Posts made by Ayu Dewi Prastiyani

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Video-2

by Ayu Dewi Prastiyani -
NAMA:AYU DEWI PRASTIYANI
NPM:2515012002
KELAS:B


jatuhnya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki yang menjadi titik balik bagi kemerdekaan Indonesia.kesimpulannya yaitu perang bermula saat Jepang menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Pearl Harbor pada Desember 1941, yang memicu bergabungnya sekutu (AS, Inggris, Belanda, dan lainnya) untuk melawan Jepang.Puncak perang ditandai dengan dijatuhkannya bom atom pertama di Kota Hiroshima pada 6 Agustus 1945, yang menewaskan sekitar 140.000 orang . Tiga hari berselang, pada 9 Agustus 1945, sekutu menjatuhkan bom atom kedua di kota Nagasaki .Pada 15 Agustus 1945, Jepang secara resmi menyerah kepada sekutu. Penandatanganan dokumen menyerah dilakukan di atas kapal perang USS Missouri, yang sekaligus menandai berakhirnya Perang Dunia II di wilayah Pasifik .Dampaknya bagi Indonesia: Menyerahnya Jepang menciptakan kekosongan kekuasaan (vacuum of power) di Indonesia. Momentum ini dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia untuk memproklamirkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Video-1

by Ayu Dewi Prastiyani -
NAMA:AYU DEWI PRASTIYANI
NPM:2515012002
KELAS:B

Video dari Kompas TV ini menyoroti aksi unjuk rasa ratusan warga Desa Pegaden Tengah, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, terkait pencemaran lingkungan. Berikut adalah poin-poin utama yang dapat disimpulkan bahwa, ratusan warga melakukan protes dengan menutup paksa saluran pembuangan limbah dari enam pabrik pembuatan pakaian yang dialirkan langsung ke sunga. Warga mengeluhkan ketidaknyamanan akibat bau busuk dan pencemaran air sungai yang telah berlangsung selama kurang lebih 25 tahun. Enam pabrik pakaian tersebut diketahui tidak memiliki alat pengolahan limbah yang memadai sebelum dibuang ke sungai .Respon Pemerintah Desa: Kepala Desa Pegaden Tengah, Khaeriyah, menyatakan bahwa penutupan saluran limbah ini adalah hasil kesepakatan warga dan bukan bermaksud menutup usahanya, melainkan menghentikan pembuangan limbah ke sungai.Salah satu pemilik pabrik mengaku pasrah dengan tindakan warga dan mengakui kurangnya pengetahuan mengenai cara pengolahan limbah yang benar.Warga mengancam akan terus melakukan aksi jika pihak berwenang tidak segera mengambil tindakan tegas untuk menutup pabrik-pabrik yang melanggar tersebut

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Video

by Ayu Dewi Prastiyani -
NAMA: AYU DEWI PRASTIYANI
NPM:2515012002
KELAS:B

ANALISIS VIDIO

IPTEK adalah hasil Karya manusia. Karya tersebut pada dasarnya dipergunakan untuk membantu Keperluan manusia dalam menghadapi Kehidupannya. IPTEK tersebut ada saja yang memanfaatkannya untuk Kepentingan tertentu baik yang berdampak
positif maupun negatif.
Pada dasamya Pancasila merupahan rumusan dan kehidupan berbangsa dan bernegara bagi rakyat Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan hal penting dalam perkembangan ilmu dan teknologi. Perkembangan IPTEK saat ini dan di masa yang akan datang itu sangat cepat. Dasar Ketuhanan Yang Maha Esa, yang bagi bangsa Indonesia adalah mutlak. Jika diikuti pandangan-pandangan sekular dunia Barat, yang ilmunya dipelajari dan jadi rujukan para cendekiawan, sepertinya berjalan berlawanan.

1. Sila Ke Tuhanan Yang Maha Esa
mengkomplemen tasikan ilmu pengetahuan mencipta, Keseimbangan antara rasional dan irasional, an tara akal dan Kehendak. Berdasarkan sila ini IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan dibuktikan dan diciptakan tetapi juga dipertimbangkan maksud dan apakah merugikan manusia disekitarnya atau tidak. Pengolahan diimbangi dengan meles tarikan.

2. Sila Kemanus iaan yang adil dan beradab memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK harus ber sikap beradab Karena IPTEK adalah sebagai hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral.

3. Sila persatuan Indonesia
mengkomplementasiakan universalitas dan internasionalisme (kemanusian) dalam sila-sila yang lain. Pengembangan IPTEK hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa serta Keluhuran bangsa sebagai bagian umat manusia di dunia.

4. Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
Kebijaksanaan da lam permusyawaratan perwakilan mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis, artinya setiap ilmuan harus memiliki Kebebasan untuk mengembangkan IPTEK juga harus menghormati dan Kebebasan orang lain dan juga memiliki yang terbuka untuk dikritik dikaji ulang maupun di bandingkan dengan penemuan lainnya.


5. Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia mengkomplemen tasikan pengembangan IPTEK haruslah menjaga Keseimbangan Kead ilan dalam Kehidupan
Kemanusiaan yaitu Keseimbangan keadilan dalam hubungan dengan dir inya senndiri maupun dengan Tuhannya, manusia dengan manusia, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara, serta manusia dengan alam lingkungannya.

