Posts made by Seftia Putri Ananda 2213054003

nama; seftia putri ananda
npm ; 2213054003

Tugas perkembangan pada usia kanak-kanak dimulai dari usia 2 (dua) sampai dengan 13 ( tiga belas tahun). Usia kanak-kanak dibagi menjadi dua (dua) periode yaitu usia pra sekolah dan usia sekolah. Usia pra sekolah disebut dengan kanak-kanak awal (early childhood), dan usia sekolah disebut dengan kanak-kanak akhir (Late childhood).
1. Usia Kanak-kanak Awal (usia 2-6 tahun)
Pada Usia kanak-kanak awal berbagai macam istilah diberikan pada periode prasekolah ini, yaitu: orang tua sering menyebut periode ini sebagai “problem age” atau “troublesome age”. Dikatakan demikian sebab pada periode ini orang tua sering dihadapkan pada problem tingkah laku, misalnya keras kepala, tidak menurut, negativistis, tempertantrums, mimpi buruk, iri hati, ketakutan yang irationil (tidak masuk akal) pada siang hari dan sebagainya.
2. Usia Kanak-Kanak Akhir (6-13 tahun)
Masa Kanak-kanak Akhir (Late Chilhood), atau masa anak sekolah ini berlangsung dari umur 6 tahun sampai umur 12 tahun. Selanjuya Kohnstam menamakan masa kanak-kanak akhir atau masa anak sekolah ini dengan masa intelektual, dimana anak-anak telah siap untuk mendapatkan pendidikan di sekolah dan perkembangannya berpusat pada aspek intelek. Adapun Erikson menekankan masa ini sebagai masa timbulnya “sense of accomplishment” di mana anak-anak pada masa ini merasa siap untuk menerima tuntutan yang dapat timbul dari orang lain dan melaksanakan/menyelesaikan tuntutan itu. Kondisi inilah kiranya yang menjadikan anak-anak masa ini memasuki masa keserasian untuk bersekolah.

Permasalahan dalam perkembangan anak usia dini
• Mengompol.
• Sulit makan.
• Tantrum.
• Manja.
• Pemalu.
nama; seftia putri ananda
npm ; 2213054003

1. Perspektif Biologis - Temperamen: Perspektif biologis menekankan peran faktor-faktor biologis dalam perkembangan individu. Temperamen adalah salah satu konsep yang relevan dalam teori ini. Temperamen mengacu pada karakteristik bawaan individu yang mencakup tingkat aktivitas, respon terhadap rangsangan, dan kestabilan emosional.

2. Perspektif Psikoanalisis - Teori Psikoseksual Freud & Teori Psikososial Erikson:Teori psikoanalisis Freud mencakup tahap-tahap perkembangan psikoseksual seperti tahap oral, anal, dan genital. Freud percaya bahwa perkembangan anak dipengaruhi oleh konflik di tahap-tahap ini. Teori psikososial Erikson, sementara itu, mengemukakan bahwa perkembangan adalah serangkaian tahap konflik psikososial, seperti konflik identitas vs. peran bingung.

3. Perspektif Pembelajaran - Teori Skinner, Watson, dan Bandura:Teori-teori ini menekankan pembelajaran sebagai hasil dari interaksi individu dengan lingkungannya. Skinner memfokuskan pada pengaruh reinforcement dalam membentuk perilaku, Watson pada pembelajaran melalui asosiasi, dan Bandura mengenai peran penting observasi dan imitasi dalam pembelajaran.

4.Perspektif Kognitif - Teori Piaget dan Vygotsky: Teori Piaget menyoroti perkembangan kognitif anak melalui tahap-tahap, seperti tahap operasi konkret dan formal. Teori Vygotsky menekankan peran budaya dan interaksi sosial dalam perkembangan kognitif, dengan penekanan pada zona perkembangan aktual dan potensial.

5.Perspektif Kontekstual - Teori Ekologi Bronfenbrenner: Teori ekologi Bronfenbrenner memandang perkembangan sebagai hasil dari interaksi individu dengan lingkungan mereka yang meliputi mikro sistem (keluarga dan teman), mesosistem (hubungan antar mikrosistem), ekosistem (konteks yang tidak langsung memengaruhi individu), dan makro sistem (nilai dan budaya).

