Kiriman dibuat oleh Windi Nurul Apriliani

Nama : Windi Nurul Apriliani
NPM : 2515012022
Kelas : B

Tugas Analisis Jurnal :
> Konsep Dasar Pancasila
Pancasila, sebagai dasar negara Indonesia, memiliki lima sila yang mencerminkan nilai-nilai yang membimbing kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pancasila tidak hanya sebagai dasar moral, tetapi juga sebagai landasan filosofi yang mendalam untuk membangun negara dan masyarakat yang adil dan makmur.

> Pancasila Sebagai Filsafat Ilmu
Pancasila memiliki peran penting dalam membentuk cara pandang terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Pancasila menekankan pada keadilan sosial, kemanusiaan, dan keselarasan antara ilmu pengetahuan dengan moralitas. Dalam konteks ini, ilmu pengetahuan tidak hanya dipandang sebagai alat untuk mencapai kemajuan teknologis, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia secara holistik, mencakup aspek moral, sosial, dan spiritual.
Pancasila juga mendorong pendekatan integratif antara berbagai cabang ilmu pengetahuan dengan memperhatikan keselarasan antara ilmu, teknologi, dan kebutuhan masyarakat, terutama dalam konteks kebudayaan dan keberagaman Indonesia.

> Implikasi Sila-sila Pancasila dalam Pengembangan IPTEK
Setiap sila dalam Pancasila memiliki implikasi yang signifikan terhadap pengembangan IPTEK, sebagai berikut:

Sila 1: Ketuhanan yang Maha Esa
Implikasi: IPTEK harus berlandaskan pada nilai-nilai agama dan etika moral. Pengembangan teknologi dan ilmu pengetahuan harus selaras dengan ajaran agama, mengedepankan kebajikan, dan menghindari penyalahgunaan ilmu untuk tujuan yang bertentangan dengan nilai-nilai ketuhanan. Teknologi yang berkembang harus dapat mendukung pemahaman spiritual dan mendekatkan manusia kepada Tuhan, bukan malah menjauhkan atau merusak nilai-nilai kemanusiaan.
Sila 2: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Implikasi: Pengembangan IPTEK harus memperhatikan dimensi kemanusiaan, di mana hasilnya harus bermanfaat bagi semua lapisan masyarakat. Teknologi tidak boleh merugikan kemanusiaan, dan harus digunakan untuk mengatasi permasalahan sosial, meningkatkan kesejahteraan, serta mengurangi ketimpangan. Dalam konteks ini, IPTEK berfungsi untuk meningkatkan kualitas hidup dan harkat martabat manusia.
Sila 3: Persatuan Indonesia
Implikasi: IPTEK harus memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Teknologi harus dijadikan sebagai sarana untuk mengatasi perbedaan dan mempererat hubungan antarbangsa, dengan mengedepankan toleransi dan rasa kebersamaan. Inovasi dalam bidang IPTEK harus mampu memajukan Indonesia dalam konteks global, serta meningkatkan hubungan antarwilayah dalam kerangka kesatuan Indonesia.
Sila 4: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Implikasi: Pengembangan IPTEK harus mengutamakan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan ilmiah dan teknologis. Teknologi harus diperkenalkan dengan bijaksana dan dilakukan melalui musyawarah untuk mencapai kesepakatan bersama yang mengutamakan kepentingan rakyat banyak, bukan hanya sekelompok orang atau pihak tertentu. Dalam konteks ini, IPTEK harus melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap aspek inovasi dan aplikasinya.
Sila 5: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Implikasi: IPTEK harus berfokus pada penciptaan keadilan sosial. Teknologi dan ilmu pengetahuan harus digunakan untuk menciptakan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. Inovasi yang ada harus dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia, tidak hanya oleh kelompok tertentu, tetapi untuk seluruh masyarakat, baik yang tinggal di kota maupun di pedesaan.
Nama : Windi Nurul Apriliani
NPM : 2515012022
Kelas : B

Tugas Analisis Soal-2 :
Jawab :
A. Pancasila sebagai paradigma ilmu menjadi landasan filosofis dan etis yang mengarahkan pengembangan ilmu pengetahuan untuk menjunjung tinggi moralitas, kemanusiaan, persatuan, inklusivitas, dan keadilan sosial. Nilai-nilai dalam Pancasila memastikan bahwa ilmu tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi semata, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat, keadilan, dan harmoni sosial. Dalam persaingan global, Pancasila berperan sebagai pedoman agar inovasi yang dihasilkan tetap berakar pada nilai-nilai kebangsaan, relevan secara lokal, serta memberikan kontribusi positif bagi dunia secara etis dan berkelanjutan. Sebagai contoh, dalam pengembangan teknologi energi terbarukan, Pancasila dapat menjadi pedoman agar inovasi tersebut tidak hanya mengejar efisiensi teknologi, tetapi juga memperhatikan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan.

