Sebutkan macam-macam teknik sampling penelitian Kuantitatif?
Diskusi 3
Nama: Arshella Cahya Yuniarti
NPM: 2413031058
Teknik Sampling Penelitian Kuantitatif:
Simple Random Sampling: Sampel dipilih secara acak.
Proportionate Stratified Random Sampling: Sampel diambil dari setiap kelompok (strata) secara proporsional sesuai jumlah anggotanya.
Disproportionate Stratified Random Sampling: Sampel dari setiap strata diambil dengan jumlah yang tidak proporsional.
Cluster Sampling: Sampel dipilih berdasarkan kelompok atau wilayah.
Systematic Sampling: Sampel dipilih berdasarkan interval tertentu.
Multistage Sampling: Pengambilan sampel dilakukan melalui beberapa tahap.
NPM: 2413031058
Teknik Sampling Penelitian Kuantitatif:
Simple Random Sampling: Sampel dipilih secara acak.
Proportionate Stratified Random Sampling: Sampel diambil dari setiap kelompok (strata) secara proporsional sesuai jumlah anggotanya.
Disproportionate Stratified Random Sampling: Sampel dari setiap strata diambil dengan jumlah yang tidak proporsional.
Cluster Sampling: Sampel dipilih berdasarkan kelompok atau wilayah.
Systematic Sampling: Sampel dipilih berdasarkan interval tertentu.
Multistage Sampling: Pengambilan sampel dilakukan melalui beberapa tahap.
Nama: Maya Lisnawati
NPM: 2413031043
Macam-macam teknik sampling dalam penelitian kuantitatif berdasarkan referensi materi populasi dan sampel adalah sebagai berikut:
1. Probability Sampling
a. Simple Random Sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak sehingga setiap anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih.
b. Proportionate Stratified Random Sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak berdasarkan strata atau tingkatan secara proporsional.
c. Disproportionate Stratified Random Sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan strata, tetapi jumlah sampelnya tidak proporsional.
d. Cluster Sampling (Area Sampling), yaitu pengambilan sampel berdasarkan kelompok atau wilayah tertentu.
2. Non-Probability Sampling
a. Sampling Sistematis, yaitu pengambilan sampel berdasarkan urutan atau interval tertentu.
b. Sampling Kuota, yaitu pengambilan sampel berdasarkan jumlah yang telah ditentukan.
c. Purposive Sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan atau kriteria tertentu.
d. Sampling Jenuh, yaitu menggunakan seluruh anggota populasi sebagai sampel.
e. Snowball Sampling, yaitu pengambilan sampel yang berkembang berdasarkan rekomendasi dari responden sebelumnya.
NPM: 2413031043
Macam-macam teknik sampling dalam penelitian kuantitatif berdasarkan referensi materi populasi dan sampel adalah sebagai berikut:
1. Probability Sampling
a. Simple Random Sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak sehingga setiap anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih.
b. Proportionate Stratified Random Sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak berdasarkan strata atau tingkatan secara proporsional.
c. Disproportionate Stratified Random Sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan strata, tetapi jumlah sampelnya tidak proporsional.
d. Cluster Sampling (Area Sampling), yaitu pengambilan sampel berdasarkan kelompok atau wilayah tertentu.
2. Non-Probability Sampling
a. Sampling Sistematis, yaitu pengambilan sampel berdasarkan urutan atau interval tertentu.
b. Sampling Kuota, yaitu pengambilan sampel berdasarkan jumlah yang telah ditentukan.
c. Purposive Sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan atau kriteria tertentu.
d. Sampling Jenuh, yaitu menggunakan seluruh anggota populasi sebagai sampel.
e. Snowball Sampling, yaitu pengambilan sampel yang berkembang berdasarkan rekomendasi dari responden sebelumnya.
Nama: Asnia Sundari
NPM: 2413031040
macam-macam teknik sampling penelitian kuantitatif yang saya pahami terbagi menjadi dua, yaitu probabilitas (setiap anggota populasi punya peluang yang diketahui untuk terpilih) dan non-probabilitas (peluang tidak diketahui).