6.Perspektif Evolusioner/Sosio-Biologis - Teori Attachment Bowlby & Ainsworth: Teori attachment oleh Bowlby dan Ainsworth menjelaskan bagaimana anak-anak membentuk ikatan emosional dengan pengasuh mereka. Ini terkait erat dengan teori evolusioner, yang mengatakan bahwa ikatan ini membantu anak bertahan dan berkembang.

7. Perspektif Moral - Teori Kohlberg: Teori Kohlberg menguraikan tahap-tahap perkembangan moral, dari moralitas prekonvensional hingga post konvensional. Ini membantu memahami bagaimana individu mengembangkan pemahaman tentang nilai dan etika dalam masyarakat.
Nama ; seftia putri ananda
Npm ; 2213054003

Perkembangan pada anak adalah sebuah perubahan yang bersifat sistematis, progresif dan berkesinambungan. Perubahan tersebut meliputi aspek perkembangan kognitif, bahasa, fisik-motorik, sosial emosional dan moral. Anak akan melewati tugas-tugas perkembangan dalam setiap aspeknya.
• karakteristik perkembangan AUD
Beberapa karakteristik perkembangan AUD, yaitu :
1. Anak usia dini bersifat unik
2. Anak usia dini berada dalam masa potensial
3. Anak usia dini bersifat relatif spontan
4. Anak usia dini cenderung ceroboh
5. Anak usia dini bersifat aktif dan energik
6. Anak usia dini bersifat egosentris
7. Anak usia dini memiliki rasa ingin tahu yang kuat
• ciri perkembangan AUD
1. Terjadinya perubahan dalam aspek fisik (perubahan berat badan danorgan-organ tubuh) dan aspek psikis(matangnya kemampuan berpikir,mengingat dan berkreasi).
2. Terjadinya perubahan dalam proporsi; aspek fisik (proporsi tubuh anak berubah sesuai dengan fase perkembanganya) dan aspek psikis (perubahan imajinasi dari fantasi ke realitas).
3. Lenyapnya tanda-tanda lam; tanda- tanda fisik (lenyamnya kelenjar thymuskelenjar anak-anak seiring bertambahnya usia ) aspek psikis (lenyapnya gerak-gerik kanak-kanak dan perilaku impulsif).
4. Diperoleh tanda-tanda yang baru: tanda-tanda fisik (pergantian gigi dan karakter seks usia remaja) tanda-tanda psikis (berkembangnya rasa ingin tahu tentang pengetahuan, moral, interaksi dengan lawan jenis).
• prinsip perkembangan AUD
1. Perkembangan merupakan proses yang tidak pernah berhenti (never ending process)
2. Semua aspek perkembangan saling mempengaruhi
3. Perkembangan itu mengikuti pola atau arah tertentu.
4. Perkembangan terjadi pada tempo yang berlainan.
5. Setiap fase perkembangan mempunyai ciri khas
6. Setiap individu yang normal akan mengalami perkembangan.
• aspek-aspek perkembangan AUD
1. Aspek nilai moral
2. Aspek fisik-motorik
3. Aspek kognitif
4. Aspek sosio-emosional
6. Aspek komunikasi dan bahasa
7. Aspek seni
• faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan
1. Faktor genetik atau keturunan
2. Faktor hormon
3. Faktor gizi
4. Faktor lingkungan
5. Faktor kesehatan
6. Faktor pendidikan
Nama ; seftia putri ananda
Npm ; 2213054003

1. Bimbingan dan konseling merupakan suatu bantuan yang
diberikan oleh konselor kepada konseli agar konseli mampu menyelesaikan
masalah yang di hadapinya dan juga mampu mengembangkan potensi yang
dimilikinya secara optimal.
2. Menurut Mulyadi (2016: 62 ) secara khusus bimbingan dan konseling
bertujuan untuk membantu peserta didik agar dapat mencapai tugas-tugas
perkembangannya melalui aspek pribadi-sosial (afektif ), aspek belajar
(akademik/kognitif), dan karier (psikomotor).
3. Adapun fungsi dari bimbingan konseling adalah:
(1) Fungsi Pemahaman, (2) Fungsi Preventif; (3) Fungsi Pengembangan; (4) Fungsi Penyembuhan, (5) Fungsi Penyaluran; (6) Fungsi Adaptasi; (7) Fungsi Penyesuaian; (8) Fungsi Perbaikan; (9) Fungsi Fasilitasi; dan (10) Fungsi Pemeliharaan.
4. Menrut Prayitno dan Amti dalam Mulyadi (2016: 71), mengatakan bahwa
prinsip-prisip bimbingan dan konseling pada umumnya berkenaan dengan sasaran
pelayanan, masalah klien dan proses penanganan masalah, program layanan dan
penyelenggaraan pelayanan.

