Posts made by Puji Endang Lestari 2213053301

Nama : Puji Endang Lestari
Npm : 2213053301

Identitas Jurnal
Halaman : 209-221
Judul : PENDIDIKAN NILAI MORAL
DITINJAU DARI PERSPEKTIF GLOBAL
Nama penulis : Sudiati

Dalam jurnal ini membahas mengenai pendidikan nilai moral dari sudut pandang global. Pada artikel dibahas betapa pentingnya pendidikan nilai moral untuk mengatasi masalah global seperti terorisme dan krisis. Jurnal ini juga menyelidiki perbedaan dan kesamaan pendidikan nilai moral di Indonesia, Malaysia, India, dan China. Jurnal ini membahas berbagai cara untuk menerapkan pendidikan nilai moral, termasuk saran bahwa pendidikan nilai moral harus dilengkapi dengan perspektif sistemik dan holistik terhadap kehidupan daripada pendekatan individualistik.
Dalam rangka mengkaji pendidikan nilai moral secara luas, penulis mengemukakan pembahasan mengenai perkembangan moral, pendidikan nilai moral, dan strategi pendidikan nilai moral.

A.Teori Perkembangan Moral
Penetapan tingkat perkembangan moral ini didasarkan pada karakteristik empiris yang memiliki beberapa ciri pokok berikut. (1) Tahap-tahap pertimbangan moral tersusun secara utuh, artinya sistem berpikirnya terorganisasi. (2) Tahap pertimbangan moral berurutan secara invarian dan tidak pernah terbalik dalam semua kondisi (kecuali mereka yang mengalami trauma secara ekstrem perkembangannya selalu progresif). Tidak ada tahap-tahap terlompati dan gerakannya selalu menuju tahap yang lebih tinggi. (3) Tahap-tahap pertimbangan moral terintegrasi secara hierarkis. Artinya, tingkat pemikiran moral yang tinggi telah tercakup dan menguasai tahap-tahap dan pola pikir yang berada di bawahnya. (4) Struktur tingkat pertimbangan moral berfungsi melahirkan kecenderungan ke arah tahapan-tahapan yang lebih tinggi. (5) Struktur pertimbangan moral harus dibedakan dengan isi pertimbangan moral.
B.Pendidikan Nilai Moral
Pendidikan nilai moral adalah pendidikan yang berusaha mengembangkan komponen-komponen integrasi pribadi. Integrasi pribadi dapat dilukiskan sekurang-kurangnya dengan empat gambaran kepribadian
C. Pendekatan Pendidikan Nilai Moral
Pendekatan dapat dipilih sesuai dengan banyaknya nilai yang dipilih untuk ditanamkan dan dikembangkan. Demikian pula, banyak sumber pengembangan nilai-nilai dan banyak pula faktor lain yang membatasinya. Di sisi lain, keseluruhan kurikulum sekolah berfungsi sebagai suatu sumber penting pendidikan nilai.
D. Metode dan Teknik Pendidikan Nilai Moral
Untuk mengaplikasikan konsep pendidikan nilai tersebut di atas, diperlukan beberapa metode, baik metode langsung maupun tidak langsung. Metode langsung mulai dengan penentuan perilaku yang dinilai baik sebagai upaya indoktrinasi berbagai ajaran. Caranya dengan memusatkan perhatian secara langsung pada ajaran melalui mendiskusikan, mengilustrasikan, menghafalkan, dan mengucapkannya.

