Posts made by lena septiana

Nama: Lena Septiana
Npm: 2513032064

1. contoh rasa aman: Memiliki rumah yang layak dan terlindungi dari bahaya, Tinggal di lingkungan yang aman dari kejahatan, memiliki pekerjaan tetap, memiliki asuransi kesehatan, Hubungan keluarga yang harmonis,Lingkungan sosial yang mendukung

2. contoh sosial: Punya teman dekat atau sahabat, Menjalin hubungan pacaran atau keluarga yang harmonis, Ikut komunitas (misalnya organisasi sekolah atau hobi),Merasa diterima di lingkungan pergaulan

3. contoh penghargaan: Mendapat pujian dari guru atau atasan, Naik jabatan di tempat kerja, Mendapat prestasi (juara lomba, ranking kelas), Merasa bangga dengan kemampuan diri sendiri

4. contoh aktualisasi diri: Mengembangkan bakat (misalnya jadi penulis, musisi, atau atlet), Mencapai cita-cita hidup, Melakukan hal yang sesuai passion, Menciptakan karya atau inovasi, Membantu orang lain dengan kemampuan yang dimiliki

DKPM PPKn 2025C -> Penugasan

by lena septiana -
Nama: Lena Septiana
Npm: 2513032074
Kelas: 25 C

1. Pendekatan yang paling cocok untuk konteks Indonesia menurut saya adalah Pendekatan Teladan (Modeling). karena menekankan pemberian contoh perilaku moral melalui tindakan nyata oleh seorang guru, orang tua, atau figur yang dihormati.

2. Menulis alasan pemilihan pendekatan tersebut.
Alasannya:
- Budaya Indonesia sangat menjunjung tinggi rasa hormat kepada guru, sehingga perilaku guru sangat mudah diikuti siswa.
- Banyak siswa di Indonesia lebih cepat belajar dari contoh nyata daripada lewat ceramah atau teori saja.
- Pendekatan teladan cocok dengan kondisi sekolah Indonesia yang menekankan sopan santun, disiplin, dan etika. Jika guru menunjukkan sikap jujur, peduli, disiplin, dan sopan, siswa biasanya akan meniru.
- Pendekatan ini lebih efektif di usia remaja, karena mereka cenderung meniru figur yang dianggap penting, seperti guru dan kakak kelas.
- Sekolah di Indonesia sering menerapkan kegiatan rutin seperti upacara, doa bersama, salam-sapa, dan piket. Semua ini akan berjalan lebih baik bila guru memberikan contoh yang konsisten.

3. Mendesain satu contoh kegiatan pembelajaran berbasis pendekatan teladan.
Judul Kegiatan: Belajar Disiplin dan Tanggung Jawab Melalui Keteladanan Guru
Langkah Kegiatan:
a. 
Guru masuk kelas tepat waktu, menyapa siswa dengan ramah, dan mengecek kebersihan kelas sambil ikut membantu merapikan beberapa meja.
 Ini langsung menjadi contoh nyata kedisiplinan dan tanggung jawab.
b. Guru bertanya, “Menurut kalian, kenapa disiplin itu penting? Bagaimana kalau saya sering terlambat mengajar?”
Siswa memberi pendapat, lalu guru menanggapi dengan contoh nyata dampak kedisiplinan.
c.- Siswa dibagi dalam kelompok kecil.
- Setiap kelompok diberi tugas membuat jadwal kebiasaan disiplin, misalnya: hadir tepat waktu, merapikan meja, mengumpulkan tugas sesuai deadline.
- Selama proses ini, guru terus memberikan contoh: mengumpulkan bahan ajar tepat waktu ke siswa, merapikan papan tulis, atau membantu kelompok yang kebingungan dengan sabar.
d. 
Siswa menuliskan apa yang mereka lihat dari sikap guru hari itu dan bagaimana itu mempengaruhi cara mereka bersikap.
Contoh: “Hari ini saya melihat guru saya tidak marah meskipun kelas agak berisik, dan itu mengajari saya soal sabar.”
e. Guru menegaskan kembali bahwa nilai moral bukan cuma teori, tapi sesuatu yang ditunjukkan lewat tindakan sehari-hari.

Hasil yang Diharapkan:
- Siswa belajar bahwa disiplin, sopan, dan bertanggung jawab harus dilakukan, bukan hanya diucapkan.
- Siswa meniru kebiasaan baik guru dalam kegiatan harian di sekolah.

