Penugasan

Penugasan

Number of replies: 15

Pilih salah satu isu pendidikan di Indonesia (misalnya: kesenjangan pendidikan di daerah terpencil, rendahnya kualitas guru, ketimpangan fasilitas sekolah, masalah kurikulum, atau minimnya peran masyarakat).

Lakukan analisis studi kasus dengan struktur sebagai berikut:

  • Pendahuluan: Jelaskan latar belakang masalah dan alasan isu tersebut penting untuk dikaji.

  • Deskripsi kasus: Sajikan fakta atau data singkat (dari artikel, berita, jurnal, atau pengalaman nyata) yang menggambarkan permasalahan.

  • Analisis teori: Kaitkan permasalahan dengan teori Tri Pusat Pendidikan (keluarga, sekolah, masyarakat). Bagaimana ketiganya saling berinterrelasi dan saling bergantung dalam kasus tersebut?

  • Kritik konstruktif: Analisis kelemahan kebijakan atau praktik yang ada, serta apa dampaknya jika salah satu unsur Tri Pusat tidak berfungsi.

  • Solusi dan inovasi: Tawarkan gagasan atau rekomendasi yang realistis dan kreatif untuk memperkuat sinergi keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam mengatasi permasalahan.

Format penulisan:

  • Panjang minimal 3–4 halaman (A4, spasi 1,5, font Times New Roman 12).

  • Gunakan bahasa akademis yang runtut, jelas, dan kritis.

  • Cantumkan sumber referensi jika menggunakan data sekunder.


In reply to First post

Re: Penugasan

by Nadin Azizah -
Nama : Nadin Nurul Azizah
Kelas : 25 C
NPM : 2553032001


Berdasarkan materi yang disampaikan, terdapat tiga kasus utama dalam bidang pendidikan yang dikaji, yaitu: kasus guru yang diadukan ke polisi, perilaku asusila di kalangan pelajar, dan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar/mahasiswa.

1. Kasus Guru Diadukan ke Polisi
Kasus ini mencerminkan keresahan para guru ketika tindakan mendisiplinkan atau menegur siswa justru berujung pada laporan orang tua ke pihak berwajib, seperti yang terjadi pada kasus guru di Konawe Selatan.
Penyebab dan solusi: Lemahnya hubungan emosional antara sekolah (guru) dan orang tua menjadi faktor utama. Orang tua seharusnya memandang guru sebagai perpanjangan tangan mereka dalam mendidik dan membimbing anak di sekolah.

2. Perilaku Asusila di Kalangan Pelajar
Fenomena ini menunjukkan meningkatnya tindakan tidak bermoral dan perilaku seks bebas di kalangan pelajar, yang bertentangan dengan nilai-nilai agama serta moral bangsa Indonesia yang berlandaskan Pancasila.
Penyebab dan solusi: Kurangnya pemahaman serta pengamalan nilai-nilai agama menyebabkan peserta didik kehilangan kontrol diri dan tidak lagi merasa takut akan dosa. Oleh karena itu, penanaman nilai-nilai keagamaan harus menjadi tanggung jawab bersama antara guru, orang tua, dan lingkungan sekitar.

3. Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar dan Mahasiswa
Data menunjukkan bahwa penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa terus meningkat setiap tahunnya, dan hal ini menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda dan bangsa.
Langkah pencegahan: Sekolah, orang tua, serta masyarakat perlu bersinergi dan lebih peka terhadap permasalahan ini. Sekolah hendaknya mengadakan program anti-narkoba serta memberikan edukasi mengenai jenis-jenis narkoba dan tanda-tanda penyalahgunaannya agar dapat dilakukan pencegahan dan penanganan sejak dini.

Kesimpulan:
Secara keseluruhan, materi ini menggambarkan bahwa dunia pendidikan sedang menghadapi berbagai tantangan serius yang memerlukan perhatian lebih, kerja sama lintas sektor, serta pendekatan yang edukatif dan preventif. Penguatan nilai-nilai moral, etika, dan agama menjadi hal yang sangat penting demi menyelamatkan generasi penerus dan masa depan bangsa.
In reply to Nadin Azizah

Re: Penugasan

by DINA OKTA FITRIANA FITRIANA -
Nama:Dina okta fitriana
kelas:25C
npm:2513032079

Menurut vidio yang telah saya simak Video ini membahas tiga isu penting dalam bidang pendidikan di Indonesia. Isu pertama adalah banyaknya guru yang dilaporkan ke polisi oleh orang tua murid karena cara mereka menghukum atau memberi peringatan kepada anak. Hal ini mencerminkan adanya ketidaksepahaman antara sekolah dan orang tua mengenai peran pendidikan dan cara memberikan hukuman. Dijelaskan bahwa hukuman adalah bagian dari proses belajar, tetapi guru seharusnya menggunakan pendekatan yang mencegah masalah, hukuman yang tidak fisik dan bermanfaat, serta menjaga komunikasi yang baik dengan orang tua agar memiliki tujuan berpendidikan yang sama.