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

by Ayu Dewi Prastiyani -
FORUM ANALISIS JURNAL

NAMA:AYU DEWI PRASTIYANI
NPM:2515012002
KELAS:B


Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di Indonesia harus menjadikan Pancasila sebagai landasan etis dan paradigma utama agar kemajuan tersebut tidak mencerabut identitas bangsa. Pancasila berperan sebagai filter penting untuk membendung dampak negatif globalisasi yang sering kali membawa nilai-nilai yang bertentangan dengan moralitas dan mentalitas lokal. Melalui Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, para ilmuwan diingatkan bahwa manusia memiliki keterbatasan dan memikul tanggung jawab moral kepada Sang Pencipta dalam setiap penemuan atau kebijakan yang diambil. Sementara itu, Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menekankan bahwa IPTEK harus berfungsi untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia, bukan justru menjadikannya alat penindasan atau pemicu kesenjangan sosial.Dalam persatuan dan kerakyatan, IPTEK harus diorientasikan untuk memperkuat rasa nasionalisme dan solidaritas antarwilayah di Indonesia melalui kemudahan interaksi yang tetap menghargai kearifan lokal. Implementasi ini juga harus didasari oleh sistem musyawarah yang transparan agar setiap kebijakan pembangunan bermanfaat bagi kepentingan rakyat banyak sesuai dengan nilai-nilai demokrasi Pancasila. Hal ini sangat penting karena tanpa pengawasan yang berlandaskan etika, kemajuan teknologi dikhawatirkan dapat memicu tindakan anarkis, individualisme, serta gaya hidup hedonis yang merusak tatanan sosial.
Secara ekonomi, kedaulatan bangsa harus diperkuat dengan mengurangi ketergantungan pada badan-badan multilateral dan teknologi asing. Pengembangan ilmu pengetahuan harus lebih fokus pada penguatan produksi domestik dengan mengoptimalkan bahan baku dalam negeri guna mewujudkan kemandirian nasional. Dengan demikian, visi masa depan Indonesia adalah melahirkan model pemimpin dan ilmuwan yang tidak hanya profesional dan ahli di bidangnya, tetapi juga memiliki integritas moral yang berakar kuat pada nilai-nilai Pancasila untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Soal-2

by Ayu Dewi Prastiyani -
FORUM ANALISIS SOAL-2

NAMA:AYU DEWI PRASTIYANI
NPM:2515012002
KELAS:B



A. Peran Pancasila sebagai Paradigma Ilmu Arsitektur
Pancasila berfungsi sebagai landasan etika dan kebijakan agar kemajuan teknologi dalam arsitektur tidak hanya mengejar keindahan visual, tetapi juga kesejahteraan masyarakat dan kelestarian bangsa.
Sila ke-1 (Ketuhanan Yang Maha Esa): Arsitektur harus menghormati nilai-nilai keagamaan dan lingkungan sebagai ciptaan Tuhan. Contohnya, dalam merancang bangunan, aspek keberlanjutan (sustainability) adalah bentuk tanggung jawab moral kepada Sang Pencipta.
Sila ke-2 (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab): Pemanfaatan IPTEK (seperti software simulasi bangunan) harus bertujuan menciptakan ruang yang manusiawi, aman, dan nyaman bagi semua lapisan masyarakat tanpa diskriminasi.
Sila ke-3 (Persatuan Indonesia): Arsitektur harus memperkuat identitas nasional. Penggunaan teknologi konstruksi modern sebaiknya dikombinasikan dengan kearifan lokal (Arsitektur Nusantara) untuk menjaga persatuan dan keunikan budaya bangsa.
Sila ke-4 (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan...): Kebijakan pembangunan dan tata kota harus melibatkan aspirasi masyarakat. Teknologi digital harus memudahkan partisipasi publik dalam perencanaan ruang kota.
Sila ke-5 (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia): Kemajuan IPTEK dalam arsitektur harus dirasakan manfaatnya secara merata. Arsitek dituntut merancang hunian terjangkau bagi rakyat kecil, bukan hanya bangunan mewah bagi segelintir kaum hedonis.
Proses di Tengah Persaingan Global: Di tengah persaingan global, arsitek Indonesia harus tetap berpegang pada produksi domestik dan bahan baku dalam negeri daripada terlalu bergantung pada standar atau material multilateral.

B. Harapan Model Pemimpin, Warganegara, dan Ilmuwan yang Pancasilais
Berdasarkan teks tersebut, harapan untuk masa depan adalah:
Model Pemimpin: Pemimpin yang mampu menjadi regulator yang bijak dalam menghadapi pasar bebas agar ekonomi dan pembangunan tidak sepenuhnya dikuasai asing. Pemimpin arsitektur/pembangunan harus berorientasi kepada rakyat dan mendukung kemajuan kesejahteraan umum.
Model Warganegara: Warganegara yang bijak dalam menggunakan IPTEK, tidak terjebak dalam gaya hidup hedonisme, konsumtif, atau individualisme yang dipicu oleh teknologi. Warganegara diharapkan tetap menjaga norma sosial dan tidak menyalahgunakan teknologi untuk tindakan anarkis atau pelanggaran hukum (seperti hacking).
Model Ilmuwan (Arsitek/Insinyur): Ilmuwan yang profesional, transparan, dan bertanggung jawab dalam mengembangkan IPTEK. Mereka diharapkan mampu memperkuat produksi domestik dengan menggunakan bahan baku dalam negeri agar bangsa Indonesia memiliki ketahanan ekonomi yang mandiri.