Forum Analisis Jurnal 2

Forum Analisis Jurnal 2

Forum Analisis Jurnal 2

Number of replies: 24

Lampirkan analisis anda mengenai jurnal diatas, dengan menyertakan identitas diri seperti nama dan NPM.

In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Azzahra Ramadhani -
Azzahra Ramadhani
2513053216

Perkembangan Moral Siswa Sekolah Dasar Berdasarkan Teori Kohlberg
Penelitian pada jurnal bertujuan ‘mengukur tingkat perkembangan moral siswa Sekolah Dasar (SD) berusia 11–12 tahun (kelas VI) berdasarkan kerangka teori Lawrence Kohlberg. Penelitian kualitatif ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penalaran moral (moral reasoning) sebagai pembentukan karakter dan kontrol sosial. Melalui instrumen kuesioner terbuka berisikan studi kasus dilema moral yang diuji pada 10 responden, hasil analisis mengungkapkan bahwa mayoritas siswa (90% atau 9 anak) berada pada Tingkat I Pra-Konvensional (Tahap 1: Ketaatan dan Hukuman), di mana motivasi tindakan mereka murni didasari oleh keinginan mematuhi aturan guna menghindari hukuman fisik, rasa takut dimarahi orang tua, atau sanksi sosial seperti dicap pembohong oleh teman. Sebaliknya, hanya terdapat 1 siswa (10%, yaitu Khansa) yang telah mencapai Tingkat II Konvensional (Tahap 3: Hubungan Interpersonal) karena pertimbangan keputusannya dilandasi rasa empati, sikap tenggang rasa, serta kepedulian untuk memelihara hubungan baik dengan teman maupun adiknya. Oleh karena itu, jurnal ini menyimpulkan bahwa anak-anak usia 11–12 tahun secara umum berada pada tingkat pra-konvensional yang menilai tindakan berdasarkan konsekuensi langsung dan kepatuhan menghindari hukuman, meskipun tetap terbuka kemungkinan adanya pengecualian tingkat perkembangan yang lebih . Artikel karya Enung Hasanah (2019)
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Annisa Nurfatonah -
Nama: Annisa Nurfatonah
NPM: 2513053215

Jurnal ini membahas perkembangan moral siswa SD usia (11-12) tahun berdasarkan teori kholberg. Penelitian dilakukan secara kualitatifmelalui angket terbuka berupa dilema moral kepada 10 siswa kelas IV untuk melihat alasan mereka dalam mengambil keputusan. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa sebagian besar(90%) siswa masih berada pada tahap pra-konvensional, terutama tahap 1(yaitu dalam mengambil keputusan mereka lebih mempertimbangkan hukuman dan konsekuensinya) sementara itu ada pula siswa yang sudah beraada pada tingkat konvensional tahap 3 ( dalam mengambil keputusan ia sudah mempertimbangkan perasaan, kepentingan dan hubungan dengan orang lain). Dari hasil dalam jurnal ini dapat dilihat bahwa perkembangan moral siswa tidak hanya dapat dinilai dari tindakan yang dilakukan, tapi juga tindakan yang mendasari ia berprilaku seperti itu.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Fresqia Hanun Mazda -
Nama : Fresqia Hanun Mazda
NPM: 2513053197

Analisis jurnal berjudul “Perkembangan Moral Siswa Sekolah Dasar Berdasarkan Teori Kohlberg” ini meneliti perkembangan moral siswa kelas VI SD berusia 11–12 tahun berdasarkan teori Kohlberg. Penelitiannya menggunakan metode kualitatif dengan angket berupa dilema moral, terdapat 10 responden dan hasil penelitian menunjukkan sebanyak 90% siswa berada pada tahap pra-konvensional tahap 1 (ketaatan hukuman). Mereka memilih tetap pergi belajar karena takut dianggap sebagai pembohong atau takut mendapat hukuman. Hanya satu siswa, yang menunjukkan tahap 3 (hubungan interpersonal) karena mempertimbangkan rasa kasihan dan kepedulian terhadap orang lain. Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan moral tidak hanya dilihat dari tindakan siswa, tetapi juga dari alasan yang mendasari tindakan tersebut.
Kelebihan jurnal ini adalah teori Kohlberg dijelaskan dan diterapkan dengan jelas. Jawaban setiap siswa juga dianalisis sehingga mudah dipahami. Selain itu, kasus yang digunakan dekat dengan kehidupan siswa SD. Kekurangannya, penelitian hanya melibatkan 10 siswa dari satu sekolah dan menggunakan satu kasus dilema moral, sehingga hasilnya belum dapat menggambarkan perkembangan moral siswa SD secara umum. Jurnal ini memberikan contoh yang cukup jelas tentang penerapan teori Kohlberg, tetapi penelitian dengan lebih banyak responden dan kasus yang beragam diperlukan agar hasilnya lebih kuat.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Rohani Melinda Tambunan -
Rohani Melinda Tambunan
2513053192

Analisis Jurnal: "Perkembangan Moral Siswa Sekolah Dasar Berdasarkan Teori Kohlberg" (Enung Hasanah, 2019)
      Identitas Jurnal