Isu kedua yang dibahas adalah meningkatnya tindakan tidak semestinya di kalangan pelajar, seperti seks bebas, yang sangat memprihatinkan dan dianggap sebagai sisi gelap dari pendidikan saat ini.
Penyebabnya salah satunya adalah kurangnya pemahaman dan penerapan nilai-nilai agama, sehingga mengurangi kemampuan mengendalikan diri dan rasa takut terhadap dosa. Solusi yang disarankan meliputi penguatan pengajaran agama, kolaborasi yang kuat antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam memantau perilaku anak, serta menciptakan lingkungan sekolah yang mendorong pengembangan bakat dan minat siswa agar mereka sibuk dengan kegiatan positif dan jauh dari tindakan negatif.

Isu terakhir yang diangkat adalah semakin tingginya kasus penggunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa, yang dianggap sebagai ancaman besar terhadap masa depan bangsa.
Data menunjukkan peningkatan jumlah pelajar dan mahasiswa yang terlibat dalam penggunaan narkoba. Untuk mencegahnya, diperlukan tindakan yang tegas dari sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam membangun lingkungan sekolah yang anti-narkoba. Selain itu, penting juga untuk mengenali berbagai jenis narkoba serta tanda-tanda seseorang yang terlibat dalam penggunaannya agar langkah pencegahan dan penanganan awal bisa segera dilakukan. Secara keseluruhan, video ini menyerukan semua pihak untuk peduli dan berhati-hati terhadap isu-isu ini demi menjaga masa depan generasi muda dan pendidikan bangsa.

jadi kesimpulanya menurut saya dari video tersebut yang menekankan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan, orang tua, dan masyarakat dalam membangun karakter siswa melalui metode pengajaran, komunikasi yang efektif, dan pencegahan alih-alih menggunakan hukuman fisik.
Nilai-nilai keagamaan dan etika menjadi dasar yang fundamental tindakan pencegahan terhadap perilaku menyimpang dan masalah lingkungan dikejar melalui pendidikan agama, program kerja sama, dan suasana sekolah yang mendukung pengembangan bakat siswa.
Penerapannya meliputi penyaluran bakat siswa dalam bidang olahraga, seni, dan keagamaan, deteksi awal masalah perilaku, serta keterpaduan visi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk menjaga norma-norma etika di seluruh proses pendidikan.
In reply to Nadin Azizah

Re: Penugasan

by Alya Niza Silvia -
Nama : Aya Niza Silvia
Kelas : 25 C
NPM : 2513032078

Kajian Kasus-kasus di Bidang Pendidikan

1. Banyak Guru Dipolisikan
Banyak orang tua siswa yang melaporkan guru ke pihak kepolisian. Hal itu merupakan fakta di lapangan. Guru selalu berusaha melakukan tindakan untuk mendisiplinkan siswa-siswi nya, kemudian menegur atau menghukum siswa-siswi nya agar menjadi teratur (tertib), dan lain sebagainya. Hal itu menjadi bentuk tidak terimanya orang tua siswa terhadap tindakan guru di sekolah. Kasus tersebut sangat memprihatikan, karena anak yang dididik merupakan anak dari orang tua tersebut, sedangkan guru adalah orang yang memiliki kualifikasi yang dianggap memiliki kompetensi untuk melakukan tindakan pendidikan di sekolah. Penyebab utama kasus seperti ini antara lain kurangnya pemahaman guru tentang batas hukum dan etika pendidikan, perubahan cara pandang masyarakat terhadap hukuman fisik, kurangnya komunikasi antara guru, orang tua, dan siswa, serta emosi guru yang kadang tidak terkendali karena tekanan pekerjaan. Untuk mengatasinya, perlu dilakukan pelatihan bagi guru tentang cara mendisiplinkan siswa tanpa kekerasan, peningkatan komunikasi antara sekolah dan orang tua agar masalah bisa diselesaikan bersama, serta adanya perlindungan hukum yang seimbang bagi guru dan siswa.

2. Perilaku asusila pada pelajar adalah tindakan yang melanggar norma kesopanan, terutama terkait sikap dan etika dalam berinteraksi.
Penyebabnya beragam, mulai dari keluarga, pergaulan, hingga media sosial. Solusinya adalah memperkuat kontrol diri, pendidikan karakter, mengawasi penggunaan teknologi, dan membangun komunikasi yang baik antara keluarga, sekolah, dan pelajar.

3. Penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa merupakan masalah serius yang terus meningkat seiring berkembangnya zaman. Banyak generasi muda yang terjerumus karena pengaruh lingkungan, ajakan teman, hingga rasa penasaran untuk mencoba hal baru tanpa memahami risiko yang ditimbulkan. Selain itu, kondisi psikologis seperti stres akademik, tekanan pergaulan, dan kurangnya kontrol diri dapat menjadi pemicu kuat terjadinya penyalahgunaan narkoba. Kemudahan akses melalui internet dan media sosial juga membuat peredaran narkoba semakin sulit diawasi. Untuk mencegah penyalahgunaan narkoba, diperlukan upaya bersama dari berbagai pihak. Individu harus memiliki kesadaran diri serta kemampuan menolak ajakan negatif dan memilih pergaulan yang sehat.
In reply to First post

Re: Penugasan

by Aufa Nabila -
Nama : Aufa Fitria Nabila
Kelas : 25 (C)
NPM : 2553032007

KAJIAN KASUS-KASUS DI BIDANG PENDIDIKAN

Kajian kasus di bidang pendidikan sering mengungkap berbagai permasalahan moral, etika, dan perilaku yang memengaruhi dunia pendidikan di Indonesia. Salah satu kasus yang
mendapat perhatian besar adalah guru yang dipolisikan, baik karena dugaan kekerasan,
pelanggaran etika, maupun kesalah pahaman dalam menjalankan tugas. Kasus seperti ini
menunjukkan pentingnya peningkatan profesionalisme guru, pemahaman tentang batas kewenangan pendidik, serta perlunya perlindungan hukum bagi guru. Kajian terhadap kasus ini membantu menyeimbangkan antara hak peserta didik dan kewajiban pendidik dalam
menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bermartabat.