NPM: 2413031040
macam-macam teknik sampling penelitian kuantitatif yang saya pahami terbagi menjadi dua, yaitu probabilitas (setiap anggota populasi punya peluang yang diketahui untuk terpilih) dan non-probabilitas (peluang tidak diketahui).
- Probability sampling (sampel acak)
- Simple random sampling. Pemilihan acak sederhana, setiap anggota berpeluang sama, misalnya lewat undian atau pengacakan komputer. Contoh: mengundi 172 siswa dari daftar 300 siswa.
- Proportionate Stratified Random Sampling adalah teknik pengambilan sampel secara acak dari setiap strata atau kelompok dengan jumlah sampel yang sebanding dengan ukuran kelompok tersebut. Contohnya, jumlah sampel dari setiap kelas disesuaikan dengan jumlah siswa di kelas masing-masing
- Disproportionate Stratified Random Sampling adalah teknik pengambilan sampel secara acak dari setiap strata dengan jumlah sampel yang tidak sebanding dengan ukuran kelompoknya. Teknik ini digunakan, misalnya, ketika terdapat strata dengan jumlah anggota yang terlalu kecil sehingga perlu diambil sampel lebih banyak agar dapat dianalisis
- Cluster sampling (area sampling). diacak adalah kelompok (klaster), bukan individu. Contoh: mengacak dua kelas dari sepuluh kelas, lalu seluruh siswa di kelas terpilih diteliti.
- Systematic sampling. Memilih anggota dengan interval tetap dari daftar populasi. Contoh: dari daftar 300 siswa, diambil setiap siswa urutan kedua setelah titik awal acak.
- Stratified random sampling. Populasi dibagi menjadi lapisan (strata) yang homogen, lalu sampel diacak dari tiap lapisan secara proporsional. Contoh: siswa dibagi menurut kelas X, XI, dan XII, kemudian diambil proporsional dari tiap kelas.
- Multistage sampling. Pengambilan bertahap dengan beberapa tingkat pengacakan. Contoh: mengacak kecamatan, lalu sekolah, lalu kelas.
- Non-probability sampling
- Purposive sampling. Pemilihan berdasarkan tujuan/kriteria yang ditetapkan peneliti. Contoh: siswa yang aktif mengikuti pembelajaran daring minimal satu semester.
- Quota sampling. Menetapkan jumlah (kuota) tiap kelompok, lalu memilih sampai kuota terpenuhi. Contoh: 30 siswa laki-laki dan 30 siswa perempuan.
- Convenience (accidental) sampling. Memilih yang paling mudah dijangkau. Contoh: siswa yang kebetulan hadir saat angket dibagikan.
- Snowball sampling. Responden awal merekomendasikan responden berikutnya. Cocok untuk komunitas yang sulit dijangkau.
- Sampling jenuh (total sampling). Seluruh populasi dijadikan sampel, lazim dipakai bila populasi kecil. Istilah ini banyak dipakai dalam literatur Indonesia, misalnya oleh Sugiyono. Contoh: seluruh 30 siswa dalam satu kelas.
Murni Solekha
2413031061
Macam-macam teknik sampling dalam penelitian kuantitatif dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:
1. Probability Sampling
Teknik pengambilan sampel yang memberikan kesempatan terpilih kepada setiap anggota populasi melalui mekanisme pemilihan acak.
- Simple Random Sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak tanpa membedakan anggota populasi.
- Proportionate Stratified Random Sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak dengan memperhatikan proporsi setiap kelompok dalam populasi.
- Disproportionate Stratified Random Sampling, yaitu pengambilan sampel dari kelompok populasi yang jumlah anggotanya tidak proporsional.
- Cluster Sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan kelompok atau wilayah tertentu.
2. Non-Probability Sampling
Teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anggota populasi untuk terpilih.
- Sampling Sistematis, yaitu pengambilan sampel berdasarkan urutan atau interval tertentu.
- Sampling Kuota (Quota Sampling), yaitu pengambilan sampel berdasarkan jumlah atau kuota yang telah ditentukan.