DKPM PPKn 2025C -> Penugasan

by lena septiana -
Nama: Lena septiana
Npm: 2513032074
Kelas: 25C


Film Keluarga Cemara adalah film keluarga Indonesia yang penuh dengan nilai moral dan pelajaran hidup. Ceritanya tentang Abah, Emak, Euis, dan Ara. sebuah keluarga yang awalnya hidup enak dan berkecukupan di kota. Tapi kehidupan mereka berubah total setelah Abah tertipu oleh rekan kerjanya. Semua harta dan rumah hilang, dan mereka terpaksa pindah ke desa untuk memulai hidup dari awal. Walau hidupnya jadi serba kekurangan, keluarga ini tetap berpegang pada kejujuran, kasih sayang, dan kebersamaan.
Di dalam film ini ada beberapa dilema moral yang bisa kita lihat. Pertama, dilema yang dialami Abah. Dia harus memilih antara mempertahankan gengsi atau tetap hidup jujur. Abah memilih tetap jujur dan bekerja keras walaupun hidupnya sulit. Dia tidak mau mencari jalan curang untuk cepat kaya. Sikap ini menunjukkan bahwa buat Abah, kejujuran lebih penting daripada penampilan atau status sosial. Dilema kedua datang dari Euis, anak sulung, yang awalnya merasa kecewa dan marah karena harus pindah dari kota ke desa. Ia kehilangan semua kenyamanan hidupnya. Tapi lama-lama Euis belajar menerima keadaan dan mulai memahami bahwa kebahagiaan sejati bukan dari uang, tapi dari cinta dan kebersamaan keluarga.
Kalau dilihat dari teori perkembangan moral Lawrence Kohlberg, Abah sudah berada di tahap paling tinggi, yaitu pascakonvensional. Artinya, Abah mengambil keputusan berdasarkan nilai moral yang dia yakini, bukan karena takut hukuman atau ingin dipuji orang. Emak berada di tahap konvensional, di mana dia berusaha berbuat baik karena ingin menjaga keharmonisan keluarga dan memenuhi harapan sosial. Sementara Euis, awalnya masih di tahap prakonvensional karena cenderung mementingkan diri sendiri, tapi kemudian berkembang ke tahap konvensional setelah memahami nilai yang diajarkan orang tuanya.
Kalau dikaitkan dengan teori kawasan moral, film ini memperlihatkan tiga hal penting: pengetahuan moral, perasaan moral, dan tindakan moral. Abah dan Emak tahu bahwa jujur dan bertanggung jawab itu penting (moral knowing). Mereka juga punya perasaan empati dan kasih sayang satu sama lain (moral feeling). Dan yang paling penting, mereka benar-benar melakukan tindakan nyata seperti bekerja keras, saling membantu, dan nggak menipu (moral action). Jadi, nilai-nilai moral dalam film ini nggak cuma diucapkan, tapi juga benar-benar dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan moral dari film Keluarga Cemara sangat kuat. Film ini mengajarkan bahwa keluarga jauh lebih berharga daripada harta benda. Hidup jujur, bersyukur, dan saling mendukung adalah kunci kebahagiaan yang sesungguhnya. Dalam konteks kehidupan masyarakat Indonesia, film ini juga menunjukkan nilai-nilai seperti gotong royong, kesederhanaan, dan pentingnya menjaga hubungan keluarga. Melalui cerita yang sederhana tapi menyentuh, Keluarga Cemara bisa jadi contoh nyata bagaimana film bisa digunakan sebagai media pendidikan moral. Cerita ini mengingatkan kita bahwa seberapa sulit pun hidup, kalau keluarga tetap kompak dan saling mendukung, semua bisa dijalani. Jadi, film ini bukan cuma hiburan, tapi juga cermin kehidupan yang mengajarkan arti kejujuran, tanggung jawab, dan cinta keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.
Nama: Lena Septiana
Npm: 2513032074
Kelas: 25C

Jika kita menjadi guru, untuk mewujudkan tujuan pendidikan yaitu dengan cara mengenali dan mengembangkan seluruh potensi anak,
kita harus mengerti keadaan peserta didik
sebagai guru, kita harus menjadi contoh yang baik bagi peserta didik, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan agar peserta didik lebih bebas bertanya dan berekspresi, dan membimbing peserta didik