Diskusi 2

Diskusi 2

Number of replies: 36

Sebutkan macam-macam teknik sampling penelitian kualitatif

In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Alissya Putri Kartika -

Nama : Alissya Putri Kartika

Npm : 2413031011

Macam-macam teknik sampling dalam penelitian kualitatif antara lain:

  1. Purposive Sampling, yaitu pemilihan informan berdasarkan pertimbangan tertentu, misalnya orang yang dianggap paling memahami masalah yang diteliti.

  2. Snowball Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dengan meminta informan awal merekomendasikan informan lain yang sesuai dengan kebutuhan penelitian.

  3. Convenience Sampling, yaitu pemilihan informan berdasarkan kemudahan peneliti dalam menjangkau mereka.

  4. Quota Sampling, yaitu pemilihan informan berdasarkan jumlah atau kuota tertentu yang telah ditetapkan peneliti.

  5. Theoretical Sampling, yaitu pemilihan informan berdasarkan kebutuhan pengembangan teori yang muncul selama proses penelitian, biasanya digunakan dalam pendekatan grounded theory.

  6. Maximum Variation Sampling, yaitu pemilihan informan dengan karakteristik yang beragam untuk memperoleh sudut pandang yang berbeda mengenai suatu fenomena.

  7. Homogeneous Sampling, yaitu pemilihan informan yang memiliki karakteristik atau pengalaman serupa agar peneliti dapat memahami suatu kelompok secara lebih mendalam.

  8. Criterion Sampling, yaitu pemilihan informan yang memenuhi kriteria tertentu sesuai dengan tujuan penelitian.

Menurut saya, teknik yang paling sering digunakan dalam penelitian kualitatif adalah purposive sampling karena peneliti memilih informan yang benar-benar memahami permasalahan yang sedang diteliti. Dalam penelitian kualitatif, pemilihan informan lebih mengutamakan relevansi informasi dan kedalaman data daripada jumlah responden.

Referensi:
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.


In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Nayla Andara -
Nama: Nayla Andara
NPM: 2413031018

Sampling Sistematis

Sampling Kuota

Purposive Sampling: Berdasarkan Tujuan

Sampling Jenuh: Seluruh Anggota Populasi Digunakan Sebagai Sampel Penelitian

Snowball Sampling: Saling Menunjuk

In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Waly Tanti Fitrani -
Nama: Waly Tanti Fitrani
NPM: 2413031031

Dalam penelitian kualitatif, terdapat beberapa teknik sampling yang dapat digunakan, yaitu purposive sampling, snowball sampling, convenience sampling, quota sampling, theoretical sampling, maximum variation sampling, criterion sampling, typical case sampling, extreme atau deviant case sampling, dan total population sampling. Purposive sampling adalah teknik memilih informan berdasarkan kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian, sedangkan snowball sampling dilakukan dengan meminta rekomendasi informan dari informan sebelumnya. Convenience sampling memilih informan yang mudah dijangkau, quota sampling berdasarkan jumlah yang ditentukan untuk kategori tertentu, dan theoretical sampling digunakan untuk mengembangkan teori berdasarkan data yang diperoleh selama penelitian. Sementara itu, maximum variation sampling memilih informan dengan karakteristik beragam, criterion sampling berdasarkan kriteria khusus, typical case sampling memilih kasus yang menggambarkan kondisi umum, extreme atau deviant case sampling memilih kasus yang tidak biasa, dan total population sampling melibatkan seluruh anggota yang memenuhi kriteria penelitian. Teknik yang paling sering digunakan dalam penelitian kualitatif adalah purposive sampling, karena peneliti dapat memilih informan yang dianggap paling memahami dan mampu memberikan informasi mendalam sesuai dengan fokus penelitian.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Syifa Dwi Putriyani -
Nama: Syifa Dwi Putriyani
NPM: 2413031024

Teknik pengambilan sampel dalam penelitian kualitatif terdiri atas beberapa jenis, yaitu:

1. Purposive Sampling, yaitu teknik pemilihan informan berdasarkan pertimbangan tertentu, seperti individu yang dianggap memahami permasalahan dan mampu memberikan informasi yang relevan dengan penelitian.

2. Snowball Sampling, yaitu teknik penentuan informan yang dimulai dari sejumlah informan awal, kemudian berkembang melalui rekomendasi mereka untuk menemukan informan lain yang sesuai dengan kebutuhan penelitian.

3. Convenience Sampling, yaitu pemilihan informan berdasarkan kemudahan peneliti dalam menjangkau dan memperoleh informasi dari individu yang tersedia.

4. Quota Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dengan menetapkan jumlah informan tertentu berdasarkan kategori atau karakteristik yang telah ditentukan.

5. Theoretical Sampling, yaitu pemilihan informan berdasarkan kebutuhan pengembangan teori yang muncul selama proses penelitian, terutama dalam pendekatan grounded theory.

6. Maximum Variation Sampling, yaitu pemilihan informan dengan karakteristik yang beragam untuk memperoleh perspektif yang berbeda mengenai fenomena yang diteliti.

7. Homogeneous Sampling, yaitu pemilihan informan yang memiliki karakteristik atau pengalaman serupa agar peneliti dapat memahami suatu kelompok secara lebih mendalam.

8. Criterion Sampling, yaitu pemilihan informan berdasarkan kriteria khusus yang sesuai dengan tujuan penelitian.

Menurut Sugiyono (2019), teknik purposive sampling dan snowball sampling termasuk teknik yang umum digunakan dalam penelitian kualitatif. Purposive sampling memungkinkan peneliti menentukan informan berdasarkan pertimbangan tertentu, sedangkan snowball sampling dilakukan dengan mengembangkan jumlah informan berdasarkan rekomendasi informan sebelumnya. Pemilihan teknik sampling dalam penelitian kualitatif lebih mengutamakan kesesuaian informan, kedalaman informasi, dan kebutuhan data untuk memahami fenomena yang diteliti.

Referensi:

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Palinkas, L. A., et al. (2015). Purposeful sampling for qualitative data collection and analysis in mixed method implementation research. Administration and Policy in Mental Health and Mental Health Services Research, 42, 533–544.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Laila Asia Somad -
Nmaa : Laila Asia Somad
NPM : 2413031005

Macam-macam teknik sampling dalam penelitian kualitatif yaitu purposive sampling (memilih informan berdasarkan kriteria tertentu), snowball sampling (memilih informan berdasarkan rekomendasi informan sebelumnya), accidental sampling (memilih informan yang kebetulan ditemui), quota sampling (memilih informan sesuai jumlah yang ditentukan), dan sampling jenuh (menggunakan seluruh anggota populasi yang memenuhi kriteria penelitian).
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Salsabila Labibah -

Nama : Salsabila Labibah

NPM : 2413031002


Macam-macam teknik sampling dalam penelitian kualitatif antara lain:

  1. Purposive Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan atau kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian.

