Penugasan mandiri

Penugasan mandiri

Penugasan mandiri

Number of replies: 6

Silakan anda membuat summary tentang teknik sampling dari buku/jurnal, silakan dikirim di sini, kemudian anda kemukakan dalam forum diskusi ini teknik sampling mana yang sering digunakan dalam riset pendidikan ekonomi dan sertakan argumentasi teoretiknya.

In reply to First post

Re: Penugasan mandiri

by Nuzulliana 2413031064 -
Nama: Nuzulliana
NPM: 2413031064

Teknik sampling adalah cara yang digunakan peneliti untuk memilih sebagian anggota populasi sebagai sampel penelitian. Pemilihan sampel bertujuan agar penelitian lebih efektif dari segi waktu, biaya, dan tenaga. Secara umum, teknik sampling dibagi menjadi dua, yaitu probability sampling dan nonprobability sampling. Probability sampling menggunakan pemilihan berdasarkan peluang, contohnya simple random sampling dan proportionate stratified random sampling. Sementara itu, nonprobability sampling tidak menggunakan pemilihan acak berdasarkan peluang, contohnya purposive sampling, accidental sampling, dan snowball sampling.

Menurut saya, teknik sampling yang sesuai dan sering relevan digunakan dalam penelitian Pendidikan Ekonomi adalah proportionate stratified random sampling dan purposive sampling. Proportionate stratified random sampling cocok untuk penelitian yang melibatkan mahasiswa dari beberapa angkatan karena sampel diambil secara acak sesuai proporsi setiap kelompok sehingga keterwakilannya lebih terjaga. Sementara itu, purposive sampling cocok digunakan apabila peneliti membutuhkan responden dengan kriteria khusus, misalnya mahasiswa yang sudah mengikuti mata kuliah tertentu atau guru Ekonomi yang telah menerapkan metode pembelajaran tertentu. Secara teoretis, pemilihan teknik sampling harus disesuaikan dengan tujuan penelitian dan karakteristik populasi. Teknik sampling yang tepat dapat membantu peneliti memperoleh data yang sesuai dengan kebutuhan penelitian. Dengan demikian, tidak ada satu teknik sampling yang selalu paling baik untuk semua penelitian. Peneliti harus memilih teknik yang paling sesuai dengan masalah, tujuan, dan responden yang diteliti.

Referensi:
Aufa, dkk. (2024). Metodologi Penelitian Bidang Pendidikan.

Putra, D. R., Pratama, R., & Firta, W. (2022). Analisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan mahasiswa memilih Program Studi Pendidikan Ekonomi pada perguruan tinggi STKIP PGRI Sumatera Barat. Jurnal Education and Development.
In reply to First post

Re: Penugasan mandiri

by MAYKE RIANSYAH -
Nama : Mayke Riansyah
NPM : 2413031047

Menurut saya, simple random sampling merupakan salah satu teknik sampling yang cukup sering digunakan dalam penelitian kuantitatif di bidang Pendidikan Ekonomi, terutama penelitian survei dan ex post facto yang melibatkan siswa atau mahasiswa sebagai responden. Teknik ini memungkinkan peneliti memilih responden secara acak dari populasi yang telah ditentukan, sehingga setiap anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih.
Penggunaan teknik ini dapat ditemukan dalam beberapa penelitian Pendidikan Ekonomi. Asrofi, Rizal, dan Nurdin (2016), misalnya, menggunakan simple random sampling untuk meneliti pengaruh kesiapan, disiplin, dan aktivitas belajar terhadap hasil belajar ekonomi siswa. Penelitian tersebut menggunakan pendekatan ex post facto dan survei dengan sampel sebanyak 98 siswa dari populasi 129 siswa. Teknik serupa digunakan oleh Masila, Winatha, dan Nurdin (2017) dalam penelitian mengenai kemandirian belajar, lingkungan sekolah, motivasi belajar, dan hasil belajar ekonomi.
Selain itu, penelitian Indriyani, Mukhtar, dan Wiralaga (2022) mengenai literasi ekonomi, gaya hidup, dan pengendalian diri terhadap perilaku konsumtif mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta juga menggunakan simple random sampling. Contoh-contoh tersebut menunjukkan bahwa teknik ini relevan untuk penelitian kuantitatif Pendidikan Ekonomi yang mengumpulkan data dari siswa atau mahasiswa. Meskipun demikian, beberapa contoh penelitian tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa *simple random sampling* merupakan teknik yang paling banyak digunakan dalam seluruh penelitian Pendidikan Ekonomi.


