Nama : Via Dwi Silviani
NPM : 2513032085
Kelas : C
Tahap-tahap perkembangan moral menurut Lawrence kohlberg
Menurut kohlberg terdapat tiga tahap perkembangan moral yaitu:
1. PRA KONVENSIONAL
pada level ini seseorang menilai baik dan buruk berdasarkan faktor-faktor di luar dirinya seperti; hubungan sebab akibat, ganjaran dan hukuman, menyenangkan dan tidak menyenangkan. pada level ini dibagi menjadi 2 tahap yaitu dengan
PERTAMA,orientasi hukuman dan kepatuhan (pada tahap ini seseorang menilai baik dan buruknya suatu perilaku berdasarkan rasa takut karena adanya hukuman.misalnya seorang anak merasa benar apabila ia mematuhi perkataan orang tuanya dan merasa bersalah apabila melanggar perkataannya. Penalaran moral seperti ini pada didasarkan atas dasar kesadaran di mana bila ia tidak patuh dia akan mendapatkan hukuman yang akan menimbulkan rasa sakit dan perasaan tidak nyaman. Sikap egosentrisme sangat menonjol. Pertama-tama seseorang melakukan kebaikan untuk untuk menyelamatkan dirinya sendiri.
kedua, orientasi relativis instrumental, seseorang melakukan perbuatan baik Karena mengharapkan imbalan, tahap ini ya sudah menyadari bahwa orang lain memiliki kepentingan yang sama dengan dirinya, perbuatan baik dijadikan instrumen atau alat untuk mendapatkan keuntungan dari orang lain. contohnya, melihat perilaku anak-anak kecil yang baru mau melakukan sesuatu ketika diiming-imingi hadiah yang menarik, jadi seseorang di tahap ini terlihat baik dengan maksud untuk mendapatkan keuntungan.
2. KONVENSIONAL,
pada level konvensional seseorang sudah mulai menyesuaikan sikapnya dengan harapan orang-orang tertentu atau tertib sosial yang berlaku dalam masyarakat tertentu, ya sudah mulai keluar dari sifat egois yang mementingkan diri sendiri, demi melihat kebahagiaan dan kenyamanan orang lain sebagai sesuatu yang patut diperjuangkan dan sudah menaruh loyalitas pada tertib sosial atau norma-norma yang berlaku pada masyarakat. Pada level ini dibagi menjadi 2 tahap yakni;
KETIGA, orientasi anak manis (seseorang menganggap bahwa saya merupakan anak manis dan berbuat baik merupakan perilaku yang menyenangkan dan sesuai dengan yang diharapkan orang lain, oleh karena itu ia selalu berusaha mematuhi norma-norma agar tidak merasa bersalah. di sini unsur-unsur unsur setia kawan dan loyalitas terhadap kelompok sangat dijunjung, misalnya kelompok-kelompok remaja dan ABG, biasanya anak-anak remaja lebih memilih berbohong untuk melindungi temannya daripada dianggap penghianat oleh kelompoknya.
KEEMPAT, hukum dan ketertiban (makna kelompok diperluas, seseorang mulai menyadari di luar kelompok lokal seperti keluarga, teman sebaya ,teman sekolah, organisasi dll. Iya sudah menyadari bahwa dirinya bagian dari masyarakat seperti iya sudah menyadari bahwa dirinya merupakan bagian dari suku tertentu.. penekanannya pada tahap ini yaitu harus mematuhi hukum secara mutlak agar ketertiban sosial dapat terwujud. Kebanyakan orang dewasa sudah berada di tahap ini.
3. PASCAKONVENSIONAL,
hidup baik sudah menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing, atas dasar prinsip-prinsip yang dianut dalam batin. Di sini seseorang sudah mulai menyadari bahwa hukum tidak selalu diterima secara mentah-mentah. Hukum bukanlah sesuatu yang harus ditaati secara mutlak melainkan sesuatu yang terlebih dahulu harus melalui proses penilaian berdasarkan prinsip-prinsip yang muncul di dalam hati nurani. Pada level ini juga dibagi menjadi 2 tahap yakni :
KELIMA, kontrak sosial legalistis, (segi hukum masih diterapkan namun seseorang sudah mulai menyadari bahwa hukum belum tentu bisa diterapkan dalam segi kehidupan manusia, di sini orang sudah mulai berpikir bahwa hukum itu dapat diubah dan disesuaikan sesuai konteks atau situasi yang ada sejauh dapat memberi manfaat sosial atau dapat memberi manfaat sosial atau masyarakat umum. Oleh karena itu dapat diberikan persetujuan demokratis kontrak sosial dan konsensus bebas agar mencapai kesepakatan yang baru.
KEENAM , tahap prinsip hati nurani universal (seseorang sudah mulai menyadari bahwa di dalam lubuk hatinya terdapat prinsip-prinsip yang berlaku universal, prinsip-prinsip yang menganut universal tersebut seperti: menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan misalnya keadilan dan ketulusan. Prinsip-prinsip tersebut berlaku di manapun dan kapanpun. Seseorang yang berada di tahap ini mengatur tingkah laku sesuai hati nurani pribadi yang berlaku secara universal. Iya akan mengalami penyesalan yang mendalam ketika melanggar prinsip-prinsip hati nurani tersebut.
Dapat disimpulkan bahwa hukum tertinggi adalah prinsip batin nurani universal. Dibutuhkan kepekaan hati nurani yang besar ketika menghadapi suatu kenyataan. Prinsip-prinsip ini juga dapat bertentangan dengan aturan yang berada di masyarakat. Pertama-tama bukan karena egoisme pribadi ataupun kepentingan pribadi melainkan karena menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan serta hormat terhadap martabat sesamanya.