  2. Snowball Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dengan bantuan informan awal untuk menemukan informan lain yang memiliki informasi relevan dengan penelitian.

  3. Accidental Sampling, yaitu pemilihan informan berdasarkan siapa saja yang ditemui peneliti dan dianggap sesuai dengan kebutuhan penelitian.

  4. Quota Sampling, yaitu teknik pemilihan sampel dengan menentukan jumlah informan yang dibutuhkan berdasarkan kategori tertentu.

  5. Sampling Jenuh, yaitu teknik pengambilan sampel dengan melibatkan seluruh anggota populasi sebagai informan karena jumlahnya relatif kecil atau seluruhnya diperlukan dalam penelitian.

  6. Theoretical Sampling, yaitu pemilihan informan secara bertahap berdasarkan kebutuhan pengembangan teori yang muncul selama proses penelitian.


In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Nurida Elsa -

Nama: Nurida Elsa

NPM: 2413031012


Dalam penelitian kualitatif, teknik sampling digunakan untuk memilih informan yang dianggap mampu memberikan informasi secara mendalam sesuai dengan tujuan penelitian. Menurut Sugiyono (2019), teknik sampling yang umum digunakan dalam penelitian kualitatif meliputi:

1. Purposive Sampling

Teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan atau kriteria tertentu yang ditetapkan peneliti. Contohnya, memilih guru yang berpengalaman untuk diwawancarai mengenai metode pembelajaran.

2. Snowball Sampling

Teknik pengambilan sampel yang dimulai dari beberapa informan, kemudian berkembang berdasarkan rekomendasi informan sebelumnya. Contohnya, mencari pelaku UMKM melalui rekomendasi pelaku UMKM lainnya.

3. Accidental Sampling

Teknik memilih informan yang kebetulan ditemui dan dianggap sesuai dengan kebutuhan penelitian.

4. Quota Sampling

Teknik pemilihan sampel dengan menetapkan jumlah informan tertentu berdasarkan kategori yang telah ditentukan.

5. Sampling Jenuh

Teknik yang menggunakan seluruh anggota populasi sebagai sampel karena jumlahnya relatif kecil atau peneliti ingin melibatkan semua anggota populasi.

Jadi, Dalam penelitian kualitatif, teknik yang sering digunakan adalah purposive sampling dan snowball sampling karena membantu peneliti memperoleh informasi yang mendalam dan relevan dengan fokus penelitian.

Referensi: Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Nurida Elsa -

Nama: Nurida Elsa

NPM: 2413031012


Dalam penelitian kualitatif, teknik sampling digunakan untuk memilih informan yang dianggap mampu memberikan informasi secara mendalam sesuai dengan tujuan penelitian. Menurut Sugiyono (2019), teknik sampling yang umum digunakan dalam penelitian kualitatif meliputi:

1. Purposive Sampling

Teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan atau kriteria tertentu yang ditetapkan peneliti. Contohnya, memilih guru yang berpengalaman untuk diwawancarai mengenai metode pembelajaran.

2. Snowball Sampling

Teknik pengambilan sampel yang dimulai dari beberapa informan, kemudian berkembang berdasarkan rekomendasi informan sebelumnya. Contohnya, mencari pelaku UMKM melalui rekomendasi pelaku UMKM lainnya.

3. Accidental Sampling

Teknik memilih informan yang kebetulan ditemui dan dianggap sesuai dengan kebutuhan penelitian.

4. Quota Sampling

Teknik pemilihan sampel dengan menetapkan jumlah informan tertentu berdasarkan kategori yang telah ditentukan.

5. Sampling Jenuh

Teknik yang menggunakan seluruh anggota populasi sebagai sampel karena jumlahnya relatif kecil atau peneliti ingin melibatkan semua anggota populasi.

Jadi, Dalam penelitian kualitatif, teknik yang sering digunakan adalah purposive sampling dan snowball sampling karena membantu peneliti memperoleh informasi yang mendalam dan relevan dengan fokus penelitian.

Referensi: Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Serly Natasa -
Nama: Serly Natasa
NPM: 243031028

Teknik sampling dalam penelitian kualitatif yaitu: 
  1. Purposive sampling: peneliti memilih informan secara sengaja berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian.
  2. Snowball sampling: informan awal menunjukkan informan berikutnya, dan seterusnya, sehingga sampel "menggelinding" seperti bola salju. Cocok untuk populasi yang sulit dijangkau.
  3. Convenience sampling: memilih informan yang paling mudah diakses atau tersedia.
  4. Theoretical sampling: khas grounded theory. Sampel dipilih bertahap berdasarkan konsep atau teori yang muncul dari analisis data sebelumnya.
  5. Maximum variation sampling: memilih informan dengan karakteristik yang sangat beragam untuk menangkap berbagai perspektif.
  6. Homogeneous sampling: memilih informan dengan karakteristik yang serupa untuk mendalami subkelompok tertentu.
  7. Typical case sampling: memilih kasus yang dianggap mewakili kondisi rata-rata atau umum.
  8. Extreme/deviant case sampling: memilih kasus yang unik, ekstrem, atau menyimpang dari pola umum.
  9. Critical case sampling: memilih kasus yang dianggap penting dan dapat memberi gambaran luas (jika terjadi di sini, pasti terjadi di tempat lain).
  10. Intensity sampling: memilih kasus yang kaya informasi dan menunjukkan fenomena secara intens, tetapi tidak ekstrem.
  11. Criterion sampling: memilih semua kasus yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.
  12. Quota sampling: menentukan jumlah informan per kategori tertentu (misalnya usia atau jenis kelamin), lalu memilih sampai kuota terpenuhi.
  13. Opportunistic (emergent) sampling: memanfaatkan peluang yang muncul selama pengumpulan data di lapangan.
  14. Stratified purposeful sampling: membagi populasi ke dalam strata, lalu memilih sampel secara purposif dari tiap strata.
  15. Total population sampling: seluruh anggota populasi dijadikan informan, biasanya karena populasinya kecil.
Dalam praktik, ukuran sampel kualitatif biasanya ditentukan oleh kejenuhan data (data saturation), yaitu ketika informasi baru tidak lagi muncul dari informan tambahan.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Eris Ana Dita -

Nama : Eris Ana Dita

Npm : 2413031017

Macam-macam teknik sampling yang digunakan dalam penelitian kualitatif antara lain:

  1. Purposive Sampling, yaitu memilih informan berdasarkan pertimbangan tertentu, misalnya orang yang dianggap paling memahami masalah yang diteliti.
  2. Snowball Sampling, yaitu menentukan informan awal, kemudian mendapatkan informan berikutnya melalui rekomendasi dari informan sebelumnya.
  3. Accidental Sampling, yaitu memilih informan yang kebetulan ditemui dan sesuai dengan kebutuhan penelitian.
  4. Quota Sampling, yaitu memilih informan berdasarkan jumlah atau kuota yang telah ditentukan.
  5. Theoretical Sampling, yaitu memilih informan berdasarkan kebutuhan pengembangan teori yang muncul selama proses penelitian.
  6. Maximum Variation Sampling, yaitu memilih informan dengan karakteristik yang beragam agar memperoleh sudut pandang yang berbeda.
  7. Typical Case Sampling, yaitu memilih informan atau kasus yang dianggap mewakili kondisi umum yang sedang diteliti.

Dalam penelitian kualitatif, teknik yang sering digunakan adalah purposive sampling dan snowball sampling, karena pemilihan informan lebih mengutamakan kesesuaian pengalaman, pengetahuan, dan informasi yang dibutuhkan daripada jumlah responden.

In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Nashita Shafiyah -
Nama: NASHITA SHAFIYAH
NPM: 2413031009

dianggap mampu memberikan informasi mendalam sesuai dengan tujuan penelitian. Menurut Sugiyono (2022), macam-macam teknik sampling dalam penelitian kualitatif antara lain:
1. Purposive Sampling, yaitu pemilihan informan berdasarkan pertimbangan tertentu, misalnya pengalaman atau pengetahuan yang sesuai dengan topik penelitian.
2. Snowball Sampling, yaitu pemilihan informan yang berkembang berdasarkan rekomendasi dari informan sebelumnya.
3. Sampling Jenuh, yaitu teknik pengambilan sampel ketika seluruh anggota populasi yang relevan digunakan sebagai sumber data.
4. Convenience Sampling, yaitu pemilihan informan berdasarkan kemudahan akses dan ketersediaannya untuk memberikan informasi.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Dera Lediana -
Nama ; dera lediana
Npm ; 2413031032

Macam-macam teknik sampling dalam penelitian kualitatif adalah teknik pengambilan sampel yang bertujuan untuk memperoleh informasi secara mendalam dari orang atau sumber data yang dianggap memahami masalah penelitian.

Berikut beberapa teknik sampling yang biasa digunakan dalam penelitian kualitatif.

1. Purposive Sampling adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan atau kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian. Contohnya, memilih guru yang berpengalaman dalam menerapkan Kurikulum Merdeka.

2. Snowball Sampling adalah teknik pengambilan sampel yang dimulai dari beberapa responden, kemudian responden tersebut merekomendasikan orang lain yang sesuai dengan kebutuhan penelitian. Contohnya, mencari informan melalui rekomendasi informan sebelumnya.

3. Sampling Jenuh adalah teknik yang menggunakan seluruh anggota populasi sebagai sampel. Teknik ini dapat digunakan jika jumlah populasi relatif kecil dan seluruh anggotanya relevan dengan penelitian.

4. Accidental Sampling adalah teknik memilih informan yang kebetulan ditemui dan sesuai dengan kebutuhan penelitian. Namun, teknik ini lebih umum digunakan dalam penelitian kuantitatif dan tidak menjadi pilihan utama dalam penelitian kualitatif.

5. Quota Sampling adalah teknik pengambilan sampel dengan menetapkan jumlah informan berdasarkan kategori tertentu. Teknik ini lebih sering digunakan dalam penelitian kuantitatif, meskipun dapat digunakan dalam desain penelitian tertentu.

6. Theoretical Sampling adalah teknik pengambilan sampel yang dikembangkan berdasarkan kebutuhan teori yang sedang dibangun selama proses penelitian. Teknik ini sering digunakan dalam pendekatan grounded theory.

7. Maximum Variation Sampling adalah teknik memilih informan yang memiliki karakteristik beragam untuk memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai suatu fenomena. Contohnya, memilih siswa dengan pengalaman belajar yang berbeda-beda.

8. Criterion Sampling adalah teknik memilih informan yang memenuhi kriteria khusus yang telah ditentukan oleh peneliti. Contohnya, memilih siswa yang telah mengikuti pembelajaran daring selama satu semester.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Indah Rahma alfiah -
Nama : Indah Rahma Alfiah
NPM : 2413031015

Macam-macam teknik sampling dalam penelitian kualitatif umumnya menggunakan non-probability sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anggota populasi untuk dipilih. Pemilihan informan lebih mengutamakan kesesuaian dengan tujuan penelitian dan informasi yang dibutuhkan.

Berikut beberapa teknik sampling yang digunakan dalam penelitian kualitatif:

1. Purposive Sampling Teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan atau kriteria tertentu yang ditetapkan peneliti. Contohnya, memilih guru yang sudah berpengalaman mengajar untuk diwawancarai mengenai metode pembelajaran.

2. Snowball Sampling Teknik pengambilan sampel yang dimulai dari beberapa informan, kemudian berkembang berdasarkan rekomendasi informan sebelumnya. Teknik ini cocok untuk meneliti kelompok atau individu yang sulit ditemukan.

3. Accidental Sampling Teknik memilih informan yang kebetulan ditemui peneliti dan dianggap sesuai dengan kebutuhan penelitian.

4. Quota Sampling Teknik menentukan jumlah informan berdasarkan kategori atau karakteristik tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya.

5. Convenience Sampling Teknik memilih informan berdasarkan kemudahan akses dan ketersediaan mereka untuk memberikan informasi kepada peneliti.

6. Theoretical Sampling Teknik pemilihan informan berdasarkan kebutuhan pengembangan teori yang muncul selama proses penelitian berlangsung. Teknik ini sering digunakan dalam pendekatan grounded theory.

7. Maximum Variation Sampling Teknik memilih informan yang memiliki karakteristik beragam agar peneliti memperoleh gambaran yang lebih luas mengenai fenomena yang diteliti.

Kesimpulan: Dalam penelitian kualitatif, teknik sampling dipilih berdasarkan tujuan penelitian, karakteristik informan, dan kedalaman informasi yang dibutuhkan. Teknik yang sering digunakan adalah purposive sampling dan snowball sampling karena membantu peneliti memperoleh informasi yang relevan dan mendalam dari informan yang tepat.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Vina Nailatul Izza -
Nama : Vina Nailatul Izza
NPM : 2413031007

Dalam penelitian kualitatif, beberapa teknik sampling yang umum digunakan antara lain:

1. Purposive Sampling
Teknik memilih informan berdasarkan pertimbangan tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian. Peneliti memilih orang yang dianggap paling memahami atau memiliki pengalaman terkait masalah yang diteliti.

