Forum Analisis Jurnal 2

Forum Analisis Jurnal 2

Forum Analisis Jurnal 2

Number of replies: 24

Lampirkan analisis anda mengenai jurnal diatas, dengan menyertakan identitas diri seperti nama dan NPM.

In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Azzahra Ramadhani -
Azzahra Ramadhani
2513053216

Pentingnya Pendidikan Nilai di Era Globalisasi
Artikel membahas krisis moral dan degradasi nilai di Indonesia yang dipicu oleh kegagalan sistem pendidikan nasional karena terlalu berorientasi pada pengembangan intelektual, kognitif, materialistis, dan teknokratis tanpa mengimbangi pengembangan emosional serta spiritual peserta didik. Pesatnya arus informasi dan globalisasi membawa pergeseran nilai luhur yang memicu timbulnya sikap individualisme, peniruan budaya barat secara tak terkendali, hingga fenomena ketidakjujuran di lembaga pendidikan seperti praktik kecurangan dalam ujian nasional. Kegagalan pelaksanaan pendidikan nilai ini disebabkan oleh proses pembelajaran yang terlalu formal dan kaku, metode pengajaran berbasis drill tanpa pengalaman kontekstual, serta kurangnya keterlibatan mental dan emosional siswa. Sebagai solusi, artikel ini menegaskan bahwa pendidikan nilai bertujuan membentuk manusia bermoral secara utuh melalui pembinaan hati nurani dan pengolahan empat kelompok nilai, yaitu religius-kerohanian, kejiwaan, kehidupan, dan kenikmatan. Agar efektif dan berdampak jangka panjang tanpa rasa terpaksa, pendidikan nilai harus ditempuh secara bertahap .Pada akhirnya, untuk memfilter pengaruh negatif globalisasi, diperlukan pilar penyangga yang kuat meliputi kesadaran nasionalisme, norma agama, serta nilai budaya bangsa agar peserta didik mampu mengambil keputusan secara bijak menggunakan nalar dan hati. Artikel karya Hidayati (2008)
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Cicilia Cahyani Crista Viva -
Cicilia Cahyani Crista Viva
2513053210

jurnal "Pentingnya Pendidikaan Nilai di Era Globalisasi" mambahasa tentang krisis moral di Indonesia akibat pendidikan yang terlalu berorientasi akademis dan mengabaikan pembentukan hati nurani. Tantangan ini makin berat akibat arus globalisasi yang memicu individualisme serta melunturnya rasa nasionalisme. masalah tersebut bersumber dari pembelajaran nilai yang masih bersifat formalitas, berbeban kurikulum padat, dan minim ruang refleksi.

Solusinya, penanaman nilai harus dilakukan secara bertahap dan intuitif—mulai dari kesiapan batin hingga perwujudan dalam tindakan nyata. Proses ini perlu difilter melalui penguatan nasionalisme, norma agama, dan kearifan budaya lokal agar siswa mampu menyelaraskan nalar dan nurani dalam menghadapi dinamika zaman.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Fresqia Hanun Mazda -
Nama: Fresqia Hanun Mazda
NPM: 2513063197

Analisis dari jurnal 2 yang berjudul "Pentingnya Pendidikan Nilai di Era Globalisasi" membahas krisis moral pada peserta didik yang dikaitkan dengan globalisasi dan lemahnya pendidikan nilai. Disini penulis melihat pendidikan terlalu menekankan aspek kognitif, sedangkan pembentukan hati dan moral kurang diperhatikan, sehingga muncul masalah seperti kecurangan ujian, korupsi, dan individualisme. Globalisasi sendiri disini dibahas dari dua sisi yaitu ada dampak positif seperti keterbukaan ekonomi, transfer ilmu, tapi juga ada dampak negatif seperti lunturnya identitas bangsa, dan gaya hidup meniru Barat. Solusi yang ditawarkan adalah kerangka empat tahap pendidikan nilai dari Adimassana yaitu preparasi, konsentrasi, asimilasi, realisasi yang bisa jadi panduan bagi guru. Kelebihan dari jurnal ini adalah pembahasannya cukup jelas menghubungkan globalisasi, krisis moral, dan pendidikan nilai, yang didukung teori Max Scheler dan sarana konkret seperti lagu, cerita, dan media audio-visual untuk menanamkan nilai. Namun, kekurangannya, pembahasan didalam jurnal lebih banyak berdasarkan kajian pustaka tanpa menggunakan data penelitian lapangan, Sehingga contoh seperti kecurangan ujian nasional masih berupa contoh kasus dan belum didukung data penelitian langsung. Solusi yang ditawarkan seperti nasionalisme, norma agama juga masih umum dan belum dijelaskan secara rinci dalam bentuk kegiatan pembelajaran konkret. Secara keseluruhan, jurnal ini tetap relevan untuk memahami bahwa krisis moral butuh proses pendidikan nilai yang dihayati, bukan sekadar pengetahuan yang dihafal.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Rizki Indah Lestari -
Rizki Indah Lestari
2513053206

Jurnal ini membahas pentingnya pendidikan nilai di tengah perkembangan globalisasi yang membawa pengaruh positif maupun negatif terhadap kehidupan dan moral peserta didik. Menurut jurnal, salah satu masalahnya adalah pendidikan masih lebih banyak menekankan kecerdasan dan pengetahuan, sedangkan perkembangan hati, perasaan, moral, dan sikap belum cukup diperhatikan. Akibatnya, nilai yang diajarkan di sekolah belum tentu benar-benar dipahami dan diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari. Jurnal juga menjelaskan bahwa pendidikan nilai tidak cukup hanya dengan memberikan nasihat atau materi, tetapi harus melalui pengalaman, pembiasaan, keteladanan, dan proses sampai siswa mampu menerapkan nilai tersebut dalam perilakunya. Menurut analisis saya, hal yang paling penting dari jurnal ini adalah siswa tidak seharusnya hanya diberi nilai untuk dihafalkan, tetapi perlu dibimbing agar bisa menggunakan nalar dan hati dalam menghadapi berbagai pengaruh globalisasi. Karena itu, pendidikan nilai perlu melibatkan sekolah, keluarga, dan masyarakat serta diperkuat dengan nasionalisme, norma dan agama, dan nilai budaya bangsa agar siswa mampu memilih pengaruh yang baik dan menyaring pengaruh yang tidak sesuai.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Annisa Nurfatonah -
Nama: Annisa Nurfatonah
NPM: 2513053215

Jurnal ini membahas pentingnya pendidikan nilai dalam menghadapi perubahan zaman dan perkembangan globalisasi. penulis melihat bahwa pendidikan tidak cukup juka hanya berfokus pada kemampuan pemahaman atau kognitif, tapi perlu memperhatikan juga pembentukan sikap, moral, karakter dan keperibadian anak. Globalisasi membawa dampak positif seperti terbukanya akses informasi, perkembangan ilmu pengetahuan, dan pertukaran budaya, tapi juga membawa pengaruh negatif seperti lunturnya nilai budaya dan juga identitas budaya, meningkatnya sikap individualisme, serta muncullnya prilaku yang tidak sesuai dengan nilai dn moral. Maka dari itu pendidikan perlu membuat peserta didik dapat memahami, menegrti, memahami, memilih nilai yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Jurnal ini menjelaskan bahwapendidikan nilai tidak hanya dapat disampaikan lewat nasihat dan teori saja tapi juga prosesnya pelu dilakukan secara bertahap melalui persiapan , konsentrasi, asimilasi dan realisasi supaya nilai dapat di terapkan dalam prilaku sehari-hari peserta didik. Penanaman nilai juga dapat disampaikan lewat cerita, lagu, serta media audio visual yang dekat dengan peserta didik. Jadi jurnal ini menegaskan bahwa pendidikan nilai harus dilakukan secara berkelanjutan agar nilai yang diperlajari tidak hanya sekedar di ketahui tapi juga dapat dihayati dan di terapkan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by talitha putri riguna -
Nama : Talitha Putri Riguna
NPM : 2513053205
Analisis Jurnal 2 - Pertemuan 5.

Jurnal ini membahas sistem pendidikan kita yang dianggap gagal membentuk mental dan moral anak muda karena selama ini sekolah cuma mengejar nilai akademis atauu hapalan saja. masalah ini memburuk karena pengaruh buruk globalisasi dan teknologi, yang membuat anak muda gampang ikutan gaya hidup luar, hilang rasa cinta tanah air, dan semakin cuek. penulisnya merasa penanaman nilai itu tidak bisa cuma dipaksa atau sekadar formalitas di kelas, tapi harus bener bener dirasakan dan diresapi sama siswa sampai jadi kebiasaan nyata. caranya bisa lewat hal-hal sederhana seperti cerita, lagu, atau contoh langsung dari guru.
Intinya, pendidikan moral itu penting banget agar siswa tidak cuma pintar  tapi juga punya hati dan kuat dari pengaruh negatif luar.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Rohani Melinda Tambunan -
Rohani Melinda Tambunan
2513053192

Analisis Jurnal: "Pentingnya Pendidikan Nilai di Era Globalisasi" (Hidayati, 2008)
      Identitas Jurnal
Jurnal ini ditulis oleh Hidayati, Dosen Jurusan PPSD FIP UNY, dan dipublikasikan dalam Dinamika Pendidikan No. 2/Th.XV, September 2008.
      Ringkasan Isi
Jurnal ini membahas fenomena degradasi moral di kalangan pelajar Indonesia, seperti tindak kekerasan, kriminalitas, dan penyalahgunaan narkoba, yang dikaitkan dengan kegagalan sistem pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai kepada peserta didik. Penulis menggunakan kerangka teori Max Scheler yang membagi nilai ke dalam empat tingkatan hierarkis, yaitu nilai religius-kerohanian, nilai kejiwaan, nilai kehidupan, dan nilai kenikmatan. Selanjutnya, jurnal ini memaparkan dampak positif dan negatif globalisasi terhadap nilai dan moral, faktor-faktor penyebab kegagalan pendidikan nilai, serta menawarkan solusi berupa empat tahap pendidikan nilai (preparasi, konsentrasi/integrasi, asimilasi/transformasi, dan realisasi/aktualisasi) beserta sarana pendukungnya, seperti lagu, cerita, nasihat, dan media audio-visual.
      Kelebihan
  • Kerangka teori yang digunakan cukup jelas dan berlapis, didukung oleh berbagai rujukan ahli (Scheler, Adimassana, Kaswardi, dan lain-lain), sehingga argumentasi yang dibangun tersusun secara sistematis.
  • Solusi yang ditawarkan bersifat operasional, tidak sekadar diagnosis permasalahan, melainkan juga menyertakan tahapan implementasi yang dapat diterapkan oleh pendidik.
  • Pembahasan mengenai dampak globalisasi disajikan secara berimbang, mencakup sisi positif maupun negatif, sehingga tidak bersifat sepihak.
       Kekurangan
  • Jurnal ini bersifat kajian konseptual dan belum didukung oleh data penelitian empiris. Beberapa klaim, seperti peringkat korupsi Indonesia di kawasan Asia, hanya bersumber dari satu pemberitaan media tahun 2003 tanpa verifikasi lebih lanjut.
  • Sebagian besar rujukan yang digunakan tergolong lama, berkisar antara tahun 1980 hingga 2005, sementara jurnal ini terbit pada tahun 2008. Hal ini membuat relevansinya terhadap konteks pendidikan saat ini, terutama di era digital dan media sosial, menjadi terbatas.
  • Terdapat beberapa generalisasi yang cukup luas, misalnya pernyataan bahwa pendidikan telah gagal membentuk kepribadian peserta didik, tanpa disertai data pembanding yang memadai.
  • Tahapan pendidikan nilai yang dikemukakan oleh Adimassana belum dijelaskan secara rinci mengenai indikator keberhasilan atau cara pengukurannya dalam praktik pembelajaran di lapangan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Nabilatur Rahmah -
Nama : Nabilatur Rahmah
NPM : 2513053200

Analisis Jurnal Artikel "Pentingnya Pendidikan Nilai di Era Globalisasi"
Jurnal artikel ini mengupas fenomena krisis moral pada peserta didik yang dikaitkan dengan derasnya arus globalisasi serta lemahnya pelaksanaan pendidikan nilai di sekolah. Di dalamnya berisikan bahwa sistem pendidikan selama ini terlalu berorientasi pada ranah kognitif, sementara itu pembentukan nilai moral serta karakter masih kurang memadai, sehingga munculnya berbagai masalah seperi terdapat kecurangan saat ujian nasional, praktik korupsi yang semakin meraja lela, hingga sikap individualisme di kalangan generasi muda saat ini. Dampak dari globalisasi sendiri telah dipaparkan secara gamblang, mencakup sisi positif (keterbukaan masalah ekonomi, transfer ilmu pengetahuan dan teknologi) maupun sisi negatifnya (dengan lunturnya rasa nasioanalisme, hingga identitas budaya bangsa, dan gaya hidup yang cenderung meniru budaya barat), dalam jurnal artikel dipaparkan solusinya berupa kerangka empat tahap pendidikan nilai dari adimassana : preparasi, konsentrasi, asimilasi, dan realisasi.

Kelebihan jurnal ini terletak pada pembahasan yang jelas menghubungkan globalisasi, krisis moral, dan pendidikan nilai, didukung oleh teori Max Scheler serta sarana konkret seperti lagu, cerita, dan media audio visual. Namun, kekurangannya, jurnal artikel ini hanya berdasarkan kajian pustaka tanpa penelitian lapangan.
Solusi di jurnal artikel ini menawarkan konsep pendidikan nilai yang dialami secara bertahap, mulai dari penyadaran hingga terwujudnya dalam bentuk tindakan nyata dan bukan hanya sekedar paksaan. Pendidik/guru pun dituntut tidak hanya sekedar mengajar, tetapi juga mendidik dengan keteladanan dan sentuhan hati. Kesimpulannya, kunci menghadapi globalisasi bukan menolaknya, melainkan membekali generasi muda dengan nalar yang sehat, keimanan yang kuat, kecintaan pada budaya bangasa agar mampu memilah mana pengaruh yang baik maupun yang harus ditinggalkan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by 2513053201 2513053201 -
Nama: Vina Rosalia
NPM: 2513053201

Jurnal Pentingnya Pendidikan Nilai di Era Globalisasi yang membahas bagaimana perkembangan zaman dan teknologi bisa memengaruhi nilai serta perilaku seseorang. Globalisasi memang membawa banyak kemudahan, tetapi di sisi lain juga bisa membuat sikap individualis semakin kuat, rasa nasionalisme berkurang, dan nilai moral mulai luntur. Pendidikan nilai di sekolah masih sering berhenti pada pemberian pengetahuan. Siswa mungkin tahu mana yang baik dan mana yang salah, tetapi belum tentu nilai tersebut benar-benar mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai akan lebih mudah dipahami kalau siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga mengalami dan membiasakannya. Ini bisa dimulai dari hal sederhana di sekolah. Seperti guru tidak hanya menjelaskan tentang kejujuran, tanggung jawab, atau nasionalisme, tetapi juga memberi contoh lewat sikap sehari-hari dan membiasakan siswa untuk menerapkannya. Siswa juga perlu dibantu supaya bisa menyaring pengaruh dari luar tanpa meninggalkan nilai agama, budaya, dan rasa nasionalisme. Pendidikan nilai bukan hanya soal membuat siswa tahu mana yang baik, tetapi bagaimana nilai tersebut benar-benar menjadi bagian dari sikap dan kebiasaan mereka sehari-hari.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Vina May Fira 2513053191 -
Nama: Vina May Fira
NPM: 2513053191

Jurnal Pentingnya Pendidikan Nilai di Era Globalisasi
Menurut hasil analisis saya, jurnal ini membahas pentingnya pendidikan nilai dan moral bagi peserta didik di tengah perkembangan globalisasi. Jurnal ini menjelaskan bahwa globalisasi dan perkembangan teknologi membawa pengaruh positif, tetapi juga dapat menyebabkan lunturnya nilai moral, nasionalisme, budaya, dan kepedulian sosial jika tidak disikapi dengan baik. Jurnal juga membahas penyebab kurang berhasilnya pendidikan nilai, salah satunya karena pendidikan terlalu menekankan kecerdasan dan pengetahuan tanpa cukup mengembangkan sikap, hati, emosi, dan moral peserta didik. Karena itu, pendidikan nilai perlu diterapkan secara nyata melalui pembelajaran, keteladanan guru, kegiatan sekolah, refleksi, serta pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menghadapi dampak negatif globalisasi, peserta didik juga perlu dibekali nalar dan hati yang baik, norma dan agama, rasa nasionalisme, serta nilai-nilai budaya bangsa agar mampu memilih dan menyaring pengaruh yang datang dari luar.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by KEYZA NOVIA PUTRI -
Keyza Novia Putri
2513053193

Jurnal berjudul "Pentingnya Pendidikan Nilai di Era Globalisasi" karya Hidayati (2008) ini membahas tentang krisis akhlak dan moral yang terjadi di Indonesia akibat kegagalan pendidikan nasional dalam menanamkan nilai-nilai kepada peserta didik, di mana penulis menjelaskan bahwa globalisasi membawa dua sisi dampak yaitu dampak positif seperti terbukanya pemerintahan demokratis dan meningkatnya kesempatan kerja, serta dampak negatif seperti hilangnya rasa nasionalisme, munculnya sikap individualisme, dan kesenjangan sosial, kemudian dipaparkan pula penyebab kegagalan pendidikan nilai selama ini karena hanya dianggap formalitas, materi yang terlalu padat sehingga sekadar ditransfer mentah-mentah, dan proses pembelajaran yang tidak melibatkan pengalaman nyata siswa, sehingga sebagai solusi ditawarkan empat tahapan pendidikan nilai (preparasi, konsentrasi, asimilasi, dan realisasi) serta penguatan nasionalisme, norma agama, dan nilai budaya bangsa sebagai filter menghadapi arus globalisasi. Kelebihan jurnal ini terletak pada pembahasannya yang sistematis dan runtut mulai dari pengertian nilai, dampak globalisasi, penyebab kegagalan, hingga solusi konkret yang didukung oleh berbagai pendapat ahli yang relevan, namun kelemahannya jurnal ini masih bersifat kajian teoritis semata tanpa data empiris atau penelitian lapangan untuk memperkuat argumen, serta beberapa contoh fenomena yang diangkat terasa sudah usang karena ditulis tahun 2008 sehingga kurang relevan dengan konteks globalisasi digital dan media sosial saat ini.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by SYAHIDAH ASMANINA -
Nama: Syahidah Asmanina
NPM: 2513053202

Pada jurnal "Pentingnya Pendidikan Nilai di Era Globalisasi" menunjukkan bahwa pendidikan tidak cukup hanya membuat siswa memiliki pengetahuan, tetapi juga perlu membentuk sikap dan moral. Hal ini semakin penting di era globalisasi karena perkembangan teknologi dan informasi membuat siswa lebih mudah menerima berbagai pengaruh dari luar. Menurut saya, globalisasi sebenarnya tidak selalu buruk, tetapi siswa perlu memiliki nilai agama, norma, dan budaya sebagai pegangan agar dapat menyaring pengaruh yang diterimanya.
Jurnal ini juga menjelaskan bahwa pendidikan nilai belum tentu berhasil jika hanya disampaikan sebagai materi atau aturan. Nilai perlu diberikan melalui contoh, pengalaman, dan pembiasaan agar siswa benar-benar memahami dan menerapkannya. Menurut saya, guru memiliki peran penting dalam hal ini karena siswa tidak hanya belajar dari apa yang dikatakan guru, tetapi juga dari apa yang mereka lihat dan alami. Jadi, pendidikan nilai seharusnya tidak berhenti pada pengetahuan tentang baik dan buruk, tetapi dapat membentuk kebiasaan dan sikap siswa dalam kehidupan sehari-hari.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Zakiyah Dhiasti Seruni zazakiyahdh@gmail.com -
Nama: Zakiyah Dhiasti Seruni
NPM: 2513053190

Judull: Pentingnya Pendidikan Nilai di Era Globalisasi
Penulis: Hidayati
Nama Jurnal: Dinamika Pendidikan
Volume: No. 2/Th. XV
Halaman: 63-75
Tahun: 2008

Jurnal ini membahas pentingnya pendidikan nilai dalam menghadapi globalisasi yang membawa dampak positif dan negatif. Perkembangan teknologi dan masuknya budaya global dapat menyebabkan lunturnya nilai budaya, meningkatnya individualisme, konsumerisme, serta berbagai masalah moral. Pendidikan juga dinilai terlalu berfokus pada pengetahuan sehingga pembentukan sikap dan karakter kurang optimal. Oleh karena itu, pendidikan nilai perlu dilakukan melalui transformasi, transaksi, dan transinternalisasi nilai, bukan hanya melalui hafalan.
Secara keseluruhan, penulis menekankan bahwa pendidikan nilai harus menjadi bagian dari seluruh proses pendidikan, bukan hanya sebuah mata pelajaran. Keteladanan guru, diskusi masalah nyata, pembiasaan, serta lingkungan sekolah yang positif menjadi cara penting untuk membantu peserta didik menghayati dan menerapkan nilai dalam kehidupan. Dengan demikian, pendidikan nilai dapat menjadi dasar bagi peserta didik untuk menghadapi globalisasi tanpa kehilangan moral dan jati diri.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Adelia Eriyanti -
Nama: Adelia Eriyanti
NPM: 2513053209

Jurnal ini membahas pentingnya pendidikan nilai di tengah perkembangan globalisasi. Masalah yang dibahas adalah semakin menurunnya nilai moral dan karakter, terutama karena pendidikan masih lebih banyak menekankan kecerdasan dan hasil akademik daripada pembentukan sikap, moral, emosi, dan kepribadian peserta didik. Hal ini dapat terlihat dari masih adanya perilaku seperti menyontek, tidak jujur, kurang bertanggung jawab, serta berbagai masalah sosial yang terjadi di masyarakat.
Globalisasi sebenarnya membawa dampak positif seperti kemajuan teknologi, ilmu pengetahuan, komunikasi, dan hubungan antarnegara. Namun, ada juga dampak negatif seperti munculnya sikap individualisme, berkurangnya rasa nasionalisme, kesenjangan sosial, serta masuknya budaya luar yang diterima tanpa disaring. Karena itu, peserta didik perlu memiliki nilai dan karakter yang kuat agar mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri.
Dari pembahasan tersebut, pendidikan nilai tidak cukup hanya disampaikan melalui teori atau nasihat. Nilai perlu ditanamkan melalui pembiasaan, keteladanan guru, kegiatan pembelajaran, dan pengalaman langsung. Peserta didik perlu dibiasakan untuk memahami, menghayati, dan menerapkan nilai dalam kehidupan sehari-hari.
Jadi, permasalahan yang terjadi bukan hanya karena pengaruh globalisasi, tetapi juga karena pendidikan belum sepenuhnya berhasil membentuk manusia secara utuh. Pendidikan seharusnya tidak hanya menghasilkan peserta didik yang pintar secara akademik, tetapi juga memiliki moral, tanggung jawab, kepedulian, rasa nasionalisme, dan mampu mengambil keputusan dengan baik.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by CINTA DAMAIRIA IMANA -
Nama: Cinta Damairia Imana
NPM: 2553053046