- Sampling Insidental, yaitu pengambilan sampel dari responden yang kebetulan ditemui dan sesuai dengan kebutuhan penelitian.
- Purposive Sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan atau kriteria tertentu.
- Sampling Jenuh, yaitu menggunakan seluruh anggota populasi sebagai sampel.
- Snowball Sampling, yaitu pengambilan sampel yang dimulai dari beberapa responden, kemudian berkembang berdasarkan rekomendasi mereka.
2413031061
Macam-macam teknik sampling dalam penelitian kuantitatif dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:
1. Probability Sampling
Teknik pengambilan sampel yang memberikan kesempatan terpilih kepada setiap anggota populasi melalui mekanisme pemilihan acak.
- Simple Random Sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak tanpa membedakan anggota populasi.
- Proportionate Stratified Random Sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak dengan memperhatikan proporsi setiap kelompok dalam populasi.
- Disproportionate Stratified Random Sampling, yaitu pengambilan sampel dari kelompok populasi yang jumlah anggotanya tidak proporsional.
- Cluster Sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan kelompok atau wilayah tertentu.
2. Non-Probability Sampling
Teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anggota populasi untuk terpilih.
- Sampling Sistematis, yaitu pengambilan sampel berdasarkan urutan atau interval tertentu.
- Sampling Kuota (Quota Sampling), yaitu pengambilan sampel berdasarkan jumlah atau kuota yang telah ditentukan.
- Sampling Insidental, yaitu pengambilan sampel dari responden yang kebetulan ditemui dan sesuai dengan kebutuhan penelitian.
- Purposive Sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan atau kriteria tertentu.
- Sampling Jenuh, yaitu menggunakan seluruh anggota populasi sebagai sampel.
- Snowball Sampling, yaitu pengambilan sampel yang dimulai dari beberapa responden, kemudian berkembang berdasarkan rekomendasi mereka.
Nama: Olivia Rahma Dani
NPM: 2413031039
Teknik sampling dalam penelitian kuantitatif dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:
1. Probability Sampling
Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan kesempatan kepada setiap anggota populasi untuk terpilih menjadi sampel. Jenis-jenisnya meliputi:
2. Nonprobability Sampling
Nonprobability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anggota populasi untuk terpilih. Jenis-jenisnya meliputi:
NPM: 2413031039
Teknik sampling dalam penelitian kuantitatif dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:
1. Probability Sampling
Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan kesempatan kepada setiap anggota populasi untuk terpilih menjadi sampel. Jenis-jenisnya meliputi:
- Simple Random Sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak tanpa membedakan anggota populasi.
- Proportionate Stratified Random Sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak dari setiap kelompok populasi secara proporsional.
- Disproportionate Stratified Random Sampling, yaitu pengambilan sampel dari kelompok populasi yang jumlah anggotanya tidak proporsional.
- Cluster Sampling (Area Sampling), yaitu pengambilan sampel berdasarkan kelompok atau wilayah tertentu.
2. Nonprobability Sampling
Nonprobability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anggota populasi untuk terpilih. Jenis-jenisnya meliputi:
- Systematic Sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan urutan atau interval tertentu.
- Quota Sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan jumlah yang telah ditentukan.
- Accidental Sampling, yaitu pengambilan sampel dari anggota populasi yang kebetulan ditemui.
- Purposive Sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan kriteria atau pertimbangan tertentu.
- Sampling Jenuh, yaitu menggunakan seluruh anggota populasi sebagai sampel.
- Snowball Sampling, yaitu pengambilan sampel yang berkembang melalui rekomendasi dari responden sebelumnya.
Nama : Az Zahra Syahlia Putri
Npm : 2413031041
Macam-macam teknik sampling dalam penelitian kuantitatif dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:
1. Probability Sampling (sampel acak)
Simple Random Sampling: pemilihan sampel secara acak.
Systematic Random Sampling: pemilihan sampel berdasarkan interval atau urutan tertentu.
Stratified Random Sampling: pemilihan sampel berdasarkan tingkatan atau kelompok (strata).