5. Empat ruang lingkup, yaitu:
1. Perkembangan dan penyesuaian diri atau pribadi dalam belajar:
a. Berkaitan dengan minat, kemampuan diri sendiri;
b. Juga aktualisasi terhadap kemampuan dan minat diri sendiri;
c. Mengarahkan diri ke arah yang lebih baik;
d. Mengurangi dan menghilangkan sikap yang tidak baik dalam belajar.
2. Kemampuan dalam pendidikan dan penjurusan:
a. Memilih studi lanjut seuai dengan kemampuan;
b. Memilih studi lanjut sesuai dengan minat;
c. Memilih studi lanjut sesuai dengan kondisi.
3. Perkembangan dalam belajar:
a. Adanya informasi mengenai sukses dalam belajar;
b. Informasi mengenai bagaimana belajar yang efisien;
c. Informasi mengenai faktor-faktor apa sajakah yang dapat mendukung dan mengganggu belajar.
4. Penelitian yang berkaitan dan menyangkut belajar siswa:
a. Melakukan penelitian terhadap siswa di sekolah yang berkaitan dengan banyak variabel (prestasi, motivasi, minat, masalah, dan cara penyelesaiannya);
b. Meningkatkan pembelajaran dengan berbagai metode-metode
Nama :Seftia putri ananda
NPM :2213054003

1. - Pendekatan krisis/kuratif, pendekatan ini diarahkan kepada individu yang mengalami krisis atau masalah.
- Pendekatan remedial, pendekatan ini diarahkan kepada individu yang mengalami kesulitan dalam belajar atau perilaku.
- Pendekatan preventif, pendekatan ini diarahkan kepada individu yang belum mengalami masalah atau kesulitan.
- Pendekatan perkembangan, pendekatan ini menekankan pada pengembangan potensi dan kekuatan yang ada pada individu.

2. - Mengajar
- Pemberian informasi
- Bermain peran
- Melatih
- Tutorial
- Konseling

3. - Bimbingan dan konseling dibutuhkan oleh semua
anak
- BK berfokus dalam mengembangkan kegiatan belajar anak
- Guru pendamping merupakan fungsionaris bersama dalam program bimbingan
perkembangan
- Kurikulum yang terencana dan terorganisasi merupakan komponen penting dalam bimbingan perkembangan
- Bimbingan perkembangan memperhatikan aspek perkembangan penerimaan diri, pemahaman diri dan pengayaan diri anak
- Bimbingan dan konseling perkembangan membantu mendorong proses tumbuh kembang anak
- Bimbingan perkembangan mengakui perkembangan yang terarah daripada akhir perkembangan yang definitif
- Bimbingan perkembangan sebagai kegiatan yang berorientasi pada tim. Peduli dengan identifikasi awal akan kebutuhan khusus dan penerapan aspek-aspek psikologi anak.

4. - Unsur peluang berkaitan dengan topik yang disajikan yang memungkinkan anak mempelajari perilaku-perilaku baru. Guru perlu merencanakan berbagai topik yang sesuai dengan permasalahan, kemampuan dan karakteristik anak.
- Unsur pendukung berkaitan dengan proses pengembangan interaksi yang dapat menumbuhkan kemampuan anak untuk mempelajari perilaku baru baik secara kognitif, afektif maupun psikomotorik.
- Unsur penghargaan terletak pada penilaian dan pemberian yang dapat memperkuat pembentukan perilaku baru. Penilaian ini perlu dilakukan sepanjang proses bimbingan berlangsung, diagnosis dilakukan untuk mengidentifikasikan kesulitan yang dihadapi, dan perbaikan serta penguatan dilakukan untuk membentuk pola-pola perilaku baru.