Kesimpulannya Pendidikan nilai moral merupakan tuntutan dan sekaligus kebutuhan pada tatanan global bagi umat manusia sebagai pengejawantahan hidup bersama, berbangsa, dan bernegara dalam hubungannya dengan tatanan global yang diwarnai dengan berbagai permasalahan yang bersifat luas, kompleks, dan mendunia.
Nama : Puji Endang Lestari
Npm : 2213053301

Dalam video tersebut menggamarkan kemerosotan degradasi moral pelajar pada jaman modern. Perilaku pelajar pada video tersebut sungguh memprihatinkan. Kasus pelajar menganiaya guru hingga tewas dan kasus pelajar mengajak duel guru adalah bukti dari runtuhnya moral di jaman modern seperti sekarang. Namun perilaku menyimpang siswa tersebut tentu bukan semata-mata hanya salah guru dalam mendidik. Orang tua juga harus ikut serta pberperan dalam membentuk karakter dari si anak karena tidak dapat dipungkiri waktu anak di rumah dan di sekolah tentu lebih banyak waktu dirumah. Penaggulangan terhadap hilangnya moral harus segera dilakukan agar generasi bangsa menjadi generasi yang bermoral dan berkualitas.
Nama : Puji Endang Lestari
Npm : 2213053301

Teori perkembangan moral Kohlberg melibatkan enam tahap penalaran moral berbeda yang dilalui seorang individu dari masa kanak-kanak hingga dewasa.
1. Pra-konvensional
Pada level pra-konvensional terdiri dari beberapa tahap, yaitu:
1) Menghindari hukuman
Pada tahap ini seseorang memiliki alasan untuk bertindak atau tidak bertindak sesuatu karenauntuk menghindari hukuman.cotohnya adalah ketika seseorang tidak menerobos lampu merah dijaln raya. Ini dilakukan karena semata-mata hanya agar polisi tidak menilangnya.

2) Keuntungan dan minat pribadi.
Pada tahap ini tindakan dilakukan dengan memperhatikan apa yang akan didapatkan olehnya. seperti jika membantu maka suatu saat akan dibantu.

2. Konvensional
3) Menjaga sikap orang baik
Pada tahap ini memikirkan bagaimana kesepaktan sosial yang ada dan pendapat orang lain terhadapnya. Seperti tidak bertengkar karena tidak baik dan orang baik tidak mungkin bertengkar.
4) Memelihara peraturan.
Jika peraturan tidak ada yang mematuhinya maka keadaan akan menjadi kacau. Karena peraturan harus selalu dipatuhi untuk memberi keyamanan pada semua orang.

3. Pasca-Konvensional
5) Orientasi kontrak sosial
Pada tahap ini setiap orang memahami bahwa setiap orang memiliki latar belakang dan situasi yang berbeda. Tidak ada yang absolut atau pasti ketika melihat sebuah kasus. Hak-hak individu harus diliha bersamaan dengan hukum yang ada. Contohnya mencuri supaya tidak mati berbeda dengan mencuri supaya kaya.
6) Prinsip etika universal.
Tahap ini adalah tahap yang menggambarkan prinsip internal seseorang.ia melakukan hal yang dianggapnya benar, walaupun bertentangan dengan hukum yang ada.

Kohlberg menggunakan cerita dilema Heinz untuk penelitian. Kemudian berdasarkan cerita dilemma Heinz muncul pertanyaan " apa yang harus di lakukan Heinz? apakah Heinz harus mencuri obat itu untuk menyelamatkan istrinya?"
dari fenomena tersebut kita bisa menganalisisnya sesuai dengan tahap perkembangan moral .Analisis tingkatan perkembangan moral Kohlberg dapat membantu kita memahami bagaimana Heinz mungkin memandang dilema moralnya. Tindakan Heinz tidak ada yang absolut karena kejadian tersebut tergantung sudut pandang masing-masing dan pemahaman kita tentang pemikiran moral individu dalam situasi dilema yang dihadapi Heinz.
Nama: Puji Endang Lestari
NPM: 2213053301

Identitas Jurnal
Nama jurnal : Jurnal Dinamika Pendidikan
Nomor : 2
Halaman : 63-75
Tahun Terbit : 2008
Judul : pentingnya pendidikan nilai di era globalisasi
Nama penulis : Hidayati

Dari hasil analisa jurnal tersebut, penulis menjelaskan bahwa menyatakan bahwa indonesia pada saat ini sudah mengalami krisis akhlak dan moral. Hal ini bisa dibuktikan dengan peristiwa-peristiwa beberapa tahun belakangan ini, kita menyaksikan adanya perilaku-perilaku kekerasan, kebrutalan, kriminalitas, pesta sabu-sabu, dan lain-lain yang terjadi dimana-mana di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di kalangan kaum muda.

