FORUM DISKUSI

FORUM DISKUSI

Jumlah balasan: 19

A

Forum ini disediakan untuk berdiskusi dan berbagi mengenai Laporan observasi yang sedang dipelajari. 

Silahkan berpartisipasi aktif pada forum ini untuk memperdalam pemahaman Saudara mengenai materi yang telah disampaikan di atas.

Petunjuk diskusi kelompok:

  1. Kelompok yang mendapatkan giliran untuk memaparkan materi  sesuai dengan Topik Bahasan menyiapkan  media presentasi berupa PPT interaktif untuk diunggah dalam forum ini. 
  2. Mahasiswa lainnya pada hari pertemuan memahami materi presentasi dan materi makalah dan dipersilahkan untuk bertanya,  terkait materi tersebut atau hal-hal lain yang berhubungan dengan materi yang ditampilkan oleh pemateri. Cara bertanya dan berdiskusi: Mahasiswa me-reply pada topik yang disediakan kemudian menuliskan nama dan NPM serta pertanyaan atau berupa tanggapan.
  3. Selamat berdiskusi dan tetap semangat.

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM DISKUSI

oleh Nindytha Lintang Sujarwo -
Assalamualaikum wr. wb
selamat sore, kami dari kelompok 14
Anggota:
1. Rafi Dewangga Asri 2413053006
2. Nindytha Lintang Sujarwo 2453053008
3. Aprillia Nur Hasanah 2453053009
Sebagai balasan Nindytha Lintang Sujarwo

Re: FORUM DISKUSI

oleh Devina Meisarif Senggagau -
Nama : Devina Meisarif Senggagau
Npm : 241305302$

jika fasilitas pembelajaran ipa kepada murid kurang, bagaimana peran guru untuk dapat memenuhi kebutuhan fasilitas belajar tersebut kepada murid pada pembelajaran berlangsung?
Sebagai balasan Devina Meisarif Senggagau

Re: FORUM DISKUSI

oleh Nindytha Lintang Sujarwo -
izin menjawab, Jika fasilitas pembelajaran IPA kurang memadai, guru tetap memiliki peran yang sangat penting dalam menunjang keberlangsungan proses pembelajaran agar tujuan pembelajaran tetap dapat tercapai. Dalam kondisi tersebut, guru dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan alat, bahan, maupun lingkungan sekitar sebagai media pembelajaran alternatif. Misalnya, guru dapat menggunakan benda-benda sederhana yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari untuk melakukan percobaan atau demonstrasi sederhana sehingga siswa tetap memperoleh pengalaman belajar secara langsung. Selain itu, guru juga dapat menerapkan metode pembelajaran yang menarik dan interaktif, seperti diskusi kelompok, eksperimen sederhana, observasi lingkungan, maupun penggunaan media digital yang mudah diakses. Dengan adanya kreativitas guru dalam mengelola pembelajaran, keterbatasan fasilitas tidak menjadi hambatan utama bagi siswa untuk tetap aktif, termotivasi, dan memahami materi IPA dengan baik.
Sebagai balasan Nindytha Lintang Sujarwo

Re: FORUM DISKUSI

oleh Muhamad Dakar Aldino -
Nama: Muhamad Dakar Aldino
NPM : 2413053017

Kelompok kalian menyebutkan pentingnya analisis lingkungan dalam pembelajaran IPA. Namun, bagaimana cara guru melakukan analisis lingkungan secara tepat tanpa membutuhkan waktu yang terlalu lama?
Sebagai balasan Muhamad Dakar Aldino

Re: FORUM DISKUSI

oleh Nindytha Lintang Sujarwo -
izin menjawab,
menurut kami guru dapat melakukan analisis lingkungan secara sederhana dan efisien dengan mengamati kondisi sekitar sekolah serta menyesuaikannya dengan materi IPA yang akan diajarkan. Guru tidak perlu melakukan analisis yang terlalu mendalam, tetapi cukup mengidentifikasi fasilitas yang tersedia, karakteristik siswa, dan potensi lingkungan sekitar yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar. Selain itu, guru juga dapat melakukan diskusi singkat dengan siswa atau sesama guru untuk mengetahui kebutuhan pembelajaran. Dengan cara tersebut, analisis lingkungan tetap dapat dilakukan secara tepat tanpa membutuhkan waktu yang terlalu lama.
Sebagai balasan Nindytha Lintang Sujarwo

Re: FORUM DISKUSI

oleh vania diandra vadin -
Nama : Vania Diandra Vadin
Npm : 2453053007
Izin bertanya
Bagaimana dampak keterbatasan fasilitas belajar terhadap hasil belajar siswa di kelas?
Sebagai balasan vania diandra vadin