2. Snowball Sampling
Teknik pengambilan sampel yang dilakukan secara bertahap. Peneliti mendapatkan informan awal, kemudian informan tersebut merekomendasikan orang lain yang dianggap relevan untuk menjadi informan berikutnya.

3. Convenience Sampling
Peneliti memilih informan yang paling mudah ditemui atau diakses dan bersedia memberikan informasi. Teknik ini digunakan ketika peneliti memiliki keterbatasan dalam menemukan informan yang sesuai.

4. Typical Case Sampling
Peneliti memilih informan atau kasus yang dianggap menggambarkan kondisi yang umum atau biasa terjadi dalam suatu kelompok, sehingga dapat memberikan gambaran mengenai keadaan yang diteliti.

5. Snowball Sampling Variasi/Extreme Case Sampling
Teknik ini memilih kasus atau informan yang memiliki kondisi yang berbeda atau cukup menonjol dibandingkan keadaan pada umumnya. Tujuannya untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai suatu fenomena.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Fathiyah Dzahirah 2413031001 -
Nama : fathiyah Dzahirah
NPM : 2413031001

Macam-macam teknik sampling dalam penelitian kualitatif antara lain:
1. Purposive Sampling: Pemilihan informan berdasarkan kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian.
2. Snowball Sampling: Pemilihan informan yang berkembang melalui rekomendasi dari informan sebelumnya.
3. Accidental Sampling: Pemilihan informan yang kebetulan ditemui dan sesuai dengan kebutuhan penelitian.
4. Quota Sampling: Pemilihan informan berdasarkan jumlah atau kuota yang telah ditentukan untuk kategori tertentu.
5. Sampling Jenuh: Menggunakan seluruh anggota populasi yang memenuhi kriteria sebagai informan penelitian.
6. Theoretical Sampling: Pemilihan informan berdasarkan kebutuhan pengembangan teori selama proses penelitian berlangsung.
7. Maximum Variation Sampling: Memilih informan dengan karakteristik yang beragam untuk memperoleh perspektif yang berbeda.
8. Homogeneous Sampling: Memilih informan yang memiliki karakteristik atau pengalaman yang relatif sama.
9. Typical Case Sampling: Memilih informan atau kasus yang dianggap mewakili kondisi umum.
10. Extreme atau Deviant Case Sampling: Memilih kasus yang memiliki karakteristik tidak biasa atau menyimpang dari kondisi umum.
Kesimpulan: Teknik sampling yang sering digunakan dalam penelitian kualitatif adalah purposive sampling dan snowball sampling, karena pemilihan informan lebih mengutamakan relevansi informasi dan kedalaman data daripada jumlah sampel.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by MUHAMMAD ARIFIN ILHAM -
Nama Muhammad Arifin Ilham
NPM 2413031003

Teknik sampling dalam penelitian kualitatif terdiri dari beberapa macam, yaitu purposive sampling, yaitu pemilihan informan berdasarkan kriteria dan tujuan penelitian; snowball sampling, yaitu pemilihan informan yang berkembang melalui rekomendasi dari informan sebelumnya; accidental sampling, yaitu pemilihan informan yang ditemui secara kebetulan dan sesuai kebutuhan penelitian; quota sampling, yaitu pemilihan informan berdasarkan jumlah atau kuota yang telah ditentukan; serta theoretical sampling, yaitu pemilihan informan berdasarkan kebutuhan pengembangan teori selama penelitian berlangsung. Teknik yang paling sering digunakan adalah purposive sampling dan snowball sampling karena membantu peneliti memperoleh informasi yang mendalam dan sesuai dengan fokus penelitian.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Susan Ti -
NAMA:SUSANTI
NPM:2413031034

Macam-macam teknik sampling penelitian kualitatif antara lain:

1. Purposive Sampling
Pemilihan informan berdasarkan pertimbangan atau kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian.

2. Snowball Sampling
Peneliti memperoleh informan awal, kemudian informan tersebut membantu merekomendasikan informan lain yang dianggap relevan.

3. Convenience Sampling
Pemilihan informan berdasarkan kemudahan peneliti dalam mendapatkan atau mengakses sumber data.

4. Quota Sampling
Peneliti menentukan jumlah atau kuota informan berdasarkan karakteristik tertentu yang dibutuhkan dalam penelitian.

5. Theoretical Sampling
Informan dipilih secara bertahap berdasarkan kebutuhan pengembangan teori yang muncul selama proses penelitian. Teknik ini banyak digunakan dalam pendekatan Grounded Theory.

6. Criterion Sampling
Informan dipilih karena memenuhi kriteria tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti.

7. Maximum Variation Sampling
Peneliti memilih informan dengan karakteristik yang beragam untuk memperoleh berbagai sudut pandang mengenai fenomena yang diteliti.

Kesimpulannya, teknik sampling kualitatif lebih menekankan pada kedalaman dan relevansi informasi, bukan pada jumlah sampel yang besar. Karena itu, informan dipilih berdasarkan kemampuan mereka memberikan informasi yang sesuai dengan fokus penelitian.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Refamei Kudadiri -
Nama: Refamei Kudadiri
Npm:2413031014

Macam-macam teknik sampling dalam penelitian kualitatif umumnya menggunakan non-probability sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang yang sama kepada setiap anggota populasi untuk dipilih.

Berikut beberapa teknik sampling dalam penelitian kualitatif:

1. Purposive Sampling: Pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan atau kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian. Contoh: memilih mahasiswa yang pernah menerima beasiswa KIP Kuliah untuk diwawancarai.
2. Snowball Sampling: Pengambilan sampel yang dimulai dari satu atau beberapa informan, kemudian berkembang berdasarkan rekomendasi informan sebelumnya. Contoh: mencari informan mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi melalui rekomendasi mahasiswa lainnya.
3. Accidental Sampling: Memilih informan yang kebetulan ditemui dan dianggap sesuai dengan kebutuhan penelitian.
4. Quota Sampling: Memilih informan berdasarkan jumlah atau kuota tertentu yang telah ditetapkan peneliti.
5. Sampling Jenuh: Menggunakan seluruh anggota populasi sebagai informan karena jumlahnya relatif kecil atau seluruh anggota diperlukan dalam penelitian.
6. Theoretical Sampling: Memilih informan berdasarkan kebutuhan pengembangan teori yang muncul selama proses penelitian, terutama dalam pendekatan grounded theory.
lebih menekankan pada kedalaman informasi dan relevansinya dengan fokus penelitian, bukan pada jumlah informan semata.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Alya Khoirun Nisa -
Nama : Alya Khoirun Nisa
NPM : 2413031019

Dalam penelitian kualitatif, teknik sampling umumnya menggunakan purposive sampling, yaitu pemilihan informan secara sengaja berdasarkan kriteria dan kebutuhan penelitian. Beberapa macam teknik sampling yang dapat digunakan antara lain:

1. Purposive Sampling (Sampling Bertujuan) Teknik pemilihan informan berdasarkan pertimbangan tertentu, seperti pengalaman, pengetahuan, atau keterlibatan mereka dalam permasalahan yang diteliti.

