Nama : Della Citra
NPM: 2213054017
1. - Aspek Perkembangan Nilai Agama dan Moral
Aspek perkembangan pertama dan yang paling utama untuk diajarkan kepada anak adalah nilai agama dan moral. Anak perlu mengenal agama dan menjalankan ibadah agar lebih memahami arah hingga tujuan mereka dengan baik sejak dini. Belajar agama dan moral banyak manfaat serta menanamkan sikap-sikap baik pada anak seperti menolong sesama, bersikap jujur, sopan, menghormati orang yang lebih tua, hingga toleransi dengan penganut agama yang berbeda.
- Aspek Perkembangan Fisik-Motorik
Perkembangan fisik dan perilaku keselamatan. Hal ini meliputi tinggi badan, lingkar kepala, dan berat badan yang sesuai dengan ukuran anak seumuran. Anak juga memiliki motorik halus baik yang meliputi kemampuan mereka dalam menggunakan alat untuk ekspresi diri dan juga eksplorasi. Contohnya yaitu menggunakan pensil, bermain dengan boneka dan lain sebagainya.
Tidak hanya itu, anak juga perlu memiliki motorik kasar yang baik. Hal ini meliputi kemampuan tubuh dalam berkoordinasi antar anggota tubuh. Contohnya yaitu menjaga keseimbangan, lincah, dan juga lentur sesuai peraturan. Bunda dapat melatih motorik kasar anak dengan mengajak mereka berolahraga.
- Aspek Perkembangan Kognitif
Salah satu tanda bahwa aspek kognitif anak berkembang ialah dia mampu berpikir logis dengan mengenal perbedaan, klasifikasi, perencanaan, pola, inisiatif, dan sebab akibat. contoh pelajaran lain yang didapatkan anak untuk mengembangkan aspek kognitif
anak dapat menyebutkan, mengenal, dan juga menggunakan lambang-lambang seperti abjad dan angka. Tidak hanya itu, tahap ini juga akan membantu anak untuk menggambarkan ulang banyak hal yang pernah mereka lihat.
- Aspek Perkembangan Bahasa
Anak dapat mengerti berbagai hal yang dimaksud oleh orang tua seperti cerita, aturan, perintah dan juga menghargai bacaan. Tidak sampai di situ, bahasa juga meliputi bagaimana cara Si Kecil berbahasa dengan baik seperti tanya jawab, memahami bentuk dan juga bunyi dari masing-masing huruf juga angka.
- Aspek Perkembangan Sosial-Emosional
Perkembangan emosi anak usia pada usia dini menjadi hal yang perlu diperhatikan karena berperan penting dan terkait erat dengan pengenalan diri anak juga orang sekitar. Aspek ini juga mengajarkan anak arti dari tanggung jawab, hak-hak, hingga aturan bagi mereka dan orang lain.
- Aspek Perkembangan Seni
Aspek terakhir pada perkembangan anak adalah seni. Setiap anak yang terlahir bersifat imajinatif dan memiliki sisi seni mereka sendiri. Anak akan tertarik untuk mengekspresikan diri dan juga mulai mengeksplorasi diri dalam banyak hal dari sisi kesenian. Contohnya yaitu musik, lukisan, kerajinan, drama dan masih banyak lagi yang lainnya.
2. - Kesalahan dalam pengembangan pendidikan agama dan moral pada anak usia dini
Adanya Formalisasi Pendidikan Moral
Penanaman dan pembentukan nilai-nilai moral jika dilihat dari pelaksanaan pendidikan moral di sekolah cenderung dibekukan dalam suatu bentuk mata pelajaran, seperti pendidikan agama, PMP, atau Pancasila.
Lemahnya Unsur Pembiasaan dalam Pendidikan Moral.
Dalam proses pendidikan formal bertujuan untuk menanamkan dan membentuk perkembangan anak tersebut dibutuhkan adanya pembiasan (conditioning) terhadap tahap perilaku moral yang diajarkan.
- Gangguan Perkembangan Fisik Motorik Anak Berupa Keterlambatan Berbicara
Tidak sedikit orang tua yang merasa khawatir ketika anak mereka belum bisa berbicara. Terlebih saat melihat anak orang lain yang umurnya kurang lebih sama tapi malah sudah bisa.
Mengalami Keterlambatan dalam Berjalan
Salah satu gangguan perkembangan motorik anak yang terjadi pada anak bisa dilihat dari keterlambatannya dalam berjalan. Setiap anak mempunyai masa yang berbeda-beda untuk bisa berjalan. Umumnya, anak yang berusia 8 bulan ke atas sudah mulai belajar berjalan.