Cluster Random Sampling: pemilihan sampel berdasarkan kelompok atau wilayah.
Multistage Sampling: pengambilan sampel melalui beberapa tahap.
2. Nonprobability Sampling (sampel tidak acak)
Purposive Sampling: sampel dipilih berdasarkan kriteria tertentu.
Snowball Sampling: sampel diperoleh melalui rekomendasi responden sebelumnya.
Accidental Sampling: sampel dipilih dari responden yang kebetulan ditemui.
Quota Sampling: sampel ditentukan berdasarkan jumlah atau kuota tertentu.
Sampling Jenuh: seluruh anggota populasi digunakan sebagai sampel.
Npm : 2413031041
Macam-macam teknik sampling dalam penelitian kuantitatif dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:
1. Probability Sampling (sampel acak)
Simple Random Sampling: pemilihan sampel secara acak.
Systematic Random Sampling: pemilihan sampel berdasarkan interval atau urutan tertentu.
Stratified Random Sampling: pemilihan sampel berdasarkan tingkatan atau kelompok (strata).
Cluster Random Sampling: pemilihan sampel berdasarkan kelompok atau wilayah.
Multistage Sampling: pengambilan sampel melalui beberapa tahap.
2. Nonprobability Sampling (sampel tidak acak)
Purposive Sampling: sampel dipilih berdasarkan kriteria tertentu.
Snowball Sampling: sampel diperoleh melalui rekomendasi responden sebelumnya.
Accidental Sampling: sampel dipilih dari responden yang kebetulan ditemui.
Quota Sampling: sampel ditentukan berdasarkan jumlah atau kuota tertentu.
Sampling Jenuh: seluruh anggota populasi digunakan sebagai sampel.
Nama: Rizky Widyaningrum
NPM: 2413031060
Macam-macam teknik sampling dalam penelitian kuantitatif dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:
1. Probability Sampling
- Simple Random Sampling: pengambilan sampel secara acak tanpa membedakan kelompok.
- Proportionate Stratified Random Sampling: pengambilan sampel secara acak dari setiap kelompok sesuai proporsinya.
- Disproportionate Stratified Random Sampling: pengambilan sampel dari kelompok yang memiliki jumlah anggota tidak proporsional.
- Area (Cluster) Sampling: pengambilan sampel berdasarkan wilayah atau kelompok tertentu.
2. Nonprobability Sampling
- Sampling Sistematis: pengambilan sampel berdasarkan urutan atau interval tertentu.
- Sampling Kuota: pengambilan sampel berdasarkan jumlah yang telah ditentukan.
- Sampling Aksidental: memilih responden yang kebetulan ditemui dan sesuai dengan kebutuhan penelitian.
- Purposive Sampling: memilih sampel berdasarkan kriteria atau pertimbangan tertentu.
- Sampling Jenuh: menggunakan seluruh anggota populasi sebagai sampel.
- Snowball Sampling: pengambilan sampel yang berkembang melalui rekomendasi responden sebelumnya.
NPM: 2413031060
Macam-macam teknik sampling dalam penelitian kuantitatif dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:
1. Probability Sampling
- Simple Random Sampling: pengambilan sampel secara acak tanpa membedakan kelompok.
- Proportionate Stratified Random Sampling: pengambilan sampel secara acak dari setiap kelompok sesuai proporsinya.
- Disproportionate Stratified Random Sampling: pengambilan sampel dari kelompok yang memiliki jumlah anggota tidak proporsional.
- Area (Cluster) Sampling: pengambilan sampel berdasarkan wilayah atau kelompok tertentu.
2. Nonprobability Sampling
- Sampling Sistematis: pengambilan sampel berdasarkan urutan atau interval tertentu.
- Sampling Kuota: pengambilan sampel berdasarkan jumlah yang telah ditentukan.
- Sampling Aksidental: memilih responden yang kebetulan ditemui dan sesuai dengan kebutuhan penelitian.
- Purposive Sampling: memilih sampel berdasarkan kriteria atau pertimbangan tertentu.
