Diskusi 3

Diskusi 3

Diskusi 3

Number of replies: 36

  • Sebutkan macam-macam teknik sampling penelitian kualitatif?


In reply to First post

Re: Diskusi 3

by Alissya Putri Kartika -

Nama : Alissya Putri Kartika 

Npm : 2413031011

Macam-macam teknik sampling dalam penelitian kualitatif antara lain:

  1. Purposive Sampling, yaitu pemilihan informan berdasarkan pertimbangan tertentu, misalnya orang yang dianggap paling memahami masalah yang diteliti.

  2. Snowball Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dengan meminta informan awal merekomendasikan informan lain yang sesuai dengan kebutuhan penelitian.

  3. Convenience Sampling, yaitu pemilihan informan berdasarkan kemudahan peneliti dalam menjangkau mereka.

  4. Quota Sampling, yaitu pemilihan informan berdasarkan jumlah atau kuota tertentu yang telah ditetapkan peneliti.

  5. Theoretical Sampling, yaitu pemilihan informan berdasarkan kebutuhan pengembangan teori yang muncul selama proses penelitian, biasanya digunakan dalam pendekatan grounded theory.

  6. Maximum Variation Sampling, yaitu pemilihan informan dengan karakteristik yang beragam untuk memperoleh sudut pandang yang berbeda mengenai suatu fenomena.

  7. Homogeneous Sampling, yaitu pemilihan informan yang memiliki karakteristik atau pengalaman serupa agar peneliti dapat memahami suatu kelompok secara lebih mendalam.

  8. Criterion Sampling, yaitu pemilihan informan yang memenuhi kriteria tertentu sesuai dengan tujuan penelitian.

Menurut saya, teknik yang paling sering digunakan dalam penelitian kualitatif adalah purposive sampling karena peneliti memilih informan yang benar-benar memahami permasalahan yang sedang diteliti. Dalam penelitian kualitatif, pemilihan informan lebih mengutamakan relevansi informasi dan kedalaman data daripada jumlah responden.

Macam-macam teknik sampling dalam penelitian kuantitatif dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu probability sampling dan non-probability sampling.

  1. Probability Sampling
    Teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang terpilih kepada setiap anggota populasi berdasarkan mekanisme pemilihan yang ditentukan.

a. Simple Random Sampling, pengambilan sampel secara acak sehingga setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih.

b. Proportionate Stratified Random Sampling, pengambilan sampel secara acak dari setiap kelompok atau strata sesuai proporsi jumlah anggotanya.

c. Disproportionate Stratified Random Sampling, pengambilan sampel dari setiap strata tanpa mengikuti proporsi jumlah anggota dalam populasi.

d. Cluster Sampling, pengambilan sampel berdasarkan kelompok atau klaster tertentu, misalnya kelas atau sekolah.

e. Systematic Sampling, pengambilan sampel dengan menentukan titik awal secara acak, kemudian memilih anggota populasi berdasarkan interval tertentu.

  1. Non-Probability Sampling
    Teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang terpilih yang sama atau tidak diketahui secara pasti bagi setiap anggota populasi.

a. Purposive Sampling, pemilihan sampel berdasarkan kriteria yang sesuai dengan tujuan penelitian.

b. Accidental Sampling, pemilihan responden yang kebetulan ditemui dan memenuhi kebutuhan penelitian.

c. Quota Sampling, pengambilan sampel berdasarkan jumlah atau kuota yang telah ditentukan.

d. Snowball Sampling, penentuan sampel melalui rekomendasi responden awal kepada responden lainnya.

e. Sampling Jenuh, menggunakan seluruh anggota populasi sebagai sampel ketika semua anggota populasi dilibatkan dalam penelitian.

f. Sampling Sistematis Kuota, istilah ini tidak umum digunakan sebagai kategori tersendiri. Systematic sampling dan quota sampling sebaiknya dipahami sebagai teknik yang berbeda.

Menurut saya, pemilihan teknik sampling dalam penelitian kuantitatif harus disesuaikan dengan tujuan penelitian, jumlah populasi, ketersediaan daftar anggota populasi, dan kondisi di lapangan. Jika peneliti ingin memperoleh sampel yang mewakili populasi melalui pemilihan acak, probability sampling dapat menjadi pilihan. Namun, jika terdapat keterbatasan tertentu atau sampel harus memenuhi kriteria khusus, peneliti dapat mempertimbangkan non-probability sampling.


In reply to First post

Re: Diskusi 3

by Mourien Ganesti -

Nama : Mourien Ganesti

Npm : 2413031013

Teknik sampling penelitian kualitatif (bersifat non-probabilitas/berdasarkan kriteria):

  1. Purposive Sampling: Memilih sampel berdasarkan kriteria atau tujuan khusus penelitian (paling umum).

  2. Snowball Sampling: Mencari sampel secara berantai dari informan sebelumnya (cocok untuk kelompok tertutup/sulit dijangkau).

  3. Theoretical Sampling: Sampel berkembang mengikuti teori yang sedang dibangun (Grounded Theory).

  4. Convenience Sampling: Berdasarkan kemudahan akses dan ketersediaan waktu/tempat.

  5. Opportunistic Sampling: Fleksibel menambah sampel berdasarkan kesempatan tak terduga di lapangan.


TEKNIK KUANTITATIF

A. Probability Sampling (Sampel Acak)

Setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk dipilih sebagai sampel.

  • Simple Random Sampling: Pengambilan sampel dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata di dalam populasi (contoh: menggunakan undian atau tabel angka random).
  • Stratified Random Sampling: Populasi dibagi menjadi kelompok-kelompok homogen yang lebih kecil (strata), lalu sampel diambil secara acak dari setiap strata (contoh: stratifikasi berdasarkan tingkat kelas atau pendapatan).
  • Cluster Sampling (Area Sampling): Populasi dibagi berdasarkan wilayah atau kelompok (cluster), lalu beberapa cluster dipilih secara acak untuk diteliti seluruh atau sebagian anggotanya.
  • Systematic Sampling: Pengambilan sampel berdasarkan urutan atau interval tertentu dari daftar populasi (contoh: mengambil setiap kelipatan 10 dari daftar absen).

Non-Probability Sampling (Sampel Non-Acak)

  • Accidental / Convenience Sampling: Sampel diambil berdasarkan kebetulan atau kemudahan akses (contoh: peneliti mewawancarai siapa saja yang ditemui di lokasi penelitian).
  • Purposive Sampling (Judgement Sampling): Sampel dipilih berdasarkan pertimbangan atau kriteria khusus yang ditetapkan oleh peneliti sesuai dengan tujuan penelitian.
  • Quota Sampling: Menentukan jumlah (kuota) tertentu dari subjek dengan karakteristik tertentu hingga jumlah tersebut terpenuhi.
  • Snowball Sampling: Teknik "bola salju", di mana sampel awal yang sedikit diminta untuk merekomendasikan responden lain hingga jumlah data mencukupi (biasanya untuk populasi yang sulit dijangkau, seperti komunitas marginal).
In reply to First post

Re: Diskusi 3

by Waly Tanti Fitrani -
Nama: Waly Tanti Fitrani
NPM: 2413031031

KUALITATIF
Dalam penelitian kualitatif, terdapat beberapa teknik sampling yang dapat digunakan, yaitu purposive sampling, snowball sampling, convenience sampling, quota sampling, theoretical sampling, maximum variation sampling, criterion sampling, typical case sampling, extreme atau deviant case sampling, dan total population sampling. Purposive sampling adalah teknik memilih informan berdasarkan kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian, sedangkan snowball sampling dilakukan dengan meminta rekomendasi informan dari informan sebelumnya. Convenience sampling memilih informan yang mudah dijangkau, quota sampling berdasarkan jumlah yang ditentukan untuk kategori tertentu, dan theoretical sampling digunakan untuk mengembangkan teori berdasarkan data yang diperoleh selama penelitian. Sementara itu, maximum variation sampling memilih informan dengan karakteristik beragam, criterion sampling berdasarkan kriteria khusus, typical case sampling memilih kasus yang menggambarkan kondisi umum, extreme atau deviant case sampling memilih kasus yang tidak biasa, dan total population sampling melibatkan seluruh anggota yang memenuhi kriteria penelitian. Teknik yang paling sering digunakan dalam penelitian kualitatif adalah purposive sampling, karena peneliti dapat memilih informan yang dianggap paling memahami dan mampu memberikan informasi mendalam sesuai dengan fokus penelitian.

