Posts made by Andini Larasati

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

by Andini Larasati -
NAMA:ANDINI LARASATI
NPM:2515012058

Jurnal ini membahas pentingnya Pancasila sebagai dasar filsafat ilmu yang harus menjiwai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Penulis menjelaskan bahwa perkembangan IPTEK yang sangat pesat dapat membawa manfaat besar, tetapi juga berpotensi merusak moral, mental, dan jati diri bangsa jika tidak dibimbing oleh nilai-nilai Pancasila. Pancasila diposisikan sebagai pedoman berpikir, bersikap, dan bertindak dalam pengembangan ilmu agar tetap berlandaskan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. Setiap sila Pancasila memiliki implikasi langsung dalam IPTEK, seperti menjunjung etika, menghormati martabat manusia, memperkuat persatuan, bersikap terbuka dan demokratis, serta mewujudkan keadilan sosial. Secara keseluruhan, jurnal ini menegaskan bahwa pengembangan IPTEK yang berlandaskan Pancasila diharapkan mampu menciptakan kemajuan ilmu yang bermoral, berkeadilan, dan bermanfaat bagi kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia.

Jurnal ini menunjukkan bahwa Pancasila dapat dijadikan landasan filsafat ilmu dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Setiap sila Pancasila memiliki implikasi langsung terhadap IPTEK, yaitu sebagai pedoman etika, moral, dan arah pengembangan ilmu agar tidak bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan kepribadian bangsa. IPTEK yang berkembang pesat perlu dikendalikan oleh nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial agar tidak menimbulkan dampak negatif seperti krisis moral, dehumanisasi, dan hilangnya jati diri bangsa.

Jurnal ini menyimpulkan bahwa Pancasila memiliki peran yang sangat penting sebagai filsafat ilmu dan pedoman utama dalam pengembangan IPTEK di Indonesia. Pengembangan ilmu pengetahuan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila diharapkan mampu menciptakan kemajuan IPTEK yang bermoral, berkeadilan, berorientasi pada kesejahteraan manusia, serta tetap menjaga identitas dan karakter bangsa Indonesia.

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Soal-1

by Andini Larasati -
A. Tanggapan terhadap berita dan upaya mengantisipasi dampak negatif hoaks

​Sangat disayangkan bahwa gelar pendidikan tinggi tidak menjamin seseorang mampu membedakan informasi valid dengan hoaks, Masyarakat cenderung menyebarkan informasi hanya karena mereka "suka" atau setuju dengan isinya, tanpa memedulikan kebenaran faktanya. Media sosial membuat berita bohong yang dulunya hanya menyebar lewat mulut ke mulut kini memiliki daya ledak yang luar biasa dan sulit dihentikan.

Upaya mengantisipasi dampak negatif hoax adalah
Verifikasi Informasi: Selalu melakukan pengecekan ulang karena informasi yang sesuai dengan kepercayaan pribadi sering kali langsung dipercaya meskipun beritanya palsu.
​Kesadaran Konteks Politik: Harus waspada terhadap dominasi hoaks berkonten politik yang sering kali disebar secara masif untuk kepentingan tertentu.
​Menolak Narasi Kebencian: Menyadari bahwa dampak hoaks tidak berhenti ketika isu selesai, sehingga kita harus lebih berhati-hati dalam menyerap informasi agar tidak menyusup ke kehidupan pribadi

B. Pengaruh pengembangan IPTEK yang tidak sesuai nilai Pancasila dan solusinya

Pengaruh Teknologi yang Tidak Sesuai Pancasila:
​Merusak Jati Diri Bangsa: Menggunakan teknologi untuk menyebar hoaks demi menang politik sangat bertentangan dengan nilai-nilai dasar Indonesia.
​Memecah Belah: Jika Iptek (seperti media sosial) dipakai untuk menghalalkan segala cara, itu bukan kemajuan, melainkan kekalahan bagi bangsa kita sendiri.
​Solusi untuk Pengembangan Iptek yang Lebih Baik:
​Pemimpin Harus Jadi Contoh: Elit politik dan tokoh masyarakat wajib memberikan keteladanan dalam menggunakan media sosial secara bijak.
​Tanggung Jawab Moral: Setiap orang yang mengembangkan atau menggunakan teknologi harus punya rasa tanggung jawab agar tidak merusak persatuan bangsa.

C. Solusi sikap konsumerisme dari sudut pandang jurusan Arsitektur

Sikap konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk dan teknologi arsitektur luar negeri, seperti material, sistem bangunan, dan perangkat lunak desain. Sebagai mahasiswa arsitektur, solusi yang dapat dilakukan adalah mengembangkan desain yang mengutamakan potensi lokal, penggunaan material lokal dan ramah lingkungan, serta inovasi teknologi konstruksi yang sesuai dengan kondisi iklim dan budaya Indonesia. Selain itu, mahasiswa arsitektur perlu meningkatkan kemampuan riset dan desain agar mampu menciptakan karya arsitektur yang kontekstual, berdaya saing, dan tidak bergantung sepenuhnya pada produk teknologi asing.