- Sampling Jenuh: menggunakan seluruh anggota populasi sebagai sampel.
- Snowball Sampling: pengambilan sampel yang berkembang melalui rekomendasi responden sebelumnya.
Nama: Nina Oktaviana
NPM: 2413031057
Dalam penelitian kuantitatif, teknik sampling dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu Probability Sampling dan Non-Probability Sampling.
A. Probability SamplingTeknik sampling yang memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.
Simple Random SamplingPengambilan sampel dilakukan secara acak sehingga setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih.
Systematic SamplingPengambilan sampel dilakukan berdasarkan urutan tertentu dengan interval yang sama, misalnya setiap responden ke-10.
Stratified Random SamplingPopulasi dibagi menjadi beberapa kelompok (strata) berdasarkan karakteristik tertentu, kemudian sampel diambil secara acak dari setiap strata.
Cluster Sampling (Area Sampling)Populasi dibagi menjadi kelompok atau wilayah (cluster), kemudian dipilih beberapa cluster secara acak untuk dijadikan sampel.
Multistage SamplingPengambilan sampel dilakukan melalui beberapa tahapan, misalnya memilih provinsi, kemudian kabupaten, sekolah, hingga siswa.
B. Non-Probability SamplingTeknik sampling yang tidak memberikan peluang yang sama kepada setiap anggota populasi.
Purposive SamplingSampel dipilih berdasarkan kriteria atau pertimbangan tertentu.
Quota SamplingPeneliti menetapkan jumlah (kuota) sampel dari setiap kelompok, kemudian memilih responden hingga kuota terpenuhi.
Accidental (Convenience) SamplingSampel dipilih dari siapa saja yang secara kebetulan ditemui dan memenuhi kriteria penelitian.
Snowball SamplingSampel diperoleh dari rekomendasi informan sebelumnya hingga jumlah yang dibutuhkan tercapai.
Sampling Jenuh (Saturated Sampling)Semua anggota populasi dijadikan sampel, biasanya jika jumlah populasi relatif ke
NPM: 2413031057
Dalam penelitian kuantitatif, teknik sampling dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu Probability Sampling dan Non-Probability Sampling.
A. Probability SamplingTeknik sampling yang memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.
Simple Random SamplingPengambilan sampel dilakukan secara acak sehingga setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih.
Systematic SamplingPengambilan sampel dilakukan berdasarkan urutan tertentu dengan interval yang sama, misalnya setiap responden ke-10.
Stratified Random SamplingPopulasi dibagi menjadi beberapa kelompok (strata) berdasarkan karakteristik tertentu, kemudian sampel diambil secara acak dari setiap strata.
Cluster Sampling (Area Sampling)Populasi dibagi menjadi kelompok atau wilayah (cluster), kemudian dipilih beberapa cluster secara acak untuk dijadikan sampel.
Multistage SamplingPengambilan sampel dilakukan melalui beberapa tahapan, misalnya memilih provinsi, kemudian kabupaten, sekolah, hingga siswa.
B. Non-Probability SamplingTeknik sampling yang tidak memberikan peluang yang sama kepada setiap anggota populasi.
Purposive SamplingSampel dipilih berdasarkan kriteria atau pertimbangan tertentu.
Quota SamplingPeneliti menetapkan jumlah (kuota) sampel dari setiap kelompok, kemudian memilih responden hingga kuota terpenuhi.
Accidental (Convenience) SamplingSampel dipilih dari siapa saja yang secara kebetulan ditemui dan memenuhi kriteria penelitian.
Snowball SamplingSampel diperoleh dari rekomendasi informan sebelumnya hingga jumlah yang dibutuhkan tercapai.
Sampling Jenuh (Saturated Sampling)Semua anggota populasi dijadikan sampel, biasanya jika jumlah populasi relatif ke
Nama : Fadhilah Izdihar
NPM : 2413031068
1. Probability Sampling (Sampel Acak)
- Simple Random Sampling : yaitu pengambilan sampel secara acak sehingga setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih.
