Posts made by Nayla Hafizah Tri Agustin

Nama : Nayla Hafizah Tri Agustin
NPM : 2515012010

Analisis Video 2

Video tersebut membahas peristiwa bom atom di Hiroshima dan Nagasaki serta kaitannya dengan kemerdekaan Indonesia. Awalnya dijelaskan bahwa Jepang terlibat dalam Perang Dunia II setelah menyerang pangkalan Amerika Serikat di Pearl Harbor pada Desember 1941, yang memicu perlawanan dari Sekutu. Puncak perang di kawasan Pasifik terjadi ketika Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Hiroshima pada 6 Agustus 1945 yang menewaskan sekitar 140.000 orang, disusul pengebom an kedua di Nagasaki pada 9 Agustus 1945. Akibat dua peristiwa tersebut, Jepang akhirnya menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada 15 Agustus 1945, yang menandai berakhirnya Perang Dunia II di wilayah Pasifik. Kekalahan Jepang ini menimbulkan kekosongan kekuasaan di Indonesia yang saat itu masih berada di bawah pendudukan Jepang. Situasi tersebut dimanfaatkan oleh para tokoh bangsa Indonesia untuk segera menyatakan kemerdekaan, sehingga pada 17 Agustus 1945 Indonesia secara resmi memproklamasikan kemerdekaannya. Dengan demikian, kemerdekaan Indonesia tidak hanya merupakan hasil perjuangan bangsa sendiri, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh situasi dan perkembangan politik dunia pada saat itu.
Nama : Nayla Hafizah Tri Agustin
NPM : 2515012010


Analisis video 1
Video ini berisikan berita ratusan warga dari desa Pegaden Tengah, kabupaten pekalongan, Jawa Tengah melakukan unjuk rasa dengan menutup saluran pembuangan limbah pabrik pembuatan pakaian yang langsung dibuang kesungai, warga merasa tidak nyaman di karenakan pencemaran limbah tersebut. saluran pembuangan ini bersumber dari 6 pabrik pakaian, selain karena menyebabkan pencemaran lingkungan pembuangan Limbang juga menimbulkan bau menyengat yang menggangu, warga meminta aparat desa untuk menutup saluran pembuangan limbah, dimana pabrik tersebut juga tidak memiliki alat untuk mengolah limbah. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin maju terdapat resiko negatif yang masih di lakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab, sehinga di butuhkannya keseimbangan antara perkembangan dan kesadaran. Dalam video ini juga dapat diambil Kesimpulan bahwa mengikuti perkembangan zaman dengan teknologi-teknologi canggih juga harus mempertimbangkan lingkungan sekitar.
Nama : Nayla Hafizah Tri Agustin
NPM : 2515012010

Analisis video
Dalam video ini menjelaskan apa itu iptek dan Pancasila serta menjelaskan hubungan keduanya. Iptek adalah hasil karya manusia, karya tersebut pada dasarnya dipergunakan untuk membantu keperluan manusia dalam menghadapi kehidupan, iptek di manfaatkan untuk kepentingan tertentu dengan dampak positif ataupun negatif. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan bagi seluruj rakyat Indonesia, sehingga dalam perkembangan iptek pengaruh nilai-nilai Pancasila sangat penting. Setiap nilali sila memili peran penting dalam perkembangan iptek: Sila Ketuhanan Yang Maha Esa (perkembangan iptek harus memperhatikan nilai agama sehingga menciptakan keseimbang antara akal dan kehendak, iptek tidak hanya memikirkan tentang buktinya atau di ciptakan nya tetapi juga memikirkan resikonya juga), Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradap (perkembangan iptek harus bersikap beradap karena hasil dari budaya manusia yang beradap dan bermoral), Sila Persatuan Indonesia (pengembangagn iptek harus memperkuat rasa nasionalisme), Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksaan dalan Permusyawaratan Perwakilan (perkembangan iptek harus menghormati dan memnghargai kebebasan), Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia (perkembangan iptek harus mrnjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan).
Nama : Nayla Hafizah Tri Agustin
NPM : 2515012010

