Judul Penelitian: Rendahnya Literasi Keuangan mahasiswa (studi kasus pada mahasiswa PSPE FKIP Unila).
Tentukan Latar belakang yang bersesuaian,
termasuk jenis penelitian apa?
bagaiamana cara menentukan sampel/responden
teknik apa yg digunakan untuk mengambil sampel/responden
Green Teori apa yg sesuai untuk judul tersebut?
Diskusi 4
Nama : Alissya Putri Kartika
Npm : 2413031011
Latar Belakang Penelitian
Literasi keuangan merupakan kemampuan seseorang dalam memahami dan mengelola keuangan, seperti mengatur pengeluaran, menyusun anggaran, menabung, serta mengambil keputusan keuangan secara tepat. Kemampuan ini penting bagi mahasiswa karena mereka mulai menghadapi berbagai kebutuhan finansial, baik untuk keperluan kuliah maupun kebutuhan sehari-hari.
Namun, masih ada mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam mengatur uang bulanan, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menyisihkan uang untuk tabungan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemahaman mengenai keuangan perlu mendapat perhatian, termasuk di kalangan mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi (PSPE) FKIP Universitas Lampung.
Mahasiswa Pendidikan Ekonomi mempelajari berbagai konsep ekonomi yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya dan pengambilan keputusan. Akan tetapi, pemahaman materi ekonomi belum tentu menjamin bahwa mahasiswa mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam mengelola keuangan pribadi.
Oleh karena itu, penelitian ini perlu dilakukan untuk mengetahui bagaimana tingkat literasi keuangan mahasiswa PSPE FKIP Unila, faktor-faktor yang berkaitan dengan literasi keuangan mereka, serta kendala yang dihadapi dalam mengelola keuangan pribadi.
Jenis Penelitian
Penelitian ini dapat menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus.
Alasannya, penelitian berfokus pada pemahaman secara mendalam mengenai kondisi literasi keuangan mahasiswa, kebiasaan mereka dalam mengelola uang, serta faktor-faktor yang memengaruhi perilaku keuangan mereka.
Peneliti dapat memperoleh data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Namun, jika tujuan penelitian adalah mengukur tingkat literasi keuangan mahasiswa menggunakan skor atau persentase, pendekatan kuantitatif deskriptif juga dapat digunakan.
Cara Menentukan Sampel atau Responden
Jika menggunakan pendekatan kualitatif, sampel ditentukan berdasarkan kesesuaian informan dengan tujuan penelitian, bukan berdasarkan perhitungan statistik.
Peneliti dapat memilih mahasiswa PSPE FKIP Unila yang memiliki pengalaman dalam mengelola keuangan pribadi. Informan sebaiknya berasal dari semester yang berbeda agar peneliti memperoleh variasi pengalaman.
Jumlah informan dapat dimulai dari sekitar 8 sampai 15 mahasiswa, kemudian disesuaikan dengan kebutuhan penelitian dan kecukupan informasi yang diperoleh.
Kriteria informan yang dapat digunakan, antara lain:
Mahasiswa aktif PSPE FKIP Unila.
Memiliki uang saku atau sumber pendapatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Bersedia diwawancarai.
Memiliki pengalaman mengatur pengeluaran, menabung, atau membuat keputusan keuangan pribadi.
Teknik Pengambilan Sampel
Teknik yang sesuai adalah purposive sampling.
Purposive sampling merupakan teknik pemilihan informan berdasarkan pertimbangan dan kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian.
Contohnya, peneliti memilih mahasiswa yang memiliki pengalaman mengatur uang bulanan, tetapi masih mengalami kesulitan membedakan kebutuhan dan keinginan. Peneliti juga dapat memilih mahasiswa yang sudah terbiasa membuat anggaran sebagai pembanding.
Dengan cara tersebut, peneliti dapat menggali berbagai pengalaman dan memahami faktor-faktor yang berkaitan dengan literasi keuangan mahasiswa.
Grand Theory yang Sesuai
Teori utama yang dapat digunakan adalah Theory of Planned Behavior (TPB) dari Icek Ajzen (1991).
Teori ini menjelaskan bahwa perilaku seseorang berkaitan dengan niat untuk melakukan suatu tindakan. Niat tersebut dipengaruhi oleh tiga komponen utama, yaitu:
Attitude toward the behavior, yaitu pandangan seseorang terhadap suatu perilaku. Contohnya, mahasiswa menganggap menabung sebagai kebiasaan yang penting.
Subjective norm, yaitu pengaruh lingkungan sosial terhadap perilaku seseorang. Contohnya, kebiasaan teman atau keluarga dalam mengelola uang dapat memengaruhi perilaku keuangan mahasiswa.
Perceived behavioral control, yaitu persepsi seseorang mengenai kemampuannya melakukan suatu tindakan. Contohnya, mahasiswa merasa mampu menyusun anggaran dan mengendalikan pengeluaran bulanannya.
TPB relevan untuk menjelaskan perilaku pengelolaan keuangan mahasiswa. Namun, jika fokus penelitian benar-benar pada tingkat pengetahuan dan pemahaman keuangan, teori literasi keuangan dapat digunakan sebagai landasan konseptual utama, sedangkan TPB membantu menjelaskan penerapan pengetahuan tersebut dalam perilaku sehari-hari.
NPM: 2413031031
1. Latar Belakang
Literasi keuangan penting bagi mahasiswa agar mampu mengelola uang saku, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta mengambil keputusan keuangan dengan bijak. Namun, masih ada kemungkinan mahasiswa PSPE FKIP Unila mengalami kesulitan dalam mengatur keuangan sehari-hari. Oleh karena itu, penelitian dilakukan untuk mengetahui bagaimana kondisi literasi keuangan mahasiswa dan faktor-faktor yang memengaruhinya.
2. Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, karena bertujuan memahami secara mendalam pengalaman dan kebiasaan mahasiswa dalam mengelola keuangan.
3. Cara Menentukan Sampel/Responden
Responden dipilih dari mahasiswa PSPE FKIP Unila yang dapat memberikan informasi tentang pengalaman mengelola keuangan, misalnya mahasiswa yang mengatur uang saku sendiri dan memiliki pengalaman menabung atau mengatur pengeluaran.
4. Teknik Pengambilan Sampel
Teknik yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu memilih responden berdasarkan kriteria tertentu yang sesuai dengan fokus penelitian. Jumlah responden disesuaikan dengan kebutuhan data dan kecukupan informasi yang diperoleh.
5. Teori yang Sesuai
Teori yang dapat digunakan adalah Theory of Planned Behavior (TPB) dari Icek Ajzen, yang menjelaskan bahwa perilaku seseorang dipengaruhi oleh sikap, norma subjektif atau pengaruh lingkungan, serta persepsi kemampuan mengendalikan perilaku. Teori ini dapat membantu memahami kebiasaan mahasiswa dalam mengelola keuangan.
Nama: Nayla Andara
NPM: 2413031018
1. Latar belakang penelitian
Literasi keuangan penting bagi mahasiswa untuk mengelola uang, menyusun anggaran, menabung, dan mengambil keputusan keuangan. Namun, pengetahuan ekonomi yang diperoleh selama perkuliahan belum tentu diikuti kemampuan mengelola keuangan pribadi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat literasi keuangan mahasiswa PSPE FKIP Unila serta mengidentifikasi aspek yang masih perlu ditingkatkan.
2. Jenis penelitian
Penelitian ini dapat menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk mengukur tingkat literasi keuangan mahasiswa melalui kuesioner dan tes pengetahuan keuangan.
3. Cara menentukan sampel/responden
Sampel ditentukan berdasarkan jumlah seluruh mahasiswa aktif PSPE FKIP Unila sebagai populasi. Jumlah sampel dihitung sesuai ukuran populasi dan kebutuhan penelitian.
4. Teknik pengambilan sampel
Teknik yang dapat digunakan adalah Proportionate Stratified Random Sampling, yaitu mengambil sampel secara acak dari setiap angkatan sesuai proporsi jumlah mahasiswanya.
5. Grand theory yang sesuai
Kerangka literasi keuangan OECD/INFE (2022) sesuai untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, sikap, dan perilaku keuangan mahasiswa. Jika penelitian juga membahas perilaku keuangan, Theory of Planned Behavior dari Ajzen (1991) dapat menjadi teori pendukung.
NPM: 2413031024
Judul Penelitian: Rendahnya Literasi Keuangan Mahasiswa (Studi Kasus pada Mahasiswa PSPE FKIP Unila)
1. Latar Belakang Penelitian
Literasi keuangan merupakan kemampuan seseorang dalam memahami pengetahuan keuangan dan menerapkannya untuk mengambil keputusan yang tepat dalam mengelola keuangan pribadi. Literasi keuangan penting bagi mahasiswa karena mereka mulai menghadapi berbagai kebutuhan keuangan, seperti mengatur uang saku, menyusun anggaran, menabung, dan menentukan prioritas pengeluaran. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi (PSPE) FKIP Universitas Lampung telah mempelajari berbagai konsep ekonomi selama perkuliahan. Namun, pemahaman terhadap teori ekonomi belum tentu diikuti oleh kemampuan menerapkannya dalam pengelolaan keuangan sehari-hari. Mahasiswa mungkin masih mengalami kesulitan dalam mengatur pengeluaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menyisihkan uang untuk tabungan. Oleh karena itu, penelitian ini perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat literasi keuangan mahasiswa, faktor-faktor yang berkaitan dengan literasi keuangan, serta kendala yang dihadapi dalam mengelola keuangan pribadi. Pernyataan mengenai rendahnya literasi keuangan tersebut perlu diperkuat melalui survei awal atau wawancara pendahuluan agar sesuai dengan kondisi nyata mahasiswa PSPE FKIP Unila.
2. Jenis Penelitian
Penelitian ini dapat menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif apabila bertujuan mengukur dan menggambarkan tingkat literasi keuangan mahasiswa berdasarkan data yang diperoleh melalui kuesioner atau tes pengetahuan keuangan. Pendekatan ini memungkinkan peneliti memperoleh gambaran mengenai tingkat pemahaman mahasiswa terhadap pengelolaan keuangan pribadi. Namun, apabila penelitian bertujuan menggali penyebab rendahnya literasi keuangan secara mendalam melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, penelitian dapat menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus.
3. Cara Menentukan Sampel atau Responden
Penentuan sampel diawali dengan menetapkan populasi penelitian, yaitu seluruh mahasiswa aktif Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Lampung sesuai dengan batasan angkatan yang ditentukan. Selanjutnya, peneliti perlu memperoleh data jumlah mahasiswa dari sumber resmi program studi, menentukan kriteria responden, dan menetapkan jumlah sampel sesuai kebutuhan penelitian. Jumlah sampel ditentukan dengan mempertimbangkan ukuran populasi, pendekatan penelitian, teknik pengambilan sampel, serta kebutuhan analisis data. Responden yang dipilih harus sesuai dengan kriteria penelitian agar data yang diperoleh dapat menjawab tujuan penelitian.
4. Teknik Pengambilan Sampel
Apabila menggunakan pendekatan kuantitatif dan populasi terdiri atas beberapa angkatan, teknik proportionate stratified random sampling dapat digunakan agar setiap angkatan memperoleh bagian sampel secara proporsional sesuai jumlah anggotanya. Dengan teknik ini, responden dipilih secara acak dari setiap kelompok angkatan. Sementara itu, apabila menggunakan pendekatan kualitatif, teknik purposive sampling dapat digunakan dengan memilih informan berdasarkan kriteria dan pertimbangan tertentu, misalnya mahasiswa yang memiliki pengalaman atau kendala dalam mengelola keuangan pribadi. Pemilihan teknik sampling harus disesuaikan dengan tujuan penelitian dan karakteristik populasi.
5. Grand Theory yang Sesuai
Teori utama yang dapat digunakan dalam penelitian ini adalah teori literasi keuangan atau financial literacy. Teori ini berkaitan dengan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan individu dalam mengambil keputusan keuangan serta mengelola keuangan pribadi. Pengukuran literasi keuangan dapat mencakup pemahaman mengenai pengetahuan keuangan dasar, tabungan, pinjaman, asuransi, dan investasi. Sebagai teori pendukung, Theory of Planned Behavior yang dikemukakan oleh Icek Ajzen pada tahun 1991 dapat digunakan apabila penelitian juga membahas perilaku pengelolaan keuangan mahasiswa. Teori tersebut menjelaskan bahwa perilaku seseorang berkaitan dengan sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku. Dengan demikian, teori literasi keuangan lebih sesuai sebagai landasan utama, sedangkan Theory of Planned Behavior dapat digunakan untuk menjelaskan aspek perilaku keuangan jika relevan dengan fokus penelitian.
Referensi:
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 179–211.
Otoritas Jasa Keuangan. (2024). Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Tahun 2024. Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan.
NPM: 2413031009
1. Latar Belakang Penelitian
Literasi keuangan merupakan kemampuan seseorang dalam memahami dan mengelola keuangan, seperti menyusun anggaran, menabung, mengatur pengeluaran, serta mengambil keputusan keuangan secara bijak. Mahasiswa perlu memiliki literasi keuangan yang baik agar mampu mengelola uang saku dan memenuhi kebutuhan kuliah tanpa mengalami kesulitan keuangan.
Namun, mahasiswa masih berpotensi menghadapi masalah dalam mengelola keuangan, misalnya sulit membedakan kebutuhan dan keinginan, kurang membiasakan diri menabung, serta melakukan pembelian secara impulsif. Kondisi tersebut perlu dikaji untuk mengetahui bagaimana tingkat literasi keuangan mahasiswa PSPE FKIP Universitas Lampung dan faktor-faktor yang berkaitan dengannya.
Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk memahami kondisi literasi keuangan mahasiswa serta menjadi bahan pertimbangan dalam meningkatkan pemahaman dan perilaku pengelolaan keuangan yang lebih baik.
