Faridha rahmawati _2513053195_Hadir
Posts made by Faridha rahmawati Faridha
Nama : Faridha rahmawati
Npm : 2513053195
Pendidikan nilai tetap penting di tengah globalisasi karena pendidikan tidak cukup hanya membuat peserta didik pintar secara akademik, tetapi juga harus membentuk sikap seperti jujur, bertanggung jawab, disiplin, dan menghargai orang lain. Namun, saya kurang setuju jika perubahan perilaku peserta didik hanya dianggap sebagai dampak negatif globalisasi. Globalisasi juga memiliki sisi positif, sehingga yang penting adalah kemampuan peserta didik dalam memilih dan menyaring pengaruh yang mereka terima.
Tapi di sisi lain menurut saya, pendidikan nilai juga tidak cukup hanya diajarkan melalui nasihat atau materi di kelas. Nilai akan lebih mudah diterapkan jika peserta didik melihat contoh nyata dari guru, orang tua, dan lingkungan sekitarnya. Karena itu, pendidikan nilai sebaiknya tidak hanya mengajarkan aturan, tetapi juga membantu peserta didik memahami alasan di balik suatu nilai, berpikir kritis, dan membiasakan diri mengambil keputusan yang bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Npm : 2513053195
Pendidikan nilai tetap penting di tengah globalisasi karena pendidikan tidak cukup hanya membuat peserta didik pintar secara akademik, tetapi juga harus membentuk sikap seperti jujur, bertanggung jawab, disiplin, dan menghargai orang lain. Namun, saya kurang setuju jika perubahan perilaku peserta didik hanya dianggap sebagai dampak negatif globalisasi. Globalisasi juga memiliki sisi positif, sehingga yang penting adalah kemampuan peserta didik dalam memilih dan menyaring pengaruh yang mereka terima.
Tapi di sisi lain menurut saya, pendidikan nilai juga tidak cukup hanya diajarkan melalui nasihat atau materi di kelas. Nilai akan lebih mudah diterapkan jika peserta didik melihat contoh nyata dari guru, orang tua, dan lingkungan sekitarnya. Karena itu, pendidikan nilai sebaiknya tidak hanya mengajarkan aturan, tetapi juga membantu peserta didik memahami alasan di balik suatu nilai, berpikir kritis, dan membiasakan diri mengambil keputusan yang bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Nama : Faridha rahmawati
Npm : 2513053195
Dalam jurnal “Pendidikan Nilai dan Moral dalam Sistem Kurikulum Pendidikan di Aceh” membahas penerapan nilai moral melalui kurikulum Islami di Aceh yang tetap mengacu pada pendidikan nasional, tetapi disesuaikan dengan syariat Islam dan budaya lokal. Nilai tersebut diterapkan melalui mata pelajaran, budaya sekolah, pembiasaan, dan keteladanan guru. Namun, dalam praktiknya masih terdapat kesenjangan antara konsep dan pelaksanaannya. Persiapan yang belum matang, pemahaman guru yang belum merata, serta pola penerapan yang belum jelas menjadi beberapa kendala. Bahkan, hanya sekitar 7% sekolah yang diteliti telah mencoba menerapkannya.
Menurut saya, nilai moral tidak cukup hanya ditulis dalam kurikulum atau RPP, tetapi harus terlihat dalam proses pembelajaran dan keseharian siswa. Dari jurnal ini, guru itu masih kesulitan menghubungkan nilai-nilai Islam dengan materi pelajaran, sehingga penerapannya belum maksimal. Selain itu, jurnal belum banyak menunjukkan bukti perubahan perilaku siswa setelah kurikulum diterapkan. Jadi, bagi saya, pendidikan moral bukan hanya membuat siswa memahami nilai yang baik, tetapi juga membiasakan mereka menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Npm : 2513053195
Dalam jurnal “Pendidikan Nilai dan Moral dalam Sistem Kurikulum Pendidikan di Aceh” membahas penerapan nilai moral melalui kurikulum Islami di Aceh yang tetap mengacu pada pendidikan nasional, tetapi disesuaikan dengan syariat Islam dan budaya lokal. Nilai tersebut diterapkan melalui mata pelajaran, budaya sekolah, pembiasaan, dan keteladanan guru. Namun, dalam praktiknya masih terdapat kesenjangan antara konsep dan pelaksanaannya. Persiapan yang belum matang, pemahaman guru yang belum merata, serta pola penerapan yang belum jelas menjadi beberapa kendala. Bahkan, hanya sekitar 7% sekolah yang diteliti telah mencoba menerapkannya.