Analisis jurnal
"PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT ILMU DAN IMPLIKASI
TERHADAP PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN
TEKNOLOGI"

Jurnal ini menjelaskan bahwa Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia, tetapi juga memiliki peran penting sebagai filsafat ilmu dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penulis menyoroti bahwa perkembangan IPTEK yang sangat pesat di era globalisasi telah membawa banyak kemudahan dalam kehidupan manusia, namun di sisi lain juga menimbulkan berbagai tantangan, terutama dalam aspek moral, mental, dan budaya bangsa. Tanpa landasan nilai-nilai Pancasila yang kuat, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi berpotensi disalahgunakan dan justru dapat merusak tatanan kehidupan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, Pancasila dipandang sebagai pedoman utama yang mampu menyaring pengaruh global agar sesuai dengan kepribadian bangsa.

Dalam jurnal ini dijelaskan bahwa Pancasila sebagai filsafat ilmu berfungsi sebagai dasar berpikir, dasar etika, dan arah tujuan dalam pengembangan IPTEK. Setiap sila Pancasila mengandung nilai yang harus diimplementasikan dalam proses pengembangan ilmu pengetahuan. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa menekankan bahwa pengembangan ilmu harus dilandasi nilai religius, moral, dan etika agar manusia tidak bersikap sombong terhadap kemampuannya. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab mengarahkan IPTEK agar dikembangkan untuk kesejahteraan dan martabat manusia, bukan untuk kepentingan kelompok tertentu atau merugikan sesama. Sila Persatuan Indonesia menegaskan bahwa IPTEK harus berperan dalam memperkuat persatuan, nasionalisme, dan identitas bangsa di tengah arus globalisasi. Selanjutnya, Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan menuntut agar pengembangan IPTEK dilakukan secara demokratis, terbuka terhadap kritik, serta bertanggung jawab. Sementara itu, Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia menekankan bahwa manfaat IPTEK harus dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Secara keseluruhan, jurnal ini menyimpulkan bahwa penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat penting untuk menciptakan kemajuan yang berimbang antara aspek intelektual, moral, dan sosial. Dengan menjadikan Pancasila sebagai filsafat ilmu, pengembangan IPTEK di Indonesia diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat karakter bangsa, serta menciptakan kehidupan nasional yang adil, sejahtera, aman, dan bermartabat.
Nama : Nayla Hafizah Tri Agustin
NPM : 2515012010

A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?
Pancasila berperan sebagai pedoman nilai dan etika dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi agar tidak bertentangan dengan moral, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. Di tengah persaingan global, ilmu pengetahuan tetap berkembang mengikuti zaman, tetapi harus disaring dengan nilai-nilai Pancasila agar bermanfaat bagi bangsa Indonesia. Peran setiap sila dalam pengembangan ilmu: Sila Ketuhanan Yang Maha Esa (pengembangan ilmu pengetahuan serta penggunannya sesuai dengan dasar moral dan etika agar digunakan dengan benar tanpa menyinggung nilai agama), Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradap (ilmu serta teknologi yang bermanfaat bagi manusia tanpa merugikan siapapun serta nilai keadilan yang tetap dijunjung tinggi), Sila Persatuan Indonesia (pengembangan ilmu yangng dalam mempersatukan bangsa dan tidak memecah belah masyarakat ), Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksaan dalam Permusyawaratan/perwakilan (Pengembangan ilmu yang digunakan seperti pengambilan Keputusan dengan mendengankan aspirasi atau suara tiap sisi bagian tersebut), Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia (Penggunaan ilmu yang dapat dirasakan semua orang tanpa membedakan golongan tertentu).

B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?
Pemimpin diharapkan jujur, adil, dan mengutamakan kepentingan rakyat.
Warga negara diharapkan taat hukum, bijak menggunakan teknologi, dan menjaga persatuan.
Ilmuwan diharapkan beretika, bertanggung jawab, dan mengembangkan ilmu untuk kesejahteraan bangsa.