Catatan: pernyataan mengenai rendahnya literasi keuangan mahasiswa PSPE FKIP Unila perlu didukung data awal, seperti observasi, wawancara, atau survei pendahuluan.
2. Termasuk Jenis Penelitian Apa?
Penelitian ini dapat menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, karena bertujuan memahami secara mendalam kondisi rendahnya literasi keuangan pada mahasiswa PSPE FKIP Universitas Lampung.
Data dapat dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk mengetahui bagaimana mahasiswa mengelola uang, memahami keuangan, serta menghadapi kendala dalam mengatur pengeluaran.
Namun, jika tujuan penelitian adalah mengukur tingkat literasi keuangan menggunakan kuesioner dan angka, penelitian dapat menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif.
3. Bagaimana Cara Menentukan Sampel atau Responden?
Jika menggunakan pendekatan kualitatif, peneliti menentukan informan berdasarkan relevansi pengalaman dan informasi yang dibutuhkan, bukan berdasarkan jumlah sampel yang harus mewakili seluruh populasi secara statistik.
Contohnya, informan dipilih dari mahasiswa PSPE FKIP Unila yang bersedia diwawancarai dan dapat menjelaskan kebiasaan mengelola uang, menyusun anggaran, menabung, serta mengambil keputusan pembelian. Peneliti dapat memilih mahasiswa dengan pengalaman pengelolaan keuangan yang beragam agar memperoleh gambaran yang lebih mendalam.
Jumlah informan ditentukan berdasarkan kebutuhan data dan kecukupan informasi yang diperoleh.
4. Teknik Sampling yang Digunakan
Teknik yang sesuai adalah purposive sampling, yaitu pemilihan informan berdasarkan kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian.
Contoh kriterianya:
- Mahasiswa aktif PSPE FKIP Universitas Lampung.
- Memiliki pengalaman mengelola uang saku atau keuangan pribadi.
- Bersedia memberikan informasi melalui wawancara.
- Memiliki pengalaman atau pemahaman yang relevan dengan masalah literasi keuangan.
Teknik ini sesuai karena peneliti membutuhkan informan yang mampu memberikan informasi mendalam mengenai masalah yang diteliti.
5. Grand Theory yang Sesuai
Teori utama yang dapat digunakan adalah teori literasi keuangan (financial literacy). Teori ini membahas pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan seseorang dalam menggunakan informasi keuangan untuk mengambil keputusan yang tepat.
Salah satu rujukan penting adalah penelitian Lusardi dan Mitchell (2014), yang menjelaskan pentingnya literasi keuangan dalam pengambilan keputusan ekonomi dan keuangan. Kerangka OECD/INFE juga dapat digunakan untuk memahami literasi keuangan melalui aspek pengetahuan, perilaku, dan sikap keuangan.
Aspek yang dapat dikaji meliputi:
1. Pengetahuan keuangan: pemahaman mahasiswa mengenai tabungan, bunga, inflasi, dan pengelolaan uang.
2. Perilaku keuangan: kebiasaan menyusun anggaran, menabung, dan mengendalikan pengeluaran.
3. Sikap keuangan: cara mahasiswa memandang pentingnya perencanaan keuangan dan kebiasaan berhemat.
NPM : 2413031005
1. Latar Belakang: Literasi keuangan penting bagi mahasiswa agar mampu mengelola uang saku, menabung, dan menentukan prioritas kebutuhan. Namun, masih ada mahasiswa yang kurang memahami cara mengelola keuangan dengan baik. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat literasi keuangan mahasiswa PSPE FKIP Unila.
2. Jenis Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif karena bertujuan menggambarkan tingkat literasi keuangan mahasiswa berdasarkan data angka.
3. Cara Menentukan Sampel/Responden: Sampel ditentukan dari mahasiswa PSPE FKIP Unila yang menjadi populasi penelitian. Jumlah sampel disesuaikan dengan jumlah populasi dan kebutuhan penelitian.
4. Teknik Sampling: Teknik yang digunakan adalah simple random sampling, yaitu pemilihan responden secara acak sehingga setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih.
5. Grand Theory: Teori yang dapat digunakan adalah Theory of Planned Behavior dari Ajzen (1991), yang menjelaskan bahwa perilaku seseorang dipengaruhi oleh sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku, termasuk dalam pengelolaan keuangan.
Literasi keuangan merupakan kemampuan seseorang dalam memahami dan mengelola keuangan, seperti mengatur pengeluaran, menabung, dan mengambil keputusan keuangan secara bijak. Namun masih terdapat mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam mengelola uang saku, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menyisihkan uang untuk menabung. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penyebab rendahnya literasi keuangan mahasiswa PSPE FKIP Universitas Lampung serta bagaimana pemahaman dan perilaku mereka dalam mengelola keuangan sehari-hari.
2. Jenis Penelitian
Penelitian ini dapat menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, karena bertujuan menggali secara mendalam penyebab rendahnya literasi keuangan mahasiswa berdasarkan pengalaman dan kondisi nyata mereka.
3. Cara Menentukan Sampel/Responden
Responden ditentukan dari mahasiswa PSPE FKIP Unila yang sesuai dengan fokus penelitian. Jumlah responden tidak harus ditentukan menggunakan rumus, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan data dan kecukupan informasi yang diperoleh.
4. Teknik Pengambilan Sampel
Teknik yang sesuai adalah purposive sampling, yaitu memilih mahasiswa yang dianggap relevan dengan penelitian, misalnya mahasiswa yang belum memahami cara menyusun anggaran, mengatur pengeluaran, atau menabung secara teratur. Jika sulit menemukan responden yang sesuai, dapat digunakan snowball sampling melalui rekomendasi responden sebelumnya.
5. Grand Theory (Teori Utama)
Teori yang dapat digunakan adalah Theory of Planned Behavior (TPB) dari Ajzen (1991), yang menjelaskan bahwa perilaku seseorang dipengaruhi oleh sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku. Teori ini dapat membantu menjelaskan bagaimana sikap siswa terhadap uang, pengaruh lingkungan, dan kemampuan mengendalikan keuangan dengan kaitannya dengan perilaku pengelolaan keuangan mereka.
NPM : 2413031035
Judul Penelitian: Rendahnya Literasi Keuangan Mahasiswa (Studi Kasus pada Mahasiswa PSPE FKIP Unila)
1. Latar Belakang Penelitian
Literasi keuangan merupakan kemampuan individu dalam memahami konsep keuangan dan menerapkannya untuk mengambil keputusan yang tepat dalam mengelola keuangan pribadi. Kemampuan ini penting bagi mahasiswa karena mereka mulai menghadapi berbagai kebutuhan finansial, seperti mengatur uang saku, menyusun anggaran, menabung, serta menentukan prioritas pengeluaran. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi (PSPE) FKIP Universitas Lampung telah memperoleh pengetahuan ekonomi melalui kegiatan perkuliahan. Namun, pemahaman terhadap teori ekonomi belum tentu menjamin kemampuan mahasiswa dalam menerapkannya pada kehidupan sehari-hari. Sebagian mahasiswa mungkin masih mengalami kesulitan dalam mengendalikan pengeluaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menyisihkan uang untuk tabungan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat literasi keuangan mahasiswa, mengidentifikasi faktor-faktor yang berkaitan dengan literasi keuangan, dan memahami kendala yang mereka hadapi dalam mengelola keuangan pribadi. Untuk memastikan bahwa masalah tersebut benar-benar terjadi, diperlukan survei awal atau wawancara pendahuluan terhadap mahasiswa PSPE FKIP Unila.
2. Jenis Penelitian
Penelitian ini dapat menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif apabila bertujuan mengukur dan menggambarkan tingkat literasi keuangan mahasiswa melalui kuesioner atau tes pengetahuan keuangan. Pendekatan ini dapat memberikan gambaran mengenai pemahaman mahasiswa tentang pengelolaan keuangan pribadi. Namun, apabila penelitian berfokus pada pemahaman mendalam mengenai pengalaman, penyebab, dan kendala mahasiswa dalam mengelola keuangan, pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dapat digunakan. Pemilihan pendekatan harus disesuaikan dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian.
3. Cara Menentukan Sampel atau Responden
Penentuan sampel diawali dengan menetapkan populasi penelitian, yaitu seluruh mahasiswa aktif Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Lampung yang memenuhi kriteria penelitian. Selanjutnya, peneliti perlu memperoleh data jumlah mahasiswa dari pihak program studi, menentukan kriteria responden, dan menetapkan jumlah sampel berdasarkan kebutuhan penelitian. Penentuan jumlah sampel perlu mempertimbangkan ukuran populasi, pendekatan penelitian, teknik pengambilan sampel, dan metode analisis data yang digunakan. Responden yang dipilih harus sesuai dengan tujuan penelitian agar data yang diperoleh dapat memberikan gambaran yang relevan mengenai literasi keuangan mahasiswa.
4. Teknik Pengambilan Sampel
Apabila penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan populasi terdiri atas beberapa angkatan, teknik proportionate stratified random sampling dapat digunakan. Teknik ini dilakukan dengan membagi populasi berdasarkan kelompok angkatan, kemudian memilih responden secara acak dengan jumlah yang sebanding dengan ukuran setiap kelompok. Dengan demikian, setiap angkatan memperoleh keterwakilan sampel sesuai proporsi jumlah mahasiswanya.
Sementara itu, apabila penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, teknik purposive sampling dapat diterapkan dengan memilih informan berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan fokus penelitian. Misalnya, mahasiswa yang memiliki pengalaman dalam mengatur uang saku, menyusun anggaran, atau menghadapi kendala dalam pengelolaan keuangan pribadi. Dengan teknik ini, peneliti dapat memperoleh informasi yang lebih mendalam mengenai pengalaman dan pemahaman mahasiswa tentang literasi keuangan.
5. Grand Theory yang Sesuai
Teori utama yang dapat digunakan dalam penelitian ini adalah teori literasi keuangan (financial literacy), yang berkaitan dengan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan individu dalam membuat keputusan serta mengelola keuangan pribadi. Aspek yang dapat dikaji meliputi pengetahuan keuangan dasar, tabungan, pinjaman, asuransi, dan investasi. Aspek-aspek tersebut dapat digunakan sebagai dasar untuk menyusun indikator pengukuran literasi keuangan mahasiswa.
Selain itu, Theory of Planned Behavior yang dikemukakan oleh Icek Ajzen pada tahun 1991 dapat digunakan sebagai teori pendukung apabila penelitian turut membahas perilaku pengelolaan keuangan mahasiswa. Teori ini menjelaskan bahwa perilaku individu dipengaruhi oleh sikap terhadap perilaku, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku. Dengan demikian, teori literasi keuangan dapat menjadi landasan untuk mengukur pengetahuan keuangan mahasiswa, sedangkan Theory of Planned Behavior dapat membantu menjelaskan perilaku mereka dalam mengelola keuangan apabila aspek tersebut termasuk dalam fokus penelitian.
6. Referensi
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 179–211.
Otoritas Jasa Keuangan. (2024). Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Tahun 2024. Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan.
NPM:2413031034
Latar Belakang Penelitian
Literasi keuangan merupakan pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki seseorang dalam memahami serta mengelola keuangan secara baik. Literasi keuangan dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan, seperti mengatur pemasukan dan pengeluaran, menentukan prioritas kebutuhan, menabung, serta mengambil keputusan keuangan. Bagi mahasiswa, kemampuan tersebut cukup penting karena mahasiswa mulai belajar mengatur keuangan secara lebih mandiri.
Dalam kehidupan sehari-hari, masih ditemukan mahasiswa yang belum mampu mengelola keuangannya dengan baik. Misalnya, mahasiswa terkadang kesulitan mengontrol pengeluaran, lebih mengutamakan keinginan daripada kebutuhan, tidak memiliki perencanaan keuangan, dan belum terbiasa menyisihkan uang untuk tabungan. Hal ini dapat menjadi salah satu gambaran bahwa kemampuan literasi keuangan mahasiswa masih perlu diperhatikan.
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi (PSPE) FKIP Universitas Lampung pada dasarnya telah memperoleh pembelajaran yang berkaitan dengan ekonomi dan keuangan. Akan tetapi, pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan belum tentu selalu diterapkan dalam pengelolaan keuangan pribadi. Oleh karena itu, menarik untuk melihat bagaimana mahasiswa menerapkan pengetahuan ekonomi yang dimilikinya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam mengambil keputusan dan mengatur keuangan pribadi.
Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih mendalam mengenai literasi keuangan mahasiswa PSPE FKIP Unila. Penelitian juga dapat melihat kebiasaan mahasiswa dalam mengelola keuangan, faktor yang memengaruhi pengelolaan keuangan, serta hambatan yang mereka alami dalam mengatur keuangan pribadi.
Jenis Penelitian
Penelitian ini dapat menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus.
Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ingin memahami pengalaman dan kondisi mahasiswa secara lebih mendalam, terutama mengenai cara mereka mengelola keuangan, kebiasaan dalam menggunakan uang, serta alasan yang menyebabkan mereka mengalami kesulitan dalam mengatur keuangan.
Data penelitian dapat diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Melalui wawancara, peneliti dapat mengetahui pengalaman mahasiswa secara langsung sehingga informasi yang diperoleh tidak hanya berupa angka, tetapi juga penjelasan mengenai kondisi yang dialami oleh mahasiswa.
Cara Menentukan Sampel atau Responden
Dalam penelitian kualitatif, penentuan responden tidak berdasarkan jumlah tertentu melalui perhitungan statistik. Responden dipilih berdasarkan kebutuhan penelitian dan kemampuan informan dalam memberikan informasi yang relevan.