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

by Andini Larasati -
NAMA: ANDINI LARASATI
NPM: 2515012058

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang sangat pesat di era globalisasi membawa dampak besar bagi kehidupan manusia, baik positif maupun negatif. Tanpa landasan nilai yang kuat, IPTEK berpotensi berkembang secara bebas, sekuler, dan bahkan mendehumanisasi manusia. Sebagai bangsa yang memiliki identitas budaya dan religius yang kuat, Indonesia memerlukan Pancasila sebagai dasar nilai dan pedoman moral dalam pengembangan IPTEK agar kemajuan ilmu tidak bertentangan dengan nilai kemanusiaan, keadilan, dan kepribadian bangsa .

Jurnal Urgensi Penegasan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK menegaskan bahwa Pancasila harus menjadi landasan utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia karena Pancasila merupakan kristalisasi nilai budaya, agama, dan kepribadian bangsa. Penulis menjelaskan bahwa tanpa berlandaskan Pancasila, perkembangan IPTEK berpotensi kehilangan arah, bersifat sekuler, serta menimbulkan dampak negatif terhadap kemanusiaan dan identitas nasional. Pancasila diposisikan sebagai sistem nilai dasar, instrumental, dan praktis yang berfungsi sebagai pedoman moral, etika, dan rambu normatif agar IPTEK dikembangkan secara bertanggung jawab, berkeadilan, dan berorientasi pada kesejahteraan manusia. Dengan demikian, pengembangan IPTEK yang berlandaskan Pancasila diharapkan mampu menghasilkan kemajuan ilmu yang tidak hanya modern dan progresif, tetapi juga bermoral dan sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia.

Jurnal ini menyimpulkan bahwa Pancasila memiliki urgensi yang sangat penting sebagai dasar nilai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Setiap pengembangan IPTEK harus berlandaskan dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, serta menjadikannya sebagai rambu normatif agar kemajuan IPTEK tetap bermoral, berkeadilan, dan berorientasi pada kesejahteraan manusia. Dengan menjadikan Pancasila sebagai landasan etis dan filosofis, pengembangan IPTEK diharapkan tidak kehilangan arah dan tetap sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia .

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

by Andini Larasati -
NAMA: ANDINI LARASATI
NPM: 2515012058

Jurnal tersebut membahas pengaruh mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila terhadap sikap mahasiswa dalam menyikapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan IPTEK di era globalisasi yang berpotensi memengaruhi nilai moral dan jati diri bangsa, sehingga diperlukan Pancasila sebagai pedoman. Dengan metode penelitian kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa, hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kepribadian Pancasila yang baik dan mampu memanfaatkan IPTEK secara positif, bertanggung jawab, serta tetap berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Yang bertujuan mengetahui pengaruh mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila terhadap cara mahasiswa menyikapi perkembangan IPTEK.

Kesimpulannya Melawan hoaks bukan sekadar soal kepintaran otak, tapi soal kedewasaan emosi dan tanggung jawab moral dalam menggunakan teknologi.

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

by Andini Larasati -
Nama : Andini Larasati
NPM : 2515012058
KELAS :A

Jurnal yang berjudul "Penanaman Nilai-Nilai Pancasila Melalui Kontrol Sosial Oleh Media Massa Untuk Menekan Kejahatan Di Indonesia" oleh Ariesta Wibisono Anditya menyajikan argumen yang kuat mengenai peran sentral media massa dalam kebijakan kriminal, khususnya dalam aspek pencegahan kejahatan, yang harus berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

latar belakang
Adanya pandangan bahwa kebijakan pidana (penal policy) yang bersifat represif (penghukuman) tidak dapat diandalkan sebagai satu-satunya solusi untuk menekan kejahatan.

Dalam upaya pencegahan kejahatan, media massa diakui memiliki peran dan kekuatan yang esensial sebagai agen kontrol sosial.

Penulis menekankan bahwa fungsi kontrol sosial oleh media massa harus dijiwai dan didasarkan pada nilai-nilai Pancasila.

Latar belakang ini diperkuat oleh kekhawatiran bahwa secara praktik, peran media massa sebagai penanam nilai Pancasila belum terlaksana secara menyeluruh.

Analisis
1.​Peran Media Massa: Media massa diakui sebagai pendukung penting dalam kebijakan hukum pidana, khususnya dalam fungsi pencegahan kejahatan melalui mekanisme kontrol sosial. Pencegahan melalui media massa sangat disarankan sebagai alternatif atau pendukung kebijakan penal (hukum pidana represif) yang memiliki keterbatasan.

2.​Keterkaitan dengan Pancasila: Peran kontrol sosial media massa harus disertai dengan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kesadaran diri setiap warga negara Indonesia, sebagai dasar fundamental kehidupan.

3.​Kondisi di Lapangan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam peran media massa belum terlaksana secara menyeluruh.

kesimpulan
Media massa di Indonesia belum sepenuhnya efektif menjalankan perannya sebagai agen kontrol sosial yang menekan kejahatan. Fungsi media saat ini cenderung tereduksi hanya sebagai penyedia informasi (pemenuhan rasa ingin tahu), bukan sebagai sarana penanaman nilai-nilai Pancasila yang esensial untuk membentuk kepribadian sosial dan menjaga ketertiban masyarakat. Kegagalan ini terlihat dari masih banyaknya berita yang merusak tatanan sosial (berita tidak terpercaya).