Hasil analisis yang saya dapatkan dari jurnal 2 yang berjudul "Pentingnya Pendidikan Nilai di Era Globalisasi" Jurnal yang kedua ini membahas tentang dunia pendidikan sedang mengalami masalah serius terkait masalah penurunan moral yang dimana banyak sekolah yang sering kali hanya mengejar nilai akademis, tetapi lupa untuk mengajar bagaimana caranya mengolah hati dan karakter peserta didik, sampai akhirnya banyak anak-anak atau peserta didik yang gampang ikut ikutan hal-hal yang negatif, cuek terhadap sekitar, bahkan terbiasa dengan hal-hal yang ga jujur.
Masalah ini terasa semakin nyata di era globalisasi. Perkembangan teknologi memang membawa banyak kemajuan, tetapi di saat yang sama, budaya luar juga masuk tanpa adanya penyeleksi yang kuat. Akibatnya, banyak yang menjadi lebih konsumtif, cenderung meniru gaya hidup kebarat-baratan hingga melupakan identitas diri, serta tumbuh menjadi pribadi yang makin individualistis.
Untuk solusinya tidak bisa sekadar mengandalkan larangan atau penambahan aturan yang kaku. Pendidikan nilai seharusnya disampaikan melalui pendekatan yang lebih humanis dan menyentuh hati. Kita perlu membuka ruang diskusi yang relevan dengan kehidupan mereka, misalnya memanfaatkan cerita, lagu, media visual, hingga studi kasus nyata. Selain itu, tenaga pendidik harus mampu memberikan keteladanan secara langsung bukan sekadar menyampaikan teori di kelas, melainkan juga mempraktikkannya dalam tindakan sehari-hari.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Shakira Alya -
Nama : Shakira Alya Khaira
Npm : 2513053219

Pada jurnal ini pembahasan yang dibahas adalah tentang pentingnya pendidikan nilai di era globalisasi. Menurut saya, pendidikan nilai penting karena perkembangan teknologi dan globalisasi membawa banyak perubahan dalam kehidupan, termasuk perubahan pada cara berpikir dan perilaku anak. Kalau tidak dibarengi dengan nilai dan moral yang baik, anak bisa lebih mudah terpengaruh oleh hal-hal dari luar yang belum tentu sesuai dengan nilai yang berlaku di masyarakat. Menurut saya, hal yang menarik dari jurnal ini adalah pendidikan nilai nggak cukup hanya dengan mengajarkan mana yang benar dan salah. Nilai tersebut juga harus dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya melalui keteladanan guru, aturan dan kebiasaan di sekolah, pengalaman langsung, serta kegiatan pembelajaran. Jadi, siswa bukan cuma tahu tentang nilai moral, tetapi juga terbiasa menerapkannya dalam perilaku mereka. Jurnal ini juga menjelaskan bahwa pendidikan nilai bisa gagal kalau hanya diberikan sebagai teori atau sekadar materi pelajaran. Kalau guru sendiri tidak memberikan contoh dan pembelajaran tidak dikaitkan dengan kehidupan nyata siswa, nilai yang diajarkan bisa saja hanya diingat tanpa benar-benar diterapkan. Jadi, menurut saya, pendidikan nilai di era globalisasi memang sangat penting, terutama untuk anak sekolah. Perkembangan zaman tidak bisa dihindari, tetapi siswa perlu memiliki nilai dan moral yang kuat supaya mereka bisa menyaring pengaruh dari luar dan tetap berperilaku sesuai dengan nilai yang baik. Pendidikan nilai juga seharusnya dilakukan secara terus-menerus, bukan hanya saat ada mata pelajaran tertentu
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Cahaya Esist Alpasa -
Nama: Cahaya Esist Alpasa
NPM: 2513053199

Menurut saya, jurnal ini menjelaskan bahwa pendidikan nilai itu sangat penting, terutama di zaman sekarang ketika perkembangan teknologi dan globalisasi semakin cepat. Siswa tidak cukup hanya diajarkan tentang pelajaran dan mendapatkan nilai yang bagus, tetapi mereka juga perlu belajar bagaimana bersikap dan berperilaku dengan baik dalam kehidupan sehari-hari. Globalisasi memang memberikan banyak kemudahan, seperti mendapatkan informasi dan pengetahuan yang lebih luas, tetapi jika tidak disikapi dengan baik, pengaruh dari luar juga bisa membuat anak melupakan nilai, norma, dan budaya yang sudah ada. Karena itu, pendidikan nilai menurut saya bisa menjadi pegangan bagi siswa supaya mereka bisa membedakan mana hal yang baik untuk diikuti dan mana yang sebaiknya dihindari. Pendidikan nilai juga tidak seharusnya hanya disampaikan sebagai teori, tetapi perlu dilakukan melalui kebiasaan dan contoh nyata, baik dari guru maupun lingkungan sekolah. Dari jurnal ini saya memahami bahwa keberhasilan pendidikan bukan hanya dilihat dari seberapa pintar seorang siswa dalam pelajaran, tetapi juga dari bagaimana sikap dan perilakunya dalam kehidupan sehari-hari.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Ghina Azizah -
Nama: Ghina Azizah
Npm: 2513053198

