Posts made by Ahmad Ridwan Syuhada

PKDIPS2025 -> Summary

by Ahmad Ridwan Syuhada -
Ahmad Ridwan Syuhada
2523031008

Ilmu ekonomi pada hakikatnya adalah studi tentang bagaimana manusia membuat pilihan-pilihan rasional dalam menghadapi kelangkaan sumber daya. Dalam kehidupan sehari-hari, setiap individu, keluarga, perusahaan, maupun pemerintah selalu berhadapan dengan pertanyaan fundamental: barang apa yang akan diproduksi, bagaimana cara memproduksinya secara efisien, dan untuk siapa barang tersebut didistribusikan. Kelangkaan menjadi inti permasalahan ekonomi karena kebutuhan manusia yang tidak terbatas harus dipenuhi dengan sumber daya yang terbatas, baik tenaga kerja, modal, mesin, maupun waktu. Oleh karena itu, setiap keputusan ekonomi melibatkan trade-off atau pengorbanan, di mana memilih satu alternatif berarti melepaskan alternatif lainnya. Konsep biaya peluang menjadi penting dalam memahami bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi. Prinsip-prinsip ekonomi seperti berpikir rasional pada margin, merespons insentif, dan memanfaatkan perdagangan untuk keuntungan bersama menjadi panduan dalam pengambilan keputusan. Pasar berfungsi sebagai mekanisme alokasi sumber daya yang efisien, meskipun kadang memerlukan intervensi pemerintah untuk memperbaiki kegagalan pasar. Pada tingkat makro, standar hidup suatu bangsa ditentukan oleh produktivitas dan kemampuannya menghasilkan barang dan jasa, sementara kebijakan moneter dan fiskal memengaruhi stabilitas harga serta keseimbangan antara inflasi dan pengangguran.

PKDIPS2025 -> Diskusi

by Ahmad Ridwan Syuhada -
Ahmad Ridwan Syuhada
2523031008

Dalam satu dasawarsa terakhir, bumi mengalami transformasi ekologis yang dramatis. Kita menyaksikan pencairan es di kutub yang semakin cepat, naiknya permukaan air laut, gelombang panas ekstrem yang memecahkan rekor, serta curah hujan yang tidak menentu—kadang membawa banjir bandang, kadang menyebabkan kekeringan berkepanjangan. Fenomena El Niño dan La Niña kini datang dengan intensitas yang lebih kuat dan pola yang sulit diprediksi. Kebakaran hutan di Amazon, Australia, dan Indonesia menunjukkan skala kerusakan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Badai tropis dan siklon menjadi lebih sering dan destruktif. Semua indikator ini menunjukkan bahwa bumi sedang dalam kondisi darurat klimatik yang memerlukan respons segera.
Korelasi antara aktivitas manusia dan perubahan fenomena alam ini sangat jelas dan telah dikonfirmasi oleh ribuan studi ilmiah. Revolusi industri yang dimulai sejak abad ke-18 telah meningkatkan emisi gas rumah kaca secara eksponensial, terutama karbon dioksida dan metana. Aktivitas seperti pembakaran batu bara untuk pembangkit listrik, penggunaan kendaraan bermotor berbahan bakar fosil, deforestasi masif untuk perkebunan kelapa sawit dan pertanian monokultur, serta industri peternakan intensif telah mengubah komposisi atmosfer bumi secara fundamental. Data menunjukkan bahwa suhu rata-rata global telah meningkat sekitar 1,2 derajat Celsius dibandingkan era pra-industri, dan kita berada di ambang batas kritis 1,5 derajat yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris. Fenomena ini bukan siklus alami biasa, melainkan akselerasi perubahan yang dipicu oleh jejak karbon manusia.
Lebih dari itu, pola konsumsi modern yang cenderung eksesif dan pemborosan turut memperparah situasi. Budaya konsumerisme yang didorong oleh sistem ekonomi global menciptakan permintaan yang tidak terbatas terhadap sumber daya yang terbatas. Fast fashion menghasilkan jutaan ton limbah tekstil setiap tahun, sementara sampah elektronik mencemari tanah dan air dengan logam berat beracun. Penggunaan plastik sekali pakai menciptakan darurat polusi yang mencekik lautan—diperkirakan pada tahun 2050, jumlah plastik di laut akan melebihi jumlah ikan jika tidak ada perubahan radikal. Pertanian modern dengan penggunaan pestisida dan pupuk kimia berlebihan merusak kesuburan tanah dan mencemari sumber air bersih. Urbanisasi yang pesat tanpa perencanaan matang menciptakan pulau-pulau panas perkotaan dan mengurangi ruang hijau yang vital untuk menyerap polusi udara.
Namun demikian, kesadaran global terhadap krisis ekologis ini juga berkembang pesat dalam dasawarsa terakhir. Generasi muda menjadi motor penggerak gerakan climate action, menuntut akuntabilitas dari pemerintah dan korporasi. Inisiatif seperti circular economy, urban farming, reforestation projects, dan pengembangan energi terbarukan (solar, wind, hydro) menunjukkan bahwa solusi-solusi inovatif sedang dikembangkan. Berbagai negara mulai berkomitmen pada transisi energi hijau dan meninggalkan batu bara. Teknologi seperti carbon capture, kendaraan listrik, dan smart grid menawarkan harapan baru. Di tingkat individu, gaya hidup minimalis, diet plant-based, dan conscious consumption mulai menjadi tren yang bermakna. Semua ini membuktikan bahwa manusia memiliki kapasitas untuk berinovasi dan beradaptasi ketika menghadapi ancaman eksistensial.
Pengaruh manusia dalam menjaga eksistensi alam bagi generasi mendatang sangatlah besar—bahkan bersifat determinatif. Kita berada di titik kritis sejarah di mana keputusan yang kita ambil hari ini akan menentukan apakah cucu-cucu kita akan mewarisi planet yang masih layak huni atau dunia yang penuh dengan krisis pangan, kelangkaan air bersih, dan konflik sumber daya. Pendidikan memegang kunci transformasi ini. Melalui pendidikan IPS, sains, dan pendidikan karakter yang menekankan etika lingkungan, kita dapat membentuk generasi yang memiliki ecological literacy—memahami bahwa manusia bukan entitas terpisah dari alam, melainkan bagian integral dari jaring kehidupan yang saling bergantung. Kurikulum yang mengintegrasikan isu-isu keberlanjutan, pemikiran kritis tentang konsumsi, dan keterampilan solusi masalah lingkungan akan menciptakan warga negara yang lebih bertanggung jawab.
Pada akhirnya, hubungan manusia dengan alam adalah cerminan dari sistem nilai dan pilihan kolektif kita sebagai spesies. Jika kita memilih jalan keserakahan, individualisme ekstrem, dan pertumbuhan ekonomi tanpa batas, maka kita sedang menggali kuburan kita sendiri. Namun jika kita memilih jalan kebijaksanaan, solidaritas ekologis, dan pembangunan berkelanjutan yang menempatkan kesejahteraan planet di atas profit jangka pendek, maka masih ada harapan. Generasi mendatang berhak mendapatkan warisan berupa hutan yang rimbun, sungai yang jernih, udara yang bersih, dan keanekaragaman hayati yang kaya—bukan tanah tandus, laut yang mati, dan iklim yang kacau. Ini adalah ujian moral terbesar peradaban kita, dan jawaban atas ujian ini akan ditulis melalui tindakan nyata kita mulai hari ini, bukan hanya melalui janji-janji dan deklarasi yang kosong. Menjaga alam adalah menjaga masa depan manusia itu sendiri.

