གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Adinda Putri Zahra

AKM C2025 -> Diskusi

Adinda Putri Zahra གིས-
Nama: Adinda Putri Zahra
NPM: 2413031083
Kelas: 2024C

A. Bagaimana pengelolaan laba bisa mempengaruhi kualitas laba?
Pengelolaan laba adalah cara perusahaan mengatur dan mengelola laporan laba supaya terlihat bagus. Terkadang perusahaan sengaja menyesuaikan angka-angka agar laba yang dilaporkan lebih tinggi atau stabil dari kenyataannya. Jika pengelolaan laba yang dilakukan secara berlebih atau tidak jujur, maka kualitas laba menjadi turun karena angka labanya tidak benar-benar seuai keadaan dan peraturan.Akan tetapi, bila dilakkan dengan cara yabg baik dan benar sesuai aturan, pengelolaan laba justru bisa membuat laporan keuangan jadi lebih jelas dan bisa bermanfaat bagi yang memerlukan laporan tersebut.

B. Mengapa kita harus berhati-hati dalam menggunakan angka laba yang berasal dari laporan laba-rugi? Apa tujuan dari penerapan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum pada laporan laba rugi?
Kita harus hati hati ketika menggunakan angka laba dari laporan laba rugi karena angka tersebut bisa saja sudah diubah atau diataur melalui pengelolaan laba agar terlihat lebih baik. Angka laba saja tidak bisa dijadikan patokan tunggal untuk menilai kondisi perusahaan secara keseluruhan. Oleh karena itu, laporan laba rugi dibuat dengan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima oleh umum (GAAP) supaya data yang diperoleh akurat,bisa dipercaya, dan konsisten dari waktu ke waktu.Prinsip-prinsip ini bertujuan supaya lapporan keuangan sapat digunakan dengan baik oleh investor, kreditor, dan pihak lain dalam membuat keputusan yang besar.

TA C2025 -> CASE STUDY

Adinda Putri Zahra གིས-
Nama: Adinda Putri Zahra
NPM: 2413031083
Kelas: 2024 C

1. Kritisi keputusan PT Garuda Sejahtera dalam memilih nilai wajar sebagai dasar pengukuran. Apakah keputusan tersebut dapat dibenarkan secara konseptual dalam konteks Indonesia? Jelaskan dengan mengacu pada prinsip-prinsip dalam kerangka konseptual PSAK dan IFRS.
Jawab:
Jika nilai wajar dapat diukur dengan akurat dan merefleksikan kondisi nyata di pasar, keputusan PT Garuda Sejahtera untuk menggunakannya sebagai dasar pengukuran dapat diterima dari sudut pandang konseptual. Akan tetapi, dengan pasar pesawat yang terbatas di Indonesia, menggunakan nilai wajar dapat menghasilkan informasi yang kurang dapat dipercaya. Oleh sebab itu, dalam konteks Indonesia, lebih tepat untuk menggunakan biaya historis sebagai dasar pengukuran, yang sejalan dengan prinsip keandalan dan konservatisme yang berlaku dalam kerangka konseptual PSAK. Sebaiknya PT Garuda Sejahtera meninjau kembali metode pengukuran yang diterapkan supaya laporan keuangan tetap dapat dipercaya dan bertanggung jawab, serta memenuhi kebutuhan seluruh pemangku kepentingan, baik yang lokal maupun internasional.

2. Berikut perbandingan kerangka konseptual PSAK dan IFRS secara singkat dan sederhana:
Jawab
Tujuan Laporan Keuangan
PSAK (Menyediakan informasi yang berguna untuk para pengambil keputusan di Indonesia yang berfokus pada relevansi dan keandalan untuk pengguna di Indonesia.)
IFRS (Menyediakan informasi yang berguna bagi para pengambil keputusan secara global atau di dunia, fokusnya pada relevansi dan representasi ekonomi yang benar dan terpecaya.)
Karakteristik kualitatif Informasi
PSAK (Relavan, andal, dapat dipahami, serta konservatif atau lebih hati hati dalam mengakui keuntungan)
IFRS (Relavan, andal, dapat dibandingkan, dipahami, menekankan fair value serta transparasi data.
Basis Pengukuran
PSAK (Menggunakan biaya historis dengan beberapa pengecualian untuk nilai wajar)
IFRS (Menggunakan nilai wajar untuk asset dan liabilitas)
Asumsi dasar
PSAK (Entitas ekonomi terpisah, kelangsungan usaha, serta periodisitas)
IFRS (Sama, mengasumsikan kelangsungan usaha dan pelaporan periodik.)

3. Apakah Anda setuju bahwa Indonesia sebaiknya mengikuti sepenuhnya kerangka konseptual IFRS tanpa penyesuaian lokal? Jelaskan pendapat Anda dengan argumen kritis, mempertimbangkan faktor ekonomi, sosial, dan tingkat kematangan pasar di Indonesia.
Jawab:
Menurut pendapat saya Indonesia tidak harus mengikuti IFRS sepenuhnya justru Indonesia masih perlu menyesuaikan IFRS dengan konteks ekonomi,sosial,dan kematangan pasar dalam negeri.Pasar yang belum terlalu matang dan karakteristik lokal mungkin akan membuat beberapa prinsip dari IFRS ini suli diterapkan secara langsung, misalnya pengukuran nilai wajar di pasar yang tidak aktif. Penyesuaian lokal itu diperlukan agar laporan keuangan tetap relevaan, andal, dan dapat dipercaya oleh semua pemangangku kepentingan di Indonesia, sekaligus tetap menjaga keterbukaan bagi investor luar negeri.