Secara teoretis, simple random sampling memiliki kelebihan karena proses pemilihan responden dilakukan secara acak, bukan berdasarkan pilihan subjektif peneliti. Apabila tersedia kerangka sampel yang lengkap dan pemilihan dilakukan dengan benar, setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih. Hal tersebut dapat mengurangi risiko bias pemilihan sampel dan mendukung penarikan kesimpulan dari sampel kepada populasi sesuai dengan rancangan penelitian.
Dalam konteks Pendidikan Ekonomi, teknik ini dapat digunakan untuk meneliti motivasi belajar, kebiasaan menabung, literasi ekonomi, hasil belajar, serta perilaku konsumsi siswa atau mahasiswa. Misalnya, apabila peneliti ingin mengetahui hubungan antara literasi keuangan dan perilaku konsumtif mahasiswa dalam satu program studi, peneliti dapat menyusun daftar seluruh mahasiswa yang menjadi populasi, menentukan jumlah sampel, kemudian memilih responden secara acak.
Namun, simple random sampling tidak selalu menjadi pilihan terbaik. Jika populasi terdiri atas kelompok yang memiliki karakteristik berbeda, seperti mahasiswa dari beberapa angkatan atau siswa dari beberapa tingkat kelas, proportionate stratified random sampling dapat lebih sesuai. Teknik tersebut memungkinkan setiap kelompok terwakili dalam sampel berdasarkan proporsi jumlah anggotanya.
Sementara itu, penelitian yang bertujuan menggali pengalaman, pemahaman, atau pandangan mendalam dari informan tertentu dapat menggunakan purposive sampling. Sebagai contoh, penelitian Khan, Yewang, dan Loe (2025) mengenai literasi keuangan dan pengendalian diri terhadap perilaku menabung mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Nusa Cendana menggunakan purposive sampling dengan melibatkan 92 mahasiswa dari populasi 352 mahasiswa. Hal ini menunjukkan bahwa pemilihan teknik sampling perlu disesuaikan dengan tujuan dan kriteria responden penelitian.
Berdasarkan uraian tersebut, saya berpendapat bahwa simple random sampling merupakan salah satu pilihan yang tepat dan sering dijumpai dalam penelitian kuantitatif Pendidikan Ekonomi, khususnya ketika populasi telah diketahui dan setiap anggotanya memenuhi kriteria penelitian. Akan tetapi, penentuan teknik sampling tetap harus mempertimbangkan karakteristik populasi, tujuan penelitian, serta jenis data yang dibutuhkan agar hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Referensi
Asrofi, I., Rizal, Y., & Nurdin, N. (2016). Pengaruh kesiapan, disiplin, dan aktivitas belajar terhadap hasil belajar ekonomi. JEE (Jurnal Edukasi Ekobis), 4(5).

Indriyani, V. A., Mukhtar, S., & Wiralaga, H. K. (2022). Economic literacy, lifestyle and self-control of student consumptive behavior Faculty of Economics, Jakarta State University. Jurnal Pendidikan Ekonomi, Perkantoran, dan Akuntansi, 3(3), 156–174.

Khan, T., Yewang, M. U. K., & Loe, A. P. (2025). Pengaruh literasi keuangan dan pengendalian diri (self control) terhadap perilaku menabung mahasiswa Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nusa Cendana. Journal Economic Education, Business and Accounting, 4(2), 440–450.

Masila, A., Winatha, I. K., & Nurdin, N. (2017). Pengaruh kemandirian belajar dan lingkungan sekolah melalui motivasi belajar terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 3 Metro tahun ajaran 2016/2017. JEE (Jurnal Edukasi Ekobis), 5 (6).

Pujiati, P., Rusman, T., & Yuliyanto, R. (2025). Metodologi penelitian pendidikan berbasis kasus. CV Bintang Semesta Media.
In reply to First post

Re: Penugasan mandiri

by Olivia Rahma Dani -
Nama: Olivia Rahma Dani
NPM: 2413031039

Menurut saya, teknik sampling yang cukup sering digunakan dalam penelitian Pendidikan Ekonomi adalah purposive sampling dan proportionate stratified random sampling. Pemilihan teknik tersebut perlu disesuaikan dengan tujuan penelitian serta kondisi populasi yang akan diteliti.