KUANTITATIF
Dalam penelitian kuantitatif, terdapat dua kelompok teknik sampling, yaitu probability sampling dan non-probability sampling. Probability sampling terdiri dari simple random sampling (pengambilan sampel secara acak sederhana), proportionate stratified random sampling (pengambilan sampel secara acak berdasarkan strata atau tingkatan secara proporsional), disproportionate stratified random sampling (pengambilan sampel berdasarkan strata dengan proporsi yang tidak seimbang), dan cluster sampling (pengambilan sampel berdasarkan kelompok atau wilayah). Sementara itu, non-probability sampling terdiri dari sampling sistematis (memilih sampel berdasarkan urutan atau interval tertentu), sampling kuota (menentukan jumlah sampel sesuai kuota), sampling insidental (memilih responden yang kebetulan ditemui dan sesuai kebutuhan penelitian), purposive sampling (memilih sampel berdasarkan kriteria tertentu), sampling jenuh (menggunakan seluruh anggota populasi sebagai sampel), dan snowball sampling (menentukan sampel berdasarkan rekomendasi responden sebelumnya). Dalam penelitian kuantitatif, probability sampling sering digunakan ketika peneliti ingin memperoleh sampel yang dapat mewakili populasi melalui proses pemilihan secara acak, sedangkan non-probability sampling dapat digunakan sesuai kebutuhan, tujuan, dan kondisi penelitian.
In reply to First post

Re: Diskusi 3

by Nayla Andara -
Nama: Nayla Andara
NPM: 2413031018

PROBABILITY SAMLING (kuantitatif)

·       Simple Random Sampling :

·       Proportionate Stratified Random Sampling

·       Disproportionate Stratified Random Sampling

·       Area (Cluster) Sampling (Sampling Menurut Daerah)

NON PROBABILITY SAMPLING: semua org tidak mempunyai kesempatan yang sama (kualitatif)

·       Sampling Sistematis

·       Sampling Kuota

·       Purposive Sampling

·       Sampling Jenuh

·       Snowball Sampling


In reply to First post

Re: Diskusi 3

by Fathiyah Dzahirah 2413031001 -
Nama : Fathiyah Dzahirah
NPM : 2413031001

Macam-macam teknik sampling dalam penelitian kualitatif antara lain:
1. Purposive Sampling: Pemilihan informan berdasarkan kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian.
2. Snowball Sampling: Pemilihan informan yang berkembang melalui rekomendasi dari informan sebelumnya.
3. Accidental Sampling: Pemilihan informan yang kebetulan ditemui dan sesuai dengan kebutuhan penelitian.
4. Quota Sampling: Pemilihan informan berdasarkan jumlah atau kuota yang telah ditentukan untuk kategori tertentu.
5. Sampling Jenuh: Menggunakan seluruh anggota populasi yang memenuhi kriteria sebagai informan penelitian.
6. Theoretical Sampling: Pemilihan informan berdasarkan kebutuhan pengembangan teori selama proses penelitian berlangsung.
7. Maximum Variation Sampling: Memilih informan dengan karakteristik yang beragam untuk memperoleh perspektif yang berbeda.
8. Homogeneous Sampling: Memilih informan yang memiliki karakteristik atau pengalaman yang relatif sama.
9. Typical Case Sampling: Memilih informan atau kasus yang dianggap mewakili kondisi umum.
10. Extreme atau Deviant Case Sampling: Memilih kasus yang memiliki karakteristik tidak biasa atau menyimpang dari kondisi umum.
Kesimpulan: Teknik sampling yang sering digunakan dalam penelitian kualitatif adalah purposive sampling dan snowball sampling, karena pemilihan informan lebih mengutamakan relevansi informasi dan kedalaman data daripada jumlah sampel.
In reply to Fathiyah Dzahirah 2413031001

Re: Diskusi 3

by Fathiyah Dzahirah 2413031001 -
Nama : Fathiyah Dzahirah
NPM : 2413031001

Macam-macam teknik sampling dalam penelitian kuantitatif dibagi menjadi dua kelompok utama:
1. Probability Sampling
Setiap anggota populasi memiliki peluang untuk terpilih menjadi sampel.
1. Simple Random Sampling: Pengambilan sampel secara acak tanpa membedakan karakteristik anggota populasi.
2. Proportionate Stratified Random Sampling: Pengambilan sampel secara acak berdasarkan strata atau kelompok secara proporsional.
3. Disproportionate Stratified Random Sampling: Pengambilan sampel berdasarkan strata, tetapi jumlah sampelnya tidak proporsional.
4. Cluster Sampling: Pengambilan sampel berdasarkan kelompok atau wilayah tertentu.
5. Systematic Sampling: Pengambilan sampel menggunakan interval atau pola tertentu, misalnya setiap anggota ke-5.
2. Non-Probability Sampling
Tidak semua anggota populasi memiliki peluang yang sama atau diketahui untuk terpilih menjadi sampel.
1. Sampling Sistematis Nonacak: Pemilihan sampel berdasarkan pola tertentu tanpa prosedur acak yang memenuhi syarat probability sampling.
2. Convenience/Accidental Sampling: Memilih responden yang mudah ditemui.
3. Purposive Sampling: Memilih responden berdasarkan kriteria tertentu.
4. Quota Sampling: Menentukan jumlah responden berdasarkan kuota yang ditetapkan.
5. Snowball Sampling: Memperoleh responden melalui rekomendasi responden sebelumnya.
Kesimpulan: Dalam penelitian kuantitatif, teknik yang sering digunakan adalah simple random sampling, proportionate stratified random sampling, cluster sampling, dan purposive sampling, tergantung pada karakteristik populasi dan tujuan penelitian.
In reply to First post

Re: Diskusi 3

by Laila Asia Somad -
Nama : Laila Asia Somad
NPM : 2413031005

Macam-macam teknik sampling dalam penelitian kualitatif yaitu purposive sampling (memilih informan berdasarkan kriteria tertentu), snowball sampling (memilih informan berdasarkan rekomendasi informan sebelumnya), accidental sampling (memilih informan yang kebetulan ditemui), quota sampling (memilih informan sesuai jumlah yang ditentukan), dan sampling jenuh (menggunakan seluruh anggota populasi yang memenuhi kriteria penelitian).

Macam-macam teknik sampling dalam penelitian kuantitatif yaitu simple random sampling, systematic sampling, stratified random sampling, cluster sampling, proportionate sampling, dan sampling jenuh. Teknik-teknik tersebut digunakan untuk memilih sampel agar dapat mewakili populasi yang diteliti.
In reply to First post

Re: Diskusi 3

by Syifa Dwi Putriyani -
Nama: Syifa Dwi Putriyani
NPM: 2413031024

Teknik pengambilan sampel dalam penelitian kuantitatif dan kualitatif menurut Sugiyono (2019) dibedakan menjadi dua kelompok utama, yaitu probability sampling dan nonprobability sampling. Adapun jenis-jenis teknik pengambilan sampel tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.

1. Teknik Sampling dalam Penelitian Kuantitatif

Dalam penelitian kuantitatif, teknik pengambilan sampel dapat menggunakan probability sampling maupun nonprobability sampling, sesuai dengan tujuan dan desain penelitian.

A. Probability Sampling
Probability sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Jenis-jenisnya meliputi:

• Simple Random Sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak tanpa memperhatikan tingkatan yang terdapat dalam populasi.
• Proportionate Stratified Random Sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak dari populasi yang memiliki tingkatan atau strata dengan memperhatikan proporsi setiap kelompok.
• Disproportionate Stratified Random Sampling, yaitu pengambilan sampel dari populasi berstrata dengan jumlah sampel yang tidak ditentukan secara proporsional.
• Cluster Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan kelompok atau wilayah tertentu yang terdapat dalam populasi.

B. Nonprobability Sampling
Nonprobability sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Jenis-jenisnya meliputi:

• Sampling Sistematis, yaitu pengambilan sampel berdasarkan urutan tertentu atau interval yang telah ditetapkan.
• Sampling Kuota, yaitu penentuan sampel berdasarkan jumlah atau kuota yang telah ditentukan oleh peneliti.
• Sampling Insidental, yaitu pemilihan sampel berdasarkan individu yang kebetulan ditemui dan dinilai sesuai sebagai sumber data.
• Purposive Sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan pertimbangan atau kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian.
• Sampling Jenuh, yaitu teknik yang menggunakan seluruh anggota populasi sebagai sampel penelitian.
• Snowball Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang jumlahnya berkembang berdasarkan rekomendasi responden sebelumnya.

2. Teknik Sampling dalam Penelitian Kualitatif
Dalam penelitian kualitatif, teknik pengambilan sampel umumnya menggunakan nonprobability sampling, terutama purposive sampling dan snowball sampling. Menurut Sugiyono (2019), kedua teknik tersebut dapat digunakan untuk menentukan sumber data yang sesuai dengan kebutuhan penelitian.

1. Purposive Sampling, yaitu teknik pemilihan informan berdasarkan pertimbangan tertentu, misalnya individu yang dianggap memahami permasalahan dan mampu memberikan informasi yang relevan dengan fokus penelitian.
2. Snowball Sampling, yaitu teknik penentuan informan yang dilakukan secara bertahap melalui rekomendasi informan sebelumnya untuk menemukan sumber informasi lain yang sesuai dengan kebutuhan penelitian.

Referensi:
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
In reply to First post

Re: Diskusi 3

by Nashita Shafiyah -
NAMA: NASHITA SHAFIYAH
NPM: 2413031009

Dalam penelitian kuantitatif, teknik sampling dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu probability sampling dan non-probability sampling. Menurut Sugiyono (2022), macam-macam teknik sampling kuantitatif adalah sebagai berikut.