Peneliti dapat menentukan mahasiswa PSPE FKIP Unila sebagai informan dengan mempertimbangkan perbedaan semester sehingga informasi yang diperoleh lebih beragam. Penelitian dapat dimulai dengan beberapa informan dan dilanjutkan sampai informasi yang diperoleh sudah cukup atau tidak ditemukan informasi baru yang berarti.
Kriteria informan yang dapat digunakan yaitu:
1. Mahasiswa aktif PSPE FKIP Universitas Lampung.
2. Memiliki uang saku, pendapatan, atau sumber dana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
3. Memiliki pengalaman dalam mengatur keuangan pribadi.
4. Bersedia memberikan informasi dan mengikuti proses wawancara.
5. Mampu menjelaskan pengalaman atau kebiasaannya dalam mengelola keuangan.
Teknik Pengambilan Sampel
Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling.
Purposive sampling merupakan teknik memilih informan berdasarkan pertimbangan atau karakteristik tertentu yang telah ditentukan sesuai dengan tujuan penelitian. Teknik ini sesuai dengan penelitian kualitatif karena peneliti membutuhkan informan yang benar-benar mengetahui dan mengalami kondisi yang sedang diteliti.
Sebagai contoh, peneliti dapat memilih mahasiswa yang memiliki pengalaman dalam mengatur uang bulanan, mahasiswa yang terbiasa membuat anggaran, maupun mahasiswa yang masih mengalami kesulitan dalam mengontrol pengeluaran. Perbedaan kondisi tersebut dapat membantu peneliti mendapatkan informasi yang lebih luas mengenai literasi keuangan mahasiswa.
Grand Theory yang Sesuai
Grand theory yang dapat digunakan dalam penelitian ini adalah Theory of Planned Behavior (TPB) yang dikembangkan oleh Icek Ajzen (1991).
Theory of Planned Behavior menjelaskan bahwa perilaku seseorang dipengaruhi oleh niat, sedangkan niat dipengaruhi oleh tiga hal utama, yaitu:
1. Attitude toward the behavior (sikap terhadap perilaku)
Berkaitan dengan penilaian seseorang terhadap suatu perilaku. Contohnya, mahasiswa menganggap bahwa mengatur pengeluaran dan menabung merupakan kebiasaan yang penting.
2. Subjective norm (norma subjektif)
Berkaitan dengan pengaruh orang-orang atau lingkungan sekitar terhadap keputusan seseorang. Misalnya, kebiasaan keluarga atau teman dalam mengelola keuangan dapat memengaruhi cara mahasiswa menggunakan uangnya.
3. Perceived behavioral control (persepsi kontrol perilaku)
Berkaitan dengan keyakinan seseorang mengenai kemampuan dirinya dalam melakukan suatu tindakan. Contohnya, mahasiswa merasa mampu mengontrol pengeluaran, membuat anggaran, dan menyisihkan sebagian uang untuk ditabung.
Teori ini sesuai karena penelitian tidak hanya dapat melihat pengetahuan mahasiswa mengenai keuangan, tetapi juga bagaimana pengetahuan tersebut berkaitan dengan sikap, niat, dan perilaku mahasiswa dalam mengelola keuangan pribadi.
Namun, apabila penelitian lebih diarahkan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan pemahaman mahasiswa mengenai konsep keuangan, maka teori atau konsep literasi keuangan dapat dijadikan landasan utama. Sementara itu, TPB dapat digunakan sebagai teori pendukung untuk menjelaskan bagaimana pengetahuan dan sikap tersebut diterapkan dalam perilaku pengelolaan keuangan sehari-hari.
Kesimpulan
Berdasarkan uraian tersebut, penelitian mengenai rendahnya literasi keuangan mahasiswa PSPE FKIP Unila dapat menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus apabila peneliti ingin memahami pengalaman dan perilaku mahasiswa secara mendalam. Responden dipilih menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Sementara itu, Theory of Planned Behavior (TPB) dapat digunakan untuk membantu menjelaskan hubungan antara sikap, pengaruh lingkungan, kemampuan yang dirasakan, niat, dan perilaku mahasiswa dalam mengelola keuangan pribadi.
NPM : 2413031019
1. Latar Belakang Penelitian
Literasi keuangan menjadi salah satu kemampuan yang penting dimiliki mahasiswa karena berkaitan dengan bagaimana seseorang menggunakan dan mengatur uang dalam kehidupan sehari-hari. Literasi keuangan tidak hanya mengenai pengetahuan tentang keuangan, tetapi juga kemampuan dalam membuat keputusan keuangan, mengatur pengeluaran, menabung, dan menentukan prioritas kebutuhan.
Pada kenyataannya, kemampuan mahasiswa dalam mengelola keuangan belum tentu sama. Sebagian mahasiswa masih mengalami masalah seperti pengeluaran yang tidak terkontrol, sulit menentukan antara kebutuhan dan keinginan, kurang memiliki perencanaan keuangan, serta belum konsisten dalam menabung. Kebiasaan tersebut apabila tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan mahasiswa mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pada akhir bulan.
Mahasiswa PSPE FKIP Universitas Lampung merupakan mahasiswa yang mendapatkan pembelajaran mengenai ekonomi selama mengikuti perkuliahan. Namun, pemahaman mengenai teori ekonomi yang diperoleh di kelas belum tentu secara langsung diterapkan dalam pengelolaan keuangan pribadi. Oleh karena itu, perlu diketahui bagaimana kemampuan mahasiswa dalam memahami dan menerapkan literasi keuangan dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi literasi keuangan mahasiswa PSPE FKIP Unila. Selain itu, penelitian juga dapat mengidentifikasi kebiasaan mahasiswa dalam mengelola uang serta faktor yang menyebabkan mahasiswa mengalami kesulitan dalam mengatur keuangan pribadi.
2. Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus.
Pendekatan tersebut digunakan karena peneliti ingin memperoleh informasi secara langsung mengenai pengalaman mahasiswa dalam mengelola keuangan. Penelitian tidak hanya melihat hasil berupa angka, tetapi juga menggali alasan, kebiasaan, dan pengalaman mahasiswa yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan.
Teknik pengumpulan data dapat dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara menjadi salah satu cara utama untuk memperoleh informasi secara lebih mendalam dari mahasiswa yang menjadi informan.
3. Cara Menentukan Sampel atau Responden
Dalam penelitian kualitatif, responden atau informan tidak harus ditentukan menggunakan rumus statistik. Peneliti memilih informan yang dianggap mampu memberikan informasi sesuai dengan fokus penelitian.
Informan dapat berasal dari mahasiswa PSPE FKIP Unila dari beberapa semester. Perbedaan semester dapat memberikan pengalaman dan kondisi pengelolaan keuangan yang berbeda sehingga data yang diperoleh menjadi lebih beragam.
Jumlah informan tidak harus ditentukan secara kaku. Peneliti dapat menambah atau mengurangi informan sesuai dengan kebutuhan sampai informasi yang diperoleh dianggap sudah cukup.
Kriteria informan yang dapat digunakan yaitu:
- Mahasiswa aktif PSPE FKIP Unila.
- Memiliki sumber keuangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
- Pernah melakukan pengelolaan keuangan pribadi.
- Bersedia menjadi informan penelitian.
- Mampu memberikan informasi mengenai kebiasaan dan pengalaman dalam mengatur keuangan.
4. Teknik Pengambilan Sampel
Teknik yang digunakan adalah purposive sampling.
Purposive sampling merupakan teknik memilih informan berdasarkan pertimbangan tertentu yang telah ditentukan oleh peneliti. Pemilihan ini dilakukan agar informan yang diperoleh benar-benar sesuai dengan kebutuhan penelitian.
Misalnya, peneliti memilih mahasiswa yang memiliki pengalaman mengatur uang bulanan, mahasiswa yang memiliki kebiasaan menabung, serta mahasiswa yang merasa kesulitan dalam mengontrol pengeluaran. Dengan memilih informan yang memiliki kondisi berbeda, peneliti dapat membandingkan pengalaman dan memperoleh informasi yang lebih lengkap.
5. Grand Theory yang Digunakan
Grand theory yang sesuai adalah Theory of Planned Behavior (TPB) oleh Icek Ajzen (1991).
Theory of Planned Behavior menjelaskan bahwa perilaku seseorang dipengaruhi oleh niat, sedangkan niat tersebut dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu:
a. Sikap terhadap perilaku (Attitude)
Merupakan penilaian seseorang terhadap suatu tindakan. Dalam penelitian ini contohnya adalah pandangan mahasiswa bahwa menabung, membuat anggaran, dan mengurangi pengeluaran yang tidak penting merupakan hal yang baik.
b. Norma subjektif (Subjective Norm)
Merupakan pengaruh dari lingkungan sosial terhadap seseorang. Contohnya, kebiasaan orang tua, keluarga, atau teman dapat memengaruhi cara mahasiswa dalam menggunakan uang.
c. Kontrol perilaku yang dirasakan (Perceived Behavioral Control)
Merupakan keyakinan seseorang terhadap kemampuan dirinya dalam mengendalikan suatu perilaku. Contohnya, kemampuan mahasiswa dalam mengatur uang saku, mengontrol pengeluaran, dan menyisihkan uang untuk kebutuhan masa depan.
TPB dapat digunakan karena penelitian ini berkaitan dengan bagaimana mahasiswa menerapkan pengetahuan dan sikap keuangan dalam perilaku sehari-hari. Dengan teori tersebut, peneliti dapat melihat apakah sikap, lingkungan, dan kemampuan mahasiswa dalam mengontrol diri berhubungan dengan cara mereka mengelola keuangan.
Kesimpulan
Penelitian mengenai rendahnya literasi keuangan mahasiswa PSPE FKIP Unila dapat dilakukan dengan pendekatan kualitatif studi kasus untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pengalaman mahasiswa dalam mengelola keuangan. Informan dipilih menggunakan purposive sampling, yaitu berdasarkan kriteria yang sesuai dengan tujuan penelitian. Sementara itu, Theory of Planned Behavior dapat digunakan sebagai grand theory untuk menjelaskan faktor yang berkaitan dengan perilaku mahasiswa dalam mengelola keuangan pribadi.
Nama: Nurida Elsa
NPM: 2413031012
1. Latar Belakang
Literasi keuangan merupakan kemampuan seseorang dalam memahami dan mengelola keuangan dengan baik. Mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Unila telah mempelajari konsep ekonomi, tetapi belum tentu mampu menerapkannya dalam pengelolaan keuangan pribadi. Misalnya, dalam mengatur uang saku, menabung, menyusun anggaran, dan membedakan kebutuhan dengan keinginan. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui tingkat literasi keuangan mahasiswa serta faktor-faktor yang berkaitan dengannya. Kondisi rendahnya literasi keuangan tersebut perlu dibuktikan melalui observasi awal atau survei pendahuluan.
2. Jenis Penelitian
Kuantitatif deskriptif, jika bertujuan mengukur tingkat literasi keuangan mahasiswa melalui kuesioner. Jika ingin menggali penyebabnya secara mendalam, dapat menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus.
3. Cara Menentukan Sampel
Menentukan jumlah seluruh mahasiswa aktif PSPE FKIP Unila sebagai populasi, kemudian menghitung jumlah sampel berdasarkan kebutuhan penelitian. Jika menggunakan rumus Slovin.
4. Teknik Sampling
Proportionate Stratified Random Sampling, jika mahasiswa berasal dari beberapa angkatan dan setiap angkatan perlu terwakili secara proporsional. Jika menggunakan penelitian kualitatif, teknik yang dapat digunakan adalah purposive sampling.
5. Grand Theory yang Sesuai
Teori atau konsep literasi keuangan dari Lusardi dan Mitchell dapat dijadikan landasan utama untuk membahas pemahaman keuangan mahasiswa. Indikator pengukuran dapat disesuaikan dengan kerangka literasi keuangan OJK, seperti pengetahuan, keterampilan, keyakinan, sikap, dan perilaku keuangan.
Npm : 241303103
1.Latar Belakang
Literasi keuangan merupakan pengetahuan dan kemampuan seseorang dalam memahami serta mengelola keuangan dengan baik, seperti mengatur pengeluaran, menabung, menyusun anggaran, dan mengambil keputusan keuangan secara bijak. Literasi keuangan sangat penting bagi mahasiswa karena mereka mulai menghadapi berbagai kebutuhan dan tanggung jawab keuangan secara mandiri.
Namun, mahasiswa belum tentu memiliki kemampuan yang baik dalam mengelola keuangan, meskipun telah memperoleh pengetahuan ekonomi selama perkuliahan. Rendahnya literasi keuangan dapat terlihat dari kesulitan membedakan kebutuhan dan keinginan, kurangnya kebiasaan menabung, tidak membuat anggaran bulanan, serta kurang bijak dalam menggunakan uang untuk konsumsi.
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi (PSPE) FKIP Universitas Lampung merupakan kelompok yang menarik untuk diteliti karena mereka mempelajari ilmu ekonomi yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya dan pengambilan keputusan. Oleh karena itu, perlu diketahui bagaimana pemahaman dan perilaku keuangan mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari.
Penelitian ini dilakukan untuk menggali tingkat pemahaman mahasiswa mengenai literasi keuangan, kebiasaan mereka dalam mengelola uang, serta faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya literasi keuangan. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan membantu mahasiswa meningkatkan kemampuan mengelola keuangan secara bijak.
2. Termasuk Jenis Penelitian Apa?
Penelitian ini dapat menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, sesuai dengan judul yang digunakan.
Alasannya:
Penelitian berfokus pada pemahaman mendalam mengenai pengalaman mahasiswa dalam mengelola keuangan.
Peneliti ingin mengetahui penyebab dan faktor yang memengaruhi rendahnya literasi keuangan.