Pendidikan nilai merupakan bagian integral kegiatan pendidikan, karena pada dasarnya pendidikan melibatkan pembentukan sikap, watak, dan kepribadian peserta didik Pendidikan tidak hanya bertujuan menghasilkan pribadi yang cerdas dan terampil, tetapi juga pribadi yang berbudi pekerti luhur Oleh sebab itu, pendidikan harus membantu peserta didik untuk mengalami nilai-nilai dan menempatkannya secara integral dalam keseluruhan hidup mereka.

Penulis menyebutkan bahwa ada empat nilai yang tersusun secara hierarkis yaitu
1.Nilai religius-kerohanian
2.Nilai kejiwaan
3.Nilai kehidupan
4.Nilai kenikmatan

Kesimpulannya kita tidak dapat membendung pengaruh jaman, dan tidak dapat memalingkan perhatian mereka dari nilai-nilai yang sedang trend. Yang dapat kita lakukan adalah mendampingi dan mendorong mereka agar menjalani hidup dengan menggunakan nalar dan hati. Dengan nalar dan hati yang berfungsi dengan baik diharapkan mereka akan dapat mempertimbangkan segala perbuatan, tingkah Inku, dan keputusan yang diambil.
Nama : Puji Endang Lestari

Npm : 2213053301



Analisis Jurnal

Nama Jurnal : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha

Volume : 9

Nomor : 3

Halaman : 710-724

Tahun Terbit : 2021

Judul Jurnal : PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL DALAM SISTEM KURIKULUM PENDIDIKAN DI ACEH

Nama Penulis : Iwan Fajri , Rahmat , Dadang Sundawa , Mohd Zailani Mohd Yusoff

Hasil dari analisis jurnal yang saya dapatkan setelah membaca jurnal tersebut adalah Perubahan pesat dalam kehidupan sosial merupakan salah satu perbincangan paling signifikan tentang hukum dan moral siswa.

Di sini pendidikan memegang peranan yang sangat berarti dalam pembuatan akhlak di golongan peserta didik, apalagi jadi tumpuan budaya warga. Sistem pendidikan yang diamanahkan berupa sistem pendidikan Islam seperti yang tertuang dalam Qanun No. 23 Tahun 2002. Qanun tersebut kemudian disempurnakan dengan Qanun Aceh No 5 Tahun 2008 dan pemerintah kemudian diganti oleh Qanun Aceh No 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh No. 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Islam di Aceh, Indonesia.

Dasar qanun tersebut adalah pelaksanaan pendidikan Islam di sekolah di Provinsi Aceh, dapat terlaksana secara ideal. Penyelenggaraan pendidikan Islam berpedoman pada ketentuan Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, dan Pasal 1 ayat 21 adalah pendidikan yang didasarkan atau dijiwai dengan ajaran Islam.

Kesimpulannya untuk hampir kese;uruhan pelaksanaan pendidikan di Sekolah di Aceh secara keseluruhan sudah Islami, dengan indikator sistem pengelolaan sekolah memiliki nilai transparansi, akuntabilitas, pendekatan keteladanan, pengembangan budaya berorientasi islami dan penerapan kurikulum islami sebagaimana diatur dalam qanun. Pendidikan nilai dan moral di satuan pendidikan di Aceh diselenggarakan selain sesuai dengan pendidikan nasional, juga mengacu pada penerapan melalui kurikulum islami yang berpedoman sesuai dengan qanun pendidikan di Aceh. Proses pembelajaran yang dilaksanakan di Aceh berbasis dan berorientasi kepada budaya islami yang berbasis syariat islam di Aceh.