2. Snowball Sampling (Sampling Bola Salju) Teknik pengambilan sampel yang dimulai dari beberapa informan, kemudian informan tersebut membantu peneliti menemukan informan lain yang sesuai dengan kebutuhan penelitian.

3. Convenience Sampling (Sampling Berdasarkan Kemudahan) Pemilihan informan dilakukan berdasarkan kemudahan akses dan kesediaan mereka untuk berpartisipasi dalam penelitian.

4. Quota Sampling (Sampling Kuota) Peneliti menentukan jumlah informan berdasarkan kategori atau karakteristik tertentu, kemudian memilih informan hingga jumlah yang ditetapkan terpenuhi.

5. Maximum Variation Sampling (Sampling Variasi Maksimum) Pemilihan informan dengan karakteristik yang beragam untuk memperoleh berbagai sudut pandang dan pengalaman mengenai fenomena yang diteliti.

6. Criterion Sampling (Sampling Berdasarkan Kriteria) Pemilihan informan dilakukan dengan menetapkan kriteria khusus yang harus dipenuhi, misalnya pengalaman atau keterlibatan dalam suatu kegiatan tertentu.

7. Theoretical Sampling (Sampling Teoretis) Teknik yang umumnya digunakan dalam penelitian grounded theory. Informan dipilih secara bertahap berdasarkan temuan dan kebutuhan pengembangan teori selama proses penelitian berlangsung.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Davina Nur Ramadhani -
Nama: Davina Nur Ramadhani

Macam-macam teknik sampling metode kualitatif:
Non Probability sampling
1. Sampling sistematis
2. Sampling kuota
3. Purposive sampling
4. Sampling jenuh
5. Snowball sampling
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Saskia Kanesa Dinia -
Nama: Saskia Kanesa Dinia
NPM: 2413031021

Macam-macam teknik sampling dalam penelitian kualitatif:

1. Purposive Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan kriteria atau pertimbangan tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian.

2. Snowball Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dengan meminta bantuan informan awal untuk menunjukkan informan lain yang sesuai dengan kebutuhan penelitian.

3. Accidental Sampling, yaitu pemilihan informan yang ditemui secara kebetulan dan dianggap sesuai dengan kebutuhan penelitian.

4. Quota Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dengan menentukan jumlah informan tertentu sesuai kriteria yang telah ditetapkan.

5. Sampling Jenuh, yaitu teknik pengambilan sampel dengan menggunakan seluruh anggota populasi sebagai informan karena jumlahnya relatif kecil atau seluruhnya diperlukan dalam penelitian.

6. Theoretical Sampling, yaitu teknik pemilihan informan berdasarkan kebutuhan pengembangan teori yang muncul selama proses penelitian berlangsung.

7. Criterion Sampling, yaitu teknik memilih informan yang memenuhi kriteria tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Reyhta Putri Herdian -
Nama : Reyhta Putri Herdian
NPM : 2413031035

Teknik pengambilan sampel dalam penelitian kualitatif memiliki beberapa jenis yang dapat disesuaikan dengan tujuan dan kebutuhan penelitian. sampling merupakan teknik pemilihan informan berdasarkan pertimbangan tertentu, misalnya orang yang memiliki pengetahuan dan pengalaman terkait permasalahan yang diteliti. Snowball sampling dilakukan dengan memilih informan awal yang kemudian merekomendasikan informan lain yang dianggap relevan. Sementara itu, convenience sampling adalah pemilihan informan berdasarkan kemudahan akses dan ketersediaannya untuk memberikan informasi.

Selanjutnya, quota sampling merupakan teknik pemilihan informan dengan menentukan jumlah tertentu berdasarkan kategori atau karakteristik yang telah ditetapkan. Theoretical sampling dilakukan dengan memilih informan berdasarkan kebutuhan pengembangan teori yang muncul selama penelitian, terutama dalam pendekatan grounded theory. Maximum variation samplingbertujuan memperoleh informasi dari informan dengan karakteristik yang beragam sehingga peneliti dapat memahami berbagai sudut pandang terhadap fenomena yang dikaji. Sebaliknya, homogeneous sampling memilih informan yang memiliki karakteristik atau pengalaman serupa agar suatu kelompok dapat dipahami secara lebih mendalam. Adapun criterion sampling dilakukan dengan memilih informan yang memenuhi kriteria khusus sesuai dengan tujuan penelitian.

Menurut Sugiyono (2019), purposive sampling dan snowball sampling merupakan teknik yang umum digunakan dalam penelitian kualitatif. sampling* membantu peneliti menentukan informan berdasarkan pertimbangan yang relevan, sedangkan snowball sampling memungkinkan peneliti menemukan informan tambahan melalui rekomendasi informan sebelumnya. Dengan demikian, pemilihan teknik pengambilan sampel dalam penelitian kualitatif lebih menekankan kesesuaian informan, kedalaman informasi, dan relevansi data untuk memahami fenomena yang diteliti, bukan semata-mata jumlah informan.

Referensi:

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D Bandung: Alfabeta.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Palinkas, L. A., et al. (2015). Purposeful sampling for qualitative data collection and analysis in mixed method implementation research. Administration and Policy in Mental Health and Mental Health Services Research, 42, 533–544.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Tantowi Jauhari -
Nama: Tantowi Jauhari
NPM: 2413031008

1. Purposive Sampling, yaitu teknik memilih informan berdasarkan pertimbangan tertentu, misalnya orang yang dianggap paling memahami masalah penelitian.
2. Snowball Sampling, yaitu teknik menentukan informan berdasarkan rekomendasi dari informan sebelumnya.
3. Accidental Sampling, yaitu memilih informan yang kebetulan ditemui dan sesuai dengan kebutuhan penelitian.
4. Quota Sampling, yaitu memilih informan berdasarkan jumlah atau kuota tertentu yang telah ditetapkan.
5. Theoretical Sampling, yaitu memilih informan berdasarkan kebutuhan pengembangan teori yang sedang diteliti.
6. Sampling Jenuh, yaitu menggunakan seluruh anggota populasi sebagai sumber informasi ketika jumlahnya relatif kecil atau seluruh anggota diperlukan dalam penelitian.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by TRIASWARI AYUNANDINI -
Nama: Triaswari Ayunandini
NPM: 2413031029

Dalam penelitian kualitatif, kita tidak bertujuan mencari sampel yang mewakili seluruh populasi (generalisasi) seperti di penelitian kuantitatif, melainkan mencari kedalaman informasi. Karena itu, teknik yang dipakai adalah Non-Probability Sampling (sampel dipilih secara sengaja, bukan acak). Berdasarkan buku yang saya baca, berikut beberapa  macam tekniknya:

  1. Purposive Sampling (Sampling Bertujuan) Ini teknik yang paling sering dipakai mahasiswa. Intinya, peneliti sengaja memilih sampel berdasarkan kriteria atau tujuan tertentu. Sampel dipilih karena dianggap paling tahu dan paham tentang masalah yang sedang diteliti.