Proportionate stratified random sampling lebih tepat digunakan apabila peneliti ingin memperoleh hasil yang dapat digeneralisasikan dan memiliki daftar anggota populasi yang jelas. Sebagai contoh, Sudarno, Noviani, dan Muttaqin (2022) menggunakan teknik ini dalam penelitian terhadap 155 mahasiswa Pendidikan Ekonomi. Sementara itu, purposive sampling lebih sesuai apabila penelitian membutuhkan responden dengan kriteria khusus dan tidak tersedia daftar populasi secara lengkap. Etikan, Musa, dan Alkassim (2016) menjelaskan bahwa teknik pengambilan sampel non-acak dapat digunakan ketika sumber daya penelitian terbatas dan hasilnya tidak ditujukan untuk digeneralisasikan. Salah satu contohnya adalah penelitian Pratiwi, Kurniawan, dan Aradea (2023) mengenai perilaku konsumtif mahasiswa.

Meskipun demikian, purposive sampling memiliki kelemahan, yaitu berpotensi menimbulkan bias dalam pemilihan responden dan memiliki keterbatasan dalam generalisasi hasil penelitian. Oleh karena itu, tidak ada satu teknik sampling yang selalu paling tepat untuk semua penelitian. Jika penelitian bertujuan menghasilkan temuan yang dapat digeneralisasikan dan tersedia kerangka sampel yang jelas, maka probability sampling lebih sesuai. Namun, jika penelitian berfokus pada populasi dengan karakteristik tertentu dan tidak memiliki daftar anggota populasi, purposive sampling tetap dapat digunakan selama kriteria pemilihan responden ditentukan secara jelas.


Referensi

Etikan, I., Musa, S. A., & Alkassim, R. S. (2016). Comparison of convenience sampling and purposive sampling. American Journal of Theoretical and Applied Statistics, 5(1), 1–4.

Pratiwi, N., Kurniawan, C., & Aradea, R. (2023). Pengaruh literasi ekonomi terhadap perilaku konsumtif mahasiswa Pendidikan Akuntansi. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE), 11(1), 50–57.

Sudarno, S., Noviani, L., & Muttaqin, F. N. (2022). Pengaruh media sosial, literasi ekonomi, dan kelompok teman sebaya terhadap perilaku konsumtif mahasiswa Pendidikan Ekonomi. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE), 10(3), 237–246.
In reply to First post

Re: Penugasan mandiri

by Vina Rahmadani -
Nama : Vina Rahmadani
Npm  : 2413031067

Teknik sampling merupakan cara yang digunakan peneliti untuk menentukan sebagian anggota populasi sebagai sampel penelitian. Secara umum, teknik sampling dibagi menjadi dua, yaitu probability sampling dan non-probability sampling. Probability sampling dilakukan secara acak, seperti simple random sampling, stratified random sampling, dan cluster sampling. Sementara itu, non-probability sampling dilakukan tanpa pemilihan secara acak, seperti purposive sampling, accidental sampling, quota sampling, dan snowball sampling. Pemilihan teknik sampling perlu disesuaikan dengan tujuan penelitian dan karakteristik populasi (Subhaktiyasa, 2024).

Menurut saya, teknik sampling yang sering digunakan dalam penelitian Pendidikan Ekonomi, khususnya penelitian kuantitatif pada mahasiswa, adalah Proportionate Stratified Random Sampling. Teknik ini dilakukan dengan membagi populasi berdasarkan kelompok tertentu, misalnya angkatan atau semester, kemudian mengambil sampel secara acak sesuai proporsi setiap kelompok. Secara teoretis, teknik ini membantu memastikan setiap kelompok dalam populasi terwakili sehingga hasil penelitian lebih menggambarkan kondisi populasi. Contohnya, penelitian Akmal dkk. (2024) tentang motivasi belajar mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP ULM yang menggunakan teknik tersebut.

Referensi
  • Subhaktiyasa, P. G. (2024). Menentukan populasi dan sampel: Pendekatan metodologi penelitian kuantitatif dan kualitatif. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 9(4), 2721-2731.
  • Akmal, M. F., Ratumbuysang, M. F. N. G., Hasanah, M., & Nor, B. (2024). Pengaruh media sosial terhadap motivasi belajar mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP ULM. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE), 12(2), 168-175.
In reply to First post

Re: Penugasan mandiri

by Arshella Cahya Yuniarti -
Nama: Arshella Cahya Yuniarti
NPM: 2413031058

Teknik sampling merupakan cara yang digunakan peneliti untuk memilih sebagian anggota populasi sebagai sampel penelitian. Secara umum, teknik sampling dibagi menjadi dua, yaitu Probability Sampling dan Nonprobability Sampling. Probability Sampling memberikan peluang kepada setiap anggota populasi untuk terpilih, dengan jenis seperti Simple Random Sampling, Systematic Sampling, Stratified Random Sampling, dan Cluster Sampling. Sementara itu, Nonprobability Sampling tidak memberikan peluang yang sama kepada seluruh anggota populasi, dengan jenis seperti Purposive Sampling, Accidental Sampling, Quota Sampling, Snowball Sampling, dan Sampling Jenuh (Ahmed, 2024). Menurut saya, teknik sampling yang relevan dan sering dijumpai dalam penelitian Pendidikan Ekonomi adalah Proportionate Stratified Random Sampling dan Purposive Sampling. Proportionate Stratified Random Sampling cocok untuk penelitian kuantitatif yang melibatkan mahasiswa dari berbagai angkatan atau kelas karena dapat memberikan keterwakilan setiap kelompok secara proporsional. Sementara itu, Purposive Sampling sesuai untuk penelitian kualitatif karena responden dipilih berdasarkan kriteria tertentu yang berhubungan dengan fokus penelitian. Secara teoretis, penelitian kuantitatif umumnya membutuhkan sampel yang mewakili populasi agar hasilnya dapat digeneralisasikan, sedangkan penelitian kualitatif lebih mengutamakan informasi mendalam dari responden yang sesuai dengan kebutuhan penelitian (Ahmed, 2024; Robinson, 2014). Oleh karena itu, teknik sampling harus disesuaikan dengan tujuan dan karakteristik penelitian, bukan hanya karena teknik tersebut sering digunakan.

Daftar Pustaka:
1. Ahmed, S. K. (2024). How to choose a sampling technique and determine sample size for research: A simplified guide for researchers. Oral Oncology Reports, 12, 100662.
2. Robinson, O. C. (2014). Sampling in interview-based qualitative research: A theoretical and practical guide. Qualitative Research in Psychology, 11(1), 25–41.
In reply to First post

Re: Penugasan mandiri

by Anggit Yunizar -
Nama : Anggit Yunizar
NPM : 2413031046

Teknik sampling merupakan cara yang digunakan peneliti untuk memilih sebagian anggota populasi sebagai sampel penelitian. Dalam penelitian, populasi adalah seluruh objek yang ingin diteliti, sedangkan sampel merupakan sebagian dari populasi yang dipilih untuk mewakili keseluruhan. Menurut Susanti (2019), teknik sampling dibagi menjadi dua jenis, yaitu probability sampling dan non-probability sampling. Probability sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang memberikan kesempatan kepada setiap anggota populasi untuk terpilih, contohnya simple random sampling, stratified random sampling, dan cluster sampling. Sementara itu, non-probability sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh anggota populasi, contohnya purposive sampling, quota sampling, dan accidental sampling. Pemilihan teknik sampling harus disesuaikan dengan tujuan dan kondisi penelitian agar data yang diperoleh sesuai dengan kebutuhan peneliti.
Jurnal Teknodik
Menurut saya, teknik sampling yang sering digunakan dan sesuai dalam penelitian Pendidikan Ekonomi adalah purposive sampling dan stratified random sampling. Purposive sampling cocok digunakan ketika peneliti membutuhkan responden dengan kriteria tertentu, misalnya penelitian tentang literasi keuangan mahasiswa yang memilih mahasiswa sebagai responden karena memiliki pengalaman dalam mengelola keuangan. Sementara itu, stratified random sampling cocok digunakan apabila populasi terdiri dari beberapa kelompok, seperti mahasiswa dari angkatan yang berbeda, sehingga setiap kelompok dapat terwakili dalam sampel. Dengan demikian, teknik sampling tidak boleh dipilih secara sembarangan, tetapi harus disesuaikan dengan jenis penelitian, tujuan, dan karakteristik responden yang dibutuhkan.
Susanti, R. (2019). Sampling dalam penelitian pendidikan. Jurnal Teknodik, 16, 187–208. https://doi.org/10.32550/teknodik.v0i0.543