1. Probability Sampling
Teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel, meliputi:
- Simple Random Sampling: sampel dipilih secara acak tanpa membedakan kelompok.
- Proportionate Stratified Random Sampling: sampel diambil secara acak dari setiap kelompok secara proporsional.
- Disproportionate Stratified Random Sampling: sampel diambil dari kelompok berstrata dengan jumlah yang tidak proporsional.
- Cluster Sampling: sampel dipilih berdasarkan kelompok atau wilayah tertentu.
2. Non-Probability Sampling
Teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi, meliputi:
- Sampling Sistematis: sampel dipilih berdasarkan urutan atau interval tertentu.
- Sampling Kuota: sampel dipilih hingga jumlah yang telah ditentukan terpenuhi.
- Sampling Insidental: sampel dipilih berdasarkan siapa saja yang kebetulan ditemui dan sesuai dengan kebutuhan penelitian.
- Purposive Sampling: sampel dipilih berdasarkan kriteria atau pertimbangan tertentu.
- Sampling Jenuh: seluruh anggota populasi digunakan sebagai sampel.
- Snowball Sampling: sampel berkembang melalui rekomendasi dari responden sebelumnya.
In reply to First post

Re: Diskusi 3

by Serly Natasa -
Nama: Serly Natasa
NPM: 2413031028

Teknik sampling dalam penelitian kualitatif yaitu:
  1. Purposive sampling: peneliti memilih informan secara sengaja berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian.
  2. Snowball sampling: informan awal menunjukkan informan berikutnya, dan seterusnya, sehingga sampel "menggelinding" seperti bola salju. Cocok untuk populasi yang sulit dijangkau.
  3. Convenience sampling: memilih informan yang paling mudah diakses atau tersedia.
  4. Theoretical sampling: khas grounded theory. Sampel dipilih bertahap berdasarkan konsep atau teori yang muncul dari analisis data sebelumnya.
  5. Maximum variation sampling: memilih informan dengan karakteristik yang sangat beragam untuk menangkap berbagai perspektif.
  6. Homogeneous sampling: memilih informan dengan karakteristik yang serupa untuk mendalami subkelompok tertentu.
  7. Typical case sampling: memilih kasus yang dianggap mewakili kondisi rata-rata atau umum.
  8. Extreme/deviant case sampling: memilih kasus yang unik, ekstrem, atau menyimpang dari pola umum.
  9. Critical case sampling: memilih kasus yang dianggap penting dan dapat memberi gambaran luas (jika terjadi di sini, pasti terjadi di tempat lain).
  10. Intensity sampling: memilih kasus yang kaya informasi dan menunjukkan fenomena secara intens, tetapi tidak ekstrem.
  11. Criterion sampling: memilih semua kasus yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.
  12. Quota sampling: menentukan jumlah informan per kategori tertentu (misalnya usia atau jenis kelamin), lalu memilih sampai kuota terpenuhi.
  13. Opportunistic (emergent) sampling: memanfaatkan peluang yang muncul selama pengumpulan data di lapangan.
  14. Stratified purposeful sampling: membagi populasi ke dalam strata, lalu memilih sampel secara purposif dari tiap strata.
  15. Total population sampling: seluruh anggota populasi dijadikan informan, biasanya karena populasinya kecil.
Dalam praktik, ukuran sampel kualitatif biasanya ditentukan oleh kejenuhan data (data saturation), yaitu ketika informasi baru tidak lagi muncul dari informan tambahan.

Sedangkan teknik sampling kuantitatif dibagi menjadi dua kelompok besar:
A. Probability Sampling (peluang)
Setiap anggota populasi punya peluang yang diketahui untuk terpilih.
  1. Simple random sampling: sampel dipilih acak sederhana (undian, tabel angka acak, atau generator acak). Cocok untuk populasi homogen.
  2. Systematic sampling: memilih setiap anggota ke-k dari daftar populasi, misalnya setiap nomor ke-10, dengan titik awal acak.
  3. Stratified random sampling: populasi dibagi ke dalam strata (misalnya jenjang pendidikan), lalu sampel diambil acak dari tiap strata. Bisa proporsional atau tidak proporsional.
  4. Cluster sampling: populasi dibagi menjadi kelompok (klaster), lalu beberapa klaster dipilih secara acak dan seluruh anggotanya diteliti. Cocok untuk populasi luas.
  5. Area sampling: bentuk cluster sampling yang klasternya berdasarkan wilayah geografis (kecamatan, desa, RW).
  6. Multistage sampling: pengambilan sampel bertahap, misalnya provinsi, kabupaten, kecamatan, desa, lalu responden.
  7. Double (two-phase) sampling: sampel besar diambil dulu untuk informasi awal, lalu sub-sampel diambil dari sampel tersebut untuk studi lebih mendalam.
B. Non-Probability Sampling (non-peluang)
Peluang terpilih tidak diketahui, sehingga hasilnya sulit digeneralisasi.
  1. Purposive sampling: dipilih berdasarkan kriteria tertentu dari peneliti.
  2. Quota sampling: ditentukan jumlah per kategori, lalu dipilih sampai kuota terpenuhi.
  3. Accidental/convenience sampling: siapa saja yang kebetulan ditemui dan sesuai.
  4. Snowball sampling: responden awal merekomendasikan responden berikutnya.
  5. Saturation (total) sampling: seluruh anggota populasi dijadikan sampel, biasanya untuk populasi kecil (kurang dari 30), sering disebut sensus.
Untuk menentukan jumlah sampel, rumus yang sering dipakai adalah Slovin, Krejcie-Morgan, atau Cochran.
In reply to First post

Re: Diskusi 3

by Nurida Elsa -

Nama: Nurida Elsa

NPM: 2413031012


Dalam penelitian kuantitatif, teknik sampling digunakan untuk menentukan sebagian anggota populasi yang akan dijadikan sampel penelitian. Menurut Sugiyono (2019), teknik sampling secara umum dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Probability Sampling dan Non-Probability Sampling.

1. Probability Sampling

Teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Jenis-jenisnya meliputi:

  • Simple Random Sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak tanpa memperhatikan tingkatan dalam populasi.
  • Proportionate Stratified Random Sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak dari setiap kelompok populasi dengan memperhatikan proporsinya.
  • Disproportionate Stratified Random Sampling, yaitu pengambilan sampel dari kelompok populasi yang tidak memperhatikan proporsi secara seimbang, biasanya karena jumlah anggota kelompok tertentu terlalu kecil.
  • Cluster Sampling (Area Sampling), yaitu pengambilan sampel berdasarkan kelompok atau wilayah tertentu.

2. Non-Probability Sampling

Teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Jenis-jenisnya meliputi:

  • Sampling Sistematis, yaitu pengambilan sampel berdasarkan urutan atau interval tertentu.
  • Sampling Kuota (Quota Sampling), yaitu pengambilan sampel berdasarkan jumlah atau kuota yang telah ditentukan.
  • Sampling Insidental, yaitu pengambilan sampel dari responden yang kebetulan ditemui dan sesuai dengan kebutuhan penelitian.
  • Sampling Purposive, yaitu pemilihan sampel berdasarkan pertimbangan atau kriteria tertentu.
  • Sampling Jenuh, yaitu teknik yang menggunakan seluruh anggota populasi sebagai sampel.
  • Snowball Sampling, yaitu pengambilan sampel yang berkembang berdasarkan rekomendasi dari responden sebelumnya.

Kesimpulan: Pemilihan teknik sampling dalam penelitian kuantitatif perlu disesuaikan dengan tujuan penelitian, jumlah populasi, karakteristik responden, dan kebutuhan analisis data.

Referensi: Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

In reply to First post

Re: Diskusi 3

by Dera Lediana -
Nama ; dera lediana
Npm ; 2413031032

Teknik sampling dalam penelitian kualitatif adalah cara memilih informan atau sumber data yang dianggap mampu memberikan informasi secara mendalam sesuai dengan tujuan penelitian. Teknik sampling yang biasanya digunakan dalam penelitian kualitatif antara lain:
1. Purposive Sampling
Teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan atau kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian.
Contoh: Memilih guru yang berpengalaman dalam menerapkan Kurikulum Merdeka.
2. Snowball Sampling
Teknik pengambilan sampel yang dimulai dari satu informan, kemudian berkembang berdasarkan rekomendasi informan sebelumnya.
Contoh: Meneliti pedagang kecil dengan meminta informasi dari satu pedagang untuk menemukan pedagang lainnya.
3. Accidental Sampling
Teknik memilih informan yang kebetulan ditemui dan dianggap sesuai dengan kebutuhan penelitian.
4. Quota Sampling
Teknik memilih informan berdasarkan jumlah atau kuota tertentu yang telah ditetapkan peneliti.
5. Theoretical Sampling
Teknik memilih informan berdasarkan teori yang sedang dikembangkan selama proses penelitian berlangsung.
6. Sampling Jenuh
Teknik menggunakan seluruh anggota populasi sebagai sumber data apabila jumlahnya relatif kecil dan seluruhnya dapat diteliti.
7. Convenience Sampling
Teknik memilih informan yang paling mudah dijangkau oleh peneliti dan bersedia memberikan informasi.
In reply to First post

Re: Diskusi 3

by Vina Nailatul Izza -
Nama : Vina Nailatul Izza
NPM : 2413031007

Dalam penelitian kuantitatif, teknik sampling umumnya dibagi menjadi probability sampling dan non-probability sampling. Beberapa jenisnya yaitu:

1. Simple Random Sampling
Setiap anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi sampel. Pemilihannya dilakukan secara acak tanpa membedakan karakteristik tertentu.