B. Harapan bagi pemimpin, warganegara, dan ilmuwan yang Pancasilais adalah terciptanya individu berintegritas, toleran, dan berkomitmen pada nilai-nilai Pancasila, yang mampu memajukan bangsa dengan menjaga keadilan, persatuan, dan keberlanjutan di tengah tantangan global.
Nama : Windi Nurul Apriliani
NPM : 2515012022
Kelas : B

Tugas Analisis Soal-1 :
Jawab :
A. Menurut saya, kita perlu menggarisbawahi betapa pentingnya kesadaran kritis masyarakat terhadap penyebaran hoaks, khususnya yang dipicu oleh media sosial. Hoaks tidak mengenal batasan latar belakang pendidikan, dan lebih mudah menyebar ketika didukung oleh sifat viral dari media sosial. Untuk mengantisipasi dampak negatifnya, langkah yang dapat dilakukan antara lain adalah meningkatkan literasi digital masyarakat, mendidik individu untuk selalu memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya, serta memanfaatkan platform untuk melaporkan hoaks. Selain itu, penting untuk menciptakan kesadaran bahwa penyebaran informasi yang tidak benar dapat merusak persatuan dan memecah belah masyarakat.

B. Saya menyetujui bahwa pada pengembangan IPTEK terdapat hal yang tidak sesuai dengan nilai pancasila, terutama di media sosial, dapat mengarah pada penyebaran informasi yang merugikan, baik itu hoaks, diskriminasi, maupun penyalahgunaan data pribadi. Jika IPTEK tidak diterapkan dengan etika yang baik, dapat merusak moralitas sosial dan memperlebar jurang ketidakadilan. Solusi untuk hal ini adalah dengan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek pengembangan teknologi, termasuk pengaturan platform media sosial dan teknologi lainnya. Ini dapat dilakukan dengan mengedukasi pengguna internet tentang penggunaan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab, serta memperkenalkan kebijakan yang mendukung transparansi dan keadilan di dunia maya.

C. Konsumerisme yang tinggi terhadap produk teknologi luar negeri menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi teknologi negara maju. Solusinya adalah dengan mendorong riset dan pengembangan (R&D) di dalam negeri untuk menciptakan produk teknologi yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Program studi yang berkaitan dengan teknologi dapat fokus pada inovasi yang berbasis pada kekuatan dan sumber daya lokal, misalnya pengembangan teknologi yang ramah lingkungan atau yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri harus didorong untuk menciptakan ekosistem inovasi yang kuat di Indonesia, guna mengurangi ketergantungan pada produk teknologi luar negeri dan meningkatkan kemandirian dalam bidang IPTEK.
Nama : Windi Nurul Aprilliani
NPM : 2515012022
Kelas : B

Tugas Analisis Video-2 :
Video diatas berisi penjabaran tentang perang dunia ke 2 tepatnya pada saat jepang menyerang pangkalan militer amerika pada tahun 1941 yang memicu pertengkaran antara amerika serikat dan jepang itu. Puncaknya terjadi pada 6 agustus 1945 dimana pada saat itu amerika menyerang 2 kota besar di jepang yaitu hiroshima dan nagasaki dengan menggunakan bom atom dan 140.000 orang meninggal dunia. Pada 15 agustus 1945, jepang resmi menyerah kepada sekutu dan mengakhiri adanya perang dunia ke 2 di wilayah pasifik. Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 2 hari setelah jepang merdeka yaitu pada tanggal 17 agustus 1945.

Kejadian pengeboman tersebut tentu tidak sesuai dengan nilai pancasila pada sila ke-2. Tindakan tersebut menyebabkan penderitaan luar biasa bagi jutaan warga sipil tak berdosa, mencerminkan pelanggaran besar terhadap kemanusiaan. Selain itu, peristiwa ini juga bertentangan dengan sila ke-3, "Persatuan Indonesia," karena seharusnya perdamaian global menjadi dasar untuk menjaga keharmonisan antarbangsa. Dalam konteks Pancasila, upaya penyelesaian konflik harus dilakukan melalui dialog dan kerja sama internasional yang mengutamakan kemanusiaan, bukan dengan kekerasan destruktif yang mengakibatkan korban massal.
Nama : Windi Nurul Apriliani
NPM : 2515012022
Kelas : B

Tugas Analisis Video-1 :
Isi dari video diatas adalah adanya ratusan warga yang mengunjuk rasa kepada pabrik-pabrik di sekitar sungai desa yang tercemar akibat dari limbah-limbah pabrik tersebut yang dibuang langsung ke sungai dengan cara menutup saluran pembuangan limbah yang terdapat di sungai tersebut, dan juga warga mengatakan bahwa mereka telah menutup saluran limbah bukan menutup usaha pabrik-pabrik tersebut. Ternyata kejadian ini sudah berlangsung lama sekali kurang lebih selama 25 tahun. Pemilik pabrik mengaku belum bisa mengolah limbah-limbah pabrik tersebut dan menerima apa yang sudah di lakukan oleh warga tersebut. Warga mengancam akan terus melakukan unjuk rasa apabila pabrik tersebut tidak ditutup oleh pemerintah.

Peristiwa tersebut tidak sesuai dengan nilai dari pancasila sila ke-2 dan ke-5. Perbuatan tersebut mencerminkan kurangnya penghormatan terhadap hak asasi manusia, terutama hak masyarakat desa untuk hidup dalam lingkungan yang bersih dan sehat. Selain itu, tindakan ini menunjukkan ketidakadilan sosial, karena dampak negatifnya lebih banyak dirasakan oleh masyarakat kecil yang bergantung pada sungai untuk kebutuhan sehari-hari. Sebagai bangsa yang berlandaskan Pancasila, tindakan tersebut seharusnya dihindari dan diganti dengan praktik industri yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, demi menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan.