Diskusi 4

Diskusi 4

Number of replies: 7

Judul Penelitian: Rendahnya Literasi Keuangan mahasiswa (studi kasus pada mahasiswa PSPE FKIP Unila).
Tentukan Latar belakang yang bersesuaian,
termasuk jenis penelitian apa?
bagaiamana cara menentukan sampel/responden
teknik apa yg digunakan untuk mengambil sampel/responden
Green Teori apa yg sesuai untuk judul tersebut?

In reply to First post

Re: Diskusi 4

by Nina Oktaviana -
Nama: Nina Oktaviana
NPM: 2413031057

1. Latar Belakang Penelitian

Literasi keuangan merupakan kemampuan seseorang dalam memahami, mengelola, dan mengambil keputusan yang berkaitan dengan keuangan secara tepat. Kemampuan ini sangat penting dimiliki oleh mahasiswa karena mereka mulai bertanggung jawab dalam mengatur uang saku, memenuhi kebutuhan kuliah, serta merencanakan keuangan untuk masa depan.Namun, masih banyak mahasiswa yang belum mampu mengelola keuangan dengan baik. Hal tersebut terlihat dari kebiasaan berbelanja secara berlebihan, kurangnya perencanaan keuangan, serta belum mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Kondisi ini menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan mahasiswa masih perlu ditingkatkan, termasuk pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi (PSPE) FKIP Universitas Lampung.Mahasiswa Pendidikan Ekonomi mempelajari berbagai materi yang berkaitan dengan ekonomi dan pengelolaan keuangan. Akan tetapi, pemahaman teori yang dimiliki belum tentu dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana literasi keuangan mahasiswa PSPE FKIP Unila, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta kendala yang dihadapi dalam mengelola keuangan pribadi.

2. Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus.

Pendekatan ini dipilih karena penelitian bertujuan memahami secara mendalam kondisi literasi keuangan mahasiswa, kebiasaan mereka dalam mengelola keuangan, serta berbagai faktor yang memengaruhi perilaku keuangan mahasiswa. Data dapat diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi sehingga informasi yang diperoleh lebih mendalam.

3. Cara Menentukan Sampel atau Responden

Dalam penelitian kualitatif, informan dipilih berdasarkan kesesuaiannya dengan tujuan penelitian, bukan berdasarkan jumlah yang banyak. Peneliti memilih mahasiswa PSPE FKIP Universitas Lampung yang dianggap memiliki pengalaman dalam mengelola keuangan pribadi sehingga dapat memberikan informasi yang sesuai dengan fokus penelitian.
Jumlah informan dapat berkisar antara 8–15 mahasiswa dan dapat bertambah apabila data yang diperoleh belum mencapai kejenuhan.

Kriteria informan yang digunakan, antara lain:

- Mahasiswa aktif PSPE FKIP Universitas Lampung.
- Memiliki uang saku atau sumber pendapatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
- Bersedia menjadi informan penelitian.
- Memiliki pengalaman dalam mengatur pengeluaran, menabung, atau mengelola keuangan pribadi.

4. Teknik Pengambilan Sampel

Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling. Teknik ini merupakan teknik pemilihan informan berdasarkan kriteria tertentu yang telah ditetapkan sesuai dengan tujuan penelitian.

Sebagai contoh, peneliti dapat memilih mahasiswa yang mampu mengelola keuangan dengan baik maupun mahasiswa yang masih mengalami kesulitan dalam mengatur pengeluaran. Dengan demikian, peneliti dapat memperoleh informasi yang lebih beragam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi literasi keuangan mahasiswa.

5. Grand Theory yang Sesuai

Grand theory yang sesuai adalah Theory of Planned Behavior (TPB) yang dikemukakan oleh Icek Ajzen (1991). Teori ini menjelaskan bahwa perilaku seseorang dipengaruhi oleh niat (intention), yang terbentuk dari tiga komponen utama, yaitu:

- Attitude toward the behavior, yaitu sikap atau penilaian seseorang terhadap suatu perilaku. Misalnya, mahasiswa memiliki pandangan bahwa menabung merupakan kebiasaan yang bermanfaat.
- Subjective norm, yaitu pengaruh dari lingkungan sekitar, seperti keluarga, teman, atau dosen, yang dapat memengaruhi perilaku mahasiswa dalam mengelola keuangan.
- Perceived behavioral control, yaitu keyakinan seseorang terhadap kemampuannya dalam melakukan suatu tindakan, seperti kemampuan mengatur pengeluaran dan menyusun anggaran keuangan.

Teori ini relevan karena dapat menjelaskan hubungan antara pengetahuan, sikap, dan pengaruh lingkungan terhadap perilaku mahasiswa dalam mengelola keuangan. Selain itu, teori literasi keuangan juga dapat digunakan sebagai landasan untuk memahami tingkat pengetahuan mahasiswa mengenai pengelolaan keuangan pribadi.