2. Stratified Random Sampling
Populasi dibagi ke dalam beberapa kelompok atau strata berdasarkan karakteristik tertentu, kemudian sampel dipilih secara acak dari setiap kelompok tersebut.

3. Cluster Sampling
Populasi dibagi menjadi beberapa kelompok atau wilayah yang disebut cluster. Peneliti kemudian memilih beberapa cluster secara acak untuk dijadikan sampel penelitian.

4. Systematic Sampling
Sampel dipilih berdasarkan urutan atau interval tertentu dari daftar populasi. Misalnya, peneliti memilih setiap anggota ke-10 dari daftar yang telah disusun.

5. Purposive Sampling
Peneliti menentukan sampel berdasarkan kriteria atau pertimbangan tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian. Jadi, tidak semua anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih.

6. Convenience Sampling
Sampel dipilih berdasarkan kemudahan peneliti dalam menemukan dan menjangkau responden. Biasanya digunakan ketika responden mudah ditemui dan bersedia berpartisipasi.

7. Quota Sampling
Peneliti menentukan jumlah atau kuota responden terlebih dahulu berdasarkan karakteristik tertentu, kemudian mencari responden sampai jumlah yang telah ditetapkan terpenuhi.
In reply to First post

Re: Diskusi 3

by Susan Ti -
NAMA:SUSANTI
NPM:2413031034

Dalam penelitian kuantitatif, teknik sampling umumnya dibagi menjadi probability sampling dan non-probability sampling.

1. Probability Sampling

Setiap anggota populasi memiliki peluang untuk dipilih menjadi sampel.

- Simple Random Sampling → pengambilan sampel secara acak sederhana.
- Stratified Random Sampling → populasi dibagi berdasarkan strata atau kelompok tertentu, kemudian sampel dipilih secara acak.
- Cluster Sampling → sampel dipilih berdasarkan kelompok atau wilayah tertentu.
- Systematic Sampling → sampel dipilih berdasarkan interval atau urutan tertentu, misalnya setiap anggota ke-10.
- Multistage Sampling → pengambilan sampel dilakukan melalui beberapa tahap, misalnya memilih wilayah, kemudian sekolah, kemudian siswa.

2. Non-Probability Sampling

Tidak semua anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk dipilih menjadi sampel.

- Purposive Sampling → sampel dipilih berdasarkan kriteria atau pertimbangan tertentu.
- Convenience Sampling → sampel dipilih berdasarkan kemudahan dalam memperoleh responden.
- Quota Sampling → peneliti menentukan jumlah atau kuota responden berdasarkan karakteristik tertentu.
- Snowball Sampling → responden awal membantu menemukan atau merekomendasikan responden berikutnya.
- Sampling Jenuh/Sensus → seluruh anggota populasi digunakan sebagai sampel.

Kesimpulan: Teknik sampling kuantitatif yang paling utama adalah probability sampling, terutama ketika peneliti ingin memperoleh sampel yang dapat mewakili populasi dan melakukan generalisasi hasil penelitian.
In reply to First post

Re: Diskusi 3

by MUHAMMAD ARIFIN ILHAM -
Nama Muhammad Arifin Ilham
NPM 2413031003

Teknik sampling dalam penelitian dibagi menjadi dua, yaitu sampling kualitatif dan sampling kuantitatif.
1. Teknik sampling penelitian kualitatif meliputi purposive sampling (memilih informan sesuai tujuan penelitian), snowball sampling (informan merekomendasikan informan lain), accidental sampling (memilih informan yang ditemui secara kebetulan), dan theoretical sampling (memilih informan berdasarkan kebutuhan pengembangan teori).

2. Teknik sampling penelitian kuantitatif meliputi probability sampling dan non-probability sampling. Probability sampling terdiri atas simple random sampling (acak sederhana), stratified random sampling (acak berdasarkan strata atau tingkatan), cluster sampling (berdasarkan kelompok), dan systematic sampling (berdasarkan interval tertentu). Sementara itu, non-probability sampling terdiri atas purposive sampling (berdasarkan kriteria), convenience/accidental sampling (berdasarkan kemudahan atau kebetulan), quota sampling (berdasarkan kuota), dan snowball sampling (berdasarkan rekomendasi responden).
In reply to First post

Re: Diskusi 3

by Davina Nur Ramadhani -
Nama: Davina Nur Ramadhani

macam-macam teknik sampling metode kuantitatif:
probability sampling
1. Simple random sampling
2. Proportionate stratified random sampling
3. Disproportionate stratified random sampling
4. Area (cluster) sampling (sampling menurut daerah)
In reply to First post

Re: Diskusi 3

by Refamei Kudadiri -
Nama: Refamei Kudadiri
Npm:2413031014

Macam-macam teknik sampling dalam penelitian kuantitatif dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu Probability Sampling dan Non-Probability Sampling.

1. Probability Sampling
Teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama kepada setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.
* Simple Random Sampling: Sampel dipilih secara acak tanpa membedakan anggota populasi.
* Proportionate Stratified Random Sampling: Sampel diambil dari setiap kelompok populasi secara proporsional.
* Disproportionate Stratified Random Sampling: Sampel diambil dari kelompok populasi yang memiliki jumlah anggota tidak proporsional.
* Cluster Sampling: Sampel dipilih berdasarkan kelompok atau wilayah tertentu.
* Systematic Sampling: Sampel dipilih berdasarkan interval atau urutan tertentu.

2. Non-Probability Sampling
Teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang yang sama kepada setiap anggota populasi untuk dipilih.
* Sampling Sistematis: Dalam sejumlah referensi, istilah ini merujuk pada pemilihan berdasarkan urutan tertentu, tetapi umumnya termasuk probability sampling jika titik awal dipilih secara acak.
* Purposive Sampling: Sampel dipilih berdasarkan kriteria atau pertimbangan tertentu.
* Accidental Sampling: Sampel dipilih dari responden yang kebetulan ditemui dan sesuai dengan kebutuhan penelitian.
* Quota Sampling: Sampel dipilih berdasarkan jumlah atau kuota yang telah ditentukan.
* Snowball Sampling: Sampel diperoleh melalui rekomendasi responden sebelumnya.
* Sampling Jenuh: Seluruh anggota populasi digunakan sebagai sampel penelitian.
In reply to First post

Re: Diskusi 3

by Alya Khoirun Nisa -
Nama : Alya Khoirun Nisa
NPM : 2413031019

Dalam penelitian kuantitatif, teknik sampling umumnya digunakan untuk memilih sejumlah anggota populasi yang dapat mewakili populasi secara keseluruhan. Teknik sampling kuantitatif dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu probability sampling dan non-probability sampling.

1. Probability Sampling (Sampling Probabilitas)

Teknik pengambilan sampel yang memberikan kesempatan terpilih kepada setiap anggota populasi melalui proses pemilihan secara acak.

- Simple Random Sampling (Sampel Acak Sederhana) Pengambilan sampel dilakukan secara acak sehingga setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih.

- Stratified Random Sampling (Sampel Acak Berstrata) Populasi dibagi menjadi beberapa kelompok atau strata berdasarkan karakteristik tertentu, kemudian sampel diambil secara acak dari setiap kelompok.

- Cluster Sampling (Sampling Klaster) Populasi dibagi menjadi beberapa kelompok atau klaster, kemudian beberapa klaster dipilih secara acak untuk dijadikan sampel penelitian.

- Systematic Sampling (Sampling Sistematis) Sampel dipilih berdasarkan urutan tertentu, misalnya setiap anggota ke-5 dari daftar populasi setelah menentukan titik awal secara acak.

- Multistage Sampling (Sampling Bertahap) Pengambilan sampel dilakukan melalui beberapa tahapan, misalnya memilih kecamatan, kemudian sekolah, lalu siswa secara acak.

2. Non-Probability Sampling (Sampling Nonprobabilitas)

Teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang sama kepada setiap anggota populasi untuk terpilih. Pemilihan sampel dilakukan berdasarkan pertimbangan atau kriteria tertentu.

- Purposive Sampling (Sampel Bertujuan) Sampel dipilih berdasarkan kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian.

- Convenience Sampling (Sampel Berdasarkan Kemudahan) Sampel dipilih dari anggota populasi yang mudah dijangkau dan bersedia menjadi responden.

- Quota Sampling (Sampel Kuota) Peneliti menentukan jumlah responden untuk setiap kelompok tertentu, kemudian mengambil sampel hingga kuota terpenuhi.

- Snowball Sampling (Sampel Bola Salju) Responden awal membantu peneliti menemukan responden lainnya yang sesuai dengan kebutuhan penelitian.

- Sampling Jenuh (Sensus) Seluruh anggota populasi dijadikan sampel penelitian, biasanya ketika jumlah populasi relatif kecil dan memungkinkan untuk diteliti semuanya.