Data dapat diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Jika tujuan penelitian adalah mengukur tingkat literasi keuangan menggunakan skor atau persentase, pendekatan kuantitatif juga dapat digunakan. Namun, untuk judul yang menekankan studi kasus, pendekatan kualitatif lebih sesuai apabila fokusnya adalah menggali penyebab dan pengalaman mahasiswa.
3. Bagaimana Cara Menentukan Sampel atau Responden?
Dalam penelitian kualitatif, responden lebih tepat disebut informan. Informan dipilih berdasarkan kemampuan mereka memberikan informasi yang relevan dengan masalah penelitian.
Cara menentukannya adalah:
Menentukan sasaran penelitian, yaitu mahasiswa PSPE FKIP Unila.
Menetapkan kriteria informan, misalnya mahasiswa aktif yang mengelola uang saku sendiri dan bersedia diwawancarai.
Memilih mahasiswa dengan pengalaman pengelolaan keuangan yang beragam.
Melakukan wawancara sampai informasi yang diperoleh cukup mendalam dan tidak banyak menghasilkan informasi baru.
Sebagai contoh, peneliti dapat memulai dengan sekitar 8–12 mahasiswa sebagai informan awal. Jumlah tersebut bukan ketentuan mutlak karena dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kecukupan data.
4. Teknik Pengambilan Sampel yang Digunakan
Teknik yang paling sesuai adalah purposive sampling, yaitu pemilihan informan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan oleh peneliti.
Contoh kriteria informan:
Mahasiswa aktif PSPE FKIP Unila.
Memiliki pengalaman mengelola uang saku atau keuangan pribadi.
Bersedia memberikan informasi secara jujur.
Memiliki kebiasaan pengelolaan keuangan yang beragam, baik maupun kurang baik.
Teknik ini dipilih karena peneliti membutuhkan informan yang dapat memberikan informasi mendalam, bukan sekadar responden yang dipilih secara acak.
Jika peneliti kesulitan menemukan informan yang sesuai, teknik snowball sampling dapat digunakan sebagai alternatif, yaitu meminta rekomendasi informan berikutnya dari informan yang telah diwawancarai.
5. Teori yang Sesuai dengan Judul Penelitian
Jika yang dimaksud adalah teori yang digunakan sebagai landasan penelitian, berikut beberapa teori yang relevan.
Teori Tokoh Kesesuaian dengan penelitian
Teori Literasi Keuangan OJK dan berbagai ahli literasi keuangan Menjelaskan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan mahasiswa dalam mengelola keuangan.
Theory of Planned Behavior Icek Ajzen (1991) Menjelaskan bagaimana sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku yang dirasakan berkaitan dengan perilaku pengelolaan keuangan.
Teori Perilaku Konsumen Berbagai ahli ekonomi Membantu menjelaskan keputusan mahasiswa dalam membelanjakan uang untuk kebutuhan dan keinginan.
Teori utama yang disarankan: teori literasi keuangan, karena paling langsung berkaitan dengan fokus penelitian. Theory of Planned Behavior dapat digunakan sebagai teori pendukung jika penelitian juga membahas alasan mahasiswa melakukan atau tidak melakukan pengelolaan keuangan secara bijak.
Jika istilah “Teori Hijau” yang dimaksud adalah Grand Theory (teori besar), maka Theory of Planned Behavior dapat dipertimbangkan sebagai landasan teori besar yang menjelaskan perilaku keuangan mahasiswa, sedangkan konsep literasi keuangan menjadi konsep utama yang diteliti.
Npm: 2413031014
1. Latar Belakang
Literasi keuangan merupakan kemampuan seseorang dalam memahami dan mengelola keuangan dengan baik. Bagi mahasiswa, literasi keuangan penting untuk mengatur uang saku, membedakan kebutuhan dan keinginan, menabung, serta mengendalikan pengeluaran. Namun, mahasiswa yang telah mempelajari ilmu ekonomi belum tentu mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi literasi keuangan mahasiswa PSPE FKIP Universitas Lampung dan faktor-faktor yang memengaruhinya.
2. Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, karena bertujuan memahami secara mendalam kondisi literasi keuangan mahasiswa, kebiasaan mengelola uang, serta kendala yang mereka hadapi.
3. Cara Menentukan Sampel/Responden
Responden atau informan dipilih dari mahasiswa PSPE FKIP Unila yang sesuai dengan fokus penelitian. Peneliti dapat mempertimbangkan pengalaman mahasiswa dalam mengatur uang saku, menabung, membuat anggaran, dan mengendalikan pengeluaran.
4. Teknik Sampling
Teknik yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu pemilihan informan berdasarkan kriteria tertentu sesuai tujuan penelitian. Teknik ini cocok untuk penelitian kualitatif karena peneliti membutuhkan informan yang mampu memberikan informasi mendalam mengenai fenomena yang diteliti.
5. Grand Theory yang Sesuai
Teori utama yang dapat digunakan adalah teori literasi keuangan, untuk memahami pengetahuan dan kemampuan mahasiswa dalam mengelola keuangan pribadi. Sebagai teori pendukung, Theory of Planned Behavior dari Icek Ajzen (1991) dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku dengan perilaku pengelolaan keuangan mahasiswa.
NPM: 2413031026
1. Latar Belakang Penelitian
Literasi keuangan merupakan kemampuan seseorang dalam memahami dan mengelola keuangan secara bijak, termasuk dalam membuat anggaran, mengatur pengeluaran, menabung, dan mengambil keputusan keuangan. Kemampuan ini penting bagi mahasiswa karena mereka mulai menghadapi berbagai kebutuhan dan harus mampu mengelola uang secara mandiri. Namun, masih terdapat mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam mengatur pengeluaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menyisihkan uang untuk tabungan. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memahami tingkat literasi keuangan mahasiswa, khususnya pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi (PSPE) FKIP Universitas Lampung. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berkaitan dengan rendahnya literasi keuangan mahasiswa serta bagaimana mahasiswa memahami dan menerapkan pengetahuan keuangan dalam kehidupan sehari-hari.
2. Jenis Penelitian
Penelitian ini dapat menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, karena berfokus pada pemahaman secara mendalam mengenai rendahnya literasi keuangan mahasiswa PSPE FKIP Unila, termasuk kebiasaan, pengalaman, dan kendala mereka dalam mengelola keuangan.
3. Cara Menentukan Sampel atau Responden
Responden ditentukan dari mahasiswa PSPE FKIP Unila yang menunjukkan indikasi rendahnya literasi keuangan, misalnya kesulitan mengatur pengeluaran, belum terbiasa membuat anggaran, atau kurang memahami pentingnya menabung. Jumlah informan ditentukan berdasarkan kebutuhan informasi dan kecukupan data yang diperoleh selama penelitian, bukan semata-mata berdasarkan rumus statistik.
4. Teknik Pengambilan Sampel
Teknik yang sesuai adalah purposive sampling, yaitu memilih informan berdasarkan kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian. Teknik ini digunakan agar peneliti dapat memperoleh informasi mendalam dari mahasiswa yang memiliki pengalaman atau kendala terkait literasi keuangan. Jika diperlukan informan tambahan, peneliti dapat menggunakan snowball sampling melalui rekomendasi informan sebelumnya.
5. Teori yang Sesuai
Teori yang sesuai adalah Theory of Planned Behavior (TPB) dari Icek Ajzen (1991). Teori ini menjelaskan bahwa perilaku seseorang dipengaruhi oleh sikap terhadap perilaku, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku.
Dalam penelitian ini, teori TPB dapat digunakan untuk memahami bagaimana sikap mahasiswa terhadap pengelolaan uang, pengaruh lingkungan, serta persepsi kemampuan mereka dalam mengatur keuangan berkaitan dengan perilaku keuangan sehari-hari.
Catatan: TPB lebih tepat digunakan untuk mengkaji perilaku pengelolaan keuangan, bukan sebagai teori yang secara langsung mengukur tingkat literasi keuangan. Jika fokus utama penelitian adalah pengetahuan dan pemahaman keuangan, konsep literasi keuangan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat digunakan sebagai landasan konseptual tambahan.
NPM: 2413031021
Rendahnya Literasi Keuangan Mahasiswa (Studi Kasus pada Mahasiswa PSPE FKIP Unila)
1. Latar Belakang Penelitian
Literasi keuangan merupakan kemampuan seseorang dalam memahami dan mengelola keuangan dengan baik, seperti mengatur pengeluaran, menabung, dan membedakan kebutuhan dengan keinginan. Namun, masih ada mahasiswa yang kesulitan mengelola uang saku dan kurang memahami pentingnya perencanaan keuangan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi literasi keuangan mahasiswa serta faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya literasi keuangan pada mahasiswa PSPE FKIP Universitas Lampung.
2. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, karena penelitian ini bertujuan memahami secara mendalam kondisi literasi keuangan mahasiswa dan penyebab permasalahan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
3. Cara Menentukan Sampel/Informan
Informan dipilih dari mahasiswa aktif PSPE FKIP Universitas Lampung yang memiliki pengalaman mengelola keuangan pribadi. Peneliti dapat memilih mahasiswa dengan kebiasaan keuangan yang berbeda agar memperoleh informasi yang beragam. Jumlah informan disesuaikan dengan kebutuhan dan kecukupan data penelitian.
4. Teknik Pengambilan Sampel
Teknik yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu pemilihan informan berdasarkan kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian. Teknik ini dipilih agar peneliti mendapatkan informasi yang mendalam dari mahasiswa yang relevan dengan permasalahan literasi keuangan.
5. Grand Theory yang Sesuai
Teori utama yang dapat digunakan adalah konsep literasi keuangan OECD/INFE, yang membahas pengetahuan, sikap, dan perilaku keuangan seseorang. Konsep ini sesuai untuk menganalisis bagaimana mahasiswa memahami dan menerapkan pengelolaan keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai teori pendukung, peneliti dapat menggunakan Theory of Planned Behavior dari Ajzen (1991) untuk memahami faktor yang memengaruhi perilaku mahasiswa dalam mengambil keputusan keuangan.
NPM: 2413031028
- Populasi: seluruh mahasiswa aktif PSPE FKIP Unila (minta jumlah per angkatan dari prodi).
- Hitung ukuran sampel dengan rumus Slovin: n = N / (1 + N·e²), dengan e = 5% atau 10%. Contoh: N = 200, e = 5% maka n = 200 / 1,5 ≈ 133 responden.
- Bagi jumlah sampel secara proporsional per angkatan.
- Theory of Planned Behavior (Ajzen): pengetahuan, sikap, dan kontrol diri memengaruhi perilaku keuangan.
- Sebagai teori pendukung (middle theory), pakai teori literasi keuangan dari Huston (2010), Chen & Volpe (1998), atau OECD, serta Life-Cycle Hypothesis (Modigliani) tentang perencanaan keuangan sepanjang hidup.
NPM : 2413031002
1. Latar Belakang Penelitian
Literasi keuangan merupakan kemampuan seseorang dalam memahami dan mengelola keuangan dengan baik, seperti mengatur pengeluaran, menabung, serta membedakan kebutuhan dan keinginan. Bagi mahasiswa, literasi keuangan penting karena mereka mulai belajar mengelola uang secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan perkuliahan. Namun, masih terdapat mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam mengatur keuangan dan menyisihkan uang untuk tabungan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat literasi keuangan mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Lampung.
2. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, karena penelitian ini bertujuan menggambarkan tingkat literasi keuangan mahasiswa berdasarkan data yang diperoleh melalui kuesioner. Hasil penelitian dapat disajikan dalam bentuk skor, persentase, dan kategori tingkat literasi keuangan.
3. Cara Menentukan Sampel atau Responden
Penentuan sampel diawali dengan mengetahui jumlah seluruh mahasiswa aktif PSPE FKIP Unila sebagai populasi penelitian. Selanjutnya, jumlah sampel dihitung menggunakan rumus yang sesuai dengan kebutuhan penelitian.
Contohnya, apabila jumlah populasi sebanyak 500 mahasiswa dan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5%, jumlah sampel yang diperoleh sekitar 223 mahasiswa. Angka tersebut hanya contoh dan perlu disesuaikan dengan jumlah populasi yang sebenarnya.
4. Teknik Pengambilan Sampel
Teknik sampling yang dapat digunakan adalah Proportionate Stratified Random Sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak dengan memperhatikan proporsi jumlah mahasiswa pada setiap angkatan. Teknik ini dipilih agar mahasiswa dari setiap angkatan memiliki keterwakilan dalam penelitian sesuai jumlahnya.
5. Grand Theory yang Sesuai
Landasan konseptual yang sesuai adalah konsep literasi keuangan dari Lusardi dan Mitchell (2014). Konsep ini menjelaskan pentingnya pengetahuan keuangan dalam membantu seseorang mengambil keputusan keuangan secara tepat. Konsep tersebut dapat digunakan untuk mengkaji pemahaman mahasiswa mengenai pengelolaan uang, tabungan, bunga, inflasi, dan risiko keuangan.
Referensi:
Lusardi, A., & Mitchell, O. S. (2014). The Economic Importance of Financial Literacy: Theory and Evidence. Journal of Economic Literature, 52(1), 5–44. https://doi.org/10.1257/jel.52.1.5
NPM: 2413031008
1. Latar Belakang
Literasi keuangan merupakan kemampuan mahasiswa dalam memahami dan mengelola keuangan, seperti mengatur pengeluaran, menabung, dan mengambil keputusan keuangan. Namun, masih terdapat mahasiswa yang kesulitan mengatur uang saku, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menyisihkan uang untuk tabungan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi literasi keuangan mahasiswa PSPE FKIP Universitas Lampung.
2. Jenis Penelitian
Penelitian ini dapat menggunakan metode deskriptif kuantitatif jika bertujuan mengukur tingkat literasi keuangan mahasiswa melalui kuesioner. Jika ingin menggali pengalaman mahasiswa secara mendalam, penelitian dapat menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus.
3. Cara Menentukan Sampel/Responden
Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa PSPE FKIP Unila. Sampel ditentukan berdasarkan jumlah populasi, tingkat kesalahan yang dapat diterima, dan kebutuhan penelitian.
4. Teknik Pengambilan Sampel
Teknik yang dapat digunakan adalah Proportionate Stratified Random Sampling, yaitu mengambil sampel secara acak berdasarkan angkatan mahasiswa secara proporsional agar setiap angkatan terwakili.
5. Grand Theory yang Sesuai
Teori yang dapat digunakan adalah Theory of Planned Behavior (TPB) dari Icek Ajzen. Teori ini menjelaskan bahwa perilaku seseorang dipengaruhi oleh sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku. Teori ini dapat membantu menjelaskan perilaku mahasiswa dalam mengelola keuangan.
Selain itu, konsep literasi keuangan dari Lusardi dan Mitchell dapat digunakan sebagai landasan untuk memahami pengetahuan dan kemampuan seseorang dalam mengambil keputusan keuangan.
1. Latar Belakang Penelitian
Literasi keuangan adalah kemampuan seseorang dalam memahami dan mengelola keuangan agar dapat mengambil keputusan yang tepat. Hal ini mencakup kemampuan mengatur pengeluaran, menentukan kebutuhan utama, menabung, serta menggunakan uang sesuai dengan kebutuhan. Mahasiswa perlu memiliki kemampuan literasi keuangan karena mereka mulai belajar mengatur keuangan pribadi secara mandiri. Uang yang diterima harus digunakan untuk berbagai keperluan, seperti kebutuhan sehari-hari dan biaya perkuliahan. Kurangnya pemahaman keuangan dapat membuat mahasiswa kesulitan mengendalikan pengeluaran dan menentukan prioritas penggunaan uang. Mahasiswa PSPE FKIP Universitas Lampung telah memperoleh pembelajaran yang berkaitan dengan ekonomi. Namun, pemahaman tersebut belum tentu diterapkan secara optimal dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pemahaman mahasiswa mengenai literasi keuangan, cara mereka mengelola uang, serta faktor-faktor yang memengaruhi kebiasaan keuangan mereka.
2. Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode ini dipilih karena penelitian bertujuan memahami secara mendalam pengalaman dan kebiasaan mahasiswa dalam mengelola keuangan pribadi. Pendekatan studi kasus digunakan karena penelitian berfokus pada mahasiswa PSPE FKIP Universitas Lampung.
3. Cara Menentukan Sampel atau Informan
Informan ditentukan berdasarkan kesesuaian pengalaman mereka dengan topik penelitian. Peneliti dapat memilih mahasiswa aktif PSPE FKIP Unila yang mengelola keuangan pribadi secara mandiri dan bersedia diwawancarai. Pemilihan informan juga dapat mempertimbangkan perbedaan pengalaman dalam mengatur uang, menabung, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jumlah informan disesuaikan dengan kebutuhan penelitian serta kecukupan informasi yang diperoleh selama proses wawancara.
4. Teknik Pengambilan Sampel
Teknik yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu pemilihan informan berdasarkan kriteria yang sesuai dengan tujuan penelitian. Teknik ini membantu peneliti memperoleh informasi yang relevan dari mahasiswa yang memiliki pengalaman dalam mengelola keuangan pribadi. Jika informasi yang diperoleh masih belum mencukupi, peneliti dapat menggunakan snowball sampling, yaitu mencari informan tambahan berdasarkan rekomendasi informan sebelumnya.
5. Teori yang Digunakan
Teori yang relevan adalah Theory of Planned Behavior dari Icek Ajzen. Teori ini menjelaskan bahwa perilaku seseorang berkaitan dengan sikap, pengaruh lingkungan sosial, dan persepsi terhadap kemampuan dirinya dalam melakukan suatu tindakan.
Dalam penelitian ini, teori tersebut dapat digunakan untuk memahami bagaimana sikap mahasiswa terhadap pengelolaan uang, pengaruh keluarga dan teman, serta keyakinan mereka dalam mengatur keuangan berkaitan dengan perilaku keuangan sehari-hari. Selain itu, konsep literasi keuangan OECD/INFE dapat digunakan untuk mengkaji pengetahuan, sikap, dan perilaku keuangan mahasiswa.
NPM : 2413031007
Rancangan Penelitian: Rendahnya Literasi Keuangan Mahasiswa (Studi Kasus pada Mahasiswa PSPE FKIP Unila)
1. Latar Belakang
Paragraf 1 (pentingnya literasi keuangan). Literasi keuangan adalah pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang memengaruhi sikap serta perilaku seseorang dalam mengambil keputusan dan mengelola keuangan demi kesejahteraan. Di era digital, mahasiswa terpapar berbagai produk dan layanan keuangan, seperti dompet digital, paylater, pinjaman online, investasi, dan e-commerce. Tanpa bekal literasi keuangan yang memadai, mereka rentan berperilaku konsumtif, terjerat utang, atau menjadi korban investasi ilegal.
Paragraf 2 (kondisi nasional).Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK 2024 menunjukkan indeks literasi keuangan nasional sebesar 65,43%, sementara inklusi keuangan mencapai 75,02%. Angka ini menunjukkan bahwa penggunaan produk keuangan lebih tinggi daripada pemahamannya. Kelompok usia muda dan mahasiswa termasuk kelompok yang aktif menggunakan layanan keuangan digital, tetapi belum tentu memahami risikonya.
Paragraf 3 (kondisi di lapangan). Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi (PSPE) FKIP Unila mempelajari mata kuliah ekonomi, manajemen keuangan, dan akuntansi. Secara logis, mereka seharusnya memiliki literasi keuangan yang lebih baik daripada mahasiswa program studi lain. Namun, hasil pengamatan awal menunjukkan gejala sebaliknya. Gejalanya antara lain pengeluaran melebihi uang saku, belum adanya kebiasaan menabung atau mencatat keuangan, penggunaan paylater untuk kebutuhan konsumtif, dan minimnya pemahaman tentang investasi serta asuransi. Kesenjangan antara kompetensi akademik dan perilaku keuangan inilah yang menjadi masalah penelitian.
Paragraf 4 (urgensi). Mahasiswa PSPE adalah calon guru ekonomi yang kelak mengajarkan pengelolaan keuangan kepada peserta didik. Jika literasi keuangan mereka rendah, kualitas pembelajaran ekonomi di sekolah juga berpotensi terdampak. Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk mengetahui tingkat literasi keuangan mahasiswa PSPE FKIP Unila beserta faktor-faktor yang melatarbelakanginya, sebagai dasar perbaikan kurikulum dan program edukasi keuangan.
Paragraf 5 (rumusan arah penelitian). Berdasarkan uraian tersebut, peneliti tertarik mengkaji tingkat literasi keuangan mahasiswa PSPE FKIP Unila dan faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya literasi tersebut.
2. Jenis Penelitian
Penelitian ini paling sesuai menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif (survei), dengan alasan berikut:
- Tujuan utamanya menggambarkan tingkat literasi keuangan (tinggi, sedang, atau rendah), sehingga datanya berupa angka yang diolah dengan statistik deskriptif.
- Kata "studi kasus" menunjukkan bahwa objeknya dibatasi pada satu program studi, yaitu PSPE FKIP Unila.
- Instrumennya berupa kuesioner atau tes literasi keuangan.
3. Cara Menentukan Sampel/Responden
Langkah 1: tentukan populasi. Populasinya adalah seluruh mahasiswa aktif PSPE FKIP Unila (misalnya angkatan 2022–2025). Datanya diminta dari bagian akademik atau program studi.
Langkah 2: hitung ukuran sampel. Gunakan rumus Slovin:
n = N / (1 + N·e²)
Contoh: jika N = 300 dan e = 5%, maka n = 300 / (1 + 300 × 0,0025) = 300 / 1,75 ≈ 172 responden. Alternatifnya, gunakan tabel Krejcie-Morgan (untuk N = 300, sampel sekitar 169). Jika populasi kecil (kurang dari 100), gunakan seluruh populasi sebagai sampel (sensus).
Langkah 3: bagi sampel per angkatan. Hitung secara proporsional, yaitu (jumlah mahasiswa angkatan ÷ N) × n.
Langkah 4: pilih responden. Gunakan teknik sampling yang dijelaskan pada poin berikut.
4. Teknik Pengambilan Sampel
Teknik yang direkomendasikan adalah Proportionate Stratified Random Sampling (termasuk probability sampling).
Alasannya populasi mahasiswa terbagi dalam strata (angkatan) yang tingkat literasinya mungkin berbeda. Pengambilan sampel secara proporsional di setiap angkatan membuat sampel lebih representatif. Pemilihan responden di dalam tiap angkatan dilakukan secara acak, misalnya dengan undian atau random number dari daftar nama.
5. Grand Theory
a. Theory of Planned Behavior (Ajzen, 1991) adalah pilihan utama yang saya sarankan. Teori ini menjelaskan bahwa perilaku seseorang dipengaruhi oleh niat, yang dibentuk oleh sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku yang dirasakan. Teori ini relevan karena rendahnya literasi keuangan tercermin pada perilaku mengelola uang, seperti menabung, membuat anggaran, dan berutang.
b. Teori Literasi Keuangan (Lusardi & Mitchell, 2014) menegaskan bahwa pengetahuan dan kemampuan keuangan menentukan kualitas keputusan keuangan individu. Teori ini cocok jika fokusnya pengukuran tingkat literasi (pengetahuan, sikap, perilaku).
c. Teori Sosialisasi Keuangan (Gudmunson & Danes, 2011) / Social Learning Theory (Bandura) cocok jika faktor penyebabnya adalah keluarga, teman sebaya, dan lingkungan.
d. Human Capital Theory (Becker) cocok jika dikaitkan dengan peran pendidikan dalam meningkatkan kapabilitas.
2413031025
Jawab:
1. Latar Belakang Penelitian
Literasi keuangan sangat krusial bagi mahasiswa supaya dapat mengatur pengeluaran, membuat anggaran, dan menabung. Akan tetapi, pemahaman mengenai ekonomi tidak selalu menjamin keterampilan dalam mengatur keuangan pribadi. Oleh karena itu, studi ini meneliti literasi keuangan mahasiswa PSPE FKIP Unila.
2. Tipe Penelitian
Pendekatan kualitatif melalui studi kasus untuk mengkaji pengalaman serta kebiasaan mahasiswa dalam mengatur keuangan pribadi.
3. Sampel atau Narasumber
Informan ditentukan berdasarkan syarat-syarat:
Mahasiswa yang aktif di PSPE FKIP Unila.
Memiliki pengalaman dalam mengatur keuangan pribadi.
Siap untuk diwawancarai.
4. Teknik Pengambilan Sampel
Menggunakan purposive sampling, yaitu pemilihan responden berdasarkan kriteria yang sesuai dengan tujuan penelitian.
5. Significant Theory
Teori Perilaku Terencana (Ajzen, 1991), mencakup:
Pandangan terhadap tindakan.
Norma pribadi.
Pandangan mengenai pengendalian tindakan
Rahmi Taqiya Darmawanti
2413031006
Latar Belakang
Literasi keuangan merupakan kemampuan seseorang dalam memahami, mengevaluasi, dan menerapkan pengetahuan serta keterampilan keuangan untuk mengelola keuangan pribadi, termasuk menyusun anggaran, menabung, menggunakan kredit secara bijak, dan merencanakan keuangan masa depan.
Mahasiswa merupakan kelompok yang mulai mengelola keuangan secara lebih mandiri, terutama dalam penggunaan uang saku, kebutuhan kuliah, konsumsi, hingga layanan keuangan digital seperti transfer, dompet digital, dan paylater. Namun, kemampuan mengelola uang tidak selalu sejalan dengan tingkat pengetahuan keuangan yang dimiliki. Apabila literasi keuangan rendah, mahasiswa berpotensi melakukan konsumsi berlebihan, tidak memiliki tabungan, sulit membedakan kebutuhan dan keinginan, serta mengalami kesulitan keuangan.
Fenomena rendahnya literasi keuangan juga relevan untuk dikaji pada mahasiswa Pendidikan Sosiologi dan Pendidikan Ekonomi (PSPE) FKIP Universitas Lampung, karena mahasiswa tersebut kelak berpotensi menjadi pendidik yang perlu memiliki pemahaman ekonomi dan keuangan yang baik. Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk mengetahui tingkat literasi keuangan mahasiswa PSPE FKIP Unila serta faktor-faktor yang mungkin menyebabkan literasi keuangan mereka masih rendah.
Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang sesuai adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Penelitian ini bertujuan menggambarkan atau mendeskripsikan tingkat literasi keuangan mahasiswa PSPE FKIP Unila berdasarkan jawaban kuesioner yang telah disusun.
Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner, misalnya menggunakan Google Form, yang memuat indikator literasi keuangan seperti pengetahuan dasar keuangan, pengelolaan uang, tabungan, kredit, investasi, dan penggunaan layanan keuangan digital.
Penentuan Sampel atau Responden
Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa aktif PSPE FKIP Universitas Lampung. Sampel atau responden ditentukan dari mahasiswa aktif yang memenuhi kriteria tertentu, misalnya:
- Mahasiswa PSPE FKIP Unila yang masih aktif kuliah.
- Mahasiswa yang bersedia menjadi responden.
- Mahasiswa yang menerima uang saku atau memiliki pengeluaran pribadi selama kuliah.
- Mahasiswa yang pernah menggunakan layanan keuangan, seperti tabungan, dompet digital, atau kredit/konsumsi online.
Jika jumlah populasi diketahui, jumlah sampel dapat dihitung menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5% atau 10%. Sebagai contoh, penelitian literasi keuangan mahasiswa lain menggunakan rumus Slovin untuk menentukan jumlah responden, kemudian memilih responden dengan kriteria tertentu.
