གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Dr. PUJIATI, S.Pd., M.Pd. -

PAK A2025 -> CASE STUDY 1

Dr. PUJIATI, S.Pd., M.Pd. - གིས-

Perusahaan jasa “XYZ” telah mencatat transaksi bulan Agustus di jurnal umum dengan benar. Namun, saat dilakukan posting ke buku besar, ditemukan hasil berikut:

Akun

Debet

Kredit

Kas

Rp115.000.000

Rp20.000.000

Piutang Usaha

Rp25.000.000

-

Perlengkapan

Rp15.000.000

Rp5.000.000

Peralatan

Rp50.000.000

-

Utang Usaha

-

Rp10.000.000

Modal

-

Rp100.000.000

Pendapatan Jasa

-

Rp30.000.000

Beban Gaji

Rp8.000.000

-

Beban Listrik

Rp2.000.000

-

Namun saat dibuat neraca saldo, posisi debit dan kredit tidak seimbang.

 

Diminta:

  1. Lakukan analisis dan identifikasi kemungkinan kesalahan dalam proses posting atau pengklasifikasian akun.
  2. Jelaskan dampaknya terhadap neraca saldo.
  3. Tunjukkan perbaikan yang seharusnya dilakukan agar neraca saldo kembali seimbang.

AKM C2025 -> CASE STUDY

Dr. PUJIATI, S.Pd., M.Pd. - གིས-

Dana Pensiun Dosen Nusantara (DPDN) mengelola dana pensiun sebesar Rp10 miliar yang dikumpulkan dari para dosen tetap Universitas selama lebih dari 15 tahun. Dana ini akan digunakan untuk membayar manfaat pensiun selama 20 tahun ke depan.

Manajer investasi internal DPDN ingin menyusun portofolio investasi baru untuk mengoptimalkan keuntungan investasi jangka panjang tanpa mengorbankan stabilitas dan keamanan dana, karena menyangkut masa depan para pensiunan.

Terdapat tiga pilihan instrumen investasi utama:

  1. Saham Dividen (perusahaan sektor konsumer dan perbankan):
  • Rata-rata return: 11% per tahun
  • Risiko: fluktuatif, tergantung kondisi pasar dan ekonomi makro
  • Dividen dibagikan 1–2 kali setahun
  • Likuiditas: tinggi
Obligasi Pemerintah (ORI dan SBN):
  • Kupon tetap: 6.5% per tahun
  • Risiko: sangat rendah (jaminan pemerintah)
  • Jangka waktu: 3–10 tahun
  • Likuiditas: sedang (bisa diperdagangkan, tapi harga pasar bisa naik/turun)
Deposito Berjangka:
  • Bunga: 4.25% per tahun (net pajak)
  • Risiko: sangat rendah
  • Tenor: 1 tahun, bisa diperpanjang otomatis
  • Likuiditas: rendah (penalti jika dicairkan sebelum jatuh tempo)

 

Pertanyaan:

1. Analisis Instrumen Investasi

Bandingkan ketiga instrumen dari sisi return, risiko, likuiditas, dan kesesuaian dengan tujuan dana pensiun. Apa kelebihan dan kelemahan masing-masing?

 

2. Penentuan Alokasi Portofolio

Berdasarkan profil risiko dana pensiun (konservatif-moderat), susunlah alokasi investasi dari Rp10 miliar ke dalam ketiga instrumen tersebut. Jelaskan alasan alokasinya!

 

3. Simulasi Dampak Ekonomi

Dalam skenario krisis ekonomi (misalnya inflasi tinggi dan IHSG turun 20%):

a. Bagaimana dampaknya terhadap portofolio Anda?

b. Apa langkah mitigasi risiko yang bisa dilakukan oleh manajer investasi?

 

4. Aspek Akuntansi dan Pelaporan

Jelaskan bagaimana ketiga instrumen investasi tersebut dicatat dan dilaporkan dalam laporan keuangan Dana Pensiun berdasarkan prinsip akuntansi keuangan. (Gunakan pendekatan PSAK yang relevan.)


AKM A2025 -> CASE STUDY

Dr. PUJIATI, S.Pd., M.Pd. - གིས-

Dana Pensiun Dosen Nusantara (DPDN) mengelola dana pensiun sebesar Rp10 miliar yang dikumpulkan dari para dosen tetap Universitas selama lebih dari 15 tahun. Dana ini akan digunakan untuk membayar manfaat pensiun selama 20 tahun ke depan.

Manajer investasi internal DPDN ingin menyusun portofolio investasi baru untuk mengoptimalkan keuntungan investasi jangka panjang tanpa mengorbankan stabilitas dan keamanan dana, karena menyangkut masa depan para pensiunan.