Gerakan Tidak Seimbang Antar Anggota Tubuh
Gangguan motorik kasar bisa Anda temui jika anak mengalami gerakan tidak seimbang antar anggota tubuhnya. Motorik kasar sendiri merupakan gerakan tubuh dalam menggunakan otot yang dipengaruhi usia, berat badan, dan perkembangan anak.
- permasalahan sosial emosional
Tempertantrum ini adalah permasalahan perkembagan emosi pada anak usia dini. Anak yang memiliki permasalahan pada perkembangan emosinya, jika mereka menginginkan sesuatu yang tidak segera dipenuhi mereka akan mengamuk yang berlebihan seperti memecahkan barang yang ada disekitarnya, berguling-guling dilantai, meninju, menjerit, menangis, menendang serta menghentakkan kaki.
- Jenis Permasalahan Perkembangan Kognitif
Anak dengan Retardasi Mental (Tunagrahita)
Tunagrahita (Mentally Retarded) adalah anak yang memiliki tingkat intelegensi
dibawah normal. Ketunagrahitaan tampak dalam kesulitan “adaptive behavior” atau
penyesuaian perilaku, dimana mereka tidak dapat mencapai kemandirian yang sesuai
dengan standar kemandirian dan tanggung jawab sosial. Anak tunagrahita juga
mengalami masalah dalam keterampilan akademik dan berpartisipasi dengan kelompok
teman seusianya.
- Penyebab gangguan perkembangan bahasa sangat banyak dan luas, semua gangguan mulai dari proses pendengaran, penerusan impuls ke otak, otak, otot atau organ pembuat suara. Adapun beberapa penyebab gangguan atau keterlambatan bicara adalah gangguan pendengaran, kelainan organ bicara, retardasi mental, kelainan genetik atau kromosom, autis, mutism selektif, keterlambatan fungsional, afasia reseptif dan deprivasi lingkungan. Deprivasi lingkungan terdiri dari lingkungan sepi, status ekonomi sosial, tehnik pengajaran salah, sikap orangtua.
- Setiap orang tua tentu harus memahami dan menghindari kesalahan dalam pengembangan aspek seni pada anak. Hal ini bertujuan agar anak lebih bebas berkreasi tanpa adanya batasan yang bisa menghambat kreativitasnya.
kesalahan yang di hindari orang tua untuk perkembangan seni anak;
- Sering memarahi anak
- sering menakut nakuti anak
- sering membatasi pilihan anak
- orang tuas selalu mengikuti anak.
NPM: 2213054017
1. - Aspek Perkembangan Nilai Agama dan Moral
Aspek perkembangan pertama dan yang paling utama untuk diajarkan kepada anak adalah nilai agama dan moral. Anak perlu mengenal agama dan menjalankan ibadah agar lebih memahami arah hingga tujuan mereka dengan baik sejak dini. Belajar agama dan moral banyak manfaat serta menanamkan sikap-sikap baik pada anak seperti menolong sesama, bersikap jujur, sopan, menghormati orang yang lebih tua, hingga toleransi dengan penganut agama yang berbeda.
- Aspek Perkembangan Fisik-Motorik
Perkembangan fisik dan perilaku keselamatan. Hal ini meliputi tinggi badan, lingkar kepala, dan berat badan yang sesuai dengan ukuran anak seumuran. Anak juga memiliki motorik halus baik yang meliputi kemampuan mereka dalam menggunakan alat untuk ekspresi diri dan juga eksplorasi. Contohnya yaitu menggunakan pensil, bermain dengan boneka dan lain sebagainya.
Tidak hanya itu, anak juga perlu memiliki motorik kasar yang baik. Hal ini meliputi kemampuan tubuh dalam berkoordinasi antar anggota tubuh. Contohnya yaitu menjaga keseimbangan, lincah, dan juga lentur sesuai peraturan. Bunda dapat melatih motorik kasar anak dengan mengajak mereka berolahraga.
- Aspek Perkembangan Kognitif
Salah satu tanda bahwa aspek kognitif anak berkembang ialah dia mampu berpikir logis dengan mengenal perbedaan, klasifikasi, perencanaan, pola, inisiatif, dan sebab akibat. contoh pelajaran lain yang didapatkan anak untuk mengembangkan aspek kognitif
anak dapat menyebutkan, mengenal, dan juga menggunakan lambang-lambang seperti abjad dan angka. Tidak hanya itu, tahap ini juga akan membantu anak untuk menggambarkan ulang banyak hal yang pernah mereka lihat.
- Aspek Perkembangan Bahasa
Anak dapat mengerti berbagai hal yang dimaksud oleh orang tua seperti cerita, aturan, perintah dan juga menghargai bacaan. Tidak sampai di situ, bahasa juga meliputi bagaimana cara Si Kecil berbahasa dengan baik seperti tanya jawab, memahami bentuk dan juga bunyi dari masing-masing huruf juga angka.