Teknik Pengambilan Sampel
Teknik yang paling sesuai adalah purposive sampling. Teknik ini termasuk dalam nonprobability sampling, yaitu penentuan sampel berdasarkan pertimbangan atau kriteria tertentu yang ditetapkan peneliti.
Dengan purposive sampling, peneliti memilih mahasiswa PSPE FKIP Unila yang benar-benar memenuhi kriteria penelitian, misalnya mahasiswa aktif yang memiliki pengeluaran keuangan pribadi dan bersedia mengisi kuesioner. Teknik ini banyak digunakan pada penelitian literasi keuangan mahasiswa karena memungkinkan peneliti memperoleh responden yang relevan dengan tujuan penelitian.
Teori yang Sesuai
Teori yang paling sesuai adalah teori literasi keuangan dari Lusardi dan Mitchell. Menurut Lusardi dan Mitchell, literasi keuangan adalah pengetahuan mengenai konsep keuangan dasar serta kemampuan melakukan perhitungan sederhana untuk pengambilan keputusan keuangan.
Teori ini dapat digunakan sebagai landasan utama karena literasi keuangan mahasiswa dapat diukur melalui pemahaman terhadap konsep dasar seperti bunga, inflasi, nilai waktu uang, tabungan, kredit, dan pengelolaan anggaran. Selain itu, dapat diperkuat dengan teori Huston, yang mendefinisikan literasi keuangan sebagai kemampuan memahami, mengevaluasi, dan menerapkan pengetahuan serta keterampilan keuangan dalam pengelolaan keuangan pribadi.
Nama : Mourien Ganesti
Npm : 2413031013
LATAR BELAKANG
Perkembangan teknologi finansial (fintech) dan pesatnya sistem transaksi digital saat ini memberikan kemudahan sekaligus tantangan baru dalam pengelolaan keuangan pribadi, khususnya bagi generasi muda. Mahasiswa berada pada masa transisi krusial menuju kemandirian finansial, di mana mereka mulai bertanggung jawab secara penuh dalam mengelola uang saku, memenuhi kebutuhan akademis, hingga mengambil keputusan konsumsi harian. Sebagai mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi (PSPE) FKIP Universitas Lampung (Unila), mereka idealnya memiliki pemahaman dan keterampilan literasi keuangan yang matang, mengingat latar belakang keilmuan yang mereka tempuh berfokus pada pendidikan dan tata kelola ekonomi.
Namun, pengamatan awal di lapangan menunjukkan adanya kesenjangan (gap) antara pengetahuan teoritis yang diperoleh di bangku kuliah dengan perilaku finansial harian mahasiswa. Maraknya fenomena perilaku konsumtif, tingginya ketergantungan pada fasilitas pembayaran digital (paylater), serta minimnya alokasi tabungan dan investasi menjadi indikasi masih rendahnya tingkat literasi keuangan di kalangan mahasiswa PSPE FKIP Unila. Sebagai calon pendidik ekonomi yang nantinya bertugas mengedukasi masyarakat, ketidakmampuan mahasiswa dalam mengelola keuangan pribadi secara bijak menjadi sebuah paradoks yang memerlukan perhatian serius.
Ketidakterampilan dalam mengelola keuangan pribadi pada taraf mahasiswa dapat menimbulkan dampak panjang, mulai dari stres finansial hingga risiko terjerat utang konsumtif di usia muda. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus ini penting untuk dilakukan guna mengeksplorasi secara mendalam faktor-faktor mendasar yang menyebabkan rendahnya literasi keuangan, serta bagaimana bentuk dinamika pengelolaan keuangan yang dialami oleh mahasiswa PSPE FKIP Unila. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dengan Desain Studi Kasus (Case Study), Karena Peneliti ingin mengeksplorasi dan memahami secara mendalam fenomena "rendahnya literasi keuangan" pada latar spesifik (mahasiswa PSPE FKIP Unila) dalam konteks kehidupan nyata (real-life context).
Cara menentukan sampel/responden teknik apa yg digunakan untuk mengambil sampel/responden Green Teori
Dalam penelitian kualitatif ini, subjek penelitian yang menjadi sumber data disebut sebagai informan. Penentuan informan dilakukan secara sistematis dengan terlebih dahulu menetapkan kriteria inklusi yang relevan dengan fokus masalah, yaitu mahasiswa aktif Program Studi Pendidikan Ekonomi (PSPE) FKIP Universitas Lampung yang terindikasi mengalami kendala dalam pengelolaan keuangan pribadi. Kendala tersebut dapat berupa ketidakmampuan mengalokasikan tabungan, frekuensi krisis finansial yang tinggi sebelum akhir bulan, maupun ketergantungan pada fasilitas pembayaran digital seperti paylater. Peneliti memulai proses penentuan dari informan kunci (key informants) yang dinilai paling menguasai fenomena tersebut, kemudian melengkapinya dengan informan pendukung seperti dosen pengampu mata kuliah terkait untuk keperluan triangulasi data. Penentuan jumlah informan tidak dibatasi oleh rumus atau target angka tertentu, melainkan berpatokan pada prinsip kejenuhan data (data saturation), di mana proses pencarian informasi akan dihentikan apabila wawancara yang dilakukan tidak lagi menghasilkan temuan baru dan data yang diperoleh telah konsisten serta berulang.
Adapun teknik pengambilan sampel yang diterapkan dalam penelitian ini adalah purposive sampling sebagai teknik utama dan dibantu oleh snowball sampling sebagai teknik pendukung. Penggunaan purposive sampling bertujuan agar peneliti dapat memilih informan secara sengaja berdasarkan kriteria dan pertimbangan khusus yang telah dirumuskan sejak awal, sehingga data yang diperoleh berasal dari individu yang benar-benar kaya akan informasi (information-rich cases). Sementara itu, teknik snowball sampling dimanfaatkan secara fleksibel di lapangan apabila peneliti menghadapi keterbatasan akses untuk mengidentifikasi mahasiswa dengan kriteria spesifik, misalnya mahasiswa yang memiliki masalah beban utang digital. Melalui teknik ini, informan pertama yang telah diwawancarai diminta untuk memberikan rekomendasi mengenai mahasiswa lain yang memiliki karakteristik serupa, sehingga jaringan informan dapat berkembang bergulir seperti bola salju hingga kebutuhan data penelitian terpenuhi secara komprehensif.
Sebagai landasan konseptual untuk membedah masalah ini, grand theory utama yang digunakan adalah Behavioral Finance Theory (Teori Keuangan Keperilakuan) yang dikembangkan oleh Daniel Kahneman dan Amos Tversky, dengan didukung oleh Theory of Planned Behavior (TPB) dari Icek Ajzen. Behavioral Finance Theory menggabungkan aspek psikologi dan ekonomi untuk menjelaskan bahwa keputusan serta tingkat literasi keuangan seseorang tidak hanya didorong oleh rasionalitas matematis, melainkan sangat dipengaruhi oleh bias kognitif, emosi, dan kebiasaan harian. Teori ini sangat tepat digunakan untuk menganalisis mengapa mahasiswa PSPE FKIP Unila yang telah mendapatkan pengetahuan dasar ekonomi tetap menunjukkan perilaku finansial yang kurang bijak. Penguatan analisis juga dilakukan melalui Theory of Planned Behavior untuk melihat bagaimana norma sosial dari lingkungan teman sebaya (subjective norm) dan persepsi kontrol diri (perceived behavioral control) membentuk niat serta tindakan mahasiswa dalam mengelola uang saku mereka sehari-hari.
Nama : Eris Ana Dita
Npm : 2413031017
1. Latar Belakang Penelitian
Literasi keuangan merupakan kemampuan seseorang dalam memahami dan mengelola keuangan dengan baik, mulai dari mengatur pengeluaran, menabung, hingga mengambil keputusan keuangan. Bagi mahasiswa, literasi keuangan penting karena mereka mulai belajar mengatur uang secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan kuliah maupun kebutuhan sehari-hari.
Namun, masih ada mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam mengatur uang saku, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menyisihkan uang untuk ditabung. Kondisi tersebut perlu diperhatikan karena dapat menunjukkan bahwa pemahaman mahasiswa mengenai pengelolaan keuangan masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi literasi keuangan mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi (PSPE) FKIP Universitas Lampung serta faktor-faktor yang berkaitan dengan pemahaman mereka dalam mengelola keuangan.
2. Jenis Penelitian
Penelitian ini dapat menggunakan metode deskriptif kuantitatif, karena bertujuan menggambarkan tingkat literasi keuangan mahasiswa berdasarkan data yang diperoleh melalui kuesioner.
3. Cara Menentukan Sampel atau Responden
Pertama, peneliti menentukan populasi, yaitu seluruh mahasiswa PSPE FKIP Universitas Lampung yang menjadi sasaran penelitian. Setelah mengetahui jumlah mahasiswa, peneliti menentukan jumlah sampel berdasarkan ukuran populasi dan metode pengambilan sampel yang digunakan.
Jika jumlah populasi diketahui, jumlah sampel dapat dihitung menggunakan rumus Slovin sebagai salah satu alternatif, dengan tingkat kesalahan yang ditetapkan sesuai kebutuhan penelitian.
4. Teknik Pengambilan Sampel
Teknik yang dapat digunakan adalah Proportionate Stratified Random Sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak berdasarkan kelompok atau angkatan mahasiswa dengan memperhatikan proporsi jumlah mahasiswa pada setiap angkatan.
Teknik ini sesuai apabila populasi terdiri dari beberapa angkatan dan peneliti ingin memastikan setiap angkatan terwakili dalam sampel.
5. Grand Theory yang Sesuai
Teori utama yang dapat digunakan adalah Theory of Financial Literacy (teori literasi keuangan), dengan mengacu pada konsep literasi keuangan dari Lusardi dan Mitchell. Konsep ini menekankan pentingnya pengetahuan keuangan dalam pengambilan keputusan keuangan sehari-hari.
Indikator yang dapat diteliti meliputi:
- Pengetahuan dasar keuangan.
- Pengetahuan tentang tabungan dan pinjaman.
- Pemahaman mengenai asuransi.
- Pengetahuan tentang investasi.
Indikator tersebut dapat disesuaikan dengan instrumen penelitian yang dipilih.
NPM : 2413031033
1. Latar Belakang Penelitian
Literasi keuangan merupakan kemampuan seseorang dalam memahami dan mengelola keuangan, seperti mengatur pengeluaran, menabung, menyusun anggaran, dan mengambil keputusan keuangan secara bijak. Literasi keuangan penting bagi mahasiswa karena mereka mulai belajar mengelola uang secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Namun, sebagian mahasiswa dapat mengalami kesulitan dalam mengatur uang bulanan, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menyisihkan uang untuk tabungan. Hal ini dapat dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman keuangan, kebiasaan konsumtif, maupun pengaruh lingkungan. Oleh karena itu, penelitian pada mahasiswa PSPE FKIP Universitas Lampung diperlukan untuk mengetahui bagaimana pemahaman dan penerapan literasi keuangan mereka serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Kondisi rendahnya literasi keuangan tersebut perlu dibuktikan melalui pengamatan awal dan wawancara.
2. Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, karena bertujuan memahami secara mendalam kondisi literasi keuangan mahasiswa, kebiasaan mengelola uang, dan kendala yang mereka hadapi. Data dapat dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.
3. Cara Menentukan Sampel atau Informan
Informan dipilih dari mahasiswa aktif PSPE FKIP Universitas Lampung yang memiliki pengalaman mengelola keuangan pribadi. Peneliti menentukan kriteria informan sesuai tujuan penelitian, misalnya mahasiswa yang mengatur uang bulanan dan bersedia diwawancarai. Jumlah informan disesuaikan dengan kebutuhan data hingga informasi yang diperoleh dianggap cukup mendalam.
4. Teknik Pengambilan Sampel
Teknik yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu pemilihan informan berdasarkan pertimbangan dan kriteria tertentu. Teknik ini sesuai karena peneliti membutuhkan mahasiswa yang dapat memberikan informasi relevan mengenai pemahaman, kebiasaan, dan kesulitan dalam mengelola keuangan.
5. Grand Theory yang Sesuai
Teori utama yang dapat digunakan adalah Financial Literacy Theory (Teori Literasi Keuangan). Teori ini membahas pengetahuan dan pemahaman individu dalam mengelola keuangan serta mengambil keputusan keuangan.
Sebagai teori pendukung, dapat digunakan Behavioral Finance (Keuangan Perilaku) untuk memahami bagaimana kebiasaan, emosi, dan lingkungan memengaruhi perilaku keuangan mahasiswa.
NPM: 2413031030
1. Latar Belakang
Literasi keuangan penting bagi mahasiswa agar mampu mengelola uang, mengatur pengeluaran, menabung, dan membedakan kebutuhan dengan keinginan. Namun, masih ada kemungkinan mahasiswa kurang mampu mengatur keuangan pribadi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi literasi keuangan mahasiswa PSPE FKIP Unila.
2. Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif, karena bertujuan mengetahui tingkat literasi keuangan mahasiswa melalui data kuesioner.
3. Cara Menentukan Sampel/Responden
Menentukan jumlah seluruh mahasiswa aktif PSPE FKIP Unila sebagai populasi, kemudian menentukan sebagian mahasiswa sebagai sampel. Jumlah sampel dapat dihitung menggunakan rumus Slovin setelah jumlah populasi diketahui.
4. Teknik Pengambilan Sampel
Teknik yang digunakan adalah Proportionate Stratified Random Sampling, yaitu mengambil sampel secara acak dari setiap angkatan sesuai proporsi jumlah mahasiswa agar setiap angkatan terwakili.
