Kiriman dibuat oleh DINA OKTA FITRIANA FITRIANA

Nama :Dina okta fitriana
NPM:2513032079

Teori Abraham Maslow
1.Rasa aman :stabilitas dan perlindungan dari bahaya fisik maupun emosional.contohnya :Memiliki pekerjaan tetap (keamanan finansial),
asuransi kesehatan, tabungan, tinggal di lingkungan yang bebas kejahatan, dan perlindungan hukum.
2. penghargaan:Terkait dengan
rasa percaya diri dan pengakuan dari orang lain.Contoh: Mendapatkan promosi di kantor, meraih piala dalam kompetisi, merasa dihargai atas pendapat kita, atau memiliki reputasi baik di lingkungan sosial.
3.sosial :Fokus padahubungan antarmanusia dan rasa memiliki.
Contoh: Persahabatan yang erat, hubungan harmonis dengan keluarga, bergabung dengan komunitas atau klub hobi, dan memiliki pasangan hidup.
4.aktualisasi diri :Keinginan untuk menjadi
versi terbaik dari diri sendiri.
Contoh: Mengembangkan bakat seni secara maksimal,mengejar misi kemanusiaan, atau mencapai potensi puncak dalam karier sesuai minat terdalam.

DKPM PPKn 2025C -> Penugasan

oleh DINA OKTA FITRIANA FITRIANA -
Nama:Dina okta fitriana
kelas :25C
NPM. :2513032079

1..Membaca Bahan Ajar Tentang Pendekatan Pendidikan Moral

A. Pendekatan Penanaman Nilai
Pendekatan ini fokus pada cara mengajarkan nilai-nilai sosial secara langsung kepada siswa.
Tujuannya adalah agar nilai-nilai yang dianggap penting oleh masyarakat dapat diterima dan diinternalisasi oleh siswa.
B. Pendekatan Perkembangan Moral Kognitif
Pendekatan ini menekankan pada proses pengembangan kemampuan berpikir moral siswa, yaitu cara siswa memahami dan menilai tindakan yang benar atau salah.
C. Pendekatan Analisis Nilai
Dalam pendekatan ini, siswa diberikan kesempatan untuk menguraikan dan menganalisis nilai-nilai yang ada, sehingga mereka bisa memahami makna dan relevansi nilai-nilai tersebut.
D. Pendekatan Klarifikasi Nilai
Pendekatan ini membantu siswa untuk mengenali, memahami, dan merumuskan nilai-nilai pribadi mereka sendiri dengan begitu siswa bisa bertindak secara sadar sesuai dengan nilai yang diyakini.
E. Pendekatan Pembelajaran Berbuat
Pendekatan ini menekankan pembelajaran melalui pengalaman nyata dan tindakan langsung yang mencerminkan nilai-nilai moral.
Pendekatan ini biasanya diberikan secara terpisah maupun diintegrasikan dalam pembelajaran tentang budi pekerti dan karakter.

2.Memilih Pendekatan yang Tepat untuk Indonesia

Pendekatan perkembangan kognitif moral sangat cocok untuk situasi di Indonesia karena bisa membantu siswa berpikir secara kritis dan memiliki kesadaran nilai secara baik, terutama di tengah tantangan sosial dan moral seperti pluralisme, radikalisme, globalisasi, serta penurunan moral yang dipengaruhi budaya luar.
Pendidikan moral di Indonesia harus mengajarkan nilai-nilai Pancasila, solidaritas, dan karakter bangsa yang kuat dengan cara yang mendorong siswa untuk menerapkan nilai-nilai dan membuat keputusan moral yang bijak.

3.Alasan Memilih Pendekatan

Pendekatan perkembangan moral kognitif dipilih karena:
A. Membantu siswa memahami alasan di balik nilai-nilai moral, bukan hanya menerima secara pasif.
B. Membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan menyelesaikan masalah-masalah moral.
C. Sesuai dengan konteks kebhinekaan dan tantangan sosial yang ada di Indonesia yang cukup rumit.
D. Memperkuat kesadaran tentang etika berdasarkan nilai-nilai budaya dan Pancasila sebagai identitas bangsa.