Kesimpulan: Dalam penelitian kuantitatif, probability sampling lebih sering digunakan apabila peneliti ingin memperoleh sampel yang representatif dan melakukan generalisasi hasil penelitian terhadap populasi. Sementara itu, non-probability sampling dapat digunakan sesuai dengan tujuan dan kondisi penelitian.
In reply to First post

Re: Diskusi 3

by Reyhta Putri Herdian -
NAMA : REYHTA PUTRI HERDIAN
NPM : 2413031035

Teknik pengambilan sampel dalam penelitian kuantitatif dan kualitatif menurut Sugiyono (2019) dibedakan menjadi dua kelompok utama, yaitu probability sampling dan nonprobability sampling. Kedua kelompok tersebut memiliki karakteristik dan cara pemilihan sampel yang berbeda sesuai dengan tujuan penelitian.

1. Teknik Sampling dalam Penelitian Kuantitatif

Dalam penelitian kuantitatif, pengambilan sampel dapat menggunakan probability sampling maupun nonprobability sampling, bergantung pada tujuan dan desain penelitian yang digunakan.

A. Probability Sampling

Probability sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk terpilih menjadi sampel. Teknik ini terdiri atas beberapa jenis, yaitu:

1. Simple Random Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel secara acak tanpa memperhatikan tingkatan atau kelompok tertentu dalam populasi.

2. Proportionate Stratified Random Sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak dari populasi yang memiliki strata atau tingkatan dengan memperhatikan proporsi setiap kelompok.

3. Disproportionate Stratified Random Sampling, yaitu pengambilan sampel dari populasi yang memiliki strata, tetapi jumlah sampel pada setiap kelompok tidak ditentukan berdasarkan proporsi masing-masing.

4. Cluster Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan kelompok atau wilayah tertentu yang terdapat dalam populasi.

B. Nonprobability Sampling

Nonprobability sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang yang sama kepada setiap anggota populasi untuk terpilih menjadi sampel. Jenis-jenis teknik ini meliputi:

1. Sampling Sistematis, yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan tertentu atau interval yang telah ditetapkan oleh peneliti.

2. Sampling Kuota, yaitu teknik penentuan sampel dengan menetapkan jumlah atau kuota tertentu berdasarkan karakteristik yang telah ditentukan.

3. Sampling Insidental, yaitu pemilihan sampel berdasarkan individu yang kebetulan ditemui dan dianggap sesuai sebagai sumber data.

4. Purposive Sampling, yaitu teknik pemilihan sampel berdasarkan pertimbangan atau kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian.

5. Sampling Jenuh, yaitu teknik pengambilan sampel dengan menggunakan seluruh anggota populasi sebagai sampel penelitian.

6. Snowball Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang dilakukan secara bertahap melalui rekomendasi responden sebelumnya sehingga jumlah sampel dapat berkembang sesuai kebutuhan penelitian.

7. Teknik Sampling dalam Penelitian Kualitatif

Dalam penelitian kualitatif, teknik pengambilan sampel umumnya menggunakan pendekatan nonprobability sampling. Menurut Sugiyono (2019), teknik purposive sampling dan snowball sampling merupakan dua teknik yang dapat digunakan untuk menentukan sumber data sesuai dengan kebutuhan penelitian.

1. Purposive Sampling, yaitu teknik pemilihan informan berdasarkan pertimbangan tertentu, seperti individu yang memiliki pengetahuan, pengalaman, atau pemahaman yang mendalam mengenai permasalahan yang sedang diteliti.

2. Snowball Sampling, yaitu teknik penentuan informan yang dilakukan secara bertahap dengan meminta rekomendasi dari informan sebelumnya untuk menemukan informan lain yang memiliki informasi relevan dengan fokus penelitian.

Dengan demikian, pemilihan teknik pengambilan sampel perlu disesuaikan dengan jenis, tujuan, dan kebutuhan penelitian. Dalam penelitian kuantitatif, pemilihan teknik sampling berkaitan dengan cara memperoleh sampel yang sesuai untuk menganalisis data dan, jika memenuhi persyaratan, menggeneralisasikan hasil penelitian. Sementara itu, dalam penelitian kualitatif, pemilihan informan lebih menekankan relevansi sumber data dan kedalaman informasi yang dibutuhkan untuk memahami fenomena yang diteliti.

Referensi:

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
In reply to First post

Re: Diskusi 3

by Salsabila Labibah -
Nama : Salsabila Labibah

NPM : 2413031002


Macam-macam teknik sampling dalam penelitian kualitatif antara lain:

  1. Purposive Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan atau kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian.

  2. Snowball Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dengan bantuan informan awal untuk menemukan informan lain yang memiliki informasi relevan dengan penelitian.

  3. Accidental Sampling, yaitu pemilihan informan berdasarkan siapa saja yang ditemui peneliti dan dianggap sesuai dengan kebutuhan penelitian.

  4. Quota Sampling, yaitu teknik pemilihan sampel dengan menentukan jumlah informan yang dibutuhkan berdasarkan kategori tertentu.

  5. Sampling Jenuh, yaitu teknik pengambilan sampel dengan melibatkan seluruh anggota populasi sebagai informan karena jumlahnya relatif kecil atau seluruhnya diperlukan dalam penelitian.

  6. Theoretical Sampling, yaitu pemilihan informan secara bertahap berdasarkan kebutuhan pengembangan teori yang muncul selama proses penelitian.

Kesimpulan: Dalam penelitian kualitatif, teknik yang sering digunakan adalah purposive sampling dan snowball sampling karena pemilihan informan lebih menekankan pada kedalaman informasi dan relevansinya dengan fokus penelitian, bukan sekadar jumlah informan.


Macam-macam teknik sampling dalam penelitian kuantitatif dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu probability sampling dan non-probability sampling.

1. Probability Sampling

Teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang terpilih kepada setiap anggota populasi.

  1. Simple Random Sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak tanpa membedakan karakteristik tertentu.

  2. Proportionate Stratified Random Sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak dari setiap kelompok populasi dengan memperhatikan proporsi jumlah anggotanya.

  3. Disproportionate Stratified Random Sampling, yaitu pengambilan sampel dari kelompok populasi yang memiliki jumlah anggota tidak seimbang tanpa mengikuti proporsi secara langsung.

  4. Cluster Sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan kelompok atau wilayah tertentu yang terdapat dalam populasi.

  5. Systematic Sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan urutan atau interval tertentu, misalnya setiap anggota ke-5.

2. Non-Probability Sampling

Teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang sama kepada setiap anggota populasi untuk terpilih.

  1. Sampling Sistematis, yaitu pemilihan sampel berdasarkan urutan tertentu tanpa menggunakan pemilihan acak yang memberikan peluang sama.

  2. Quota Sampling, yaitu pengambilan sampel dengan menentukan jumlah responden sesuai kategori yang telah ditetapkan.

  3. Accidental Sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan responden yang kebetulan ditemui dan sesuai dengan kebutuhan penelitian.

  4. Purposive Sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan kriteria atau pertimbangan tertentu.

  5. Sampling Jenuh, yaitu teknik yang menggunakan seluruh anggota populasi sebagai sampel.

  6. Snowball Sampling, yaitu pengambilan sampel yang dimulai dari beberapa responden, kemudian berkembang melalui rekomendasi responden sebelumnya.

Kesimpulan: Dalam penelitian kuantitatif, pemilihan teknik sampling perlu disesuaikan dengan tujuan penelitian, jumlah populasi, dan karakteristik responden agar data yang diperoleh sesuai dengan kebutuhan penelitian.

Referensi:
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.


In reply to First post

Re: Diskusi 3

by Eris Ana Dita -

Nama : Eris Ana Dita

Kelas : 2413031017

Menurut saya, teknik sampling dalam penelitian kuantitatif dapat dibedakan menjadi dua kelompok utama, yaitu:

1. Probability Sampling, yaitu pengambilan sampel yang dilakukan secara acak sehingga anggota populasi memiliki peluang untuk terpilih. Teknik ini terdiri dari:

  • Simple Random Sampling, sampel dipilih secara acak dari seluruh anggota populasi.
  • Stratified Random Sampling, populasi dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan karakteristik tertentu, kemudian sampel diambil dari setiap kelompok.
  • Cluster Sampling, sampel dipilih berdasarkan kelompok tertentu, misalnya kelas atau wilayah.
  • Systematic Sampling, sampel ditentukan menggunakan urutan atau jarak interval tertentu.

2.Non-Probability Sampling, yaitu pengambilan sampel yang tidak dilakukan secara acak, tetapi berdasarkan pertimbangan atau kemudahan tertentu. Jenisnya meliputi:

  • Purposive Sampling, memilih responden yang memenuhi kriteria penelitian.
  • Convenience Sampling, memilih responden yang mudah ditemui dan dijangkau
  • Quota Sampling, mengambil sampel sesuai jumlah yang telah ditentukan.
  • Snowball Sampling, mendapatkan responden tambahan melalui rekomendasi responden sebelumnya
  • Sampling Jenuh, menggunakan semua anggota populasi sebagai sampel penelitian

Menurut saya, teknik sampling harus dipilih sesuai dengan kondisi populasi dan tujuan penelitian agar data yang diperoleh dapat membantu menjawab permasalahan penelitian secara tepat


In reply to First post

Re: Diskusi 3

by Saskia Kanesa Dinia -
Nama: Saskia Kanesa Dinia
NPM: 2413031021

Macam-macam teknik sampling dalam penelitian kualitatif dan kuantitatif adalah sebagai berikut.