Ditulis oleh Enung Hasanah, dipublikasikan dalam JIPSINDO Volume 6 No. 2, September 2019.
    Inti Pembahasan
Berbeda dari tiga jurnal sebelumnya yang sifatnya kajian konseptual, tulisan ini merupakan hasil penelitian lapangan yang menggunakan pendekatan kualitatif. Penulis ingin mengetahui berada di tahap mana perkembangan moral anak usia 11-12 tahun menurut kerangka teori Kohlberg. Caranya, penulis memberikan sebuah dilema moral kepada 10 siswa kelas VI SD, yaitu cerita tentang seorang anak bernama Ardi yang harus memilih antara memenuhi janji belajar kelompok atau menjaga adiknya di rumah. Jawaban dan alasan yang diberikan tiap anak kemudian dianalisis untuk melihat pada tahap apa penalaran moral mereka berada, mengacu pada enam tahap perkembangan moral yang dirumuskan Kohlberg (mulai dari sekadar takut hukuman hingga penalaran berbasis prinsip universal).
Hasilnya, dari 10 anak yang diteliti, sembilan di antaranya berada pada tingkat paling dasar, yaitu taat aturan semata-mata karena takut dihukum atau takut dicap sebagai pembohong. Hanya satu anak, yaitu Khansa, yang menunjukkan pertimbangan lebih matang karena alasannya didasari rasa peduli terhadap orang lain, bukan sekadar menghindari sanksi sosial.
     Hal yang Patut Diapresiasi
  • Jurnal ini memiliki data empiris yang jelas, bukan sekadar kajian teori. Ini menjadi pembeda penting dibandingkan tiga jurnal sebelumnya yang murni bersifat konseptual tanpa pengujian di lapangan.
  • Penulis konsisten menerapkan prinsip dasar teori Kohlberg, yaitu yang dinilai bukan tindakan si anak, melainkan alasan di balik tindakan tersebut. Hal ini tergambar jelas ketika penulis membandingkan Khansa dengan sembilan anak lainnya, yang sebenarnya mengambil keputusan yang sama, tetapi berbeda dasar pertimbangannya.
  • Proses analisis disajikan secara transparan lewat tabel berisi jawaban tiap anak beserta penjelasan mengapa jawaban tersebut dikategorikan pada tahap tertentu, sehingga pembaca bisa menelusuri sendiri logika penilaiannya.
  • Topik yang diangkat cukup relevan dan aplikatif bagi guru atau orang tua, karena memberi gambaran nyata mengenai cara berpikir anak usia SD ketika dihadapkan pada persoalan moral sehari-hari.
      Hal yang Masih Perlu Dicermati
  • Jumlah responden sangat terbatas, hanya 10 siswa dari satu sekolah, sehingga simpulan bahwa "90% anak usia 11-12 tahun berada di tahap pra-konvensional" sebaiknya dipahami sebagai gambaran awal, bukan kesimpulan yang bisa digeneralisasi secara luas.
  • Instrumen penelitian hanya berupa satu skenario dilema moral. Idealnya, untuk mengukur tahap perkembangan moral seseorang secara lebih meyakinkan, diperlukan beberapa dilema moral dengan konteks berbeda-beda, karena satu situasi saja belum tentu cukup mewakili pola pikir anak secara umum.
  • Proses coding atau penentuan tahap dari setiap jawaban anak tampak dilakukan sendiri oleh peneliti tanpa disebutkan adanya validasi dari pihak lain (misalnya penilai kedua), sehingga ada kemungkinan unsur subjektivitas dalam menafsirkan alasan yang diberikan anak.
  • Latar belakang keluarga, pola asuh, atau lingkungan sosial masing-masing anak tidak dibahas, padahal faktor-faktor tersebut bisa jadi turut memengaruhi tahap perkembangan moral seorang anak, bukan semata-mata soal usia.
  • Bagian pembahasan hasil sedikit mengulang informasi yang sudah disampaikan di landasan teori (soal ciri-ciri tahap pra-konvensional), sehingga bisa dipadatkan agar lebih efisien dan fokus pada temuan baru dari data yang diperoleh.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by 2513053201 2513053201 -
Nama: Vina Rosalia
NPM: 2513053201

Jurnal ini membahas perkembangan moral siswa SD berdasarkan teori Kohlberg. Penelitian dilakukan kepada 10 siswa kelas VI dengan memberikan dilema moral untuk melihat alasan mereka dalam menentukan pilihan. Hasilnya, 90% siswa masih berada pada tahap pra-konvensional. Alasan yang muncul dalam jawaban siswa banyak berkaitan dengan hukuman, rasa takut dianggap salah, dan akibat dari tindakan yang mereka pilih. Artinya, sebagian siswa masih melihat benar dan salah dari konsekuensi yang akan mereka terima. Mereka belum sepenuhnya mempertimbangkan nilai dari tindakan tersebut. Menurut saya, bagian ini menunjukkan bahwa perkembangan moral anak tidak cukup dilihat dari perilakunya saja, tetapi juga dari alasan ketika mengambil keputusan. Guru bisa membantu siswa dengan mengajak mereka memahami kenapa suatu tindakan dianggap baik atau buruk dan apa dampaknya bagi orang lain. Penelitian ini juga hanya melibatkan 10 siswa, jadi hasilnya tidak bisa langsung menggambarkan kondisi semua siswa SD. Namun, penelitian tersebut tetap memberikan gambaran tentang bagaimana siswa usia 11-12 tahun dalam memahami dan mempertimbangkan suatu masalah moral.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by talitha putri riguna -
Nama: Talitha Putri Riguna
NPM: 2513053205
Analisis Jurnal 2 - Pertemuan 6

