Nama : Anggit Yunizar
NPM : 2413031046
Teknik sampling merupakan cara yang digunakan peneliti untuk memilih sebagian anggota populasi sebagai sampel penelitian. Dalam penelitian, populasi adalah seluruh objek yang ingin diteliti, sedangkan sampel merupakan sebagian dari populasi yang dipilih untuk mewakili keseluruhan. Menurut Susanti (2019), teknik sampling dibagi menjadi dua jenis, yaitu probability sampling dan non-probability sampling. Probability sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang memberikan kesempatan kepada setiap anggota populasi untuk terpilih, contohnya simple random sampling, stratified random sampling, dan cluster sampling. Sementara itu, non-probability sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh anggota populasi, contohnya purposive sampling, quota sampling, dan accidental sampling. Pemilihan teknik sampling harus disesuaikan dengan tujuan dan kondisi penelitian agar data yang diperoleh sesuai dengan kebutuhan peneliti.
Jurnal Teknodik
Menurut saya, teknik sampling yang sering digunakan dan sesuai dalam penelitian Pendidikan Ekonomi adalah purposive sampling dan stratified random sampling. Purposive sampling cocok digunakan ketika peneliti membutuhkan responden dengan kriteria tertentu, misalnya penelitian tentang literasi keuangan mahasiswa yang memilih mahasiswa sebagai responden karena memiliki pengalaman dalam mengelola keuangan. Sementara itu, stratified random sampling cocok digunakan apabila populasi terdiri dari beberapa kelompok, seperti mahasiswa dari angkatan yang berbeda, sehingga setiap kelompok dapat terwakili dalam sampel. Dengan demikian, teknik sampling tidak boleh dipilih secara sembarangan, tetapi harus disesuaikan dengan jenis penelitian, tujuan, dan karakteristik responden yang dibutuhkan.
Susanti, R. (2019). Sampling dalam penelitian pendidikan. Jurnal Teknodik, 16, 187–208. https://doi.org/10.32550/teknodik.v0i0.543
NPM : 2413031046
Teknik sampling merupakan cara yang digunakan peneliti untuk memilih sebagian anggota populasi sebagai sampel penelitian. Dalam penelitian, populasi adalah seluruh objek yang ingin diteliti, sedangkan sampel merupakan sebagian dari populasi yang dipilih untuk mewakili keseluruhan. Menurut Susanti (2019), teknik sampling dibagi menjadi dua jenis, yaitu probability sampling dan non-probability sampling. Probability sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang memberikan kesempatan kepada setiap anggota populasi untuk terpilih, contohnya simple random sampling, stratified random sampling, dan cluster sampling. Sementara itu, non-probability sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh anggota populasi, contohnya purposive sampling, quota sampling, dan accidental sampling. Pemilihan teknik sampling harus disesuaikan dengan tujuan dan kondisi penelitian agar data yang diperoleh sesuai dengan kebutuhan peneliti.
Jurnal Teknodik
Menurut saya, teknik sampling yang sering digunakan dan sesuai dalam penelitian Pendidikan Ekonomi adalah purposive sampling dan stratified random sampling. Purposive sampling cocok digunakan ketika peneliti membutuhkan responden dengan kriteria tertentu, misalnya penelitian tentang literasi keuangan mahasiswa yang memilih mahasiswa sebagai responden karena memiliki pengalaman dalam mengelola keuangan. Sementara itu, stratified random sampling cocok digunakan apabila populasi terdiri dari beberapa kelompok, seperti mahasiswa dari angkatan yang berbeda, sehingga setiap kelompok dapat terwakili dalam sampel. Dengan demikian, teknik sampling tidak boleh dipilih secara sembarangan, tetapi harus disesuaikan dengan jenis penelitian, tujuan, dan karakteristik responden yang dibutuhkan.
Susanti, R. (2019). Sampling dalam penelitian pendidikan. Jurnal Teknodik, 16, 187–208. https://doi.org/10.32550/teknodik.v0i0.543