Posts made by Revita Winasa Pasundari

DKPM PPKn 2025C -> Penugasan

by Revita Winasa Pasundari -

Nama: Revita Winasa Pasundari

NPM:2553032002

Kelas:25C

Menurut saya pendekatan yang paling relevan untuk konteks Indonesia adalah Pendekatan penanaman nilai (value inculcation) dipilih dalam konteks pendidikan moral di Indonesia karena pendekatan ini sejalan dengan nilai-nilai budaya Indonesia yang menjunjung tinggi moralitas, kebajikan, dan karakter luhur. Di Indonesia, pendidikan tidak hanya bertujuan mencerdaskan, tetapi juga membentuk kepribadian yang berakhlak mulia sesuai Pancasila. Melalui pendekatan ini, siswa dididik untuk menerima dan menerapkan nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, jujur, dan menghormati orang lain melalui pembiasaan dan keteladanan guru serta lingkungan. Selain itu, pendekatan ini cocok dengan budaya masyarakat Indonesia yang cenderung menggunakan cara pengajaran langsung dan normatif dalam membentuk karakter. Dengan menanamkan nilai-nilai sejak dini, siswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter kuat dan siap menghadapi tantangan moral di era modern.


Alasan memilih Pendekatan penanaman nilai (value inculcation) dipilih dalam konteks pendidikan moral di Indonesia karena pendekatan ini sejalan dengan nilai-nilai budaya Indonesia yang menjunjung tinggi moralitas, kebajikan, dan karakter luhur. Di Indonesia, pendidikan tidak hanya bertujuan mencerdaskan, tetapi juga membentuk kepribadian yang berakhlak mulia sesuai Pancasila. Melalui pendekatan ini, siswa dididik untuk menerima dan menerapkan nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, jujur, dan menghormati orang lain melalui pembiasaan dan keteladanan guru serta lingkungan. Selain itu, pendekatan ini cocok dengan budaya masyarakat Indonesia yang cenderung menggunakan cara pengajaran langsung dan normatif dalam membentuk karakter. Dengan menanamkan nilai-nilai sejak dini, siswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter kuat dan siap menghadapi tantangan moral di era modern.


Salah satu contoh kegiatan pembelajaran berbasis pendekatan penanaman nilai yaitu dapat dilakukan melalui kegiatan kelas dengan bertema “Kejujuran dalam Kehidupan Sehari-hari.” Guru memulai pembelajaran dengan menceritakan kisah inspiratif tentang seorang tokoh yang dikenal jujur, kemudian mengajak siswa berdiskusi tentang pentingnya nilai kejujuran dalam berbagai situasi, seperti saat mengerjakan ulangan, bertransaksi, atau berbicara dengan orang tua. Setelah itu, siswa diminta menuliskan pengalaman pribadi mereka terkait kejujuran, baik sukses maupun kegagalannya. Guru kemudian memberikan contoh teladan nyata dalam kehidupan sehari-hari dan mengajak siswa melakukan refleksi diri. Pada akhir kegiatan, siswa membacakan komitmen pribadi untuk selalu berusaha berlaku jujur. Kegiatan ini bukan hanya mengajarkan pengetahuan tentang kejujuran, tetapi juga menanamkan nilai tersebut melalui cerita, diskusi, refleksi, dan pembiasaan, sehingga nilai dapat benar-benar diinternalisasi oleh siswa.

Landasan Pendidikan PPKn 2025C -> Penugasan

by Revita Winasa Pasundari -

Nama:Revita Winasa Pasundari

NPM:2553032002

Kelas: 25C


KAJIAN-KAJIAN KASUS DIBIDANG PENDIDIKAN

Membahas tentang kelanjutan dai kasus-kasus yang terjadi dalam bidang pendidikan terutama berkaitan dengan dinamika proses pembelajaran dan aktvitas yang ada disekolah diantara kasus pada akhir-akhir ini bahkan beberapa tahun ini yang pertama adalah banyak kasus guru yang diadukaan ke polisi oleh orang tua siswa contohnya berita yang menarasikan" khawatir dipenjara,Guru takut tegur siswa" berita tersebut menimbulkan keresahan bagi para guru ada beberapa pandangan atau tanggapan yaitu terjadinya beberapa orang tua yang mengadukan guru ke polisi karna tidak menerima tindakan guru terhadap anaknya. Terjadi ketidaksamaan presepsi antara pihak sekolah dengan orang tua.Guru harus mendahulukan upaya prevektif dalam membina karakter siswa.


Kasus berikutnya yaitu membahas tentang tindkan asusila dikalangan pelajar yaitu perilaku perilaku siswa yang bertentangan dengan nilai-nilas etika,moral yang ada ditengah-tengah masyarakat baik nilai yang berasal dari agama.maupun nilai yang berasal dari kebudayaan maupun adat istiadat Salah satu contoh beritanya yaitu tentang "tindakan asusila dikalangan pelajaran semakin memprihatinkan karna mudahnya atau pesatnya akses pornografi di media sosial maupun di warnet" Ini adalah kasus perbuatan yang bertentantang dengan agama, dengan budaya-budaya yang tumbuh ditengah masyarakat kita dari zaman duku hingga sekarang beberapa analisis dari kasus tersebut yaitu karna kurangnya pemahaman agama pada anak harus ada penguatan peran keluarga, serta ciptakanlah lingkungan sekolah yang mendukung bakat dan minat siswa.