Jurnal ini meneliti tingkat perkembangan moral siswa SD usia 11-12 tahun memakai teori perkembangan moral Kohlberg. dari hasil tes moral ke 10 siswa SD, ditemukan 90% mayoritas anak masih berada di tingkat pra konvensional tahap awal. artinya alasan utama anak anak mau menepati janji atau mematuhi aturan bukan karena tulus peduli pada orang lain, melainkan cuma karena takut dihukum atau takut dimarahi dan dicap buruk oleh temannya. jurnal ini menyimpulkan guru dan orang tua harus paham tahap pemikiran moral anak ini supaya bisa memberikan bimbingan karakter yang pas dengan tingkat kedewasaan mereka
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Faridha rahmawati Faridha -
Nama : Faridha rahmawati
Npm : 2513053195

Jurnal dengan judul “Perkembangan Moral Siswa Sekolah Dasar Berdasarkan Teori Kohlberg” membahas bagaimana perkembangan moral anak-anak SD usia 11–12 tahun yang dilihat dari teori Kohlberg. Penelitian ini melibatkan 10 siswa kelas VI dengan memberikan soal berupa dilema moral. Hasilnya, 9 siswa masih sering melakukan sesuatu hanya karena takut dihukum atau dinilai buruk oleh orang lain, sedangkan 1 siswa mulai memikirkan keadaan dan kepentingan orang lain.
Menurut saya, hal yang menarik dalam jurnal ini adalah bahwa sikap moral anak tidak hanya ditentukan oleh tindakan mereka, tetapi juga oleh alasan yang mendorong tindakan tersebut. Misalnya, sama-sama memenuhi janji, tetapi ada anak yang melakukannya karena takut dianggap berbohong, sementara anak lain melakukannya karena mempertimbangkan perasaan temannya. Jadi, cara kerjanya sama, tetapi cara berpikirnya berbeda.
Namun, penelitian ini masih memiliki beberapa kekurangan. Respondennya hanya 10 siswa dan hanya menguji satu kasus dilema moral, sehingga hasil yang diperoleh belum cukup mewakili perkembangan moral anak-anak usia 11–12 tahun secara umum. Selain itu, beberapa jawaban siswa langsung ditempatkan ke tahap tertentu, padahal jawaban yang singkat belum tentu benar-benar menggambarkan cara berpikir mereka. Jurnal ini sangat penting bagi calon guru karena menunjukkan bahwa membentuk moral anak bukan hanya membuat mereka patuh pada aturan.
Jadi, menurut saya, peneliti sebaiknya menggunakan beberapa kasus dan melakukan wawancara lebih lanjut agar hasilnya lebih kuat. Guru juga harus membimbing siswa untuk memahami mengapa suatu tindakan dianggap baik atau tidak baik, serta belajar mempertimbangkan dampaknya terhadap orang lain. Dengan demikian, pertumbuhan moral para siswa tidak hanya terlihat dari ketaatan mereka, tetapi juga dari cara berpikir mereka saat menghadapi suatu masalah.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Vina May Fira 2513053191 -
Nama: Vina May Fira
NPM: 2513053191

Jurnal Perkembangan Moral Siswa Sekolah Dasar Berdasarkan Teori Kohlberg
Jurnal ini membahas tentang perkembangan moral siswa SD usia 11–12 tahun dengan menggunakan teori perkembangan moral Kohlberg. Penelitian ini melihat bagaimana siswa mengambil keputusan ketika menghadapi suatu dilema moral, kemudian menilai tingkat perkembangan moral mereka berdasarkan alasan yang diberikan. Penelitian dilakukan secara kualitatif terhadap 10 siswa kelas VI dengan menggunakan angket berisi pertanyaan dilema moral. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih berada pada tingkat pra-konvensional, terutama karena mereka melakukan sesuatu lebih banyak karena takut dihukum, takut dianggap berbohong, atau takut mendapat penilaian buruk dari orang lain. Namun, ada satu siswa yang sudah menunjukkan perkembangan moral lebih tinggi karena mempertimbangkan perasaan dan kepentingan orang lain dalam mengambil keputusan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by KEYZA NOVIA PUTRI -
Keyza Novia Putri
2513053193

