.

BK kls 3A 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik diskusi -> Re: Topik diskusi

by Della Citra -
NAMA : DELLA CITRA
NPM : 2213054017
1. Layanan Dasar Bimbingan (guidance curiculum)

Tujuan layanan dasar bimbingan adalah membantu seluruh siswa dalam mengembangkan keterampilan dasar untuk kehidupan. Komponen ini merupakan landasan bagi program bimbingan perkembangan. Contoh materi program bimbingan materi program di sekolah mencakup :

a. Self-esteem (harga diri).
b. Motivasi berprestasi.
c. Keterampilan. pengambilan keputusan merumuskan tujuan dan membuat perencanaan.
d. Keterampilan pemecahan masalah.
e. Keefektifan dalam hubungan antar pribadi.
f. Keterampilan berkomunikasi.
g. Keefektifan dalam memahami lintas budaya.
h. Perilaku yang bertanggung jawab.

2) Layanan Responsif (Responsive Services)

Tujuan kelompok layanan responsif adalah mengintervensi masalah-masalah atau kepedulian pribadi siswa yang muncul segera dan dirasakan saat itu, berkenaan dengan masalah sosial pribadi, karier, dan/atau masalah pengembangan pendidikan.
3) Sistem Perencanaan Individual

Tujuan sistem perencanaan individual adalah membimbing siswa untuk merencanakan, memonitor, mengelola rencana pendidikan, karir, dan pengembangan sosial pribadi oleh dirinya sendiri. Konselor dapat menggunakan berbagi nara sumber staf, informasi dan kegiatan, serta memfokuskan nara sumber untuk seluruh siswa dan membantu siswa secara individual untuk mengembangkan dan mengimplementasikan perencanaan pribadi.
4) Pendukung Sistem (System Support)

Komponen pendukung sistem lebih diarahkan pada pemberian layanan manajemen yang tidak secara langsung bermanfaat bagi siswa layanan mencakup:

a. Konsultasi dengan guru-guru.
b. Dukungan bagi program pendidikan orang tua dan upaya-upaya masyarakat yang berhubungan.
c. Partisipasi dalam kegiatan yang ada di sekolah dalam rangka peningkatan perencanaan tujuan.
d. Implementasi dan program standarisasi instrumen tes.
e. Kerja sama dalam melaksanakan riset yang relevan.

KP AUD 2023 kls A -> FORUM DISKUSI -> TOPIK DISKUSI -> Re: TOPIK DISKUSI

by Della Citra -
Nama : Della Citra
NPM : 2213054017

1. Komunikasi nonverbal adalah bentuk komunikasi yang dilakukan seseorang kepada orang lain tanpa menggunakan kata-kata. Komunikasi nonverbal memainkan peran penting dalam cara kita menyampaikan informasi dan makna di baliknya, serta cara kita menafsirkan tindakan atau pesan dari orang lain kepada kita.
1. Ekspresi wajah
Ini adalah salah satu jenis komunikasi nonverbal yang memiliki peran besar. Saat berkomunikasi, ekspresi wajah seseorang adalah hal pertama yang akan terlihat, bahkan sebelum kita mendengar apa yang akan lawan bicara katakan. Dari ekspresi wajah, ada banyak sekali informasi yang bisa didapatkan.
3. Postur tubuh
Postur tubuh juga merupakan salah satu jenis komunikasi nonverbal yang dapat menyampaikan banyak informasi. Bila dikombinasikan dengan gerak tubuh tertentu, postur tubuh bisa memberikan banyak informasi. Misalnya, berdiri tegak dengan meletakkan tangan di pinggul cenderung menunjukkan sikap yang tegas dan berkuasa.

1. Komunikasi non verbal berperan penting dalam proses pengajaran karena dapat meningkatkan kedekatan secara psikologis antara pengajar dengan siswa. Kepekaan terhadap perilaku non verbal siswa dapat dibaca dengan baik sehingga dapat memperkuat hubungan antara pengajar dan siswa dalam pembelajaran.
- Posisi berdiri dengan lengan disilangkan di dada adalah posisi berdiri yang kurang baik dan kurang enak dipandang karena dapat membuat siswa berada pada posisi defensif. Posisi berdiri seperti itu dapat mengisyaratkan hubungan yang kurang bersahabat.


- Kontak mata yang baik juga merupakan salah satu hal yang dapat membuat kesan positif. Kontak mata menunjukkan kepercayaan dan ketertarikan terhadap terhadap orang orang lain. Pengajar yang melakukan kontak mata dengan siswanya akan membuka jalan komunikasi yang baik karena secara tidak langsung. kontak mata berarti memberi kehangatan dan dan perhatian pada lawan bicara. Untuk itu perlu bagi pengajar untuk meminta seluruh siswa anda untuk untuk memperhatikan anda mendapatkan suasana awal yang kondusif.

- Ketika mengajar, sering kali kita mendapati beberapa orang siswa berbicara tanpa menghiraukan pelajaran. Apabila hal ini terjadi, maka kita hanya perlu menatap mereka sebanyak 5 detik. Cara ini lebih baik dari pada memarahi mereka. Selain itu, meletakkan jari telunjuk di depan mulut sambil mengeluarkan bunyi (Ssst...) juga efektif membuat suasana menjadi kondusif kembali.

- Untuk menunjukkan kata "TIDAK" kita dapat melakukannya dengan menggelengkan kepala. Atau untuk menghentikan siswa dari melakukan sesuatu yang salah, kita bisa tersenyum, dan mengangguk untuk "ya" setelah mereka berhenti.

- Mengangkat bahu dan gerakan tangan dapat mengisyaratkan pertanyaan "Apa yang kamu lakukan?"

- Berkeliling ke sekeliling ruangan ketika mengajar (jika memungkinkan) dapat menumbuhkan kedekatan antara pengajar dan siswa. Pengajar tidak harus berdiri terus di depan kelas.
- Jika ada siswa yang tidak focus di dalam kelas, sentuhan tangan lembut di bahu merupakan cara menegur yang efektif pada siswa yang lebih muda.