5. Grand Theory yang Sesuai
Teori yang digunakan adalah Financial Literacy Theory dari Lusardi dan Mitchell (2014). Teori ini membahas pengetahuan keuangan yang membantu seseorang mengambil keputusan keuangan dengan baik. Teori ini sesuai untuk mengkaji pengetahuan mahasiswa tentang pengelolaan uang, tabungan, dan risiko keuangan.
NPM : 2413031015
Judul Penelitian
“Rendahnya Literasi Keuangan Mahasiswa (Studi Kasus pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Lampung)”
1. Latar Belakang
Literasi keuangan merupakan kemampuan seseorang dalam memahami dan mengelola keuangan dengan baik, termasuk dalam membuat keputusan mengenai pengeluaran, tabungan, serta penggunaan uang secara bijak. Literasi keuangan sangat penting bagi mahasiswa karena pada masa perkuliahan mereka mulai belajar mengatur keuangan secara mandiri, baik dari uang saku orang tua maupun penghasilan sendiri.
Namun, dalam kehidupan sehari-hari, masih terdapat mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam mengelola keuangan, seperti kurang mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, tidak menyusun anggaran pengeluaran, kurang memiliki kebiasaan menabung, serta mudah tertarik melakukan pembelian karena mengikuti tren. Kondisi tersebut dapat menunjukkan adanya permasalahan dalam pemahaman dan penerapan literasi keuangan di kalangan mahasiswa.
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Lampung menjadi kelompok yang menarik untuk diteliti karena mereka memperoleh pembelajaran yang berkaitan dengan ilmu ekonomi. Meskipun demikian, pemahaman tentang ekonomi belum tentu menjamin setiap mahasiswa mampu menerapkan pengetahuan keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penelitian ini perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi literasi keuangan mahasiswa, faktor-faktor yang berkaitan dengan rendahnya literasi keuangan, serta bagaimana mahasiswa mengelola keuangannya.
2. Termasuk Jenis Penelitian Apa?
Penelitian ini dapat menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, apabila tujuannya untuk menggali secara mendalam pengalaman mahasiswa, kebiasaan mengelola uang, pemahaman keuangan, dan faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya literasi keuangan.
Data dapat dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Namun, jika tujuan penelitian adalah mengukur tingkat literasi keuangan menggunakan kuesioner dan menganalisisnya dalam bentuk angka atau persentase, penelitian ini lebih sesuai menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif.
3. Bagaimana Cara Menentukan Sampel atau Responden?
Jika menggunakan penelitian kualitatif, responden lebih tepat disebut informan. Informan dipilih dari mahasiswa aktif Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Unila yang dapat memberikan informasi sesuai dengan fokus penelitian.
Peneliti dapat memilih mahasiswa dari beberapa angkatan dengan mempertimbangkan variasi pengalaman mengelola keuangan. Jumlah informan tidak harus ditetapkan berdasarkan rumus tertentu sejak awal, tetapi dapat disesuaikan dengan kebutuhan penelitian hingga informasi yang diperoleh cukup mendalam.
Jika menggunakan penelitian kuantitatif, jumlah sampel dapat ditentukan berdasarkan jumlah populasi mahasiswa aktif, tingkat ketelitian yang diinginkan, serta teknik sampling yang digunakan.
4. Teknik Apa yang Digunakan untuk Mengambil Sampel atau Responden?
Untuk penelitian kualitatif ini, teknik yang paling sesuai adalah purposive sampling, yaitu memilih informan berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian.
Contoh kriteria informan:
- - Mahasiswa aktif Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Unila.
- - Memiliki pengalaman mengelola uang saku atau keuangan pribadi.
- - Bersedia diwawancarai dan memberikan informasi yang dibutuhkan.
- - Memiliki pengalaman atau kebiasaan pengelolaan keuangan yang dapat membantu peneliti memahami permasalahan literasi keuangan.
5. Grand Theory (Teori Utama) yang Sesuai
Teori utama yang dapat digunakan adalah Teori Perilaku Terencana (Theory of Planned Behavior) dari Icek Ajzen (1991).
Teori ini menjelaskan bahwa perilaku seseorang dipengaruhi oleh niat untuk melakukan suatu tindakan, yang berkaitan dengan tiga faktor:
- Sikap terhadap perilaku (attitude toward behavior): pandangan mahasiswa terhadap pentingnya mengelola keuangan dengan baik.
- Norma subjektif (subjective norm): pengaruh orang tua, teman, dan lingkungan terhadap kebiasaan keuangan mahasiswa.
- Persepsi kontrol perilaku (perceived behavioral control): keyakinan mahasiswa terhadap kemampuannya mengatur uang, menyusun anggaran, menabung, dan mengendalikan pengeluaran.
Literasi keuangan merupakan kemampuan seseorang dalam memahami dan mengelola keuangan dengan baik, seperti mengatur pengeluaran, menabung, membuat anggaran, serta mengambil keputusan keuangan. Namun, masih terdapat mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam mengelola uang saku, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menyisihkan uang untuk tabungan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan mahasiswa mengalami kesulitan keuangan dan berperilaku konsumtif. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penyebab rendahnya literasi keuangan pada mahasiswa PSPE FKIP Universitas Lampung serta memahami bagaimana pengetahuan dan perilaku keuangan mereka dalam kehidupan sehari-hari.
2. Termasuk Jenis Penelitian Apa?
Penelitian ini dapat menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, karena bertujuan memahami secara mendalam penyebab rendahnya literasi keuangan mahasiswa PSPE FKIP Unila.
Penelitian ini berfokus pada pengalaman, pemahaman, dan kebiasaan mahasiswa dalam mengelola keuangan.
3. Bagaimana Cara Menentukan Sampel/Responden?
Responden ditentukan berdasarkan mahasiswa PSPE FKIP Unila yang menunjukkan indikasi rendahnya literasi keuangan, misalnya:
1.Kesulitan mengatur uang saku.
2. Belum terbiasa membuat anggaran keuangan.
3.Kesulitan membedakan kebutuhan dan keinginan.
4.Kurang memahami pentingnya menabung.
Jumlah responden tidak harus ditentukan sejak awal secara kaku. Peneliti dapat memulai dengan beberapa informan, kemudian menambah informan hingga data yang diperoleh cukup mendalam.
4.Teknik Apa yang Digunakan untuk Mengambil Sampel/Responden?
Teknik yang sesuai adalah purposive sampling, yaitu memilih responden secara sengaja berdasarkan kriteria yang relevan dengan tujuan penelitian.
Jika peneliti membutuhkan informan tambahan dari rekomendasi responden sebelumnya, teknik snowball sampling juga dapat digunakan.
5. Grand Theory Apa yang Sesuai?
Teori yang dapat digunakan adalah:
1. Theory of Planned Behavior (TPB) dari Icek Ajzen (1991), untuk memahami bagaimana sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku memengaruhi perilaku keuangan mahasiswa.
2. Teori Literasi Keuangan, untuk mengkaji pengetahuan, pemahaman, sikap, dan kemampuan mahasiswa dalam mengambil keputusan keuangan.
TPB dapat menjadi teori utama apabila penelitian berfokus pada perilaku pengelolaan keuangan. Sementara itu, konsep literasi keuangan digunakan untuk menjelaskan aspek yang diteliti.
Referensi teori:
Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 179–211.
NPM: 2413031029
1. Latar Belakang yang Bersesuaian
Secara akademis, mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi (PSPE) FKIP Unila telah dibekali ilmu ekonomi dan manajemen keuangan, sehingga idealnya mereka memiliki literasi finansial yang baik. Namun, realitanya terjadi sebuah paradoks: mahasiswa yang sudah mempelajari ilmu ekonomi sering kali tetap menunjukkan perilaku konsumtif dan kesulitan mengelola uang (Fariana et al., 2021). Rendahnya literasi ini bermanifestasi dalam bentuk gaya hidup berlebih, ketakutan tertinggal tren (FOMO), dan tingginya belanja daring (Salsabila & Mulyati, 2023). Mahasiswa kerap terjebak pengeluaran yang lebih besar dari pemasukan demi pakaian atau aktivitas nongkrong (Widayat & Nengzih, 2023). Kondisi ini diperburuk oleh maraknya penggunaan layanan kredit digital (Paylater) yang sangat dipengaruhi oleh tuntutan gaya hidup dan pergaulan (Pandegatama & Setyono, 2026). Kesenjangan antara teori di kelas dan praktik keseharian inilah yang menjadi urgensi utama penelitian.
2. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Kualitatif dengan pendekatan Studi Kasus (Case Study). Penelitian ini tidak bertujuan untuk menyebar kuesioner sekadar menghitung skor literasi, mengingat studi perilaku keuangan di Indonesia saat ini masih sangat didominasi oleh pendekatan survei kuantitatif (Kurniawan et al., 2024). Melalui studi kasus kualitatif, peneliti dapat menggali lebih dalam mengenai motif penggunaan kredit digital, tekanan pertemanan, dan alasan di balik rendahnya praktik literasi keuangan mahasiswa (George-Reyes et al., 2025).
3. Cara Menentukan Sampel/Responden
Sampel ditentukan dengan menetapkan kriteria-kriteria khusus yang relevan dengan masalah penelitian, bukan dipilih secara acak. Kriteria untuk responden mahasiswa PSPE FKIP Unila meliputi:
Berstatus sebagai mahasiswa aktif dan sudah menempuh mata kuliah pengantar ekonomi/manajemen.
Sering mengalami kendala dalam manajemen keuangan pribadi (misalnya uang saku sering habis sebelum akhir bulan).
Memiliki pengalaman menggunakan fasilitas kredit digital (Shopee Paylater, GoPaylater, dll) untuk keperluan konsumtif/gaya hidup.
4. Teknik Pengambilan Sampel
Teknik utama yang digunakan adalah Purposive Sampling (penarikan sampel bertujuan) untuk menjaring informan sesuai kriteria spesifik di atas (Fariana et al., 2021). Sebagai pelengkap, peneliti juga menggunakan Snowball Sampling untuk menemukan informan lain dari jejaring pertemanan yang memiliki pola utang digital atau gaya hidup konsumtif serupa (Irfan et al., 2025).
5. Green Theory dan Grand Theory yang Sesuai
Grand Theory (Theory of Planned Behavior/TPB): Teori ini sangat cocok karena perilaku konsumtif dan penggunaan utang digital mahasiswa terbukti kuat dipengaruhi oleh sikap terhadap uang, norma subjektif dari lingkungan pertemanan, dan rendahnya kontrol diri (G et al., 2025).
Green Theory (Sustainable Consumption Theory / Konsumsi Berkelanjutan): Literasi keuangan yang rendah memicu mahasiswa berbelanja impulsif demi tren (misalnya fast fashion yang memicu penumpukan barang dan sampah). Padahal, pemahaman dan pengelolaan keuangan yang baik seharusnya mampu mendukung perilaku konsumsi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di kalangan mahasiswa (Dewi et al., 2025).
Sumber:
Dewi, M., Buchdadi, A., & Wastuti, W. (2025). Analysis of Personal Financial Management, Financial Literacy, and Digital Finance in Generation Z in Supporting Sustainable Consumption. Journal of Business and Behavioural Entrepreneurship. https://doi.org/10.21009/jobbe.009.2.05
Fariana, R. E., Surindra, B., & Arifin, Z. (2021). The Influence of Financial Literacy, Lifestyle and Self-Control on the Consumption Behavior of Economic Education Student. International Journal of Research, 8, 496-503. https://doi.org/10.52403/ijrr.20210867
G, F. F., Nidya, F., Tandra, G., & Gunadi, W. (2025). Financial Literacy and the Continued Use of Paylater Services: An Application of the Theory of Planned Behavior. Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian. https://doi.org/10.58344/locus.v4i12.4707
George-Reyes, C., Buenestado Fernández, M., Bustamante Ruiz, S. P., & Quiroz, R. C. (2025). Evaluation of the Development of Financial Literacy in Mexico: A Qualitative Study from Complex Thinking with Pre-University Students. Journal of Latinos and Education, 25, 977 - 994. https://doi.org/10.1080/15348431.2025.2585826
Irfan, I., Sari, M., & Johan, J. (2025). Exploring the roles of financial literacy, past behavior, and subjective norms in shaping investment intention: A mediation analysis. Investment Management and Financial Innovations. https://doi.org/10.21511/imfi.22(4).2025.03
Kurniawan, D., Pasaribu, M., Parinduri, A. F. K., & Mohamed, S. H. (2024). The Effect of Financial Literacy on Consumptive Behavior of Managerial Accounting Study Program Students in Batam State Polytechnic. Jurnal Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis. https://doi.org/10.30871/jaemb.v12i1.5829
Pandegatama, F. C., & Setyono, P. (2026). Determinants of Paylater Usage among University Students: The Role of Financial Literacy, Consumptive Behavior, and Digital Culture. International Journal of Social Science Humanity & Management Research. https://doi.org/10.58806/ijsshmr.2026.v5i6n45
Salsabila, S. A., & Mulyati, S. (2023). The Influence of Financial Literacy on the Consumptive Behavior of Students in the Management Study Program, Faculty of Business and Economics, Islamic University of Indonesia. Jurnal Economic Resource. https://doi.org/10.57178/jer.v6i2.724
Widayat, A., & Nengzih, N. (2023). The Effect of Financial Literacy, Financial Behavior, and Quality of Accounting Learning on Consumptive Behavior (Case Study on Accounting Students at Private Higher Education Jakarta). Saudi Journal of Economics and Finance. https://doi.org/10.36348/sjef.2023.v07i10.002
NPM: 2413031022
1. Latar Belakang Penelitian
Literasi keuangan merupakan pengetahuan dan pemahaman seseorang mengenai keuangan yang digunakan untuk mengambil keputusan keuangan secara tepat. Literasi keuangan penting bagi mahasiswa karena berkaitan dengan kemampuan mengatur uang saku, membedakan kebutuhan dan keinginan, menabung, serta mengelola pengeluaran sehari-hari.