Jurnal ini meneliti tingkat perkembangan moral siswa kelas VI SD yang berusia 11-12 tahun dengan menggunakan kerangka teori Kohlberg. Penelitian dilakukan secara kualitatif, di mana peneliti memberikan sebuah dilema moral berupa cerita seorang anak bernama Ardi yang harus memilih antara menepati janji belajar kelompok atau menjaga adiknya di rumah, kemudian jawaban dari 10 siswa dianalisis untuk melihat pada tahap mana penalaran moral mereka berada. Hasilnya, sembilan dari sepuluh anak masih berada pada tahap paling dasar, yaitu taat aturan semata-mata karena takut dihukum atau takut dicap sebagai pembohong, sedangkan hanya satu anak yang menunjukkan pertimbangan lebih matang karena alasannya didasari rasa peduli terhadap orang lain, bukan sekadar menghindari sanksi sosial. Hal yang patut diapresiasi dari jurnal ini adalah datanya bersifat empiris karena melalui pengujian langsung di lapangan, bukan sekadar kajian teori. Penulis juga konsisten menerapkan prinsip dasar teori Kohlberg, yaitu yang dinilai bukan tindakan si anak, melainkan alasan di balik tindakan tersebut, sehingga bisa terlihat jelas perbedaan antara anak yang mengambil keputusan sama namun dengan dasar pertimbangan yang berbeda. Proses analisisnya pun disajikan secara transparan lewat tabel berisi jawaban tiap anak beserta penjelasannya, sehingga pembaca bisa menelusuri sendiri logika penilaiannya, dan topik yang diangkat cukup relevan serta aplikatif bagi guru atau orang tua dalam memahami cara berpikir anak usia SD saat dihadapkan pada persoalan moral sehari-hari. Namun demikian, jurnal ini masih memiliki keterbatasan karena hanya melibatkan 10 responden dari satu sekolah dan menggunakan satu skenario dilema moral saja, sehingga hasilnya belum bisa digeneralisasikan untuk menggambarkan perkembangan moral siswa SD secara lebih luas. Diperlukan penelitian lanjutan dengan jumlah responden yang lebih banyak dan variasi kasus dilema moral yang lebih beragam agar kesimpulan yang dihasilkan lebih kuat dan representatif.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by SYAHIDAH ASMANINA -
Nama: Syahidah Asmanina
NPM: 2513053202

Jurnal “Perkembangan Moral Siswa Sekolah Dasar Berdasarkan Teori Kohlberg” membahas perkembangan moral siswa SD usia 11–12 tahun berdasarkan teori Lawrence Kohlberg. Penelitian ini bertujuan mengetahui tahap perkembangan moral siswa melalui alasan mereka ketika menghadapi permasalahan moral. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan melibatkan 10 siswa kelas VI. Siswa diberikan permasalahan mengenai pilihan antara menjaga adik atau memenuhi janji belajar bersama teman. Jawaban mereka kemudian dianalisis berdasarkan tahapan perkembangan moral Kohlberg. 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 90% siswa berada pada tahap pra-konvensional, khususnya tahap 1. Sebagian besar siswa mengambil keputusan karena mempertimbangkan hukuman atau akibat yang akan diterima. Namun, terdapat satu siswa yang menunjukkan perkembangan moral lebih tinggi karena mempertimbangkan keadaan dan kepentingan orang lain.
Hal penting dari jurnal ini adalah perkembangan moral tidak hanya dilihat dari tindakan, tetapi juga dari alasan di balik tindakan tersebut. Guru juga berperan penting dalam membantu siswa memahami alasan suatu aturan serta belajar mempertimbangkan perasaan dan kepentingan orang lain.
Kesimpulannya, sebagian besar siswa masih mengambil keputusan berdasarkan rasa takut terhadap hukuman. Karena itu, pendidikan moral perlu membantu siswa memahami nilai dari tindakan dan dampaknya terhadap orang lain.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Zakiyah Dhiasti Seruni zazakiyahdh@gmail.com -
Nama: Zakiyah Dhiasti Seruni
NPM: 2514053190

Judul: Perkembangan Moral Siswa Sekolah Dasar Berdasarkan Teori Kohlberg
Penulis: Enung Hasanah
Tahun: 2019

Jurnal ini, bertujuan untuk mengetahui tingkat perkembangan moral siswa SD usia 11–12 tahun berdasarkan teori perkembangan moral Kohlberg.

Metode yang digunakan merupakan penelitian kualitatif sederhana dengan angket pertanyaan terbuka berupa dilema moral kepada 10 siswa kelas VI.

Hasilnya, sebanyak 90% siswa berada pada tahap moral pra-konvensional, terutama tahap 1, yaitu melakukan sesuatu karena takut mendapat hukuman atau penilaian buruk dari orang lain. Sementara 10% siswa sudah menunjukkan perkembangan pada tahap yang lebih tinggi, yaitu mempertimbangkan perasaan dan kepentingan orang lain.

Kelebihan jurnal ini adalah menggunakan contoh dilema moral yang dekat dengan kehidupan siswa sehingga mudah dipahami. Analisis berdasarkan alasan siswa juga sesuai dengan teori Kohlberg yang menekankan penalaran moral, bukan hanya perilaku.

Kekurangannya, yaitu jumlah responden hanya 10 siswa, sehingga hasilnya belum dapat menggambarkan perkembangan moral siswa SD secara umum. Penelitian juga menggunakan satu kasus dilema moral sehingga hasilnya masih cukup terbatas.