- Proportionate Stratified Random Sampling : yaitu pengambilan sampel dari setiap kelompok atau strata dalam populasi secara proporsional.
- Disproportionate Stratified Random Sampling : yaitu pengambilan sampel dari setiap strata tanpa memperhatikan proporsi jumlah anggota pada masing-masing strata.
- Area Random Sampling (Cluster Sampling) : yaitu pengambilan sampel berdasarkan kelompok atau wilayah tertentu dalam populasi.
2. Nonprobability Sampling (Sampel Tidak Acak)
- Sampling Sistematis : yaitu pengambilan sampel berdasarkan urutan atau interval tertentu.
- Sampling Kuota : yaitu pengambilan sampel berdasarkan jumlah atau kuota yang telah ditentukan.
- Sampling Aksidental (Insidental) : yaitu pengambilan sampel dari responden yang kebetulan ditemui dan sesuai dengan kebutuhan penelitian.
- Purposive Sampling : yaitu pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan atau kriteria tertentu.
- Sampling Jenuh : yaitu teknik yang menggunakan seluruh anggota populasi sebagai sampel.
- Snowball Sampling : yaitu pengambilan sampel yang berkembang melalui rekomendasi dari responden sebelumnya.
NPM : 2413031068
1. Probability Sampling (Sampel Acak)
- Simple Random Sampling : yaitu pengambilan sampel secara acak sehingga setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih.
- Proportionate Stratified Random Sampling : yaitu pengambilan sampel dari setiap kelompok atau strata dalam populasi secara proporsional.
- Disproportionate Stratified Random Sampling : yaitu pengambilan sampel dari setiap strata tanpa memperhatikan proporsi jumlah anggota pada masing-masing strata.
- Area Random Sampling (Cluster Sampling) : yaitu pengambilan sampel berdasarkan kelompok atau wilayah tertentu dalam populasi.
2. Nonprobability Sampling (Sampel Tidak Acak)
- Sampling Sistematis : yaitu pengambilan sampel berdasarkan urutan atau interval tertentu.
- Sampling Kuota : yaitu pengambilan sampel berdasarkan jumlah atau kuota yang telah ditentukan.
- Sampling Aksidental (Insidental) : yaitu pengambilan sampel dari responden yang kebetulan ditemui dan sesuai dengan kebutuhan penelitian.
- Purposive Sampling : yaitu pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan atau kriteria tertentu.
- Sampling Jenuh : yaitu teknik yang menggunakan seluruh anggota populasi sebagai sampel.
- Snowball Sampling : yaitu pengambilan sampel yang berkembang melalui rekomendasi dari responden sebelumnya.
nama : adzra ati'iqah
npm : 2413031056
Macam-macam teknik sampling dalam penelitian kuantitatif dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:
Probability Sampling
1. Simple Random Sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak.
2. Proportionate Stratified Random Sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak berdasarkan strata atau kelompok secara proporsional.
3. Disproportionate Stratified Random Sampling, yaitu pengambilan sampel dari setiap strata dengan jumlah yang tidak proporsional.
4. Cluster Sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan kelompok atau wilayah tertentu.
5. Systematic Sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan interval atau urutan tertentu.
Non-Probability Sampling
1. Purposive Sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan kriteria tertentu.
2. Convenience Sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan kemudahan menjangkau responden.
3. Quota Sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan jumlah atau kuota yang ditentukan.
4. Snowball Sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan rekomendasi responden sebelumnya.
npm : 2413031056
Macam-macam teknik sampling dalam penelitian kuantitatif dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:
Probability Sampling
1. Simple Random Sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak.
2. Proportionate Stratified Random Sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak berdasarkan strata atau kelompok secara proporsional.
3. Disproportionate Stratified Random Sampling, yaitu pengambilan sampel dari setiap strata dengan jumlah yang tidak proporsional.