- Aspek Perkembangan Sosial-Emosional
Perkembangan emosi anak usia pada usia dini menjadi hal yang perlu diperhatikan karena berperan penting dan terkait erat dengan pengenalan diri anak juga orang sekitar. Aspek ini juga mengajarkan anak arti dari tanggung jawab, hak-hak, hingga aturan bagi mereka dan orang lain.
- Aspek Perkembangan Seni
Aspek terakhir pada perkembangan anak adalah seni. Setiap anak yang terlahir bersifat imajinatif dan memiliki sisi seni mereka sendiri. Anak akan tertarik untuk mengekspresikan diri dan juga mulai mengeksplorasi diri dalam banyak hal dari sisi kesenian. Contohnya yaitu musik, lukisan, kerajinan, drama dan masih banyak lagi yang lainnya.
2. - Kesalahan dalam pengembangan pendidikan agama dan moral pada anak usia dini
Adanya Formalisasi Pendidikan Moral
Penanaman dan pembentukan nilai-nilai moral jika dilihat dari pelaksanaan pendidikan moral di sekolah cenderung dibekukan dalam suatu bentuk mata pelajaran, seperti pendidikan agama, PMP, atau Pancasila.
Lemahnya Unsur Pembiasaan dalam Pendidikan Moral.
Dalam proses pendidikan formal bertujuan untuk menanamkan dan membentuk perkembangan anak tersebut dibutuhkan adanya pembiasan (conditioning) terhadap tahap perilaku moral yang diajarkan.
- Gangguan Perkembangan Fisik Motorik Anak Berupa Keterlambatan Berbicara
Tidak sedikit orang tua yang merasa khawatir ketika anak mereka belum bisa berbicara. Terlebih saat melihat anak orang lain yang umurnya kurang lebih sama tapi malah sudah bisa.
Mengalami Keterlambatan dalam Berjalan
Salah satu gangguan perkembangan motorik anak yang terjadi pada anak bisa dilihat dari keterlambatannya dalam berjalan. Setiap anak mempunyai masa yang berbeda-beda untuk bisa berjalan. Umumnya, anak yang berusia 8 bulan ke atas sudah mulai belajar berjalan.
Gerakan Tidak Seimbang Antar Anggota Tubuh
Gangguan motorik kasar bisa Anda temui jika anak mengalami gerakan tidak seimbang antar anggota tubuhnya. Motorik kasar sendiri merupakan gerakan tubuh dalam menggunakan otot yang dipengaruhi usia, berat badan, dan perkembangan anak.
- permasalahan sosial emosional
Tempertantrum ini adalah permasalahan perkembagan emosi pada anak usia dini. Anak yang memiliki permasalahan pada perkembangan emosinya, jika mereka menginginkan sesuatu yang tidak segera dipenuhi mereka akan mengamuk yang berlebihan seperti memecahkan barang yang ada disekitarnya, berguling-guling dilantai, meninju, menjerit, menangis, menendang serta menghentakkan kaki.
- Jenis Permasalahan Perkembangan Kognitif
Anak dengan Retardasi Mental (Tunagrahita)
Tunagrahita (Mentally Retarded) adalah anak yang memiliki tingkat intelegensi
dibawah normal. Ketunagrahitaan tampak dalam kesulitan “adaptive behavior” atau
penyesuaian perilaku, dimana mereka tidak dapat mencapai kemandirian yang sesuai
dengan standar kemandirian dan tanggung jawab sosial. Anak tunagrahita juga
mengalami masalah dalam keterampilan akademik dan berpartisipasi dengan kelompok
teman seusianya.
- Penyebab gangguan perkembangan bahasa sangat banyak dan luas, semua gangguan mulai dari proses pendengaran, penerusan impuls ke otak, otak, otot atau organ pembuat suara. Adapun beberapa penyebab gangguan atau keterlambatan bicara adalah gangguan pendengaran, kelainan organ bicara, retardasi mental, kelainan genetik atau kromosom, autis, mutism selektif, keterlambatan fungsional, afasia reseptif dan deprivasi lingkungan. Deprivasi lingkungan terdiri dari lingkungan sepi, status ekonomi sosial, tehnik pengajaran salah, sikap orangtua.
- Setiap orang tua tentu harus memahami dan menghindari kesalahan dalam pengembangan aspek seni pada anak. Hal ini bertujuan agar anak lebih bebas berkreasi tanpa adanya batasan yang bisa menghambat kreativitasnya.
kesalahan yang di hindari orang tua untuk perkembangan seni anak;
- Sering memarahi anak
- sering menakut nakuti anak
- sering membatasi pilihan anak
- orang tuas selalu mengikuti anak.