Jurnal ini relevan untuk Pendidikan Nilai dan Moral karena menunjukkan bahwa guru perlu memahami tahap perkembangan moral siswa agar pembelajaran nilai tidak hanya berupa aturan, tetapi juga membantu siswa memahami alasan mengapa suatu tindakan dianggap baik atau buruk.

Kesimpulannya, jurnal ini menunjukkan bahwa perkembangan moral siswa SD masih banyak berada pada tahap melakukan sesuatu karena takut hukuman atau penilaian orang lain. Oleh karena itu, pendidikan moral perlu diarahkan secara bertahap agar siswa mampu mengambil keputusan berdasarkan kesadaran, kepedulian, dan pertimbangan moral yang lebih matang.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by CINTA DAMAIRIA IMANA -
Nama: Cinta Damairia Imana
NPM: 2553053046
Hasil analisis dari jurnal yang kedua yaitu tentang "Perkembangan Moral Siswa Sekolah Dasar Berdasarkan Teori Kholberg" Teori Kohlberg membagi perkembangan moral anak ke dalam beberapa tingkat. Umumnya pada anak-anak SD usia 11–12 tahun masih berada di tingkat paling dasar (Pra-Konvensional / Tahap 1), yaitu kondisi saat anak berbuat baik hanya karena takut dihukum atau takut dicap buruk. Baru di tahap yang lebih tinggi (Tahap 3), anak berbuat baik karena murni punya empati dan peduli sama perasaan orang lain.
Hasil Analisis Kasus di Jurnal: Mayoritas Siswa Usia 11–12 Tahun (90% / 9 Anak): Moral mereka ternyata masih tertahan di Tahap 1. Saat diberi pilihan yang membingungkan, mereka tetap pergi belajar bukan karena sadar kewajiban, tapi cuma karena takut dihukum atau takut dicap pembohong oleh temannya. Fokusnya masih ke rasa takut diri sendiri. Siswa Khusus (Khansa - 10% / 1 Anak): Sudah berhasil naik ke Tahap 3. Di usia 11–12 tahun, dia milih belajar sambil bawa adiknya karena kasihan sama teman dan adiknya. Alasan moralnya sudah pakai empati dan tenggang rasa.
Jadi lewat teori Kohlberg ini, kita bisa faham kalau mengukur moral anak SD usia 11–12 tahun itu gak cukup dari "apa yang dia lakukan", tapi "apa alasan di balik tindakannya". Guru dan orang tua tidak boleh hanya nuntut anak buat taat karena takut sanksi, tapi harus melatih empati mereka biar penalaran moralnya bisa naik ke tahap yang lebih tinggi.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Adelia Eriyanti -
Nama: Adelia Eriyanti
NPM: 2513053209

Jurnal ini membahas perkembangan moral siswa SD usia 11–12 tahun berdasarkan teori Kohlberg. Penelitian dilakukan kepada 10 siswa kelas VI menggunakan angket terbuka yang berisi dilema moral. Dari jawaban siswa, terlihat bahwa sebagian besar masih berada pada tahap pra-konvensional, yaitu melakukan sesuatu lebih karena takut dihukum atau takut mendapat penilaian buruk dari orang lain.

Hal yang terlihat dari penelitian ini adalah bahwa perkembangan moral anak tidak cukup dilihat dari tindakan yang dilakukan, tetapi juga dari alasan di balik tindakan tersebut. Misalnya, beberapa siswa memilih tetap menepati janji karena takut disebut pembohong, sedangkan satu siswa memilih karena memikirkan perasaan teman dan adiknya. Perbedaan alasan tersebut menunjukkan adanya perbedaan dalam cara anak memahami suatu tindakan moral.

Kelemahan yang terlihat adalah jumlah responden hanya 10 siswa, sehingga hasilnya belum bisa menggambarkan perkembangan moral semua siswa usia 11–12 tahun. Selain itu, penelitian hanya menggunakan satu situasi dilema moral, sehingga perkembangan moral anak dalam situasi lain belum tentu sama. Jadi, hasil penelitian lebih tepat dilihat sebagai gambaran dari respon siswa yang diteliti, bukan sebagai gambaran mutlak semua anak pada usia tersebut.

Jurnal ini menunjukkan bahwa pendidikan moral perlu membantu anak memahami alasan mengapa suatu tindakan dianggap baik atau buruk, bukan hanya membuat mereka patuh karena takut hukuman. Guru perlu memberikan kesempatan kepada siswa untuk menghadapi situasi moral, berdiskusi, mempertimbangkan akibat dari pilihannya, dan belajar memahami perasaan orang lain. Dengan begitu, perkembangan moral anak dapat berkembang dari sekadar takut hukuman menjadi kesadaran untuk melakukan hal yang benar.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Rizki Indah Lestari -
Rizki Indah Lestari
2513053206