1. Teknik Sampling Penelitian Kualitatif
Penelitian kualitatif lebih mengutamakan kedalaman informasi dan pemilihan informan yang sesuai dengan tujuan penelitian.
1. Purposive Sampling, yaitu memilih informan berdasarkan pertimbangan atau kriteria tertentu.
2. Snowball Sampling, yaitu memilih informan berdasarkan rekomendasi dari informan sebelumnya.
3. Accidental Sampling, yaitu memilih informan yang kebetulan ditemui dan sesuai dengan kebutuhan penelitian.
4. Quota Sampling, yaitu memilih informan berdasarkan jumlah atau kuota yang telah ditentukan.
5. Theoretical Sampling, yaitu memilih informan berdasarkan kebutuhan pengembangan teori selama penelitian berlangsung.

2. Teknik Sampling Penelitian Kuantitatif
Penelitian kuantitatif umumnya menggunakan teknik sampling untuk memperoleh sampel yang dapat mewakili populasi dan dianalisis secara statistik.

A. Probability Sampling
Setiap anggota populasi memiliki peluang untuk terpilih menjadi sampel.
1. Simple Random Sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak tanpa membedakan anggota populasi.
2. Proportionate Stratified Random Sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak dengan memperhatikan proporsi setiap kelompok dalam populasi.
3. Disproportionate Stratified Random Sampling, yaitu pengambilan sampel dari kelompok yang jumlah anggotanya tidak sebanding dengan proporsi populasi.
4. Cluster Sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan kelompok atau wilayah tertentu.
5. Systematic Sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan urutan atau interval tertentu.

B. Non-Probability Sampling
Tidak semua anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih menjadi sampel.
1. Purposive Sampling, yaitu memilih sampel berdasarkan kriteria tertentu.
2. Accidental Sampling, yaitu memilih responden yang kebetulan ditemui dan memenuhi kebutuhan penelitian.
3. Quota Sampling, yaitu menentukan jumlah sampel berdasarkan kuota tertentu.
4. Snowball Sampling, yaitu menentukan sampel melalui rekomendasi responden sebelumnya.
5. Sampling Jenuh, yaitu menggunakan seluruh anggota populasi sebagai sampel.
In reply to First post

Re: Diskusi 3

by Rahma Amelia -
Nama: Rahma Amelia
NPM: 2413031026

1. Macam-Macam Teknik Sampling Penelitian Kuantitatif
A. Probability Sampling
1. Simple random sampling: Pengambilan sampel secara acak sehingga setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk dipilih.
2. Proportionate stratified random sampling: Pengambilan sampel secara acak dari setiap kelompok populasi dengan memperhatikan proporsi jumlah anggotanya.
3. Disproportionate stratified random sampling: Pengambilan sampel dari kelompok populasi yang tidak memperhatikan proporsi jumlah anggotanya.
4. Area (cluster) sampling: Pengambilan sampel berdasarkan kelompok atau wilayah tertentu.
B. Non-Probability Sampling
1. Sampling sistematis: Pengambilan sampel berdasarkan urutan atau interval tertentu.
2. Sampling kuota: Pengambilan sampel dengan menentukan jumlah anggota yang dibutuhkan.
3. Sampling insidental : Pengambilan sampel dari siapa saja yang kebetulan ditemui dan sesuai dengan kebutuhan penelitian.
4. Purposive sampling : Pengambilan sampel berdasarkan kriteria atau pertimbangan tertentu.
5. Sampling jenuh: Penggunaan seluruh anggota populasi sebagai sampel.
6. Snowball sampling: Pengambilan sampel yang dimulai dari beberapa responden, kemudian berkembang melalui rekomendasi responden sebelumnya.
2. Macam-Macam Teknik Sampling Penelitian Kualitatif
1. Purposive sampling: Pemilihan informan berdasarkan pertimbangan tertentu agar memperoleh informasi yang sesuai dengan fokus penelitian.
2. Snowball sampling: Pemilihan informan yang berkembang berdasarkan rekomendasi informan sebelumnya.
3. Sampling teoritis: Pemilihan informan berdasarkan kebutuhan pengembangan teori selama proses penelitian.
4. Pengambilan sampel variasi maksimum: Pemilihan informan dengan karakteristik yang beragam untuk memperoleh sudut pandang yang berbeda.
5. Homogeneous sampling : Pemilihan informan yang memiliki karakteristik atau pengalaman yang relatif sama.
6. Typical case sampling: Pemilihan informan atau kasus yang dianggap mewakili kondisi umum yang sedang diteliti.
7. Extreme case sampling: Pemilihan kasus yang memiliki karakteristik tidak biasa atau sangat berbeda dari kondisi umum.
8. Criterion sampling: Pemilihan informan yang memenuhi kriteria tertentu sesuai kebutuhan penelitian.
In reply to First post

Re: Diskusi 3

by Tantowi Jauhari -
Nama: Tantowi Jauhari
NPM: 2413031008

Macam-macam teknik sampling dalam penelitian kuantitatif dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu:
A. Probability Sampling
Teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang bagi setiap anggota populasi untuk terpilih menjadi sampel.
1. Simple Random Sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak tanpa membedakan anggota populasi.
2. Proportionate Stratified Random Sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak berdasarkan kelompok atau tingkatan dengan memperhatikan proporsi setiap kelompok.
3. Disproportionate Stratified Random Sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan kelompok, tetapi jumlah sampelnya tidak disesuaikan dengan proporsi setiap kelompok.
4. Cluster Sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan kelompok atau wilayah tertentu.
5. Systematic Sampling, yaitu pengambilan sampel menggunakan interval tertentu, misalnya setiap anggota ke-5 dari daftar populasi.

B. Non-Probability Sampling
Teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang yang sama kepada setiap anggota populasi untuk terpilih.
1. Sampling Sistematis berdasarkan kriteria (Purposive Sampling), yaitu memilih sampel berdasarkan pertimbangan atau kriteria tertentu.
2. Accidental Sampling, yaitu memilih responden yang kebetulan ditemui dan sesuai dengan kebutuhan penelitian.
3. Quota Sampling, yaitu menentukan sampel berdasarkan jumlah atau kuota yang telah ditetapkan.
4. Sampling Jenuh, yaitu menggunakan seluruh anggota populasi sebagai sampel.
5. Snowball Sampling, yaitu menentukan sampel berdasarkan rekomendasi dari responden sebelumnya.
In reply to First post

Re: Diskusi 3

by Alya Nurani -
Alya Nurani
2413031025

Jawab:
Teknik pengambilan sampel dalam penelitian kualitatif mencakup purposive, snowball, accidental, quota, dan theoretical sampling yang menekankan pada kedalaman informasi. Penelitian kuantitatif menerapkan probability sampling dan non-probability sampling. Sampling probabilitas mencakup sampling acak sederhana, sampling stratifikasi acak proporsional, sampling stratifikasi acak tidak proporsional, sampling kluster, dan sampling sistematis. Sementara itu, pengambilan sampel non-probabilitas mencakup purposive, accidental, kuota, snowball, dan sampling jenuh. Pengambilan sampel probabilitas memberikan kesempatan terpilih untuk setiap individu dalam populasi, sementara pengambilan sampel non-probabilitas tidak memberikan kesempatan yang serupa. Pemilihan metode sampling perlu disesuaikan dengan tujuan studi, sifat populasi, teknik penelitian, dan kebutuhan data agar hasilnya relevan dan dapat dipertanggungjawabkan.
In reply to First post

Re: Diskusi 3

by Indah Rahma alfiah -
Nama : Indah Rahma Alfiah
NPM : 2413031015

Macam-macam teknik sampling dalam penelitian kuantitatif adalah sebagai berikut :

Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang kepada setiap anggota populasi untuk terpilih sebagai sampel.
  1. Simple Random Sampling :Teknik pengambilan sampel secara acak tanpa membedakan tingkatan atau kelompok dalam populasi. Contohnya, memilih mahasiswa dengan cara mengundi nomor secara acak.
  2. Proportionate Stratified Random Sampling :Teknik pengambilan sampel secara acak dari populasi yang memiliki kelompok atau tingkatan berbeda dengan memperhatikan proporsi setiap kelompok.
  3. Disproportionate Stratified Random Sampling : Teknik pengambilan sampel dari populasi yang memiliki kelompok atau tingkatan tertentu, tetapi jumlah sampel setiap kelompok tidak disesuaikan dengan proporsi jumlah anggotanya.
  4. Area (Cluster) Sampling atau Sampling Menurut Daerah : Teknik pengambilan sampel berdasarkan kelompok wilayah atau daerah tertentu. Contohnya, memilih beberapa sekolah dari sejumlah sekolah yang ada di suatu kabupaten.
In reply to First post

Re: Diskusi 3

by Nasroh Aulia -

Nama : Nasroh Aulia

NPM : 2413031004

A. Macam-Macam Teknik Probability Sampling (Kuantitatif)

1. Simple Random Sampling Teknik pengambilan sampel secara acak sehingga setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih.

2. Proportionate Stratified Random Sampling Teknik pengambilan sampel secara acak dari setiap kelompok dalam populasi dengan jumlah sampel yang sesuai dengan proporsi kelompok tersebut.