Kasus tindakan asusila di kalangan pelajar menjadi sorotan karena menunjukkan krisis moral dan lemahnya pendidikan karakter. Faktor-faktor penyebabnya meliputi kurangnya
pengawasan dari orang tua, pengaruh negatif media sosial, hingga minimnya pendidikan seks
dan nilai moral di sekolah. Kajian terhadap kasus ini menegaskan pentingnya pendidikan
karakter yang komprehensif, penguatan peran bimbingan konseling, serta kerjasama antara
sekolah, keluarga, dan masyarakat. Upaya preventif seperti penyuluhan, pendidikan etika
digital, dan pembinaan akhlak perlu terus ditingkatkan untuk menekan kasus serupa di masa depan.

Selain itu, kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa menjadi ancaman serius bagi dunia pendidikan. Kajian terhadap kasus ini mengungkap bahwa penyebab utamanya meliputi tekanan lingkungan, rasa ingin tahu, hingga kurangnya kontrol diri dan pengawasan. Dampaknya bukan hanya pada kesehatan fisik dan mental, tetapi juga pada prestasi akademik serta masa depan generasi muda. Oleh karena itu, lembaga pendidikan perlu memperkuat program pencegahan melalui sosialisasi bahaya narkoba, pembinaan rohani, serta
kolaborasi dengan aparat penegak hukum dan lembaga rehabilitasi. Dengan memahami dan
menanggulangi kasus-kasus ini secara komprehensif, pendidikan dapat kembali berperan sebagai sarana pembentukan karakter dan moral bangsa.
In reply to First post

Re: Penugasan

by Dinda Putri Amelia -
Nama: Dinda Putri Amelia
NPM: 2553032003
Kelas: 25C


Materi ini membahas berbagai persoalan serius dalam dunia pendidikan yang mencerminkan kemunduran moral di kalangan siswa. Tayangan tersebut menyoroti beberapa contoh perilaku menyimpang, seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, merokok, dan tindakan negatif lainnya. Fenomena ini menunjukkan adanya krisis nilai yang diakibatkan oleh minimnya pengawasan dari pihak sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Menurut kajian tersebut, munculnya kasus-kasus negatif ini disebabkan oleh beberapa faktor utama. Di antaranya adalah kurangnya penekanan pada pendidikan karakter dan lemahnya fungsi guru sebagai panutan moral. Selain itu, lingkungan sosial yang buruk dan kurangnya interaksi antara orang tua dan anak juga berperan besar. Pengaruh negatif dari teknologi dan media sosial turut memperburuk keadaan, sebab banyak pelajar meniru konten tanpa memiliki saringan moral yang memadai.

Sebagai penutup, narasumber menggarisbawahi bahwa untuk mengatasi masalah ini, diperlukan kerja sama erat (sinergi) antara sekolah, keluarga, dan komunitas. Pendidikan harus bergeser fokus, tidak hanya pada pencapaian akademis, tetapi juga pada pembentukan nilai moral, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab. Dengan kolaborasi yang kuat, tujuan hakiki pendidikan untuk mencetak individu yang berkarakter dan bermoral tinggi dapat tercapai, sekaligus menekan angka kasus-kasus buruk di lingkungan sekolah.
In reply to Dinda Putri Amelia

Re: Penugasan

by Muhammad Bagus Bahtiar -
Nama: Muhammad Bagus Bahtiar
Npm : 2553032011
Kelas : 25C


Berdasarkan materi yang disampaikan, terdapat tiga kasus utama dalam bidang pendidikan yang dikaji, yaitu: kasus guru yang diadukan ke polisi, perilaku asusila di kalangan pelajar, dan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar/mahasiswa.

1. Kasus Guru Diadukan ke Polisi
Kasus ini mencerminkan keresahan para guru ketika tindakan mendisiplinkan atau menegur siswa justru berujung pada laporan orang tua ke pihak berwajib, seperti yang terjadi pada kasus guru di Konawe Selatan.
Penyebab dan solusi: Lemahnya hubungan emosional antara sekolah (guru) dan orang tua menjadi faktor utama. Orang tua seharusnya memandang guru sebagai perpanjangan tangan mereka dalam mendidik dan membimbing anak di sekolah.

2. Perilaku Asusila di Kalangan Pelajar
Fenomena ini menunjukkan meningkatnya tindakan tidak bermoral dan perilaku seks bebas di kalangan pelajar, yang bertentangan dengan nilai-nilai agama serta moral bangsa Indonesia yang berlandaskan Pancasila.
Penyebab dan solusi: Kurangnya pemahaman serta pengamalan nilai-nilai agama menyebabkan peserta didik kehilangan kontrol diri dan tidak lagi merasa takut akan dosa. Oleh karena itu, penanaman nilai-nilai keagamaan harus menjadi tanggung jawab bersama antara guru, orang tua, dan lingkungan sekitar.

3. Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar dan Mahasiswa
Data menunjukkan bahwa penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa terus meningkat setiap tahunnya, dan hal ini menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda dan bangsa.
Langkah pencegahan: Sekolah, orang tua, serta masyarakat perlu bersinergi dan lebih peka terhadap permasalahan ini. Sekolah hendaknya mengadakan program anti-narkoba serta memberikan edukasi mengenai jenis-jenis narkoba dan tanda-tanda penyalahgunaannya agar dapat dilakukan pencegahan dan penanganan sejak dini.

Kesimpulan:
Secara keseluruhan, materi ini menggambarkan bahwa dunia pendidikan sedang menghadapi berbagai tantangan serius yang memerlukan perhatian lebih, kerja sama lintas sektor, serta pendekatan yang edukatif dan preventif. Penguatan nilai-nilai moral, etika, dan agama menjadi hal yang sangat penting demi menyelamatkan generasi penerus dan masa depan bangsa.

Kesimpulan
Secara keseluruhan, ketiga kasus di atas menggambarkan bahwa dunia pendidikan menghadapi tantangan moral dan sosial yang kompleks. Tantangan tersebut tidak hanya memerlukan penegakan aturan, tetapi juga penguatan nilai-nilai karakter seperti kejujuran, empati, dan tanggung jawab. Pendidikan seharusnya tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, melainkan juga pada pembentukan kepribadian dan integritas peserta didik. Dengan sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, diharapkan muncul generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan siap berkontribusi positif bagi bangsa dan negara.
In reply to Muhammad Bagus Bahtiar

Re: Penugasan

by 2553032010 2553032010 -
Nama : ihsan Revaldo
Npm : 2553032010
Kls : 25c

Berdasarkan, vidio tersebut terbagi menjadi 3 materi
Yang pertama banyaknya guru diadukan ke polisi, prilaku asusilan dikalangan pelajar, penyalahgunaan narkoba oleh pelajara dan mahasiswa

Dalam dunia pendidikan di Indonesia, sering ditemukan berbagai persoalan terkait moral, etika, dan perilaku yang berdampak negatif. Salah satu perhatian utama adalah kasus guru yang dilaporkan ke polisi, baik akibat tuduhan kekerasan, pelanggaran kode etik, maupun kesalahpahaman dalam melaksanakan tanggung jawabnya. Kejadian seperti ini menegaskan pentingnya penguatan keprofesionalan guru, pemahaman jelas mengenai batas kewenangan pendidik, serta perlindungan hukum yang memadai bagi para guru. Analisis kasus tersebut sangat penting untuk menyeimbangkan antara hak peserta didik dan tugas pendidik dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif dan bermartabat.

Kasus perilaku tidak senonoh yang melibatkan pelajar menjadi sorotan besar, karena mencerminkan adanya degradasi moral dan lemahnya pembinaan karakter di lingkungan pendidikan. Faktor penyebabnya antara lain kurangnya pengawasan dari orang tua, dampak negatif media sosial, serta kekurangan dalam pendidikan seks dan nilai-nilai etika di sekolah. Kajian kasus seperti ini menekankan urgensi pendidikan karakter yang menyeluruh, penguatan peranan bimbingan konseling, serta sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat luas. Upaya pencegahan seperti penyuluhan, pendidikan etika penggunaan teknologi digital, dan pembinaan akhlak wajib ditingkatkan guna mengurangi risiko kejadian serupa di masa depan.

Selain itu, penyalahgunaan narkotika oleh pelajar dan mahasiswa merupakan masalah serius yang mengancam dunia pendidikan. Faktor pemicu utama meliputi tekanan sosial, rasa ingin tahu yang berlebihan, serta lemahnya kontrol diri dan pengawasan. Dampak buruknya melibatkan kesehatan jasmani dan rohani, penurunan prestasi akademik, hingga gangguan terhadap masa depan generasi muda. Oleh sebab itu, institusi pendidikan harus memperkuat program pencegahan dengan sosialisasi bahaya narkoba, pembinaan spiritual, serta bekerja sama dengan aparat hukum dan pusat rehabilitasi. Pemahaman dan penanggulangan kasus-kasus tersebut secara menyeluruh akan mengembalikan fungsi pendidikan sebagai sarana pembentukan karakter dan moral bangsa.
In reply to Dinda Putri Amelia

Re: Penugasan

by octa villanza -
Nama : Octa Villanza Ramadhany
Npm : 2553032006
kelas : 25c

Pada pertemuan kali ini, dibahas beberapa masalah serius yang sedang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia. Salah satunya adalah meningkatnya kasus di mana orang tua melapor guru ke polisi setelah memberi teguran atau hukuman kepada siswa. Fenomena ini menunjukkan lemahnya hubungan emosional antara sekolah dan orang tua serta adanya kesalahpahaman tentang peran hukuman dalam pendidikan. Sebenarnya, hukuman merupakan bagian dari proses pembelajaran yang bertujuan untuk mendisiplinkan siswa, namun seringkali dipersepsikan secara negatif oleh orang tua. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk mengutamakan pendekatan yang bersifat pencegahan dan edukasi saat memberikan teguran, sekaligus membina komunikasi yang baik dengan orang tua.