PKDIPS2025 -> Diskusi

by Ahmad Ridwan Syuhada -
Fenomena globalisasi membawa dampak kompleks bagi Indonesia, antara lain akses pasar yang lebih luas dan investasi asing, tetapi juga tantangan seperti pola hidup konsumtif dan pengaruh gaya hidup kebarat-baratan. Untuk menanamkan budaya lokal sekaligus membangkitkan rasa kebangsaan, berbagai upaya dilakukan seperti memasukkan elemen budaya lokal dalam pendidikan, menggelar pertunjukan seni tradisional, melibatkan masyarakat dalam pelestarian seni dan ritual adat, serta mengembangkan industri kreatif lokal yang mengangkat nilai budaya dan tradisi Indonesia. Selain itu, program-program pengenalan kearifan lokal melalui seni budaya di daerah juga efektif untuk menumbuhkan nasionalisme dan memperkuat identitas bangsa.Globalisasi membuka peluang seperti peningkatan akses ke pasar internasional dan masuknya investasi asing yang membawa transfer teknologi dan peningkatan keahlian tenaga kerja. Namun, dampak negatif juga muncul seperti pola hidup konsumtif, individualistik, serta gaya hidup kebarat-baratan yang dapat mengikis nilai-nilai lokal dan identitas budaya.

Pendidikan menjadi salah satu media penting untuk mengenalkan budaya lokal, dengan pengajaran sejarah, seni, dan bahasa daerah di sekolah. Kegiatan ekstrakurikuler seni tradisional juga membantu generasi muda mengenal dan mencintai warisan budaya. Selain itu, keterlibatan komunitas dalam pelestarian budaya melalui pelatihan seni dan ritual adat sangat penting untuk menjaga keberlanjutan tradisi budaya. Pendekatan yang efektif adalah menggabungkan seni budaya dan kearifan lokal untuk menumbuhkan rasa nasionalisme, seperti yang dilakukan dalam program "Pengenalan Pendidikan Kearifan Lokal melalui Sadar Wisata dan Musik Tradisional Daerah." Program ini juga mendukung usaha ekonomi masyarakat. Pengembangan industri kreatif lokal yang mengangkat budaya dan nilai-nilai tradisional juga memperkuat identitas nasional dan rasa kebangsaan. Jadi, globalisasi hendaknya dihadapi dengan strategi pelestarian budaya lokal yang kuat dan upaya penguatan rasa kebangsaan melalui pendidikan, seni, keterlibatan masyarakat, dan pengembangan industri kreatif berbasis budaya Indonesia.