4.Contoh Kegiatan Pembelajaran Berbasis Pendekatan Perkembangan Moral Kognitif

Judul Kegiatan: Diskusi Dilema Moral tentang Kejujuran dalam Kehidupan Sehari-hari
A.Guru menyampaikan cerita pendek yang berisi dilema moral, misalnya siswa menemukan dompet di sekolah.
B.Siswa diminta berdiskusi dalam kelompok, membahas apa yang seharusnya dilakukan dan mengeksplorasi berbagai opsi (mengembalikan dompet, menyerahkannya kepada guru, atau mengambilnya sendiri).
C.Setiap kelompok menjelaskan alasan pilihan mereka, berdasarkan nilai-nilai moral dan dampak dari setiap tindakan.
D.Guru membimbing siswa melakukan refleksi dengan pertanyaan seperti: Mengapa kejujuran sangat penting?
Bagaimana keputusan kita mempengaruhi diri sendiri dan orang lain?
E.Pembelajaran ditutup dengan kesimpulan bersama bahwa dalam membuat keputusan moral, siswa perlu memahami nilai-nilai yang dianut serta konsekuensi dari tindakan mereka.
Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kemampuan siswa dalam mengembangkan moral secara kritis dan emosional, serta sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan yang diterapkan di sekolah Indonesia sebagai upaya memperkuat karakter dan etika bangsa.

Landasan Pendidikan PPKn 2025C -> Penugasan

oleh DINA OKTA FITRIANA FITRIANA -
Nama:Dina okta fitriana
kelas:25C
npm:2513032079

Menurut vidio yang telah saya simak Video ini membahas tiga isu penting dalam bidang pendidikan di Indonesia. Isu pertama adalah banyaknya guru yang dilaporkan ke polisi oleh orang tua murid karena cara mereka menghukum atau memberi peringatan kepada anak. Hal ini mencerminkan adanya ketidaksepahaman antara sekolah dan orang tua mengenai peran pendidikan dan cara memberikan hukuman. Dijelaskan bahwa hukuman adalah bagian dari proses belajar, tetapi guru seharusnya menggunakan pendekatan yang mencegah masalah, hukuman yang tidak fisik dan bermanfaat, serta menjaga komunikasi yang baik dengan orang tua agar memiliki tujuan berpendidikan yang sama.

Isu kedua yang dibahas adalah meningkatnya tindakan tidak semestinya di kalangan pelajar, seperti seks bebas, yang sangat memprihatinkan dan dianggap sebagai sisi gelap dari pendidikan saat ini.
Penyebabnya salah satunya adalah kurangnya pemahaman dan penerapan nilai-nilai agama, sehingga mengurangi kemampuan mengendalikan diri dan rasa takut terhadap dosa. Solusi yang disarankan meliputi penguatan pengajaran agama, kolaborasi yang kuat antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam memantau perilaku anak, serta menciptakan lingkungan sekolah yang mendorong pengembangan bakat dan minat siswa agar mereka sibuk dengan kegiatan positif dan jauh dari tindakan negatif.

Isu terakhir yang diangkat adalah semakin tingginya kasus penggunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa, yang dianggap sebagai ancaman besar terhadap masa depan bangsa.
Data menunjukkan peningkatan jumlah pelajar dan mahasiswa yang terlibat dalam penggunaan narkoba. Untuk mencegahnya, diperlukan tindakan yang tegas dari sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam membangun lingkungan sekolah yang anti-narkoba. Selain itu, penting juga untuk mengenali berbagai jenis narkoba serta tanda-tanda seseorang yang terlibat dalam penggunaannya agar langkah pencegahan dan penanganan awal bisa segera dilakukan. Secara keseluruhan, video ini menyerukan semua pihak untuk peduli dan berhati-hati terhadap isu-isu ini demi menjaga masa depan generasi muda dan pendidikan bangsa.

jadi kesimpulanya menurut saya dari video tersebut yang menekankan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan, orang tua, dan masyarakat dalam membangun karakter siswa melalui metode pengajaran, komunikasi yang efektif, dan pencegahan alih-alih menggunakan hukuman fisik.
Nilai-nilai keagamaan dan etika menjadi dasar yang fundamental tindakan pencegahan terhadap perilaku menyimpang dan masalah lingkungan dikejar melalui pendidikan agama, program kerja sama, dan suasana sekolah yang mendukung pengembangan bakat siswa.
Penerapannya meliputi penyaluran bakat siswa dalam bidang olahraga, seni, dan keagamaan, deteksi awal masalah perilaku, serta keterpaduan visi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk menjaga norma-norma etika di seluruh proses pendidikan.