  2. Snowball Sampling (Sampling Bola Salju) Ibarat bola salju yang menggelinding dan makin besar. Peneliti awalnya cuma mewawancarai 1-2 orang informan kunci. Setelah itu, peneliti meminta rekomendasi dari mereka untuk mencari informan berikutnya, terus begitu sampai datanya dirasa sudah cukup (jenuh).

  3. Theoretical Sampling (Sampling Teoretis) Teknik ini biasanya dipakai kalau kita ingin membuat teori baru dari lapangan. Peneliti mencari sampel secara bertahap sambil jalan, menyesuaikan dengan temuan teori yang mulai kelihatan dari data-data sebelumnya.

  4. Maximum Variation Sampling (Sampling Variasi Maksimum) Peneliti sengaja memilih sampel yang kondisinya sangat berbeda-beda atau bervariasi. Tujuannya supaya kita bisa melihat sebuah masalah dari berbagai sudut pandang yang sangat beragam.

  5. Accidental/Convenience Sampling (Sampling Kebetulan/Kenyamanan) Ini teknik yang paling gampang. Peneliti menjadikan siapa saja yang kebetulan lewat atau mudah ditemui sebagai sampel, asalkan orangnya cocok dengan topik penelitian. Biasanya teknik ini cuma dipakai buat observasi awal.

  6. Extreme/Deviant Case Sampling (Sampling Kasus Ekstrem) Memilih kasus yang sangat unik, langka, atau beda dari yang lain. Misalnya, meneliti satu-satunya desa tertinggal yang masyarakatnya melek investasi saham. Kasus yang di luar kebiasaan ini dipelajari secara mendalam.

  7. Typical Case Sampling (Sampling Kasus Tipikal) Kebalikan dari yang ekstrem, teknik ini justru memilih sampel yang "biasa-biasa saja" atau rata-rata. Tujuannya untuk memberikan gambaran kepada pembaca tentang bagaimana kondisi yang normal atau umum terjadi.

  8. Critical Case Sampling (Sampling Kasus Kritis) Memilih sampel atau kasus yang sifatnya sangat penting/kritis. Logikanya: "Kalau hal ini bisa terjadi pada kelompok yang paling sulit (kasus kritis), berarti pasti terjadi juga di kelompok lain yang lebih mudah."

  9. Homogeneous Sampling (Sampling Homogen) Memilih sampel yang punya ciri-ciri atau latar belakang yang sangat mirip (satu circle/kelompok kecil). Teknik ini paling pas kalau kita mau mengumpulkan mereka dalam satu forum diskusi (FGD).

  10. Opportunistic Sampling (Sampling Oportunistik) Pengambilan sampel yang sangat fleksibel. Peneliti tidak mematok sampel dari awal, tapi mengambil sampel dadakan menyesuaikan dengan momen, kejadian, atau peluang yang tiba-tiba muncul pas lagi turun ke lapangan.

Sumber:

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Patton, M. Q. (2015). Qualitative Research & Evaluation Methods: Integrating Theory and Practice (4th ed.). SAGE Publications.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.


In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Amara Gusti Kharisma -
Nama : Amara Gusti Kharisma
NPM : 2413031033

Dalam penelitian kualitatif, teknik sampling digunakan untuk menentukan informan atau sumber data yang dianggap mampu memberikan informasi sesuai dengan fokus penelitian. Teknik sampling yang biasanya digunakan antara lain:

1. Purposive sampling, yaitu pemilihan informan berdasarkan pertimbangan atau kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian.

2. Snowball sampling, yaitu pemilihan informan yang berkembang dari rekomendasi informan sebelumnya hingga peneliti memperoleh informasi yang dibutuhkan.

3. Accidental sampling, yaitu pemilihan informan yang kebetulan ditemui dan dianggap sesuai dengan kebutuhan penelitian.

4. Quota sampling, yaitu pemilihan informan berdasarkan jumlah atau kuota tertentu yang telah ditetapkan peneliti.

5. Sampling teoritis, yaitu pemilihan informan berdasarkan teori atau konsep yang sedang dikembangkan selama proses penelitian berlangsung.

6. Convenience sampling, yaitu pemilihan informan berdasarkan kemudahan akses dan ketersediaannya untuk memberikan informasi.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Resti Gustin -
Nama : Resti Gustin

Npm : 2413031020

Macam-macam teknik sampling dalam penelitian kualitatif antara lain:

1. Purposive Sampling: Teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu, misalnya memilih informan yang dianggap paling memahami masalah penelitian.
2. Snowball Sampling: Teknik pengambilan sampel dengan meminta informan awal merekomendasikan informan lain yang sesuai dengan kebutuhan penelitian.
3. Accidental Sampling: Teknik memilih informan yang kebetulan ditemui dan dianggap sesuai dengan kebutuhan penelitian.
4. Quota Sampling: Teknik pengambilan sampel dengan menentukan jumlah informan berdasarkan kuota tertentu.
5. Sampling Jenuh: Teknik yang menggunakan seluruh anggota populasi sebagai sampel.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Rahma Amelia -
Nama: Rahma Amelia
NPM: 2413031026
macam macam teknik sampling penelitian kualitatif
Purposive sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan pertimbangan dan kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian.
Snowball sampling, yaitu pengambilan sampel yang berkembang dari informan awal ke informan lain berdasarkan rekomendasi.
Accidental sampling, yaitu pemilihan informan yang kebetulan ditemui dan sesuai dengan kebutuhan penelitian.
Quota sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan jumlah atau kuota yang telah ditentukan.
Sampling jenuh, yaitu penggunaan seluruh anggota populasi sebagai sampel ketika jumlah populasi relatif kecil atau seluruh anggota diperlukan.
Theoretical sampling, yaitu pemilihan informan secara bertahap berdasarkan kebutuhan pengembangan teori dalam penelitian.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Alya Nurani -
Alya Nurani
2413031025