4. Cluster Sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan kelompok atau wilayah tertentu.
5. Systematic Sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan interval atau urutan tertentu.
Non-Probability Sampling
1. Purposive Sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan kriteria tertentu.
2. Convenience Sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan kemudahan menjangkau responden.
3. Quota Sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan jumlah atau kuota yang ditentukan.
4. Snowball Sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan rekomendasi responden sebelumnya.
virginia shaulan zailani 2413031069
Menurut saya, teknik sampling dalam penelitian kuantitatif terbagi menjadi dua macam, yaitu:
1. Probability Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang memberikan kesempatan kepada setiap anggota populasi untuk terpilih. Contohnya simple random sampling, stratified random sampling, cluster sampling, dan systematic sampling.
2. Non-Probability Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anggota populasi untuk terpilih. Contohnya purposive sampling, accidental sampling, quota sampling, dan snowball sampling.
Menurut saya, teknik sampling dalam penelitian kuantitatif terbagi menjadi dua macam, yaitu:
1. Probability Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang memberikan kesempatan kepada setiap anggota populasi untuk terpilih. Contohnya simple random sampling, stratified random sampling, cluster sampling, dan systematic sampling.
2. Non-Probability Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anggota populasi untuk terpilih. Contohnya purposive sampling, accidental sampling, quota sampling, dan snowball sampling.
Nama : Mayke Riansyah
NPM : 2413031047
1. Simple Random Sampling (Sampel Acak Sederhana)
Simple random sampling adalah teknik pengambilan sampel secara acak tanpa memperhatikan tingkatan atau kelompok tertentu dalam populasi. Teknik ini cocok digunakan apabila anggota populasi relatif homogen.
Contoh: Peneliti memilih 50 siswa dari 200 siswa dengan cara mengundi nomor siswa secara acak.
2. Systematic Random Sampling (Sampel Acak Sistematis)
Systematic random sampling adalah teknik pengambilan sampel dengan memilih anggota pertama secara acak, kemudian memilih anggota berikutnya berdasarkan interval atau pola tertentu.
Contoh: Dari daftar 200 siswa, peneliti menentukan sampel menggunakan interval tertentu setelah menetapkan titik awal secara acak.
3. Stratified Random Sampling (Sampel Acak Berstrata)
Stratified random sampling adalah teknik pengambilan sampel dengan membagi populasi ke dalam beberapa kelompok atau strata berdasarkan karakteristik tertentu, kemudian mengambil sampel secara acak dari setiap kelompok tersebut. Teknik ini digunakan agar kelompok-kelompok dalam populasi dapat terwakili.
Contoh: Peneliti mengambil sampel siswa secara acak dari kelas X, XI, dan XII di suatu SMA.
4. Cluster Random Sampling (Sampel Acak Berdasarkan Kelompok)
Cluster random sampling adalah teknik pengambilan sampel dengan memilih kelompok-kelompok tertentu secara acak, bukan langsung memilih individu satu per satu. Teknik ini dapat digunakan apabila populasi tersebar di wilayah yang luas atau terbagi dalam kelompok-kelompok alami.
Contoh: Peneliti memilih beberapa sekolah secara acak dari seluruh SMA yang ada di suatu kabupaten, kemudian melakukan penelitian pada sekolah terpilih sesuai rancangan yang ditetapkan.
5. Multistage Sampling (Sampel Acak Bertingkat)
Multistage sampling adalah teknik pengambilan sampel melalui beberapa tahap dengan menggunakan kombinasi metode sampling. Teknik ini biasanya digunakan ketika populasi sangat besar dan tersebar di wilayah yang luas.
Contoh: Peneliti memilih kabupaten secara acak, kemudian memilih beberapa kecamatan, selanjutnya memilih sekolah, dan akhirnya memilih siswa sebagai sampel penelitian.
6. Proportionate Stratified Random Sampling (Sampel Acak Berstrata Proporsional)
Teknik ini merupakan pengambilan sampel secara acak dari setiap strata dengan jumlah sampel yang disesuaikan secara proporsional dengan ukuran masing-masing kelompok dalam populasi.
Contoh: Jika kelas X memiliki jumlah siswa lebih banyak daripada kelas XI, jumlah sampel yang diambil dari kelas X juga dapat lebih banyak sesuai proporsi jumlah siswanya.