DKPM PPKn 2025C -> Penugasan

oleh DINA OKTA FITRIANA FITRIANA -
Nama:DINA OKTA FITRIANA
kelas :25C
NPM. :2513032079

FILM KELUARGA CEMARA 2 2022

1.mengidentifikasi minimal dua dilema moral yang pertama ini piaget:
Dilema tentang tanggung jawab dan perhatian orang tua terhadap anak-anaknya. Dalam film tersebut, Abah mulai sibuk dengan pekerjaan baru sehingga semakin jarang mengurus anak-anak, yang menimbulkan masalah perhatian dan kebutuhan emosional anak, terutama Ara yang merasa tersisih. Dilema ini berkaitan dengan konflik moral antara kewajiban orang tua untuk memenuhi kebutuhan anak dan tuntutan pekerjaan yang menyita waktu.

2.Dilema kejujuran dan komunikasi dalam keluarga. Ara mengatakan bahwa ia bisa berkomunikasi dengan seekor anak ayam yang menjadi temannya, tetapi anggota keluarga lainnya tidak percaya dan berasumsi berbohong. Konflik moral muncul antara kejujuran anak dan sikap skeptis keluarga yang tidak menerima keunikannya. Dalam konteks ini, dilema menguji nilai kejujuran, pengertian, dan penerimaan dalam keluarga.

mengidentifikasi perkembangan moral menurut Kohlberg yaitu:

Tahap Prakonvensional: Pada tahap ini, tokoh utama mungkin masih bertindak berdasarkan keinginan pribadi untuk menghindari hukuman atau mendapatkan keuntungan. Misalnya, Ara yang merasa ditinggalkan dan ingin mendapatkan perhatian dengan berinteraksi dengan anak ayam, berarti belum sepenuhnya memahami norma sosial. Perilakunya masih didorong oleh keinginan pribadi dan bukan oleh aturan yang sudah diakui oleh masyarakat.

Tahap Konvensional: Karakter Abah dan Emak yang peduli pada tanggung jawab keluarga serta menghormati aturan sosial untuk menjaga keharmonisan keluarga mencerminkan tahap ini.
Mereka mengikuti norma dan aturan yang berlaku, seperti Abah yang bekerja keras dan Emak yang menjaga kebutuhan keluarga. Perilaku mereka mencerminkan usaha untuk menjaga hubungan sosial dan menghormati aturan yang ada.

Tahap Pascakonvensional: Meskipun tidak terlihat secara jelas, ada petunjuk bahwa beberapa tokoh mulai mempertimbangkan nilai-nilai yang lebih abstrak dan etis, seperti keadilan, tanggung jawab moral, dan kebebasan pribadi.
Misalnya, ketika Ara berusaha menunjukkan kemampuannya berkomunikasi dengan ayam sebagai bentuk ekspresi diri, ini menunjukkan perkembangan pemikiran yang terkait dengan prinsip etika dan kesadaran nilai yang lebih tinggi.

perbandingan film dengan kehidupan nyata
menurut saya
Film ini membahas cerita realistis tentang upaya orang tua yang bekerja keras untuk mencari penghasilan yang halal sambil tetap menjaga hubungan harmonis dalam keluarga. Masalah tentang bagaimana mengimbangi pekerjaan dengan perhatian kepada anak sangat sama dengan banyak keluarga nyata,itu juga di alami saya semasa bapak ibu saya kan berjualan tapi pada waktu itu sepi jarang ada pembeli.

Dalam film Keluarga Cemara 2, konflik remaja tentang privasi dialami oleh Euis, anak perempuan tertua yang mulai memasuki masa remaja. Euis merasa ingin memiliki ruang pribadi yang terpisah dengan Ara, adiknya. Ia juga mulai merasakan perasaan cinta di usia remaja, sehingga sering merasa canggung dan menginginkan ruang pribadinya dihargai oleh orang tua dan keluarga.

Di sisi lain, Ara, anak bungsu, merasa terabaikan karena orang tuanya terlalu sibuk.
Hal ini memperparah konflik dalam keluarga, karena ada kekurangan komunikasi dan munculnya perasaan sendirian tidak ada yang paham antar anggota keluarga.