Selain itu, dunia pendidikan juga menghadapi masalah moralitas di kalangan siswa, seperti perilaku asusila dan seks bebas yang semakin meningkat. Kemudahan akses terhadap pornografi melalui internet menjadi salah satu penyebab utama masalah ini. Hal ini menunjukkan pentingnya peran pendidikan agama yang kuat baik di lingkungan rumah, sekolah, maupun masyarakat. Kolaborasi antara orang tua, guru, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menanamkan nilai-nilai moral dan agama kepada anak-anak serta membimbing mereka agar terhindar dari perilaku negatif.

Masalah serius lainnya adalah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa. Data menunjukkan adanya peningkatan signifikan jumlah pelajar yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba setiap tahunnya. Situasi ini menjadi ancaman besar bagi masa depan generasi muda dan bangsa. Maka dari itu, upaya pencegahan harus melibatkan sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam mengenali tanda-tanda penyalahgunaan narkoba serta menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan positif siswa. Pencegahan efektif harus dimulai dari pemahaman bersama tentang bahaya narkoba serta penguatan nilai-nilai moral dan agama dalam kehidupan sehari-hari.
In reply to First post

Re: Penugasan

by desta purnama sari -
Nama:Desta purnama sari
NPM:2513032075
Kelas:25C

Berdasarkan materi yang di jelaskan ada beberapa studi kasus di bidang pendidikan
1.Masalah Guru yang Dilaporkan ke Polisi oleh Orang Tua Siswa.
Di era pendidikan saat ini, banyak pengajar terpapar risiko dilaporkan ke pihak berwajib oleh orang tua siswa sebagai akibat dari tindakan disiplin seperti menegur atau memberi hukuman kepada anak. Situasi ini mencerminkan adanya jarak emosional antara institusi pendidikan dan keluarga, di mana orang tua tidak lagi melihat guru sebagai perpanjangan tangan mereka di sekolah. Di samping itu, terdapat perbedaan cara pandang mengenai hukuman yaitu seperti guru melihatnya sebagai sesuatu yang penting dalam pendidikan untuk membangun disiplin, sedangkan orang tua sering kali menafsirkannya sebagai bentuk kekerasan. Untuk menangani hal ini, para guru perlu lebih menekankan pada pendekatan pencegahan dengan memberikan nasihat dan menjadi teladan perilaku yang baik, sekaligus mengimplementasikan hukuman yang mendidik dan tidak bersifat fisik, seperti tugas tambahan atau melibatkan orang tua, agar tidak terjadi kesalahpahaman di zaman modern ini.

2.Perilaku Asusila di Kalangan Pelajar.
Salah satu isu serius lainnya adalah makin meningkatnya perilaku menyimpang, seperti seks bebas dan akses tanpa batas terhadap pornografi di kalangan siswa, yang bertentangan dengan prinsip-prinsip nilai agama dan budaya Pancasila. Salah satu penyebab utama adalah rendahnya pemahaman serta praktik agama, menyebabkan siswa kehilangan kendali atas diri mereka dan tidak merasa khawatir akan akibat dari dosa. Solusi yang bisa diterapkan mencakup penguatan pendidikan agama oleh semua pihak, termasuk para guru yang tidak mengajarkan agama, dengan mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dalam setiap mata pelajaran. Diperlukan pula kerjasama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk mengawasi perilaku siswa, serta menciptakan suasana sekolah yang mendukung pengembangan bakat dan minat siswa melalui kegiatan olahraga, seni, atau keagamaan, agar mereka terhindar dari aktivitas negatif dan lebih fokus pada hal-hal yang positif.

3.Penyalahgunaan Narkoba di Dunia Pendidikan.
Ancaman lain yang sangat meresahkan adalah meningkatnya penyalahgunaan narkoba di kalangan siswa dan mahasiswa, yang dapat merusak karakter individu dan masa depan bangsa. Statistik menunjukkan adanya lonjakan kasus yang signifikan dari tahun ke tahun, menjadikannya isu global yang memerlukan perhatian yang mendalam. Untuk mengatasinya, sekolah perlu meluncurkan program anti-narkoba yang mencakup pengenalan jenis-jenis narkoba, tanda-tanda pengguna, dan sumbernya, serta melaksanakan deteksi dini. Peran orang tua dan masyarakat sangat vital dalam pengawasan anak-anak, sementara sekolah harus membangun hubungan emosional yang kuat dengan keluarga untuk menciptakan visi yang sejalan dalam membentuk generasi yang sehat dan berakhlak, sehingga dunia pendidikan dapat menjadi lebih baik dan terhindar dari ancaman ini.
In reply to First post

Re: Penugasan

by Via Dwi Silviani -
Nama : Via Dwi Silviani
NPM. : 2513032085
Kelas. : C
Kajian kasus dalam bidang pendidikan memperlihatkan beragam persoalan yang memerlukan perhatian serius dari semua pihak, terutama sekolah, orang tua, dan masyarakat. Salah satu permasalahan yang muncul adalah rasa takut guru dalam menegur siswa karena khawatir akan dilaporkan atau bahkan dipenjara. Situasi ini menunjukkan lemahnya hubungan emosional antara sekolah dan orang tua serta adanya kesalahpahaman terhadap maksud tindakan disiplin yang dilakukan guru. Akibatnya, guru menjadi ragu untuk menegakkan kedisiplinan, padahal tujuannya adalah membentuk karakter peserta didik. Untuk itu, guru perlu mengutamakan pendekatan pencegahan dalam pembinaan karakter siswa, dan apabila diperlukan hukuman, hendaknya dilakukan melalui cara-cara edukatif yang mendidik, bukan menghukum secara keras.