Jurnal Pentingnya Pendidikan Nilai di Era Globalisasi menjelaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada pengetahuan dan prestasi akademik, tetapi juga harus membentuk sikap dan moral siswa. Di era globalisasi, perkembangan teknologi dan informasi membawa pengaruh positif maupun negatif bagi anak. Oleh karena itu, pendidikan nilai penting agar siswa mampu membedakan perilaku yang baik dan buruk serta tetap berpegang pada nilai-nilai moral. Pendidikan nilai tidak cukup hanya disampaikan melalui teori atau nasihat, tetapi perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Guru dapat membiasakan siswa untuk bersikap jujur, bertanggung jawab, menghargai teman, dan bekerja sama. Selain itu, guru harus menjadi contoh yang baik karena siswa sering meniru perilaku orang di sekitarnya.
Pembentukan karakter juga bukan hanya tanggung jawab guru, melainkan membutuhkan peran orang tua dan lingkungan masyarakat. Kerja sama antara sekolah dan keluarga diperlukan agar nilai-nilai yang diajarkan dapat diterapkan secara konsisten. Dengan demikian, pendidikan nilai dapat membantu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki moral dan kepribadian yang baik dalam menghadapi perkembangan zaman.
In reply to Ghina Azizah

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Rahma Fatayati -
Nama:Rahma fatayati
NPM:2513053212

Jurnal ini membahas tentang pentingnya pendidikan moral dalam membentuk karakter siswa. Pendidikan di sekolah bukan hanya bertujuan membuat siswa pintar dalam pelajaran, tetapi juga mengajarkan bagaimana siswa bersikap dan berperilaku dengan baik.
Nilai moral yang perlu ditanamkan kepada siswa antara lain jujur, disiplin, bertanggung jawab, menghargai orang lain, peduli, dan memiliki sikap toleransi. Nilai tersebut akan lebih mudah dipahami siswa jika tidak hanya dijelaskan secara teori, tetapi juga diberikan contoh dan dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut saya, guru mempunyai peran yang sangat penting dalam pendidikan moral. Guru harus menjadi contoh bagi siswa dalam bersikap. Misalnya, guru mengajarkan kejujuran, maka guru juga harus menunjukkan sikap jujur kepada siswa. Dengan begitu, siswa tidak hanya mendengar tentang moral, tetapi bisa melihat dan menirunya secara langsung.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by 2513053203 2513053203 -
Nama: Nasya Nurul Putri
NPM: 2513053203

Menurut artikel tersebut, globalisasi tidak selalu berdampak negatif. Globalisasi bisa memberikan keuntungan seperti kemajuan di bidang pengetahuan, teknologi, komunikasi, dan peningkatan wawasan yang lebih luas. Namun, pengaruh dari luar harus dipilih dan disesuaikan dengan nilai agama, budaya, dan norma yang berlaku.
Pendidikan nilai sangat penting karena siswa tidak hanya perlu memahami pengetahuan, tetapi juga harus bisa membedakan tindakan yang baik dan buruk serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan nilai tidak hanya diajarkan melalui teori, tetapi juga melalui contoh yang diberikan oleh guru, keluarga, lingkungan sekitar, serta pengalaman yang dialami langsung.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Nadya Juliet Balbara -
Nadya Juliet Balbara
2513053214

Jurnal “Pentingnya Pendidikan Nilai di Era Globalisasi” membahas tentang pentingnya pendidikan nilai dalam membentuk sikap dan moral peserta didik di tengah perkembangan globalisasi. Globalisasi membawa banyak perubahan, baik positif maupun negatif. Di satu sisi, siswa bisa mendapatkan informasi dan wawasan yang lebih luas, tetapi di sisi lain juga dapat terpengaruh oleh budaya luar, sikap individualis, dan perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku. Masalahnya, pendidikan selama ini dinilai lebih banyak menekankan kemampuan akademik dan pengetahuan, sedangkan pembentukan karakter dan moral belum cukup diperhatikan. Karena itu, pendidikan nilai tidak cukup hanya dengan menjelaskan mana yang benar dan salah, tetapi siswa perlu memahami, menghayati, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Guru juga punya peran penting karena bukan hanya mengajar materi, tetapi harus memberikan contoh dan membimbing siswa melalui kegiatan yang nyata, seperti cerita, refleksi, kegiatan bersama, maupun pengalaman langsung. Jadi, inti dari jurnal ini adalah pendidikan nilai diperlukan agar siswa tidak sekadar pintar secara akademik, tetapi juga punya sikap, karakter, dan kemampuan untuk menyaring pengaruh globalisasi tanpa kehilangan nilai agama, budaya, dan moral yang baik.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by REZANDI CAHYANINGSIH -
Nama: Rezandi Cahyaningsih
NPM: 2513053194