Menurut saya, nilai moral tidak cukup hanya ditulis dalam kurikulum atau RPP, tetapi harus terlihat dalam proses pembelajaran dan keseharian siswa. Dari jurnal ini, guru itu masih kesulitan menghubungkan nilai-nilai Islam dengan materi pelajaran, sehingga penerapannya belum maksimal. Selain itu, jurnal belum banyak menunjukkan bukti perubahan perilaku siswa setelah kurikulum diterapkan. Jadi, bagi saya, pendidikan moral bukan hanya membuat siswa memahami nilai yang baik, tetapi juga membiasakan mereka menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Nama : Faridha rahmawati
Npm : 2513053195
Jurnal dengan judul “Perkembangan Moral Siswa Sekolah Dasar Berdasarkan Teori Kohlberg” membahas bagaimana perkembangan moral anak-anak SD usia 11–12 tahun yang dilihat dari teori Kohlberg. Penelitian ini melibatkan 10 siswa kelas VI dengan memberikan soal berupa dilema moral. Hasilnya, 9 siswa masih sering melakukan sesuatu hanya karena takut dihukum atau dinilai buruk oleh orang lain, sedangkan 1 siswa mulai memikirkan keadaan dan kepentingan orang lain.
Menurut saya, hal yang menarik dalam jurnal ini adalah bahwa sikap moral anak tidak hanya ditentukan oleh tindakan mereka, tetapi juga oleh alasan yang mendorong tindakan tersebut. Misalnya, sama-sama memenuhi janji, tetapi ada anak yang melakukannya karena takut dianggap berbohong, sementara anak lain melakukannya karena mempertimbangkan perasaan temannya. Jadi, cara kerjanya sama, tetapi cara berpikirnya berbeda.
Namun, penelitian ini masih memiliki beberapa kekurangan. Respondennya hanya 10 siswa dan hanya menguji satu kasus dilema moral, sehingga hasil yang diperoleh belum cukup mewakili perkembangan moral anak-anak usia 11–12 tahun secara umum. Selain itu, beberapa jawaban siswa langsung ditempatkan ke tahap tertentu, padahal jawaban yang singkat belum tentu benar-benar menggambarkan cara berpikir mereka. Jurnal ini sangat penting bagi calon guru karena menunjukkan bahwa membentuk moral anak bukan hanya membuat mereka patuh pada aturan.
Jadi, menurut saya, peneliti sebaiknya menggunakan beberapa kasus dan melakukan wawancara lebih lanjut agar hasilnya lebih kuat. Guru juga harus membimbing siswa untuk memahami mengapa suatu tindakan dianggap baik atau tidak baik, serta belajar mempertimbangkan dampaknya terhadap orang lain. Dengan demikian, pertumbuhan moral para siswa tidak hanya terlihat dari ketaatan mereka, tetapi juga dari cara berpikir mereka saat menghadapi suatu masalah.
Npm : 2513053195
Jurnal dengan judul “Perkembangan Moral Siswa Sekolah Dasar Berdasarkan Teori Kohlberg” membahas bagaimana perkembangan moral anak-anak SD usia 11–12 tahun yang dilihat dari teori Kohlberg. Penelitian ini melibatkan 10 siswa kelas VI dengan memberikan soal berupa dilema moral. Hasilnya, 9 siswa masih sering melakukan sesuatu hanya karena takut dihukum atau dinilai buruk oleh orang lain, sedangkan 1 siswa mulai memikirkan keadaan dan kepentingan orang lain.
Menurut saya, hal yang menarik dalam jurnal ini adalah bahwa sikap moral anak tidak hanya ditentukan oleh tindakan mereka, tetapi juga oleh alasan yang mendorong tindakan tersebut. Misalnya, sama-sama memenuhi janji, tetapi ada anak yang melakukannya karena takut dianggap berbohong, sementara anak lain melakukannya karena mempertimbangkan perasaan temannya. Jadi, cara kerjanya sama, tetapi cara berpikirnya berbeda.
Namun, penelitian ini masih memiliki beberapa kekurangan. Respondennya hanya 10 siswa dan hanya menguji satu kasus dilema moral, sehingga hasil yang diperoleh belum cukup mewakili perkembangan moral anak-anak usia 11–12 tahun secara umum. Selain itu, beberapa jawaban siswa langsung ditempatkan ke tahap tertentu, padahal jawaban yang singkat belum tentu benar-benar menggambarkan cara berpikir mereka. Jurnal ini sangat penting bagi calon guru karena menunjukkan bahwa membentuk moral anak bukan hanya membuat mereka patuh pada aturan.
Jadi, menurut saya, peneliti sebaiknya menggunakan beberapa kasus dan melakukan wawancara lebih lanjut agar hasilnya lebih kuat. Guru juga harus membimbing siswa untuk memahami mengapa suatu tindakan dianggap baik atau tidak baik, serta belajar mempertimbangkan dampaknya terhadap orang lain. Dengan demikian, pertumbuhan moral para siswa tidak hanya terlihat dari ketaatan mereka, tetapi juga dari cara berpikir mereka saat menghadapi suatu masalah.