TA C2025 -> DISKUSI

Adinda Putri Zahra གིས-
Nama: Adinda Putri Zahra
NPM: 2413031083
Kelas: 2024C

Menurut video diatas, Kerangka Konseptual FASB adalah dasar teori yang digunakan untuk membuat standar akuntansi yang konsisten di Amerika Serikat. Tujuan Kerangka Konseptual ini adalah untuk menyediakan informasi pelaporan keuangan yang relevan dan berguna bagi investor dan kreditur sehingga mereka dapat membuat keputusan. Kerangka ini mencakup komponen utama laporan keuangan seperti aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan beban. Informasi akuntansi harus memiliki kualitas seperti relevansi, keandalan, keterbandingan, dan ketepatan waktu. Kerangka ini juga mengatur asumsi dasar seperti entitas bisnis yang berbeda, keberlanjutan bisnis, dan periodisasi laporan. Selain itu, prinsip-prinsip yang dijelaskan termasuk pengakuan pendapatan saat barang atau jasa dikirim dan pengakuan beban yang sesuai dengan pendapatan. Selain itu, struktur ini juga memperhitungkan berbagai tantangan, seperti biaya untuk mengungkapkan informasi serta prinsip kehati-hatian saat menentukan keuntungan dan kerugian.

TA C2025 -> ACTIVITY: RESUME

Adinda Putri Zahra གིས-
Nama: Adinda Putri Zahra
NPM: 2413031083
Kelas: 2024C

Jurnal ini membahas beberapa batasan dalam Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan atau disebut juga (CFW), berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Karena adanya globalisasi, diperlukan adanya kesamaan dalam standar pelaporan keuangan. Untuk itu, IASB dan FASB bekerja sama dalam membuat kerangka konseptual yang dapat menggabungkan IFRS dan US GAAP. Tujuan CFW adalah memberikan informasi yang bermanfaat bagi investor dan pihak-pihak yang memperhatikan bisnis, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang tepat.Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar studi empiris tentang CFW fokus pada US GAAP, sedangkan penelitian terkait IFRS masih belum banyak.
CFW berfungsi sebagai pedoman umum dan definisi dasar dalam pelaporan keuangan, mencakup beberapa elemen penting seperti aset, liabilitas, pendapatan, dan beban. Tujuannya adalah memastikan informasi keuangan tetap konsisten, relevan, dan bisa dipercaya. Namun, keuangan berbasis aturan (CFW) memiliki beberapa keterbatasan, seperti cara penyajian nilai perusahaan, penggunaan biaya dari masa lalu, serta penerapan prinsip konservatif dalam akuntansi.

Beberapa keterbatasan utama dalam CFW adalah tantangan dalam membandingkan informasi antara perusahaan, penggunaan perkiraan yang didasarkan pada pandangan individu, kemungkinan adanya manipulasi dalam kebijakan akuntansi, risiko terjadinya kesalahan atau penipuan, serta prinsip hati-hati yang dapat menghambat pemahaman informasi.Studi menunjukkan bahwa CFW masih perlu mendapatkan peningkatan lebih lanjut agar dapat mengatasi masalah tersebut dan meningkatkan konsistensi serta keuntungan dari standar pelaporan keuangan.Sebagai kesimpulan, CFW tetap menjadi dasar yang penting dalam mengembangkan standar pelaporan keuangan, namun perlu dilakukan perbaikan dan penguatan agar kualitas serta keterkaitan informasi keuangan dapat ditingkatkan, terutama dalam kerangka globalisasi.

AKM C2025 -> Diskusi

Adinda Putri Zahra གིས-
Nama: Adinda Putri Zahra
NPM: 2413031083

1. Identifikasi serta analisis transaksi
Mencatat atau melihat setiap transaksi keuangan yang terjadi dalam suatu perusahaan seperti penjualan,pembelian.
2. Jurnal Umum
Setelah itu, dicatat di jurnal umum
3. Buku Besar
Lalu akun-akun yang ada di dalam jurnal umum di posting ke buku besar sesuai kelompok transaksinya.
4. Neraca Saldo
Kemudian dari buku besar di pindahkan ke neraca saldo untuk di jumlahkan antara kredit dan debit untuk memastikan balance atau tidaknya.
5. Jurnal Penyesuaian
Digunakan untuk menutup akun-akun seperti beban yang harus dibayarkaan, penyusutan asset dan lain-lain.
6. Neraca Saldo Setelah Disesuaikan
Setelah semua akun akun di jurnal penyesuaian disesuaikan, di pindah ke neraca saldo untuk memastikan balance atau tidaknya.
7. Laporan Keuangan
Berisi laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas atau perubahan modal, neraca,dan laporan arus kas jika diperlukan.
8. Jurnal Penutup
Untuk mencatat akun-akun nominal seperti pendapatan,beban, dan prive
9. Neraca Saldo Setelah Penutupan
Untuk menyusun saldo dari akun akun-akun yang masih memiliki saldo seperti harta,kewajiban,serta modal