3. Disproportionate Stratified Random Sampling Teknik pengambilan sampel dari kelompok populasi yang berstrata, tetapi jumlah sampelnya tidak sebanding dengan proporsi setiap kelompok.

4. Area (Cluster) Sampling Teknik pengambilan sampel berdasarkan kelompok wilayah atau daerah tertentu yang dipilih secara acak.


B. Macam-Macam Teknik Non-Probability Sampling kualitatif

1. Sampling Sistematis Teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan atau pola tertentu.

2. Sampling Kuota Teknik pengambilan sampel dengan menentukan jumlah responden sesuai kebutuhan penelitian.

3. Purposive Sampling Teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan atau kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian.

4. Sampling Jenuh Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan seluruh anggota populasi sebagai sampel penelitian.

5. Snowball Sampling Teknik pengambilan sampel dengan memperoleh responden baru berdasarkan rekomendasi responden sebelumnya.


In reply to First post

Re: Diskusi 3

by TRIASWARI AYUNANDINI -

Nama: Triaswari Ayunandini

NPM: 2413031029

Berdasarkan tinjauan literatur dari Sugiyono (2019) dan John W. Creswell (2018), secara garis besar penentuan teknik sampling sangat bergantung pada pendekatan penelitian yang digunakan. Sugiyono memberikan taksonomi yang berfokus pada pembagian probability dan non-probability, sementara Creswell memberikan pendalaman spesifik mengenai strategi-strategi penarikan sampel untuk mendapatkan data kualitatif yang kaya.

1. Teknik Sampling pada Penelitian Kuantitatif

Dalam penelitian kuantitatif, kedua ahli sepakat bahwa tujuan utamanya adalah generalisasi, sehingga pengambilan sampel secara acak (Probability Sampling) sangat direkomendasikan. Namun, pada kondisi tertentu, peneliti juga bisa menggunakan Non-Probability Sampling.

  • Probability Sampling (Sampel Acak)

    • Simple Random Sampling: Pengambilan anggota sampel secara acak murni dari populasi tanpa memperhatikan strata atau tingkatan (Sugiyono & Creswell).

    • Stratified Random Sampling: Pengambilan sampel pada populasi yang berstrata. Sugiyono merincinya menjadi dua, yaitu proportionate (jika proporsi jumlah sampel tiap strata seimbang) dan disproportionate (jika proporsi kelompok tertentu terlalu sedikit).

    • Cluster/Multistage Sampling: Pengambilan sampel berbasis area atau wilayah (Sugiyono). Creswell menambahkan konsep multistage, di mana pengacakan dilakukan bertahap dari wilayah yang luas (misalnya provinsi) mengerucut hingga ke unit terkecil (misalnya individu siswa di suatu sekolah).

  • Non-Probability Sampling dalam Kuantitatif
    Menurut Sugiyono, jika riset kuantitatif memiliki keterbatasan populasi, peneliti dapat menggunakan Sampling Sistematis (berdasarkan nomor urut), Sampling Kuota (berdasarkan target jumlah), Sampling Jenuh/Sensus (mengambil seluruh populasi), atau Insidental/Convenience Sampling (siapa saja yang kebetulan ditemui). Creswell memberikan catatan bahwa penggunaan Convenience Sampling pada riset kuantitatif memiliki kelemahan karena tingkat kepercayaannya untuk digeneralisasikan cukup rendah.

2. Teknik Sampling pada Penelitian Kualitatif

Untuk penelitian kualitatif, Sugiyono dan Creswell sepakat bahwa teknik yang dominan adalah Non-Probability Sampling. Jika Sugiyono membagi teknik kualitatif utamanya pada Purposive dan Snowball Sampling, Creswell menjadikan Purposeful Sampling (Sampling Bertujuan) sebagai payung besar, di mana snowball dan variasi lainnya adalah turunan dari strategi tersebut.

Berikut adalah ragam strategi sampling kualitatif hasil gabungan dari keduanya:

  • Purposive/Purposeful Sampling: Peneliti memilih informan secara sengaja berdasarkan pertimbangan, kriteria, dan pemahaman bahwa subjek tersebut adalah pihak yang paling menguasai fenomena yang diteliti (Sugiyono & Creswell).

  • Snowball Sampling (Bola Salju): Pemilihan informan yang awalnya berjumlah sedikit, kemudian terus membesar karena peneliti meminta rekomendasi dari informan pertama untuk melacak informan kunci lainnya (Sugiyono & Creswell).

  • Maximal Variation Sampling (Variasi Maksimal): Strategi turunan Creswell di mana peneliti sengaja memilih subjek, lokasi, atau kasus yang karakteristiknya sangat berbeda secara maksimal untuk mendapatkan gambaran fenomena dari berbagai sudut pandang.

  • Extreme and Typical Case Sampling: Creswell membagi pemilihan kasus secara spesifik. Peneliti dapat memilih kasus ekstrem yang sangat langka/menyimpang untuk dipelajari intensif, atau memilih kasus tipikal (normal/rata-rata) untuk mendeskripsikan kondisi pada umumnya.

  • Homogeneous Sampling (Sampling Homogen): Mengumpulkan individu dengan latar belakang yang sangat mirip ke dalam satu kelompok studi khusus, yang mana ini sangat efektif diterapkan untuk wawancara terfokus atau FGD (Creswell).

Sebagai kesimpulan dari kedua literatur, teknik sampling kuantitatif lebih ditekankan pada "keterwakilan" agar bisa diukur secara statistik, sedangkan riset kualitatif diarahkan secara spesifik pada "kedalaman dan kekayaan informasi" dari individu atau kasus yang dipilih.

Sumber:

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.


In reply to First post

Re: Diskusi 3

by Amara Gusti Kharisma -
Nama : Amara Gusti Kharisma
NPM : 2413031033

Dalam penelitian kuantitatif, teknik sampling digunakan untuk menentukan sebagian anggota populasi yang akan dijadikan sampel penelitian. Secara umum, teknik sampling kuantitatif dibagi menjadi dua jenis, yaitu sampling probabilitas dan non-probabilitas sampling.

1. Probability sampling, teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang terpilih kepada setiap anggota populasi. Jenis-jenisnya meliputi:

Simple random sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak.

A. Proportionate stratified random sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak berdasarkan proporsi setiap kelompok dalam populasi.

B. Disproportionate stratified random sampling, yaitu pengambilan sampel dari kelompok yang memiliki jumlah anggota tidak seimbang tanpa mengikuti proporsi kelompok.

C. Cluster sampel sampling, yaitu pengambilan berdasarkan kelompok atau wilayah tertentu.

2. Non-probability sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang yang sama kepada setiap anggota populasi untuk terpilih. Jenis-jenisnya meliputi:

A. Purposive sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan kriteria tertentu.

B. Accidental sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan siapa yang kebetulan ditemui dan memenuhi kebutuhan penelitian.

C. Quota sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan jumlah atau kuota yang telah ditentukan.

D. Sampling jenuh, yaitu penggunaan seluruh anggota populasi sebagai sampel.

E. Snowball sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan rekomendasi dari responden sebelumnya.
In reply to First post

Re: Diskusi 3

by Rahmi Taqiya Darmawanti -

Rahmi Taqiya Darmawanti

2413031006

Menurut Sugiyono (2019:128–129), teknik sampling penelitian kuantitatif dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu probability sampling dan nonprobability sampling.

Probability Sampling

Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.

  • Simple random sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak dari populasi.

  • Proportionate stratified random sampling, yaitu sampel diambil secara proporsional dari setiap strata atau kelompok populasi.

  • Disproportionate stratified random sampling, yaitu sampel diambil dari setiap strata tanpa harus proporsional.

  • Area atau cluster sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan wilayah atau daerah.

Nonprobability Sampling

Nonprobability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih.

  • Sampling sistematis, yaitu pengambilan sampel secara berurutan berdasarkan urutan tertentu.

  • Sampling kuota, yaitu sampel ditentukan berdasarkan jumlah kuota tertentu.

  • Sampling aksidental, yaitu sampel dipilih secara kebetulan.

  • Purposive sampling, yaitu sampel dipilih berdasarkan pertimbangan atau kriteria tertentu.

  • Sampling jenuh, yaitu seluruh anggota populasi dijadikan sampel.

  • Snowball sampling, yaitu sampel awal merekomendasikan sampel berikutnya secara berantai.


In reply to First post

Re: Diskusi 3

by Resti Gustin -
Nama : Resti Gustin

NPM : 2413031020

1 Teknik Sampling Penelitian Kualitatif

1. Purposive Sampling, Pemilihan informan berdasarkan kriteria tertentu.

2.Snowball Sampling, Informan dipilih melalui rekomendasi informan sebelumnya.

3.Convenience Sampling, Memilih informan yang mudah dijangkau.

3.Quota Sampling, Pemilihan informan berdasarkan kuota yang ditentukan.

4. Theoretical Sampling, Pemilihan informan untuk mengembangkan teori.

5. Maximum Variation Sampling, Memilih informan dengan karakteristik beragam.

6.Homogeneous Sampling, Memilih informan dengan karakteristik serupa.