Jurnal berjudul pentingnya pendidikan nilai di era globalisasi ini membahas pentingnya pendidikan nilai dalam membentuk sikap, moral, dan kepribadian peserta didik. Jurnal ini menjelaskan bahwa pendidikan tidak cukup hanya mengembangkan kemampuan berpikir dan pengetahuan, tetapi juga harus membentuk peserta didik agar memiliki nilai-nilai luhur. Nilai dapat berupa nilai religius dan moral, nilai kejiwaan, nilai kehidupan, serta nilai kenikmatan. Nilai tersebut berfungsi untuk mengarahkan sikap dan perilaku seseorang. Namun, perkembangan globalisasi dan teknologi membawa dampak positif sekaligus negatif. Dampak positifnya antara lain terbukanya informasi, meningkatnya kesempatan kerja, serta masuknya pola berpikir seperti disiplin dan etos kerja. Sementara itu, dampak negatifnya dapat terlihat dari meningkatnya sikap individualis, berkurangnya rasa cinta terhadap budaya dan produk dalam negeri, kesenjangan sosial, serta kecenderungan sebagian anak muda meniru budaya luar tanpa menyaringnya terlebih dahulu. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa pendidikan nilai semakin penting, terutama bagi peserta didik.

Jurnal ini juga menjelaskan bahwa pendidikan nilai belum berjalan dengan baik karena pembelajaran terlalu berfokus pada kecerdasan, materi, dan hasil belajar, sementara hati, perasaan, moral, dan pengalaman peserta didik kurang diperhatikan. Beberapa penyebabnya adalah kegiatan sekolah yang hanya dianggap sebagai kegiatan formal, materi yang terlalu banyak dan disampaikan dengan cara menghafal, serta peserta didik yang kurang dilibatkan dalam pengalaman nyata. Pendidikan nilai seharusnya tidak hanya disampaikan sebagai pengetahuan, tetapi harus dialami dan dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Prosesnya dapat melalui empat tahap, yaitu persiapan, pemusatan perhatian, penghayatan atau perubahan, dan penerapan nilai dalam tindakan nyata. Pendidikan nilai juga dapat dilakukan melalui keluarga, sekolah, dan masyarakat, dengan menggunakan cerita, lagu, nasihat, doa, pertunjukan, media, serta kegiatan pembelajaran. Guru perlu menjadi contoh dan menghubungkan nilai dengan setiap pembelajaran, kemudian membantu siswa melakukan refleksi dan menerapkannya dalam kehidupan. Pada akhirnya, jurnal menekankan bahwa peserta didik perlu dibekali dengan nalar dan hati yang baik, norma dan agama, nasionalisme, serta nilai budaya bangsa agar mampu menghadapi pengaruh globalisasi dengan bijak tanpa kehilangan nilai-nilai luhur.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Norin Zahra Al'afwu -
Nama : Norin Zahra Al'afwu
NPM : 2513053204

Jurnal ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada pengetahuan dan prestasi akademik, tetapi juga harus membentuk nilai dan karakter pada peserta didik. Hal ini penting di era globalisasi karena perkembangan teknologi dan masuknya berbagai informasi serta budaya dapat memberikan pengaruh terhadap sikap dan perilaku peserta didik. Pendidikan nilai diperlukan agar peserta didik mampu menyaring berbagai pengaruh yang ada dan juga tetap memiliki sikap seperti jujur, bertanggung jawab, peduli, dan menghargai orang lain. Nilai-nilai tersebut juga tidak cukup hanya diajarkan melalui teori saja, tetapi perlu diterapkan dan dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini, guru, keluarga, dan lingkungan memiliki peran yang sama-sama penting dalam membentuk karakter peserta didik. Jadi menurut saya, globalisasi itu tidak selalu harus dihindari, tetapi perlu dihadapi dengan kemampuan memilih dan menggunakan perkembangan zaman secara baik dan bijak. Dengan adanya pendidikan nilai, peserta didik diminta tidak hanya menjadi pribadi yang cerdas secara akademik saja, tetapi juga memiliki karakter yang baik dan mampu menggunakan pengetahuannya secara bertanggung jawab.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Faridha rahmawati Faridha -
Nama : Faridha rahmawati
Npm : 2513053195

Pendidikan nilai tetap penting di tengah globalisasi karena pendidikan tidak cukup hanya membuat peserta didik pintar secara akademik, tetapi juga harus membentuk sikap seperti jujur, bertanggung jawab, disiplin, dan menghargai orang lain. Namun, saya kurang setuju jika perubahan perilaku peserta didik hanya dianggap sebagai dampak negatif globalisasi. Globalisasi juga memiliki sisi positif, sehingga yang penting adalah kemampuan peserta didik dalam memilih dan menyaring pengaruh yang mereka terima.

Tapi di sisi lain menurut saya, pendidikan nilai juga tidak cukup hanya diajarkan melalui nasihat atau materi di kelas. Nilai akan lebih mudah diterapkan jika peserta didik melihat contoh nyata dari guru, orang tua, dan lingkungan sekitarnya. Karena itu, pendidikan nilai sebaiknya tidak hanya mengajarkan aturan, tetapi juga membantu peserta didik memahami alasan di balik suatu nilai, berpikir kritis, dan membiasakan diri mengambil keputusan yang bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.