Selain itu, kasus tindakan asusila di kalangan pelajar juga menjadi peringatan penting bagi dunia pendidikan. Lemahnya penanaman nilai agama dan moral di lingkungan keluarga serta kurangnya kerja sama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam mengawasi perilaku anak menjadi faktor utama penyebabnya. Solusinya adalah dengan memperkuat peran keluarga dalam memberikan contoh dan pembinaan moral sejak dini, serta menciptakan suasana sekolah yang positif dan mampu menumbuhkan minat serta bakat siswa agar mereka terhindar dari perilaku menyimpang.

Masalah lain yang tidak kalah serius adalah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa. Berdasarkan data dari periode 1 hingga 21 Januari 2023, terdapat 2.650 kasus narkoba yang dilaporkan, dan sekitar 8,3% di antaranya melibatkan mahasiswa serta pelajar. Angka ini menunjukkan tingginya risiko penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda. Untuk mengatasi hal tersebut, penting bagi sekolah dan orang tua untuk memiliki persepsi yang sejalan dalam memahami dan mendampingi peserta didik. Kerja sama yang erat antara keduanya akan menciptakan sistem pengawasan yang berkelanjutan di rumah maupun di sekolah. Dengan demikian, pendidikan karakter yang kuat, komunikasi yang terbuka, serta lingkungan sosial yang positif menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi muda yang beretika, disiplin, dan bebas dari pengaruh buruk.
In reply to First post

Re: Penugasan

by Revita Winasa Pasundari -

Nama:Revita Winasa Pasundari

NPM:2553032002

Kelas: 25C


KAJIAN-KAJIAN KASUS DIBIDANG PENDIDIKAN

Membahas tentang kelanjutan dai kasus-kasus yang terjadi dalam bidang pendidikan terutama berkaitan dengan dinamika proses pembelajaran dan aktvitas yang ada disekolah diantara kasus pada akhir-akhir ini bahkan beberapa tahun ini yang pertama adalah banyak kasus guru yang diadukaan ke polisi oleh orang tua siswa contohnya berita yang menarasikan" khawatir dipenjara,Guru takut tegur siswa" berita tersebut menimbulkan keresahan bagi para guru ada beberapa pandangan atau tanggapan yaitu terjadinya beberapa orang tua yang mengadukan guru ke polisi karna tidak menerima tindakan guru terhadap anaknya. Terjadi ketidaksamaan presepsi antara pihak sekolah dengan orang tua.Guru harus mendahulukan upaya prevektif dalam membina karakter siswa.


Kasus berikutnya yaitu membahas tentang tindkan asusila dikalangan pelajar yaitu perilaku perilaku siswa yang bertentangan dengan nilai-nilas etika,moral yang ada ditengah-tengah masyarakat baik nilai yang berasal dari agama.maupun nilai yang berasal dari kebudayaan maupun adat istiadat Salah satu contoh beritanya yaitu tentang "tindakan asusila dikalangan pelajaran semakin memprihatinkan karna mudahnya atau pesatnya akses pornografi di media sosial maupun di warnet" Ini adalah kasus perbuatan yang bertentantang dengan agama, dengan budaya-budaya yang tumbuh ditengah masyarakat kita dari zaman duku hingga sekarang beberapa analisis dari kasus tersebut yaitu karna kurangnya pemahaman agama pada anak harus ada penguatan peran keluarga, serta ciptakanlah lingkungan sekolah yang mendukung bakat dan minat siswa.

   Tedapat kasus lain selain kasus dikalangan guru kasus dikalangan siswa kasus ini berkaitan dengan penyalah gunaan narkoba dikalangan pelajar dan mahasiswa kasus ini dapat merusak mental merusak kepribadian seseorang jika sudah terjebak dengan narboba.kasus kasus im sudah marak terjadi dikalangan pelajar mahasiswa.bahkan sudah melanda didunia pendidikan Salah satu contoh beritanya yaitu tentang "sasaran mahasiswa kepala BNN RI beri kuliah umum", berita ini menginformasikam baliwa kepala badan nasional narkotika memberikan kuliah umum dengan materi pentingnya sikap anti narkoba dilingkungan universitas dengan mengedepankan soft power approve kepala BNN RE melakukan satan keselurung perguruan tinggi untuk mencanangkan kampas bersinar yang bersih dari natkoha vidio tersebut mecantuskan jumlah mahasiswa dan pelajar yang melakukan penyalahgunaan narkoba dengan juuslah peningkatan yang semakin naik dari tahun ke tahun. Serta adapun data launya Haus kepolisisan yaitu data dari 21 janus 2023 dari 2650 orang yang melakukan penyalahgunaan badoobe 8.3 itu terjadi dari kalangan pelajar dan mushatiwa cara mencegahnya yaitu dengan berhati-hati dan jeli melihat persoalan sama ini yang marak sekali terjadi dan dikalangan hasia stuga pelajar bisa dusegah dengan sare socialiai, serta melakukan tandakan dari sekolah untuk mencangkan sekolah anti narkoba dengan cara mengenali jenis- jenis narkoba kemudian ciri-ciri orang yang telah terkena penyakit penyalahgunaan narkoba.