Jurnal ini membahas perkembangan moral siswa sekolah dasar berdasarkan teori Kohlberg. Penelitian dilakukan pada siswa usia 11–12 tahun dengan menggunakan angket berupa dilema moral untuk melihat alasan mereka dalam mengambil suatu keputusan. Dari hasil penelitian, sebagian besar siswa masih berada pada tahap pra-konvensional, terutama tahap 1, yaitu melakukan sesuatu karena takut mendapatkan hukuman atau takut dianggap melakukan kesalahan. Hal yang menarik dari jurnal ini adalah penilaian perkembangan moral tidak hanya dilihat dari tindakan siswa, tetapi juga dari alasan yang mendasari tindakan tersebut. Misalnya, beberapa siswa memilih tetap pergi belajar kelompok karena takut dianggap pembohong, sehingga alasan mereka lebih menunjukkan kepatuhan untuk menghindari hukuman. Namun, terdapat satu siswa yang memiliki tahap moral lebih tinggi karena mempertimbangkan perasaan teman dan adiknya. Dari hasil tersebut, dapat dipahami bahwa siswa yang melakukan tindakan yang sama belum tentu memiliki perkembangan moral yang sama karena alasan di balik tindakannya bisa berbeda. Menurut saya, hal ini menunjukkan pentingnya guru memahami alasan dan cara berpikir siswa ketika menilai perkembangan moral mereka, bukan hanya melihat apakah perilakunya benar atau salah.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Cahaya Esist Alpasa -
Nama: Cahaya Esist Alpasa
NPM: 2513053199

Menurut saya, jurnal ini membahas tentang perkembangan moral siswa SD berdasarkan teori Kohlberg. Dari penelitian tersebut, sebagian besar siswa usia 11–12 tahun masih melakukan sesuatu karena takut dihukum, takut dimarahi, atau takut dianggap melakukan kesalahan. Namun, ada juga siswa yang sudah mulai memikirkan perasaan dan kepentingan orang lain sebelum mengambil keputusan. Menurut saya, hal ini menunjukkan bahwa perkembangan moral setiap anak bisa berbeda walaupun usianya sama. Jadi, guru tidak cukup hanya mengajarkan mana yang benar dan salah, tetapi juga perlu membantu siswa memahami alasan dari setiap tindakan dan membiasakan mereka untuk peduli serta mempertimbangkan orang lain dalam kehidupan sehari-hari.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Cicilia Cahyani Crista Viva -
Nama: Cicilia Cahyani Crista Viva
NPM: 2523053210

PERKEMBANGAN MORAL SISWA SEKOLAH DASAR BERDASARKAN TEORI KOHLBERG

Menurut saya, jurnal ini membahas tentang perkembangan moral siswa SD berdasarkan teori Kohlberg. Penelitian dilakukan pada 10 siswa kelas VI yang berusia 11–12 tahun dengan menggunakan beberapa kasus dilema moral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih berada pada tahap pra-konvensional, yaitu mereka cenderung melakukan sesuatu karena takut dihukum atau mendapat penilaian buruk dari orang lain. Namun, ada juga siswa yang sudah mampu mempertimbangkan perasaan dan kepentingan orang lain dalam mengambil keputusan.

Menurut saya, hal yang menarik dari jurnal ini adalah perkembangan moral tidak hanya dilihat dari tindakan seseorang, tetapi juga dari alasan mengapa ia melakukan tindakan tersebut. Jadi, dalam pendidikan guru sebaiknya tidak hanya mengajarkan aturan kepada siswa, tetapi juga membantu mereka memahami alasan dan dampak dari setiap tindakan yang dilakukan.

Kesimpulan: Menurut saya, perkembangan moral anak berbeda-beda dan dapat berkembang seiring pengalaman serta cara mereka memahami suatu masalah. Oleh karena itu, guru perlu membantu siswa membangun penalaran moral melalui pembiasaan dan contoh dalam kehidupan sehari-hari.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Shakira Alya -
Nama : Shakira Alya Khaira
Npm : 2513053219

Jurnal tersebut membahas tentang perkembangan moral siswa Sekolah Dasar berdasarkan teori Kohlberg. Menurut saya, ada yang menarik dijurnal ini yaitu perkembangan moral anak tidak bisa dilihat hanya dari perilakunya, tapi juga dari alasan kenapa mereka melakukan sesuatu. Pada jurnal ini disebutkan dari penelitian terhadap siswa usia 11–12 tahun, sebagian besar masih berada pada tahap pra-konvensional, yaitu cenderung melakukan sesuatu karena takut mendapat hukuman atau mendapat penilaian buruk dari orang lain. Tapi ada juga siswa yang sudah lebih mempertimbangkan perasaan dan kepentingan orang lain. Menurut saya, hal ini menunjukkan bahwa perkembangan moral setiap anak itu bisa dan pasti berbeda, walaupun usianya sama. Jadi, guru perlu memahami alasan di balik perilaku siswa dan membantu mereka berkembang supaya melakukan sesuatu bukan hanya karena takut dihukum, tetapi karena memang sadar bahwa hal tersebut benar dan baik.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Ghina Azizah -
Nama: Ghina Azizah
Npm: 2513053198

