NAMA: THIARA AZKIA KHANSA
NPM: 2515012009
Video ini memperlihatkan berbagai aspek kehidupan di Jepang yang sangat dipengaruhi oleh teknologi tinggi, seperti penggunaan robot dalam pelayanan publik, sistem transportasi yang sangat efisien dan tepat waktu, serta budaya masyarakat yang sangat disiplin dan menghargai waktu. Teknologi tidak hanya hadir dalam bentuk mesin, tetapi juga dalam sistem sosial yang terorganisir dengan baik.
Dari sisi positif, video ini menunjukkan bahwa kemajuan IPTEK dapat membawa manfaat besar jika dikelola dengan baik. Jepang berhasil menjadikan teknologi sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi, kenyamanan, dan keamanan hidup masyarakat. Contohnya adalah kereta cepat Shinkansen yang tidak hanya cepat, tetapi juga sangat tepat waktu dan aman. Selain itu, penggunaan robot dalam pelayanan publik menunjukkan bagaimana teknologi bisa menggantikan pekerjaan repetitif dan meningkatkan produktivitas.
Namun, video ini juga secara implisit mengingatkan bahwa keberhasilan teknologi tidak hanya bergantung pada alat, tetapi juga pada nilai-nilai budaya yang mendasarinya. Disiplin, tanggung jawab, dan etos kerja tinggi masyarakat Jepang menjadi fondasi penting dalam keberhasilan penerapan teknologi. Tanpa nilai-nilai tersebut, teknologi canggih bisa menjadi sia-sia atau bahkan merusak.
Jika dianalisis dari perspektif Pancasila sebagai filsafat ilmu, video ini memberikan pelajaran penting bagi Indonesia. Sila pertama mengajarkan bahwa teknologi harus digunakan dengan kesadaran spiritual dan etika. Sila kedua menuntut agar teknologi digunakan untuk meningkatkan martabat manusia, bukan sekadar mengejar efisiensi. Sila ketiga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan identitas nasional dalam menghadapi arus globalisasi teknologi. Sila keempat menekankan pentingnya partisipasi dan musyawarah dalam pengambilan keputusan teknologi yang berdampak luas. Sila kelima menuntut agar manfaat teknologi dirasakan secara adil oleh seluruh rakyat, bukan hanya oleh kelompok tertentu.
Dengan demikian, video ini tidak hanya menginspirasi dari sisi teknologinya, tetapi juga mengajak kita untuk merenungkan pentingnya nilai-nilai dasar dalam membangun peradaban berbasis IPTEK. Indonesia dapat belajar dari Jepang, bukan hanya dalam hal teknologinya, tetapi juga dalam membangun budaya yang mendukung kemajuan tersebut. Pancasila dapat menjadi fondasi etis dan filosofis agar pengembangan IPTEK di Indonesia tidak kehilangan arah dan tetap berpihak pada kemanusiaan, keadilan, dan keberlanjutan.
NPM: 2515012009
Video ini memperlihatkan berbagai aspek kehidupan di Jepang yang sangat dipengaruhi oleh teknologi tinggi, seperti penggunaan robot dalam pelayanan publik, sistem transportasi yang sangat efisien dan tepat waktu, serta budaya masyarakat yang sangat disiplin dan menghargai waktu. Teknologi tidak hanya hadir dalam bentuk mesin, tetapi juga dalam sistem sosial yang terorganisir dengan baik.
Dari sisi positif, video ini menunjukkan bahwa kemajuan IPTEK dapat membawa manfaat besar jika dikelola dengan baik. Jepang berhasil menjadikan teknologi sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi, kenyamanan, dan keamanan hidup masyarakat. Contohnya adalah kereta cepat Shinkansen yang tidak hanya cepat, tetapi juga sangat tepat waktu dan aman. Selain itu, penggunaan robot dalam pelayanan publik menunjukkan bagaimana teknologi bisa menggantikan pekerjaan repetitif dan meningkatkan produktivitas.
Namun, video ini juga secara implisit mengingatkan bahwa keberhasilan teknologi tidak hanya bergantung pada alat, tetapi juga pada nilai-nilai budaya yang mendasarinya. Disiplin, tanggung jawab, dan etos kerja tinggi masyarakat Jepang menjadi fondasi penting dalam keberhasilan penerapan teknologi. Tanpa nilai-nilai tersebut, teknologi canggih bisa menjadi sia-sia atau bahkan merusak.
Jika dianalisis dari perspektif Pancasila sebagai filsafat ilmu, video ini memberikan pelajaran penting bagi Indonesia. Sila pertama mengajarkan bahwa teknologi harus digunakan dengan kesadaran spiritual dan etika. Sila kedua menuntut agar teknologi digunakan untuk meningkatkan martabat manusia, bukan sekadar mengejar efisiensi. Sila ketiga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan identitas nasional dalam menghadapi arus globalisasi teknologi. Sila keempat menekankan pentingnya partisipasi dan musyawarah dalam pengambilan keputusan teknologi yang berdampak luas. Sila kelima menuntut agar manfaat teknologi dirasakan secara adil oleh seluruh rakyat, bukan hanya oleh kelompok tertentu.
Dengan demikian, video ini tidak hanya menginspirasi dari sisi teknologinya, tetapi juga mengajak kita untuk merenungkan pentingnya nilai-nilai dasar dalam membangun peradaban berbasis IPTEK. Indonesia dapat belajar dari Jepang, bukan hanya dalam hal teknologinya, tetapi juga dalam membangun budaya yang mendukung kemajuan tersebut. Pancasila dapat menjadi fondasi etis dan filosofis agar pengembangan IPTEK di Indonesia tidak kehilangan arah dan tetap berpihak pada kemanusiaan, keadilan, dan keberlanjutan.