7. Criterion Sampling, Memilih informan yang memenuhi kriteria penelitian.

2. Teknik Sampling Penelitian Kuantitatif

A. Probability Sampling

1. Simple Random Sampling
2. Proportionate Stratified Random Sampling
3. Disproportionate Stratified Random Sampling
4. Cluster Sampling
5. Systematic Sampling

B. Non-Probability Sampling

1. Purposive Sampling
2. Accidental Sampling
3. Quota Sampling
4. Snowball Sampling
5. Sampling Jenuh
In reply to First post

Re: Diskusi 3

by Eka Saryuni -
Nama: Eka Saryuni
NPM: 2413031030

1. Simple Random Sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak sehingga setiap anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih.
2. Proportionate Stratified Random Sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak berdasarkan kelompok populasi dengan jumlah yang proporsional.
3. Disproportionate Stratified Random Sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan kelompok populasi, tetapi jumlahnya tidak proporsional.
4. Cluster Sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan kelompok atau wilayah tertentu.
5. Systematic Sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan urutan atau interval tertentu.
6. Purposive Sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan kriteria tertentu sesuai tujuan penelitian.
7. Accidental Sampling, yaitu pengambilan sampel dari responden yang kebetulan ditemui dan sesuai dengan kebutuhan penelitian.
8. Quota Sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan jumlah atau kuota yang telah ditentukan.
9. Snowball Sampling, yaitu pengambilan sampel dengan bantuan responden awal untuk menemukan responden berikutnya.
10. Sampling Jenuh, yaitu teknik pengambilan sampel dengan menggunakan seluruh anggota populasi sebagai sampel
In reply to First post

Re: Diskusi 3

by FERIN OKTAVIA RAMADANI -
Nama : Ferin Oktavia Ramadani
NPM : 2413031023

Macam-macam teknik pengambilan sampel dalam penelitian kuantitatif bagian menjadi dua kelompok utama, yaitu pengambilan sampel probabilitas dan non-probabilitas sampling.

1. Probability Sampling
Teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang terpilih kepada setiap anggota populasi berdasarkan mekanisme pemilihan yang ditentukan.

A. Simple Random Sampling, pengambilan sampel secara acak sehingga setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih.

B. Proportionate Stratified Random Sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak dari setiap kelompok atau strata sesuai proporsi jumlah anggotanya.

C. Disproportionate Stratified Random Sampling, yaitu pengambilan sampel dari setiap strata tanpa mengikuti proporsi jumlah anggota dalam populasi.

D. Cluster Sampling, pengambilan sampel berdasarkan kelompok atau klaster tertentu, misalnya kelas atau sekolah.

e. Systematic Sampling, yaitu pengambilan sampel dengan menentukan titik awal secara acak, kemudian memilih anggota populasi berdasarkan interval tertentu.

2. Non-Probability Sampling
Teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang terpilih yang sama atau tidak diketahui secara pasti bagi setiap anggota populasi.

A. Purposive Sampling, pemilihan sampel berdasarkan kriteria yang sesuai dengan tujuan penelitian.

B. Accidental Sampling, pemilihan responden yang kebetulan ditemui dan memenuhi kebutuhan penelitian.

C. Quota Sampling, pengambilan sampel berdasarkan jumlah atau kuota yang telah ditentukan.

D. Snowball Sampling, penentuan sampel melalui rekomendasi responden awal kepada responden lainnya.

e. Sampling Jenuh, menggunakan seluruh anggota populasi sebagai sampel ketika semua anggota populasi dilibatkan dalam penelitian.

F. Sampling Sistematis Kuota, istilah ini tidak umum digunakan sebagai kategori tersendiri. Pengambilan sampel sistematis dan pengambilan sampel kuota sebaiknya dipahami sebagai teknik yang berbeda.

Macam-macam teknik pengambilan sampel dalam penelitian kualitatif

1. Purposive Sampling
Purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel yang dilakukan secara sengaja berdasarkan pertimbangan atau kriteria tertentu yang telah ditetapkan peneliti. Informan dipilih karena dianggap memiliki pengetahuan, pengalaman, atau informasi yang relevan dengan permasalahan penelitian.

2. Snowball Sampling
Snowball sampling adalah teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan meminta bantuan informan awal untuk merekomendasikan informan lain yang sesuai dengan kebutuhan penelitian. Proses tersebut berlanjut hingga peneliti memperoleh informasi yang memadai.

3. Accidental Sampling
Accidental sampling adalah teknik pemilihan sampel berdasarkan saja yang secara kebetulan ditemui peneliti dan dianggap sesuai dengan kebutuhan penelitian.

4. Quota Sampling
Quota sampling adalah teknik pengambilan sampel dengan menetapkan jumlah atau kuota informan berdasarkan kategori tertentu yang telah ditentukan sebelumnya.

5. Theoretical Sampling
Theoretical sampling adalah teknik pemilihan informan atau data secara bertahap berdasarkan konsep dan teori yang mulai berkembang selama proses penelitian. Peneliti menentukan siapa yang perlu diwawancarai berikutnya berdasarkan temuan sebelumnya.
In reply to First post

Re: Diskusi 3

by Revie Nevilla Extin -

Nama : Revie Nevilla Extin 

NPM : 2413031027

Teknik sampling kuantitatif

Teknik sampling yang bisa digunakan dalam penelitian kuantitatif:

1. Simple Random Sampling, memilih sampel secara acak tanpa membedakan kelompok tertentu.

2. Proportionate Stratified Random Sampling, memilih sampel secara acak dari setiap kelompok sesuai proporsi jumlah anggotanya.

3. Disproportionate Stratified Random Sampling, memilih sampel dari setiap kelompok dengan jumlah yang tidak sesuai proporsi populasinya.

4. Cluster Sampling, memilih sampel berdasarkan kelompok atau wilayah tertentu.

5. Quota Sampling, memilih sampel sampai jumlah yang sudah ditentukan terpenuhi.

6. Purposive Sampling, memilih sampel berdasarkan kriteria tertentu.

7. Sampling Jenuh, menggunakan seluruh anggota populasi sebagai sampel.

8. Snowball Sampling, mencari responden lain melalui rekomendasi responden sebelumnya.


Teknik sampling kualitatif

Teknik sampling yang bisa digunakan dalam penelitian kualitatif:

1. Purposive Sampling, memilih informan sesuai kriteria penelitian.

2. Snowball Sampling, mencari informan dari rekomendasi informan sebelumnya.

3. Accidental Sampling, memilih informan yang kebetulan ditemui dan sesuai dengan kebutuhan penelitian.

4. Theoretical Sampling, memilih informan sesuai kebutuhan data yang berkembang selama penelitian.

5. Typical Case Sampling, memilih informan atau kasus yang dianggap mewakili kondisi umum.

6. Quota Sampling, memilih informan sampai jumlah yang sudah ditentukan terpenuhi.

In reply to First post

Re: Diskusi 3

by Tiara Vita Loka -
Nama: Tiara Vita Loka
NPM: 2413031022

1. Probability Sampling

  • Simple Random Sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak tanpa memperhatikan tingkatan dalam populasi.
  • Proportionate Stratified Random Sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak dari setiap kelompok secara proporsional.
  • Disproportionate Stratified Random Sampling, yaitu pengambilan sampel dari kelompok yang jumlah anggotanya tidak proporsional.
  • Area (Cluster) Sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan wilayah atau kelompok tertentu.

2. Non-Probability Sampling

  • Sampling Sistematis, yaitu pengambilan sampel berdasarkan urutan tertentu.
  • Sampling Kuota, yaitu pengambilan sampel dengan menentukan jumlah sampel yang dibutuhkan.
  • Purposive Sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan atau kriteria tertentu.
  • Sampling Jenuh, yaitu pengambilan sampel dengan menggunakan seluruh anggota populasi sebagai sampel.
  • Snowball Sampling, yaitu pengambilan sampel yang dimulai dari beberapa responden, kemudian berkembang berdasarkan rekomendasi responden sebelumnya.
In reply to First post

Re: Diskusi 3

by Paulina Silaban -

Nama : Paulina Silaban 

NPM : 2413031016


Teknik Sampling Penelitian Kualitatif

  1. Purposive sampling: memilih informan berdasarkan kriteria tertentu.
  2. Snowball sampling: memilih informan berdasarkan rekomendasi informan sebelumnya.
  3. Quota sampling: memilih informan berdasarkan jumlah atau kuota yang ditentukan.
  4. Accidental sampling: memilih informan yang kebetulan ditemui dan sesuai dengan kebutuhan penelitian.

Teknik Sampling Penelitian Kuantitatif

Probability Sampling

Setiap anggota populasi memiliki peluang untuk terpilih menjadi sampel.

  1. Simple random sampling (acak sederhana).
  2. Proportionate stratified random sampling (acak berstrata proporsional).
  3. Disproportionate stratified random sampling (acak berstrata tidak proporsional).
  4. Cluster sampling (sampling kelompok atau wilayah).

Non-Probability Sampling

Peluang setiap anggota populasi untuk terpilih tidak diketahui atau tidak sama.

  1. Systematic sampling (sampling sistematis).
  2. Quota sampling (sampling kuota).
  3. Accidental sampling (sampling kebetulan).
  4. Purposive sampling (sampling berdasarkan pertimbangan).
  5. Sampling jenuh (seluruh anggota populasi dijadikan sampel).
  6. Snowball sampling (sampling bola salju).