Jurnal ini membahas perkembangan moral siswa sekolah dasar berdasarkan teori Kohlberg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat perkembangan moral siswa usia 11–12 tahun melalui jawaban mereka terhadap suatu permasalahan yang berkaitan dengan dilema moral. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan melibatkan 10 siswa kelas VI sebagai responden.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih berada pada tahap pra-konvensional, terutama tahap 1, yaitu ketaatan dan hukuman. Hal ini terlihat dari alasan mereka dalam mengambil keputusan yang lebih banyak didasari oleh rasa takut dimarahi, dihukum, atau dianggap sebagai pembohong oleh teman-temannya. Namun, terdapat satu siswa yang sudah menunjukkan perkembangan moral pada tahap yang lebih tinggi karena mampu mempertimbangkan perasaan dan kebutuhan orang lain, bukan hanya memikirkan kepentingan dirinya sendiri. Dari hasil penelitian tersebut, dapat dipahami bahwa perkembangan moral anak tidak hanya dilihat dari tindakan yang dilakukan, tetapi juga dari alasan yang mendasari tindakan tersebut. Oleh karena itu, guru dan orang tua memiliki peran penting dalam membimbing anak agar mampu memahami nilai kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, dan sikap saling menghargai. Pendidikan moral sebaiknya tidak hanya menekankan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga membantu anak memahami mengapa suatu tindakan dianggap baik atau buruk. Dengan begitu, anak diharapkan dapat mengembangkan kesadaran moral yang lebih baik seiring bertambahnya usia.
In reply to Ghina Azizah

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Rahma Fatayati -
Nama:Rahma fatayti
NPM:2513053212

Menurut saya, jurnal “Perkembangan Moral Siswa Sekolah Dasar Berdasarkan Teori Kohlberg” menjelaskan bahwa perkembangan moral siswa SD terjadi secara bertahap dan dapat dilihat dari alasan mereka dalam mengambil keputusan. Penelitian terhadap 10 siswa kelas VI usia 11–12 tahun menunjukkan bahwa 90% siswa masih berada pada tahap pra-konvensional, yaitu cenderung melakukan sesuatu karena takut dihukum atau takut mendapat penilaian buruk dari orang lain. Hal yang menarik adalah meskipun beberapa siswa memiliki tindakan yang sama, alasan mereka bisa berbeda. Misalnya, Khansa tetap pergi belajar sambil membawa adiknya karena merasa kasihan kepada adik dan teman-temannya, sehingga menunjukkan kepedulian terhadap orang lain. Jadi, moral tidak hanya dilihat dari tindakan seseorang, tetapi juga dari alasan di balik tindakan tersebut. Kesimpulannya, pada usia 11–12 tahun perkembangan moral siswa masih banyak dipengaruhi oleh aturan dan hukuman, tetapi ada juga siswa yang mulai mempertimbangkan perasaan dan kepentingan orang lain.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by 2513053203 2513053203 -
Nama: Nasya Nurul Putri
NPM: 2513053203

Menurut saya, hal utama dari artikel ini adalah bahwa perkembangan moral anak tidak bisa dinilai hanya dari tindakannya, tetapi juga harus dilihat dari alasan yang mendasari tindakan itu.
Misalnya, beberapa siswa memutuskan untuk tetap pergi belajar bersama dalam kelompok. Secara perilaku, keputusan mereka terlihat sama. Namun, sebagian besar memilih begitu karena takut dianggap menyembunyikan kebenaran atau takut terkena sanksi. Maksudnya, pertimbangan moral mereka masih dalam tingkat awal.
Berbeda dengan Khansa. Ia juga memutuskan untuk pergi belajar bersama kelompok, tetapi alasan yang ia ambil adalah karena memikirkan kebutuhan dan perasaan orang lain, yaitu teman-temannya dan adiknya. Hal itu menunjukkan bahwa ada kemajuan ke tahap moral yang lebih baik.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Nadya Juliet Balbara -
Nadya Juliet Balbara
2513053214

Jadi, jurnal ini membahas mengenai perkembangan moral siswa sekolah dasar usia 11–12 tahun berdasarkan teori Kohlberg. Penelitian dilakukan kepada 10 siswa kelas VI dengan menggunakan pertanyaan tentang dilema moral. Dari jawaban mereka, peneliti melihat alasan yang digunakan siswa dalam menentukan suatu tindakan, bukan hanya melihat benar atau salahnya tindakan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih berada pada tahap moral pra-konvensional. Artinya, mereka cenderung melakukan sesuatu karena takut mendapat hukuman, dimarahi, dianggap berbohong, atau mendapatkan akibat yang tidak menyenangkan. Dari 10 siswa yang diteliti, 9 siswa atau sekitar 90% masih berada pada tahap tersebut. Sementara itu, ada satu siswa yang sudah menunjukkan perkembangan moral yang lebih tinggi karena dalam mengambil keputusan ia mulai mempertimbangkan perasaan dan kepentingan orang lain. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pada usia 11–12 tahun, perkembangan moral anak masih banyak dipengaruhi oleh konsekuensi dari tindakan yang mereka lakukan. Namun, pada beberapa anak sudah mulai muncul kemampuan untuk memahami perasaan orang lain dan mempertimbangkan hubungan dengan orang di sekitarnya.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by REZANDI CAHYANINGSIH -
Nama: Rezandi Cahyaningsih
NPM: 2513053194

