JURNAL 1
Penelitian ini mengkaji bagaimana dua perusahaan besar di Indonesia, PT Astra International Tbk dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, menerapkan teori akuntansi normatif dan positif dalam kebijakan pelaporan keuangan mereka. Astra yang bergerak di sektor manufaktur cenderung menggunakan pendekatan normatif dengan fokus pada kepatuhan terhadap standar akuntansi, regulasi OJK, serta tuntutan transparansi demi menjaga legitimasi sosial dan kepercayaan publik. Sebaliknya, Telkom sebagai perusahaan teknologi lebih condong ke pendekatan positif, dengan kebijakan akuntansi yang fleksibel dan adaptif terhadap dinamika bisnis serta kebutuhan pasar modal. Perbedaan orientasi ini tidak lepas dari karakteristik masing-masing industri: manufaktur yang padat modal dan berisiko sosial tinggi, serta teknologi yang penuh dengan aset tak berwujud, inovasi cepat, dan persaingan ketat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan akuntansi bukanlah sesuatu yang kaku, melainkan konstruksi yang dinegosiasikan antara kebutuhan normatif dan kebutuhan praktis. Astra tekanan akan kehadiran untuk menjaga keturunan dan keinginan, sementara Telkom lebih pragmatis dengan menyesuaikan kebijakan demi efisiensi, pertumbuhan, dan citra di mata investor. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa tidak ada satu pendekatan yang benar-benar dominan untuk semua konteks, melainkan pentingnya keseimbangan. Perusahaan perlu mampu menggabungkan prinsip normatif demi akuntabilitas dengan harapan positif untuk mendukung strategi bisnis, sehingga laporan keuangan tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga bermanfaat bagi pengambilan keputusan dan keinginan usaha.
2) Positive Accounting Theory: Theoretical Perspectives on Accounting Policy Choice
Penulis: Shabrina Tri Asti Nasution, Rizqy Fadhlina Putri, Iskandar Muda, Syafruddin Ginting
Topik Utama: Positive Accounting Theory (Teori Akuntansi Positif) dan hubungannya dengan pemilihan kebijakan akuntansi.
vclass.unila.ac.id
Tujuan Artikel
Artikel ini adalah tinjauan literatur tentang teori akuntansi positif, membahas bagaimana teori ini menjelaskan alasan di balik pilihan kebijakan akuntansi oleh manajemen dan kontribusinya pada penelitian akuntansi kontemporer.
vclass.unila.ac.id
Pokok Pembahasan
Definisi Teori Akuntansi Positif
Teori ini berupaya menjelaskan dan memprediksi fenomena akuntansi sesuai kondisi sebenarnya, bukan semata menentukan apa yang seharusnya dilakukan.
vclass.unila.ac.id
Sejarah dan Perkembangan
Berakar pada karya Watts & Zimmerman (1978, 1986) yang menonjolkan pendekatan empiris dalam akuntansi.
vclass.unila.ac.id
Tiga Hipotesis Utama
Artikel mengulas tiga hipotesis kunci dalam teori ini:
Bonus Plan Hypothesis: Manajer cenderung pilih kebijakan yang meningkatkan laba ketika kompensasi tergantung pada laba. �
vclass.unila.ac.id
Debt Covenant Hypothesis: Perusahaan akan memilih kebijakan yang meningkatkan laba untuk menghindari pelanggaran perjanjian hutang.
vclass.unila.ac.id
Political Cost Hypothesis: Perusahaan besar cenderung pilih kebijakan yang menurunkan laba untuk mengurangi sorotan dari pemerintah atau regulasi.
vclass.unila.ac.id
Kritik terhadap Teori Akuntansi Positif
Beberapa ahli mengkritik teori ini karena terlalu fokus pada logika ekonomi semata dan mengabaikan aspek sosial atau psikologis dalam pilihan akuntansi.
Penelitian ini mengkaji bagaimana dua perusahaan besar di Indonesia, PT Astra International Tbk dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, menerapkan teori akuntansi normatif dan positif dalam kebijakan pelaporan keuangan mereka. Astra yang bergerak di sektor manufaktur cenderung menggunakan pendekatan normatif dengan fokus pada kepatuhan terhadap standar akuntansi, regulasi OJK, serta tuntutan transparansi demi menjaga legitimasi sosial dan kepercayaan publik. Sebaliknya, Telkom sebagai perusahaan teknologi lebih condong ke pendekatan positif, dengan kebijakan akuntansi yang fleksibel dan adaptif terhadap dinamika bisnis serta kebutuhan pasar modal. Perbedaan orientasi ini tidak lepas dari karakteristik masing-masing industri: manufaktur yang padat modal dan berisiko sosial tinggi, serta teknologi yang penuh dengan aset tak berwujud, inovasi cepat, dan persaingan ketat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan akuntansi bukanlah sesuatu yang kaku, melainkan konstruksi yang dinegosiasikan antara kebutuhan normatif dan kebutuhan praktis. Astra tekanan akan kehadiran untuk menjaga keturunan dan keinginan, sementara Telkom lebih pragmatis dengan menyesuaikan kebijakan demi efisiensi, pertumbuhan, dan citra di mata investor. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa tidak ada satu pendekatan yang benar-benar dominan untuk semua konteks, melainkan pentingnya keseimbangan. Perusahaan perlu mampu menggabungkan prinsip normatif demi akuntabilitas dengan harapan positif untuk mendukung strategi bisnis, sehingga laporan keuangan tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga bermanfaat bagi pengambilan keputusan dan keinginan usaha.
2) Positive Accounting Theory: Theoretical Perspectives on Accounting Policy Choice
Penulis: Shabrina Tri Asti Nasution, Rizqy Fadhlina Putri, Iskandar Muda, Syafruddin Ginting
Topik Utama: Positive Accounting Theory (Teori Akuntansi Positif) dan hubungannya dengan pemilihan kebijakan akuntansi.
vclass.unila.ac.id
Tujuan Artikel
Artikel ini adalah tinjauan literatur tentang teori akuntansi positif, membahas bagaimana teori ini menjelaskan alasan di balik pilihan kebijakan akuntansi oleh manajemen dan kontribusinya pada penelitian akuntansi kontemporer.
vclass.unila.ac.id
Pokok Pembahasan
Definisi Teori Akuntansi Positif
Teori ini berupaya menjelaskan dan memprediksi fenomena akuntansi sesuai kondisi sebenarnya, bukan semata menentukan apa yang seharusnya dilakukan.
vclass.unila.ac.id
Sejarah dan Perkembangan
Berakar pada karya Watts & Zimmerman (1978, 1986) yang menonjolkan pendekatan empiris dalam akuntansi.
vclass.unila.ac.id
Tiga Hipotesis Utama
Artikel mengulas tiga hipotesis kunci dalam teori ini:
Bonus Plan Hypothesis: Manajer cenderung pilih kebijakan yang meningkatkan laba ketika kompensasi tergantung pada laba. �
vclass.unila.ac.id
Debt Covenant Hypothesis: Perusahaan akan memilih kebijakan yang meningkatkan laba untuk menghindari pelanggaran perjanjian hutang.
vclass.unila.ac.id
Political Cost Hypothesis: Perusahaan besar cenderung pilih kebijakan yang menurunkan laba untuk mengurangi sorotan dari pemerintah atau regulasi.
vclass.unila.ac.id
Kritik terhadap Teori Akuntansi Positif
Beberapa ahli mengkritik teori ini karena terlalu fokus pada logika ekonomi semata dan mengabaikan aspek sosial atau psikologis dalam pilihan akuntansi.