Jawaban:
Teknik pengambilan sampel dalam penelitian kualitatif terdiri dari purposive sampling, snowball sampling, convenience sampling, quota sampling, theoretical sampling, maximum variation sampling, homogeneous sampling, dan criterion sampling. Setiap metode memiliki cara berbeda dalam memilih informan yang disesuaikan dengan tujuan penelitian. Sampling purposif memilih partisipan berdasarkan kriteria tertentu, sedangkan sampling snowball memanfaatkan saran dari informan yang ada. Metode lainnya memikirkan tentang aksesibilitas, kuota, pengembangan teori, variasi, kesamaan sifat, atau kriteria spesifik. Pengambilan sampel purposif sering dipilih karena menekankan informan yang memiliki pemahaman mengenai isu penelitian. Umumnya, penelitian kualitatif lebih fokus pada relevansi informasi dan kedalaman data dibandingkan jumlah responden untuk mendapatkan pemahaman fenomena secara menyeluruh.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by FERIN OKTAVIA RAMADANI -
Nama : Ferin Oktavia Ramadani
NPM : 2413031023

Berikut beberapa macam teknik sampling yang umum digunakan dalam penelitian kualitatif

1. Purposive Sampling
Purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel yang dilakukan secara sengaja berdasarkan pertimbangan atau kriteria tertentu yang telah ditetapkan peneliti. Informan dipilih karena dianggap memiliki pengetahuan, pengalaman, atau informasi yang relevan dengan permasalahan penelitian.
Contoh: Penelitian mengenai penggunaan media sosial sebagai sarana promosi UMKM. Peneliti memilih lima pemilik UMKM yang aktif menggunakan Instagram atau TikTok untuk memasarkan produknya.
Penjelasan: Teknik ini sesuai digunakan ketika peneliti membutuhkan informan yang benar-benar memahami masalah yang diteliti, bukan sekadar memilih responden secara acak.

2. Snowball Sampling
Snowball sampling adalah teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan meminta bantuan informan awal untuk merekomendasikan informan lain yang sesuai dengan kebutuhan penelitian. Proses tersebut berlanjut hingga peneliti memperoleh informasi yang memadai.
Contoh: Peneliti ingin mengetahui pengalaman mahasiswa yang menjalankan usaha sambil kuliah. Peneliti mewawancarai seorang mahasiswa wirausaha, kemudian meminta rekomendasi mahasiswa lain yang memiliki pengalaman serupa.
Penjelasan: Teknik ini cocok digunakan apabila informan sulit ditemukan atau peneliti belum memiliki daftar lengkap orang yang sesuai dengan kriteria penelitian.

3. Accidental Sampling
Accidental sampling adalah teknik pemilihan sampel berdasarkan siapa saja yang secara kebetulan ditemui peneliti dan dianggap sesuai dengan kebutuhan penelitian.
Contoh: Peneliti ingin mengetahui pengalaman konsumen dalam menggunakan dompet digital. Peneliti mewawancarai pengguna dompet digital yang kebetulan ditemui di lingkungan kampus dan bersedia memberikan informasi.
Penjelasan: Teknik ini lebih sering dikenal dalam penelitian kuantitatif sebagai teknik nonprobabilitas. Dalam penelitian kualitatif, pemilihan informan berdasarkan kemudahan ditemui dapat digunakan dalam kondisi tertentu, tetapi peneliti tetap perlu memastikan informan memiliki pengalaman yang relevan dan mampu memberikan informasi mendalam.

4. Quota Sampling
Quota sampling adalah teknik pengambilan sampel dengan menetapkan jumlah atau kuota informan berdasarkan kategori tertentu yang telah ditentukan sebelumnya.
Contoh: Peneliti ingin mengetahui pengalaman mahasiswa dalam menjalankan usaha. Peneliti menetapkan kuota lima mahasiswa yang memiliki usaha online dan lima mahasiswa yang memiliki usaha offline.
Penjelasan: Teknik ini membantu peneliti memperoleh informasi dari beberapa kelompok yang berbeda sesuai kuota yang telah ditentukan. Namun, teknik ini lebih umum digunakan dalam penelitian kuantitatif dan tidak selalu menjadi pilihan utama dalam penelitian kualitatif.

5. Theoretical Sampling
Theoretical sampling adalah teknik pemilihan informan atau data secara bertahap berdasarkan konsep dan teori yang mulai berkembang selama proses penelitian. Peneliti menentukan siapa yang perlu diwawancarai berikutnya berdasarkan temuan sebelumnya.
Contoh: Dalam penelitian tentang motivasi mahasiswa berwirausaha, peneliti menemukan bahwa dukungan keluarga berpengaruh terhadap keputusan memulai usaha. Peneliti kemudian mencari informan tambahan yang memiliki pengalaman berbeda terkait dukungan keluarga untuk memperdalam temuannya.
Penjelasan: Teknik ini banyak digunakan dalam pendekatan Grounded Theory, yaitu pendekatan penelitian yang bertujuan membangun teori berdasarkan data lapangan. Pemilihan informan dilakukan secara fleksibel mengikuti perkembangan analisis.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Rahmi Taqiya Darmawanti -

Rahmi Taqiya Darmawanti

2413031006

Macam-macam teknik sampling dalam penelitian kualitatif yang umum digunakan menurut Sugiyono adalah sebagai berikut.

  1. Purposive sampling
    Teknik pemilihan informan atau sumber data berdasarkan pertimbangan dan kriteria tertentu, misalnya orang yang dianggap paham atau paling mengetahui masalah yang diteliti.
  2. Snowball sampling
    Teknik pengambilan sampel yang dimulai dari sedikit informan, kemudian informan tersebut merekomendasikan orang lain yang relevan, sehingga jumlah informan bertambah secara berantai.
  3. Incidental atau accidental sampling
    Teknik pemilihan informan berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara tidak sengaja bertemu dengan peneliti dan dianggap sesuai dengan kebutuhan penelitian.
  4. Sampling jenuh
    Teknik pengambilan sampel apabila semua anggota populasi digunakan sebagai sumber data, biasanya karena jumlah populasi relatif kecil.

Dalam penelitian kualitatif, teknik yang paling sering digunakan adalah purposive sampling dan snowball samplingkarena penelitian kualitatif menekankan pemilihan informan yang benar-benar memahami atau mengalami permasalahan yang diteliti.

In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Mourien Ganesti -

Nama : Mourien Ganesti

Npm : 2413031013

Teknik sampling penelitian kualitatif (bersifat non-probabilitas/berdasarkan kriteria):

  1. Purposive Sampling: Memilih sampel berdasarkan kriteria atau tujuan khusus penelitian (paling umum).

  2. Snowball Sampling: Mencari sampel secara berantai dari informan sebelumnya (cocok untuk kelompok tertutup/sulit dijangkau).