Jurnal ini membahas tentang perkembangan moral siswa SD usia 11–12 tahun. Penelitian ini menggunakan teori Kohlberg yang membagi perkembangan moral menjadi tiga tingkat, yaitu pra-konvensional, konvensional, dan pasca-konvensional. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif melalui angket terbuka yang berisi dilema moral kepada 10 siswa kelas 6. Dalam teori Kohlberg, yang dinilai bukan hanya tindakan siswa, tetapi alasan atau pertimbangan mereka ketika memilih suatu tindakan. Hal ini penting karena dua siswa dapat melakukan tindakan yang sama, tetapi memiliki alasan yang berbeda sehingga tingkat perkembangan moralnya juga dapat berbeda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 9 dari 10 siswa masih berada pada tingkat pra-konvensional tahap 1, yaitu melakukan sesuatu terutama karena takut mendapat hukuman, dicap buruk, atau mendapat akibat yang tidak menyenangkan. Hanya 1 siswa, yaitu Khansa, yang menunjukkan perkembangan moral lebih tinggi karena mempertimbangkan kepentingan dan perasaan orang lain. Dari hasil tersebut, jurnal menyimpulkan bahwa sebagian besar siswa usia 11–12 tahun masih menilai benar dan salah berdasarkan akibat dari tindakan mereka. Namun, perkembangan moral setiap anak tidak selalu sama karena ada anak yang sudah menunjukkan tahap perkembangan yang lebih tinggi. Oleh karena itu, guru perlu memahami alasan di balik perilaku siswa dan membantu mereka mengembangkan kepedulian, tanggung jawab, serta kemampuan mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan moral, bukan hanya karena takut dihukum.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Nabilatur Rahmah -
Nama : Nabilatur Rahmah
NPM : 2513053200

Jurnal karya Enung Hasanah "Perkembangan Moral Siswa Sekolah Dasar Berdasarkan Teori Kohlberg" membahas perkembangan moral siswa SD usia 11–12 tahun dengan melihat cara mereka memberikan alasan ketika menghadapi dilema moral. Penelitian dilakukan secara kualitatif terhadap 10 siswa kelas VI melalui angket dengan pertanyaan terbuka. Menariknya, peneliti tidak hanya melihat keputusan akhir siswa, tetapi lebih memperhatikan alasan di balik keputusan tersebut, karena menurut Kohlberg, tingkat perkembangan moral seseorang lebih terlihat dari cara ia mempertimbangkan suatu tindakan daripada sekadar tindakan yang dilakukan.

Dari penelitian tersebut terlihat bahwa sebagian besar siswa masih mengambil keputusan moral berdasarkan konsekuensi yang akan mereka terima. Sebanyak 90% responden berada pada tingkat pra-konvensional, terutama tahap 1, sehingga kepatuhan mereka lebih banyak muncul karena takut dihukum, dianggap salah, atau mendapat penilaian buruk dari orang lain. Hanya satu siswa yang menunjukkan pertimbangan moral yang lebih berkembang karena memikirkan keadaan dan perasaan orang lain. Menurut saya, bagian yang cukup penting dari penelitian ini adalah bahwa perilaku yang terlihat sama belum tentu menunjukkan perkembangan moral yang sama. Dua anak bisa sama-sama menaati aturan, tetapi alasan di baliknya dapat berbeda. Karena itu, guru tidak cukup hanya melihat apakah siswa sudah “berbuat baik”, tetapi juga perlu memahami alasan mereka dalam mengambil keputusan agar perkembangan moralnya dapat diarahkan secara bertahap.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Norin Zahra Al'afwu -
Nama : Norin Zahra Al'afwu
NPM : 2513053204

Menurut saya, artikel ini menunjukkan bahwa perkembangan moral anak tidak bisa dilihat hanya dari tindakan yang dilakukan, tetapi juga dari alasan di balik tindakan tersebut. Penelitian terhadap siswa usia 11–12 tahun memperlihatkan bahwa sebagian besar siswa masih berada pada tahap pra-konvensional. Mereka cenderung mengambil keputusan berdasarkan konsekuensi yang mungkin diterima, seperti takut dianggap berbohong, dimarahi, atau mendapatkan hukuman. Adanya perbedaan cara berpikir antar siswa meskipun mereka berada pada usia yang hampir sama. Contohnya, Khansa tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi juga mempertimbangkan keadaan teman dan adiknya ketika menghadapi dilema. Ini menunjukkan bahwa ada siswa yang mulai mempertimbangkan kepentingan orang lain dalam mengambil keputusan.
Dari penelitian ini, saya mengetahui bahwa perkembangan moral setiap anak dapat berlangsung dengan kecepatan yang berbeda. Karena itu, pendidik perlu memahami alasan dan cara berpikir siswa ketika menghadapi suatu masalah, bukan hanya menilai apakah tindakan mereka benar atau salah. Dengan memahami hal tersebut, perkembangan moral siswa dapat dibimbing secara bertahap menuju cara berpikir yang lebih matang.