NAMA: FUJI LARAS SATI
NPM: 2515012049
KELAS:
Pancasila bukan sekedar dasar negara, melainkan juga sistem pengetahuan dan hasil pemikiran mendalam yang berasal dari budaya Nusantara. Sebagai filsafat ilmu, Pancasila memiliki peran:
• Landasan Berpikir, yaitu menjadi dasar proses manusia dalam mencari kebenaran dan mengembangkan pengetahuan.
• Pedoman Hidup, dengan membantu manusia menyelesaikan masalah sehari-hari secara rasional namun tetap sesuai dengan identitas bangsa.
• Filter Ideologis, yaitu menjadi penyaring terhadap dampak negatif modernisasi dan arus informasi global yang deras.
Pengembangan IPTEK di Indonesia harus mengacu pada sila kelima Pancasila agar tetap berada pada koridor kemanusiaan dan keadilan:
• Ketuhanan Yang Maha Esa
Menciptakan keseimbangan antara akal atau rasional dan rasa spiritual. Ilmuwan harus sadar akan keterbatasan manusia di hadapan Sang Pencipta.
• Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
IPTEK harus ditujukan untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia, bukan menjadikan manusia angkuh atau sombong.
• Persatuan Indonesia
Kemajuan teknologi harus memperkuat rasa nasionalisme dan persatuan antarwilayah, bukan memecah belah.
• Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
Setiap ilmuwan memiliki kebebasan berkarya, namun harus menghargai kebebasan orang lain dan terbuka terhadap kritik atau kajian ulang.
• Keadilan Sosial
Pengembangan IPTEK wajib menjaga keseimbangan keadilan dalam hubungan manusia dengan dirinya sendiri, sesama, Tuhan, dan lingkungan.
IPTEK yang tidak dibarengi dengan dasar Pancasila yang kuat dapat menghancurkan mentalitas bangsa. Oleh karena itu, Pancasila sebagai filsafat ilmu yang sangat penting untuk membawa perbaikan kualitas hidup masyarakat Indonesia menuju kehidupan yang sejahtera, aman, dan damai.
NPM: 2515012049
KELAS:
Pancasila bukan sekedar dasar negara, melainkan juga sistem pengetahuan dan hasil pemikiran mendalam yang berasal dari budaya Nusantara. Sebagai filsafat ilmu, Pancasila memiliki peran:
• Landasan Berpikir, yaitu menjadi dasar proses manusia dalam mencari kebenaran dan mengembangkan pengetahuan.
• Pedoman Hidup, dengan membantu manusia menyelesaikan masalah sehari-hari secara rasional namun tetap sesuai dengan identitas bangsa.
• Filter Ideologis, yaitu menjadi penyaring terhadap dampak negatif modernisasi dan arus informasi global yang deras.
Pengembangan IPTEK di Indonesia harus mengacu pada sila kelima Pancasila agar tetap berada pada koridor kemanusiaan dan keadilan:
• Ketuhanan Yang Maha Esa
Menciptakan keseimbangan antara akal atau rasional dan rasa spiritual. Ilmuwan harus sadar akan keterbatasan manusia di hadapan Sang Pencipta.
• Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
IPTEK harus ditujukan untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia, bukan menjadikan manusia angkuh atau sombong.
• Persatuan Indonesia
Kemajuan teknologi harus memperkuat rasa nasionalisme dan persatuan antarwilayah, bukan memecah belah.
• Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
Setiap ilmuwan memiliki kebebasan berkarya, namun harus menghargai kebebasan orang lain dan terbuka terhadap kritik atau kajian ulang.
• Keadilan Sosial
Pengembangan IPTEK wajib menjaga keseimbangan keadilan dalam hubungan manusia dengan dirinya sendiri, sesama, Tuhan, dan lingkungan.
IPTEK yang tidak dibarengi dengan dasar Pancasila yang kuat dapat menghancurkan mentalitas bangsa. Oleh karena itu, Pancasila sebagai filsafat ilmu yang sangat penting untuk membawa perbaikan kualitas hidup masyarakat Indonesia menuju kehidupan yang sejahtera, aman, dan damai.