NAMA: DAWAM NUGRAHA
NPM: 2515012064
KELAS: B
Jurnal ini membahas Pancasila sebagai filsafat ilmu dan menekankan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak boleh dilepaskan dari nilai-nilai dasar bangsa Indonesia. Penulis, Syarifuddin, melihat bahwa kemajuan IPTEK yang begitu cepat memang membawa banyak kemudahan, tetapi jika tidak dibarengi dengan landasan Pancasila yang kuat justru bisa merusak moral, mental, dan jati diri bangsa. Arus informasi global yang sangat bebas membuat masyarakat mudah terpengaruh nilai luar, sehingga Pancasila dipandang penting sebagai pegangan dan penyaring agar bangsa Indonesia tidak kehilangan arah dalam menghadapi modernisasi.
Dalam jurnal ini dijelaskan bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga hasil pemikiran mendalam yang lahir dari pengalaman sejarah dan budaya bangsa. Karena itu, Pancasila layak dijadikan filsafat ilmu, yaitu sebagai dasar cara berpikir, bersikap, dan mengembangkan pengetahuan. Ilmu tidak dipahami hanya sebagai alat untuk mencari kebenaran atau memenuhi rasa ingin tahu, tetapi juga harus memberi manfaat nyata bagi kehidupan manusia. Dengan menjadikan Pancasila sebagai filsafat ilmu, pengembangan IPTEK diarahkan agar tetap berpihak pada nilai kemanusiaan, etika, dan keseimbangan hidup, bukan semata-mata pada kemajuan materi atau kepentingan kelompok tertentu.
Penulis juga menguraikan implikasi setiap sila Pancasila dalam pengembangan IPTEK. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa menekankan bahwa ilmu harus dikembangkan dengan kesadaran akan keterbatasan manusia dan tanggung jawab moral kepada Tuhan. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab mengingatkan bahwa IPTEK harus digunakan untuk meningkatkan martabat manusia, bukan justru merendahkan atau merugikan sesama. Sila Persatuan Indonesia mengarahkan agar pengembangan ilmu memperkuat persatuan dan nasionalisme, bukan menciptakan ketergantungan atau perpecahan. Sila Kerakyatan menegaskan pentingnya kebebasan akademik yang disertai sikap terbuka, dialog, dan tanggung jawab sosial. Sementara itu, sila Keadilan Sosial menuntut agar hasil IPTEK dapat dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat.
Secara keseluruhan, jurnal ini menegaskan bahwa Pancasila sebagai filsafat ilmu berfungsi sebagai arah, pengendali, dan penyeimbang dalam pengembangan IPTEK. Ilmu dan teknologi tetap perlu berkembang mengikuti zaman dan persaingan global, tetapi harus berakar pada nilai Pancasila agar tidak kehilangan tujuan kemanusiaannya. Dengan landasan ini, pengembangan IPTEK diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan menjaga identitas Indonesia sebagai bangsa yang bermoral, berbudaya, dan berkeadilan.