Re: FORUM DISKUSI

oleh Aprillia Nur Hasanah -
izin menjawab, keterbatasan fasilitas belajar dapat berdampak pada hasil belajar siswa di kelas. fasilitas yang kurang memadai, seperti buku yang terbatas, ruang kelas yang kurang nyaman, media pembelajaran yang minim, atau kurangnya alat praktik dapat membuat siswa sulit memahami materi secara maksimal. Selain itu, siswa menjadi kurang termotivasi dan kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran. akibatnya, proses belajar menjadi kurang efektif sehingga hasil belajar siswa dapat menurun. namun, dengan kreativitas guru dan semangat belajar siswa, keterbatasan tersebut tetap dapat diatasi agar pembelajaran berjalan lebih baik.
Sebagai balasan Nindytha Lintang Sujarwo

Re: FORUM DISKUSI

oleh Cindi Raniadita -
Nama: Cindi Raniaidita
Npm: 2413053187

Izin bertanya pada kelompok 14
Jika lingkungan sekolah tidak memadai, solusi praktis apa yang bisa diterapkan guru menggunakan model ASSURE tanpa harus bergantung pada buku paket dalam pembelajaran IPA?
Sebagai balasan Cindi Raniadita

Re: FORUM DISKUSI

oleh Aprillia Nur Hasanah -
izin menjawab, guru dapat menerapkan model ASSURE dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai media pembelajaran IPA, seperti menggunakan benda sederhana untuk praktik atau observasi. selain itu, guru bisa memakai video, diskusi, dan eksperimen sederhana agar pembelajaran tetap menarik meskipun tanpa bergantung pada buku paket.
Sebagai balasan Cindi Raniadita

Re: FORUM DISKUSI

oleh Nindytha Lintang Sujarwo -
izin melengkapi , 
jadi, guru juga dapat mengajarkan materi IPA dengan memanfaatkan benda-benda sederhana yang ada di sekitar siswa. Misalnya pada materi gaya dan gerak, guru dapat menggunakan botol bekas, kelereng, atau mobil mainan untuk percobaan sederhana. Pada materi tumbuhan, siswa dapat diajak mengamati tanaman di halaman sekolah atau di rumah masing-masing. Guru juga bisa menggunakan video pembelajaran dari internet sebagai pengganti alat praktikum yang tidak tersedia di sekolah. Dengan cara tersebut, siswa tetap dapat belajar secara aktif dan memahami materi tanpa harus bergantung pada fasilitas lengkap atau buku paket saja.
Sebagai balasan Nindytha Lintang Sujarwo

Re: FORUM DISKUSI

oleh Nadine Syakila Azzahra -
Nama: Nadine Syakila Azzahra
Npm: 2413053030

Izin bertanya, Jika lingkungan fisik sekolah tidak memadai (ruang sempit, panas, kurang cahaya), strategi konkret apa yang bisa dilakukan guru kelas 3–4 untuk tetap menciptakan suasana belajar IPA yang kondusif?
Sebagai balasan Nadine Syakila Azzahra

Re: FORUM DISKUSI

oleh AZZAHRA CHIKA PERTIWI -
Nama : Azzahra Chika Pertiwi
NPM : 2413053033

Izin menjawab pertanyaan dari Nadine :
Walaupun ruang kelas sempit, panas, atau kurang cahaya, guru tetap bisa membuat pelajaran IPA jadi nyaman dan menyenangkan. Guru bisa mengajak siswa belajar di luar kelas, seperti di halaman sekolah, supaya anak-anak lebih segar dan mudah memahami pelajaran dari lingkungan sekitar. Selain itu, guru juga bisa memakai alat sederhana dari barang yang ada di sekitar untuk percobaan IPA, jadi tidak harus punya laboratorium lengkap. Saat belajar, anak-anak sebaiknya diajak aktif lewat praktik, diskusi, atau permainan sederhana supaya tidak cepat bosan. Guru juga bisa membuka jendela atau mengatur tempat duduk agar kelas terasa lebih nyaman. Suasana yang menyenangkan dan guru yang kreatif, anak-anak tetap bisa semangat belajar IPA meskipun fasilitas sekolah terbatas.
Sebagai balasan Nindytha Lintang Sujarwo

Re: FORUM DISKUSI

oleh ABRAL AL-TISA 2413053051 -
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

Izin memperkenalkan diri dan mengajukan pertanyaan.

Nama: Abral Al-Tisa

NPM: 2413053051

Pertanyaan: 

Menurut kelompok 14, apa yang sebaiknya dilakukan guru ketika harus mengajar di sekolah dengan fasilitas yang terbatas dan lingkungan belajar yang kurang mendukung agar proses pembelajaran tetap berjalan dengan baik?

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM DISKUSI

oleh Syarifah Siti Fatimah NA -
Nama: Syarifah Siti Fatimah NA
NPM: 2413053036

disebutkan bahwa fasilitas belajar dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. namun, apakah motivasi belajar siswa hanya dipengaruhi oleh fasilitas, atau ada faktor lain yang justru lebih dominan seperti cara mengajar guru dan dukungan keluarga?
Sebagai balasan Syarifah Siti Fatimah NA

Re: FORUM DISKUSI

oleh Nindytha Lintang Sujarwo -
izin menjawab
jadi, motivasi belajar siswa tidak hanya dipengaruhi oleh fasilitas belajar saja. Meskipun fasilitas yang lengkap dapat membantu siswa merasa lebih nyaman dan mempermudah proses belajar, terdapat faktor lain yang sering kali lebih dominan dalam meningkatkan motivasi belajar. Cara mengajar guru, misalnya, memiliki pengaruh yang sangat besar karena guru yang mampu menciptakan pembelajaran menarik, interaktif, dan menyenangkan dapat membuat siswa lebih semangat dalam belajar. Selain itu, dukungan keluarga juga berperan penting, karena perhatian dan dorongan dari orang tua dapat menumbuhkan rasa percaya diri serta semangat belajar pada diri siswa. Tidak hanya itu, lingkungan pertemanan, suasana sekolah, serta minat dan kondisi pribadi siswa juga turut memengaruhi motivasi belajar. Oleh karena itu, motivasi belajar siswa merupakan hasil dari berbagai faktor yang saling berkaitan, bukan hanya ditentukan oleh fasilitas belajar semata.
Sebagai balasan Nindytha Lintang Sujarwo

Re: FORUM DISKUSI

oleh FARIDA PALUPI -

Saya ingin menambahkan jawaban dari Nindytha. Menurut saya, motivasi belajar siswa tidak hanya dipengaruhi oleh fasilitas belajar saja. Memang fasilitas yang lengkap bisa membantu siswa lebih nyaman saat belajar, tetapi ada faktor lain yang sering lebih berpengaruh, seperti cara guru mengajar dan dukungan keluarga.

Guru yang mengajar dengan seru, jelas, dan tidak membosankan biasanya bisa membuat siswa lebih semangat belajar. Selain itu, dukungan dari orang tua seperti memberi perhatian, nasihat, dan semangat juga sangat membantu meningkatkan motivasi belajar siswa. Jadi, motivasi belajar sebenarnya dipengaruhi oleh banyak hal yang saling berhubungan, bukan hanya fasilitas belajar saja.

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM DISKUSI

oleh Naufal Fadhlirrahman -
Nama : Naufal Fadhlirrahman
Npm : 2413053005

izin bertanya,
Fasilitas sekolah yang terbatas sudah umum terjadi dibanyak sekolah di indonesia termasuk di desa saya. Kalau sekolah terus menjadikan keterbatasan fasilitas sebagai sebuah alasan,, apakah kualitas pembelajaran siswa akan selalu jadi korbannya?
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM DISKUSI

oleh ADELIA NANDA FEBRIANI -
Nama : Adelia Nanda Febriani
Npm : 2413053106

Izin bertanya, seberapa penting fasilitas pembelajaran yang memadai untuk capaian keberhasilan pembelajaran siswa? Dan bagaimana cara mengatasi kurang nya fasilitas di sekolah yang berada di daerah 3T?
Sebagai balasan ADELIA NANDA FEBRIANI

Re: FORUM DISKUSI

oleh ABRAL AL-TISA 2413053051 -
Izin menjawab pertanyaan dari Adelia.
Menurut saya, fasilitas pembelajaran yang memadai dapat mendukung pemahaman materi, meningkatkan motivasi belajar, dan membantu terciptanya proses pembelajaran yang efektif. Namun, keberhasilan pembelajaran tidak hanya bergantung pada kelengkapan sarana dan prasarana, melainkan juga pada kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran. Di sekolah daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal), keterbatasan fasilitas dapat diatasi dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar dan menggunakan media sederhana yang tersedia. Oleh karena itu, kreativitas guru menjadi faktor penting dalam memastikan tujuan pembelajaran tetap tercapai sesuai dengan kebutuhan dan kondisi peserta didik.