Terdapat tiga pilihan instrumen investasi utama:

  1. Saham Dividen (perusahaan sektor konsumer dan perbankan):
  • Rata-rata return: 11% per tahun
  • Risiko: fluktuatif, tergantung kondisi pasar dan ekonomi makro
  • Dividen dibagikan 1–2 kali setahun
  • Likuiditas: tinggi
Obligasi Pemerintah (ORI dan SBN):
  • Kupon tetap: 6.5% per tahun
  • Risiko: sangat rendah (jaminan pemerintah)
  • Jangka waktu: 3–10 tahun
  • Likuiditas: sedang (bisa diperdagangkan, tapi harga pasar bisa naik/turun)
Deposito Berjangka:
  • Bunga: 4.25% per tahun (net pajak)
  • Risiko: sangat rendah
  • Tenor: 1 tahun, bisa diperpanjang otomatis
  • Likuiditas: rendah (penalti jika dicairkan sebelum jatuh tempo)

 

Pertanyaan:

1. Analisis Instrumen Investasi

Bandingkan ketiga instrumen dari sisi return, risiko, likuiditas, dan kesesuaian dengan tujuan dana pensiun. Apa kelebihan dan kelemahan masing-masing?

 

2. Penentuan Alokasi Portofolio

Berdasarkan profil risiko dana pensiun (konservatif-moderat), susunlah alokasi investasi dari Rp10 miliar ke dalam ketiga instrumen tersebut. Jelaskan alasan alokasinya!

 

3. Simulasi Dampak Ekonomi

Dalam skenario krisis ekonomi (misalnya inflasi tinggi dan IHSG turun 20%):

a. Bagaimana dampaknya terhadap portofolio Anda?

b. Apa langkah mitigasi risiko yang bisa dilakukan oleh manajer investasi?

 

4. Aspek Akuntansi dan Pelaporan

Jelaskan bagaimana ketiga instrumen investasi tersebut dicatat dan dilaporkan dalam laporan keuangan Dana Pensiun berdasarkan prinsip akuntansi keuangan. (Gunakan pendekatan PSAK yang relevan.)


AKM B2025 -> CASE STUDY

Dr. PUJIATI, S.Pd., M.Pd. - གིས-

Dana Pensiun Dosen Nusantara (DPDN) mengelola dana pensiun sebesar Rp10 miliar yang dikumpulkan dari para dosen tetap Universitas selama lebih dari 15 tahun. Dana ini akan digunakan untuk membayar manfaat pensiun selama 20 tahun ke depan.

Manajer investasi internal DPDN ingin menyusun portofolio investasi baru untuk mengoptimalkan keuntungan investasi jangka panjang tanpa mengorbankan stabilitas dan keamanan dana, karena menyangkut masa depan para pensiunan.

Terdapat tiga pilihan instrumen investasi utama:

  1. Saham Dividen (perusahaan sektor konsumer dan perbankan):
  • Rata-rata return: 11% per tahun
  • Risiko: fluktuatif, tergantung kondisi pasar dan ekonomi makro
  • Dividen dibagikan 1–2 kali setahun
  • Likuiditas: tinggi
Obligasi Pemerintah (ORI dan SBN):
  • Kupon tetap: 6.5% per tahun
  • Risiko: sangat rendah (jaminan pemerintah)
  • Jangka waktu: 3–10 tahun
  • Likuiditas: sedang (bisa diperdagangkan, tapi harga pasar bisa naik/turun)
Deposito Berjangka:
  • Bunga: 4.25% per tahun (net pajak)
  • Risiko: sangat rendah
  • Tenor: 1 tahun, bisa diperpanjang otomatis
  • Likuiditas: rendah (penalti jika dicairkan sebelum jatuh tempo)

 

Pertanyaan:

1. Analisis Instrumen Investasi

Bandingkan ketiga instrumen dari sisi return, risiko, likuiditas, dan kesesuaian dengan tujuan dana pensiun. Apa kelebihan dan kelemahan masing-masing?

 

2. Penentuan Alokasi Portofolio

Berdasarkan profil risiko dana pensiun (konservatif-moderat), susunlah alokasi investasi dari Rp10 miliar ke dalam ketiga instrumen tersebut. Jelaskan alasan alokasinya!

 

3. Simulasi Dampak Ekonomi

Dalam skenario krisis ekonomi (misalnya inflasi tinggi dan IHSG turun 20%):

a. Bagaimana dampaknya terhadap portofolio Anda?

b. Apa langkah mitigasi risiko yang bisa dilakukan oleh manajer investasi?

 

4. Aspek Akuntansi dan Pelaporan

Jelaskan bagaimana ketiga instrumen investasi tersebut dicatat dan dilaporkan dalam laporan keuangan Dana Pensiun berdasarkan prinsip akuntansi keuangan. (Gunakan pendekatan PSAK yang relevan.)