Nama : Alissya Putri Kartika
Npm : 2413031011
Macam-macam teknik sampling dalam penelitian kualitatif antara lain:
Purposive Sampling, yaitu pemilihan informan berdasarkan pertimbangan tertentu, misalnya orang yang dianggap paling memahami masalah yang diteliti.
Snowball Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dengan meminta informan awal merekomendasikan informan lain yang sesuai dengan kebutuhan penelitian.
Convenience Sampling, yaitu pemilihan informan berdasarkan kemudahan peneliti dalam menjangkau mereka.
Quota Sampling, yaitu pemilihan informan berdasarkan jumlah atau kuota tertentu yang telah ditetapkan peneliti.
Theoretical Sampling, yaitu pemilihan informan berdasarkan kebutuhan pengembangan teori yang muncul selama proses penelitian, biasanya digunakan dalam pendekatan grounded theory.
Maximum Variation Sampling, yaitu pemilihan informan dengan karakteristik yang beragam untuk memperoleh sudut pandang yang berbeda mengenai suatu fenomena.
Homogeneous Sampling, yaitu pemilihan informan yang memiliki karakteristik atau pengalaman serupa agar peneliti dapat memahami suatu kelompok secara lebih mendalam.
Criterion Sampling, yaitu pemilihan informan yang memenuhi kriteria tertentu sesuai dengan tujuan penelitian.
Menurut saya, teknik yang paling sering digunakan dalam penelitian kualitatif adalah purposive sampling karena peneliti memilih informan yang benar-benar memahami permasalahan yang sedang diteliti. Dalam penelitian kualitatif, pemilihan informan lebih mengutamakan relevansi informasi dan kedalaman data daripada jumlah responden.
Macam-macam teknik sampling dalam penelitian kuantitatif dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu probability sampling dan non-probability sampling.
Probability Sampling
Teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang terpilih kepada setiap anggota populasi berdasarkan mekanisme pemilihan yang ditentukan.
a. Simple Random Sampling, pengambilan sampel secara acak sehingga setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih.
b. Proportionate Stratified Random Sampling, pengambilan sampel secara acak dari setiap kelompok atau strata sesuai proporsi jumlah anggotanya.
c. Disproportionate Stratified Random Sampling, pengambilan sampel dari setiap strata tanpa mengikuti proporsi jumlah anggota dalam populasi.
d. Cluster Sampling, pengambilan sampel berdasarkan kelompok atau klaster tertentu, misalnya kelas atau sekolah.
e. Systematic Sampling, pengambilan sampel dengan menentukan titik awal secara acak, kemudian memilih anggota populasi berdasarkan interval tertentu.
Non-Probability Sampling
Teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang terpilih yang sama atau tidak diketahui secara pasti bagi setiap anggota populasi.
a. Purposive Sampling, pemilihan sampel berdasarkan kriteria yang sesuai dengan tujuan penelitian.
b. Accidental Sampling, pemilihan responden yang kebetulan ditemui dan memenuhi kebutuhan penelitian.
c. Quota Sampling, pengambilan sampel berdasarkan jumlah atau kuota yang telah ditentukan.
d. Snowball Sampling, penentuan sampel melalui rekomendasi responden awal kepada responden lainnya.
e. Sampling Jenuh, menggunakan seluruh anggota populasi sebagai sampel ketika semua anggota populasi dilibatkan dalam penelitian.
f. Sampling Sistematis Kuota, istilah ini tidak umum digunakan sebagai kategori tersendiri. Systematic sampling dan quota sampling sebaiknya dipahami sebagai teknik yang berbeda.
Menurut saya, pemilihan teknik sampling dalam penelitian kuantitatif harus disesuaikan dengan tujuan penelitian, jumlah populasi, ketersediaan daftar anggota populasi, dan kondisi di lapangan. Jika peneliti ingin memperoleh sampel yang mewakili populasi melalui pemilihan acak, probability sampling dapat menjadi pilihan. Namun, jika terdapat keterbatasan tertentu atau sampel harus memenuhi kriteria khusus, peneliti dapat mempertimbangkan non-probability sampling.