  3. Theoretical Sampling: Sampel berkembang mengikuti teori yang sedang dibangun (Grounded Theory).

  4. Convenience Sampling: Berdasarkan kemudahan akses dan ketersediaan waktu/tempat.

  5. Opportunistic Sampling: Fleksibel menambah sampel berdasarkan kesempatan tak terduga di lapangan.


TEKNIK KUANTITATIF

A. Probability Sampling (Sampel Acak)

Setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk dipilih sebagai sampel.

  • Simple Random Sampling: Pengambilan sampel dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata di dalam populasi (contoh: menggunakan undian atau tabel angka random).
  • Stratified Random Sampling: Populasi dibagi menjadi kelompok-kelompok homogen yang lebih kecil (strata), lalu sampel diambil secara acak dari setiap strata (contoh: stratifikasi berdasarkan tingkat kelas atau pendapatan).
  • Cluster Sampling (Area Sampling): Populasi dibagi berdasarkan wilayah atau kelompok (cluster), lalu beberapa cluster dipilih secara acak untuk diteliti seluruh atau sebagian anggotanya.
  • Systematic Sampling: Pengambilan sampel berdasarkan urutan atau interval tertentu dari daftar populasi (contoh: mengambil setiap kelipatan 10 dari daftar absen).

Non-Probability Sampling (Sampel Non-Acak)

  • Accidental / Convenience Sampling: Sampel diambil berdasarkan kebetulan atau kemudahan akses (contoh: peneliti mewawancarai siapa saja yang ditemui di lokasi penelitian).
  • Purposive Sampling (Judgement Sampling): Sampel dipilih berdasarkan pertimbangan atau kriteria khusus yang ditetapkan oleh peneliti sesuai dengan tujuan penelitian.
  • Quota Sampling: Menentukan jumlah (kuota) tertentu dari subjek dengan karakteristik tertentu hingga jumlah tersebut terpenuhi.
  • Snowball Sampling: Teknik "bola salju", di mana sampel awal yang sedikit diminta untuk merekomendasikan responden lain hingga jumlah data mencukupi (biasanya untuk populasi yang sulit dijangkau, seperti komunitas marginal).
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Paulina Silaban -
Nama : Paulina Silaban 
NPM : 2413031016 

Penelitian Kualitatif
Purposive sampling: memilih informan berdasarkan kriteria tertentu.
Snowball sampling: informan awal membantu menemukan informan berikutnya.
Quota sampling: memilih informan sesuai jumlah atau kuota yang ditentukan.
 Accidental sampling: memilih informan yang kebetulan ditemui dan sesuai kebutuhan penelitian.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Eka Saryuni -
Nama: Eka Saryuni
NPM: 2413031030

1. Purposive Sampling, yaitu teknik pemilihan sampel berdasarkan pertimbangan atau kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian.
2. Snowball Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang dimulai dari beberapa informan, kemudian berkembang berdasarkan rekomendasi informan sebelumnya.
3. Accidental Sampling, yaitu teknik pemilihan sampel berdasarkan informan yang kebetulan ditemui dan dianggap sesuai dengan kebutuhan penelitian.
4. Quota Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dengan menetapkan jumlah atau kuota tertentu sesuai kebutuhan penelitian.
5. Sampling Jenuh, yaitu teknik pengambilan sampel dengan menggunakan seluruh anggota populasi sebagai sampel penelitian.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Tiara Vita Loka -
Nama: Tiara Vita Loka
NPM: 2413031022

Macam-macam teknik sampling yang umum digunakan dalam penelitian kualitatif adalah sebagai berikut.

1. Purposive Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan atau kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian.

2. Snowball Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang dimulai dari beberapa informan, kemudian informan tersebut membantu menunjukkan informan lain yang sesuai dengan kebutuhan penelitian.

3. Accidental Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan siapa saja yang secara kebetulan ditemui peneliti dan dianggap sesuai sebagai sumber informasi.

4. Sampling Kuota, yaitu teknik pengambilan sampel dengan menentukan jumlah atau kuota informan yang dibutuhkan sesuai kriteria tertentu.

5. Sampling Jenuh, yaitu teknik pengambilan sampel dengan menggunakan seluruh anggota populasi sebagai sumber data apabila jumlahnya relatif kecil atau peneliti ingin memperoleh informasi dari semuanya.

6. Theoretical Sampling, yaitu teknik pemilihan informan berdasarkan kebutuhan pengembangan teori yang muncul selama proses penelitian berlangsung.

Jadi, dalam penelitian kualitatif, teknik yang sering digunakan adalah purposive sampling dan snowball sampling, karena peneliti lebih mengutamakan informan yang memiliki pengetahuan, pengalaman, dan informasi yang mendalam sesuai dengan fokus penelitian.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Revie Nevilla Extin -

Nama : Revie Nevilla Extin 

NPM : 2413031027

Teknik sampling kualitatif

Teknik sampling yang bisa digunakan dalam penelitian kualitatif:

1. Purposive Sampling, memilih informan sesuai kriteria penelitian.

2. Snowball Sampling, mencari informan dari rekomendasi informan sebelumnya.

3. Accidental Sampling, memilih informan yang kebetulan ditemui dan sesuai dengan kebutuhan penelitian.

4. Theoretical Sampling, memilih informan sesuai kebutuhan data yang berkembang selama penelitian.

5. Typical Case Sampling, memilih informan atau kasus yang dianggap mewakili kondisi umum.

6. Quota Sampling, memilih informan sampai jumlah yang sudah ditentukan terpenuhi.

In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Nasroh Aulia -
Nama : Nasroh Aulia
NPM : 2413031004

Macam-Macam Teknik Probability Sampling (Kuantitatif)

1. Simple Random Sampling Teknik pengambilan sampel secara acak sehingga setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih.

2. Proportionate Stratified Random Sampling Teknik pengambilan sampel secara acak dari setiap kelompok dalam populasi dengan jumlah sampel yang sesuai dengan proporsi kelompok tersebut.

3. Disproportionate Stratified Random Sampling Teknik pengambilan sampel dari kelompok populasi yang berstrata, tetapi jumlah sampelnya tidak sebanding dengan proporsi setiap kelompok.

4. Area (Cluster) Sampling Teknik pengambilan sampel berdasarkan kelompok wilayah atau daerah tertentu yang dipilih secara acak.

Macam-Macam Teknik Non-Probability Sampling kualitatif

1. Sampling Sistematis Teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan atau pola tertentu.

2. Sampling Kuota Teknik pengambilan sampel dengan menentukan jumlah responden sesuai kebutuhan penelitian.

3. Purposive Sampling Teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan atau kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian.

4. Sampling Jenuh Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan seluruh anggota populasi sebagai sampel penelitian.

5. Snowball Sampling Teknik pengambilan sampel dengan memperoleh responden baru berdasarkan rekomendasi responden sebelumnya.