   Tedapat kasus lain selain kasus dikalangan guru kasus dikalangan siswa kasus ini berkaitan dengan penyalah gunaan narkoba dikalangan pelajar dan mahasiswa kasus ini dapat merusak mental merusak kepribadian seseorang jika sudah terjebak dengan narboba.kasus kasus im sudah marak terjadi dikalangan pelajar mahasiswa.bahkan sudah melanda didunia pendidikan Salah satu contoh beritanya yaitu tentang "sasaran mahasiswa kepala BNN RI beri kuliah umum", berita ini menginformasikam baliwa kepala badan nasional narkotika memberikan kuliah umum dengan materi pentingnya sikap anti narkoba dilingkungan universitas dengan mengedepankan soft power approve kepala BNN RE melakukan satan keselurung perguruan tinggi untuk mencanangkan kampas bersinar yang bersih dari natkoha vidio tersebut mecantuskan jumlah mahasiswa dan pelajar yang melakukan penyalahgunaan narkoba dengan juuslah peningkatan yang semakin naik dari tahun ke tahun. Serta adapun data launya Haus kepolisisan yaitu data dari 21 janus 2023 dari 2650 orang yang melakukan penyalahgunaan badoobe 8.3 itu terjadi dari kalangan pelajar dan mushatiwa cara mencegahnya yaitu dengan berhati-hati dan jeli melihat persoalan sama ini yang marak sekali terjadi dan dikalangan hasia stuga pelajar bisa dusegah dengan sare socialiai, serta melakukan tandakan dari sekolah untuk mencangkan sekolah anti narkoba dengan cara mengenali jenis- jenis narkoba kemudian ciri-ciri orang yang telah terkena penyakit penyalahgunaan narkoba.

DKPM PPKn 2025C -> Penugasan

by Revita Winasa Pasundari -

Nama: Revita Winasa Pasundari

NPM: 2553032002

Kelas:25C

Film dan serial “Keluarga Cemara” menceritakan kehidupan sederhana keluarga Abah, Emak, Euis, Ara, dan Agil. Mereka dulunya hidup berkecukupan, namun setelah mengalami kebangkrutan, mereka harus pindah ke desa dan memulai hidup baru dengan penuh kesederhanaan. Meski hidup berubah, nilai-nilai seperti kejujuran, kerja keras, dan kekompakan keluarga tetap menjadi pegangan utama.

Dua dilema moral yang muncul dalam film tersebut:

Pertama pada Dilema Abah  Antara Harga Diri dan Kebutuhan Keluarga Abah harus memilih antara mempertahankan harga dirinya atau menerima pekerjaan yang dianggap“rendahan” setelah kehilangan hartanya. Ia akhirnya memilih bekerja apa pun yang halal demi keluarganya. Ini menunjukkan dilema antara kehormatan diri dan tanggung jawab moral terhadap keluarga.Yang kedua Dilema Euis Antara Gengsi dan Kebenaran Euis sempat malu dengan kehidupan barunya yang sederhana dan sempat berbohong pada teman-temannya tentang kondisi ekonomi keluarganya. Namun akhirnya ia menyadari bahwa kejujuran dan cinta keluarga lebih penting daripada penilaian orang lain. Ini menggambarkan dilema antara gengsi pribadi dan nilai kejujuran.

Analisis karakter utama berdasarkan teori perkembangan moral:

1.Abah Menurut teori Kohlberg, Abah berada pada tahap pascakonvensional, yaitu tahap tertinggi perkembangan moral. Ia berpegang pada prinsip moral universal seperti tanggung jawab, kejujuran, dan kasih sayang, bukan karena tekanan sosial, tetapi karena keyakinan pribadi bahwa itu benar.

2.Emak menunjukkan tahap konvensional, di mana ia patuh pada norma dan nilai sosial, serta selalu menjaga keharmonisan keluarga. Ia menjadi penyeimbang antara idealisme Abah dan emosi anak-anaknya.

3.Euis awalnya berada pada tahap prakonvensional, di mana keputusan moralnya didasari oleh rasa takut atau keinginan diterima teman-temannya. Namun seiring waktu, ia tumbuh menuju tahap konvensional dengan memahami makna tanggung jawab dan kejujuran.

Diskusi perbandingan nilai keluarga dalam film dan dunia nyata:Dalam film, keluarga Cemara hidup dengan nilai-nilai yang kuat seperti kejujuran, kesederhanaan, dan saling mendukung. Di kehidupan nyata, nilai-nilai itu sering mulai luntur karena pengaruh modernisasi, kesibukan, dan persaingan ekonomi. Banyak keluarga kini lebih fokus pada materi daripada waktu bersama. Namun, film ini menjadi pengingat bahwa keluarga yang bahagia bukanlah yang paling kaya, melainkan yang paling saling mengasihi dan menjaga keutuhan.