In reply to First post

Re: Penugasan

by Arjuna Nugraha Triatmaja Arjuna -
Nama: Arjuna Nugraha Triatmaja
Kelas : 25 C
NPM 2553032005

1. Kasus Guru Diadukan ke Polisi

Kasus guru yang dilaporkan ke pihak berwajib, seperti yang terjadi di Konawe Selatan, menggambarkan menurunnya rasa saling percaya antara orang tua dan pihak sekolah. Tindakan guru dalam menegur atau mendisiplinkan siswa sering disalahartikan sebagai bentuk kekerasan.
Penyebab utama dari masalah ini adalah kurangnya komunikasi dan kedekatan emosional antara guru dan orang tua.
Solusi: diperlukan kerja sama yang lebih baik antara pihak sekolah dan keluarga agar pendidikan karakter di rumah dan di sekolah selaras. Orang tua juga perlu memahami bahwa guru memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk membimbing anak mereka ke arah yang lebih baik.

2. Perilaku Asusila di Kalangan Pelajar

Meningkatnya perilaku tidak bermoral di kalangan pelajar menunjukkan adanya krisis nilai dan lemahnya pemahaman terhadap ajaran agama serta norma sosial. Fenomena ini bertentangan dengan identitas bangsa yang berakar pada nilai-nilai Pancasila.
Penyebab utama adalah rendahnya internalisasi nilai keagamaan dan minimnya pengawasan dari lingkungan sekitar.
Solusi: pendidikan agama dan moral perlu dioptimalkan, baik melalui pembelajaran di sekolah maupun pembiasaan di rumah. Kolaborasi antara guru, orang tua, dan masyarakat sangat penting dalam menanamkan kesadaran moral dan tanggung jawab pribadi sejak dini.
3. Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar dan Mahasiswa

Kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda masih menjadi masalah serius yang mengancam masa depan bangsa. Setiap tahun, jumlah pengguna baru di kalangan pelajar dan mahasiswa meningkat, menandakan lemahnya kontrol sosial dan kurangnya edukasi bahaya narkoba.
Langkah pencegahan: sekolah bersama lembaga masyarakat harus aktif mengadakan program penyuluhan anti-narkoba, tes kesehatan rutin, serta kegiatan positif yang mampu menyalurkan potensi pelajar secara sehat. Peran keluarga dalam memberikan perhatian dan pengawasan juga sangat menentukan keberhasilan pencegahan ini.

Kesimpulan

Dari ketiga kasus tersebut, dapat disimpulkan bahwa permasalahan dalam dunia pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan aspek akademik, tetapi juga menyentuh dimensi moral, sosial, dan spiritual. Guru, orang tua, dan masyarakat harus menjadi satu kesatuan yang saling mendukung dalam menanamkan nilai-nilai karakter kepada anak didik. Pendidikan bukan hanya tentang pengetahuan, melainkan tentang pembentukan manusia yang berintegritas, berempati, serta memiliki kesadaran sosial tinggi.
Dengan memperkuat pendidikan karakter dan menjalin kemitraan antara sekolah dan keluarga, diharapkan muncul generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu, tetapi juga memiliki budi pekerti luhur serta mampu menjadi agen perubahan positif bagi bangsa.
In reply to First post

Re: Penugasan

by Dina Ayu Lestari -
Nama : Dina ayu lestari
NPM : 2513032071
Kelas : 25 C

Prof Bujang pada video menjelaskan tentang "Kajian Kasus Kasus di Bidang Pendidikan" video ini berisikan mengenai berbagai tantangan dan solusi dalam dunia pendidikan khususnya pada konteks pembelajaran dan karakter siswa. Ada beberapa contoh kasus yang dijelaskan yaitu pertama tentang Kasus Guru Dilaporkan ke Kepolisian karena Menegur Siswa Kasus ini mencerminkan dilema yang dihadapi guru saat menjalankan peran mendidik, terutama ketika tindakan disiplin terhadap siswa dianggap sebagai pelanggaran oleh orang tua. Contohnya terjadi di Konawe Selatan, di mana seorang guru dilaporkan ke polisi setelah menegur siswa. Situasi ini menunjukkan kurangnya komunikasi dan kepercayaan antara pihak sekolah dan keluarga. Idealnya, orang tua perlu memahami bahwa guru bertugas membantu membentuk karakter anak, bukan sekadar menyampaikan pelajaran. Kolaborasi yang erat antara guru dan orang tua sangat penting agar proses pendidikan berjalan selaras dan tidak menimbulkan konflik.

Selanjutnya terdapat kasus Perilaku Tidak Bermoral di Kalangan Pelajar, Fenomena meningkatnya perilaku menyimpang, termasuk seks bebas di kalangan pelajar menjadi tanda bahwa nilai-nilai moral dan spiritual mulai terpinggirkan. Banyak siswa yang tidak lagi memiliki kesadaran akan batasan etika dan agama, sehingga mudah terjerumus dalam tindakan yang bertentangan dengan norma masyarakat. Penyebab utamanya adalah lemahnya pemahaman dan penghayatan terhadap ajaran agama. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan pendekatan terpadu antara sekolah, keluarga, dan lingkungan sekitar dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan secara konsisten dan menyentuh aspek kehidupan nyata siswa.