7. Disproportionate Stratified Random Sampling (Sampel Acak Berstrata Tidak Proporsional)
Teknik ini digunakan ketika populasi memiliki kelompok atau strata dengan ukuran yang tidak proporsional, sehingga jumlah sampel dari setiap strata tidak harus mengikuti perbandingan jumlah anggota populasinya.
Contoh: Peneliti mengambil jumlah sampel yang sama dari kelompok kelas yang jumlah siswanya berbeda karena adanya pertimbangan penelitian tertentu.
NPM : 2413031047
1. Simple Random Sampling (Sampel Acak Sederhana)
Simple random sampling adalah teknik pengambilan sampel secara acak tanpa memperhatikan tingkatan atau kelompok tertentu dalam populasi. Teknik ini cocok digunakan apabila anggota populasi relatif homogen.
Contoh: Peneliti memilih 50 siswa dari 200 siswa dengan cara mengundi nomor siswa secara acak.
2. Systematic Random Sampling (Sampel Acak Sistematis)
Systematic random sampling adalah teknik pengambilan sampel dengan memilih anggota pertama secara acak, kemudian memilih anggota berikutnya berdasarkan interval atau pola tertentu.
Contoh: Dari daftar 200 siswa, peneliti menentukan sampel menggunakan interval tertentu setelah menetapkan titik awal secara acak.
3. Stratified Random Sampling (Sampel Acak Berstrata)
Stratified random sampling adalah teknik pengambilan sampel dengan membagi populasi ke dalam beberapa kelompok atau strata berdasarkan karakteristik tertentu, kemudian mengambil sampel secara acak dari setiap kelompok tersebut. Teknik ini digunakan agar kelompok-kelompok dalam populasi dapat terwakili.
Contoh: Peneliti mengambil sampel siswa secara acak dari kelas X, XI, dan XII di suatu SMA.
4. Cluster Random Sampling (Sampel Acak Berdasarkan Kelompok)
Cluster random sampling adalah teknik pengambilan sampel dengan memilih kelompok-kelompok tertentu secara acak, bukan langsung memilih individu satu per satu. Teknik ini dapat digunakan apabila populasi tersebar di wilayah yang luas atau terbagi dalam kelompok-kelompok alami.
Contoh: Peneliti memilih beberapa sekolah secara acak dari seluruh SMA yang ada di suatu kabupaten, kemudian melakukan penelitian pada sekolah terpilih sesuai rancangan yang ditetapkan.
5. Multistage Sampling (Sampel Acak Bertingkat)
Multistage sampling adalah teknik pengambilan sampel melalui beberapa tahap dengan menggunakan kombinasi metode sampling. Teknik ini biasanya digunakan ketika populasi sangat besar dan tersebar di wilayah yang luas.
Contoh: Peneliti memilih kabupaten secara acak, kemudian memilih beberapa kecamatan, selanjutnya memilih sekolah, dan akhirnya memilih siswa sebagai sampel penelitian.
6. Proportionate Stratified Random Sampling (Sampel Acak Berstrata Proporsional)
Teknik ini merupakan pengambilan sampel secara acak dari setiap strata dengan jumlah sampel yang disesuaikan secara proporsional dengan ukuran masing-masing kelompok dalam populasi.
Contoh: Jika kelas X memiliki jumlah siswa lebih banyak daripada kelas XI, jumlah sampel yang diambil dari kelas X juga dapat lebih banyak sesuai proporsi jumlah siswanya.
7. Disproportionate Stratified Random Sampling (Sampel Acak Berstrata Tidak Proporsional)
Teknik ini digunakan ketika populasi memiliki kelompok atau strata dengan ukuran yang tidak proporsional, sehingga jumlah sampel dari setiap strata tidak harus mengikuti perbandingan jumlah anggota populasinya.
Contoh: Peneliti mengambil jumlah sampel yang sama dari kelompok kelas yang jumlah siswanya berbeda karena adanya pertimbangan penelitian tertentu.