Namun, masih ada kemungkinan mahasiswa mengalami kesulitan dalam mengelola keuangan, seperti perilaku konsumtif, kurangnya kebiasaan menabung, dan kurangnya perencanaan keuangan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana tingkat literasi keuangan mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Lampung serta faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya literasi keuangan tersebut.
2. Termasuk Jenis Penelitian Apa?
Penelitian ini dapat menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, karena bertujuan memahami secara mendalam kondisi literasi keuangan mahasiswa PSPE FKIP Unila dan faktor-faktor yang memengaruhinya.
Peneliti dapat mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk mengetahui pengalaman mahasiswa dalam mengelola keuangan.
Catatan: jika tujuan utamanya mengukur tingkat literasi keuangan menggunakan skor atau persentase, penelitian kuantitatif juga dapat dipilih.
3. Bagaimana Cara Menentukan Sampel atau Responden?
Responden ditentukan dari mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi (PSPE) FKIP Universitas Lampung yang sesuai dengan fokus penelitian.
Untuk penelitian kualitatif, jumlah responden tidak harus ditentukan berdasarkan rumus tertentu. Peneliti dapat memulai dengan beberapa mahasiswa yang memiliki pengalaman relevan, kemudian menambah responden apabila informasi yang diperoleh belum cukup mendalam.
Responden dipilih berdasarkan relevansi pengalaman dan informasi yang dapat diberikan mengenai literasi keuangan.
4. Teknik Apa yang Digunakan untuk Mengambil Sampel?
Teknik yang sesuai adalah purposive sampling, yaitu pemilihan responden berdasarkan kriteria atau pertimbangan tertentu.
Contoh kriterianya:
- Mahasiswa aktif PSPE FKIP Unila.
- Memiliki pengalaman mengelola uang saku atau keuangan pribadi.
- Bersedia diwawancarai dan memberikan informasi yang diperlukan.
Teknik ini sesuai karena peneliti membutuhkan mahasiswa yang dapat memberikan informasi mendalam mengenai kebiasaan dan pemahaman mereka dalam mengelola keuangan.
5. Grand Theory (Teori Utama) yang Sesuai
Teori utama yang dapat digunakan adalah Teori Literasi Keuangan (Financial Literacy Theory).
Teori ini digunakan untuk memahami pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan mahasiswa dalam mengambil keputusan keuangan. Aspek yang dapat dikaji antara lain:
- Pengetahuan keuangan, yaitu pemahaman tentang tabungan, bunga, utang, dan pengelolaan uang.
- Perilaku keuangan, yaitu kebiasaan menyusun anggaran, menabung, dan mengendalikan pengeluaran.
- Sikap keuangan, yaitu cara pandang mahasiswa terhadap uang, kebutuhan, dan perencanaan masa depan.
Nama : Paulina Silaban
NPM : 24131016
1. Latar Belakang
Literasi keuangan merupakan kemampuan seseorang dalam memahami dan mengelola keuangan pribadi dengan baik. Mahasiswa perlu memiliki literasi keuangan agar mampu mengatur uang, menentukan prioritas kebutuhan, menabung, dan mengendalikan pengeluaran. Namun, masih ada kemungkinan mahasiswa mengalami kesulitan dalam mengelola keuangan sehari-hari. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi literasi keuangan mahasiswa PSPE FKIP Unila serta faktor-faktor yang memengaruhinya.
2. Jenis Penelitian
Penelitian kualitatif dengan metode studi kasus, karena bertujuan memahami pengalaman mahasiswa dan faktor-faktor yang berkaitan dengan rendahnya literasi keuangan.
3. Cara Menentukan Sampel/Responden
Responden dipilih dari mahasiswa aktif PSPE FKIP Unila yang memiliki pengalaman dalam mengelola keuangan pribadi. Jumlah informan ditentukan berdasarkan kecukupan informasi yang diperoleh selama penelitian.
4. Teknik Pengambilan Sampel
Menggunakan purposive sampling, yaitu memilih informan berdasarkan kriteria yang sesuai dengan tujuan penelitian, misalnya mahasiswa yang bersedia diwawancarai dan dapat menjelaskan pengalaman mengelola keuangan pribadi.
5. Grand Theory yang Sesuai
Teori utama: Konsep literasi keuangan (financial literacy), untuk memahami pengetahuan, sikap, dan perilaku mahasiswa dalam mengelola keuangan.
Teori pendukung: Theory of Planned Behavior dari Ajzen (1991), untuk menjelaskan hubungan sikap, pengaruh sosial, dan persepsi kontrol perilaku dengan keputusan keuangan mahasiswa
NPM : 2413031004
1. Latar Belakang
Literasi keuangan merupakan kemampuan seseorang dalam memahami dan mengelola keuangan pribadi, seperti mengatur pengeluaran, menabung, dan membuat perencanaan keuangan. Kemampuan ini penting bagi mahasiswa agar dapat menggunakan uang secara bijak. Namun, masih ada mahasiswa yang kesulitan membedakan kebutuhan dan keinginan serta mengatur pengeluaran sehari-hari. Penelitian Sugiharti dan Maula (2019) membahas literasi keuangan mahasiswa dan menunjukkan bahwa pengetahuan keuangan dasar, tabungan dan pinjaman, serta investasi berkaitan dengan pengelolaan keuangan mahasiswa.
2. Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif, karena bertujuan mengetahui dan menggambarkan tingkat literasi keuangan mahasiswa melalui data angka dan persentase.
3. Cara Menentukan Sampel
Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa aktif PSPE FKIP Unila yang menjadi sasaran penelitian. Setelah jumlah populasi diketahui, peneliti menentukan jumlah sampel berdasarkan kebutuhan penelitian.
4. Teknik Pengambilan Sampel
Teknik yang dapat digunakan adalah Proportionate Stratified Random Sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak berdasarkan kelompok angkatan dengan jumlah yang disesuaikan dengan proporsi mahasiswa setiap angkatan.
5. Teori yang Digunakan
Penelitian ini menggunakan konsep literasi keuangan dengan indikator pengetahuan keuangan dasar, tabungan dan pinjaman, asuransi, serta investasi. Indikator tersebut digunakan dalam penelitian Sugiharti dan Maula (2019).
Daftar Pustaka
1. Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
2. Sugiharti, H., & Maula, K. A. (2019). Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan Mahasiswa. Accounthink: Journal of Accounting and Finance, 4(2), 804–818.
Nama : Revie Nevilla Extin
NPM : 2413031027
1. Latar Belakang Penelitian
Literasi keuangan penting bagi mahasiswa karena berkaitan dengan cara mereka mengelola uang, mengatur pengeluaran, menabung, dan mengambil keputusan keuangan. Namun, masih ada mahasiswa yang kesulitan mengatur uang saku, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menyisihkan uang untuk tabungan. Hal ini bisa terjadi karena kurangnya pemahaman tentang pengelolaan keuangan atau kebiasaan mengatur uang yang belum baik.
Mahasiswa PSPE FKIP Unila menarik untuk diteliti karena mereka mempelajari bidang ekonomi, sehingga penting untuk mengetahui apakah pemahaman ekonomi yang dimiliki juga diikuti dengan kemampuan mengelola keuangan pribadi. Karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana tingkat literasi keuangan mahasiswa PSPE FKIP Unila serta faktor-faktor yang mungkin berkaitan dengannya.
2. Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan kuantitatif deskriptif, karena ingin mengetahui tingkat literasi keuangan mahasiswa melalui data yang diperoleh dari kuesioner.
3. Cara Menentukan Sampel/Responden
Pertama,tentukan jumlah seluruh mahasiswa PSPE FKIP Unila yang menjadi populasi penelitian. Setelah itu, tentukan jumlah responden yang akan diambil sesuai jumlah populasi dan kebutuhan penelitian.
4. Teknik Pengambilan Sampel
Teknik yang bisa digunakan adalah proportionate stratified random sampling, yaitu mengambil responden secara acak dari setiap angkatan sesuai jumlah mahasiswanya. Jadi, setiap angkatan punya perwakilan dalam penelitian.
5. Grand Theory yang Sesuai
Teori yang bisa digunakan adalah Theory of Planned Behavior (TPB) dari Ajzen (1991). Teori ini menjelaskan bahwa sikap, pengaruh lingkungan, dan persepsi seseorang terhadap kemampuannya dapat memengaruhi perilaku. Teori ini bisa digunakan untuk membantu menjelaskan perilaku mahasiswa dalam mengelola keuangan, seperti menabung dan mengatur pengeluaran. Tapi, untuk penelitian yang hanya mengukur tingkat literasi keuangan, teori ini perlu disesuaikan dengan fokus dan indikator penelitian.
NPM : 2413031023
Judul penelitian: Rendahnya Literasi Keuangan Mahasiswa (Studi Kasus pada Mahasiswa PSPE FKIP Unila)
1. Latar Belakang Penelitian
Literasi keuangan merupakan kemampuan seseorang dalam memahami pengetahuan dan konsep keuangan serta menggunakannya untuk mengambil keputusan keuangan yang tepat. Literasi keuangan penting bagi mahasiswa karena pada masa perkuliahan, mahasiswa mulai belajar mengelola uang secara mandiri, memenuhi kebutuhan sehari-hari, mengatur uang saku, menabung, dan menentukan prioritas pengeluaran.
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi (PSPE) FKIP Universitas Lampung merupakan kelompok yang relevan untuk dikaji karena memperoleh pembelajaran yang berkaitan dengan ilmu ekonomi. Namun, pengetahuan ekonomi yang diperoleh selama perkuliahan tidak secara otomatis menjamin bahwa mahasiswa memiliki literasi keuangan yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Sebagian mahasiswa mungkin masih mengalami kesulitan membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun anggaran bulanan, menyisihkan uang untuk tabungan, atau memahami risiko penggunaan layanan keuangan digital.
Rendahnya literasi keuangan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kurangnya kebiasaan mengelola keuangan, minimnya pengalaman dalam mengambil keputusan keuangan, pengaruh lingkungan pergaulan, serta kemudahan melakukan transaksi digital. Apabila tidak dikelola dengan baik, kondisi tersebut dapat menyebabkan pengeluaran yang tidak terencana, kesulitan mengatur uang saku, dan kurangnya kesiapan menghadapi kebutuhan keuangan yang tidak terduga.
2. Jenis Penelitian yang Digunakan
Jenis penelitian yang sesuai adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus.
Penelitian kualitatif digunakan karena peneliti ingin memahami secara mendalam kondisi literasi keuangan mahasiswa, kebiasaan mereka dalam mengelola uang, serta faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan dalam pengelolaan keuangan.
Pendekatan studi kasus dipilih karena penelitian berfokus pada kelompok tertentu, yaitu mahasiswa PSPE FKIP Unila. Data dapat dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Contohnya, peneliti mewawancarai beberapa mahasiswa untuk mengetahui bagaimana mereka mengatur uang saku, menentukan prioritas kebutuhan, menabung, dan mengambil keputusan ketika menghadapi pengeluaran tidak terduga.
3. Cara Menentukan Sampel atau Responden
Dalam penelitian kualitatif, istilah yang lebih tepat biasanya adalah informan penelitian, karena peneliti ingin memperoleh informasi yang mendalam, bukan sekadar mengambil sampel untuk mewakili populasi secara statistik.
Langkah-langkah menentukan informan adalah:
1. Menentukan populasi atau kelompok sasaran. Kelompok sasaran penelitian adalah mahasiswa PSPE FKIP Unila.
2. Menentukan kriteria informan. Misalnya, mahasiswa aktif PSPE FKIP Unila yang mengelola uang saku sendiri dan bersedia diwawancarai.
3. Memilih informan yang relevan. Peneliti dapat memilih mahasiswa dengan pengalaman pengelolaan keuangan yang berbeda agar memperoleh gambaran yang lebih beragam.
4. Menentukan jumlah informan secara bertahap. Penelitian dapat dimulai dengan sekitar 5–10 informan sebagai perkiraan awal, kemudian disesuaikan dengan kedalaman dan kecukupan data yang diperoleh.
4. Teknik Pengambilan Sampel atau Informan
Teknik yang paling sesuai adalah purposive sampling, yaitu pemilihan informan secara sengaja berdasarkan kriteria yang sesuai dengan tujuan penelitian.
Teknik ini dipilih karena tidak semua mahasiswa memiliki pengalaman dan kebiasaan pengelolaan keuangan yang sama. Peneliti perlu memilih mahasiswa yang mampu memberikan informasi relevan mengenai literasi keuangan.
Contoh kriteria informan:
1. Mahasiswa aktif PSPE FKIP Unila.
2. Mengelola uang saku atau keuangan pribadi.
3. Bersedia menceritakan pengalaman dalam mengatur pengeluaran, menabung, dan membuat anggaran.
4. Memiliki pengalaman yang relevan dengan permasalahan yang diteliti.
Peneliti tidak harus memilih mahasiswa yang sejak awal dianggap memiliki literasi keuangan rendah. Sebaiknya, peneliti juga melibatkan mahasiswa dengan tingkat pemahaman yang beragam agar dapat membandingkan pengalaman dan menemukan faktor-faktor yang berkaitan dengan literasi keuangan.
5. Teori yang Sesuai dengan Judul Penelitian
Jika yang dimaksud adalah teori yang sesuai dengan judul, teori utama yang dapat digunakan adalah teori atau konsep literasi keuangan (financial literacy).
Salah satu rujukan yang relevan adalah konsep literasi keuangan dari Chen dan Volpe (1998), yang membahas pengetahuan keuangan pribadi, tabungan dan pinjaman, asuransi, serta investasi.