Berikutnya terdapat Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Remaja dan Mahasiswa, Penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa terus menunjukkan tren peningkatan, menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda. Ketidaktahuan tentang bahaya narkoba dan kurangnya pengawasan dari lingkungan sekitar membuat remaja rentan terhadap pengaruh negatif. Oleh karena itu, sekolah perlu aktif mengadakan program pencegahan, seperti kampanye anti-narkoba, penyuluhan rutin, dan pembentukan komunitas peduli narkoba. Selain itu, orang tua dan masyarakat harus turut serta dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung, agar siswa tidak merasa terisolasi dan memiliki tempat untuk berbagi masalah secara sehat.
In reply to First post

Re: Penugasan

by Nadifah Andresta Asmoro -
Nama: Nadifah Andresta Asmoro
NPM: 2513032076
Kelas: 25C

Dalam vidio materi yang berjudul "Kajian Kasus di Bidang Pendidikan"
dapat disimpulkan bahwasanya banyak sekali kasus berkaitan di bidang pendidikan beberapa contoh kasus dalam bidang pendidikan antara lain:

1.Banyak Guru yang di adukan ke polisi oleh orang tua siswa. Hal ini menyebabkan banyak guru yang khawatir dipenjara karena menegur muridnya jika muridnya membuat kesalahan. Ini menggambarkan lemahnya keterikatan emosional antara orang tua dan guru, dalam masalah ini menggambarkan telah terjadi miss persepsi antara sekolah dan orang tua sebab hukuman adalah bagian integral dalam pendidikan, apabila kesalahan pada anak tidak diberi hukuman maka anak akan tidak menyadari bahwa ia membuat kesalahan. Selanjutnya dengan adanya kasus ini menjadikan intropeksi terhadap guru, tidak hanya dengan hukuman tetapi pendekatan lain melalui nasihat, contoh, dan hukuman yang meng edukatif.

2.Tindakan Asusila di kalangan pelajar, hal ini disebabkan oleh mudahnya akses pornografi sehingga terdorongnya pelajar untuk berbuat mesum. tindakan ini sangat bertentangan dengan agama warga menganggap tindakan asusila asusila di kalangan pelajar selain disebabkan oleh mudahnya akses pronografi, terdapat juga kurangnya penanaman agama pada anak, penguatan dalam mengawasi anak, peran keluarga, serta lingkungan sekolah yg mendukung bakat dan minat siswa.

3.Penyalahgunaan Narkoba dikalangan pelajar dan Mahasiswa.
Hal ini tidak hanya melanda Indonesia tetapi bangsa, terdapat data dari kepolisian jumlah pelajar-mahasiswa yang menggunakan narkoba dari tahun ke tahun semakin meningkat artinya belum ada tanda tanda yng menunjukan keberhasilan kita dalam mensudahi kasus narkoba ini. Maka seorang pengajar harus lebih care karena kasus ini tidak hanya merusak pemikiran siswa tetapi merusak masa depan bangsa, bekerja sama anatara sekolah dengan BNN seperti jenis2 narkoba, ciri² siswa yang sudah terkena narkoba, dimana sumber mendapatkannya agar tidak terdapat akses narkoba.
In reply to First post

Re: Penugasan

by Lukman . -
Nama : Lukman
Kelas: 25c
Npm : 2553032009

Jika kita lihat materi yang di sampaikan terdapat tiga kasus itu guru diadukan ke polisi, perilaku asusila di kalangan pelajar, dan maraknya narkoba .

1. guru yang ditegur lewat polisi
adalah ironi. Guru, yang semestinya menjadi otoritas moral di sekolah, diperlakukan seolah-olah pelaku kriminal. Hubungan emosional antara orang tua dan sekolah runtuh karena akal sehat digantikan oleh ego yang rapuh. Pendidikan berubah menjadi transaksi, bukan relasi.

2. perilaku asusila di kalangan pelajar
menunjukkan bahwa nilai tidak lagi dipahami sebagai kompas hidup, melainkan dekorasi dalam upacara. Ketika agama hanya jadi hafalan, bukan kesadaran, maka moral kehilangan daya rem. Anak-anak tidak kehilangan pengetahuan, mereka kehilangan arah.

3. penyalahgunaan narkoba
adalah titik paling gelap. Ini bukan lagi sekadar pelanggaran aturan; ini sinyal bahwa generasi muda sedang mencari pelarian dari dunia yang tidak memberi mereka pegangan. Jika sekolah, keluarga, dan masyarakat berjalan sendiri-sendiri, maka narkoba akan selalu lebih cepat mendidik mereka daripada guru.

Jadi, persoalan pendidikan kita bukan hanya soal disiplin, moral, atau hukum. Ini soal karakter bangsa yang perlahan mengalami erosi. Pendidikan seharusnya mengasah nalar, membentuk integritas, dan menumbuhkan empati. Tanpa semua itu, sekolah tinggal bangunan, bukan peradaban. Dan tanpa kerja sama antara rumah, sekolah, dan masyarakat, kita hanya mencetak generasi yang cerdas secara akademik tetapi miskin kebijaksanaan.

Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia. Bila itu hilang, maka yang tersisa hanyalah administrasi tanpa jiwa, tanpa akal, tanpa arah.